Judul TV Seri          : Mr Mercedes
Ditayangkan            : Audiences TV Network / DirectTV
Pemeran                  :  Brendan Gleeson, Harry Treadaway, Justine Lupe
Tanggal tayang        : 9 Agustus - 11 Oktober 2017
Total episode           : 10

Sepertinya belakangan ini karya-karya Stephen King sedang laris manis dan banyak dirilis para Produser Amerika. Setelah sebelumnya film layar lebar The Dark Tower dan It, serta serial televisi The Mist dirilis bulan lalu, kini muncul lagi serial terbaru yang merupakan karya terbaru Stephen King, berjudul Mr. Mercedes.

Serial televisi 10 episode ini merupakan serial misteri adaptasi dari novel Stephen King berjudul sama. Novel teresebut dirilis tanggal 3 Juni 2014 dan menjadi novel trilogi pertama (trilogi kedua berjudul Finders Keepers yang dirilis tahun 2015, dan End of Watch dirilis tahun 2016). Novel Mr. Mercedes merupakan novel Stephen King pertama yang bergenre "Hard-Boiled Detective" (genre novel yang menceritakan tentang tindakan seorang polisi / detektif yang menggunakan cara kekerasan / tidak mengikuti sistem seharusnya untuk menuntaskan suatu masalah).

Serial yang baru tayang 3 episode - pada saat artikel ini dibuat - mengisahkan tentang aksi sadis yang dilakukan seorang pria misterius yang mengendarai mobil Mercedes. Sang pria membawa mobilnya menabrak kerumunan orang yang sedang mengantri di Kantor Pekerjaan Umum untuk mencari pekerjaan. Akibat kejadian itu, 8 orang tewas seketika, dan 16 orang menderita luka parah. Polisi berhasil menemukan mobilnya, namun tidak pernah berhasil menemukan siapa pelakunya.
Detektif Bill Hodges (Brendan Gleeson)

Detektif Bill Hodges (Brendan Gleeson) berusaha menyidiki kasus ini. Sayangnya, sebelum dia berhasil menemukan pelaku kejahatan sadis itu, dia sudah keburu pensiun. Meski demikian, dia masih sangat penasaran untuk menuntaskan kasus itu. Karena itu, walau pun sudah pensiun, Detektif Bill masih terus menggali informasi perkembangan kasus itu lewat rekan kerjanya, Detektif Jerome Robinson (Jharrel Jerome).
Brady Harsfield (Harry Treadaway)

Dua tahun kemudian, Brady Harsfield (Harry Treadaway) - yang tidak lain adalah pelaku sebenarnya dari penabrakan tersebut - kini telah bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan penjualan produk elektronik. Pria psikopat super cerdas itu, diam-diam menyadari dan menyimpan kebanggaan kalau kasus yang dilakukannya dulu masih diselidiki oleh polisi. Yang lebih membuatnya bangga adalah ternyata Detektif Bill yang sudah pensiun pun masih penasaran dengan dirinya.

Karena itu, Brady kemudian mengintimidasi Detektif Bill dan menantangnya untuk bisa menangkap Brady. Brady tidak hanya sekedar menantang Detektif Bill, tetapi dia juga membuat beberapa "aksi" kecil yang membahayakan orang-orang yang dikenal Detektif Bill. Hal ini mengundang amarah Detektif Bill, sehingga dia akhirnya menerima tantangan Brady. Pada akhirnya terjadilah pertarungan dan adu-siasat antara kedua orang tersebut.



ABOUT "MR MERCEDES"' NOVEL
Seperti yang sudah ditulis di awal, Mr Mercedes adalah novel karya Stephen King dan merupakan novel pertama dari trilogi cerita detektif yang dibuat olehnya.

Rencana penulisan novel bergenre detektif sudah mencuat saat Stephen King menjadi Pembicara di University of Massachusetts Lovell pada tanggal 7 Desember 2012.  Dalam forum terbuka dengan mahasiswa, dia menyampaikan rencananya untuk membuat sebuah novel yang bercerita tentang polisi yang sudah pensiun namun masih terganggu dengan kasus pembunuhan yang pernah diselidikinya. Judul tentatif yang digunakan Stephen King untuk novelnya tersebut adalah Mr. Mercedes.
Cover Depan Novel "Mr Mercedes"

Judul dan alur cerita novel tersebut sebenarnya terinspirasi dari kejadian nyata yang terjadi beberapa bulan sebelumnya (2012), di mana ada seorang wanita yang memacu mobilnya, menghantam Restoran McDonald, sehingga mencederai para pengunjung di restoran tersebut.

Awalnya, Mr Mercedes direncanakan untuk dibuat dalam bentuk cerita pendek. Namun dengan berkembangkan cerita yang dibuat, Mr Mercedes pun akhirnya berubah menjadi novel.

Banyak kritikus yang kemudian memuji novel Stephen King ini karena merupakan terobosan baru yang dilakukan King, dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Selama ini, Stephen King dikenal sebagai Novelis Spesialis Cerita Horror. Sehingga kemunculan novel ini jelas merupakan hal yang sangat menarik. Secara garis besar, banyak yang memuji alur cerita novel Stephen King yang sangat intens dan menegangkan.



Judul Film            : Wu Kong
Sutradara              : Derek Kwok
Pemeran                : Eddie Pang, Ni Ni, Shawn Yue, Oho Ou, Zheng Shuang
Tanggal tayang     : 17 Juli 2017

Kisah Kera Sakti Sun Wu Kong adalah kisah yang sangat legendaris yang telah ratusan kali diadaptasi, baik dalam bentuk komik, drama panggung, film layar lebar, hingga serial televisi. Kisah Sun Wu Kong yang ditulis di Kitab Journey To The West (西游记 - Xi You Chi; Perjalanan Ke Barat) tidak saja populer di Tanah Tiongkok, tetapi juga di kawasan Asia, tetapi juga Amerika Serikat, Eropa, dan Australia.

Dengan berjalannya waktu, Kisah Sun Wu Kong mengalami perubahan yang cukup signifikan, khususnya saat Stephen Chow merilis dwilogi film A Chinese Odyssey (1995). Alih-alih mengisahkan petualangan Sun Wu Gong bersama Gurunya (Thang Sam Chong) dan dua orang Saudara Seperguruannya (Ju Ba Cie dan Wu Jing), film A Chinese Odyssey justru menceritakan kisah cinta Sun Wu Kong. Cerita "nyeleneh" ini di luar dugaan sukses luar biasa. Hingga hari ini, kisah cinta Sun Wu Kong menjadi cerita yang unik dan banyak diadaptasi oleh para sutradara film Hong Kong.

Dan adaptasi terbaru dari kisah cinta Sun Wu Kong adalah film berjudul Wu Kong. Film ini merupakan adaptasi dari novel internet berjudul The Legend of Wu Kong yang ditulis oleh Jin He Zai.

Film ini mengambil setting 500 tahun sebelum Sun Wu Kong membuat Kekacauan di Kerajaan Kahyangan. Alkisah di masa itu, Kahyanan adalah tempat para dewa yang sangat tentram. Tapi suasana tenang Kahyangan berubah ketika seekor Iblis Raksasa mengamuk dan menghancurkan Kahyangan. Terjadilah pertarungan antara para Dewa melawan Raksasa tersebut, di mana para Dewa berhasil menghancurkan Sang Raksasa.

Tubuh Sang Raksasa yang terbuat dari batu hancur berkeping-keping dan jatuh ke bumi. Saat tiba di bumi, sisa tubuh Sang Raksasa menjelma menjadi gunung batu karang bernama Gunung Gao Huo. Di dalam gunung tersebut lahirnya seekor kera berjantung batu. Kera itu hidup bahagia dengan mahluk bumi yang tinggal di sekitar Gunung Gao Huo.

Mengetahui gunung tersebut "melahirkan" seekor kera batu, maka Ratu Kahyangan (Faye Yu) mengerahkan Pasukan Kahyangan untuk menghancurkan Gunung Gao Huo. Dan seketika itu juga, semua mahluk hidup - kecuali Sang Kera Batu - musnah. Mengetahui seluruh sahabatnya ditumpas Ratu Kahyangan, Sang Kera Batu memendam dendam dan berniat membalaskan dendam. Dia kemudian diangkat murid oleh seorang Pendeta Buddha dan diberi nama Sun Wu Kong.

Tiga ratus tahun kemudian, Sun Wu Kong (Eddie Pang) diangkat dan dipekerjakan di Khayangan setelah membuat kekacauan di bumi. Di kahyangan dia berkenalan dengan seorang Pembantu Istana bernama Ah Zi (Ni Ni), yang tidak lain adalah anak dari Ratu Kahyangan, sekaligus adik dari Dewa Mata Elang Er Lang Sheng / Yang Jian (Shawn Yue).

Karena ingin membalaskan dendam pada Ratu Kahyangan, Wu Kong pun bertarung habis-habisan dengan Er Lang dan Juan Lian (Qiao Shan), Pengawal Ratu Kahyangan. Pertarungan tersebut justru membuat mereka jatuh ke Gunung Gao Huo. Di sana, mereka kehilangan kekuatan mereka dan menjadi manusia biasa. Pada saat itulah, Ratu Kahyangan menurunkan Pasukan Kahyangan-nya untuk menghabisi Wu Kong, Er Lang, dan Juan Lian. Ternyata Ratu Kahyangan memang berniat menghabisi Wu Kong karena ingin menguasai Jantung Batu milik Wu Kong. Dengan jantung itu, Ratu dapat mengendalikan takdir hidup seluruh mahluk hidup di muka bumi.

Dalam pertarungan melawan Ratu Kahyangan, Ah Zi tewas. Melihat orang yang dicintainya tewas, Wu Kong berang, dan melakukan pertarungan habis-habisan melawan Ratu Kahyangan. Mungkinkah Wu Kong akan menang?

Film ini dipenuhi banyak sekali adegan emosional yang menguras air mata. Untuk pertama kalinya, Penonton akan menyaksikan Wu Kong yang tidak berdaya dibantai oleh Pengawal Kahyangan. Selain itu, perasaan Penonton pun disiksa dengan "sangat kejam" saat adegan Ah Zi dihabisi Ratu Kahyangan di hadapan Wu Kong. Kedua adegan itu begitu menyayat hati, dan dijamin dapat membuat Penonton menangis terharus.

Biasanya film-film adaptasi Journey To The West ditayangkan di Tahun Baru Imlek. Namun kali ini kondisinya berbeda, di mana film Wu Kong justru ditayangkan di pertengahan tahun, yaitu di tanggal 13 Juli 2017. Meski demikian, animo penonton tetap luar biasa, sehingga film ini meraih box-office dengan perolehan pendapatan hingga US$ 130 juta. Sebuah penghasilan yang luar biasa !!!






Dalam beberapa hari ke depan, kita akan menyambut bulan September. Artinya, sebentar lagi akhir tahun ni....

Menjelang akhir tahun 2017, film-film yang dipersiapkan Hollywood sepertinya makin banyak yang keren. Dan berikut ini adalah film-film pilihan yang wajib ditonton bulan depan. Apa saja ya?

1. IT (Rilis : 8 September 2017)
Sutradara         : Andres Muschietti
Pemeran          : Jaedan Lieberher, Bill Skarsgard,  Jeremy Ray Taylor

Setelah The Dark Tower dirilis bulan Agsustus 2017 ini, maka bulan depan akan ada lagi film adaptasi dari novel Stephen King, berjudul It. Sebelumnya Novel yang dirilis tahun 1986 ini sudah pernah diadaptasi dalam bentuk mini-seri 2 episode pada tahun 1990.

Film horor-fantasi ini mengisahkan tentang tujuh orang anak-anak yang dihantui oleh mahluk misterius yang menyamar menjadi Badut. Pada tahun 1989, di Kota Derry, Maine, terjadi kasus hilangnya anak-anak yang tinggal di kota tersebut. Menghilangnya anak-anak menimbulkan kekuatiran orang tua akan adanya penculik anak yang berkeliaran mencari mangsa.

Sementara itu, Bill Denbrough (Jaeden Lieberher), seorang anak di kota tersebut, justru berpikiran lain : Penculik anak-anak di kota mereka bukanlah orang, tetapi "sesuatu" yang menyaru dalam bentuk badut. Bersama anak-anak yang tersisa di kota tersebut, Bill kemudian membentuk kelompok "The Losers Club" yang bertujuan untuk melawan mahluk tersebut. Namun tanpa mereka sadari, mahluk itu sebenarnya bukanlah musuh utama mereka, tetapi diri mereka sendiri.

Film ini akan menjadi film pertama dari total 2 seri. Rencananya film IT akan dirilis dengan judul It : Part 1 - The Loser's Club. Meski demikian, belum ada konfirmasi yang jelas apakah benar judul tersebut yang akan digunakan. Sedangkan sekuelnya akan ditayangkan tahun depan.


 
2. 9/11 (Rilis : 8 September 2017)
Sutradara          : Martin Guigui
Pemeran           : Charlie Sheen, Whoppi Goldberg, Gina Gershon, Luis Guzman

Tanggal 11 September 2001 merupakan tanggal yang selalu dikenang oleh masyakarat Amerika Serikat sebagai tanggal berkabung nasional, karena pada tanggal itu, Amerika Serikat mengalami serangan teroris di mana 2 pesawat komersial Amerika dipaksa menghangtam Gedung Kembar World Trade Center (WTC) yang berlokasi di Kota New York.

Meski kejadian itu telah berlalu 16 tahun silam, tetapi luka tersebut masih berbekas. Dan untuk mengenang kejadian itu, Sutradara Martin Gulgui pun merilis film bertajuk 9/11. Skenario film ini berdasarkan naskah drama panggung Elevator yang dibuat Patrick Carson yang diadaptasi dengan setting kejadian di Gedung WTC.

Pada tanggal 11 September 2001, 5 orang yang bekerja di Gedung WTC memasuki lift yang akan membawa mereka ke lantai tempat mereka bekerja. Pada saat itu, sebuah Pesawat Komersial tiba-tiba menghantam Gedung WTC menyebabkan kehancuran yang parah. Para pekerja itu pun terjebak di dalam lift. Menyadari nyawa mereka terancam, kelima orang tersebut bahu-membahu untuk keluar dari lift, sebelum Gedung WTC runtuh dan mereka terkubur di dalamnya.



3. GUN SHY (Rilis : 8 September 2017)
Sutradara             : Simon West
Pemeran              : Antonio Banderas, Olga Kurylenko, Ben Cura, Mark Valley

Simon West adalah Sutradara handal spesialis film-film eksyen. Sejak kesuksesannya menyutradarai film Con Air (1997) karirnya menjadi sutradara terus meroket dan menjadikannya sebagai salah satu Sutradara yang paling diperhitungkan di Hollywood. Setelah sukses menyutradarai film The Expendables 2 (2011), Stolen (2012), dan Wild Card (2015), tahun ini dia kembali dengan film eksyen super-seru : Gun Shy.

Film ini mengisahkan tentang seorang pemusik rock Turk Henry (Antonio Banderas) yang berlibur dengan istrinya, Sheila (Olga Kurylenko), ke Thailand. Di negara tersebut, istrinya diculik oleh sekelompok orang tidak dikenal. Turk Henry menggunakan berbagai cara untuk menemukan istrinya dan menyelamatkannya.

Semula film ini berjudul Salty. Namun karena dianggap terlalu mirip dengan judul film yang diperani Angelina Jolie tahun 2010 (Salt), maka film ini kemudian berganti judul menjadi Gun Shy.



4. AMERICAN ASSASSIN (Rilis : 15 September 2017)
Sutradara            : Michael Cuesta
Pemeran              : Dylan O'Brien, Michael Keaton, Sanaa Lathan, Shiva Negar

Film seru ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis Vince Flynn dan dirilis tahun 2010. Novel tersebut merupakan salah satu novel spionase laris di New York pada masa itu, yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa seri berikutnya. Film American Assassin rencananya akan menjadi film franchise pertama karakter Mitch Rapp. Apabila hasil film ini cukup baik, maka akan muncul sekuel-sekuel selanjutnya petualangan tokoh rekaan Vince Flynn ini.

Mitch Rapp (Dylan O'Brien) kehilangan orang tuanya dalam sebuah kecelakaan lalu-lintas saat dia berusia 14 tahun. Kekasihnya pun tewas dalam sebuah serangan teroris saat mereka sedang melangsungkan pertunangan mereka. Dipenuhi amarah dan dendam terhadap para teroris, Rapp kemudian mendaftarkan diri dalam Pasukan Khusus CIA. Deputi Direktur CIA Irene Kennedy (Sanaa Lathan) kemudian menugaskan Veteran Perang Stan Hurley (Michael Keaton) untuk melatih Mitch.

Dengan cepat, Mitch dan Stan dapat menjadi rekan kerja yang baik dan saling melengkapi. Saat mereka melakukan investigasi terhadap gelombang serangan acak yang terjadi pada rakyat sipil, mereka menemukan kalau ada sekelompok pasukan militer pimpinan sosok misterius berjuluk Ghost (Taylor Kitsch) yang berencana untuk memulai Perang Dunia yang dimulai di Timur Tengah.

Mitch dan Stan kemudian bergabung dengan pasukan militer Turki pimpinan Annika (Shiva Negar) untuk menghentikan rencana busuk Ghost dan Pasukannya.



5. KINGSMAN : THE GOLDEN CIRCLE (Rilis : 20 September 2017)
Sutradara             : Matthew Vaughn
Pemeran              : Colin Firth, Julianne Moore, Taron Egerton, Mark Strong, Halle Berry, Elton John

Kingsman : The Secret Service yang dirilis tahun 2014 silam meninggalkan kekaguman dari para penonton, terutama adegan perkelahian di dalam Gereja. Adegan tersebut cukup fantastis karena kamera mengikuti semua gerakan Garry Hart (Colin Firth) saat berbaku-hantam dengan semua orang di dalam gereja. Kekacauan dalam gereja tersebut terekam dengan sangat baik, termasuk menampilkan adegan yang sulit dan mustahil untuk ditampilkan.

Setelah meraih kesuksesan yang luar biasa, maka tahun ini dirilis sekuel film tersebut berjudul Kingsman : The Golden Circle. Film ini melanjutkan kisah yang ditinggalkan seri pertamanya. Dalam kisah kali ini, dikisahkan kalau Kantor Pusat Agen Rahasia Kingsman di Inggris dihancurkan oleh sekelompok teroris yang menamakan diri mereka "the Golden Circle".

Gary Unwin / Galahad (Taron Egerton) - Agen Rahasi Kingsman - dan Harry Hart (Collin Firth) terpaksa melarikan diri dan bersembunyi di Amerika Serikat. Di sana mereka bertemu dengan Organisasi Agen Rahasia Amerika Serikat bernama Statesman. Ternyata Statesman dan Kingsman memiliki akar sejarah yang sama. Karena itu, mereka kemudian saling bekerja sama untuk mengetahui siapa sebenarnya orang yang mengendalikan "The Golden Circle".



6. STRONGER (Rilis : 22 September 2017)
Sutradara         : David Gordon Green
Pemeran           : Jake Gyllenhaal, Tatiana Maslany, Miranda Richarson, Clancy Brown

Tanggal 15 April 2013 menjadi hari berduka bagi masyarakat Boston, Amerika Serikat, karena di hari itu, terjadi dua ledakan bom yang terjadi di tengah Lomba Maraton Tahunan di Boston. Ledakan bom itu menewaskan tiga orang dan melukai ratusan penonton. Enam belas di antaranya harus kehilangan sebagian tubuh mereka akibat hancur terkena ledakan bom yang dasyat tersebut.

Kisah tragis ini pernah diangkat dalam film Patriots Day (2016) yang mendapatkan respon yang sangat baik. Dalam film tersebut, sempat disinggung tentang salah seorang penonton yang mengalami cedera parah terkena bom yang meledak di dekat garis finish. Orang tersebut adalah Jeff Bauman Jr. Dia menjadi sangat terkenal lantaran foto dirinya yang terluka parah dan ditolong oleh seorang penonton bernama Carlos Arrendondo. Foto Carlos yang berjuang menyelamatkan Bauman diambil oleh Fotografer Charles Krupa dari Associated Press, dan foto itu menjadi viral pasca kejadian tersebut.

Film inspiratif ini mengisahkan kehidupan Jeff Bauman (diperani Jake Gyllenhaal) pasca ledakan bom tersebut. Baumann harus menerima fakta kalau dia harus kehilangan kedua kakinya akibat bom tersebut. Perasaan kecewa, membuatnya kemudian memutuskan untuk bunuh diri. Namun berkat dorongan dari kekasihnya - Erin Hurley (Tatiana Maslany) - Bauman akhirnya bersemangat kembali, akhirnya menjadi Penulis serta Motivator.

Di film ini, Clancy Brown turut bermain dan berperan sebagai ayah Jeff Bauman. Sebagai informasi Clancy Brown adalah Pengisi Suara Mr Krabs di film serta serial televisi Spongebob Squarepant. Bagi Anda yang penasaran, kira-kira bagaimana wajah dan suara sebenarnya dari pengisi suara Mr Krabs tersebut, bisa ditonton di film ini ya....



7. JEEPERS CREEPERS 3 (Rilis : 26 September 2017)
Sutradara               : Victor Salva
Pemeran                : Meg Foster, Jonathan Breck, Brandon Smith, Stan Shaw

Tahun 2001 silam, ada film horor yang "murah-meriah" namun sukses besar berjudul Jeepers Creepers. Diangkat dari cerita rakyat yang cukup populer di daerah pedesaan Florida, film ini mengisahkan tentang seekor mahluk purbakala bernama "The Creeper" yang selalu keluar dari persembunyiannya menjelang akhir Musim Semi, dan selama 23 hari akan berkeliaran mencari korban manusia untuk dimakan, lalu diambil beberapa organ tubuhnya untuk menggantikan organ tubuh "The Creeper" yang sudah rusak.

Meski dibuat dengan biaya yang sangat murah (US$ 10 juta), film Jeepers Creepers ternyata meraih sukses yang luar biasa dan meraup keuntungan hingga US$ 59.2 juta. Film ini pun di luar dugaan meraih banyak penghargaan dan mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para penonton.

Tahun 2003, sekuelnya yang berjudul Jeepers Creepers 2 dirilis. Film tersebut mengambil setting 4 hari pasca kejadian di film pertama, dan melanjutkan kisah di film pertama. Sama seperti seri sebelumnya, film ini pun meraih sukses yang luar biasa dengan meraup keuntungan US$ 63.1 juta (dibuat dengan dana US$ 17 juta).

Dan tahun ini, muncul Jeepers Creepers 3 yang akan melanjutkan keseraman dari 2 film sebelumnya. Berbeda dengan sekuel kebanyakan, maka Jeepers Creepers 3 akan mengambil setting cerita antara Jeepers Creepers Pertama dan Kedua. Dalam Jeepers Creepers 3, dikisahkan sehari setelah kejadian di seri pertama, Sheriff Chris Tubbs (Brandon Thomas) berencana untuk menghentikan aksi brutal The Creeper, sekaligus menyelamatkan korban yang (mungkin) masih selamat di tangan mahluk sadis tersebut.

Masalahnya The Creepers bukanlah mahluk yang mudah untuk didekati. Terlebih saat itu dia sedang sangat kelaparan, membuatnya menjadi jauh lebih buas dan mengerikan. Mungkinkah Sheriff Tubbs mampu mengalahkan mahluk ini?



8.  FLATLINERS (Rilis 29 September 2017)
Sutradara             : Niels Arden Oplev
Pemeran              : Ellen Page, Diego Luna, Nina Dobrev, Kiefer Sutherland

Tahun 1990 silam, ada film thriller-horor berjudul Flatliners yang disutradarai Joel Schumacher dan diperani aktor papan atas kala itu : Kiefer Sutherland, Julia Roberts, William Baldwin, Oliver Platts, dan Kevin Bacon. Film ini mengisahkan tentang 5 orang mahasiswa kedokteran yang meneliti tentang kehidupan setelah kematian. Dalam penelitian mereka tersebut, mereka melakukan eksperimen berbahaya dengan menghentikan detak jantung temannya, lalu menghidupkannya kembali.

Tepat 27 tahun kemudian, Columbia Pictures menghidupkan kembali kisah film legendaris tersebut dengan merilis film berjudul sama. Film ini merupakan sekuel dari film sebelumnya, dan mengambil setting 27 tahun pasca kejadian di film sebelumnya. Hanya Kiefer Sutherland yang merupakan satu-satunya aktor dari film sebelumnya yang bermain kembali di sekuel ini. Dia berperan sebagai Dr. Nelson Wright, dosen yang berusaha menghentikan aksi berbahaya kelima muridnya.

Sama seperti cerita sebelumnya, film ini mengetengahkan tentang 5 orang mahasiswa kedokteran yang melakukan eksperimen untuk mengetahui adanya kehidupan setelah kematian. Mereka pun mencoba membuat sebuah kondisi di mana masing-masing dari mereka akan merasakan sensasi kematian. Untungnya kelima mahasiswa itu berhasil selamat. Namun pasca kejadian itu, hidup mereka berubah, dan mereka mulai merasakan ada yang tidak beres dengan diri mereka sendiri.




Aktivitas Mendaki Gunung (Mountaineering) adalah aktivitas yang sangat digemari banyak orang, tidak saja di luar negeri, tetapi juga di Indonesia. Selain meningkatkan rasa cinta pada alam sekitar, juga memberikan rasa takjub pada ciptaan Tuhan saat berada di puncak gunung yang tinggi.

Banyak hal yang sangat menarik yang bisa diceritakan dari aktivitas menantang ini., Mulai dari cuaca di sekitar gunung atau hutan yang mudah berubah-ubah, suasana keakraban yang terjalin diantara sesama Pendaki, hingga kejadian-kejadian ekstrim yang membahayakan jiwa sang Pelaku Mountaineering sendiri. Hal-hal inilah yang kemudian menjadi inspirasi para sineas, yang kemudian membuat film bertema Dunia Mountaineering.

Sebenarnya ada banyak sekali film-film bertema dunia panjat gunung ini. Tapi saya memilihkan 10 film yang menurut saya merupakan film terbaik yang WAJIB ditonton oleh para penggiat dunia Mountaineering. Selain menjadi inspirasi, film-film ini juga akan membuka wawasan tentang kondisi gunung yang akan didaki, serta suasana selama pendakian. Dengan demikian, akan muncul rasa hormat dan penghargaan kepada alam, sehingga selama pendakian, para Pelaku Mountaineering bisa ikut menjaga dan merawat alam agar tidak rusak.

1. NORTH FACE / NORDWAND (2008)
Inilah film legendaris yang wajib ditonton Para Pecinta Kegiatan Panjat Gunung. North Face adalah film produksi Jerman (disutradarai Phillip Stolzi) yang menampilkan kisah nyata aksi panjat gunung Eiger yang dilakukan oleh 2 orang pendaki gunung kenamaan Jerman : Toni Kurz (Benno Furmann) dan Andi Histerstoisser (Florian Lukas).

Seperti yang diketahui banyak orang, Gunung Eiger adalah salah satu gunung tertinggi di Swiss. Dengan ketinggian mencapai 4,158 meter, Gunung ini gunung yang paling menantang untuk didaki. Biasanya para pendaki memilih mendaki sisi utara Gunung Eiger - yang dikenal dengan sebutan The North Face atau Nordwand - karena sisi tersebut memiliki kesulitan yang luar biasa untuk didaki. Selain tebingnya yang nyaris berdiri tegak 90 derajat, udara di sekitar Gunung Eiger sering berubah sangat ekstrim, sehingga membahayakan jiwa para pendaki. Sejak tahun 1930an hingga hari ini, sudah puluhan pendaki yang tewas saat berusaha menaklukkan North Face. Meski demikian, hal ini tidak mengurungkan niat para pendaki untuk mendaki bagian utara Gunung Eiger tersebut.

Nah, pendakian North Face yang paling fenomenal adalah terjadi tahun 1936, di mana saat itu terjadi lomba panjang tebing antara tim pendaki gunung Jerman dan Austria. Negara Jerman diwakili Toni Kurz dan Andi Hinterstoisser yang berasal dari Desa Bechtesgaden, yang terkenal sebagai desa "penghasil" para pendaki gunung handal di dunia.

Saat pendakian dimulai, cuaca di sekitar Gunung Eiger tiba-tiba berubah ekstrim. Satu-persatu pendaki meninggal dunia. Meski demikian, hal itu tidak mengurungkan niat Toni dan Andi untuk terus melajut ke puncak Gunung Eiger. Sayangnya, takdir berkata lain, dan mereka pun akhirnya tewas menggenaskan beberapa meter menjelang puncak Gunung Eiger.

Film ini dengan sangat sempurna berhasil mereka-ulang kejadian yang terjadi di tahun 1936 tersebut. Tidak hanya itu, film ini pun dianggap berhasil menangkap dan menampilkan semua elemen sejarah pendakian Gunung Eiger tersebut.

Film berdurasi 121 menit ini tidak saja sukses di Jerman, tetapi juga sukses di dunia, bahkan menjadi tontonan wajib para pendaki gunung di Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan Jepang.



2. EVEREST (2015)
Meski namanya sudah lama melegenda - dan sudah banyak orang yang membuat film dokumenter tentang gunung ini - kisah Gunung Everest baru diangkat ke layar lebar tahun 2015 silam. Disutradarai Baltasar Kormakur serta diperani para aktor papan atas Hollywood (Jason Clarke, Josh Brolin, John Hawkes, Robin Wright, Michael Kelly, Sam Worthington, Keira Knightley, Emily Watson, dan Jaket Gyllenhaal), film ini mengetengahkan kisah nyata tentang bencana badai salju di Gunung Everest yang terjadi tanggal 10 - 11 Mei 1996, dan menewaskan 8 dari 12 orang pendaki gunung yang waktu itu sedang melakukan pendakian.

Diceritakan pada bulan Mei 1996, sekelompok pendaki gunung berkumpul untuk melakukan pendakian ke Gunung Everest. Hampir semua pendaki adalah para pendaki handal yang telah melakukan serangkaian pendakian ke gunung-gunung tertinggi di dunia.

Dalam perjalanan pendaki Gunung Everest, satu-persatu peserta tumbang, sehingga tinggallah 12 orang yang berhasil mendaki dan tiba di puncak Everest. Masalahnya, saat mereka turun, badai salju segera menyambut mereka. Tak ayal, para pendaki itu terjebak di tengah badai. Mereka tidak bisa meminta bantuan, sedangkan Tim Penyelamat tidak dapat naik ke gunung karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Meski adegan badai salju dilakukan di dalam studio (dan diberi efek CGI), namun pengambilan gambar benar-benar dilakukan di daerah pegunungan yang terletak di wilayah Nepal dan Base-Camp Everest. Sebelum proses pengambilan gambar dilakukan, para pemain film sudah terlebih dulu mempersiapkan diri mereka berlatih panjang gunung. Bahkan Aktor Josh Brolin dan Jake Gyllenhaal telah berlatih naik gunung selama setahun, sebelum pengambilan gambar film Everest.

Film ini tidak saja sukses (meraup keuntungan sebesar US$ 203 juta, dibuat dengan modal US$ 55 juta), tetapi juga meraih berbagai penghargaan film tingkat internasional.



3. K2 (1991)
Pecinta Alam dan Pendaki Gunung tentu sudah tidak asing lagi dengan K2, Gunung Tertinggi Kedua setelah Gunung Everest. Dengan ketinggian 8,611 meter di atas permukaan laut, K2 (yang juga dikenal dengan nama Gunung Goodwin-Austen atau Chhogori) yang terletak di perbatasan Kabupaten Taxkorgan Tajik, Xinjiang (Tiongkok) - Kabupaten Gilgit Baltistan (Pakistan) ini terkenal dengan sebutan "Gunung Buas" (The Savage Mountain) karena sulitnya medan yang harus dilewati para pendaki untuk mencapai puncak gunung tersebut. K2 menempati posisi kedua dalam Daftar 800 Gunung yang Paling Banyak Memakan Korban Jiwa Pendaki. Sejak pendakian pertama di tahun 1856 hingga hari ini, tercatat sudah ada 300 Pendaki Gunung yang berhasil naik ke puncak, 77 Pendaki harus berhenti di tengah jalan karena mengalami luka serius, dan 1 korban meninggal.

Keganasan Gunung K2 dan kegigihan Para Pendaki untuk menaklukkan gunung ini kemudian dibuat film layar lebarnya berjudul K2. Film yang disutradarai Franc Roddam ini diperani Michael Biehn dan Matt Craven. Meski merupakan film fiksi, namun kisahnay sendiri merupakan adaptasi dari pengalaman 2 orang Pendaki Gunung asal Amerika Serikat - Jim Wickmire dan Louis Reichardt - yang pada tahun 1978 tercatat dalam Sejarah sebagai 2 orang Amerika Serikat Pertama yang berhasil mencapai puncak K2.

Dikisahkan dalam film ini, dua orang sahabat - Taylor Brooks (Michael Biehn) dan Harold Jameson (Matt Craven) - adalah 2 orang pekerja kangtoran yang senang mendaki gunung. Satu ketika, kedua sahabat itu melakukan ekspedisi ke Gunung K2. Ekspedisi mereka ini mendapat dukungan dana dari bilioner Phillip Clairborne (Raymond J. Barry), yang sekaligus mendampingi mereka.

Bersama 2 orang pendaki lain - Dallas Woolf (Luca Bercovici) dan Takane Shimuzu (Hiroshi Fujioka) - mereka pun berangkat mendaki gunung tersebut. Di awal pendakian, Clairbone harus berhenti dan dibawa pulang karena terkena Sakit Ketinggian (AMS : Acute Mountain Sickness; gangguan pernafasan karena kekurangan oksigen di daerah ketinggian). Saat perjalanan dilanjutkan, Takane mengalami hiportermia dan meninggal, sedangkan Dallas hilang dalam badai salju.

Taylor dan Harold melanjutkan perjalanan dan berhasil mencapai Puncak Gunung K2. Namun saat mereka turun, Harold tergelincir sehingga mengakibatkan kakinya patah dan kehilangan tali panjatnya. Dengan bersusah-payah - di tengah kondisi Gunung yang sangat tidak bersahabat - Taylor berjuang keras untuk membawa temannya turun ke bawah dengan selamat.

Meski bukan merupakan film box-office, tetapi K2 merupakan film dramatis yang menampilkan kuatnya jalinan persahabatan Taylor dan Harold yang sangat kuat. Bahkan dalam kondisi gunung yang tidak bersahabat, mereka masih tetap bisa bersama-sama berjuang, serta tidak meninggalkan sahabatnya yang sedang dalam kondisi sekarat.



4.  127 HOURS (2010)
Film biografi yang dibuat dalam bentuk "found footage" ini terbilang film klasik yang wajib dikoleksi para Pecinta Alam. Disutradarai Danny Boyle, film yang diperani James Franco ini menampilkan sosok Aron Ralston, seorang Pendaki Bukit (Canyoneer) yang secara tidak sengaja terjebak di dalam lembah Blue John Canyon.

Dengan durasi 93 menit, film ini menampilkan perjuangan Aron Ralston yang tergelincir di dalam lembah Blue John Canyon. Tangan kanannya terjepit di bebatuan lembah, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk pergi. Film ini menjadi menarik karena menampilkan cara Aron bertahan hidup meski berada di ruang gerak yang sangat sempit dan perbekalan yang sangat minim.

Selama 5 hari (127 jam), Aron berusaha untuk bertahan hidup. Hingga pada satu titik, ketika merasa tidak mungkin lagi diam menunggu kematian, Aron kemudian memutuskan untuk mengamputasi tangan kanannya yang terjepit.

Film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata Aron Ralston - Pendaki Gunung dan Lembah asal Amerika Serikat - yang benar-benar pernah terjebak di tengah lembah di Utah pada tahun 2003. Setelah 5 hari terjebak di tengah lembah, Aron mengambil keputusan yang cukup mengerikan : mengamputasi tangannya sendiri. Kisah perjuangannya ini sebelumnya didokumentasikan dalam otobiografinya berjudul "Between A Rock and A Hard Place"

Meski telah mengalami kejadian buruk, tetapi semangat Aron untuk terus mendaki tidak berhenti. Hingga hari ini, Aron masih giat mendaki gunung dan melakukan banyak aktivitas sosial.



5. SCREAM OF STONE (1991)
Sebuah film adaptasi kisah nyata lain yang cukup menegangkan adalah film Scream of Stone (Cerro Torre : Schrei aus Stein). Film ini merupakan film produksi Jerman yang disutradarai oleh Werner Herzog, dan diperani Vittorio Mezzogiomo, Stefan Glowacz, Mathilda May, Donald Sutherland, Brad Dourif, dan Al Waxman.

Film ini mengisahkan tentang perjuangan Pendaki Gunung Cesare Maestri dan temannya, Toni Egger, dalam usaha mereka menaklukkan Gunung Cerro Torre pada tahun 1959.

Cerro Torre merupakan salah satu gunung dari kumpulan Pegunungan Es Patagonia Selatan di Amerika Selatan. Gunung ini berada di perbatasan Argentina dan Chilli. Selain diselimuti salju, pegunungan ini juga mengalami terpaan angin yang sangat kencang, sehingga sangat menyulitkan para pendaki untuk bisa mencapai puncak gunung tersebut.

Usaha pertama pendakian Gunung Cerro Torre pertama kali dilakukan pada tahun 1959 oleh Toni Egger dan Cesare Maestri. Namun dalam pendakian tersebut, Toni Egger tewas tersapu runtuhan es (avalanche) dan Cesare terpaksa menghentikan usaha pendakiannya karena kondisi cuaca yang tidak membahayakan jiwanya.

Pada tahun 1970, Cesare mendaki Gunung Cerro Torre kembali bersama 5 orang pendaki : Ezio Alimonta, Daniele Angeli, Claudio Baldessarri, Carlo Claus, dan Pitro Vidi. Mereka berenam berhasil menemukan jalur baru mendaki Gunung Cerro Torre, yaitu melalui sebelah Tenggara. Jalur tersebut mereka namakan "The Compressor Route", yang hingga hari ini menjadi Jalur Legendaris yang banyak dilalui banyak pendaki profesional.



6. THE WHITE TOWER (1950)
Film klasik yang diperani aktor legendaris Amerika Serikat Glenn Ford dan Alida Valli ini merupakan film pendakian gunung yang tidak umum pada masanya. Hal ini dikarenakan film ini menampilkan sosok pendaki gunung wanita. Pada masa film ini dibuat, mendaki gunung adalah hal yang tidak lazim dilakukan oleh wanita. Karena itu, film ini sangat unik sekaligus karya monumental bagi para Penyuka Aktivitas Panjat Gunung.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya James Ramsel Ullman, film yang disutradarai Ted Tetzlaff ini mengisahkan tentang Carla Alten (Alida Valli), seorang wanita keras kepala yang memutuskan untuk mewujudkan impian ayahnya, yaitu mendaki hingga ke puncak Gunung "The White Tower" yang merupakan bagian dari deretan pegunungan Swiss Alps. Sebelumnya, ayah Carla sudah pernah mencoba mendaki, tetapi gagal dan meninggal di tengah perjalanan.

Untuk melakukan perjalanan berbahaya ini, Carla meminta bantuan Martin Ordway (Glenn Ford) - seorang Pendaki Gunung Handal - untuk mendampinginya. Dalam pendakian tersebut, Carla dan Martin berkenalan dengan 6 orang lain yang kebetulan berencana melakukan ekspedisi yang sama ke Gunung "The White Tower" yang merupakan gunung yang belum pernah berhasil ditaklukkan para pendaki sebelumnya.

Kedelapan orang tersebut kemudian melakukan pendakian yang sangat mustahil dan berbahaya. Satu-satunya cara untuk bisa mencapai puncak adalah bekerja sama. Meski sangat tidak mudah, namun kedelapan orang tersebut akhirnya bisa saling bekerja sama dan bahu-membahu hingga berhasil mencapai puncak The White Tower.



7. A LONELY PLACE TO DIE (2011)
Film bertema mountaineering tidak melulu bicara tentang drama. Ada juga yang seru bergenre thriller. Salah satu yang sangat menarik untuk ditonton adalah film ini. Produksi Inggris yang disutradarai Julian Gilbey ini diperani oleh Melissa George, Ed Speleers, Karel Roden, Eamonn Walker, Sean Harris, dan Kate Magowan.

Bersetting di Dataran Tinggi Scotlandia yang dipenuhi pegunungan yang menantang untuk didaki, 5 orang Pendaki Gunung - Alison (Melissa George), Ed (Ed Speleers), Rob (Alec Newman), Jenny (Kate Magowan), dan Alex (Gary Sweeney) - secara tidak sengaja menemukan seorang gadis Serbia yang dikubur hidup-hidup di tengah hutan. Setelah berhasil membebaskan gadis itu, kelima orang tersebut diburu-buru oleh orang-orang misterius. Orang tersebut ternyata adalah kelompok mafia. Dan mereka berusaha menutup mulut kelima orang Pendaki Gunung tersebut agar tidak menceritakan tindakan mereka pada pihak berwajib.

Kejar-kejaran seru terjadi di tengah hutan. Dengan kemampuan bertahan hidup yang mereka miliki, kelima pendaki itu pun berusaha mati-matian menyelamatkan diri mereka, sekaligus mencari cara untuk mengalahkan orang-orang yang berusaha membunuh mereka.



8. THE CLIMB (2002)
Film yang disutradarai John Schmidt ini merupakan film yang sangat inspiratif tentang kerja sama dan membuang ego masing-masing pendaki saat sedang melakukan pendakian.

Diperani Jason George, Ned Vaughn, Dabney Coleman, dan David Stuart, film ini mengisahkan tentang dua pendaki gunung dengan kepribadian yang berbeda : Derrick (Jason George) adalah seorang pendaki gunung yang sangat egois dan sombong. Karena telah sering sukses mendaki gunung sendirian, dia merasa dirinya paling hebat dan tidak butuh bantuan siapapun untuk menaklukkan gunung manapun. Sebaliknya, Michael (Ned Vaughn) adalah seorang Pendaki Gunung yang baik hati dan selalu mengedepankan kerja sama untuk bisa menuntaskan sebuah pendakian.

Satu ketika, kedua orang tersebut dipertemukan dalam sebuah misi penyelamatan di sebuah gunung. Lokasi yang sulit dan sangat berbahaya tidak memungkinkan mereka untuk bisa melakukan penyelamatan itu sendirian. Mau-tidak mau, mereka harus bekerja sama untuk dapat menuntaskan tugas tersebut. Mungkinkan Derrick yang arogan mau bekerja sama dengan Michael?



9. INTO THIN AIR : DEATH ON EVEREST (1997)
Delapan belas tahun sebelum film Everest dibuat, film-televisi Into thin Air : Death on Everest sudah lebih dulu mengangkat kisah tentang bencana badai salju dasyat yang menghantam Gunung Everest pada bulan Mei 1996 dan menewaskan 8 orang dari 12 pendaki yang sedang melakukan ekspedisi kala itu.

Film-televisi ini dibuat berdasarkan biografi Into Thin Air yang ditulis oleh Jon Krakauer, salah seorang pendaki yang selamat dalam bencana tersebut. Film-televisi Into Thin Air : Death on Everest disutradarai Robert Markowitz dengan diperani Christopher McDonald, Peter Horton, Nathanael Parker, Richard Jenkins, Tim Dutton, dan Jeff Perry. Film-televisi ini ditayangkan pertama kali di jaringan televisi ABC (American Broadcasting Company) pada tanggal 9 November 1997.



10. NANGA PARBAT (2010)
Daftar ini saya tutup dengan sebuah film dramatis produksi Jerman yang menampilkan kisah pendakian gunung legendaris yang dilakukan oleh 2 bersaudara. Nanga Parbat merupakan film yang merupakan adaptasi dari kisah nyata pendakian yang dilakukan Pendaki Gunung Terkenal dari Jerman : Reinhold Messner dan Gunther Messner.

Disutradarai Joseph Vilsmaier, film dramatis yang diperani Florian Stetter, Markus Krojer, Lorenzo Walcher, Andreas Tobias dan Karl Markovics ini mengisahkan Reinhold Messner (Stetter) yang pada tahun 1970 mengajak adiknya, Gunther Messner (Andreas Tobias) untuk mendaki Nanga Parbat, Gunung Tertinggi Kesembilan (ketinggian 8,126 meter di atas permukaan air. Gunung tersebut berada di sebelah barat Gunung Himalaya. Gunung Nanga Parbat merupakan gunung paling berbahaya untuk didaki. Sudah puluhan pendaki yang tewas saat mencoba menaklukkan gunung ini. Hal ini membuat Nanga Parbat mendapat gelar "Gunung Pembunuh".

Saat pendakian akan dimulai, kondisi cuaca sedang tidak mendukung. Kedua bersaudara itu diperingatkan untuk tidak melanjutkan pendakian. Namun mereka tetap memaksa untuk mendaki. Melalui perjuangan yang cukup berat, Reinhold dan Gunther berhasil mencapai puncak Nanga Parbat dan menancapkan bendera mereka. Sayangnya, saat turun, Gunther cedera akibat hantaman cuaca yang sangat dasyat. Kondisi mereka menjadi parah ketika persediaan makanan habis. Pada saat itu, terjadi longsor salju (avalanche) yang menyebabkan kematian Gunther.

Tim penyelamat akhirnya berhasil menemukan keberadaan Reinhold dan membawanya pulang dengan selamat.


Judul Film        : Petak Umpet Minako
Sutradara          : Billy Christian
Pemeran            : Regina Rengganis, Gandhi Fernando, Wendy Wilson, Miller Khan, Nicky Tirta
Tanggal tayang  : 7 September 2017

Permainan Petak Umpat adalah salah satu permainan anak-anak yang sangat populer di dunia. Meski tujuan permainannya sama (1 anak mencari teman-temannya yang bersembunyi), tetapi teknik dan bentuk permainannya berbeda. Dan salah satu permainan petak umpet yang cukup unik adalah permainan petak umpet Jepang. Permainan ini disebut Hitori Kakurenbo, di mana para pemain justru bermain petak umpat dengan Arwah Orang Mati.

Permainan inilah yang menjadi dasar cerita dari film Petak Umpet Minako yang akan tayang 5 September 2017 mendatang di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia.

Film ini mengisahkan sekumpulan anak muda yang melakukan reuni SMA mereka. Untuk mengenang kembali masa-masa indah di masa SMA, Vindha (Regina Rengganis) kemudian mengajak teman-temannya untuk bermain Petak Umpet di lingkungan sekolah. Tapi jenis Petak Umpet yang akan dimainkan adalah Petak Umpet Jepang bernama Hitori Kakurenbo.

Mereka menggunakan boneka Itchimatsu (boneka khas dari Jepang) yang diberi nama Minako sebagai yang jaga, lalu mereka kemudian memanggil arwahh untuk ikut bermain. Setelah Minako dirasuki, Vindha dan teman-temannya pun segera bersembunyi.

Masalah dimulai setelah permainan berlangsung. Minako memang hidup, dan mulai mencari para pemain yang bersembunyi. Siapapun yang dia temui, akan dia bunuh. Dan satu-persatu pemain pun menemui ajalnya dengan cara menggenaskan. Tidak seorang pun yang bisa keluar dari lingkungan sekolah, atau Minako akan membantai mereka hidup-hidup.

Dan Minako tidak akan berhenti, hingga semua Pemain habis dibantainya.

Bagaimana cara menghentikan teror Minako? Semua orang yang tersisa harus berjuang keras menemukan caranya, sebelum mereka menjadi korban selanjutnya.


TENTANG "HITORI KAKURENBO"
Permainan Hitori Kakurenbo adalah sebuah permainan petak umpet ekstrim yang biasa dilakukan di Jepang. Para pemainnya adalah orang dewasa. Anak-anak tidak boleh bermain permainan ini karena risiko permainan ini cukup besar dan dapat mencelakai sang anak.

Permainan Hitori Kakurenbo (yang artinya "Bermain Petak Umpet Sendiri") disebut ekstrim karena permainan ini melibatkan Arwah orang mati atau Roh Gentanyangan. Tidak jelas siapa pencipta permainan ini dan kapan permainan ini pertama kali dilakukan. Jika melihat dari jejak tragis yang ditinggalkannya, permainan ini sepertinya sudah dilakukan sejak puluhan tahun silam (saya perkirakan antara tahun 1950 - 1960an).

Awalnya Hitori Kakurenbo merupakan metode yang digunakan para cenayang untuk berkomunikasi dengan Roh. Satu hal yang dirasakan oleh para roh adalah kesepian. Karena itu, untuk menghibur arwah orang mati, sang cenayang mengajak keluarga orang mati tersebut bermain petak-umpat. Dari sanalah, Hitori Kakurenbo yang semula adalah ritual komunikasi dengan Roh, kemudian berubah menjadi permainan petak umpet orang dewasa yang cukup ekstrim.

Disebut ekstrim karena banyak pemain sering memainkan permainan ini tanpa pendampingan dari Cenayang atau orang yang punya kemampuan mengusir Roh. Akibatnya dalam permainan tersebut, selalu saja ada korban, entah terluka, kerasukan, bahkan tewas. Mengapa bisa terjadi? Karena saat pemanggilan roh, tidak selalu roh yang datang adalah Roh yang memang bisa diajak bermain. Justru kebanyakan adalah Roh Jahat yang senang mencelakai manusia.

Ada banyak variasi permainan Hitori Kakurenbo. Namun secara garis besar permainan ini membutuhkan sebuah boneka, benang merah, potongan kuku atau tetes darah dari para pemain, pisau atau alat tajam lainnya, beras, dan gelas berisi air garam.

Permainan biasa dilakukan di sebuah rumah besar di mana di dalam rumah itu hanya boleh diisi oleh orang-orang yang akan memainkan permainan tersebut. Jumlah pemain tidak dibatasi (namun harus dipastikan para pemain ada orang-orang yang sudah dewasa, bukan anak-anak atau remaja di bawah 21 tahun).

Ruang lingkup permainan adalah di dalam rumah tersebut, dan tidak seorang pun diperkenankan untuk keluar dari rumah hingga permainan usai. Kondisi rumah harus dalam keadaan gelap agar bisa bersembunyi.

Permainan diawali dengan menyayat boneka lalu mengeluarkan kapas isi boneka. Masukkan beras dan potongan kuku atau darah para pemain ke dalam bagian boneka yang disayat (versi lain menyebutkan menikam dada sang boneka dengan pisau yang telah dilumuri darah para pemain dan membiarkan pisau tersebut tetap tertancap di tubuh boneka tersebut), kemudian jahit sayatan tadi dengan benang merah. Berilah nama boneka tersebut, kemudian masukkan boneka tersebut di baskom berisi air, dan letakkan gelas berisi air garam di dekat sang boneka. Setelah itu, para pemain harus segera mencari tempat persembunyian karena permainan sudah dimulai.


Tidak ada batasan waktu dalam permainan ini. Bisa berlangsung 30 menit, 1 jam, bahkan berjam-jam tergantung kondisi dan situasi. Biasanya 15 menit pertama tidak terjadi apa-apa. Namun setelah itu, akan muncul banyak keanehan. Mulai dari suara orang tertawa, suara langkah, atau suara lainnya yang berusaha menarik perhatian pemain untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Itu pertanda Sang Boneka sudah bergerak mencari para pemain.

Apabila ada pemain yang tempat persembunyiannya ketahuan oleh Sang Boneka, maka akibatnya bisa fatal : Sang Pemain bisa dilukai oleh Boneka (bahkan pada beberapa kasus ekstrim ada pemain yang ditusuk dengan pisau hingga tewas), bahkan ada yang dirasuki oleh Roh yang bersemayam di tubuh Sang Boneka.

Para Pemain tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi sebelum permainan usai, karena akan berakibat fatal bagi semua pemain. Permainan dianggap selesai, apabila ada pemain yang berhasil menangkap Boneka tersebut lalu membawanya ke tempat di mana air garam berada. Setelah menemukan air garam, Pemain harus segera meneguk dan menyembur air garam itu ke Boneka tersebut sambil berseru sebanyak tiga kali, "Aku Menang!". Segera setelah itu, langsung potong benang merah pada boneka untuk memutuskan hubungan antara dunia roh dan dunia manusia.

Meski permainan dianggap sudah selesai, tetapi dalam beberapa kasus Arwah di dalam boneka ternyata tidak mau pergi, dan justru mengancam jiwa sang pemain. Bahkan sering diberitakan ada beberapa orang pemain yang menghilang secara misterius saat bermain permainan ini, dan dia tidak pernah ditemukan hingga hari ini.

Karena permainan ini sangat berbahaya, banyak orang tua dan Pendeta Shinto yang melarang kaum muda memainkan Permainan Hitori Kakurenbo. Meski demikian, masih banyak para pemuda yang penasaran dan masih memainkan permainan ini sebagai sebuah "Tantangan Uji Nyali".



DO YOU KNOW? 
Shooting film Petak Umpet Minako dilakukan cukup singkat : hanya 12 hari. Pembuatan filmnya dilakukan di akhir tahun 2015 dan rampung di awal tahun 2016. Meski demikian, film ini ternyata membutuhkan waktu 1 tahun untuk proses post-production, karena memasukkan banyak efek-khusus untuk film ini.
Risa Saraswati
Musik latar film Petak Umpet Minako dipercayakan pada Risa Saraswati. Buat Anda yang awam, Risa Saraswati adalah juga orang yang bertanggung jawab di balik kesuksesan film horor Danur (2017) yang tayang beberapa waktu lalu. Film Danur merupakan adaptasi dari novel yang dibuatnya berjudul Gerbang Dialog Danur. Novel tersebut merupakan kisah nyata kehidupan Risa Saraswati sendiri, yang mengisahkan bakat "supranatural" yang dimilikinya untuk berkomunikasi dengan arwah orang mati.

Meski filmnya sendiri baru akan tayang 7 September 2017 mendatang, tetapi promo film ini telah gencar dilakukan sejak Mei 2017 kemarin. Promo film Petak Umpet Minako dilakukan di beberapa kota besar seperti Bandung, Medan, Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta. Puncak kegiatan promo film ini diadakan di acara Ennichisai yang berlangsung di Little Tokyo Blok M, Jakarta, tanggal 13 - 14 Mei 2017 silam. Sebagai informasi, Ennichisai adalah acara tahunan kulinari, seni, dan kebudayaan Jepang yang rutin dilakukan setiap tahun di kawasan Blok M, Jakarta. Acara tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2010 dan rata-rata dihadiri oleh lebih dari 200,000 pengunjung. Selain menampilkan pertunjukan kesenian tradisional (Mikoshi, Dashi, dan nyanyian tradisional Eisa), Ennichisai juga menampilkan kesenian modern (J-Pop, J-rock, dan Cosplay).

Manyoritas lokasi pengambilan gambar film Petak Umpet Minako dilakukan di CTC Senen, yang merupakan sebuah gedung perkantoran di Jakarta yang sudah sangat lama tidak digunakan. Suasana horor sangat kental terasa di dalam gedung tersebut, karena kondisi gedung yang sudah tidak terawat dan gelap. Selain itu, banyak kejadian aneh yang dialami para kru selama proses shooting berlangsung. Mulai dari kesurupan massal, beberapa peralatan shooting juga sempat tidak dapat digunakan selama satu jam, bahkan artis Regina Rengganis yang tiba-tiba terjebak di salah satu lantai di gedung tersebut. Meski demikian, secara umum, proses shooting bisa berjalan dengan baik dan lancar.


Judul Film        : Pengabdi Setan
Sutradara          : Joko Anwar
Pemeran           : Tara Basro, Bront Palarae, Ayu Laksmi, Fachri Albar, Asmara Abigail
Tangal tayang   : September 2017

September 2017 mendatang, bioskop Indonesia akan diramaikan dengan kehadiran film horor Pengabdi Setan. Film karya Sutradara Joko Anwar ini merupakan remake dari film berjudul sama karya sutradara Sisworo Gautama Putra yang tayang tahun 1980. Meski judulnya "konyol", tapi film ini jangan dipandang sebelah mata, karena film aslinya adalah film yang pernah sukses secara finansial, tidak saja di Indonesia, tetapi juga sampai manca negara.

Sebenarnya hingga hari ini belum ada informasi resmi mengenai alur cerita film ini. Baik Joko Anwar maupun para kru film ini tidak bersedia membocorkan alur cerita film ini. Namun, jika mengacu pada cerita asli film Pengabdi Setan, maka alur cerita filmnya nanti akan kurang lebih seperti ini :

Ada sebuah keluarga kaya-raya yang terbilang kurang komunikasi dan kurang harmonis. Sang ayah - Munarto - adalah seorang pebisnis yang terlalu sibuk dengan urusan perusahaannya. Sedangkan kedua anaknya - Tomi dan Rita - adalah remaja yang sibuk berpesta di luar rumah setiap malam. Akibatnya tinggallah sang Ibu - Muwarti - sendirian di rumah mereka yang besar.

Satu ketika, Muwarti meninggal dunia. Di malam ketika sang ibu meninggal, Tomi tanpa sengaja memergoki arwah Ibunya. Hal ini membuatnya ketakutan dan merasa ada yang tidak beres dengan kematian sang Ibu.

Tomi pun berkonsultasi dengan seorang Dukun. Sang Dukun mengatakan kalau ada aura negatif di sekitar rumah Tomi, dan membahayakan nyawa seluruh penghuni rumah. Untuk melawan aura negatif itu, Tomi diharuskan memperkuat dirinya dengan berlatih Ilmu Hitam.

Pasca menguasi Ilmu Hitam, rumah tempat tinggal Tomi dan keluarga justru semakin angker dan mengerikan. Banyak kejadian aneh serta penampakan seram yang menghantui Tomi, Rita, dan ayah mereka. Mengapa hal itu bisa terjadi? Mungkinkah mereka dapat lepas dari kejaran para arwah gentayangan tersebut?



ABOUT "PENGABDI SETAN"
Tahun 1980, sinema Indonesia pernah menggemparkan dunia lewat perilisan film berjudul Pengabdi Setan karya sutradara Sisworo Gautama Putra. Film tersebut diperani Ruth Pelupessy, W.D. Mochtar, Fachrul Rozy, I.M. Damsyik, dan Doddy Sukma. Didistribusikan oleh Rapi Films, Pengabdi Setan yang berdurasi 96 menit tersebut menjadi film yang horor paling sukses di masa itu.


Kesuksesan film ini tidak lepas dari segi cerita yang terbilang sangat baru kala itu. Di masa lalu, film-film horor Indonesia masih dipengaruhi oleh film-film Hollywood dan Hong Kong, sehingga cerita yang diangkat selalu meniru film kedua negara tersebut. Namun dalam film Pengabdi Setan, Sutradara Sisworo Gautama Putra mengangkat cerita yang sama sekali berbeda dan sangat menonjolkan budaya Indonesia. Yang paling kentara adalah penggunaan Genderuwo dan Kuntilanak. Alhasil, film ini sangat sukses, sehingga Genderuwo dan Kuntilanak pun menjadi "terkenal" sebagai hantu paling mengerikan dalam dunia perfilman (serta kehidupan masyarakat) Indonesia.

Film ini tidak saja sukses secara finansial di Indonesia, tetapi juga sangat sukses saat dirilis di luar negeri (Jepang dan Amerika Serikat). Saat dirilis di luar negeri, film ini mengunakan judul "Satan's Slave". Sakin suksesnya film Pengabdi Setan, muncul beberapa komunitas kultus film ini di beberapa wilayah Asia.



DO YOU KNOW?
Joko Anwar sudah mempunyai ide untuk membuat ulang film Pengabdi Setan sejak 10 tahun silam, Namun karena kesibukannya menggarap proyek lain, Joko Anwar tidak keburu membuat skenario film ini. Barulah di tahun 2016, saat berdiskusi dengan Gope dan Sunil Samtani (Produser Rapi Films) yang menanyakan skenario Pengabdi Setan, maka Joko Anwar pun mengebut pembuatan skenario film tersebut.
Joko Anwar

Proses pembuatan skenario Pengabdi Setan dilakukan Joko Anwar selama 2 minggu. Namun karena konten ceritanya sangat menyeramkan, Joko Anwar tidak pernah menulis naskah itu sendirian. Dia selalu minta para kru film menemaninya saat dia menulis skenario film tersebut.

Proses shooting dilakukan di Pangalengan, Jawa Barat, selama 21 hari, sejak tangal 24 April 2016. Kini film tersebut sedang dalam tahap pasca-produksi, dan siap tayang September 2017 mendatang. Hingga artikel ini dibuat, tanggal perilisan film belum diungkap Joko Anwar. Jadi bersabar saja ya...

Untuk membuat penonton penasaran, Joko Anwar telah merilis 2 teaser trailer. Teaser Trailer Pertama dirilis tanggal 23 Juni 2017 silam. Dalam teaser tersebut, ditampilkan adegan suara lonceng yang tiba-tiba terdengar di dalam sebuah ruangan rumah yang gelap dan kelam. Teaser ini cukup berhasil membuat penasaran 22,000 orang penonton. Sedangkan teaser kedua film Pengabdi Setan baru dirilis hari ini (4 Agustus 2017).  Dalam teaser tersebut, terdapat adegan sebuah rumah berlantai dua yang sangat gelap dan kelam, tiba-tiba muncul teriakan yang mengerikan dari dalam rumah. Siapa yang berteriak? Itu masih rahasia....!! Yang pasti, teaser tersebut juga berhasil membuat banyak penonton makin penasaran untuk segera menonton film tersebut.

Berbeda dengan Pengabdi Setan versi 1980, durasi film Pengadi Setan versi 2017 ini akan sedikit lebih panjang. Jika gunting BSF (Badan Sensor Film) tidak terlalu tajam dan disetujui dirilis secara utuh, maka film ini akan berdurasi 104 menit.

Agar sesuai dengan versi aslinya, Joko Anwar tidak akan menggunakan efek khusus CGI atau Teknik Komputer seperti yang biasa dilakukan film-film masa kini. Untuk menimbulkan efek seram, maka Joko Anwar menggunakan teknik Practical Effect yang terbilang sangat sederhana, seperti memainkan efek pencahayaan dan tata make-up. Untuk adegan seram, proses shooting benar-benar dilakukan di malam hari, sehingga memunculkan atmosfir yang seram, tidak saja buat para pemain dan kru, tetapi akan juga dirasakan oleh penonton.



Judul Serial TV     : The Sinner
Jaringan Televisi   : USA Network
Pemeran                : Jessica Biel, Christopher Abbott, Dohn Norwood, Abby Miller
Tanggal tayang     : 2 Agustus 2017 - sekarang
Total episode        : 8

Meski namanya sempat berkibar di awal tahun 2000an lewat film-film box-office seperti The Rules of Attraction (2002), The Texas Chainsaw Massacre (2003), dan The Illusionist (2010), namun karir film Jessica Biel tampaknya tidak berjalan dengan baik. Terbukti setelah itu, banyak film-filmnya yang gagal di pasaran, sehingga namanya meredup.

Mungkin inilah yang menjadi alasan kenapa istri dari Justin Timberlake ini memutuskan untuk banting stir dan bermain di serial televisi. Keputusan ini sepertinya tepat, karena namanya menjadi berkibar kembali. Dan serial televisi terbaru yang diperaninya adalah The Sinner yang baru tayang di Jaringan Televisi USA Network tanggal 2 Agustus 2017 kemarin.

The Sinner merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Novelis Petra Hammesfahr, dan dibuat dalam bentuk mini-seri sebanyak 8 episode. Selain menjadi pemeran utama, Jessica Biel juga menjadi Produser serial televisi ini.

The Sinner mengisahkan tentang Cora (Jessica Biel), seorang wanita yang lahir dari keluarga Katolik yang sangat taat dalam menjalankan ajaran agama mereka. Setelah tumbuh dewasa, Cora menikah dengan Mason Tannetti (Christopher Abbott). Dari pernikahan tersebut, mereka dibuahi seorang anak laki-laki.

Saat sedang berlibur di sebuah pantai, Cora melihat sepasang pria-wanita sedang bercumbu di hadapannya. Tanpa basa-basi, Cora mengambil pisau, kemudian menusuk pria tersebut berkali-kali hingga tewas. Aksi Cora tersebut sangat mengejutkan semua orang, termasuk suaminya sendiri. Cora segera diamankan polisi.

Kasus pembunuhan yang dilakukan Cora ditangani oleh Detektif Harry Ambrose (Bill Pullman) dan Detektif  Dan Leroy (Dohn Norwood). Berdasarkan fakta dan saksi, Detektif Leroy menyatakan kasus ini sudah selesai karena Cora sudah terbukti dengan sah dan meyakinkan sebagai pelaku tunggal pembunuhan. Tetapi Detektif Ambrose justru berpikiran lain. Meski kasusnya dianggap selesai, dia merasa ada kejanggalan dalam kasus ini.

Penyidikan yang dilakukan Ambrose menemukan kalau Frankie Belmont - korban yang dibunuh Cora - ternyata mengenal Cora. Yang lebih aneh lagi, dari keterangan saksi, Frankie sengaja membiarkan dirinya dibunuh Cora. Ambrose pun mendatangi Cora dan mewawancarainya. Terkuaklah fakta kalau beberapa tahun sebelumnya, Cora pernah menjalin hubungan rahasia dengan Frankie. Meski demikian, orang tua Frankie membantah pernyataan Cora karena pada waktu itu, Frankie justru sedang ada di kota lain, sehingga tidak mungkin berhubungan dengan Cora.

Saat wawancara berikutnya dengan Cora, Detektif Ambrose kemudian memutarkan rekaman lagu yang dimainkan Frankie. Dan tiba-tiba Cora menyerang Detektif Ambrose dengan cara yang sama saat dia menghabisi Frankie. Kejadian itu sangat mengagetkan Detektif Ambrose, dan dia menduga ada hubungan antara lagu tersebut dengan masa lalu Cora, yang membuatnya bereaksi cukup ekstrim. Apa yang sebenarnya terjadi pada Cora di masa lalunya?

Banyak kritikus memuji akting Jessica Biel di serial ini. Penampilannya disebut sangat cerdas dan menunjukkan kualitas Jessica Biel sebagai aktris papan atas.




Judul Film                : El Bar 
Sutradara                  : Alex de la Iglesia
Pemeran                   : Blanca Suarez, Mario Casas, Alejandro Awada, Carmen Machi, Trele Pavez
Sutradara                  : 24 Maret 2017

Film thriller produksi dan berbahasa Spanyol ini sebenarnya memiliki "segalanya" untuk menjadi sebuah film box-office : alur cerita yang penuh ketegangan, dialog cerdas, dan akting para pemain yang sangat prima. Sayangnya, film berdurasi 94 menit ini hanya mampu mempertahankan semuanya di paruh pertama film saja. Selanjutnya, film ini gagal-total untuk mengakhiri eksekusi dengan baik. Bahkan bisa dibilang, ending film ini cukup mengecewakan dan membuat penonton bertanya-tanya, "Ngapain habisin waktu cuma nonton film ginian ?"

El Bar (atau dalam perilisan internasional berjudul : The Bar) diawali dengan adegan orang-orang memasuki sebuah kafe yang terletak di tengah kota Madrid, Spanyol. Salah seorang pengunjung kafe masuk ke toilet, dan kemudian salah seorang pengunjung yang lain keluar kafe. Baru beberapa langkah meninggalkan kafe, tiba-tiba sang pengunjung tewas tertembak Sniper (Penembak Jitu). Sontak semua orang terkejut. Para pejalan kaki di kota pun berhamburan melarikan diri. Dan dalam sekejap, lokasi sekitar kafe tersebut sunyi-senyap, seolah-olah semua orang menghilang.

Seorang pengunjung kafe mencoba meninggalkan kafe tersebut, dan dia pun tewas tertembak.

Maka kemudian tinggallah 8 orang di dalam kafe tersebut :
- Nacho (Mario Casas) : seorang pekerja iklan digital 
- Elena (Blanca Suarez) : seorang wanita karir
- Sergio (Alejandro Awada) : salesman pakaian dalam wanita
- Trini (Carmen Machi) : seorang janda yang hobi bermain game yang ada di kafe
- Amparo (Terele Pavez) : pemilik kafe
- Andres (Joaquin Climent) : mantan detektif
- Satur (Secun de la Rosa) : juru masak kafe
- Israel (Jaime Ordonez) : tuna wisma yang mengalami gangguan jiwa

Delapan orang ini berusaha mencari tahu apa yang melatar-belakangi pembunuhan kedua pengunjung kafe tersebut. Selanjutnya, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi : Kedua mayat korban penembakan tiba-tiba menghilang. Sinyal telepon tiba-tiba hilang. Orang di dalam toilet tiba-tiba muncul dengan wajah membengkak. Para polisi datang dan membakar ban di depan kafe. Dan tidak ada berita sama sekali tentang kasus penembakan tersebut.

Misteri ini mulai terkuak setelah mereka membuka ponsel milik pengunjung dari toilet yang tewas. Ternyata pembunuhan itu ada kaitannya dengan kasus merebaknya sebuah virus misterius di Afrika. Dan pengunjung dari toilet tersebut diduga membawa virus mematikan tersebut. Apakah kesemua pengunjung kafe terjangkiti virus? Mampukah mereka keluar dari kafe tersebut dengan selamat?

Sebenarnya ketegangan sudah cukup baik dimunculkan sedari awal film. Intensitasnya pun terus-menerus berhasil dipertahankan. Sayangnya, di pertengahan film, ketegangan film tiba-tiba seperti kehilangan tenaganya dan mulai melempem. Hal ini terlihat dari jalan ceritanya yang sangat terasa sekali seperti diulur-ulur, seolah-olah enggan dituntaskan dengan segera.

Hal lain yang cukup mengganggu adalah editing film. Entah disengaja atau tidak, banyak sekali kekeliruan shooting yang tidak dipotong, dan dibiarkan, sehingga menimbulkan kesan kalau film ini dibuat sangat tidak profesional serta sangat terburu-buru. Ada adegan saat Elena memegang alat suntik berisi anti-virus. Adegan memperlihatkan Elena menggenggam alat suntik itu, tetapi saat berpindah adegan, tampak alat suntik itu justru tergeletak di telapak tangan Elena (tidak digenggam).

Adegan lain memperlihatkan ponsel yang ditemukan Nacho di pakaian pria dari toilet hanya tersisa 10%. Saat Satur ingin merebut ponsel itu, batere ponsel tiba-tiba habis dan ponsel tidak bisa digunakan lagi. Namun beberapa saat kemudian, ponsel aktif kembali dan bisa menerima kabar via WhatsApp (Ingat....!!! Saat itu tidak ada sinyal dan telpon sudah mati total. Bagaimana mungkin bisa menerima WhatsApp?).

Adegan paling ekstrim adalah saat Nacho bertarung dengan Israel di selokan bawah tanah memperebutkan pistol. Saat bertarung, keduanya menyelam, lalu terdengar 2 kali tembakan di dalam air. Bagaimana mungkin pistol yang terendam air dan dalam kondisi basah total bisa ditembakkan di dalam air? Lalu setelah itu, Nacho muncul dari dalam air memegang pistol, dan pistol itu masih berfungsi dengan sangat baik dan bisa ditembakkan. Lha... kok bisa?

Adegan terakhir benar-benar mengganggu karena ingin membodohi penonton. Pembodohan yang cukup konyol, dan ngawur sekali.... !!!!

Selain adegan-adegan yang mengganggu tersebut, hal lain yang cukup mengganggu adalah akhir cerita film ini yang tidak menjelaskan kejadian yang sesungguhnya terjadi. Cerita berakhir setelah pengunjung kafe berhasil keluar dengan selamat. Dan kota yang tadinya sunyi-senyap, tiba-tiba ramai kembali oleh orang dan kendaraan, seolah-olah tadi tidak terjadi apa-apa. Sepertinya Sutradara Alex de la Iglesia sengaja membiarkan penonton "berasumsi" dan menarik kesimpulan sendiri tentang apa yang mereka tonton barusan.

Untuk Para Penikmat Film Awam, tentu hal ini sangat mengecewakan dan menyebalkan, mengingat mereka - termasuk saya - sudah berharap untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Jika harus menarik kesimpulan sendiri, saya sendiri cukup bingung, mengingat banyak adegan yang tidak konsisten sehingga tidak mungkin membuat sebuah kesimpulan yang konkret dan bisa menjelaskan kesimpulan akhir film ini.


Film ini bisa menjadi tontonan yang menghibur, namun hanya di 45 menit awal saja. Setelah itu, sepertinya Penonton tidak perlu melanjutkan tontonan, karena ceritanya sudah terkesan diulur-ulur dan intensitas ketegangan pun sudah sangat menurun dibandingkan 45 menit pertama.

NewerStories OlderStories Home