Judul Film     : Birkebeinerne
Sutradara       : Nils Gaup
Pemeran         : Anders Dahlberg, Asmund Brede Eike, Elg Elgesem
Tanggal Rilis :  24 Juni 2016 (Internasional)

Film produk Norwegia ini adalah film yang terbilang cukup menarik. Diadaptasi dari kisah nyata perjuangan dua orang petani yang melindungi Putra Mahkota Kerajaan Norwegia bernama Haakon Haakonsson (kelak Haakon dikenal masyarakat Norwegia sebagai Raja bergelar Haakon IV of Norway). Film yang mengetengahkan pengorbanan dan pengabdian petani abdi Raja ini sangat mengharukan dan membuat banyak penonton menitikkan air mata.

Dikisahkan pada tahun 1206, Norwegia sedang mengalami Perang Saudara. Kaum Birkebeiner - yang dipimpin Raja Haakon Svenressons (Benjamin Helstad) - mendapat perlawanan dari Kaum Bagner karena mereka tidak suka dengan Raja Haakon yang menikahi wanita dari kalangan biasa bernama Inga (Thorbjorn Harr), yang kemudian diangkat menjadi Permaisuri bergelar Inga of Varteig. Alasan lainnya, Kaum Bagner merasa berhak atas Tahta Kerajaan setelah raja sebelumnya, Raja Sigurd the Crusader, meninggal.

Dengan bantuan Negara Denmark, Kaum Bagler berhasil membunuh Raja Haakon. Untungnya, sebelum sang raja terbunuh, anak semata wayangnya yang masih bayi bernama Haakon Haakonsson sudah terlebih dulu dititipkan ke petani dari Kaum Birkebeiner bernama Torstein (Kristofer Hivju) dan Skjrevald (JAkob Oftebro).

Kaum Bagner kemudian memaksa Permaisuri Inga untuk menyerahkan putra mahkota. Mengetahui putra mahkota disembunyikan, Kaum Bagler mengerahkan seluruh pasukannya untuk mencari dan menghabisi putra mahkota.

Torstein dan Skjrevald yang mengetahui rencana Kaum Bagner itu segera melarikan diri. Memanfaatkan pengetahuan mata angin, kondisi wilayah Norwegia yang bersalju serta bercuaca ekstrim, dan kemampuan bela-diri mereka, kedua petani itu pun dengan cerdasnya menghindar dari kejaran Kaum Bagler. Kejar-kejaran di tempat bersalju dengan medan yang berat itulah yang menjadi daya tarik film ini. Meski tahu kondisi alam yang berat, Torstein dan Skjrevald tetap saja mengalami kesulitan. Tidak jarang, mereka putus asa dan memutuskan untuk menghentikan pelarian yang tidak mungkin ini. Tetapi demi kelangsungan Kerajaan Norwegia, mereka akhirnya sepakat untuk lari dan melindungi Putra Mahkota Haakon Haakonsson.

Perjuangan kedua petani dalam menyelamatkan Putra Mahkota itu menjadi legenda dan cerita dari mulut-ke mulut masyarakat Norwegia, yang kemudian menjadi bagian dari Sejarah Norwegia dan terkenal hingga hari ini.

Berdurasi 93 menit, film ini menampilkan keindahan Norwegia yang indah asri, dipenuhi salju tebal dan hamparan pegunungan yang menyegarkan.



ABOUT "THE LAST KING"
Haakon Haakonsson (Maret 1204 - 16 Desember 1263) adalah Raja Norwegia bergelar King of Norway, Haakon IV, atau juga dikenal dengan panggilan "Haakon The Old". Lahir saat Norwegia sedang berada dalam Era Perang Saudara (1130 - 1240) di mana terdapat 2 Kelompok Besar bernama Birkebeiner dan Bagler yang saling merebut Tahta Kerajaan setelah Raja Norwegia Sigurd the Crusader meninggal pada tahun 1130.

Tahun 1217, di usianya yang masih sangat belia, Haakon tidak saja berhasil menghentikan pertikaian Kelompok Birkebeiner dan Bagner, tetapi juga mampu menyatukan kedua kubu tersebut. Atas usahanya tersebut, Haakon kemudian diangkat menjadi Raja Norwegia dan menguasai negara tersebut hingga tahun 1263 (46 tahun). Dia menjadi Raja terlama yang memerintah Norwegia.

Di masa Pemerintahan Haakon IV, Norwegia meraih kejayaannya dan menjadi negara Super di masa itu. Di bawah kekuasaannya, Haakon berhasil menjalin hubungan dengan Kerajaan Romawi dan Irlandia yang saat itu sedang bertikai. Haakon IV menjadi Raja Norwegia Pertama yang mendapat dukungan dari Paus Roma (1222). Padahal sebelumnya Paus tidak pernah mendukung Kerajaan Norwegia.

Haakon IV meninggal pada tanggal 16 Desember 1263 setelah menderita sakit saat beristirahat di Istana Bishop, di Kota Kirkwall, Pulau Orkney (Pantai Utara Britania Raya). Dia kemudian dimakamkan sementara di Katedral St. Magnus di Kirkwall, lalu dipindahkan ke Katedral Tua di Kota Bergen, Norwegia. Sayangnya, tahun 1531, Katedral St. Magnus dihancurkan Peguasa Denmark di bawah perintah Diplomat Denmark Eske Bille untuk kepentingan militer.



DO YOU KNOW? 
Film Birkebeinerne adalah film keempat dari Norwegia yang masuk nominasi Oscar untuk kategori Film Asing Terbaik dan Sutradara Terbaik.

Di film ini diceritakan kalau Putra Mahkota Haakon Haakonsson lahir saat ayahnya masih hidup. Kenyataan dalam sejarah, Haakon Haakonsson sebenarnya baru lahir 3 bulan setelah kematian ayahnya. Haakon Haakonsson lahir dalam pelarian saat ibunya, Inge, dikejar oleh Suku Bagner.

Film ini pertama kali tayang tanggal 6 Februari 2016 di Film Festival di Lillehammer, Norwegia. Tayang perdana untuk masyarakat umum tanggal 12 Februari 2016 di Norwegia. Di Amerika Serikat, film ini baru rilis untuk umum tanggal 9 April 2016, dan untuk pasar internasional tanggal 24 Juni 2016. 
Judul Film    : Elle
Sutradara      : Paul Verhoeven
Pemeran       : Isabelle Huppert, Christian Berkel, Anne Consigny, Virginie Efira 
Tanggal rilis : 11 November 2016 (Internasional)


Di era 1980-1990an, Paul Verhoeven adalah Sutradara Hollywood paling terkenal. Pria kelahiran Belanda tahun 1938 itu mencetak banyak sekali film-film box-office papan atas dan membuatnya sebagai Sutradara Paling Dihormati saat itu. Beberapa karyanya yang sangat legendaris adalah : Robocop (1987), Total Recall (1990), Basic Instinct (1992), dan Starship Troppers (1997).


Di era 2000-an, namanya agak meredup dan hanya beberapa kali merilis film festival. Film terakhir yang disutradarainya adalah Black Book (2006), yang mana film berbahasa Yahudi-Jerman-Inggris-Belanda tersebut meraih banyak penghargaan dan respon yang positif dari kritikus serta penonton.

Di tahun ini, Paul Verhoeven menyutradarai kembali film terbarunya berjudul Elle. Film yang sebenarnya sudah tayang perdana di Festival Film Cannes 21 Mei 2016 silam ini masuk nominasi Cannes untuk Kategori Best Picture. Meski tidak memenangi penghargaan itu, namun film ini - sama seperti film sebelumnya - juga mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para penonton serta kritikus. Elle merupakan salah satu terobosan terbaru Paul Verhoeven karena film ini merupakan film berbahasa Perancis pertama yang dibuatnya.

Film Elle (dalam bahasa Perancis berarti : "She" atau "Her') mengisahkan tentang Michele LeBlanc (diperani Isabelle Huppert) adalah seorang wanita karir dan pemimpin sebuah perusahaan video game yang sangat sukses dan luar biasa. Dia memiliki karakter dominan dengan hati sekeras baja dan pantang menyerah. Satu ketika, Michele mengalami kejadian kurang pantas di mana dia mengalami perkosaan di dalam apartemennya. Akibat tindakan itu, Michele mengalami trauma, dan membuat dirinya mengalami perubahan drastis menjadi wanita yang tidak percaya diri serta hidup dalam ketakutan.

Awalnya Michele tidak mengetahui siapa pelaku perkosaan itu. Tetapi lewat informasi-informasi yang diperolehnya, Michele kemudian mengetahui jati-diri pelaku perkosaan itu. Setelah melakukan penguntitan terhadap pelaku perkosaan, Michele mulai menyusun rencana untuk membuat sebuah "permainan" pada sang pelaku perkosaan. Permainan ini merupakan permainan di mana Michele menunjukkan kekuatan dominasinya, hingga sang pelaku takluk dan memohon ampun padanya.


DO YOU KNOW? 
Film Elle merupakan adaptasi dari novel berjudul "Oh...." karya Phillipe Djian yang terbit tahun 2012.

Elle merupakan terobosan besar untuk Paul Verhoeven karena merupakan film pertama yang dibuatnya di luar Amerika Serikat sepanjang karir penyutradaraannya. Awalnya Verhoeven memilih Nicole Kidman untuk memerani karakter Michele LeBlanc. Namun dia berubah pikiran, dan memilih artis lain seperti Marion Cotillard, Diane Lane, Sharon Stone, dan Carice van Houten. Namun akhirnya pilihan Verhoeven jatuh pada Isabelle Huppert yang merupakan artis Perancis.

Proses pengambilan gambar dilakukan sepenuhnya di Kota Paris, Perancis. Pengambilan gambar seharusnya dimulai tanggal 7 Januari 2015 di Kantor Polisi Paris. Namun di hari itu terjadi insiden penembakan teroris yang dilakukan di kantor berita Charlie Hebdo yang lokasinya tidak jatuh dari kantor polisi. Akibatnya proses pengambilan gambar dibatalkan dan diundur ke tanggal 10 Januari 2015. Pengambilan gambar keseluruhan film dilakukan dalam waktu 10 minggu.

Saat ditayangkan di Cannes Film Festival, film ini mendapatkan "standing ovation" selama 7 menit. Banyak kritikus memuji film Verhoeven sebagai film yang menggambarkan keberanian wanita yang mengalami perkosaan, dan melakukan pembalasan dengan cara yang sangat berani. Film tersebut juga dipuji sebagai sebuah contoh inspirasi bagi wanita untuk melawan penganiayaan dan dominasi pria.

Film ini akan tayang internasional pada tanggal 11 November 2016 mendatang.

Bagi penyuka sejarah kuno Amerika Serikat, tentu pernah dengan tokoh bernama Wyatt Earp atau Wyatt Berry Stapp Earp. Ya, dia adalah Pembantu Sheriff (Deputy Sheriff) di Pima County dan Marshal Kota Tombstone, Arizona di era Old West abad 17. Sebagai penegak hukum, Wyatt Earp merupakan legenda yang dikenang hingga hari ini.

Serial ini mengangkat cerita tentang kehidupan cucu buyut Wyatt Earp, bernama Wynonna Earp (Melanie Scrofano). Tetapi ini bukan cerita biografi, melainkan cerita fiksi adaptasi komik berjudul sama kreasi komikus Beau Smith yang diterbitkan oleh Image Comics dan IDW Publishing. Ceritanya pun sama sekali berbeda dengan apa yang pernah Anda baca tentang Wyatt Earp, sehingga jangan kaget jika serial ini sangat jauh dari yang Anda duga.

Bertotal 13 episode, serial produksi Kanada yang tayang sejak 1 April 2016 dan baru berakhir 24 Juni 2016 kemarin  bergenre horor dan ditayangkan oleh Jaringan Televisi Syfy. Dikisahkan bahwa beberapa tahun setelah menjalani hukuman di penjara khusus anak-anak, Wynonna Earp - yang merupakan cucu-buyut dari keturunan Sheriff Legendaris Wyatt Earp - kembali ke kota kelahirannya, Purgatory.

Pulang ke kampung halamannya tersebut, Wynonna mendapati kalau dirinya mendapat mandat dari cucu-buyutnya untuk menjadi Pelindung Purgatory dari serangan Revenant, kelompok arwah para kriminal - dipimpin oleh Bobo Del Ray (Michael Eklund) - yang pernah dihukum oleh Wyatt Earp di masa lalu, dan ingin membalas dendam di masa kini. Tujuan para Revenant adalah menghabisi keturunan Wyatt Earp dan menghancurkan kota Purgatory.

Untuk menjalankan tugasnya, Wynonna diperlengkapi dengan pistol milik Wyatt Earp yang diwariskan padanya. Pistol bernama "Peacemaker" itu adalah satu-satunya senjata yang dapat digunakan untuk membunuh arwah para Revenant.


Tentunya dalam menuntaskan para arwah penasaran itu, Wynonna tidak sendiri. Dia dibantu oleh oleh adiknya, Waverly Earp (Dominque Provost-Chakley), Agen Polisi Xavier Dolls (Shamier Anderson), dan sahabat Wyatt Earp yang hidup kembali : Doc Holliday (Tim Rozon).

Sama seperti serial televisi superhero yang sudah beredar sebelumnya, serial Wynonna Earp dipenuhi dengan adegan aksi perkelahian yang sangat apik. Efek khususnya mungkin tidak sekeren serial The Flash, Supergirl, atau bahkan Legend of Tomorrow, tetapi dari alur cerita, serial ini cukup menarik untuk disimak. Selain itu, serial ini tergolong cukup sadis dan vulgar karena banyak menampilkan adegan sadis (mutilasi, menusuk mata, dan menggorok leher) yang ditampilkan dengan nyata. Selain itu, serial ini pun banyak menampilkan adegan sensual yang sangat tidak pantas ditonton anak-anak (salah satunya : ciuman bibir wanita dengan wanita). Jadi meski pun bertutur tentang pahlawan komik, namun bukan berarti serial ini pantas ditonton anak-anak.

Season Pertama baru usai minggu ini. Kapan ya Season Kedua akan dimulai?

Jangan tertipu dengan judul serial televisi ini. Meski judulnya "gothic" dan bernuansa serba hitam, serial televisi yang baru tayang 22 Juni 2016 kemarin ini bukan serial televisi horor, tetapi lebih tepat "opera sabun". Didistribusikan dan ditayangkan oleh jaringan televisi CBS, serial televisi bertotal 13 episode ini merupakan kreasi dari Corinne Brinkerhoff. Jika Anda tidak familiar dengan namanya, mungkin Anda kenal buah karyanya yang terkenal : serial televisi Boston Legal dan The Good Wife. Berkat serial ini, Corinne meraih penghargaan Writer Guild of America Award tahun 2010.

Serial American Gothic mengisahkan tentang Alison Hawthorne-Price ( Juliet Rylance), calon Senator Amerika Serikat untuk wilayah Boston yang sedang berkampanye. Demi menyukseskan kampanyenya, maka Tim Sukses Alison mengumpulkan keluarga Alison ke Boston untuk diberi pengarahan.

Di saat bersamaan, terjadi sebuah kecelakaan di sebuah jalan bebas hambatan di mana jembatan di atas jalan itu runtuh dan nyaris menimbulkan korban. Saat polisi datang, mereka terkejut menemukan kalau di dalam konstruksi jembatan, tertanam ikat pinggang milik seorang pembunuh berantai bernama Silver Bells Killer (SBK). Pembunuh ini adalah pembunuh yang pernah meneror Kota Boston di tahun 1998 - 2002, di mana sang pelaku membunuh para wanita dengan menjerat mereka menggunakan ikat pinggang, lalu meletakkan sebuah bel kecil yang terbuat dari perak di dekat mayat korban. Aksi kejahatan pembunuh itu tiba-tiba berhenti di tahun 2002 dan pelakunya tidak pernah ditemukan.

Penemuan ikat pinggang SBK itu kemudian dimanfaatkan Alison sebagai alat kampanyenya. Namun di tengah kampanye, Ayah Alison mengalami sakit jantung dan tiba-tiba pingsan. Sakit yang tiba-tiba dialami Ayah Alison menimbulkan tanda-tanya para anggota keluarga. Terlebih setelah Tessa (Megan Ketch) dan Cam Hawthorne (Justin Chatwin), keduanya adik Alison, menemukan kotak berisi bel perak yang sama persis seperti bel yang ditinggalkan SBK pada korbannya.

Hal mengejutkan pasca sakitnya Ayah Alison adalah munculnya Garrett Hawthorne, Anak Sulung keluarga Hawthorne, setelah 14 tahun menghilang dari rumah. Kepulangan Garrett menambah misteri dan kecurigaan keluarga Hawthorne, karena mereka menduga Garrett mungkin adalah SBK. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa aksi pembunuhan terhadap wanita di Boston berakhir di hari saat Garrett menghilang.

Misteri ini semakin bikin penasaran penonton setelah Garrett meminta Ayah Alison mengalami kritis setelah bertemu Garrett yang memintanya "mengakui kesalahan di masa lalu". Setelah kondisinya membaik, Ayah Alison meminta Madeline (Virginia Madsen), istrinya, untuk membantunya "menceritakan hal yang sebenarnya". Alih-alih membantunya, Madeline justru membunuh Ayah Alison dengan menutup selang oksigen yang mengalir ke paru-paru Ayah Alison.

Di sisi lain, sebuah fakta mengejutkan pun terkuat di mana Cam Hawthorne ternyata melakukan perbuatan inses (melakukan hubungan badan dengan keluarga terdekat), yaitu dengan meniduri adiknya sendiri, Tessa. Padahal Tessa sendiri saat itu telah bertunangan dengan seorang polisi bernama Brady Ross (Elliot Knight).

Meski baru tayang 1 episode, tetapi serial ini telah menampilkan banyak kejutan yang tidak terduga oleh para penonton. Serial ini tidak menampilkan adegan yang sadis, maupun berdarah-darah, tetapi lebih menonjolkan pada kekuatan dialog. Jika menilik alurnya, serial ini punya peluang menjadi serial yang disukai banyak penonton (hal ini sebenarnya sudah terbukti di mana episode pertama serial ini saja ditonton sebanyak 3.43 penonton di Amerika Serikat). Sayangnya, episode pertama America Gothic terbilang sangat lamban dan bertele-tele dalam penceritaannya, sehingga sangat terkesan sekali sebagai sebuah tontonan "opera sabun" yang sengaja diulur-ulur ceritanya.

Buat penonton yang terbiasa menonton film dengan intensitas tinggi dan cerita yang bergerak cepat, jelas sekali film ini adalah sebuah tontonan yang sedikit membosankan. Tetapi kalau Anda adalah seorang penyuka serial drama (terutama drama misteri yang sangat menekankan pada dialog berkepanjangan yang detil), serial ini sangat menarik sekali untuk ditonton.
Hore.... !!!

Sebentar lagi libur Lebaran telah tiba. Banyak orang sedang bersiap-siap buat mudik atau berwisata ke luar kota / luar negeri. Buat Anda yang tidak ada kegiatan, tentu menonton jadi salah satu pilihan Anda. Omong-omong, apa ya tontonan seru yang bisa ditonton di bulan Juli nanti? Banyak banget.... !!! Ini dia daftarnya ....

1. THE BFG
Tanggal Rilis    : 1 Juli 2016
Sutradara          : Steven Spielberg
Pemeran           : Mark Rylance, Ruby Barnhill, Penelope Wilton, Jemaine Clement

Sudah cukup lama Steven Spielberg tidak membuat film drama petualangan-fantasi. Dalam catatan saya, Spielberg terakhir menyutradarai film Hook (1991) yang merupakan film drama petualangan-fantasi bertutur tentang Peter Pan. Maka cukup menarik jika di tahun ini, Spielberg merilis film drama petualangan-fantasi terbarunya berjudul The BFG.

Film ini mengisahkan tentang dunia di suatu masa di mana manusia dan raksasa hidup dalam dunia yang berbeda. Satu ketika seorang anak yatim-piatu bernama Sophie (Ruby Barnhill) berkenalan dengan seorang raksasa tua bijaksana yang disebutnya "The BFG" (The Big Friendly Giant, diperani oleh Mark Rylance).

Namun persahabatan mereka tidak dapat berjalan semestinya karena para raksasa pimpinan Fleshlumpeater (Jermaine Clement) berencana untuk menguasai dunia manusia dan menjadikan mereka sebagai makanan para raksasa. Dibantu bawahannya yang setia, The Bloodbottler (Bill Hader), mereka bersiap untuk menghabisi manusia. The BGF tentu saja menolak rencana Fleshlumpeater dan ingin manusia-raksasa dapat hidup berdampingan. Keinginan The BGF ditampik Fleshlumpeater. Karena itu, tidak ada jalan lain, demi melindungi manusia dari kepunahan, The BGF dan Sophie pun bersama-sama bertarung melawan para raksasa.

Film The BGF merupakan adaptasi dari novel berjdul sama karya Roald Dahl. Proses pengembangan cerita dan adaptasi ini sendiri telah dimulai sejak tahun 1991, ketika Dreamworks membeli hak produksi novel tersebut. Dengan banyaknya halangan dan hambatan, proses pembuatan ceritanya sendiri baru selesai tahun 2011. Amblin Entertainment kemudian membeli hak produksi novel itu dari Dreamworks, dan mulai memproduksi film itu sejak April 2014. Untuk distribusi film ke seluruh dunia, Ambin Entertainment bekerja sama dengan Walden Media dan Walt Disney Pictures.

Film The BGF sudah tayang perdana di acara Cannes Film Festival tanggal 14 Mei 2016 silam, dan akan ditayangkan serentak di seluruh dunia tanggal 1 Juli 2016 dengan format Disney Digital 3-D, RealD 3D, IMAX 3D, dan 2D.



2. THE LEGEND OF TARZAN
Tanggal Rilis      : 1 Juli 2016
Sutradara            : David Yates
Pemeran             : Alexander Skarsgard, Samuel L. Jackson, Margot Robbie, Djimon Hounsou

Di waktu yang sama, adaptasi terbaru kisah petualangan Tarzan juga dirilis. Berbeda dengan versi-versi sebelumnya, kisah si Raja Hutan karya penulis Edgar Rice Burroughs ini akan dibuat dalam bentuk drama-eksyen dan banyak menggunakan teknologi CGI yang canggih, terutama dalam pembuatan pasukan kera dan gorila pimpinan Tarzan.

Dikisahkan bahwa Tarzan (Alexander Skarsgard) adalah seorang pria yang dulunya pernah hidup di hutan Afrika dan diasuh oleh para kera. Setelah dewasa, dia kemudian ditemukan oleh manusia, yang membawanya ke kota. Kini, Tarzan telah hidup layaknya manusia pada umumnya, dan dikenal orang sebagai John Clayton, Bangsawan Inggris bergelar Viscount Greystoke ke-3.Tarzan pun telah menikah dengan kekasihnya, Jane Porter (Margot Robbie).

Dalam sebuah kegiatan, Tarzan mendapat undangan untuk mengunjungi Congo, sebuah kota di Afrika, untuk mengurusi bisnis keluarga Jane yang terletak di sebuah tempat bernama House of Commons. Setibanya di sana, Tarzan kemudian menyadari kalau ada sekelompok orang yang berniat menghancurkan usaha keluarga Jane serta merusak hutan Afrika, tempat tinggalnya dulu.

Demi menjaga keselamatan keluarganya - keluarga manusia yang merawatnya, serta keluarga kera yang membesarkannya - Tarzan pun muncul kembali sebagai dirinya sendiri, melawan para kriminal yang mengancam kehidupan dirinya dan keluarganya.



3. THE PURGE : ELECTION YEAR
Tanggal Rilis     : 1 Juli 2016
Sutradara           : James DeMonaco
Pemeran            : Frank Grillo, Elizabeth Mitchell, Mykelti Williamson, Betty Gabriel

Sekuel kedua dari film eksyen-thriller-horor populer The Purge ini tayang juga bulan ini. Film ini akan melanjutkan cerita film The Purge : Anarchy (2014).

Dikisahkan pada tahun 2025, 2 tahun pasca kejadian di The Purge : Anarchy, Sersan Polisi Leo Barnes (Frank Gillo) kini telah diangkat sebagai Kepala Keamanan Senator Charlene Roan (Elizabeth Mitchell). Senator Charlene saat itu sedang melakukan kampanye untuk pemilihan Presiden Amerika Serikat yang akan berlangsung tidak lama lagi. Dalam salah satu kampanyenya, Senator Charlene menegaskan akan menghapus Aturan The Purge setelah 15 tahun silam dia menjadi saksi tindak pembunuhan sadis yang dilakukan para kriminal terhadap keluarganya saat The Purge diberlakukan.

Meski rencana Senator Charlene didukung banyak orang, tetapi diam-diam Pemerintah Amerika Serikat tidak setuju dan mereka menganggap Senator Charlene akan menjadi batu sandungan jika nanti terpilih. Karena itu, mereka memplot sebuah skenario yang akan membuat Senator Charlene tidak akan bisa terpilih.

Suatu malam, pasca melakukan kampanye, Senator Charlene sengaja ditinggalkan di tengah jalan oleh para bawahannya, tepat saat Aturan The Purge dimulai. Dapat dipastikan Senator Charlene akan tewas dihabisi oleh para kriminal malam itu. Namun ternyata Charlene tidak sendirian. Dia ditemani oleh Leo Barnes, yang bertugas melindunginya. Maka di malam itu, Leo dan Senator Charlene berjuang habis-habisan untuk bertahan hidup dari para kriminal yang berniat membunuh mereka.



4. THE SECRET LIFE OF PETS
Tanggal rilis         : 8 Juli 2016
Sutradara              : Chris Renaud dan Yarrow Cheney
Pengisi Suara       : Louis C.K. , Eric Stonestreet, Kevin Hart, Steve Coogan, Ellie Kemper

Pernahkah Anda memikirkan, apa yang dilakukan binatang peliharaanmu ketika Anda pergi kerja dan meninggalkannya di rumah atau apartemen? Film animasi kocak ini akan menjawabnya buat Anda.

Dikisahkan di sebuah apartemen di Manhattan, Amerika Serikat, tinggallah seekor anjing terrier manja bernama Max (Louis C.K.) yang tinggal bersama pemiliknya, Katie (Ellie Kemper). Max punya sahabat binatang peliharaan lain - yang juga peliharaan Katie - yaitu Chloe (Lake Bell), Mel (Bobby Moynihan), Buddy (Hannibal Buress), dan si burung kecil Sweet Pea. Satu ketika Katie mengadopsi seekor anjing besar bernama Duke (Eric Stonestreet) yang merupakan anjing yang ceroboh dan nakal.

Max sangat tidak suka dengan Duke, dan Duke menyadarinya. Maka saat kesemua peliharaan itu dibawa jalan-jalan oleh pengasuh binatang (saat Katie tidak di rumah), Duke mengibuli kesemua binatang peliharaan itu, sehingga mereka tersesat di kota. Para binatang peliharaan itu harus berkelahi dengan sekelompok kucing pimpinan Ozone (Steve Coogan), dan ditangkap oleh Dinas Pengendalian Binatang dan disimpan di tempat penampungan. Di sanalah terungkap kalau Duke sebelumnya tinggal di sana, dan dia tidak mau lagi kembali ke tempat itu. Karena itu, agar tetap bisa jadi peliharaan Katie, dia harus menyingkirkan para peliharaan Katie tersebut.

Beruntung Max berhasil diselamatkan oleh seekor kelinci bernama Snowball. Setelah terbebas dari tempat tersebut, Max dan teman-temannya harus mencari cara untuk bisa kembali ke apartemen tempat Katie tinggal.



5. GHOSTBUSTERS
Tanggal rilis      : 18 Juli 2016
Sutradara          : Paul Feig
Pemeran           : Melissa Mc Carthy, Kristen Wiig, Leslie Jones, Kate Mc Kinnon, Chris Hemsworth

Film eksyen-komedi Ghostbusters pernah sangat sukses saat dirilis tahun 1984. Kini setelah 32 tahun kemudian, Ghostbusters kini dirilis kembali dengan alur cerita yang mirip dengan film sebelumnya.

Erin Gilbert (Kristen Wiig) dan Abby Yates (Melissa McCarthy) adalah dua orang penulis buku yang menulis tentang hantu. Menurut mereka, hantu itu benar-benar ada di dunia ini. Ketika Gilbert bekerja sebagai dosen di Columbia University, dan buku yang pernah ditulisnya dibaca oleh siswanya, Gilbert menjadi bahan tertawaan dan celaan. Banyak orang yang menganggap Gilbert mengada-ada.

Tidak lama berselang, sekelompok hantu ternyata membuat kekacauan di kota Manhattan. Guna menghalau para hantu itu, Gilbert mengajak sahabatnya, Yates, untuk bertemu dengan Ahli Nuklir, Jillian Holtzman (Kate McKinnon) dan pekerja kereta bawah tanah, Patty Tolan (Leslie Jones). Dengan senjata khusus yang diciptakan Jillian, mereka berempat pun bersiap menghadapi para hantu.

Film ini menggunakan lagu tema "Ghostbusters" yang diciptakan oleh Ray Parker Jr. Jika versi aslinya dinyanyikan oleh Ray Parker Jr, maka versi yang sekarang dinyanyikan Fall Out Boy dan Missy Elliott.



6. ICE AGE : COLLISION COURSE
Tanggal rilis    : 22 Juli 2016
Sutradara         : Mike Thurmeier dan Galen T. Chu
Pengisi suara   : Ray Romano, John Leguizamo, Denis Leary, Queen Latifah, Jeniffer Lopez

Ice Age adalah salah satu film sukses yang hingga kini masih berjaya. Seri pertamanya dirilis tahun 2002, kini Ice Age telah dibuat hingga 4 seri. Dan Collision Course adalah seri kelima yang dirilis tahun ini. Seri ini masih diperkuat oleh para pengisi suara yang sama dengan seri-seri Ice Age sebelumnya : Ray Romano (Manny si Mammoth), John Leguizamo (Sid si Sloth), Deny Leary (Diego si Harimau Bertaring Besar). Turut mendukung dalam film ini adlah Queen Latifah (sebagai Ellie si Mammoth, istri Manny), Simon Pegg (Buck si Berang-Berang Bermata Satu), Jennifer Lopez (Shira si Harimau Bertaring Besar, mantan kekasih Diego), dan Neil deGrasse Tyson (Neil si Berang-berang).

Seri ini diawali tingkah-laku Scrat si Tupai Bertaring Besar (Chris Wedge) yang mengejar kenari hingga terlempar ke ruang angkasa. Justru saat itu, Scrat secara tidak sengaja memicu terjadinya efek domino di ruang angkasa, menyebabkan terjadi hujan meteor ke bumi.

Mengetahui bahaya yang mengancam spesies mereka, Manny, Sid, dan Diego bersama-sama mengumpulkan para hewan untuk melarikan diri dari terjangan hujan meteor.



7. STAR TREK BEYOND
Tanggal rilis     : 22 Juli 2016
Sutradara          : Justin Lin
Pemeran           : Chris Pane, Zachary Quinto, Zoe Saldana, Karl Urban, John Cho

Seri ketiga dari Star Trek Reboot ini menjadi salah satu seri yang paling ditunggu penonton. Kali ini, Kursi Penyutradaraan diberikan kepada Justin Lin, Sutradara Spesialis Film Eksyen Super Seru. Bagi para moviegoers, tentu nama Justin Lin sudah tidak asing lagi, karena dia adalah sutradara film Fast & Furious seri ke-3 hingga ke-6 yang memecahkan rekor pendapatan franchise film Fast & Furious. Jadi bisa Anda bayangkan, akan jadi apa film Star Trek yang akan tayang nanti.

Saat sedang menjalani misi 5 tahun pertama penelitian di ruang angkasa, USS Enterpise tiba-tiba diserang oleh gelombang misterius yang muncul dari sebuah pesawat alien misterius yang ditinggalkan penumpangnya. Akibat serangan itu, USS Enterprise terpaksa harus mendarat di sebuah planet tidak dikenal, di mana mereka tidak mungkin dapat mengirimkan permintaan tolong.

Saat menyidiki planet itu, kru USS Enterprise diserang oleh pasukan tidak dikenal. Kapten James T. Kirk (Chris Pane) dan Commander Spock (Zachary Quinto) turun tangan untuk melindungi kru pesawat mereka. Mungkinkah berhasil?



8. JASON BOURNE
Tanggal rilis       : 29 Juli 2016
Sutradara            : Paul Greengrass
Pemeran             : Matt Damon, Julia Stiler, Alicia Vikander, Vincent Cassel, Tommy Lee Jones

Mantan Agen Rahasia Super Jason Bourne kembali menggebrak dunia. Meski sebelumnya Matt Damon sudah menyatakan tidak akan mau memerani karakter Jason Bourne kembali (hal ini dibuktikannya dengan menolak bergabung di film The Bourne Legacy, sehingga karakternya tidak dimunculkan, dan diganti karakter lain bernama Aaron Cross yang diperani Jeremy Renner), namun akhirnya Matt Damon bersedia lagi memerani karakter tersebut di seri kelima ini.

Di film ini, Jason Bourne dikisahkan muncul lagi setelah Robert Dewey (Tommy Lee Jones), Direktur CIA yang baru, meluncurkan program terminasi para agen CIA yang membelot. Kemunculan Bourne yang tiba-tiba itu langsung menjadi disambut para agen dengan segera memburunya. Berbeda dengan musuh-musuh sebelumnya, musuhnya kali ini adalah rekan-rekan sesama Agensi. Dengan demikian, keahlian mereka sama, bahkan jauh di atas Jason Bourne.Bourne yang usianya telah tidak muda lagi harus bertarung habis-habisan dengan para agen yang jauh lebih muda dan lebih tangguh. Mungkinkah dia dapat selamat kali ini?



Serial ini sebenarnya sudah tayang 4 tahun silam. Tetapi baru beberapa hari ini saya temukan dan tonton. Ga tahu apakah sudah diputar di televisi. Kalau pun belum, sepertinya stasiun televisi lokal perlu menayangkan serial ini karena menampilkan cerita yang benar-benar menarik dan penuh kejutan.

Serial bergenre detektif-komedi ini mengisahkan tentang Detektif Kosuke Saionji (diperani aktor ganteng Tomohisa Yamashita), seorang detektif muda yang baru bergabung dengan Kesatuan Kepolisian Sektor 1 Bidang Investigasi, yang merupakan kesatuan elit di kesatuan tersebut. Namun yang mengejutkan adalah : Kosuke mendapat tugas untuk mengawasi gerak-gerik seorang detektif lain bernama Heihachi Hiratsuka (Shingo Katori), seorang detektif senior yang berperilaku aneh. Kesatuan Kepolisian menduga Hiratsuka menerima suap dan melakukan banyak tindakan tercela yang dapat merusak nama baik Kepolisian. Karena itu, Kosuke harus mengikuti semua gerak-gerik Hiratsuka selama 24 jam dan melaporkannya ke Atasannnya langsung apa saja yang diperbuat Hiratsuka.

Kosuke pun dipertemukan dan dijadikan partner oleh Hiratsuka. Awalnya, Kosuke menduga kalau Hiratsuka adalahj polisi yang tidak disukai, sehingga dia disingkirkan ke sebuat kantor kecil dan sempit. Namun setelah mengikuti Hiratsuka memecahkan berbagai kasus, Kosuke baru menyadari kalau Hiratsuka sangat jauh dari yang diduga banyak orang. Memang tingkah Hiratsuka sangat aneh, tetapi caranya memecahkan masalah sungguh penuh kejutan dan sangat cerdas. Kosuke pun pada akhirnya menyadari kalau selama ini, dia bukan ditugaskan untuk mengawasi Hiratsuka, tetapi justru mempelajari kemampuan Hiratsuka, agar kelak dapat mengajari para anggota polisi lain agar punya kemampuan sama dengan Hiratsuka.

Serial ini terdiri dari 8 episode, dan tiap episode mengisahkan 1 kasus yang berdiri sendiri (setiap seri berdurasi 46 menit, kecuali seri pertama berdurasi 1 jam 6 menit). Selain kasus-kasus yang dihadirkan adalah kasus rumit dan mustahil, salah satu hal yang paling menarik dari serial ini adalah mimik Hiratsuka saat tersenyum lebar. Senyum "Joker" yang ditampilkan benar-benar sebuah senyuman misterius, yang kadang-kadang terasa menakutkan dan tidak wajar. Mungkin inilah yang kemudian membuat penonton merasa takut (karena mimiknya yang mirip seorang psikopat), sekaligus salut dengan kemampuan Hiratsuka yang sangat hebat dalam memecahkan kasus kriminal mustahil.

Serial Monsters adalah serial yang keren banget. Mungkin satu hal yang paling mengecewakan dari serial ini adalah akting Tomohisa Yamashita yang sangat buruk dengan akting yang dibuat-buat. Aktingnya sangat jauh di bawah Shingo Katori yang berakting sangat sempurna sebagai Detektif Hiratsuka yang misterius. Serial ini sendiri meraih rating total 11.9% yang mana menunjukkan sebagai serial yang cukup banyak diminati. Sayangnya, serial ini tidak dibuat sekuelnya, meski ceritanya sangat menarik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, TBS - selaku produser serial ini - membuat rencana membuat Season Kedua dari serial ini. Kalau pun tidak, mudah-mudahan serial ini diadaptasi ke layar lebar.
Judul Film      : Office (오피스 )
Sutradara        : Hong Won Chan
Pemeran          : Go Ah Sung, Park Soon Woong, Bae Sung Woo, Ryoo Hyoun Kyoung
Tanggal Rilis  : 3 September 2015

Baru malam ini saya berkesempatan nonton film thriller-misteri yang keren ini, meski sebenarnya sudah tayang hampir setahun yang lalu di Korea Selatan. Tapi tidak apalah jika saya akhirnya memutuskan untuk membuat review film ini malam ini, mengingat ceritanya yang masih sangat relevan di masa kini, dan masih bisa menjadi sebuah pembelajaran moral untuk kita semua.

Film Office mengisahkan tentang seorang pekerja bernama Kim Byoeng Gook (Bae Sung Woo) yang pulang ke rumah, usai jam kerja. Setelah makan malam dengan keluarga, Kim menuju ke kamar, lalu keluar sambil membawa martil. Tanpa bicara sepatah katapun, Kim langsung menghajar istri, anak, dan ibunya dengan brutal, hingga semuanya tewas. Kemudian Kim kembali ke kantor. Itulah terakhir kali Kim terlihat. Sejak itu, dia menghilang.

Kasus pembunuhan yang dilakukan Kim pada keluarganya sangat mengejutkan teman-teman sekantornya, terutama rekan setim Kim dalam Divisi Sales 2 di Perusahaan Yosung. Semua orang menjadi ketakutan kalau-kalau Kim sedang bersembunyi di salah satu bagian kantor, dan mengincar mereka semua. Tentu saja ketakutan teman-teman Kim membuat penasaran polisi. Dari hasil investigasi, polisi menemukan kalau sosok Kim bukanlah orang yang disukai di kantor karena dianggap tidak bisa bergaul. Satu-satunya orang yang dekat dengan Kim hanyalah Lee Mi Rae (Go Ah Sung), seorang gadis muda yang baru bekerja magang selama 5 bulan.

Detektif Jong Hoon (Park Soon Woong) yang menginvestigasi kasus pembunuhan itu, saat menanyakan perihal Kim pada Mi Rae menemukan kalau pribadi Kim sangat berbeda dengan apa yang didengar polisi dari teman-teman Kim. Menurut Mi Rae, Kim adalah seorang pekerja keras yang sangat berdedikasi pada perusahaan. Masalahnya, hampir semua pekerjaan Kim ternyata dicuri oleh rekan-rekan sekerjanya, dan diaku-aku sebagai milik mereka. Akibatnya perusahaan memandang Kim tidak pernah berprestasi di perusahaan, sehingga Kim kemudian dipecat dari perusahaan. Polisi menetapkan Kim menderita stres akibat tekanan mental, sehingga membunuh keluarganya, dan melarikan diri.

Tidak lama, terjadilah pembunuhan sadis yang menimpa teman-teman sekantor Kim. Satu-persatu rekan satu timnya tewas dengan cara yang mengerikan. Semua bukti menunjukkan kalau Kim adalah pelaku utamanya, dan dia sedang bersembunyi di dalam gedung kantor. Masalahnya, di mana Kim bersembunyi? Polisi sudah mencari ke mana-mana, tetapi Kim tidak pernah ditemukan. Dan korban terus-menerus berjatuhan.

Film ini diakhiri dengan fakta yang sangat mengejutkan, tidak terduga, dan dipaparkan dengan sangat apik. Memang tidak sesuai dengan keinginan penonton, tetapi itulah yang ingin ditampilkan Sutradara Hong Won Chan sebagai realitas yang terjadi di dunia kerja nyata, bukan dunia khayal film yang selalu menampilkan "happy ending".

Secara umum, film ini sangat menarik sekali karena menjadi sebuah sentilan bagi para staf kantoran - baik di Korea Selatan, maupun di mana pun - yang suka bekerja dengan mencuri ide atau pekerjaan orang lain, kemudian mengaku-aku sebagai hasil kerjanya. Memang cara itu adalah cara instan untuk bisa naik jabatan, tetapi perlu diingat bahwa banyak orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Sangatlah tidak pantas, jika kemudian hasil kerjanya dicuri lalu diaku sebagai milik orang lain. Film ini mengandung pesan moral agar para karyawan bisa kerja jujur dan bekerja dengan usaha sendiri. Apapun hasilnya, itulah usaha dan jerih-payah mereka sendiri. Rasanya hal itu jauh lebih terhormat, daripada mengaku-aku pekerjaan orang lain sebagai pekerjaan milik sendiri.



DO YOU KNOW ?
Film ini mendapat banyak apresiasi dari dunia internasional, serta mendapat kesempatan sebagai film pembuka untuk beberapa perhelatan festival film internasional, seperti Cannes Film Festival 2015, Neuchatel International Fantastic Film Festival 2015, Fantasia Film Festival 2015, dan Busan International Film Festival 2015.

Film ini meraih penghargaan Best Actress (Go Ah Sung) di Fantastic Film Festival of the University of Malaga (Spanyol) tahun 2015 yang dikenal juga dengan sebutan Festival Fancine Malaga.

Go Ah Sung
Go Ah Sung adalah aktris muda Korea Selatan yang cukup populer berkat perannya di beberapa serial televisi Korea Selatan seperti Master of Study (2010) dan Heard it Through the Grapevine (2015). Go Ah Sung pertama kali dikenal publik saat berperan dalam film layar lebar The Host (2006). Karirnya mulai melesat pesat sejak menjadi pemeran utama dalam film internasional produksi gabungan Amerika-Perancis-Korea Selatan berjudul Snowpiecer (2013).

Inilah film layar lebar Korea Selatan pertama yang sama sekali tidak menggunakan aktor maupun aktris pemeran utama berwajah tampan dan cantik. Semua pemeran utama dalam film ini berwajah "pas-pasan" dengan mimik muka stres dan depresi. Hal ini disengaja untuk menunjukkan kondisi para pekerja di Korea Selatan yang umumnya bekerja di bawah tekanan.




Biasanya, film trilogi (film yang dibuat dalam 3 seri di mana setiap seri film tersebut saling berhubungan) selalu menampilkan judul yang sama (dengan tambahan angka atau judul yang mirip) untuk menginformasikan kepada penonton film tersebut punya keterkaitan dengan film sebelumnya yang mana. Misalnya saja film Alien (1979) di mana sekuelnya berjudul Aliens, Alien 3, dan Alien : Resurrection.

Tetapi ternyata tidak semua film trilogi adalah film yang punya keterkaitan dengan film sebelumnya. Bahkan seringkali merupakan film yang berdiri sendiri dengan alur serta pemeran yang sama sekali berbeda. Hal yang bisa membuat mereka terlihat sebagai sebuah satu kesatuan adalah dari tema film, sutradara, bahkan karakter utama. Bagaimana kita bisa tahu film-film yang kita tonton adalah salah satu seri dari sebuah trilogi? Kalau judulnya sudah berbeda, memang agak sulit. Tapi jika Anda adalah seorang moviegoers sejati, pasti bisa tahu jika film yang Anda tonton adalah film lepas atau bagian dari sebuah trilogi.

Dan berikut ini adalah 10 film trilogi yang menggunakan judul yang berbeda dengan seri sebelumnya saat dirilis, sehingga nyaris tidak seorang penonton pun bisa menduga kalau film itu adalah bagian dari sebuah trilogi. Film apa sajakah itu?

1. THE APU TRILOGY
Salah satu trilogi film Bengali (India) yang paling legendaris sepanjang masa adalah film garapan sutradara Satyajit Ray yang dikenal dengan nama The Apu Trilogy. Sesuai namanya, film adaptasi novel berjudul Pather Panchali (terbit tahun 1929) dan Aparajito (1932) ini mengisahkan tentang kehidupan seorang anak bernama Apu yang terlahir dari keluarga miskin hingga pada akhirnya sukses sebagai seorang penulis.

Bagi orang di luar India, tentu akan sulit mengetahui ketiga film The Apu Trilogy, mengingat film ini dirilis dengan judul yang berbeda dengan rentang waktu rilis yang lumayan.

Seri pertama The Apu Trilogy berjudul Pather Panchali (Song og the Little Road) yang dirilis tanggal 26 Agustus 1955. Film ini mengisahkan kehidupan Apu (diperani Kanu Banerjee) di masa kecil di mana dia terlahir dari keluarga miskin, dan orang tuanya mengalami kesulitan finansial untuk menghidupi anak-anaknya. Film ini diakhiri dengan cerita meninggalnya kakak Apu bernama Durga (Uma Dasgupta) dan pindahnya keluarga Apu ke Kota Suci Benares.

Seri kedua berjudul Aparajito (The Unvanquished) yang dirilis tanggal 11 Oktober 1956. Kanu Banerjee masih memerani karakter Apu, di mana seri ini mengisahkan keluarga Apu yang hidupnya makin terpuruk pasca meninggalnya sang ayah. Meski hidup miskin, Apu berhasil menyelesaikan sekolahnya dengan baik dan menjadi salah seorang murid terpandai di sekolahnya. Di masa ini, Apu mengalami banyak gejolak kehidupan, terutama pertikaiannya dengan sang ibu, yang pada akhirnya membuat ibu Apu meninggal, dan Apu Muda harus belajar untuk hidup mandiri sendiri.

Seri ketiga berjudul Apur Sansar (The World of Apu). Dirilis tanggal 1 Mei 1959, film ini mengisahkan Apu Dewasa yang mencoba keberuntungannya menjadi seorang penulis. Saat karier menulisnya sedang menanjak, Apu terpaksa harus menikahi seorang gadis, setelah ibu gadis itu menolak calon menantunya yang menderita gangguan jiwa, dan memilih Apu untuk menggantikan pengantin pria tersebut. Namun baru juga menikah beberapa waktu, Apu harus kehilangan istrinya yang meninggal setelah melahirkan anak. Meski awalnya Apu ingin membuang anaknya itu, tetapi dia akhirnya menerima tanggung jawab untuk membesarkan anaknya.

Trilogi film yang mengharukan ini menjadi film India Paling Terhormat dan menjadi tonggak sejarah perfilman India karena berhasil menembus dunia internasional di masa itu. Ketiga film ini tidak saja sukses secara finansial, namun meraih sejumlah penghargaan internasional yang sangat bergengsi : Film Pather Panchali memenangi 13 penghargaaan film internasional bergengsi, di mana salah satunya adalah Best Human Document di ajang Festival Film Cannes 1955. Film Aparajito juga meraih prestasi yang sama dengan memenangi 11 penghargaaan internasional (termasuk Golden Lion Award di Venice Film Festival). Demikian juga Apur Sansar yang juga meraih berbagai penghargaan internasional (termasuk Sutherland Trophy di London Film Festival).



2. ALEX CROSS TRILOGY
Jika Anda bukan penyuka novel, tentu tidak akan tahu film ini. Ya, Alex Cross adalah karakter detektif rekaan novelis James Patterson. Karakter yang digambarkan sebagai Mantan Agen FBI dan seorang psikolog yang bekerja di Washington DC ini menjadi salah satu karakter Patterson yang cukup terkenal di tahun 1990-an. Patterson pertama kali memperkenalkan karakternya ini lewat novelnya, Along Came a Spider, yang terbit tahun 1993. Novel setebal 493 halaman ini menjadi novel terlaris di masa itu. Atas kesuksesannya ini, petualangan Alex Cross kemudian dilanjutkan hingga 22 seri. Novel petualangan Alex Cross teranyar berjudul teranyar Cross Justice, dirilis tahun 2012, dan juga menjadi salah satu novel terlaris di waktu itu.



Kesuksesan novel Alex Cross, mendorong produser film untuk mengadaptasi novel tersebut ke layar lebar. Karena itu pada tahun 1997, dirilislah film pertama petualangan Alex Cross berjudul Kiss The Girls yang disutradarai Gary Fleder, dengan diperani Morgan Freeman dan Ashley Judd. Uniknya, Kiss The Girls merupakan novel kedua petualangan Alex Cross. Dengan mengikuti alur cerita yang sama, film Kiss The Girls mengisahkan tentang kasus penculikan mahasiswi di mana salah satu korbannya adalah rekan Cross (Morgan Freeman) bernama Kate McTiernan (Ashley Judd). Film yang dibuat dengan dana US$ 20 juta itu, ternyata sukses meraup keuntungan sebesar US$ 67 juta.

Sekuel Alex Cross kemudian dirilis pada tahun 2001 dengan judul Along Came a Spider yang merupakan adaptasi dari novel pertama petualangan Alex Cross. Disutradarai Lee Tamahori, karakter Alex Cross di film ini masih dipercayakan pada Morgan Freeman. Meski menggunakan judul yang sama, tetapi alur film ini cukup berbeda dengan alur pada novelnya. Di film ini dikisahkan Alex Cross harus berhadapan dengan seorang penculik sadis yang terobsesi untuk menjadi "Penjahat Paling Hebat Abad Ini". Dibuat dengan dana lebih besar (US$ 60 juta), film ini mampu meraup keuntungan sebesar US$ 105 juta.

Seri ketiga dari Alex Cross dibuat 11 tahun kemudian. Dirilis dengan judul Alex Cross, film yang disutradarai Rob Cohen dan diperani Tyler Perry ini merupakan film re-boot dan sama sekali tidak mengadaptasi novel petualangan Alex Cross mana pun. Sayangnya, film yang dibuat dengan dana US$ 35 juta ini kurang sukses dan hanya mampu meraup perolehan finansial sebesar US$ 34 juta saja.



3. THE APOCALYPSE TRILOGY
Meski tidak punya keterkaitan satu dengan yang lainnya, tapi ketiga film garapan sutradara John Carpenter berikut ini merupakan sebuah trilogi yang dikenal dengan sebutan The Apocalypse Trilogy : The Thing (1982), Prince of Darkness (1987), dan The Mouth of Madness (1995). Menurut Carpenter, ketiga filmnya merupakan film yang menampilkan skenario kiamat (versi John Carpenter) yang mungkin terjadi di masa depan, dimulai dengan invasi mahluk asing ke bumi (The Thing), yang diakhiri dengan penguasaan total mahluk asing atas bumi (The Mouth of Darkness).

Film The Thing mengisahkan tentang mahluk ruang angkasa mirip cacing yang memasuki dan mengendalikan tubuh mahluk hidup yang dirasukinya. Meski sukses, film yang diperani Kurt Russell, A. Wilford Brimley, T.K. Carter, David Clennon, dan Keith David ini tidak meraupkan keuntungan finansial yang cukup signifikan.

Seri berikutnya, Prince of Darkness, mengisahkan tentang ditemukannya Silinder berisi cairan warna hijau di bawah tanah sebuah gereja tua yang sudah lama tidak digunakan. Awalnya pihak gereja menduga kalau cairan itu merupakan tubuh Setan yang telah mengalami pembusukan selama berabad-abad. Rupanya cairan tersebut dapat bergerak dan merasuki tubuh mahluk hidup yang berada di dekatnya. Setelah masuk, maka cairan itu akan mengendalikan tubuh mahluk hidup tersebut dan membuatnya menjadi brutal. Berbeda dengan film The Thing, Prince of Darkness yang dibuat dengan biaya US$ 3 juta, justru meraup keuntungan sebsar US$ 14 juta. Film ini dipernai oleh Donald Pleasence, Victor Wong, Jameson Parker, Lisa Blount, Alice Cooper, dan Dennis Dun

Dan seri ketiga berjudul In The Mouth of Madness diperani oleh Sam Neill, Julie Carmen, Jurgen Prochnow, Charlton Heston, dan David Warner. Film ini mengisahkan tentang John Trent (Sam Neill), seorang Penyidik Asuransi yang mendapat tugas untuk menyidiki hilangnya Novelis Horor Ternama Sutter Cane (Jurgen Prochnow). Dalam penyidikannya, Trent menemukan manuskrip "In The Mouth of Madness" hasil tulis Cane. Anehnya, apapun yang ditulis di manuskrip tersebut terjadi dalam kehidupan Trent. Lebih aneh lagi, Trent menemukan kalau karakter utama manuskrip itu adalah dirinya sendiri. Dibuat dengan dana US$ 8 juta, film ini hanya mampu meraup pemasukan sebesar US$ 8.9 juta.



4. BLACK TRIAD TRILOGY
Maha karya legendaris Sutradara Takashi Miike ini terdiri dari 3 film dengan judul yang berbeda, dan alur cerita yang sama sekali tidak ada hubungannya satu dengan yang lain. Hanya ada 3 hal yang menjadi benang merah dari film ini : Sutradara yang sama (Takashi Miike), Pemeran Utama yang sama (Tomorowo Taguchi), dan tema yang sama (tentang Triad dan Yakuza).


Shinjuku Triad Society (1995) adalah seri pertama dari Black Triad Trilogy. Film ini mengisahkan tentang grup triad yang terdiri dari kaum homoseksual yang berseteru dengan polisi dan kelompok yakuza. Satu ketika, terjadi pembunuhan sadis dengan korban salah seorang anggota yakuza. Para yakuza menuding pelaku pembunuhan adalah anggota triad homoseksual. Ketika salah seorang angota triad ditangkap, Wang (Tomorowo Taguchi) - mantan polisi yang beralih profesi menjadi pengacara - mengajukan diri untuk menjadi pembela anggota triad tersebut. Hal itu menimbulkan kemarahan Kiriya (Kippei Shiina) - kakak Wang - sehingga terjadi pertengkaran di antara kedua bersaudara itu. Sementara itu, para yakuza berusaha menculik pelaku pembunuhan untuk mereka hakimi dengan cara mereka sendiri.

Rainy Dog (1997) merupakan seri kedua dari Black Triad Trilogy. Film dengan tema kontrovesi ini mengisahkan tentang Yuuji (Show Aikawa), seorang pembunuh bayaran yang disewa oleh seorang Pemimpin Yakuza untuk menghabisi orang-orang yang menghalangi bisnisnya. Saat menjalani tugasnya, tiba-tiba mantan kekasih Yuuji yang juga seorang PSK bernama Lily (Chen Xianmei), menitipkan anaknya yang bisu-tulis kepada Yuuji. Sehingga terpaksalah Yuuji melakukan aksi sadisnya sambil membawa anak Lily, sehingga anak itu melihat dan "belajar" semua kesadisan Yuuji. Tindakan Yuuji yang membunuhi orang, mendapat respon di mana salah satu kelompok Yakuza mengutus pembunuh lain (Tomoworo Taguchi) untuk menghabisi Yuuji.

Dan seri ketiga adalah Ley Lines (1999) yang mengisahkan 3 orang remaja Jepang kelahiran China yang mengadu nasib mereka di Shinjuku, Tokyo. Di sana, mereka berkenalan dengan seorang PSK Shanghai yang kemudian mengajak mereka ke dalam kelompok kriminal Shinjuku.



5. CAPTAIN NEMO TRILOGY
Film ini tidak ada hubungannya dengan film Finding Nemo (2003) atau Finding Dory (2016). Captain Nemo adalah karakter utama dari novel legendaris 20,000 Leagues Under the Sea karya Novelis Jules Verne. Novel tersebut dirilis tahun 1870. Uniknya, meski disebut sebagai trilogi, tapi ketiga film Captain Nemo dibuat oleh studio yang berbeda, sutradara yang berbeda, dan pemeran yang berbeda. Meski demikian, film ini memiliki alur cerita yang saling berhubungan dan berkelanjutan.

Film adaptasi novel tersebut dirilis tahun 1954 oleh Walt Disney Productions dengan judul 20,000 Leagues Under the Sea, dengan sutradara Richard Fleicher dan diperani Kirk Dauglas, James Mason, Paul Lukas, dan Peter Lorre. Film ini dengan setia mengikuti alur cerita novelnya, yang mengisahkan tentang petulangan Captain Nemo dan kapalnya, The Nautilus, melakukan eksplorasi laut. Di sana dia dan krunya menemukan banyak misteri bawah laut yang tidak terduga. Film tersebut sukses besar dengan meraup keuntungan sebesar US$ 28 juta (dibuat dengan biaya US$ 5 juta).

Sukses ini kemudian dilanjutkan dengan sekuelnya berjudul Mysterious Island (1961), yang merupakan adaptasi dari novel lanjutan (dirilis tahun 1874) dari 20,000 Leagues Under the Sea karya Jules Verne. Disutradarai Cy Endfield dan didistribusikan Columbia Pictures, film ini mengisahkan tentang pelarian tentara Union Cyrus Harding (Michael Craig), Herbert Brown (Michael Callan), dan Neb (Dan Jackson) menggunakan balon gas. Bersama mereka kemudian bergabung tentara Konfederasi bernama Pencroft (Percy Herbert) dan Gideon Spillet. Berlima mereka terdampar di sebuah Pulau misterius di Lautan Pasific dan bertemu mahluk kepiting raksasa.  Mereka kemudian bertemu dengan Captain Nemo (Herbert Lom) yang juga terdampar di pulau tersebut dengan kapal selamnya yang rusak.

Dan seri ketiga berjudul Captain Nemo and The Underwater City dirilis tahun 1969. Film ini merupakan reboot dari film 20,000 Leagues Under the Sea yang pernah diproduksi Walt Disney sebelumnya. Dengan sutradara James Hill, film ini mengisahkan tentang Captain Nemo (Robert Ryan) yang mengarungi lautan dengan kapal selamnya, Nautilus, menyelamatkan para penumpang dari sebuah kapal yang karam. Dia kemudian membawa penumpang tersebut ke sebuah kota bawah laut bernama Templemer dan meminta mereka untuk tinggal selamanya di kota itu. Namun para penumpang justru mencuri harta karun kota bawah laut tersebut, dan berusaha melarikan diri.



6. CAVALRY TRILOGY
John Ford adalah salah seorang sutradara legendaris era 1920 - 1973 yang banyak memproduksi film-film eksyen (khususnya film bergenre western). Banyak karyanya yang diakui kritikus sebagai film klasik dan memorabel. Beberapa di antaranya adalah The Grapes of Wrath (1940), The Man Who Shot Libery Valance (1962), dan The Searchers (1956). Dari 150 lebih film yang disutradarainya, ada 3 film western yang menjadi legendaris dan dikenal dengan sebutan Cavalry Trilogy.

Cavalry Trilogy merupakan 3 film western yang kesemuanya disutradarai John Ford dan diperan-utamai John Wayne, namun ketiganya sama sekali tidak saling berhubungan.

Film pertama berjudul Fort Apache (1948) yang mengisahkan tentang perseteruan antara tentang Brigade Irlandia dengan Suku Apache setelah mereka diadu-domba oleh seorang suku Indian yang ingin mendapatkan keuntungan dari perseteruan tesebut.

Film kedua adalah She Wore A Yellow Ribbon (1949), di mana film ini mengisahkan tentang upaya perdamaian yang berusaha dilakukan oleh Kaptain Kalvari Amerika Serikat Nathan Cutting Brittles (John Wayne) dengan Suku Cheyenne dan Arapaho setelah Kalvari Amerika Serikat tersebut mengalami kekalahan dalam perang di Lembah Little Big Horn. Namun upaya perdamaian itu gagal, sehingga terjadi perang besar kembali yang merenggut lebih banyak jiwa.

Dan yang terakhir berjudul Rio Grande (1950), di mana film ini mengisahkan Letnan Kolonel Kirby Yorke (John Wayne) yang bertugas di perbatasan Texas harus berhadapan dengan Suku Apache. Dalam pertempuran tidak seimbang, Kirby dan pasukannya menyeberang ke Meksiko guna mencari bala-bantuan. Dalam pelarian ke Meksiko itu, Kirby berseteru dengan anakya, Perwira Jeff Yorke (Claude Jarman Jr) yang tidak setuju dengan rencana Kirby ke Meksiko. Perseteruan mereka makin menajam manakala istri Yorke, Kathleen (Maureen O'Hara), menyusul untuk mendamaikan ayah dan anak tersebut.



7.  COFFIN JOE TRILOGY
Coffin Joe (Ze do Caixao) adalah salah satu karakter horor yang cukup terkenal di era 1960-an. Karakter ini diperkenalkan oleh Sutradara Jose Mojica Marins lewat filmnya yang berjudul At Midnight I'll Take Your Soul (1964). Di film ini Jose Mojica Marins memerani sendiri karakter Coffin Joe, dan menyebut karakter itu sebagai alter-egonya.


Di film At Midnight I'll Take Your Soul (A Meia Noite Leverai Sua Alma), dikisahkan Coffin Joe adalah seorang pria Brazilia yang haus darah, dan senang melakukan pembunuhan pada wanita. Meski telah membunuh banyak korban, namun polisi tidak mampu menemukan bukti yang bisa menyeret Coffin Joe ke sel tahanan. Di akhir cerita, Coffin Joe - yang tidak percaya dengan hal supranatural - mengalami delusi setelah dikunjungi arwah gentayangan yang menguji keberaniannya. Dalam ketakutannya, Joe mengakui semua perbuatan jahatnya, kemudian tewas dalam kondisi mengenaskan.

Sekuelnya berjudul This Night I'll Possess Your Corpse (Esta Noite Encarnarei no Tue Cadaver, 1969). Masih disutradarai dan diperani Jose Mojica Marins, film ini mengisahkan tentang Coffin Joe yang tiba-tiba kembali ke kampung halamannya. Rupanya di seri sebelumya dia tidak tewas, tetapi mengalami shock dan kebutaan sehingga harus dirawat di rumah sakit. Dia memutuskan untuk mencari seorang wanita yang sempurna yang dapat mengandung anaknya yang punya kemampuan superior. Dalam kondisi buta, Coffin Joe masih merasakan haus darah. Dengan bantuan asistennya, Si Bungkuk Berwajah Buruk Bruno (Nivaldo Lima), Coffin Joe menculik 6 orang perawan untuk dipilihnya menjadi calon ibu anaknya. Coffin Joe kemudian tertarik pada anak Kolobel bernama Laura (Tina Wohlers). Namun sang Kolonel tidak suka, sehingga mengutus pembunuh bayaran untuk membunuh Coffin Joe.

Dan sekuel terakhir dari Coffin Joe Trilogy berjudul Embodiment of Evil (Encarnacao do Demonio, 2008). Masih disutradarai dan diperani Jose Mojica Marins, film ini mengisahkan kejadian 40 tahun pasca kejadian di seri kedua trilogi ini, di mana Coffin Joe ternyata dirawat di rumah sakit jiwa selama ini. Setelah mendekam selama 40 tahun, Coffin Joe dibebaskan dan hidup di dunia modern masa kini di Sao Paulo. Masih dirasuki hasrat haus darah dan keinginan mencari wanita sempurna untuk mengandungi anaknya, Coffin Joe kemudian mencari dan membunuh para wanita di kota tersebut. Namun kali ini Coffin Joe berhasil ditangkap dan dibunuh dengan cara disalib. Meski demikian, sebelum tewas, Coffin Joe berhasil menanamkan benihnya pada 2 wanita, yang kelak akan melahirkan anak superior baginya.



8. LOVE TRILOGY
Tiga film berikut ini - Day of Being Wild (1990), In The Mood for Love (2000), dan 2046 (2004) - adalah film garapan sutradara Hong Kong Wong Kar Wai. Ketiga film ini sebenarnya tidak punya hubungan sama sekali dalam alur cerita, karena ketiganya berdiri sendiri. Selain sutradara (Wong kar Wai) dan pemeran utama (Maggie Cheung) yang sama, ketiga film ini kemudian disebut trilogi lantaran teknik sinematografi dan teknik penceritaannya yang sama : Sama-sama membingungkan dan rumit. Karena kerumitan cerita itulah, ketiga film itu dikenal publik dengan sebutan Love Trilogy. Bukankah cinta itu rumit?

Seri pertama - Days of Being Wild - bersetting Hong Kong dan Filipina tahun 1960, berkisah tentang York (Leslie Cheung), seorang playboy Hong Kong yang senang menghancurkan hati para wanita. Kekasih pertamanya, Li Zhen (Maggie Cheung), mengalami gangguan emosional dan mental pasca ditinggalkan York. Li Zhen kemudian menemukan cinta sejatinya lagi setelah berkenalan dengan seorang polisi simpatik bernama Tide (Andy Lau). Sayangnya, cinta mereka tidak pernah bersatu.

In the Mood for Love (2000) adalah "sekuel" film Days of Being Wild, meski alurnya sama sekali tidak berhubungan dengan film tersebut. Film yang dipenuhi dengan gambar metafor tentang 2 orang yang saling mencinta tapi sulit bersatu ini terbilang cukup rumit untuk diikuti. Selain itu, banyak adegan diam dan saling tatap kosong kedua karakter utama dengan durasi panjang, sehingga film ini terasa sangat panjang dan melelahkan (meski cuma berdurasi 98 menit). Bersetting Hong Kong tahun 1962, film ini mengisahkan Chow Mo Wan (Tony Leung) - seorang jurnalis - yang menyewa sebuah kamar apartemen. Tetangganya adalah Su Li Zhen (Maggie Cheung), seorang sekretaris dari sebuah perusahaan perkapalan. Keduanya sering merenung sendiri di dalam kamar mereka masing-masing, dan menjalani rutinitas hidup mereka sehari-hari. Film "seni" ini meraih banyak penghargaan dan nominasi di ajang-ajang festival film bergengsi di masa itu.

Film 2046 menjadi penutup trilogi Days of Being Wild. Film ini mengetengahkan lanjutan cerita dari In The Mood for Love di mana dikisahkan pada tahn 2046, dunia telah berubah menjadi dunia penuh dengan android dan manusia hidup serta jatuh cinta pada mesin tersebut. Film ini terbagi ke dalam 4 Bagian, di mana masing-masing bagian terbagi ke dalam beberapa sub-bagian yang alur ceritanya tidak paralel. Sangat tidak mudah untuk memahami film ini karena alurnya yang tidak sederhana.



9. DEATH TRILOGY
Alejandro Gonzalez Inarritu adalah salah satu sutradara paling dihormati saat ini. Dialah sutradara pertama asal Meksiko yang mendapatkan nominasi Best Director di ajang Academy Award untuk filmnya, Babel (2006). Film tersebut merupakan film ketiga dari trilogi legendarisnya yang dikenal publik dengan nama Death Trilogy. Ada pun ketiga film trilogi itu berjudul Amores Perros (2000), 21 Grams (2003), dan Babel (2006). Ketiga film tersebut tidak cerita yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Selain sutradaranya, penghubung ketiga film tersebut terdapat pada tema cerita yang mengetengahkan tentang kematian, termasuk penggunaan tentang kematian, kematian para pemeran utamanya, serta konsekuensi pasca kematian.

Amores Perros (2000) adalah film drama-thriller Meksiko, yang mana mengetengahkan 3 cerita yang menampilkan kekecaman manusia, baik pada binatang maupun manusia sendiri. Kekejaman dan kesetiaan yang menjadi tema cerita ini disimbolkan dengan hewan anjing yang selalu ada dalam 3 cerita film Amores Perros tersebut. Ketiga cerita itu diceritakan secara terpisah, namun kesemuanya terhubung dalam sebuah kecelakaan lalu lintas.

21 Grams (2003) adalah seri kedua dari Death Trilogy. Menggunakan konsep yang sama dengan Amores Perros, film ini terdiri dari beberapa segmen cerita yang tidak saling berhubungan dan diceritakan non-linier. Semua kejadian dalam film ini berawal dari sebuah kecelakaan lalu lintas, yang mengubah kehidupan orang-orang yang berada di sekitar lokasi kecelakaan. Berbeda dengan Amores Perros yang kesemua pemerannya adalah artis Meksiko yang tidak terkenal, film 21 Grams melibatkan banyak artis papan atas Hollywood. Beberapa di antaranya adalah Sean Penn, Naomi Watts, Danny Huston, dan Benicio del Toro.

Babel (2006) adalah film ketiga dari Death Trilogy dengan mengangkat cerita yang jauh lebih kompleks. Dengan konsep penceritaan yang sama, Babel mengangkat 4 cerita yang seolah-olah tidak berhubungan tetapi pada akhirnya punya benang merah yang terletak pada senjata rifel yang digunakan anak-anak Abdullah, seorang pengurus domba di Padang Gurun Maroko.



10. MEXICO TRILOGY
Dan film terakhir dan paling fenomenal adalah Mexico Trilogy, atau juga dikenal dengan sebutan Mariachi Trilogy dan Desperado Trilogy. Tiga film tersebut merupakan garapan dari Robert Rodriguez dengan menampilkan karakter El Mariachi (seri pertama diperani Carlos Gallardo, kemudian digantikan oleh Antonio Banderas di seri kedua dan ketiga), seorang pemusik yang berkeliling Meksiko dan berhadapan dengan para kriminal. Awalnya dibuat dengan dana yang sangat minim (hanya US$ 7,000), film El Mariachi sukses dan mengantongi pendapatan sebesar US$ 2 juta. Itulah yang membuat Rodriguez memutuskan untuk membuat petualangan El Mariachi menjadi trilogi.

Seri pertama berjudul El Mariachi (1992) dan dibuat dalam bahasa Spanyol dengan para artis amatir yang didapat Rodriguez di kota perbatasan Meksiko bernama Ciudada Acuna. Film ini mengetengahkan El Mariachi, seorang pengamen, yang mampir ke sebuah kota kecil di pinggiran Meksiko. Kota itu ternyata dikuasai oleh seorang kriminal bernama Azul (Reinol Martinez), yang menyebarkan ketakutan kepada masyarakat yang tinggal di sana. Awalnya El Mariachi berusaha menghindar. Tetapi setelah dikejar dan ditekan kelompok Azul, El Mariachi menunjukkan jati dirinya sebagai seorang pembunuh tanpa ampun.

Sukses film El Mariachi akhirnya memberikan kesempatan Robert Rodriguez untuk mengembangkan cerita petualangan El Mariachi ke level yang lebih tinggi lagi. Didukung dengan dana yang dikucurkan Columbia Pictures sebesar US$ 7 juta, Rodriguez kemudian membuat sekuel El Mariachi berjudul Desperado (1995). Kali ini peran El Mariachi diberikan kepada Antonio Banderas. Di film ini dikisahkan El Mariachi berhadapan dengan Gembong Kriminal Bucho (Joaquim de Almeida) setelah dirinya terlibat baku-tembak dengan anak buah Bucho di sebuah bar. Dibantu kekasihnya, Carolina (Salma Hayek), El Mariachi kemudian menghabisi kelompok Bucho sampai ke akar-akarnya.

Seri terakhir adalah Once Upon A Time in Mexico (di beberapa negara, film ini beredar dengan judul Desperado 2) yang dirilis tahun 2003. Di film yang masih disutradarai Robert Rodriguez dan diperani Antonio Banderas serta Salma Hayek ini, dikisahkan El Mariachi direkrut oleh Agen CIA Sheldon Sands (Johnny Depp) untuk membunuh Gembong Kriminal Meksiko Armando Barillo (Willem Dafoe). Armando sendiri berniat menggulingkan Presiden Meksiko. Jika hal itu terjadi, maka akan terjadi kekacauan di kota tersebut. Dibuat dengan dana yang lebih besar lagi (US$ 29 juta), film ini mampu memberikan pemasukan sebesar US$ 98 juta. Meski ketiga film El Mariachi ini sukses, Rodriguez sudah memutuskan untuk mengakhiri petualangan El Mariachi dan tidak akan membuat sekuelnya lagi.




Belakangan ini, Korea Selatan sepertinya lagi nge-tren merilis serial televisi dengan jumlah episode sangat banyak (di atas 100 episode), entah itu serial bergenre drama, thriller, misteri, dan lain-lain. Di satu sisi, jika penulis skenarionya tidak "cerdas", maka cerita yang diangkat akan menjadi cerita monoton yang bertele-tele (atau dipaksa untuk dipanjang-panjangkan, seperti sinetron Indonesia). Tetapi jika penulisnya sangat kreatif, dia akan dapat membuat serial itu menjadi tontonan yang menarik dan selalu bikin penasaran.


Salah satu serial televisi yang baru tayang dengan jumlah episode yang sangat panjang adalah serian Start Again. Serial ini sudah tayang di jaringan televisi MBC sejak 23 Mei 2016 yang lalu. Jumlah episodenya terbilang cukup fantastis : 120 episode. Dengan genre cerita percintaan, tentu serial ini terbilang cukup panjang dan sangat diragukan dapat menarik perhatian pemirsa untuk tetap "setia" menontonnya hingga berakhir. Namun pihak produser sangat percaya diri kalau pemirsa akan sangat menyukai serial ini, dan tetap merilis serial drama-percintaan ini dalam jumlah episode yang sangat banyak.

Serial ini memusatkan cerita pada Na Young Ja (Park Min Ji), seorang gadis muda yang terlahir sebagai anak bungsu dari Keluarga Na yang hidup sederhana. Meski lahir dari keluarga sederhana (lebih tepatnya : miskin), namun Na Young Ja sangat ceria dan punya semangat hidup yang positif. Dia selalu mampu memberikan dorongan semangat kepada ayah dan keluarganya saat mereka sedang sedih atau ditimpa masalah. Young Ja membuat keluarganya selalu dapat bangkit dari keterpurukan.

Tetapi kemampuan Young Ja ada batasnya. Ayah Young Ja menderita sakit berat, yang membuatnya tidak mungkin lagi mendukung keluarganya secara finansial. Hal ini menjadi sebuah pukulan berat buat Young Ja. Dia terpaksa harus keluar dari sekolah, dan mencari pekerjaan demi mendukung perekonomian keluarga. Dia kemudian diterima bekerja di sebuah Super Market sebagai Staf Sales.

Dunia kerja yang berat, sempat membuat Young Ja frustrasi. Dia kemudian berkenalan dengan seorang staf Tim Perencanaan bernama Ha Sung Jae (Kim Jung Hoon) yang memberikan banyak masukan padanya tentang dunia kerja. Hal itu membuat Young Ja bersemangat kembali. Seringnya berkomunikasi, membuat Young Ja jatuh hati pada Sung Jae. Tapi dia kemudian belajar kalau Sung Jae ternyata pernah menikah dan punya anak. Sayangnya, istri dan anak Sung Jae meninggal dalam sebuah kecelakaan. Akibat kejadian itu, Sung Jae memutuskan untuk menutup pintu hatinya.

Young Ja kemudian balik memberikan semangat pada Sung Jae untuk bisa melepaskan masa lalu, dan hidup untuk masa kini. Meski sulit, tapi perlahan Sung Jae mampu membuka hatinya kembali, dan memulai hidup barunya. Tapi mungkinkah hati Sung Jae bisa terbuka untuk Young Ja?

Saat tulisan ini dibuat, serial ini baru tayang beberapa episode. Dan sekilas, serial drama Start Again cukup menarik karena memberikan energi positif bagi para penonton untuk selalu berpikir dan bertindak positif. Dengan memandang hidup positif, segalanya jadi terasa indah, dan kita lebih bersemangat dalam menjalani hidup. Masalah serial ini terletak pada jumlah episodenya yang sangat banyak (120 episode). Apakah cerita drama-percintaan Young Ja dan Sung Jae yang dibuat sepanjang itu akan dapat menarik perhatian pemirsa? Kita lihat saja ....






NewerStories OlderStories Home