Tanggal 29 Januari 2016 kemarin, film eksyen-thriller berjudul Lost in The Pacific baru tayang serentak di Hong Kong dan China. Yang menarik dari film ini adalah film produksi kongsi China - Malaysia ini merupakan film sains-fiksi ilmiah pertama China yang akan menggunakan bahasa Inggris dalam keseluruhan dialog. Hal ini terbilang sangat tidak lazim, karena belum pernah China memproduksi film yang sepenuhnya menggunakan bahasa asing.


Selain itu, hal menarik lain dalam film ini adalah penggunaan orang non-China (Brandon Routh) sebagai Pemeran Utama. Hal ini - lagi-lagi - adalah satu hal yang tidak lazim dilakukan sineas China. Hal ini mungkin mereka lakukan dalam rangka menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang sudah diterapkan sejak Januari 2016 ini, sehingga China kini mencoba berbaur dengan dunia internasional dengan merilis film berbahasa asing.

Pemilihan Brandon Routh - sebagai Pemeran Utama - juga bukan tanpa alasan. Selain Routh pernah sukses membintangi film Superman Returns (2006), saat ini Routh pun sedang naik daun berkat peran superheronya yang lain (Atom) di serial televisi Legend of Tomorrow, sehingga diyakini para penonton akan melihat sosok "Super" dalam dirinya, dan menjadi magnet yang dapat menarik banyak penonton Hong Kong dan China untuk menyaksikan film ini.

 Film yang disutradarai Vinzent Zhou ini mengisahkan tentang penerbangan perdana yang dilakukan oleh sebuah pesawat komersial mewah, yang mana para penumpangnya adalah orang-orang kaya dan cukup berpengaruh di China. Di tengah penerbangan, pesawat tiba-tiba mengalami gangguan mesin, sehingga terpaksa mendarat darurat di sebuah pulau terpencil yang terletak di tengah Laut Pasifik.

Meski semua penumpang selamat, namun nyawa mereka justru berada di ujung tanduk, karena pulau tersebut ternyata ditinggali oleh banyak mahluk buas yang siap menghabisi mereka. Kehadiran 2 orang jagoan menembak misterius di pulau itu - yang tiba-tiba menolong para awak pesawat - justru dicurigai sebagai tipu-muslihat belaka. Siapakah kedua penembak itu? Akankah para penumpang akan selamat kembali lagi ke China?

Selain Brandon Routh, film ini pun diperani oleh Zhang Yuqi, Russell Wong, Vincent M. Ward, Dai Xiangyu Bernice Liu, dan Debbie Goh. Film berdurasi 90 menit ini dirilis dalam format 2D, 3D, dan 4DX.

Bagi penggemar manga dan anime, tentu sangat kenal - bahkan memuja - Death Note. Manga karya Tsugumi Ohba yang gambarnya dibuat Takeshi Obata ini adalah salah satu manga klasik yang melegenda hingga hari ini. Dirilis pertama kali di Weekly Shonen Jump bulan Desember 2003 dan berakhir bulan Mei 2006, Death Note sukses menjadi salah satu manga terlaris di masa itu.

Sejalan dengan kesuksesan manga-nya, Death Note kemudian dibuat anime bertotal 37 episode yang diproduksi Madhouse dan tayang di berbagai  televisi di Jepang tanggal 3 Oktober 2006 - 26 Juni 2007. Anime ini meraih kesuksesan yang luar biasa, sampai-sampai memiliki fan-base yang sangat besar di Jepang serta di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Death Note kemudian diadaptasi dalam live-action film sebanyak 3 seri (2 seri tayang tahun 2006, sedangkan seri terakhir - yang merupakan spin-off / sekuel tidak resmi - tayang 2008), dan 1 serial televisi, yang mana serial televisi bertotal 11 episode tersebut barusan tayang 5 Juli - 13 September 2015 silam di NTV.

Baru saja serial tersebut berakhir, beredar informasi kalau Death Note akan muncul lagi dalam bentuk film layar lebar. Ya... ini bukan hoax, karena saat ini versi terbaru film Death Note sedang dalam proses penyelesaian dan rencananya akan tayang 13 September 2016 mendatang.

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan dari film layar lebar Death Note ini, karena informasinya sangat minim dan nyaris tidak diekspos oleh NTV (Nippon Television Network), produser film tersebut. Namun beberapa informasi yang penting yang bisa saya bocorkan adalah : Film Death Note terbaru ini akan merupakan sekuel dari dwilogi film Death Note yang dirilis tahun 2006 silam, dengan alur cerita yang sama sekali baru.

Seperti informasi di awal, Death Note versi layar lebar pertama kali dirilis tahun 2006 dan dirilis dalam 2 seri dengan jadwal tayang yang berdekatan : Death Note (tayang : 17 Juni 2006) dan Death Note 2 : The Last Name (tayang : 28 Oktober 2006). Kedua seri tersebut mengisahkan tentang perseteruan dan adu kecerdikan antara Light Yagami (diperani Tatsuya Fujiwara) dan L (Kenichi Matsuyuma).

Dikisahkan dalam 2 seri Death Note tersebut, Light Yagami adalah seorang mahasiswa yang secara "tidak sengaja" menemukan Death Note, sebuah buku milik Shinigami (Iblis Penguasa Neraka) bernama Ryuk (disuarakan Shidou Nakamura). Siapapun yang menggunakan buku itu dapat membunuh siapapun hanya dengan menuliskan nama orang itu di buku tersebut. Awalnya Light menggunakan buku itu untuk membunuh para kriminal. Aksi pembunuhan yang dilakukannya membuat Light menjadi terkenal dan mendapat julukan sebagai seorang pembunuh berantai bernama "Kira".

Ki-Ka : L (Kenichi Matsuyuma), Light Yagami (Tatsuya Fujiwara), & Misa (Erika Toda)
Meski tujuannya baik, tetapi aksi ini tidak dapat dibenarkan, sehingga interpol meminta bantu L, seorang detektif eksentrik untuk mencari tahu keberadaan "Kira". Dari penyelidikannya, L berhasil mengetahui kalau Light adalah "Kira" yang sebenarnya. Namun perhatiannya sempat ketika terjadi lagi sebuah pembunuhan misterius yang dilakukan oleh orang lain yang mengaku bernama "Kira". Ternyata pelakunya adalah Misa (Erika Toda), seorang model dan artis yang jatuh hati pada Light Yagami. Misa ternyata juga memiliki Death Note lain yang didapatnya dari Shinigami bernama Rem (disuarakan Shinnosuke Ikehata).

Dengan menggunakan taktik yang luar biasa jenius, L berhasil mengadu-domba Light dan Misa, membuat mereka akhirnya mengungkapkan jati diri "Kira" yang sebenarnya. L berhasil menangkap Misa dan melumpuhkan Light. Light kemudian tewas, setelah Ryuk menuliskan nama Light di Death Note miliknya. Sementara L sendiri meninggal 20 hari kemudian, karena menuliskan namanya sendiri di Death Note saat mengelabui Light.

Nah, seri ketiga dari Death Note yang dirilis September 2016 mendatang akan mengisahkan kejadian beberapa tahun pasca kejadian di dua seri Death Note tersebut. Tepatnya tahun 2016, sekelompok teroris melancarkan teror mereka di seluruh dunia. Selain bom dan aksi terorisme fisik lainnya, teror juga dilancarkan di dunia maya, yang menambah kepanikan masyarakat. Di tengah kekacauan itu, 6 Shinigami membuang Death Note mereka ke dunia. Tujuannya tidak lain adalah membuat kekacauan di dunia.

Menyadari keberadaan Death Note kembali di dunia, Interpol menggunakan teknologi masa kini - dengan mengekstrak DNA - untuk melahirkan L kembali, dan berharap dia dapat membantu melacak keberadaan 6 buku Death Note tersebut. Di pihak lain, ada sekelompok pendukung "Kira" yang juga melakukan hal yang sama untuk menghidupkan Light Yagami kembali, dan berharap Light dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman dengan menghabisi para kriminal, seperti yang dilakukannya beberapa tahun silam. Kini, kedua musuh besar itu hidup kembali dan saling beradu kecerdasan lagi. Siapa yang kini akan jadi pemenang?


Sutradara film ini adalah Shinsuke Sato, yang tidak lain adalah sutradara ternama Jepang yang baru-baru ini sukses mengadaptasi anime Gantz dan Toshokan Senso ke film layar lebar. Belum ada konfirmasi mengenai para pendukung film ini. Tetapi banyak orang berspekulasi kalau Tatsuya Fujiwara dan Kenichi Matsumaya akan tampil kembali memerani karakter Light Yagami dan L kembali.

Akankah seri terbaru Death Note ini akan sama suksesnya dengan seri-seri Death Note sebelumnya? Kita tunggu saja kehadiran film keren ini September 2016 nanti .....


Setelah menunggu lama, akhirnya serial klasik yang legendaris ini tayang kembali. Tepatnya tanggal 24 dan 25 Januari 2016 kemarin, saya berkesempatan menonton 2 seri perdana dari mini seri The X-Files yang tayang simultan di televisi Amerika Serikat. Mini seri ini akan terdiri dari 6 episode, yang mana kesemua episodenya akan tayang 1 episode setiap minggu hingga tanggal 22 Februari 2016 mendatang.


Mini seri kreasi Chris Carter yang masih diperani David Duchovny, Gillian Anderson, dan Mitch Pileggi melanjutkan cerita Season Terakhir The X-Files yang berakhir tahun 2002 silam. Dikisahkan 14 tahun setelah Divisi The X-Files ditutup, Fox Mulder (Duchovny) dan Dana Scully (Anderson) telah melanjutkan hidup mereka. Mulder diam-diam masih menyimpan obsesi untuk menemukan adiknya yang diculik Mahluk Ruang Angkasa, sedangkan Dana sendiri telah pensiun dari FBI dan bekerja sebagai dokter di sebuah rumah sakit.

Satu ketika, mereka dihubungi kembali oleh Walter Skinner, Asisten Direktur FBI yang juga mantan atasan mereka dulu. Skinner menginginkan mereka menemukan seorang pembawa acara sebuah acara televisi Online bernama Tad O'Malley (Joel McHale) yang punya cerita yang berhubungan dengan apa yang pernah mereka tangani 14 tahun silam.

O'Malley membawa Fox dan Dana menemui Sveta (Annet Mahendru), seorang remaja yang mengaku pernah diculik Alien dan dipaksa mengembangkan embrio mahluk ruang angkasa tersebut di dalam tubuhnya. Penelitian Dana belakangan mengungkapkan kalau - akibat adanya embiro Alien dalam tubuhnya - Sveta mengalami perubahan DNA di mana dia punya kemampuan membaca pikiran dan menggerakkan benda lewat pikirannya.

Di lain pihak, Fox kemudian menemukan kalau diam-diam Pemerintah Amerika Serikat telah mengembangkan teknologi Alien menjadi teknologi canggih yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Lewat teknologi ini, Pemerintah dapat melakukan konspirasi penguasaan dunia dengan menyerang negara-negara di dunia ini, kemudian menuduh Alien sebagai pelaku serangan tersebut. Dengan menebar ketakutan, manusia dengan mudah dapat dikendalikan, dan dikuasai.

O'Malley berniat menghentikan konspirasi itu. Tapi sebelum dia berbuat lebih banyak, Pemerintah sudah bergerak lebih cepat. Mereka melenyapkan O'Malley dan Sveta, serta menghancurkan semua bukti mengenai keberadaan senjata teknologi Alien tersebut, sehingga Fox dan Dana tidak punya bukti untuk membongkar rencana Pemerintah tersebut. Hal inilah yang kemudian memicu keinginan Fox dan Dana untuk menghidupkan The X-Files kembali, terutama setelah Skinner mendukung keinginan mereka.

Due episode pertama mini seri The X-Files tayang tanggal 24 dan 25 Januari 2015. Kedua episode itu disambut meriah oleh para fans mereka yang telah menantikan kehadiran The X-Files selama 14 tahun terakhir ini. Hal ini dibuktikan dari jumlah penonton yang mencapai lebih dari 16 juta orang, dan itu hanya di Amerika Serikat saja.

Demi mempertahankan orisinilitas dan nuansa nostalgia, mini seri The X-Files menggunakan lagu tema dan sekuens pembuka yang sama persis dengan seri-seri The X-Files sebelumnya. So... buat Anda yang rindu Fox Mulder dan Dana Scally, inilah saatnya Anda melepaskan rasa kangen pada kedua Agen FBI ini.



TENTANG "THE X-FILES"
Anda dipastikan adalah salah seorang remaja Generasi 90-an jika tahu serial "The X-Files". Ya, serial ini pertama kali dirilis tahun 1993 dan tayang rutin tiap minggu di Amerika Serikat hingga tahun 2002 dengan total 9 Season dan 220 episode. Serial ini pun sempat tayang rutin di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia sebanyak 7 Season (tahun 1993 - 2000). Sepanjang masa penayangannya, serial ini meraih popularitas luar biasa. Bahkan sakin fenomenalnya, serial The X-Files masih memiliki banyak fans fanatik (termasuk saya) hingga hari ini.

Secara umum, serial kreasi Chris Carter ini mengisahkan tentang sebuah Divisi FBI bernama The X-Files, yang mana divisi tersebut "bertugas" untuk menyidiki hal-hal misterius yang berhubungan dengan kejadian paranormal atau hal misterius yang tidak dapat dijelaskan secara logika. Di awal pembentukannya, divisi ini hanya terdiri dari 2 orang : Fox Mulder (diperani David Duchovny) dan Dana Scully. Keberadaan divisi ini pun awalnya disepelekan dan dicibir banyak orang, lantaran dianggap menyidiki kasus-kasus absurb dan irrasional.  Namun setelah menyidiki beberapa kasus supranatural dan misterius, Fox dan Dana berhasil menemukan adanya konspirasi tingkat tinggi yang dilakukan oleh beberapa orang pejabat Pemerintah Amerika Serikat, terutama dalam hal penemuan mahluk ruang angkasa atau UFO.

Setelah mengetahui adanya konspirasi tersebut, Fox semakin bersemangat dan terus menginvestigasi sampai sangat mendalam. Hal ini dilakukannya, karena Fox terobsesi untuk menemukan adiknya, Samantha Murder, yang diculik Aliens saat berusia 12 tahun.

Guna menghalang-halangi penyidikan Fox dan Dana, FBI memposisikan kedua agen itu di bawah supervisi Asisten Direktor FBI Walter Skinner (Mitch Pileggi). Awalnya, keberadaan Skinner sangat menghambat ruang gerak Fox dan Dana. Namun belakangan, diam-dim Skinner justru mendukung kedua stafnya itu untuk menyidiki kasus konspirasi itu. Bahkan dia mempertaruhkan jabatan dan nyawanya demi melindungi Fox dan Dana.

Akibat aksi Fox dan Dana yang membahayakan banyak pejabat Pemerintahan yang ikut andil dalam konspurasi, mereka berdua disingkirkan dan posisinya digantikan John Doggett (Robert Patrick) dan Monica Reyes (Annabeth Gish). Pada saat itu, Mulder menghilang, dan FBI menurunkan pasukan untuk melacak keberadaan Fox. Dana sendiri akhirnya memutuskan untuk ikut melarikan diri dan kabur, setelah menyadari nyawanya terancam.

Di akhir Season 9, Divisi The X-Files akhirnya secara resmi ditutup dan dibubarkan oleh Pemerintah. Fox dan Dana masih dikejar-kejar tentara Pemerintah yang ingin membungkam mereka, sehingga Fox dan Dana memutuskan untuk bersembunyi berpindah-pindah,

Meski sebagian besar The X-Files mengisahkan tentang konspirasi Pemerintah Amerika Serikat yang menutup rapat-rapat kasus penemuan UFO, cerita serial ini tidak melulu tentang mahluk ruang angkasa tersebut. Banyak cerita lain yang dimunculkan sebagai selingan agar serial ini tidak "berat-berat amat". Beberapa di antaranya misalnya adanya kasus manusia dengan kekuatan supranatural, misteri kemunculan mahluk tidak kasat mata, dan lain sebagainya.

Selain dibuat dalam serial televisi, The X-Files juga diadaptasi ke dalam layar lebar. Setidaknya sudah ada 2 seri film layar lebar yang dibuat, yaitu The X-Files : Fight The Future (1998) dan The X-Files : I Want to Believe (2003) di mana kedua film ini sukses luar biasa. Selain itu, The X-Files juga diadaptasi dalam bentuk komik, dan 2 spin-off serial televisi : The Lone Gunmen dan Millenium.



Februari adalah bulan cinta. Karena itu, film yang dirilis bulan ini nyaris semuanya drama dan komedi. Meski demikian, tidak berarti film yang akan kita tonton di bulan Februari nanti adalah film-film yang penuh tangis, air mata, dan mengharu-biru. Banyak juga yang ternyata asyik untuk ditonton.

Dan berikut ini adalah film-film yang cukup menarik untuk kita tunggu kehadirannya di bulan Februari 2016 nanti....

1. HAIL, CAESAR !
Tangal Rilis    : 5 Februari 2016
Sutradara        : Joel & Ethan Coen
Pemeran         : Josh Brolin, George Clooney, Ralph Fiennes, Scarlett Johansson, Chaning Tatum

Bulan Februari akan diawali dengan perilisan film komedi yang banyak diperani aktor dan aktris papan atas Hollywood ini. Dengan sutradara Coen Bersaudara (Joel & Ethan Coen) yang terkenal sebagai sutradara spesialis film komedi super-kocak, bisa dipastikan film ini benar-benar bisa bikin penonton ngakak hingga sakit perut.

Bersetting tahun 1950, Eddie Mannix (Brolin) adalah seorang "Fixer" (orang yang bertugas membereskan masalah dan menutupi skandal yang dilakukan artis) yang satu ketika mendapat tugas untuk menyidiki kasus hilangnya beberapa artis pendukung film Hail, Caesar! yang sedang diproduksi saat itu. Dan salah satu artis yang hilang adalah Baird Whitlock (Clooney), yang merupakan artis papan atas waktu itu. Dari penyidikannya, Mannix menemukan adanya kelompok bernama The Future yang melakukan penculikan itu.

Ketika mengetahui Mannix sedang melacak mereka, The Future melayangkan tuntutan tebusan US$ 100,000 untuk pembebasan Whitlock, dan tebusan harus dibayar dalam waktu yang sangat singkat. Terpaksalah Mannix harus putar otak untuk mencari dana sebesar US$ 100,000 tersebut, sembari mencari tahu keberadaan The Future.



2. PRIDE AND PREJUDICE AND ZOMBIES
Tangal Rilis    : 5 Februari 2016
Sutradara        : Burr Steers
Pemeran         : Lily James, Sam Riley, Jack Huston, Doublas Booth, Matt Smith, Charles Dance

Film yang mirip dengan judul novel karya Jane Austen (Pride & Prejudice) ini sebenarnya merupakan adaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Novelis Seth Grahame-Smith. Cerita novel itu sendiri merupakan parodi dari novel karya Jane Austen tersebut.

Dikisahkan pada abad 19, sebuah wabah penyakit misterius menyebar di Inggris dan mengubah para penduduk menjadi zombi yang haus darah. Untuk menyelamatkan penduduk Inggris, Elizabeth Bennet (Lily James) - seorang ahli bela diri dan senjata - bersama Mr Darcy (Sam Riley) - seorang pria sok jagoan - harus bahu-membahu untuk berjuang melawan para zombi, serta mencari obat penangkal wabah tersebut. Dari yang semula saling memusuhi, lambat-laun Bennet dan Mr Darcy menemukan cinta sejati di antara mereka.



3. DEADPOOL
Tangal Rilis    : 12 Februari 2016
Sutradara        : Tim Miller
Pemeran         : Ryan Reynolds, Morena Baccarin, Ed Skrein, T.J. Miller, Gina Carano

Ini adalah karakter superhero terbaru dari Marvel Comics yang diangkat ke layar lebar. Awalnya, film ini akan dibuat sebagai salah satu seri dari X-Men, namun kemudian diputuskan untuk merilis film ini tanpa embel-embel "X-Men".

Wade Wilson (Reynolds) adalah seorang tentara yang mengidap kanker stadium akhir dan kemungkinan hidupnya sudah sangat kecil. Karena itu, ketika dia ditawari untuk menjadi kelinci percobaan eksperimen mutasi regenerasi, Wilson setuju menerimanya. Pasca percobaan, penyakit Wilson sembuh. Tidak hanya itu, dia pun memiliki kekuatan luar biasa, bahkan mampu menyembuhkan dirinya dengan cepat.

Masalahnya, pasca percobaan itu pula, Wilson mengalami perubahan pada wajahnya, dan pikirannya menjadi kacau. Setelah melengkapi dirinya dengan senjata dan seragam yang menutupi wajahnya, Wilson berubah menjadi sosok Deadpool, dan mengejar orang yang dianggap bertanggung jawab telah menghancurkan hidupnya : Ajax (Ed Skrein), salah seorang anggota program Weapon X.



3. ZOOLANDER NO. 2
Tangal Rilis    : 12 Februari 2016
Sutradara        : Ben Stiller
Pemeran          : Ben Stiller, Owen Wilson, Will Ferrell, Penelope Cruz, Fred Armisen

Zoolander adalah film komedi rilisan tahun 2001 yang pernah mengangkat nama Ben Stiller sebagai komedian papan atas, bersaing ketat dengan Adam Sandler. Meski namanya masih tetap berkibar di dunia hiburan Hollywood, tapi sepertinya Stiller ingin memberikan apresiasi terhadap film yang pernah membesarkan namanya itu. Karena itu, dalam rangka memperingati 15 tahun perilisan Zoolander yang pertama, Stiller merilis Zoolander No. 2 di tahun ini.

Ceritanya melanjutkan cerita di seri pertamanya. Setelah 15 tahun pasca kejadian memalukan di peragaan busana di Malaysia, Derek Zoolander (Stiller) telah pensiun dari dunia model dan hidup aman-damai-tentram di Amerika Serikat. Namun ketenangannya terusik ketika banyak selebritis dan artis yang tewas dibunuh. Anehnya, kesemua korban meninggal dengan ekspresi wajah "Blue Steel" yang merupakan ciri khas Zoolander.

Menyadari adanya keterkaitan kasus pembunuhan dengan mantan model itu, interpol kemudian merekrut Derek Zoolander dan Hansel McDonald (Owen Wilson) - sahabat Zoolander - untuk menyidiki kasus tersebut. Interpol kemudian menemukan petunjuk kalau pelaku kejahatan merupakan orang yang cukup berpengaruh di dunia modeling dan fashion. Karena itu, Zoolander dan McDonald pun kembali masuk ke dunia yang telah mereka tinggalkan 15 tahun silam tersebut.

Masalah kemudian bertambahn ketika Jacobim Mugatu (Will Ferrell), saingan Zoolander, baru terbebas dari penjara, dan mengejar Zoolander untuk membalas dendam.

Film ini cukup menarik karena ada artis Justin Bieber, Arianna Grande, dan Mika yang akan tampil sebagai cameo di film itu sebagai diri mereka sendiri. Keren banget....



4. RISEN 
Tangal Rilis    : 19 Februari 2016
Sutradara        : Kevin Reynolds
Pemeran         : Joseph Fiennes, Tom Felton, Peter Firth, Cliff Curtis

Sebelumnya, film ini berjudul Ressurection. Namun beberapa saat sebelum perilisan, film ini berganti judul menjadi Risen.

Dikisahkan pada masa Kerajaan Romawi Kuno, seorang prajurit terbaik dan tercerdas Romawi bernama Clavius (Joseph Fiennes), mendapat tugas dari Pontius Pilatus (Peter Firth) untuk menyidiki kabar burung yang menyebutkan Mesias orang Yahudi yang bernama Yeshua (Cliff Curtis) telah bangkit dari kematian.

Pontius Pilatus sangat yakin kalau kabar itu sengaja disebarkan para pengikut Yeshua untuk membangkitkan semangat pemberontakan bangsa Yahudi pada Kerajaan Romawi. Untuk itu dia juga memerintahkan Clavius untuk menemukan jenazah Yeshua agar dapat mempermalukan bangsa Yahudi, sekaligus menekan pertumbuhan pengikut Yeshua di Yerusalem yang saat itu melonjak cukup signifikan setelah 40 hari pasca berita kebangkitan Yeshua menyebar.

Bersama pasukannya, Clavius menyidiki berita kebangkitan Yeshua tersebut. Tapi semakin dalam dia menyidiki, semakin banyak fakta yang membuktikan kalau Yeshua benar-benar bangkit dari kubur dan hidup kembali. Fakta inilah yang kemudian mengubah iman Clavius dan menjadi salah satu pengikut Yeshua yang setia.

Awalnya, pada tahun 2013, film ini rencananya dibuat sebagai sekuel film The Passion of The Christ (2004) dan diberi judul The Resurrection of Jesus Christ. Ceritanya sendiri berfokus pada 40 hari kehidupan Yesus setelah bangkit. Namun kemudian ceritanya diubah dan genrenya pun menjadi thriller-misteri.



6. GODS OF EGYPT
Tangal Rilis    : 26 Februari 2016
Sutradara        : Alex Proyas
Pemeran         : Nicolaj Coster-Waldau, Brenton Thwaites, Elodie Yung, Gerald Butler, Geofrey Rush

Jika biasanya Hollywood banyak mengangkat cerita mitologi Yunani, maka kali ini mereka mengangkat cerita mitologi Mesir. Film ini dibuat secara kolosal dengan bujet pembuatan lebih dari US$ 140 juta, dan akan dirilis dalam format 2D, RealD 3D, dan IMAX 3D.

Dikisahkan pada zaman dahulu kala di Tanah Mesir, Dewa Kegelapan Set (Gerald Butler) turun ke dunia dan mengambil alih kerajaan Mesir. Dengan kekuasaan yang dimilikinya, Set berniat menguasai dunia.

Untuk mencegah rencana jahat Set, seorang prajurit bernama Bek (Thwaites) bersekutu dengan Dewa Horus (Waldau) guna menyelamatkan umat manusia di bumi.




7. TRIPLE 9
Tangal Rilis    : 26 Februari 2016
Sutradara        : John Hillcoat
Pemeran         : Casey Affleck, Chiwetel Ejiofor, Anthony Mackie, Aaron Paul, Kate Winslet

Dan sebagai film penutup bulan Februari 2016 adalah film Triple 9, sebuah film aksi-seru bertutur tentang perampokan.

Sekelompok polisi korup yang bekerja sama dengan sekelompok kriminal terlibat masalah dengan Mafia Rusia. Mereka diperas mafia dan para polisi tersebut diancam akan dilaporkan ke Atasan mereka, jika tidak mau menuruti keinginan Mafia Rusia : merampok sebuah bank super-ketat yang mustahil untuk ditembus. Kalau pun bisa ditembus, maka dapat dipastikan mereka tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari sana.

Para polisi korup dan kelompok kriminal kemudian membuat rencana pelarian yang sama mustahilnya : Mereka akan membunuh salah seorang polisi korup yang bersama mereka, lalu menghubungi polisi dengan kode 999 (yang berarti "ada rekan polisi yang terbunuh pelaku kejahatan") untuk meminta bantuan. Ketika bantuan datang, mereka akan menyelinap keluar tanpa diketahui oleh para polisi.

Tapi diam-diam para polisi korup juga membuat rencana untuk menghabisi semua anggota kriminal itu setelah berhasil kabur dari bank itu, dan menguasai uang hasil rampokan. Berhasilkah rencana mereka?


Dalam produk hiburan - entah itu novel, film, komik, video game, maupun produk hiburan lain - dikenal istilah "Plot Twist", yang berarti sebuah perubahan radikal yang terjadi pada plot atau alur cerita. Perubahan ini biasanya terjadi di bagian menjelang akhir cerita, sehingga dikenal juga dengan istilah "Surprise Ending". Di dunia film, "Plot Twist" adalah hal normal - bahkan sangat lazim - diterapkan di film-film masa kini. Metode ini dibuat agar para penonton tidak terlalu mudah menebak alur cerita sebuah film, sehingga film yang mereka tonton menjadi lebih menarik dan menantang kemampuan analisa penonton.

Banyak penonton menikmati film "Plot Twist" karena film demikian merangsang penonton untuk berpikir kritis dan tidak hanya pasif saat menonton. Ada berbagai jenis dan metode "Plot Twist" yang digunakan dalam film. Salah satu jenis "Plot Twist" yang paling saya sukai adalah jenis "Red Herring".

"Red Herring" adalah metode plot film yang menggiring para penonton mengira alur filmnya adalah seperti demikian, padahal setelah mendekati akhir, barulah para penonton menyadari kalau alur sebenarnya tidak seperti yang mereka kira. Metode "Plot Twist" jenis ini sangat menarik karena selalu berhasil mengecoh penonton sejak awal film, dan penonton sama sekali tidak menyadari hal itu hingga menjelang akhir film.

Karena teknik ceritanya yang selalu berhasil mengecoh para penonton, saya selalu menyebut film-film demikian dengan istilah "Film Cerdas".

Berikut ini adalah beberapa "film cerdas" (versi saya) yang wajib ditonton lebih dari sekali, karena plotnya yang bikin penasaran, meski penonton sudah tahu jalan cerita sebenarnya. Film apa sajakah itu?


1. NOW YOU SEE ME (2013)
Sulit mencari kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kekaguman saya pada film garapan sutradara Louis Leterrier ini. Diperani Jesse Eisenberg, Mark Ruffalo, Woody Harrelson, Isla Fisher, Dave Franco, Michael Caine, dan Morgan Freeman, film ini merupakan film cerdas yang luar biasa dasyat dengan alur cerita yang tidak terduga sama sekali dan tidak terbayangkan oleh penonton.

Film ini mengisahkan 4 pesulap jenius yang dikenal dengan sebutan The Four Horsemen. Keempatnya adalah : Daniel "Danny" Atlas (Eisenberg), Merritt McKinney (Harrelson), Henley Reeves (Fisher), dan Jack Wilder (Franco). Mereka berempat menjadi incaran polisi dan interpol setelah dituduh melakukan trik perampokan bank di Perancis,  padahal di saat bersamaan mereka melakukan pertunjukan di Las Vegas dan ditonton banyak penonton.

Cerita pun bergulir dengan sangat cepat, di mana The Four Horsemen kemudian melakukan perampokan kembali dan membuat mereka semakin diburu para polisi.

Film ini dengan cerdas mengarahkan para penonton untuk "mengira" kalau ceritanya hanya akan mengisahkan kucing-kucingan seru antara The Four Horsemen dengan para polisi. Nyatanya cerita sebenarnya jauh lebih mengejutkan dari itu. Bahkan para penonton akan makin terkejut setelah menuntaskan tontonan film ini, karena cerita sebenarnya bukanlah seperti yang kita duga di awal cerita. Belum lagi ditambah dengan fakta-fakta trik sulap yang makin bikin penonton geleng-geleng kepala.

Kehebatan film Now You See Me "menipu" penonton berbuah manis, karena film ini sukses besar dengan mengantongi pendapatan hingga US$ 351,7 juta (padahal dibuat dengan dana US$ 75 juta). Atas prestasinya, film ini telah dibuat sekuelnya dan akan tayang 10 Juni 2016 mendatang. Sebagai informasi, di sekuel Now You See Me akan ada aktor dan penyanyi Jay Chou serta aktor Inggris Daniel Radcliffe (pemeran Harry Potter) yang akan turut bermain.



2. SAW (2004)
Buat saya ini adalah film yang sangat luar biasa keren. Dibuat dengan sangat sederhana (mayoritas lokasi shooting hanya di dalam ruangan tertutup, dengan 2 orang di dalamnya), film yang dibuat dengan dana US$ 1.2 juta ini nyatanya laku keras dan membuatnya meraup keuntungan hingga US$ 103.9 juta dan menjadikannya fenomenal di dunia film. Pasca kesuksesannya, film ini kemudian dibuat sekuelnya hingga 6 seri dan semuanya laku keras.

Film arahan Sutradara James Wan ini diawali dengan adegan seorang fotografer bernama Adam Stanheight (Leight Whannell) yang terbangun dan menemukan dirinya terborgol di sebuah bath-tub. Tidak jauh darinya ada seorang dokter bernama Lawrence Gordon (diperani Cary Elwes) yang juga terborgol. Dan tidak jauh dari mereka terdapat seonggok mayat berwajah rusak. Mereka kemudian menyadari kalau mereka terkurung di dalam sebuah ruangan.

Sepanjang film, mereka akan menemukan banyak petunjuk serta informasi yang muncul di sebuah televisi yang berada di dalam ruangan tersebut. Informasi itu perlahan menguak masa lalu kedua orang itu, serta alasan penyekapan mereka.

Sebenarnya jawaban teka-teki dan misteri film ini sudah dipaparkan di menit-menit awal. Tapi hebatnya, Sutradara James Wan justru dengan cerdas mengarahkan para penonton untuk menebak-nebak apa yang akan terjadi pada kedua orang tersebut, sehingga konsentrasi penonton terus terfokus pada kedua orang yang terjebak di dalam ruang tersebut, dan tidak punya kesempatan untuk mengamati sekeliling ruang tersebut.



3. IDENTITY (2003)
Bagi penggemar Agatha Christie, tentu pernah membaca novelnya yang berjudul 10 Anak Negro (... And Then There Were None). Novel ini menjadi salah satu bacaan favorit saya karena mengetengahkan kasus pembunuhan yang terjadi pada 10 orang yang kesemuanya terjebak di satu tempat, di mana pelaku pembunuhan tersebut justru adalah salah satu dari ke-10 orang itu. Nah, film garapan Sutradara James Mangold ini pun mengangkat tema serupa, namun dengan cara yang sama sekali berbeda dan mengejutkan.

Diperani John Cusack, Ray Liotta, Amanda Peet, Alfred Molina, dan Rebecca De Mornay, film ini mengetengahkan tentang 10 orang yang terjebak di dalam sebuah motel di daerah terpencil di Nevada. Saat itu hujan badai sehingga mereka harus bermalam di hotel tersebut, Tidak lama, satu-persatu orang yang ada di motel tersebut tewas. Kepanikan mulai merebak. Masing-masing dari mereka mulai mencurigai satu dengan yang lain. Dan mereka harus segera menemukan pembunuh sebenarnya, sebelum nyawa mereka dihabisi olehnya.

Hebatnya, sepanjang film para penonton terus digiring untuk menebak-nebak "Siapa Pelaku Pembunuhan Sebenarnya", tanpa menyadari kalau cerita sebenarnya bukan tentang itu.

Jika film Saw telah menampilkan petunjuk dan jawaban teka-teki di menit-menit awal film, film ini justru lebih ekstrim lagi : Petunjuk teka-teki film ini sudah terpajang jelas di poster film. Jadi sebelum menonton film ini pun sebenarnya penonton sudah disodorkan jawabannya yang terlihat jelas di poster film. Saya pun tidak menyadari hal itu sampai saya membaca buku psikologi yang membahas tentang Rorschach Test. Dari sanalah saya kemudian menyadari jawaban film Identity yang ada di poster. Apakah Anda menemukannya?



4.HAUTE TENSION (2003)
Film produksi Perancis ini dirilis dalam beberapa judul di luar Perancis : High Tension (Amerika Serikat dan negara lain) serta Switchblade Romance (Inggris). Film yang disutradarai Alexandre Aja dan diperani Cecille de France, Maiwenn, serta Philippe Nahon ini adalah film thriller yang super sadis, sehingga banyak adegannya yang terpaksa dipotong saat dirilis (Anda bisa menonton versi utuhnya dengan membeli DVD Haute Tension yang dirilis di Perancis). Meski demikian, film ini tetap meraih kesuksesan luar biasa di dunia dan mengangkat nama Sutradara Alexandre Aja menjadi Sutradara Internasional Spesialis Film Horor Sadis. Hal yang sama juga diraih Cecile de France dan Maiwenn - dua pemeran utama film ini - yang sontak terkenal secara internasional berkat film ini.

Dikisahkan dua orang wanita muda - Marie (Cecile de France) dan Alex (Maiwenn) - melakukan perjalanan ke rumah orang tua Alex di pedesaan terpencil untuk berlibur dan belajar. Tanpa mereka ketahui, di daerah itu ada seorang pembunuh psikopat yang berkeliaran dan mencari mangsa. Sang pembunuh selalu memenggal kepala korbannya (yang rata-rata wanita), lalu menggunakan kepala itu untuk (maaf) masturbasi.

Tengah malam, ketika semua orang di dalam rumah Alex telah tertidur lelap, Marie terbangun karena terdengar suara ribut-ribut. Saat keluar dari kamarnya, dia menemukan orang tua Alex telah dibantai oleh sang psikopat dengan cara yang keji dan super sadis. Alex sendiri dibawa oleh sang psikopat untuk kemudian dibunuh di tempat lain. Demi menyelamatkan temannya, Marie diam-diam mengikuti sang psikopat, dan mencari kesempatan untuk bisa menghabisi pembunuh itu.

Dalam membuat film ini, saya perlu mengacungi 4 jempol pada Sutradara Alexandre Aja dan mengatakan dia sebagai Sutradara yang cerdas sekali. Semua adegan diaturnya dengan sangat rapi, dan berhasil mengecoh penonton berpikir seolah-olah film ini bercerita tentang pengejaran psikopat yang dilakukan Marie. Cerita sebenarnya baru terkuak 15 menit menjelang akhir film dengan cara yang cukup brutal, membuat penonton tidak saja kaget, tetapi juga termuntah-muntah karena adegan sadis berdarah-darah yang ditampilkan.

Jika Anda seorang penonton kritis tapi juga senang menonton film yang dipenuhi adegan sadis, maka film ini adalah film yang sangat cocok untuk Anda.



5. UNKNOWN (2011)
Film arahan sutradara Jaume Collet-Serra yang diperani Liam Neeson, January Jones, Diane Kruger, dan Frank Langella ini awalnya berjalan layaknya film drama biasa. Dr Martin Harris (Neeson) dan istrinya, Liz (Jones), baru tiba di Berlin untuk menghadiri Pertemuan Tahunan Biotecknologi. Namun baru tiba di hotel, Liam menyadari tasnya tertinggal di Bandara. Ketika mengambil tas dengan mengendarai taksi, dia mengalami kecelakaan lalu-lintas dan mengalami koma selama 4 hari.

Setelah sadar dari koma, saat itulah Dr Martin Harris menyadari kalau identitasnya telah diambil orang lain. Istrinya pun tidak mengenal dirinya, dan semua identitas jati dirinya pun telah berganti. Dari sanalah dia kemudian mencari tahu, siapa yang telah mengambil identitasnya dan bagaimana dirinya seolah menjadi orang yang tidak pernah "lahir" di bumi ini. Namun semakin dalam menyelidiki, Dr Martin Harris semakin menemukan fakta-fakta mengejutkan yang mengubah semua hal yang dia ketahui tentang dirinya sendiri.

Banyak orang berpikir kalau film ini bercerita tentang kasus pencurian identitas. Dan memang inilah yang sengaja dibangun oleh Sutradara Jaume Collet-Serra sejak awal film. Para penonton diarahkan untuk "mngira" kalau film ini bercerita tentang Dr Martin Harris yang mencoba mengambil kembali identitasnya yang telah dicuri oleh orang lain (sama seperti yang terjadi di film The Net yang diperani Sandra Bullock pada tahun 1993 silam). Tapi setelah menonton hingga tiga-perempat film, para penonton baru disajikan fakta yang jauh lebih mengejutkan di mana kasus sebenarnya jauh lebih hebat dari itu.

Film produksi Inggris-Jerman- Perancis ini mendapat respon yang positif, dan meraup keuntungan hingga lebih dari US$ 136 juta (padahal dibuat dengan dana US$ 30 juta).



6. THE OTHERS (2001)
Film horor ini adalah salah satu dari sebagian kecil film horor cerdas yang saya sukai, dan telah saya tonton lebih dari 10 kali. Disutradarai Alejandro Amenabar, film ini diperani Nicole Kidman dan Fionnula Flanagan. Kehebatan dan kecerdasan film ini dibuktikan dengan raihan berbagai penghargaan perfilman internasional (8 Goya Awards, 3 Saturn Awards, dan berbagai nominasi seperti Golden Globel, dan BAFTA) yang menjadikan film ini sebagai Film Bergenre Horror dan Film Non-Hollywood Pertama yang meraih penghargaan-penghargaan prestise tersebut.

Bersetting Pasca Perang Dunia Kedua (sekitar tahun 1945), Grace Stewart (Nicole Kidman) adalah wanita penganut ajaran Katolik yang tinggal di sebuah rumah terpencil di British Crown Dependency di New Jersey, Amerika Serikat. Di dalam rumah, dia tinggal bersama dua orang anaknya - Anne (Ajakina Mann) dan Nicholas (James Bentley) - serta 3 orang asisten rumah tangga : Mrs Bertha Mills (Fionnula Flanagan), Edmund Tuttle (Eric Sykes), dan Lydia (Elaine Cassady). Di dalam rumah itu, Grace merasakan banyak hal aneh di dalam rumah, dan merasa kalau rumah mereka ada penunggunya.

Selain itu , Grace pun merasakan kejanggalan pada ketiga asisten rumah tangganya yang makin hari makin bertingkah aneh, membuatnya merasa rumah tersebut ada "penunggu" yang mencoba mengganggu ketenangan hidupnya.

Sepanjang 104 menit durasi film, Penonton memang dibuat percaya dengan apa yang dirasakan Grace. Hingga 5 menit menjelang film berakhir, penonton baru dikejutkan dengan fakta bahwa keseluruhan cerita film ini justru berlawanan dengan apa yang Grace rasakan tersebut.



7. BRAKE (2012)
Film arahan Sutradara Gabe Torres ini merupakan film cerdas selanjutnya yang dengan cerdas memainkan persepsi para penonton lewat dialog yang secara "tunggal" dilakukan oleh aktor Stephen Dorff sepanjang film berdurasi 92 menit ini.

Ceritanya sangat sederhana : Jeremy Reins (Dorff) adalah seorang Agen Rahasia Amerika Serikat yang bertugas mengawal Presiden. Satu ketika dia mendapati dirinya terbangun di dalam sebuah kotak kaca sempit yang ditempatkan di dalam bagasi mobil yang gelap. Di dalam kotak tersebut terdapat penunjuk waktu yang angkanya bergerak mundur, yang diasumsikan Reins sebagai pengatur waktu aktivasi bom yang ditanam di mobil tempatnya berada.

Satu-satunya orang yang bisa berkomunikasi dengannya adalah seorang "korban penculikan" lain yang berada di mobil lain. Kedua berkomunikasi dengan walkie-talkie yang tanpa sengaja tertinggal di dalam kotak tersebut.

Sepanjang film, yang ditampilkan hanya kondisi Jeremy Reins di dalam kotak kaca itu, dan para penonton diarahkan untuk membayangkan apa yang terjadi "di luar", melalui percakapan, dan suara-suara latar yang terdengar. Hebatnya, intensitas ketegangan berhasil dibangun dengan baik, membuat penonton mampu merasakan ketakutan dan kekuatiran yang dirasakan Reins. Namun sekitar 15 menjelang akhir film, penonton dibuat kaget dengan fakta yang sama sekali bertolak belakang dengan apa yang dipikirkan penonton sepanjang film. Lebih parahnya lagi, sekitar 2 menit menjelang film berakhir, Sutradara Gabe Torres memberikan sebuah kejutan lagi yang lebih mengejutkan, yang membuat apa yang disimpulkan penonton 13 menit sebelumnya "buyar"......



8. THE GAME (1997)
Film thriller-misteri karya Sutradara David Fincher yang diperani Michael Douglas dan Sean Penn ini merupakan film yang sungguh keren sekali. Betapa tidak, para penonton diajak ke sebuah petulangan mengerikan yang dialami Nicholas Van Orton (Douglas) secara bertubi-tubi dalam satu malam, yang nyaris merenggut nyawanya. Aksi seru dalam film ini sangat fenomenal, membuat saya terus penasaran dan terus menonton film ini berulang-ulang.

Nicholas Van Orton adalah seorang banker kaya-raya yang terlalu fokus pada pekerjaan, sehingga menelantarkan istri dan anaknya. Di hari ulang tahunnya yang ke-48, Conrad (Penn) - adik Orton - menghadiahinya sebuah voucher "The Game", dan meyakinkan kakaknya kalau hidupnya akan berubah setelah ikut kegiatan "The Game". Dengan ogah-ogahan Nicholas akhirnya mendaftarkan diri ke "The Game".

Namun setelah dia mendaftar ke CRS (Consumer Recreation Services), perusahaan yang membuat "The Game", hidup Nicholas langsung berubah. Bisnis dan keuangannya dilaporkan bermasalah. Hidupnya pun terancam karena dikejar-kejar orang-orang CRS yang berniat membunuhnya. Nicholas kemudian terdampar di Mexico, di mana dia kembali dikejar-kejar oleh anggota CRS.

Sepanjang 128 menit durasi film, adrenalin penonton terus dipacu oleh ketegangan yang dibangun di film ini. Penonton nyaris tidak punya kesempatan bernafas karena berbagai kejutan yang datang silih-berganti. Memang inilah yang sengaja dilakukan Sutradara David Fincher untuk mengalihkan perhatian agar penonton lebih memperhatikan nasib karakter Nicholas van Orton, dan tidak menyadari alur cerita sebenarnya yang telah dibangun Fincher sejak menit pertama film ini tayang. Keren banget... !!!



9. EXAM (2009)
Saya mengusulkan film ini sebagai film wajib yang perlu ditonton oleh para pekerja yang duduk di posisi HRD (Human Resources Department - Departemen Personalia Perusahaan). Mengapa? Karena film yang disutradarai Stuart Hazeldine ini memberikan ide kreatif tentang cara seleksi karyawan yang sederhana tapi cerdas dan sedikit "tricky".

Film yang diperani Colin Salmon, Chris Carey, Jimi Mistry, Luke Mably, dan Gemma Chan ini mengisahkan tentang 8 orang kandidat yang sedang menjalani tes penerimaan karyawan di sebuah perusahaan bernama DATAPREV. Para kandidat diberi waktu ujian 80 menit, dan hanya perlu menjawab 1 pertanyaan. Selama proses ujian ada 3 aturan yang tidak boleh dilakukan para kandidat : Tidak boleh berbicara atau bertanya kepada Petugas Ujian, Tidak boleh membocorkan isi dan tulisan yang ada di kertas ujian, dan tidak boleh meninggalkan ruangan.

Meski tampak sebagai tes "sederhana", tapi apa yang terjadi kemudian tidaklah semudah yang diduga orang. Banyak kejadian yang memaksa para kandidat untuk melakukan 3 larangan yang diterapkan Petugas Ujian, termasuk aksi bunuh-membunuh.

Para penonton yang semula dihadapkan pada tontonan "seleksi karyawan" berubah menjadi tontonan ketegangan pasca terjadinya penembakan dan pembunuhan di dalam "ruang ujian", sehingga konsentrasi penonton mengarah kepada "mencari pelaku kejahatan", dan lupa kalau inti dari film ini adalah "menjawab pertanyaan yang ada di kertas ujian". Bayangkan.... Sebuah cerita sederhana, dikemas menjadi sebuah film thriller-misteri menegangkan. Giman gak keren tuh?



10. THE SIXTH SENSE
Bicara tentang "film cerdas", tentu kita tidak boleh melupakan film ini. Ya, ini adalah film ketiga karya Sutradara M. Night Shyamalan, dan menjadi film pertamanya yang sukses luar biasa. Dibuat dengan dana US$ 60 juta, film ini sukses telak meraup keuntungan finansial sebesar US$ 673 juta.

Dibintangi Bruce Willis, Haley Joel Osment, Toni Colette, Olivia Williams, dan Donnie Wahlberg, film ini mengisahkan hubungan Dr Malcolm Crowe (Willis) - seorang dokter psikolog anak-anak - dengan Cole Sear (Osment), seorang anak berkepribadian tertutup yang memiliki indra keenam dan mampu berkomunikasi dengan roh orang mati.

Sebenarnya sepanjang film berdurasi 107 menit ini, Sutradara Shyamalan telah menyebarkan banyak petunjuk kepada penonton tentang cerita sebenarnya dari film ini. Yang paling nyata - sekaligus menjadi ciri khas film ini - adalah saat adegan di mana Cole berbisik pada Dokter Malcolm, "I see dead people." Dengan cerdasnya, adegan itu disamarkan Shyamalan dengan menampilkan sosok mahluk halus di belakang tubuh Dokter Malcolm, sehingga penonton tidak memperhatikan dengan jelas maksud ucapan Cole tersebut.

Dan keseluruhan cerita menjadi jelas ketika penonton menyaksikan 5 menit terakhir yang menjelaskan keseluruhan cerita film ini sebenarnya dalam bentuk summary film, dari awal hingga akhir. Sungguh.... film ini memang luar biasa.... !!!

Saya merasa cukup beruntung karena merupakan salah satu penduduk di luar Amerika Serikat yang berkesempatan menonton tayang perdana episode pilot dari serial superhero terbaru DC's Legends of Tomorrow yang tayang 21 Januari 2016 silam.

Meski para tokohnya adalah karakter superhero produksi DC Comics (dan sebagian di antaranya telah diadaptasi dalam serial televisi), Legends of Tomorrow bukan adaptasi dari komik berjudul sama. Adalah Greg Berlanti dan Andrew Kreisberg - dua orang pengembang cerita serial televisi The Flash dan Arrow - yang membuat dan mengembangkan cerita Legends of Tomorrow. Agar ceritanya makin menarik, mereka dibantu Penulis Skenario Marc Gugenheim  dan Phil Klemmer yang sebelumnya menulis skenario untuk serial televisi ternama, seperti Veronica Mars dan Chuck. Serial Legends of Tomorrow sendiri disetting sebagai serial spin-off dari serial Arrow dan The Flash. Jadi jangan heran jika dalam beberapa episode nanti, tokoh The Flash dan Arrow akan wara-wiri di sana.

Cerita Legends of Tomorrow diawali dengan kondisi Kota London, Inggris, tahun 2166 yang sedang dalam kekacauan. Vandal Savage (Casper Crump), seorang penjahat abadi yang tidak bisa mati, bersama pasukannya sedang dalam misi untuk menguasai dunia, sehingga melakukan kekacauan di mana-mana. Karena kehebatannya yang tidak terkalahkan, Rib Hunter (Arthur Darvill) - seorang penjelajah waktu - meminta izin kepada Para Konsul Waktu (Time Consul) untuk pergi ke masa lalu guna mencari sekelompok orang yang bisa dibentuk menjadi timnya dan mengalahkan Savage.

Ketika dia tidak mendapat izin, diam-diam Rib pergi sendiri ke tahun 2016, dan mengumpulkan orang-orang yang dapat membantunya. Dan dia pun menemukan : Professor Martin Sten (Victor Gerber) dan Jefferson Jackson (Franz Drameh) yang dapat bersatu menjadi superhero Firestorm, Sara Lance (Calty Lotz) yang punya alter-ego White Canary (musuh Green Arrow di serial Arrow), Carter Hall (Falk Hentschel) yang dapat berubah menjadi superhero Hawkman, Kendra Saunders (Ciara Renee) yang dapat berubah menjadi superhero Hawkgirl, Ray Palmer (Brandon Routh) yang dapat mengecil menjadi superhero Atom, Mick Rory (Dominic Purcell) yang berjuluk Heat Wave dan Leonard Snart (Wenworth Miller) berjudul Captain Cold. Dua orang terakhir merupakan musuh berat The Flash. Delapan orang inilah yang kemudian dibentuk Rip Hunter untuk mengalahkan Savage.

Selanjutnya Rip Hunter mengajak timnya ke tahun 1975 guna mencari tahu keberadaan Savage serta menemui orang yang diduga mengetahui cara menaklukkan Savage. Namun dalam perjalanan tersebut, mereka justru diburu oleh seorang pemburu bayaran misterius bernama Chronos yang ditugaskan Konsul Waktu untuk menangkap Rip Hunter yang telah melanggar aturan.

Secara umum, Legends of Tomorrow adalah serial yang dipenuhi efek-khusus yang terbilang sangat canggih untuk ukuran serial televisi. Adegan perkelahianya pun terbilang sangat dramatis dan menarik. Meski demikian, alur cerita serial ini (terutama episode pertama yang kebetulan baru tayang) bisa dikatakan "sangat dipaksakan". Seperti yang sudah saya ulas, Rip Hunter adalah seorang Penjelajah Waktu. Dan dengan teknologi dan senjata yang dimilikinya, tanpa perlu mengumpulkan pasukan Legends of Tomorrow, dia bisa saja terbang ke masa lalu, saat Vandal Savage masih belum berubah menjadi Manusia Abadi, kemudian membunuhnya. Dengan demikian, Rip Hunter bisa menghentikan kekacauan yang akan dilakukan Vandal Savage jauh sebelum kriminal itu ada. Tapi ... ya, Anda tahulah. Kalau alur ini yang dibuat, tentu serial ini tidak akan punya kelanjutan cerita.

Sama seperti serial Arrow dan The Flash, Legends of Tomorrow adalah serial televisi yang cukup menghibur. Ceritanya pun terbilang sangat mudah dicerna, dan mengalir dengan enteng sekali, sehingga penonton tidak perlu memikirkan terlalu dalam soal ceritanya.

Episode pertama serial ini ditonton oleh 3,2 juta penonton Amerika Serikat, dan direncanakan akan diproduksi sebanyak 15 episode. Jika rating-nya makin bagus di episode selanjutnya, tidak menutup kemungkinan episode Season pertama Legend of Tomorrow akan dibuat Full Season (antara 22 - 24 episode).
Friends adalah salah satu serial televisi sitkom yang sangat populer di tahun 1994 - 2004. Serial produksi David Crane dan Marta Kauffman tersebut ditayangkan oleh NBC pertama kali tanggal 22 September 1994. Dan sejak itu, serial itu menjadi sangat fenomenal dan dalam waktu singkat memiliki banyak penggemar fanatik, tidak saja di Amerika Serikat tetapi juga di dunia, termasuk Indonesia.

Selain menjadi serial populer, para pemeran serial tersebut pun langsung meraih popularitas dan sontak menjadi seleb dunia.

Secara umum, serial ini bertutur tentang persahabatan yang terjalin di antara 6 orang, yaitu Rachel Green (Jennifer Aniston), Monica Geller (Courteney Cox), Phoebe Buffay (Lisa Kudrow), Joey Tribbiani (Matt LeBlanc), Chandler Bing (Matthew Perry), dan Ross Geller (David Schwimmer). Ross adalah kakak dari Monica Geller. Mereka berenam adalah tinggal di apartemen yang sama di West Village Apartement, Manhattan, New York City, dan keenamnya berjuang meraih karir masing-masing. Salah satu ciri khas yang menjadi daya tarik serial ini adalah kelucuan-kelucuan yang mereka tampilkan sangat natural dan hampir selalu mereka lakukan di coffee-shop tempat kumpul mereka bernama Central Perk.

Meski awalnya hubungan mereka berenam adalah sahabat, tapi toh pada di Season Terakhir beberapa di antara mereka menikah juga dengan sahabat mereka tersebut, seperti Chandler dan Monica, serta Ross dan Rachel.

Episode terakhir Season 10 - yang merupakan Season terakhir serial ini - ditayangkan tanggal 6 Mei 2004. Episode tersebut ditonton lebih dari 52.5 juta penonton dan menjadi episode terakhir serial televisi keempat paling banyak ditonton, setelah episode terakhir M*A*S*H (105 juta), Cheers (80.4 juta), dan Seinfield (76.2 juta).

Sudah 12 tahun serial tersebut berakhir, namun peminat serial ini ternyata masih tidak berkurang. Bahkan saat ditayang-ulang di beberapa stasiun televisi, penontonnya masih banyak. Bahkan banyak yang masih penasaran, bagaimana kabar keenam sahabat tersebut saat ini.

Buat Anda yang masih kangen, ini kabar terakhir mereka...

1. JENNIFER ANISTON
Karakter Rachel Green sangat melekat pada wanita cantik yang kini telah berusia 46 tahun ini. Berkat perannya tersebut, Aniston meraih penghargaan Primetime Emmy Award, Golden Globe Award, dan Screen Actors Guild Award. Karakternya pun terpilih sebagai "100 Greatest Female Characters in United States Television".

Jennifer Aniston (2016)
Pasca serial Friends berakhir, karir Aniston makin melesat tinggi dan membuatnya menjadi salah satu selebritis terkaya dan tersibuk saat ini. Dia banyak bermain di film layar lebar, yang kesemuanya adalah film bergenre komedi-romantis. Beberapa di antaranya yang cukup terkenal adalah Bruce Almighty (2003), The Break Up (2006), Marley & Me (2008), Horrible Bosses (2011), dan We're the Millers (2013), dimana semua film tersebut adalah film sukses yang masing-masing meraup keuntungan hingga lebih dari US$ 200 juta.

Di tahun 2016 ini, film Aniston yang sudah siap rilis adalah Mother's Day (18 Agustus 2016), sebuah film drama-komedi karya sutradara Garry Marshall. Di film tersebut, Aniston akan bereuni dengan dua sahabatnya dari serial Friends : Courteney Cox dan Lisa Kudrow.

Sedangkan film The Yellow Birds sudah selesai proses shooting, dan sedang menjalani proses pasca-produksi. Rencananya film bergenre drama-perang tersebut pun akan tayang di tahun ini.

Pada tahun 2012, atas prestasinya yang luar biasa, Aniston menerima bintang dan namanya terpatri di Hollywood Walk of Fame. Selain itu, Aniston tercatat sebagai salah satu aktris dengan bayaran termahal saat ini. Bahkan dia membukukan penghasilan bersihnya tahun 2014 silam sebesar US$ 150 juta.

Selain sibuk di dunia film, waktu Aniston masih cukup tersita dengan bisnis-bisnisnya, seperti mengurusi perusahaan film Plan B Entertainment yang didirikannya tahun 2002, serta perusahaan Echo Films yang didirikannya tahun 2008 bersama produser Kristin Hahn. Aniston pun bekerja sama dengan Elizabeth Arden Inc untuk perilisan parfum miliknya bertitel Jennifer Aniston (rilis 2010), J by Jennifer Aniston (2014), dan Near Dusk by Jennifer Aniston (2015). Dan sejak 2007, Aniston sibuk mempromosikan produk SmartWater (produk minuman milik Energy Brands, anak perusahaan The Coca-Cola Company).



2. COURTENEY COX
Mungkin dari seluruh pemeran Friends, Courteney Cox adalah satu-satunya pemeran serial itu yang benar-benar memanfaaatkan momen. Di tengah kesuksesan serial Friends, dia tidak hanya terpaku melulu bermain di serial itu saja, tetapi aktif mengambil peran di luar serial tersebut. Pada tahun 1996, Courteney Cox sukses berperan sebagai reporter Gale Weathers, sehingga dipercaya memerani peran itu untuk seri-seri Scream berikutnya (yang dirilis tahun 1997, 2000, dan 2011).

Courteney Cox (2016)
Selain bermain film layar lebar, bersama (mantan) suaminya - David Arquette - Courteney juga memproduksi serial televisi bergenre reality-show Mix It Up.

Setelah serial Friends berakhir, Courteney makin aktif bermain di film-film layar lebar, seperti November (2005), dan The Longest Yard (2005, bareng Adam Sandler). Selain itu, Courteney pun tetap aktif bermain di serial televisi - dunia yang telah membesarkan namanya - dengan bermain di serial Dirt (2007), Scrubs (2008), dan Cougar Town (2009; di serial ini Courteney bermain bersama Lisa Kudrow).

Saat ini Courteney Cox masih aktif bermain film. Film teranyarnya yang akan dirilis tahun 2016 ini berjudul Mother's Day, di mana di film yang disutradarai Paul Duddridge ini, Courteney Cox akan beradu akting dengan para aktris seniornya, yaitu Susan Sarandon, Sharon Stone, dan Selma Blair.



3. LISA KUDROW
Akting Lisa Kudrow saat memerani Phoebe Buffay bisa dikatakan orang paling memorabel. Dengan gayanya yang eksentrik, karakter ini menjadi salah satu karakter paling "antik" dari semua karakter Friends. Lisa memang memainkan karakter ini dengan sangat baik dan brilian, sehingga banyak penonton mengira seperti itu karakter asli keseharian Lisa.

Sama seperti Courteney Cox, saat Kudrow sedang berada di puncak kesuksesan saat bermain di serial Friends, dia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melebarkan sayapnya di dunia perfilman dengan mengambil banyak tawaran bermain di film-film layar lebar. Sayangnya, dia hanya mendapat peran pembantu di film-film tersebut, sehingga namanya kurang "berdengung". Padahal film yang diperaninya tergolong film box-office yang cukup populer : The Opposite of Sex (1998), Analyze This (1999), Lucky Numbers (2000), Dr Dolittle 2 (2001), dan Analyze That (2002).
Lisa Kudrow (2016)
Meski sangat aktif bermain film layar lebar pasca Friends, namun karir Kudrow tidak secemerlang Jennifer Aniston dan Courteney Cox. Dia sangat jarang mendapat kesempatan menjadi pemeran utama di film-film layar lebar yang diperaninya. Sementara itu, Kudrow tidak meninggalkan dunia film televisi yang telah membesarkannya. Dia masih tetap aktif bermain sebagai pemeran pembantu dan pengisi suara dalam berbagai serial televisi seperti American Dad! (2006), Cougar Town (2010; Lisa bermain bareng Courteney Cox), Alien Gregory (2011), dan lain-lain.

Kudrow mendapat kesempatan bermain sebagai pemeran utama di 2 serial televisi : The Comeback (2005; 2014 - hari ini) dan Web Therapy (2008 - 2014). Lewat kedua serial bergenre komedi itulah, Kudrow meraih kesuksesan dan menaikkan popularitasnya kembali.

Tahun 2013, setelah berkecimpung di film bergenre komedi cukup lama, akhirnya Kudrow mendapat kesempatan untuk berperan di serial drama-politik yang serius berjudul Scandal (2013), di mana Kudrow dipercaya memerani Jisephine Marcus, seorang pejabat kongres Amerika Serikat.

Tahun 2016 akan menjadi tahun yang cukup sibuk bagi Kudrow karena dia sedang terlibat dalam produksi 4 film layar lebar : Table 19, El Americano : The Movie (film animasi), Neightbors 2: Sorority Rising, dan The Girl on the Train. Film terakhir merupakan film bergenre thriller.

Sedangkan di dunia televisi, serial komedi Angie Tribeca yang diperaninya baru tayang di TBS tanggal 17 Januari 2016 silam. Di sana, Kudrow berperan sebagai Monica Vivarquar, salah seorang tersangka dalam kasus rencana pembunuhan seorang Anggota Senat.



4. MATT LEBLANC
Pemeran Joey Tribbiani ini juga adalah salah satu karakter yang paling unik setelah Phoebe Buffay. Berbeda dengan Phoebe yang eksentrik, Joey adalah karakter yang terbilang "lugu dan sedikit telmi". Keluguannya itulah yang menjadi daya tarik dan bikin ngakak banyak penonton.

Ketika meraih sukses di serial Friends, LeBlanc pun mengikuti jejak Courteney Cox dan Lisa Kudrow dengan bermain di film-film layar lebar. Sayangnya, film-film yang diperaninya kurang mampu mengangkat namanya, meski film tersebut cukup populer : Ed (1996), Lost in Space (1998), Charlie's Angels (2000), dan All the Queen's Man (2001). Salah satu faktor kegagalan LeBlanc adalah aktingnya yang semuanya selalu sama dengan gaya Joey Tribbiani, sehingga banyak orang berpendapat LeBlanc hanya cocok bermain di serial Friends. Jika Friends tamat, maka tamatlah pula karir LeBlanc.

Matt LeBlanc (2016)
Tapi LeBlanc berhasil membuktikan kalau karir keartisannya tidak berhenti di Friends saja. Pasca berakhirnya serial tersebut, LeBlanc mendapat kesempatan untuk bermain di serial sit-kom Joey (2004) yang merupakan spin-off dari serial Friends. Sayang, serial tersebut kurang sukses dan bertahan hanya 2 Season saja.

LeBlanc masih tidak menyerah, dengan mendirikan rumah produksi, Fort Hill Productions, dan merilis film televisi, The Prince (2006). Selain itu, LeBlanc kemudian bermain di serial televisi berjudul Episodes (2011 - sekarang) yang membuat karirnya memuncak. Di serial tersebut, LeBlanc berperan sebagai dirinya sendiri tapi dalam versi yang berbeda. Berkat aktingnya yang gemilang, LeBlanc meraih Golden Globe Award untuk kategori Best Actor (2012).



5. MATTHEW PERRY
Mungkin pemeran Chandler Bing di serial Friends ini adalah salah satu dari anggota Friends yang jarang terdengar beritanya. Perry memang terlihat kurang agresif dalam menapaki karir di dunia artis.

Pasca berakhirnya serial Friends, Perry mencoba kemampuannya mengarahkan para artis dengan menjadi sutradara untuk salah satu episode Season 4 serial televisi Scrubs (2004). Di serial itu, Perry juga bermain sebagai bintang tamu.

Matthew Perry (2016)
Selanjutnya, Perry banyak bermain sebagai bintang tamu atau pemeran pembantu dalam berbagai film-televisi atau serial televisi. Salah satunya yang paling sukses adalah The Ron Clark Story (2006),di mana Perry berperan sebagai Ron Clark, seorang guru sekolah di sebuah desa kecil yang mendapat tugas mendidik kelas berisi anak-anak nakal. Atas perannya itu, Perry masuk dalam nominasi Golden Globe dan Emmy Award.

Perry mencoba meraih kesuksesannya kembali dengan membuat serial komedi Mr Sunshine di tahun 2010, yang sayangnya kurang disukai penonton, sehingga serial itu dihentikan oleh ABC setelah tayang 9 episode.

Tahun 2012, Perry mendapat kesempatan untuk memerani serial komedi Go On. Namun serial itu pun kurang diminati penonton dan hanya tayang 1 Season (22 episode) saja. 

Hingga hari ini, Perry masih aktif bermain di film-film layar lebar sebagai pemeran pembantu. Sedangkan di dunia televisi, baru-baru ini serial terbarunya The Odd Couple tayang di jaringan televisi CBS tanggal 17 Februari 2015 silam. Di serial tersebut, Perry tidak saja menjadi pemeran utama, tetapi juga bertindak sebagai Pengembang Cerita dan Produser Eksekutif serial tersebut. Serial itu mendapatkan respon yang cukup positif, sehingga kini telah mendapat lampu hijau untuk dibuat Season Keduanya, yang mana episode perdana dari Season Kedua ini akan tayang 7 April 2016 mendatang.



6. DAVID SCHWIMMER
Pemeran Ross Geller, kakak dari Monica Geller, ini terkenal karena gaya bicaranya yang menggunakan intonasi yang khas. Sebenarnya jauh sebelum Friends, Schwimmer sudah sangat aktif bermain film, terutama film-televisi. Waktu itu dia banyak mendapat peran serius. Dia baru dikenal publik sebagai komedian hingga hari ini saat memerani sitkom Friends.
Selama proses shooting Friends masih berlangsung, Schwimmer masih aktif bermain di film-film layar lebar, meski tidak sebagai pemeran utama. Beberapa filmnya yang cukup populer adalah Kissing A Fool (1998), Six Days Seven Nights (1998), Apt Pupil (2000), dan Picking Up The Pieces (2000). Dia pun turut pula bermain di mini-seri legendaris Band of Brothers (2001) karya Steven Spielberg di mana dia berperan sebagai Tentara Herbert Sobel.

Pasca Friends, Schwimmer masih kebanjiran pekerjaan, tidak saja di dunia film tetapi juga dunia teater. Tahun 2005, dia bermain dalam pentas teater di Gielgud Theatre (Westminster, London, Inggris) berjudul Some Girl(s). Perannya di panggung teater itu sempat mendapat kritikan pedas, tetapi juga tidak sedikit kritikus yang memuji aktingnya.

David Schwimmer (2016)
Tahun 2006, Schwimmer masih tetap aktif bermain di pentas teater. Kali ini dia bermain di panggung Broadway dan memainkan cerita The Caine Munity Court-Martial.

Tahun 2007, Schwimmer mencoba kemampuannya menjadi sutradara dengan menyutradari film layar lebar berjudul Run FatboyRun. Selain itu, tahun 2008, Schwimmer mendapat kesempatan juga untuk menyutradarai drama panggung Fault Lines yang dipentaskan di Cherry Lane Theatre, New York.

Hingga hari ini, Schwimmer masih aktif sebagai bintang tamu dan pemeran pembantu di berbagai serial televisi. Yang paling anyar adalah peran Robert Kardashian - Pengacara Kondang di Amerika Serikat yang menangani kasus pembunuhan yang dilakukan aktor O.J. Simpson - di serial televisi American Crime Story. Serial tersebut akan mulai tayang tanggal 2 Februari 2016 di jaringan televisi FX.

 
Buat Anda yang suka film-film fantasi remaja ala Twilight Saga, The Hunger Games, dan sejenisnya, pada tanggal 12 Januari 2016 silam, Jaringan Televisi Kabel Freeform merilis serial bergenre sama berjudul Shadowhunters. Serial ini merupakan adaptasi dari novel The Mortal Instruments karya Novelis Cassandra Clare.

The Mortal Instruments 6 seri novel petualangan fantasi yang sangat sukses. Novel ini terdiri dari 6 seri. Seri pertamanya pernah dirilis dalam bentuk film layar lebar berjudul The Mortal Instruments : City of Bones (2013). Film yang disutradarai Harald Zwart dengan diperani Lily Collins, Jamie Campbell Bower, Robert Sheehan, dan Kevin Zegers. Meski film tersebut cukup sukses (dibuat dengan dana US$ 60 juta, film ini meraup keuntungan sebesar US$ 90,5 juta), namun film ini mengalami kendala dalam pembuatan sekuelnya. Setelah diundur cukup lama, akhirnya Constantin Films - pemilik hak produksi seluruh seri novel The Mortal Instruments - memutuskan untuk mengadaptasi novel tersebut dalam bentuk serial televisi.

Serial Shadowhunters bisa dikatakan "remake" dari versi layar lebar City of Bones. Dikisahkan sekelompok Shadowhunter (mahluk gabungan Malaekat dan Manusia) sedang memburu iblis yang menyamar sebagai manusia. Para Shadowhunters beraksi tanpa terlihat oleh manusia biasa. Dan secara tidak sengaja, mereka berpapasan dengan Clary Fray (Katherine McNamara), seorang gadis remaja yang tanpa sengaja menabrak Jace Wayland (Dominic Sherwood).

Hal ini kemudian menyadarkan Clary kalau dia adalah keturunan dari Shadowhunters dan punya misi untuk menjadi pemburu Iblis dan menjaga keselamatan manusia di dunia. Saat dia menyadari takdirnya, Clary menemukan kalau ibunya, Jocelyn Fray (Maxim Roy), telah diculik oleh sekelompok iblis yang mencari Mortal Cup, satu dari tiga Mortal Instrument milik Shadowhunter Pertama bernama Angel Raziel. Jika manusia mendapatkan Mortal Cup tersebut, maka dia akan berubah menjadi manusia setelah Malaekat.

Untuk memahami jati-dirinya, Clary akhirnya mendapat penjelasan dari kekasih ibunya serta ayah-tirinya, Luke Garroway (Isaiah Mustafa). Dibantu para Shadowhunters - Jace Wayland, Alec Lightwood (Matthew Daddario), dan Isabelle Lightwood (Emeraude Toubia) - serta Simon Lewis (Alberto Rosende) yang merupakan sahabat Clary, mereka pun bersatu menghadapi Sang Iblis Valentine Mergenstern (Alan van Sprang) yang menculik ibu Clary.

Season Pertama serial ini rencananya terdiri dari 13 episode, di mana rencananya akan tuntas tayang 5 April 2016 mendatang.

Secara umum setelah menonton dua seri pertama yang baru tayang, serial ini terbilang cukup seru dengan aksi perkelahiannya yang lumayan menarik.Mungkin yang terkesan "konyol" adalah senjata para Shadowhunters yang cara kerjanya mirip pedang lightsabers milik para ksatria Jedi. Entah apa tanggapan George Lucas jika tahu soal ini ....

Beberapa hal yang cukup mengganggu adalah akting Katherine McNamara - pemeran Clary Fray - yang beberapa kali tampak kedodoran. Gaya bicaranya sedikit-banyak mengingatkan saya pada Hayden Panettiere (pemeran Claire Bennet di serial televisi Heroes), dan sesekali tampak kurang meyakinkan. Mudah-mudahan di episode-episode selanjutnya akan ada peningkatan.



DO YOU KNOW? 
Seri pertama serial Shadowhunters disutradarai oleh McG, sutradara kenamaan yang terkenal berkat film-film eksyen yang disutradarainya. Beberapa di antaranya : dwilogi Charlie's Angels, dan Terminator Salvation. Sebelumnya dia pun aktif memproduksi dan menyutradarai beberapa serial televisi populer seperti Fastline, The OC, Chuck, Human Target, Nikita, dan Supernatural.

McG, sutradara episode pertama Shadowhunters
Karena dirilis dalam serial televisi, maka dapat dipastikan semua seri novel The Mortal Instruments akan dapat diangkat dan ditampilkan secara utuh. Meski demikian, menurut Cassandra Clare, penulis novel tersebut, setiap buku tidak akan dibuat menjadi 1 Season, namun dicampur antara kejadian di buku satu dengan buku lainnya, sehingga cerita yang akan diusung tidak akan menjadi cerita linear yang membosankan, namun penuh intrik dan tidak terduga.

Dengan tujuan untuk membawa suasana baru, maka dalam serial televisi Shadowhunters, Cassandra Clare memastikan tidak akan ada pendukung film layar lebar City of Bones yang ikut serta bermain dalam serial ini. Tidak di Season Pertama, dan tidak akan pernah di Season-Season berikutnya.

Meski bersetting di kota New York, keseluruhan shooting serial ini dilakukan di Toronto, Canada. Kantor New York Police Department yang tampil di serial tersebut, sebenarnya adalah Gedung Sains di University of Toronto Scarborough yang dirombak menjadi kantor polisi New York tersebut.

Episode pertama ditonton sebanyak 1.82 juta penonton di Amerika. Para kritikus memuji tampilan visual serial ini yang sangat memanjakan mata. Namun mereka kuatir dengan alur ceritanya yang terkesan "sangat mudah ditebak". Karena itu mereka berharap para penulis skenario dapat memperbaiki alur cerita lebih baik lagi.



Meski karir tarik suara dan bisnisnya - produk kaos Teeology dan parfum Glow by JLo - masih sangat berbinar, namun dengan meredupnya sinar Si Cantik nan Seksi Jennifer Lopez di dunia film, membuatnya kurang lengkap berada di dunia entertainmen. Pasca kegagalan film Gigli (2003), banyak film JLo yang ikut-ikutan gagal. Ada sih yang sukses, tapi tetap tidak mampu membuatnya sukses seperti awal-awal karirnya.

Sejak 2013, JLo mencoba mengangkat namanya kembali dengan bermain di serial televisi. Seral pertama - The Fosters (tayang sejak 3 Juni 2013 hingga hari ini di ABC Family) - menjadi serial pertama yang diproduksinya dan sukses. Serial yang telah memasuki Musim Keempat ini mengisahkan tentang kehidupan sepasang gay yang membina rumah tangga. Kisahnya terinspirasi dari kehidupan Bibi Jennifer Lopez yang seorang lesbian dan hidup bersama kekasihnya.

Sukses serial The Fosters membuat kepercayaan diri Lopez timbul untuk merilis serial televisi terbaru, Shades of Blue. Serial ini baru tayang 7 Januari 2016 silam, dan - meski kurang disukai para kritikus film, tetapi serial ini - mendapat respon yang cukup positif dari para penonton serta berhasil menarik lebih dari 8 juta menonton. Di serial ini, Lopez tidak saja bertindak sebagai Pemeran Utama, tetapi juga Executive Producer.

Di serial ini, Jennifer Lopez berperan sebagai Detektif Harlee Santos, orang tua tunggal beranak satu yang juga seorang detektif senior yang terkenal dengan kehandalannya dalam mengungkap berbagai kasus. Meski demikian, di balik kepiawaiannya itu, Santos ternyata adalah polisi korup. Bersama beberapa teman kesatuannya - Letnan Matt Wozniak (Ray Liotta), Detektif Tess Nazario (Drea de Matteo), dan lain-lain - mereka sering menerima suap dan meminta "uang keamanan" dari beberapa orang tertentu.

Tanpa mereka ketahui, diam-diam gerak-gerik mereka sudah diawasi FBI Divisi Anti-Korupsi. Dan dalam suatu kejadian, Santos tertangkap tangan melakukan tindakan tidak terpuji. Dia menghadapi dua pilihan : Membantu FBI mengumpulkan bukti-bukti kejahatan teman-temannya demi masa depan anaknya tapi mempertaruhkan nyawanya, atau melindungi teman-temannya, dengan risiko dijebloskan penjara untuk waktu yang lama.

Sebuah keputusan berbahaya yang harus diputuskan Santos. Terlebih Matt Wozniak, sahabat sekaligus atasan Santos, sudah mencurigai ada informan FBI yang menyusut dalam kelompok mereka. Wozniak sedang mencari informan itu dan bersumpah akan menghabisinya. Belum juga melangkah jauh, nyawa Santos sudah diujung tanduk ....

Karena pertimbangan nama besar JLo, NBC - produser serial ini - langsung menyetujui untuk membuat 13 episode untuk Season Pertama serial ini.

Meski premis serial ini cukup menarik, tapi jika Anda sudah pernah menonton film tentang informan, terutama film The Infernal Affairs atau The Departed, alur serial ini terbilang "biasa-biasa saja". Terlalu mudah ditebak, dan tidak sekompleks serta setegang kedua film layar lebar yang saya sebut barusan. Satu-satunya daya tarik serial ini hanya kehadiran Jennifer Lopez saja.

Buat Anda yang hanya mencari hiburan ringan, serial ini mungkin cukup menghibur. Tapi jika Anda berharap menonton serial drama-polisi yang cerdas dengan intrik yang rumit dan mendalam, mungkin Anda akan kecewa...

Selamat Tahun Baru.... !!!!

Memasuki Tahun Baru ini, ada banyak hiburan dan tontonan yang wajib ditonton dan sayang buat dilewatkan. Apa saja? Yuk.... kita simak ya...

1. THE FOREST
Tanggal Rilis    : 8 Januari 2016
Sutradara          : Jason Zada
Pemeran            : Natalie Dormer, Taylor Kinney, Eoin Macken

Awal tahun ini tontonan kita diawali dengan film horor super-keren ini. Film ini mengangkat cerita tentang Hutan Aokigahara, yang merupakan lokasi bunuh diri "favorit" masyarakat Jepang. Banyaknya orang yang bunuh diri di hutan itu, menyebabkan muncul cerita tentang banyaknya arwah penasaran di dalam hutan itu.

Dikisahnya Sara Price (Natalie Dormer), seorang wanita Amerika, yang mencari keberadaan saudari kembarnya yang menghilang secara misterius. Pencariannya akhirnya berakhir di Jepang, di mana dia mendengar keberadaan saudarinya di sekitar Hutan Aokigahara, yang terletak di sebelah tenggara kaki Gunung Fuji.

Meski sudah dilarang masyarakat sekitar, Sara tetap ngotot masuk ke dalam hutan itu. Ternyata dia tidak saja menemukan fakta tentang keberadaan saudarinya, tetapi juga bertemu arwah penasaran yang mengancam jiwanya.



2. 13 HOURS : THE SECRET SOLDIERS OF BENGHAZI
Tanggal Rilis    : 15 Januari 2016
Sutradara          : Michael Bay
Pemeran            : James Badge Dale, John Krasinski, Max Martini, Dominic Fumusa

Diangkat dari kisah nyata 6 orang petugas keamanan yang melindungi Diplomat Amerika di Benghazi, Libya, dari serangan teroris pada tanggal 11 September 2012. Aksi heroik para petugas keamanan itulah yang diangkat ke layar lebar garapan Michael Bay ini.

Tanggal 11 September 2012, ketika Diplomat Amerika di Benghazi, Libya, sedang melakukan peringatan 11 tahun Serangan 11 September, sekelompok Militan Islam tiba-tiba menyerang Gedung Diplomat. Akibat serangan dadakan itu, banyak korban berjatuhan. Demi melindungi anggota Diplomat, Pimpinan Pasukan Keamanan Diplomat pimpinan Tyrone S. Woods (James Badge Dale) memimpin bawahannya yang hanya tinggal 5 orang untuk melindungi staf Diplomat yang tersisa.

Shooting film ini dilakukan di Malta dan Maroko. Untuk bisa menampilkan lokasi sesungguhnya sesuai tempat kejadian sebenarnya, lokasi shooting di kota Ta'Qali, Malta, disulap menjadi kota Kota Benghazi, lengkap dengan gedung, jalan, dan para figuran yang berperan sebagai penduduk sekitar yang berbicara menggunakan bahasa Benghazi yang sangat fasih dan lancar.



3. NORM OF THE NORTH
Tanggal Rilis    : 15 Januari 2016
Sutradara          : Trevor Wall
Pemeran            : Rob Schneider, Heather Graham, Ken Jeong, Colm Meaney

Sudah cukup lama tidak mendengar kabar Rob Schneider, komedian yang "rajin" tampil di film-filmnya Adam Sandler sebagai figuran. Kali ini dia tampil lagi, meski hanya suaranya saja.

Di film animasi karya perdana sutradara Trevor Wall ini, Schneider akan menyuarakan Norm, seekor beruang kutub yang dipindahkan dari Antartika ke New York. Di kota tersebut, Norm dijadikan maskot sebuah perusahaan. Meski awalnya bangga, Norm kemudian menyadari kalau perusahaan tersebut tidak lain adalah perusahaan yang menjadi penyebab kehancuran ekosistem di tempat kelahirannya.

Guna menyelamatkan Antartika, Norm bersama teman-temannya, bahu-membahu menggagalkan niat jahat para pemilik perusahaan yang ingin mengeksplorasi Antartika.



4. THE 5TH WAVE
Tanggal Rilis    : 22 Januari 2016
Sutradara          : J. Blakeson
Pemeran           : Chloe Grace Moretz, Nick Robinson, Ron Livingson, Maggie Siff, Liev Schreiber

Ini dia film fiksi-ilmiah paling ditunggu awal tahun ini. Diangkat dari novel berjudul sama karya Novelis Rick Yancey, film ini mengisahkan tentang invasi alien ke bumi. Berbeda dengan aksi penyerbuan Alien yang biasa dilancarkan dengan menghancurkan bumi secara frontal, para alien yang disebut The Others melancarkan 5 Gelombang Penghancuran :

Gelombang pertama, The Others melepaskan Gelombang EMP yang mematikan listrik. Akibatnya separuh penduduk bumi tewas - kebanyakan yang menggunakan kendaraan seperti pesawat terbang - akibat listrik yang mati mendadak.

Gelombang kedua, The Others menciptakan tsunami besar yang menyapu 3 milyar manusia yang tinggal di daerah pantai.

Gelombang ketiga, The Others meluncurkan virus berbahaya yang mereka suntikkan pada burung. Burung-burung itu dibiarkan terbang dan membuang kotorannya di bumi. Lewat kotoran yang menempel pada manusia, virus itu menyebar dengan cepat dan membunuh 97% sisa manusia yang ada di bumi.

Gelombang keempat, The Others membiarkan umat manusia yang tersisa, dan membiarkan mereka hidup dalam ketakutan. Di tengah ketakutan itu, timbul rasa tidak percaya yang membuat para manusia saling bunuh.

Gelombang kelima adalah gelombang penghancuran terakhir, di mana The Others akan menangkapi anak-anak dan menjadikan mereka mesin pembunuh untuk menghabisi manusia yang masih tersisa. Ketika Gelomban Kelima dilancarkan, Cassie Sullivan (Moretz) berjuang keras untuk melindungi adiknya, Sammie (Zachary Arthur), dari kejaran The Others. Cassie kemudian bertemu dengan seorang remana bernama Evan Walker (Alex Roe), yang kelak akan menjadi sekutunya untuk melawan The Others.

Banyak kritikus yang membandingkan The 5th Wave dengan trilogi Hunger Games karena muatan ceritanya yang mirip. Dapat dipastikan film ini akan meraih kesuksesan yang sama dengan trilogi film adaptasi novel Suzanne Collins tersebut.



5. THE BOY
Tanggal Rilis    : 22 Januari 2016
Sutradara          : William Brent
Pemeran           : Lauren Cohan, Rupert Evans, Jim Norton

Film horor yang awalnya berjudul The Inhabitant ini merupakan film horor kedua di awal tahun ini yang keren banget.

Greta (Lauren Cohan) adalah seorang warga Amerika yang mendapat tugas untuk mengasuh anak sebuah keluarga yang tinggal di desa terpencil di Inggris. Saat tiba di rumah keluarga tersebut, Greta terperanjat karena "anak" yang akan diasuhnya tidak lain hanyalah sebuah boneka porselin berukuran sedang.

Greta mencoba memahani kalau ternyata keluarga tersebut baru kehilangan anak. Untuk itu, mereka membuat patung porselin yang mirip anak mereka sebagai kenangan. Namnun semakin lama, perilaku keluarga tersebut semakin aneh, karena memperlakukan patung itu layaknya manusia. Menganggap keluarga itu abnormal, Greta mencoba menyadarkan mereka kalau boneka porselin itu hanyalah boneka biasa.

Namun yang terjadi kemudian adalah hal-hal misterius yang mengerikan dan penuh kejutan. Greta kemudian menyadari kalau boneka porselin itu bukan boneka biasa : Boneka itu benar-benar hidup, dan kini mengincar nyawanya.



6. THE FINEST HOURS
Tanggal Rilis    : 29 Januari 2016
Sutradara          : Craig Gillespie
Pemeran           : Chris Pine, Casey Affleck, Holliday Grainer, Eric Bana

Diangkat dari kisah nyata aksi penyelamatan heroik yang dilakukan kapal Penjaga Pantai terhadap kapal SS Pendleton yang terbelah akibat Badai Nor'Easter (badai super dasyat) pada tahun 1952.


Dikisahkan pada tanggal 18 Februari 1952, Kapal Tanker SS Pendleton dan SS Fort Mercer melintasi pantai New England yang saat itu sedang mengalami Badai Dasyat. Akibatnya kedua kapal itu terhantam badai dan terbelah. Saat kejadian, awak kapal berhasil mengirimkan signal minta bantuan.

Tim SAR Pantai Cape Cod menangkap sinyal itu dan dipimpin oleh Kepala Penyelamat Bernard Webber (Chris Pane), mereka segera terjun ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Aksi penyelamatan itu jelas sangat mustahil dan berbahaya dikarenakan badai yang luar biasa dasyat itu. Lewat aksi heroik yang dramatis, akhirnya Tim SAR berhasil menyelamatkan 33 dari 34 awak Kapal SS Pendleton.



7. KUNG FU PANDA 3 
Tanggal Rilis    : 29 Januari 2016
Sutradara          : Jennifer Yuh Nelson & Alessandro Carloni
Pemeran           : Jack Black, Angelina Jolie, Dustin Hoffman, Jackie Chan, Lucy Liu, David Cross

Dan bulan Januari ini pun ditutup dengan film animasi super-kocak produksi DreamWorks Animation dan Oriental DreamWorks. Disutradarai Jennifer Yuh Nelson dan Alessandro Carloni, seri ketiga dari si Panda Po akan mengisahkan cerita yang cukup mengejutkan.

Satu ketika tanpa sengaja Po (Jack Black) bertemu dengan Li Shan (Bryan Cranston), seekor Panda yang tidak lain adalah ayah kandung Po. Setelah melepas kerinduan, Li Shan mengajak Po ke kampung halamannya yang merupakan tempat perlindungan para panda. Meski sama-sama Panda, tapi Po rupanya tidak bisa bergaul dengan rekan sejenisnya.

Belum lagi Po mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, dia diperkenalkan dengan Mei Mei (Kate Hudson), seekor panda betina yang ternyata telah dijodohkan pada Po sejak mereka masih balita. Dengan kedatangan Po di kampung Panda itu, maka pernikahan dirinya dan Mei Mei harus segera dilaksanakan.

Di lain pihak, muncul seekor mahluk bernama Kai (J.K. Simmons) yang berniat menguasai dunia dengan mengalahkan para jago Kung Fu di seantero Tiongkok. Sasaran terakhirnya adalah menghancurkan Kampung Panda, tempat Po berada.

Mau tidak mau, Po dan teman-temannya - Master Shifu (Dustin Hoffman), Monkey (Jackie Chan), Mantis (Seth Rogen), Viper (Lucy Liu), Crane (David Cross), dan Tigress (Angelina Jolie) - harus melatih para Panda untuk bisa menghadapi Kai. Dalam waktu yang sebegitu singkat, sanggupkah para panda mempersiapkan diri mereka?

NewerStories OlderStories Home