Judul             : Railroad Tigers
Sutradara      : Ding Sheng
Pemeran       : Jackie Chan, Huang Zi Tao, Wang Kai, Darren Wang
Tanggal rilis : 16 Desember 2016
 
Di akhir tahun ini, Jackie Chan tampil kembali dalam film terbarunya : Railroad Tigers. Film ini merupakan film produksi China yang merupakan produksi patungan antara Shanghai Film Group, Shanghai New Culture Media Group, Yaolai Entertainment Media, dan Beijing Motianlun Media.

Film yang ceritanya diadaptasi dari kejadian nyata ini menceritakan perjuangan penduduk Tianjin dalam menghadapi Tentara Jepang saat pengerjaan jalan kereta api terpanjang di China. Pada bulan Desember 1941, Jepang bermaksud mempercepat invasinya di China. Untuk itu, Jepang kemudian membangun rel kereta api terpanjang di China, yang membentang dari Kota Tianjin (dekat Beijing di China Tengah) ke Najing, Chiangshu (selatan China). Jalur kereta ini dianggap sebagai rute transportasi militer paling penting buat Tentara Jepang, karena mereka menggunakan rute ini untuk mendistribusikan senjata dan bahan kebutuhan tentara Jepang, termasuk makanan. Saat dioperasikan, jalur kereta api tersebut selalu dijaga oleh tentara Jepang guna menghindari sabotase yang mungkin dilakukan pemberontak China.

Ma Yuan (Jackie Chan) adalah salah seorang pekerja yang juga mengerjakan kereta api itu. Mengetahui tujuan penggunaan jalur kereta api tersebut, diam-diam Ma Yuan mengumpulkan teman-temannya yang tergabung dalam kelompok perlawanan penjajahan Jepang untuk merampok senjata dan makanan yang dibawa kereta itu. Menggunakan kemampuan dan pengetahuannya tentang jaringan dan rute kereta api, Ma Yuan dan kelompoknya berhasil menyabotase kereta Jepang dan mencuri senjata serta makanan, untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat China yang kelaparan.

Aksi heroik Ma Yuan dan kelompoknya yang hanya mengandalkan ketajaman ingatan serta tangan kosong untuk menggali dan menyabotase rel kereta, membuat mereka dikenal sebagai Pahlawan berjudul "Railroad Tigers".

Sepak terjang mereka itu membuat berang pasukan Jepang. Mereka kemudian membuat jebakan dan pada perjalanan berikutnya, Tentara Jepang membuat "Railroad Tigers" terpancing dan menjebak mereka di Shandong, di mana di sana telah bersiap tentang Jepang bersenjata lengkap, siap menghabisi kelompok itu. Ma Yuan yang menyadari jebakan itu, segera melakukan aksi berbahaya dengan taruhan nyawanya : Meledakkan jembatan kereta api. Berhasilkah dia?

Jackie Chan sangat sadar dengan usianya yang sudah tidak muda lagi (tahun ini usianya telah menginjak 62 tahun). Karena itu dalam beberapa film terakhir, dia sudah makin jarang melakukan aksi berbahaya sendiri dan banyak melibatkan tim stunt penggantinya. Meski demikian, Jackie tetap berusaha mempertahankan ciri khasnya dalam bermain film, di mana dia tetap melakukan sendiri satu aksi berbahaya di dalam filmnya. Dan aksi paling berbahaya yang dilakukan Jackie Chan dalam film ini adalah aksinya meloncat dari kereta api yang berjalan cepat, beberapa saat sebelum jembatan kereta meledak. Sebuah aksi sangat berbahaya dan menakutkan ... !!!



DO YOU KNOW? 
Film ini merupakan film kolaborasi ketiga Sutradara China Ding Sheng dengan Jackie Chan. Sebelumnya, Ding Sheng menyutradarai film Jackie Chan berjudul Little Big Soldier (2010), Police Story 2013 (2013), dan Railroad Tigers (2016). Sebelumnya, Ding Sheng menyutradarai film box-office blockbuster China-Hong Kong berjudul Saving Mr Wu (2015) yang diperan-utamai Andy Lau.

Film Railroad Tigers menghabiskan dana sebesar US$ 50 juta.







Judul Film     : Asura (Asura - The City of Madness)
Sutradara       : Kim Sung Su
Pemeran         : Jung Woo Sung, Hwang Jung Min, Ju Ji Hoon
Tanggal Rilis :  28 September 2016

Jika Anda senang dengan film thriller penuh intrik seperti Infernal Affairs, sepertinya Anda akan suka dengan film ini. Film Korea Selatan bergenre thriller-suspense ini akan membawa penonton pada konflik penuh ketegangan dan sangat cerdas. Meski berdurasi 132 menit, film ini justru terasa sangat pendek, berkat kemampuan Sutradara Kim Sung Su yang berhasil meramu film ini menjadi tontonan yang sangat memikat.

Detektif Han Do Kyung (Jung Woo Sung) sebenarnya adalah detektif yang jujur dan telah mendedikasikan hidupnya untuk memberantas kejahatan. Tetapi pada saat istrinya menderita kanker akut dan membutuhkan uang banyak untuk biaya operasi, dia terpaksa melakukan tindakan tercela. Detektif Han setuju untuk membantu Mayor Park Sung Bae (Hwang Jung Min) yang korup untuk menutupi semua tindakan jahatnya.

Awalnya Detektif Han berhasil membereskan semua masalah yang dibuat Park Sung Bae. Tapi naas, Detektif Han justru tertangkap tangan oleh Tim Pengawas Internal Kepolisian (Internal Affairs) dan menuduhnya melakukan korupsi. Agar Detektif Han terbebas dari ancaman penjara, dia harus membantu Intel Polisi untuk mencari bukti atas tindakan korupsi yang dilakukan Mayor Park. Di lain pihak, diam-diam Mayor Park sudah mencurigai Detektif Han akan menghianatinya. Diam-diam dia memasang banyak mata-mata untuk mengawasi Detektif Han. Jika benar Detektif Han menghianatinya, maka Mayor Park tidak segan untuk menghabisi Detektif Han.

Akankah Detektif Han benar-benar membantu Intel Polisi membekuk Mayor Park? Bagaimana nasib istri Detektif Han nantinya?

Film ini tidak saja diisi dengan adegan penuh percakapan, tetapi juga aksi perkelahian seru nan brutal. Pastinya, film cerdas ini benar-benar wajib ditonton karena tidak membosankan dan sangat mendebarkan.

Film Asura : The City of Madness merupakan film keempat kolaborasi antara Sutradara Kim Sung Su dan Aktor Jung Woo Sung. Ada pun 3 film terdahulu adalah "Beat" (1997), "City of the Rising Star" (1998) dan "Musa the Warrior" (2001).



Judul Serial TV     : Lethal Weapon
Ditayangkan          : FOX
Pemeran                : Damon Wayans, Clayne Crawford, Jordana Brewster, Keesha Sharp
Tanggal tayang      : 21 September 2016 - seterusnya

Tahun 1987, film Lethal Weapon dirilis. Film bergenre aksi-thriller-komedi ini diperani Mel Gibson (sebagai Martin Riggs) dan Danny Glover (Roger Murtaugh). Keduanya memerani 2 orang polisi dengan karakter dan usia yang sangat berbeda jauh. Meski awalnya sulit bekerja sama, namun pada akhirnya keduanya bisa saling bekerja sama menumpas kejahatan.

Film super-seru ini dibuat hingga 4 seri dan kesemuanya laris-manis, menjadikan nama Mel Gibson makin berkibar di dunia film eksyen.

Mencoba mengulang kesuksesan film layar lebar tersebut, maka tahun ini Fox merilis serial televisi Lethal Weapon, dengan mengadaptasi alur cerita film layar lebarnya. Berbeda dengan film layar lebarnya, maka serial televisi Lethal Weapon mengisahkan latar belakang Detektif Martin Riggs yang punya perilaku psikopat yang bertendensi untuk bunuh diri.

Martin Riggs (Layne Crawford) adalah seorang polisi Texas yang terkenal sangat energik dan melakukan segala cara untuk bisa menangkap para kriminal yang diburunya. Saat sedang mengejar seorang pelaku kejahatan, dia mendapat telepon dari istrinya yang sedang hamil kalau dia akan pergi ke rumah sakit karena akan melahirkan. Malangnya, saat Riggs tiba di rumah sakit, istrinya telah tewas akibat kecelakaan lalu-lintas saat menuju rumah sakit. Kejadian traumatis itu kemudian mengubah kepribadian Riggs yang tadinya ceria berubah menjadi seorang pendiam dan selalu berniat untuk bunuh diri.

Sementara itu di New York, Roger Murtaugh (Damon Wayans) adalah seorang detektif yang baru selamat dari sebuah aksi kejahatan. Dia nyaris tewas, namun berhasil diselamatkan. Di hari pertama dia bekerja lagi, terjadi sebuah aksi perampokan. Ketika tiba di tempat kejadian, dia melihat ada seorang sipil yang dengan entengnya memasuki bank. Rupanya orang sipil itu adalah Martin Riggs yang berniat menangkap para perampok. Dengan caranya yang sangat ekstrim - karena memaksa para perampok untuk membunuhnya - Riggs berhasil melumpuhkan 3 orang perampok di bank tersebut.

Ternyata kehadiran Riggs di lokasi perampokan bukan disengaja, namun karena dia dipindah-tugaskan dan menjadi partner kerja Roger Murtaugh. Tentu saja Roger menolak karena melihat niat Riggs yang selalu ingin bunuh diri. Namun karena dipaksa Atasannya, dia pun menuruti dan menjadi partner kerja Riggs.

Namun setelah besama-sama memecahkan kasus kematian seorang mantan marinir yang bekerja di sebuah sekuritas keamanan, Riggs dan Rog dapat bekerja sama. Hubungan mereka pun jauh dari sekedar rekan-kerja dan menjadi kekeluargaan setelah Riggs diajak makan malam bersama keluarga Rog.

Secara kualitas, serial Lethal Weapon terbilang bagus dan sangat menarik. Eksyennya cukup seru dan memicu adrenalin (terutama ketika Riggs dan Rog mengejar seorang kriminal, yang justru membawa mereka masuk ke dalam arena balap mobil Grand Prix). Selain jalan cerita yang cepat dan eksyen yang seru, komedi khas Lethal Weapon pun juga dimasukkan dalam serial ini. Seperti adegan adu-mulut antara Riggs dna Rog saat berebut mengemudikan mobil, itu merupakan ciri khas Lethal Weapon yang cukup menggelitik.

Sayangnya, jika dibandingkan dengan versi layar lebarnya, mungkin Anda akan kecewa. Pasalnya, karakter Roger Murtaugh dan Martin Riggs dibawakan dengan gaya yang terlalu santai dan "manis" oleh Damon Wayans dan Clayne Crawford. Dalam versi layar-lebar, baik Mel Gibson dan Danny Glover sama-sama membawakan aktingnya dengan intensitas yang cepat. Adu-mulut Riggs dna Rog saat memutuskan melakukan tindakan tertentu yang menjadi ciri-khas film Lethal Weapon, dibawakan Mel Gibson dan Danny Glover dengan gaya yang serius namun kocak. Bahkan saat berhadapan dengan para kriminal pun keduanya bisa saling berdebat guna mengalihkan perhatian lawan.

Masalahnya, adegan debat seperti itu tidak tampak di serial televisi. Bahkan saat "kesempatan" itu ada, dan seharusnya keduanya berdebat untuk mengalihkan perhatian lawan mereka, justru tidak terjadi. Yang tampak dalam serial itu hanyalah kisah tentang kerja sama dua orang detektif layaknya serial televisi bergenre "police-buddy" pada umumnya.

Akting Clayne Crawford pun bisa saya katakan gagal untuk menyeimbangi akting Mel Gibson dalam memerani karakter Martin Riggs. Dalam versi layar lebar, Mel Gibson menampilkan sosok Martin Riggs yang benar-benar stres layaknya seorang penderita mental-disorder yang bertendensi ingin bunuh diri dan sangat mengancam orang di sekitarnya. Dari bahasa tubuhnya pun, semua penonton bisa melihat kalau Mel Gibson benar-benar memerangkan seorang "Lethal Weapon" yang menakutkan dan siap meledak.

Sedangkan Clayne Crawford tidak terlihat seperti seseorang yang stres, meski baru ditinggal mati istrinya. Dia sangat tenang dan santai, baik dari ucapan, tatapan mata, gerak-gerik tubuh, semuanya benar-benar sangat normal. Jadi sangat sulit untuk percaya kalau Clayne Crawford benar-benar memerani karakter seorang "Lethal Weapon".

Hal yang sama juga terjadi pada Damon Wayans yang memerani Roger Murtaugh. Aktingnya juga tidak sekocak Danny Glover, padahal dia sendiri adalah seorang komedian. Meski usia Wayans saat ini sudah 56 tahun dan memerani karakter pria berusia 50 tahun, namun dia tidak menampilkan peran sebagai seorang pria 50 tahun yang sesungguhnya. Saat mengejar kriminal, dia tidak menunjukkan kalau dirinya mudah capek dan kepayahan. Dia juga tidak menunjukkan kekuatirannya akan dipecat gara-gara melakukan banyak tindakan ekstrim dengan Martin Riggs, padahal dia sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Wayans memerani karakter Roger Murtaugh layaknya karakter yang biasa dia perani, tanpa sadar kalau banyak penonton (terutama yang menonton film layar lebar Lethal Weapon di era 90an) yang mengidolakan karakter ini.

Jadi... jika Anda belum pernah menonton versi layar lebar Lethal Weapon, dapat dipastikan Anda akan suka serial televisi ini. Sangat seru dan asyik banget untuk ditonton. Tapi jika sudah pernah menonton versi layar lebarnya, mungkin Anda akan sangat kecewa ....




ABOUT "LETHAL WEAPON"
Film Lethal Weapon adalah salah satu film "super blockbuster" yang sangat terkenal di era 1980- 1990-an dan merupakan salah satu film eksyen klasik era itu. Dirilis dalam 4 seri, kesemua seri Lethal Weapon menjadi film block-buster paling sukses di masa itu. Uniknya, kesemua seri itu disutradarai Richard Donner dan kesemuanya diperan-utamai oleh mayoritas pemeran yang sama (Mel Gibson, Danny Glover, Darlene Love, Traci Wolfe, Damon Hines, Ebonie Smith, Steve Kahan, dan Mary Ellen Trainor). 

Lethal Weapon Pertama dirilis tahun 1987. Film ini mengisahkan tentang Sersan Polisi Los Angeles Roger Murtaugh (Danny Glover) baru merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Dia diberi seorang rekan kerja bernama Martin Riggs (Mel Gibson). Baru kerja beberapa hari, dia menemukan kalau Riggs adalah seorang sosiopath yang punya hasrat untuk bunuh diri. Hal ini terjadi setelah dia mengalami stres akibat kematian istrinya 2 tahun silam akibat kecelakaan lalu lintas. Karena punya hasrat bunuh diri tersebut, Riggs sering melakukan banyak aksi mengejar kriminal dengan cara yang sangat ekstrim dan berbahaya, sehingga dia kemudian dikenal dengan julukan "Lethal Weapon" (Senjata Maut).

Riggs dan Rog kemudian menyidiki kasus tewasnya anak salah seorang teman Rog yang bunuh diri. Kasus itu ternyata bukan bunuh diri biasa, karena anak itu sedang terpengaruh narkoba jenis baru. Penyidikan mereka mengarah pada sebuah perusahaan bernama Shadow Company yang ternyata adalah perusahaan pembuat narkoba terbesar di Los Angeles. Ketika Shadow Company menculik anak Roger untuk membungkam Rog dan Riggs agar tidak mencampuri urusan mereka, keduanya justru mengamuk dan memporak-porandakan Shadow Company.

Film yang dibuat dengan dana US$ 15 juta itu, berhasil meraup keuntungan sebesar US$ 120.2 juta. Lethal Weapon mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton dan mendapat julukan sebagai Film "Urban Western" setara film Dirty Harry yang sangat populer di era 1970an.

Pasca kesuksesan Lethal Weapon, maka 2 tahun kemudian muncullah sekuel film tersebut : Lethal Weapon 2. Dengan tetap disutradarai dan diperani mayoritas pemeran yang sama, film ini mengisahkan tentang aksi penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh sekelompok orang yang bekerja di Konsulat Afrika Selatan dan berlindung di balik Kekebalan Diplomatik. Tanpa memperdulikan aturan internasional, Riggs dan Rog mengobrak-abrik Konsulat Afrika Selatan untuk menangkapi para staf Konsulat yang menyelewengkan wewenang dan kekuasaan mereka untuk berdagang narkoba.

Film Lethal Weapon 2 dianggap banyak pihak sebagai seri Lethal Weapon paling menarik. Selain sukses secara finansial dengan meraup keuntungan sebesar US$ 227.9 juta (dibuat dengan dana yang sama dengan yang pertama), film ini pun mendapatkan respon yang sangat positif dari para kritikus dan disukai banyak penonton.

Seri ketiga Lethal Weapon dirilis tahun 1992. Masih tetap disutradarai Richard Donner dan diperani Mel Gibson - Danny Glover, kali ini Riggs dan Rog mendapat tugas melakukan investigasi atas kasus perampokan uang. Dibantu Agen Penyidikan Internal Sersan Lorna Cole (Rene Russo), mereka bertiga mengarahkan penyidikan mereka pada Jack Travis (Stuart Wilson), mantan polisi yang beberapa waktu silam melakukan pencurian senjata polisi dan menggunakan senjata "penembus baju anti-peluru" untuk membunuh polisi. Film ini menjadi menarik dan makin kocak karena adanya karakter Leo Getz (Joe Pesci) seorang pencuri mobil yang cerewet dan kelak menjadi informan Riggs dan Rog.

Seri ketiga Lethal Weapon dibuat dengan dana yang lebih besar (US$ 35 juta) dan meraup keuntungan sebesar US$ 321,7 juta. Salah satu adegan paling fenomenal di seri ini adalah adegan hancurnya sebuah gedung akibat ketidaksengajaan Riggs mengaktifkan bom mobil yang ditinggalkan seorang kriminal. Aslinya, gedung tersebut adalah bekas Gedung Kota Orlando, Floria, yang terletak di perempatan jalan Orange Avenue dan South Street. Gedung tersebut rencananya akan dihancurkan. Namun Richard Donner kemudian meminta ijin untuk melakukan pengambilan gambar film Lethal Weapon. Ijin itu diberikan asal Donner menghancurkan gedung itu setelah pengambilan adegan dilakukan, di mana biaya penghancuran gedung menjadi tanggung jawab perusahaan produksi film Lethal Weapon. Alih-alih menghancurkan gedung setelah film selesai, Richard Donner justru menjadikan penghancuran gedung itu sebagai bagian filmnya.

Lethal Weapon terakhir dirilis tahun 1998, dan menjadi akhir dari keseluruhan cerita film Lethal Weapon. Dikisahkan Riggs dan Rog harus berhadapan dengan kelompok penyelundup manusia yang dipimpin oleh Wah Sing Ku (Jet Li), kriminal bengis yang ahli bela diri. Selain harus bertarung dengan Sing Ku, Riggs dan Rog juga harus berhadapan dengan Triad China Town yang juga mengincar nyawa mereka.

Film ini merupakan film Hollywood pertama Jet Li, di mana dalam film ini Jet Li nyaris tidak berbicara sama sekali dalam film ini (hanya beberapa patah kata bahasa Inggris dan 1-2 kalimat bahasa Mandarin).

Meski tetap meraup keuntungan yang sangat lumayan (US$ 285 juta), Mel Gibson dan Danny Glover menyatakan sudah tidak berminat lagi untuk bermain di sekuel Lethal Weapon. Dengan demikian secara resmi, film Lethal Weapon 4 menjadi film terakhir dan tidak akan ada sekuel film tersebut.

Meski demikian, Warner Bros sebagai pemilik lisensi film Lethal Weapon tetap berniat untuk memproduksi film Lethal Weapon. Karena itu, mereka telah mempersiapkan kru untuk membuat film Lethal Weapon 5, di mana Justin Lin ditunjuk sebagai sutradara. Saat ini baru Chris Hemsworth yang diincar untuk berperan di film itu (mungkin memerani Martin Riggs). Warner Bros memastikan tidak ada kru dari 4 seri Lethal Weapon sebelumnya yang akan terlibat di film Lethal Weapon 5.

Sementara itu, Jaringan Televisi FOX mendapatkan izin untuk memproduksi Lethal Weapon versi serial televisi. Serial ini pun mulai diproduksi 10 Mei 2016 dan tayang di FOX sejak 21 September 2016 kemarin.




Judul Serial TV    : The Exorcist
Ditayangkan         : Fox
Pemeran               : Alfonso Herrera, Ben Daniels, Genna Davis
Tanggal tayang     : 23 September 2016 - seterusnya

The Exorcist merupakan salah satu film terseram yang pernah dibuat. Pertama kali dirilis dalam bentuk layar lebar tahun 1973, film adaptasi dari novel berjudul sama karya Novelis William Peter Blatty ini menjadi film terlaris sepanjang masa. Meskipun sudah 43 tahun sejak film itu dirilis, namun film The Exorcist masih tetap diminati banyak orang. Bahkan generasi masa kini pun tertarik untuk menonton film tersebut.

Karena animo penonton itulah maka film layar lebar tersebut kemudian diputuskan untuk dirilis dalam bentuk serial televisi. Alur cerita yang ditampilkan dalam serial ini terbilang sangat berbeda dengan yang ditulis di novel maupun di layar lebar. Meski demikian, serial televisi The Exorcist masih setia mengikuti garis besar cerita dalam novel.

Serial yang baru mulai tayang 12 jam yang lalu (23 September 2016) di Amerika Serikat ini mengisahkan tentang Pastor Marcus Keane (Ben Daniels), seorang Pastor Spesialis Pengusiran Roh Jahat (Exorcist), yang sering melakukan pengusiran roh jahat dengan cara yang kontroversial dan tidak disetujui oleh Pihak Vatikan. Delapan belas tahun silam, dia pernah mencoba melakukan pengusiran roh jahat terhadap seorang anak berusia 10 tahun bernama Gabriel di Meksiko. Namun roh yang menguasai anak itu terlalu kuat, sehingga anak itu akhirnya tewas. Kecewa dan frustrasi karena kegagalannya itu, Pastor Marcus memutuskan untuk menutup diri di Pusat Retret St. Aquinas di Los Angeles.

Di masa kini, Pastor Tomas Ortega (Alfonso Herrera) memimpin Gereja St. Anthony di Chicago. Salah seorang jemaatnya, Angela Rance merasakan kelainan pada anak sulungnya, Katherine Rance (Brianne Howey) setelah dia menjenguk salah seorang temannya yang baru meninggal. Sejak itu, Katherine menjadi sering mengurung diri di dalam kamarnya. Adiknya, Casey Range (Hannah Kasulka), mencoba memancing kakaknya untuk keluar dari kamar, namun tidak berhasil.

Angela Rance merasa Katherine mengalami kerasukan, sehingga meminta Pastor Tomas Ortega untuk menjenguk rumahnya. Karena Talenta Pengusiran Roh Jahat bukan kemampuan yang dimilikinya, Pastor Tomas menolak membantu Angela. Tapi kemudian dia sering bermimpi melihat Pastor Marcus yang melakukan pengusiran roh jahat pada Gabriel 18 tahun silam. Pastor Tomas sama sekali tidak kenal siapa Pastur Marcus, sehingga dia tidak tahu latar belakang Pastor Marcus. Mimpi itu semakin intens, sehingga Pastur Marcus merasa Tuhan sedang menyuruh dirinya untuk menemui Pastor Marcus.

Secara tidak terduga, Henry Rance (Alan Ruck) - suami Angela - menyebutkan lokasi Pastor Marcus berada. Pastor Tomas pun pergi menemui Pastor Marcus dan menceritakan mimpi-mimpinya serta masalah yang dihadapinya. Pastor Marcus tidak bersedia membantu, sehingga mengusir Pastor Tomas.

Pastor Tomas memutuskan untuk menjenguk keluarga Angela Rance. Dan di rumah itu, dia baru mengetahui kalau yang kerasukan itu ternyata adalah Casey, bukan Katherine.

Di lain pihak, Pastor Marcus kemudian menyadari kalau kasus kerasukan yang dialami keluarga Rance bukan kasus biasa, karena yang mengalami kerasukan bukan hanya Casey saja. Maka, setelah 18 tahun tidak melakukan prosesi Pengusiran Roh Jahat, Pastor Marcus akhirnya memutuskan untuk turun tangan kembali melakukan pengusiran roh jahat, sekaligus menyidiki kejadian kerasukan massal yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Belum ada informasi berapa total episode yang akan dibuat untuk serial The Exorcist. Sementara ini, sudah 4 episode yang dibuat dan akan terus tayang setiap minggu.



ABOUT "THE EXORCIST"
The Exorcist adalah film horor klasik yang menjadi salah satu film horor paling seram hingga hari ini. Film The Exorcist juga menjadi film horor paling sukses karena telah meraup keuntungan finansial sebesar US$ 661 juta dan menjadi salah satu film horor paling menguntungkan sepanjang masa.

Film The Exorcist merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Novelis William Peter Blatty. Aslinya, novel ini berkisah tentang kejadian kerasukan yang dialami oleh seorang anak pra-remaja 12 tahun bernama Regan MacNeil, anak dari seorang aktris terkenal di masa itu.

Lewat proses pengusiran roh jahat yang dilakukan 2 orang pastor - Pastor Lankester Merrin dan Pastor Damien Karras - akhirnya Regan Mac Neil berhasil diselamatkan.

Ide pembuatan novel tersebut didapat Blatty dari catatan kasus kerasukan yang terjadi pada tahun 1949, yang dibacanya saat dia kuliah di Kampus Georgetown University. Saat menulis novel The Exorcist, Blatty menggunakan sosok Gerald Lankester Harding (1901 - 11 Februari 1979) sebagai model untuk menggambarkan karakter Pastor Merrin. Harding adalah Arkeolog Inggris yang menemukan Naskah Laut Mati.

Prosesi pengusiran Roh Jahat yang ditulis Blatty di novelnya pun merupakan prosesi sebenarnya yang pernah dilihatnya sendiri saat Pastor William S. Bowdern - seorang Pastor Aliran Jesuit -  melakukan pengusiran roh jahat saat mengajar di University St. Louis.

Meski Blatty menyebutkan kalau novelnya ini murni merupakan cerita fiksi, namun dari investigasi yang dilakukan oleh Jurnalis Mark Opsasnick pada Oktober 1997 - Oktober 1998, terungkap kalau novel Blatty sebenarnya merupakan kejadian nyata yang terjadi pada tahun 1949 di Cottage City, Maryland. Di waktu itu, terjadi sebuah prosesi pengusiran roh jahat yang cukup mengerikan pada seorang anak remaja yang disebut dengan nama samaran Roland Doe. Begitu menyeramkan kejadian itu, masyarakat Maryland menghendaki kejadian itu tidak diekspos.

Novel The Exorcist kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar pada tahun 1973. Film yang diperani Max von Sydow (sebagai Pastor Merrin), Jason Miller (Pastor Damien Karras), dan Linda Blair (Regan McNeil) tersebut menggunakan plot yang sama seperti yang tertuang di novel.Film ini meraup kesuksesan yang luar biasa. Sayangnya, ketika sekuel film ini dibuat, tidak satupun dari sekuel tersebut yang mampu meraup kesuksesan seperti film pertamanya.

Pada tahun 1977, sekuel The Exorcist berjudul Exorcist II : The Heretic dirilis. Diperani Linda Blair, Richard Burton, Louise Fletcher, Max von Sydow, dan James Earl Jones, film ini mengisahkan 4 tahun pasca kejadian di seri pertamanya (dan tidak ada hubungannya dengan kisah di novel The Exorcist), di mana Regan MacNeil sudah terbebas dari kerasukan iblis Pazuzu. Meski demikian, Regan kemudian menyidiki misteri Pazuzu dan alasan mengapa dia menjadi kerasukan. Penyidikan Regan membawanya ke pedalaman Afrika, di mana dia berjumpa dengan Kokomo, anak yang diyakini sebagai korban pertama yang dirasuki Pazuzu. Film ini gagal secara finansial dan dicap banyak kritikus sebagai "Film Terburuk Sepanjang Masa".

Tahun 1990, The Exorcist III dirilis. William Peter Blatty menulis skenario sekaligus menyutradarai film ini. Alur ceritanya diadaptasi dari novel Legion (terbit tahn 1983) karya Blatty yang merupakan sekuel dari novel The Exorcist. Film ini diperani oleh para pemeran baru (George C. Scott, Ed Flanders, Jason Miller, Scott Wilson, dan Brad Dourif). Meski mengisahkan kejadian 15 tahun pasca film pertama (serta mengabaikan kejadian yang terjadi di Exorcist II : The Heretic), film ini tidak berhubungan dengan kedua seri tersebut. Satu-satunya benang merah yang menghubungkan film tersebut dengan 2 seri sebelumnya adalah keberadaan karakter Damien Karras (diperani Jason Miller) yang di awal-awal film disebut sebagai "Patient X".

The Exorcist III mengisahkan tentang Ahli Filsafat William F. Kinderman yang menyidiki rangkaian pembunuhan yang terjadi di Georgetown. Penyidikannya membawanya pada seorang pembunuh berantai bernama James "The Gemini" Venamun yang melakukan serangkaian pembunuhan sadis 15 tahun silam. Sang pembunuh telah tewas, tetapi kemudian diyakini kalau rohnya merasuki orang-orang tertentu untuk melakukan pembunuhan kembali.

Meski hasil film ini jauh lebih baik daripada Exorcist II, namun tetapi tidak mampu menyamai kesuksesan film The Exorcist yang pertama

Pada tahun 2004, seri keempat The Exorcist berjudul Exorcist : The Beginning dirilis. Film yang disutradarai Renny Harlin ini merupakan prekuel pertama dari The Exorcist dan menceritakan latar belakang Pastor Lankester Merrin (diperani Stellan Skarsgard). Meski dipromosikan sangat intens, film tersebut juga gagal saat dirilis.

Karena Exorcist : The Beginning tidak sukses, maka di tahun 2005, film Dominion : Prequel to the Exorcist kemudian dirilis dan menjadi prekuel kedua dari The Exorcist. Paul Schrader didapuk menjadi sutradara film yang skenarionya ditulis William Wisher dan Caleb Carr ini. Alur cerita film ini sama dengan film Exorcist : The Beginning, dengan beberapa perubahan pada elemn film agar lebih seram dan menakutkan. Meski demikian, lagi-lagi film ini gagal dan mendapatkan banyak kritik negatif dari penonton.



DO YOU KNOW? 
Banyak pihak yang mengklaim bahwa film layar lebar The Exorcist (1973) adalah film yang dikutuk. Ellen Burstyn, pemeran Chris MacNeil (aktris yang juga ibu dari karakter Regan MacNeil) di film tersebut memberikan konfirmasi terkait kutukan film The Exorcist. Dalam buku otobiografinya - Lessions in Becoming Myself (2006) - Burstyn menyebutkan, saat proses pembuatan film The Exorcist, sempat terjadi kebakan yang menghanguskan semua interior film. Anehnya, hanya kamar Regan MacNeil - yang juga merupakan tempat berlangsungnya ritual pengusiran roh jahat - tidak terbakar sama sekali. Selain itu, banyak pula kasus kecelakaan selama proses pengambilan gambar, sehingga beberapa pemeran film - termasuk Linda Blair yang memerani Regan MacNeil - harus dirawat di rumah sakit karena terluka akibat kecelakaan misterius di tempat shooting.
Adegan Kontroversial Spider Walk di film "The Exorcist" (1973)
Salah satu kontroversi yang berkembang dalam masyarakat adalah adanya keterlibatan iblis dan Sekte Pemuka / Pengikut Setan dalam pembuatan film The Exorcist. Salah satu indikasi tersebut adalah adegan "gaya berjalan laba-laba" (Spider Walk) Regan MacNeil yang sangat tidak mungkin dilakukan oleh manusia normal. Karena itu, maka masyarakat menilai kalau Iblislah yang tampil di adegan itu. Setelah bertahun-tahun merahasiakan teknik pembuatan film itu, akhirnya pada tahun 2000, William Friedlin membocorkan rahasia teknik "jalan laba-laba" tersebut. Adalah Linda R. Hager - seorang Kontortionis (ahli melipat tubuh) - yang melakukan adegan itu dan melakukan pengambilan gambar tanggal 11 April 1973. Adegan itu terlihat nyata berkat sudut pengambilan gambarnya yang pas serta kemampuan Hager yang memang luar biasa dalam melipat-lipat tubuhnya sehingga mampu berjalan seperti laba-laba (tangan dan kaki dilipat ke arah punggung dan berjalan terbalik). Pada tahun 1998, film The Exorcist dirilis ulang dengan judul The Exorcist : 25th Anniversary Special Edition. Kali ini adegan "jalan laba-laba" yang dilakukan Hager dihapus dan digantikan dengan gambar CGI. Teknologi ini memungkinkan "jalan laba-laba" yang ditampilkan makin nyata dan menyeramkan. Adegan ini disempurnakan dan ditampilkan lagi di versi The Exorcist : The Version You've Never Seen, di mana adegannya tampak semakin nyata dan mengerikan.

Awalnya The Exorcist akan dibuat versi reboot-nya. Ide ini telah tercetus sejak tahun 2012. Namun ide ini tidak pernah terwujud. Pada tahun 2016, alih-alih membuat versi layar lebar, Jeremy Slater mengusulkan untuk membuat The Exorcist dalam versi serial televisi. Idenya disetujui Fox dan pada bulan Mei 2016, pembuatan serial televisi The Exorcist pun mulai dilakukan.

Keseluruhan proses pengambilan gambar film ini dilakukan di Andersonville, yang lokasinya tidak jauh dari kota Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Lagu tema (theme song) film The Exorcist berjudul Tubular Bells. Lagu yang sangat terkenal dan melegenda ini dibuat oleh Komposer Mike Oldfield. Meski menjadi lagu yang sangat terkenal hingga hari ini, Mike Oldfield tidak terkesan dengan hasil ini.

Sebelum memilih lagu Tubular Bells sebagai lagu tema film The Exorcist, Sutradara William Friedkin mendengar musik lagu tema film Sorcerer (1977) yang dibawakan oleh grup musik eksperimental asal Jerman Tangerine Dream. Dia sangat ingin lagu sejenis digunakan juga untuk film The Exorcist. Karena itu, dia membuat komposisi lagu klasik modern yang merupakan campuran dari musik Cello Concerto No. 1 (1972) yang dibawakan Polymorphia, beberapa potongan musik karya komposer Krzysztof Penderecki, 5 potong musik orkestra karya Komposer Anton Webern, dan beberapa potong musik karya Jack Nitzsche. Komposisi lagu ini tidak pernah digunakan, dan pada akhirnya musik Tubular Bells milik Mike Oldfield-lah yang digunakan sebagai lagu tema.

Musik Tububar Bells dapat Anda dengar di episode pertama The Exorcist, di mana lagu tersebut muncul di akhir episode tersebut.







Judul Film          : Friend Request
Sutradara           : Simon Verhoeven
Pemeran            : Alycia Debnam-Carey, William Moseley, Connor Paolo, Brit Morgan
Tanggal Tayang : 1 Oktober 2016

Saat menonton film ini, Anda pasti tidak akan percaya kalau film ini adalah film produksi Jerman. Ya, film yang semula berjudul Unfriend ini merupakan kreasi sutradara Jerman yaitu Simon Verhoeven dan didistribusikan oleh perusahaan Jerman, Wiedemann & Berg Film. Film ini sebenarnya sudah tayang di Jerman sejak 7 Januari 2016, dan baru akan tayang di Amerika Serikat - serta negara Asia - tanggal 1 Oktober 2016 mendatang.

Film ini mengisahkan tentang Laura Woodson (Alycia Debnam-Carey), seorang gadis kampus yang cukup populer di Facebook dan memiliki lebih dari 800 orang teman. Di dunia nyata, dia punya kekasih - Tyler (William Moseley) - dan beberapa orang sahabat yang selalu mendampinginya dalam suka dan duka : Kobe (Connor Paolo), Olivia (Brit Morgan), Isabel (Brooke Markham), dan Gustavo (Sean Marquette).

Satu ketika, di kampusnya muncul seorang mahasiswi misterius bernama Marina Mills (Liesl Ahlers). Marina yang kesepian, lalu mengajak Laura berteman di Facebook (lewat akunnya Mari Na). Karena kasihan melihat Marina yang tidak punya teman satu pun di Facebook, maka Laura pun menerima pertemanannya. Laura dan Marina pun berteman baik di dunia nyata. Namun sikap Marina tiba-tiba berubah dan sangat obsesif pada Laura. Hal ini membuat Laura takut dan berusaha menjauhi Marina.

Ketika Laura ulang tahun, dan Marina tidak diundangnya, Marina menjadi sangat kecewa. Dia mengkonfrontir Laura, namun malah diusir oleh Laura. Sakit hati, Marina kemudian pergi. Beberapa hari kemudian muncul kabar kalau Marina bunuh diri.
Alycia Debnam-Carey
Ternyata kematian Marina adalah awal dari segala bencana buat Laura. Pasca kematian Marina, muncul rekaman video aksi bunuh diri Marina di akun Laura yang dengan cepat menyebar ke semua teman-teman Facebook Laura. Hal ini membuat banyak orang mengira Laura mengalami gangguan jiwa, sehingga satu-persatu teman dunia maya meninggalkan Laura.

Hal ini belum berakhir, karena kemudian satu-persatu sahabat Laura tewas dengan cara mengerikan, dan videonya disebar lewat akun Facebook Laura.

Laura mencoba membuang video tersebut dan mematikan akunnya. Tetapi tidak berhasil. Bahkan teman-teman Laura yang masih hidup juga mengalami hal yang sama : Mereka tidak bisa mematikan akun Facebook mereka.

Kobe - yang seorang ahli komputer - mencoba membobol akun Facebook Marina. Namun dia sendiri tidak mampu merusak akun tersebut, karena algoritma yang digunakan pada akun tersebut sangat berbeda dengan algoritma program pada umumnya. Kobe kemudian menelusuri isi akun Marina. Dia kemudian menemukan kalau Marina ternyata mempelajari ilmu sihir Kaca Hitam. Ilmu ini membuat siapapun yang bunuh diri di depan kaca gelap, maka rohnya akan menghantui siapapun yang berada di kaca tersebut. Karena Marina bunuh diri di depan laptop, maka rohnya menghantui siapapun yang melihat laptop.

Laura kemudian mencoba mencari laptop Marina untuk dimusnahkan. Tapi rupanya Marina telah lebih dulu merasuki Kobe, sehingga dia sempat melukai dan nyaris membunuh Marina.

Film berdurasi 92 menit terbilang cukup menarik karena mengangkat fenomena Facebook di kalangan mahasiswa dan pergaulan masa kini. Dari sisi alur cerita, film ini juga bisa dikatakan berhasil membuat penonton terus-menerus penasaran hingga akhir cerita. Sayangnya, sebagian rasa penasaran penonton tidak terjawab hingga akhir cerita, sehingga malah mengundang banyak pertanyaan bagi penonton yang sudah menonton hingga akhir film.

Satu nilai negatif dari saya berkenaan dengan film ini adalah banyaknya adegan yang "lebay" sehingga cukup menganggu. Salah satunya adalah akting Brooke Markham, pemeran Isabel. Dalam beberapa adegan, akting Markham bisa saya katakan terlalu berlebihan, seperti misalnya saat melihat kekasihnya, Gustavo, yang membenturkan kepalanya di dalam lift. Isabel tidak menolong kekasihnya, tetapi menjerit-jerit di depan lift dengan gaya yang aneh. Pada saat di rumah sakit, aktingnya juga terlalu berlebihan saat melihat arwah Marina. Lebih aneh lagi saat adegan dia (maaf)  mengerat lehernya sendiri. Ekspresi wajahnya juga sama anehnya.

Kehadiran Markham di film ini bisa dikatakan sangat menganggu ketegangan yang telah dibangun di film ini. Untungnya dia tidak muncul hingga akhir film. Kalau tidak, pasti penonton sudah ilfil melihat gayanya yang aneh.

Sebagai sebuah hiburan, Friend Request bisa saya katakan sebagai film yang cukup menghibur. Meski demikian, saya tidak berniat menonton film ini lebih dari sekali. Selain karena film ini tidak terlalu memberikan kesan yang mendalam, akting parah pemain film ini juga menjadi nilai minus yang membuat saya memutuskan tidak akan mau nonton film ini untuk kedua kalinya.



DO YOU KNOW? 
Awalnya, film ini berjudul "Unknown Error", lalu berubah menjadi "Unknown User", dan kemudian berubah lagi menjadi "Unfriend" saat dirilis di bioskop Jerman. Ketika akan dirilis di bioskop internasional, film ini diubah judulnya menjadi "Friend Request" karena memiliki kesamaan judul dengan film Amerika Serikat "Unfriended" yang dirilis tahun 2014.

Keseluruhan shooting film ini dilakukan di Cape Town, Afrika Selatan.

Meski sutradara film ini adalah orang Jerman asli, namun Simon Verhoeven memutuskan semua percakapan dalam film ini menggunakan bahasa Inggris agar mudah diterima oleh pasar internasional.

Dan meskipun film ini adalah film Jerman, namun para pemainnya merupakan campuran dari beberapa negara. Alycia Debnam-Carey adalah aktris Australia, William Moseley adalah aktor Inggris, sedangkan Connor Paolo, Brooke Markham, Sean Marquette, dan Brit Morgan adalah artis Amerika Serikat. Hanya Liesl Ahlers yang merupakan artis Jerman.

Liesl Ahlers
Jika Anda bertanya apa hubungan antara Sutradara Simon Verhoeven dengan Sutradara Paul Verhoeven (yang menelurkan film-film box-office seperti RoboCop, Total Recall, Starship Troppers, dan Basic Instinct), maka jawabannya : TIDAK ADA. Simon Verhoeven berasal dari Jerman, sedangkan Paul Verhoeven adalah sutradara kelahiran Belanda. Hanya secara kebetulan saja mereka memiliki nama keluarga yang sama. Tapi menariknya, kakek Simon Verhoeven juga bernama Paul Verhoeven, dan sama-sama berkecimpung di dunia film sebagai Sutradara. Aneh ya?





Judul Serial       : On The Way To The Airport
Ditayangkan      : KBS
Pemeran            : Kim Ha Neul, Lee Sang Yoon, Shin Sung Rok, Choi Yeo Jin, Jang Hee Jin
Tanggal tayang : 21 September - 24 November 2016
Total Episode   : 20

 Ketika memilih seseorang untuk menjadi pasangan hidup, pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri : Apakah orang yang kupilih ini benar-benar adalah belahan jiwaku?

Serial melodrama-romantis ini mempertanyakan hal itu, mengingat tingkat perceraian yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Sebuah hubungan keluarga yang dibangun dengan fondasi cinta, ternyata tidak semuanya mampu bertahan lama, dan seringkali kandas justru ketika fondasi itu telah diperkuat dengan tali pernikahan dan hadirnya sang buah hati.

Dikisahnya Choi Soo Ah (Kim Ha Neul) adalah seorang Asisten Pramugari di sebuah Perusahaan Penerbangan Korea Selatan dan telah bekerja selama 12 tahun di sana. Suaminya, Park Jin Seok (Shin Sung Rok), adalah seorang pilot handal yang juga bekerja di perusahaan tersebut. Mereka memiliki seorang anak perempuan remaja bernama Park Hyo Eun yang telah berusia 12 tahun.
Soo Ah (kiri) dan Do Woo (kanan). Haruskah mereka bersatu?
Soo Ah merasa hidupnya sudah sangat sempurna, karena telah memiliki pekerjaan yang baik serta keluarga yang sangat harmonis. Tetapi semuanya berubah ketika dia berkenalan dengan seorang pria bernama Seo Do Woo (Lee Sang Yoon), seorang dosen paruh waktu pengajar Bidang Arsitektur di sebuah perguruan tinggi Korea Selatan.

Do Woo adalah seorang pria yang lembut, baik, dan ceria. Dia pun sudah menikah dengan Kim Hye Won (Jang Hee Jin), dan mereka dikaruniai seorang anak yang cantik. Namun pernikahan Do Woo ternyata tidak seindah yang diharapkan. Sebuah kecelakaan maut merenggut Hye Won dari Do Woo.

Do Woo kehilangan arah hidup. Ketika dia merasa hidupnya sudah hampa, dia berkenalan dengan Soo Ah. Kehadiran Soo Ah seolah mengembalikan serpihan kehidupan Do Woo yang telah berantakan. Dari sebuah pertemuan biasa, pertemanan mereka berlanjut ke hubungan yang lebih khusus. Dan pada saat itulah Soo Ah dihadapkan pada pilihan : mempertahankan hubungan keluarga yang telah dibangunnya selama 12 tahun, atau memulai kehidupan baru yang (mungkin) lebih baik dengan Do Woo?

Episode pertama serial ini telah tayang 21 September 2016 kemarin dan langsung menyita perhatian para penonton dengan meraih rating sebesar 9.6 point (urutan ke-8 serial televisi dengan penonton terbanyak minggu ini), yang mengindikasikan kalau serial ini berpotensi untuk menjadi tontonan favorit penonton Korea Selatan.



 Judul Film      : Mission Milano
Sutradara        : Wong Jing
Pemeran         : Andy Lau, Huang Xiau Ming, Shen Teng, Wong Cho Lam
Tanggal Rilis  : 1 Oktober 2016

Wong Jing adalah sutradara senior terkenal Hong Kong yang sering menelurkan film-film komedi-eksyen yang sangat komikal dan penuh adegan slapstick. Meski terkesan konyol, tapi rupanya konsep tontonan seperti ini dapat diterima oleh penonton Hong Kong. Tidak heran jika kemudian film-film Wong Jing (beberapa di antaranya : God of Gamblers, Kung Fu Mahjong, Fight Back to School, My Kung Fu Sweetheart, dan From Vegas to Macau) selalu sukses secara finansial.

Setelah awal tahun 2016 ini dia menelurkan sekuel terakhir From Vegas to Macau, maka menjelang akhir tahun ini, dia pun merilis film teranyar garapannya. Diperani Andy Lau dan Huang Xiao Ming, film ini menawarkan cerita yang mirip dengan gaya Wong Jing :  seru, kocak, dan penuh adegan slapstick yang sangat absurb. Buat penggemar film-film Wong Jing, itu adalah formula yang paling pas dan keren banget.

Film ini mengisahkan tentang seorang pengusaha kaya bernama Ho (Huang Xiao Ming) yang baru-baru merilis sebuah penemuan bernama Seed of Gods, yang mana benda tersebut dapat menuntaskan masalah kelaparan di dunia. Namun kemudian timbul masalah setelah banyak orang berusaha menguasai penemuan Ho tersebut.Keselamatan Ho pun terancam.

Interpol kemudian mengutus Agen mereka bernama Bo (Andy Lau) untuk menjadi pelindung Ho. Agar tidak diketahui keberadaannya, maka identitas Ho diubah dan dia harus menjalani hidup yang lebih sederhana dan jauh dari dunia glamor. Tentu saja hal ini sangat menekan Ho yang sudah terbiasa hidup mewah dan penuh gemerlap. Tidak jarang terjadi konflik antara Bo dan Ho. Namun konflik itu tidak berlangsung lama, karena para musuh kini tahu di mana keberadaan mereka, dan jiwa mereka pun kini terancam.

Selain adegan komedi slapstick dan super kocak, film ini juga dipenuhi dengan adegan perkelahian yang luar biasa keren. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri kalau secara keseluruhan film ini mengingatkan saya pada konsep cerita yang pernah Wong Jing tuangkan di film God of Gamblers. Bedanya, Mission Milano jauh lebih modern dan teknik sinematografi serta efek khususnya jauh lebih baik ketimbang God of Gamblers.






Bulan September akan berakhir sebentar lagi. Dan kita pun akan menyongsong bukan Oktober 2016. Dan seperti bulan September, di bulan Oktober juga akan banyak film keren yang wajib tonton. Nah, apa saja film yang perlu dicatat dalam daftar tonton bulan Oktober? Berikut ini adalah daftarnya ...


1. THE GIRL ON THE TRAIN
Tanggal tayang      : 7 Oktober 2016
Sutradara               : Tate Taylor
Pemeran                : Emily Blunt, Rebecca Ferguson, Lisa Kudrow, Haley Bennett, Justin Theroux

Awal bulan Oktober ini, kita awali dengan film drama-thriller menegangkan yang keren banget. Si Cantik Emily Blunt akan menjadi memerani karakter Rachel Watson, seorang wanita yang baru bercerai. Setiap hari Rachel pergi ke tempat kerja menaiki kereta MRT dan merenungi hidup yang dia jalani sendiri tanpa pasangannya lagi.

Satu pagi, tanpa sengaja dia menjadi saksi sebuah pembunuhan yang terjadi di kereta MRT tersebut. Masalahnya, tidak ada saksi yang melihat kejadian itu. Polisi juga tidak mempercayai laporannya. Rachel sendiri ragu, apakah dia benar-benar melihat kejadian itu? Atau semuanya hanya halusinasinya saja?

Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya novelis Inggris Paula Hawkins yang dirilis 1 Februari 2015. Sejak dirilis hingga April 2015, novel itu menjadi novel terlaris versi The New York Times. Novel ini dirilis ulang Januari 2016 dan kembali menduduki peringkat pertama sebagai novel terlaris. Hingga bulan Agustus 2016, novel ini diperkirakan telah dijual lebih dari 11 juta kopi di seluruh dunia.


2.  MAX STEEL
Tanggal tayang      : 14 Oktober 2016
Sutradara               : Steve Hendler
Pemeran                : Ben Winchell, Ana Vilafarie, Andy Garcia, Maria Bello

Sebuah serial super-hero baru akan meramaikan layar lebar bulan Oktober ini. Max Steel adalah mainan "action figure" produksi perusahaan mainan Mattel (perusahaan yang juga memproduksi boneka Barbie, Ever After High, Winx Club, Hot Wheels, Master of The Universe, dan WWE). Mainan tersebut dirilis tahun 1997 dan menjadi salah satu mainan yang diminati anak-anak.

Sebelumnya, Max Steel pernah dikembangkan dan dibuat serial animasinya yang ditayangkan di jaringan televisi Disney SD 25 Februari 2000 - 15 Januari 2002, lalu dibuat ulang dan ditayangkan tanggal 25 Maret 2013.

Versi layar lebar ini mengambil cerita yang sedikit berbeda dari kisah animasinya. Alur ceritanya sendiri lebih kelam dan ditujukan untuk penonton berusia remaja dan dewasa.

Dikisahkan Max McGrath (Ben Winchell) adalah anak dari seorang ilmuan. Saat ayahnya masih hidup, Max sempat mengikuti eksperimen yang dibuat oleh ayahnya. Setelah sang ayah meninggal, Max kemudian bertemu dengan mahluk Alien bernama Steel yang dapat membantunya menyempurnakan peralatan yang diciptakan oleh ayah Max. Meski awalnya agak sulit bekerja sama, tapi ketika mereka menemukan caranya dan bersatu, Max pun berubah menjadi superhero Max Steel yang bersiap untuk menghadapi serangan mahluk asing dari luar angkasa.



3. JACK REACHER : NEVER GO BACK
Tanggal tayang      : 21 Oktober 2016
Sutradara               : Edward Zwick
Pemeran                : Tom Cruise, Cobie Smulders, Patrick Heusinger, Danika Yarosh

Tahun 2012 silam, Tom Cruise bermain di film Jack Reacher sebagai tokoh tersebut yang merupakan mantan anggota Militer sekaligus serdadu bayaran. Film yang merupakan adaptasi novel One Shot (2005) karya novelis Lee Child meraup keuntungan luar biasa (dibuat dengan dana US$ 60 juta, film ini meraup keuntungan finansial sebesar US$ 218 juta), sehingga wajar jika kemudian ada rencana untuk membuat sekuelnya.

Setelah 4 tahun dalam proses pengembangan dan pembuatan, akhirnya sekuel Jack Reacher pun dirilis tahun ini. Film yang awalnya berjudul Jack Reacher : Never Look Back ini melanjutkan cerita dari seri pertamanya. Empat tahun pasca kejadian yang terjadi di film pertama, Jack Reacher (Tom Cruise) memutuskan untuk kembali ke unit militer lamanya.

Saat kembali ke Kantor Pusat, dia dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap seorang remaja berusia 16 tahun. Merasa tidak melakukan kejahatan yang dituduhkan padanya, Jack Reacher memutuskan untuk menyidiki kasus tersebut. Ternyata kasus pembunuhan itu tidak hanya sekedar kasus pembunuhan biasa, tetapi ternyata ada konspirasi di baliknya, dan terkait dengan kasus yang dia hadapi sebelumnya.

Sekuel Jack Reacher ini merupakan adaptasi dari novel sekuel Jack Reacher berjudul Never Go Back (2013).



4. OUIJA : ORIGIN OF EVIL
Tanggal tayang      : 21 Oktober 2016
Sutradara               : Mike Flanagan
Pemeran                : Elizabeth Reaser, Annalise Basso, Lulu Wilson, Henry Thomas

Film Ouija yang dirilis tahun 2014 silam menjadi salah satu film horor terlaris di waktu itu, meski tidak didukung oleh aktor dan aktris ternama dan merupakan debut perdana Sutradara Stiler White. Dibuat dengan dana US$ 5 juta, film itu mampu meraup keuntungan hingga US$ 103.6 juta.

Atas kesuksesan film itu, maka tahun ini, prekuel film Ouija pun dirilis. Film ini mengisahkan kejadian 50 tahun sebelum kejadian yang ditampilkan di film pertama. Dikisahkan pada thaun 1967, di Kota Los Angeles, Alice Zander (Elixabeth Reaser) seorang janda beranak dua melakukan bisnis penipuan untuk menghidupi keluarganya. Guna membuat bisnisnya makin sukses, dia pun melakukan sebuah ritual pemanggilan roh. Rupanya roh tersebut menuntut tumbal, yang tidak lain adalah anak bungsunya, Doris (Lulu Wilson).

Menyadari kesalahannya, Alice kemudian melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan anaknya. Dan terjadilah pertarungan mengerikan antara dirinya dan iblis yang kelak akan mengubah garis hidupnya selamanya.



5. INFERNO
Tanggal tayang      : 28 Oktober 2016
Sutradara               : Ron Howard
Pemeran                : Tom Hanks, Felicity Jones, Omar Sy, Sidse Babett Knudsen, Ben Foster

Setelah 7 tahun berselang, akhirnya sekuel petualangan Profesor Ikonologi dan Simbologi Harvard University Robert Langdon dirilis tahun ini. Karakter rekaan Novelis Dan Brown yang sebelumnya muncul di film kontroversi The Da Vinci Code (2006) dan Angels & Demon (2009), kini tampil kembali dengan cerita yang lebih seru.

Diawali dengan Robert Langlon yang terbangun di rumah sakit Florence, Italia, di mana dia tidak mengingat kejadian beberapa hari sebelumnya. Belum lagi ingatannya kembali lagi, Langlon tiba-tiba saja menemukan dirinya menjadi target dan incaran para pembunuh. Dibantu Dr Sienna Brooks (Felicity Jones), seorang dokter di rumah sakit tersebut, Langlon berhasil selamat dari kepungan para pembunuh itu.

Dengan mengandalkan pengetahuan simbologi yang dikuasainya, Langlon berusaha mendapatkan kembali ingatannya yang telah hilang, sekaligus menyingkap sebuah konspirasi besar yang mengancam hidup banyak orang.



6. RINGS
Tanggal tayang      : 28 Oktober 2016
Sutradara               : F. Javier Gutierrez
Pemeran                : Matilda Lutz, Johnny Galecki, Aimee Teegarden, Bonnie Morgan

Ingat film layar lebar Jepang berjudul Ringu (1998) yang sempat meneror para moviegoers di seluruh dunia? Film yang mempopulerkan karakter mahluk supranatural Sadako itu hingga hari ini masih disukai dan menjadi salah satu film horor ikonik yang melegenda.

Tahun 2002, Hollywood merilis film remake berjudul The Ring. Meski mengambil cerita yang sedikit berbeda, namun film tersebut sukses besar dan mempopulerkan Sadako versi Amerika Serikat, Samara Morgan. Film tersebut dilanjutkan dengan sekuelnya - The Ring Two - yang juga meraup kesuksesan yang sama.

Sebenarnya cerita film The Ring Two sudah berakhir dan tidak memungkinkan lagi dilanjutkan. Namun karena desakan para fans The Ring yang meminta film tersebut dibuatkan kembali sekuelnya, maka Paramount Pictures akhirnya menyetujui untuk membuat sekuelny kembali. Dan bulan ini, sekuel The Ring ini pun dirilis.

Diadaptasi dari alur ceria film Sadako 3D, film ini akan mengambil setting waktu 13 tahun setelah kejadian di film The Ring yang pertama. Dikisahkan bahwa Holt (Alex Roe) adalah seorang pria yang sangat penasaran dengan legenda yang menyebutkan kalau ada sebuah rekaman video yang dapat membuat penontonnya tewas 7 hari setelah menontonnya. Karena tidak percaya dengan legenda itu, Holt pun menonton film itu. Dan benar saja, jiwanya kemudian terancam.

Julia (Matilda Lutz), kekasih Holt, kemudian mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kekasihnya itu. Namun saat dia berusaha menghalau Samara Morgan (Bonnie Morgan) yang datang untuk menjemput nyawanya dan Holt, Julia baru menyadari kalau di dalam video kutukan kematian tersebut terdapat video lain yang merupakan jawaban dan petunjuk untuk mengalahkan Samara. Berhasilkah mereka lolos dari ancaman kematian Samara Morgan?



Judul TV Seri     : Designated Survivor
Ditayangkan       : ABC Network
Pemeran             : Kiefer Sutherland, Natasha McElhone, Maggie Q, Kal Penn
Tanggal tayang   : 21 September 2016 - seterusnya

Kiefer Sutherland tampil lagi di serial televisi, tapi bukan lagi sebagai Super Agen Jack Bauer. Sutherland akan bermain di serial televisi bergenre thriller-politik berjudul Designated Survivor. Kisahnya sendiri mirip dengan serial 24 yang sebelumnya pernah diperani Sutherland, meski kali ini dia tidak berperan sebagai Agen CTU (Counter Terorrist Unit), melainkan menjadi Presiden Amerika Serikat !!

Di malam saat Presiden Amerika Serikat sedang membacakan Laporan Pertanggung-jawaban di sidang paripurna, sebuah bom meledak. Ledakan dasyat itu tidak saja menewaskan Presiden, tetapi juga semua menteri dan peserta yang mengikuti sidang.

Tom Kirkman (Kiefer Sutherland) Sekretaris Menteri Perubahan dan Pengembangan Kota, tidak ikut dalam sidang tersebut karena keberadaan tidak dibutuhkan. Namun ketika Presiden, Wakil Presiden, dan semua menteri tewas dalam ledakan, Kirkman menjadi satu-satunya Pejabat Pemerintahan Tertinggi yang dianggap sebagai "orang penting terakhir" yang selamat dari ledakan itu. Dengan pertimbangan itu, atas pertimbangan kondisi Negara yang dalam kondisi Gawat Darurat, Senat menunjuknya sebagai Presiden Amerika Serikat. Tentu keputusan itu sangat mengejutkan dan sulit diterima Kirkman. Namun mau-tidak mau, dia harus memegang jabatan itu, karena sudah tidak ada orang lain yang bisa melakukannya.

Pasca pelantikannya sebagai Presiden, Kirkman segera menyadari kalau pengangkatan dirinya sebagai presiden ternyata merupakan sebuah plot yang memang sudah dirancang sebelumnya oleh orang di dalam Pemerintahan. Dan orang tersebut berkomplot dengan sekelompok orang anti-pemerintah yang ingin mengacaukan Amerika Serikat. Kirkman tidak saja harus memikirkan cara menyelamatkan negaranya, tetapi juga nyawa keluarganya dari ancaman para kriminal yang ingin mengendalikan Amerika Serikat lewat tangan Kirkman.

Sementara itu, Agen FBI Hannah Wells (Maggie Q) mendapat tugas untuk menyidiki pelaku peledakan tersebut. Penelusuran Wells membawanya ke sebuah konspirasi besar yang sangat membahayakan Pemerintah.



DO YOU KNOW? 
Aktor Kal Penn pemeran Seth Wright (staf Presiden yang bertugas menulis pidato Presiden) di serial ini, dalam kehidupan nyata adalah staf pemerintahan di Gedung Putih. Dia bekerja sebagai staf pemerintah sejak tahun 2009 dan menjabat sebagai Associate Director untuk Kantor Administrasi Gedung Putih di masa pemerintahan Presiden Barack Obama. Di tempat kerja dia dikenal orang dengan nama Kalpen Modi, nama asli Kal Penn. Dalam kampanye kepresidenan bulan November 2010 lalu, Kal Penn menjadi salah satu juru kampanye Obama. Dia pun menjadi pembicara dalam Konvensi Partai Demokrat Nasional Amerika Serikat tahun 2012.
Kal Penn
Selain sebagai aktor (yang paling populer adalah film seri Harold & Kumar, di mana di film itu dia berperan sebagai Kumar Putel) dan Staf Gedung Putih, Kal Penn juga adalah Dosen Tamu yang mengajar di University of Pennsylvania Program Cinema Studies.

Karena pengalamannya bekerja sebagai Staf Gedung Putih, Kal Penn ditunjuk sebagai Konsultan Ahli untuk serial Designated Survivor.

Sebelumnya, Kal Penn telah bekerja sama dengan Kiefer Sutherland di serial televisi 24 (2001 - 2009). Ini adalah kali kedua mereka bekerja sama kembali.

Sebelumnya, Kiefer Sutherland pernah mengatakan jika dia tidak tertarik lagi untuk bermain di serial televisi dan ingin fokus di dunia musik yang saat ini sedang digelutinya. Tetapi saat membaca naskah Episode Pertama "Designated Survivor", dia menjadi sangat bersemangat dan langsung setuju menerima peran sebagai Presiden Amerika Serikat.





Judul Film        : Long Long Time Ago - Part 1 & 2
Sutradara          : Jack Neo
Pemeran           : Aileen Tan, Mark Lee, Wang Lei, Suhaimi Yusof, Ryan Lian
Tanggal tayang : 31 Maret 2016 (Part 1) dan 9 Juni 2016 (Part 2)

Dalam dunia perfilman Singapura, nama Jack Neo sudah menjadi jaminan mutu karya sebuah produk hiburan. Kreasi aktor, Pembawa Acara, Komedian, dan Sutradara asal Singapura - yang bernama asli Liang Zhi Qiang - ini selalu dinanti oleh banyak penonton, baik acara televisi maupun film layar lebar. Khususnya film layar lebar, dari data yang saya peroleh, hampir semua film yang diperani dan disutradarai Jack Neo pasti adalah film box-office.

Film-film Jack Neo kesemuanya adalah film drama-komedi yang selalu memotret realita kehidupan keseharian masyarakat Singapura. Tema yang diangkatnya selalu tentang masalah sosial yang dipaparkan dengan gaya yang sangat kocak, sekaligus menyentil dengan cerdas. Tidak heran, semua filmnya sangat mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat Singapura.

Di awal tahun ini, Jack Neo merilis film Long Long Time Ago. Film ini dibuat sebagai peringatan 50 tahun Kemerdekaan Singapura dan menceritakan tentang proses perkembangan negara Singapura pasca kemerdekaan dari penjajahan Inggris tahun 1965 hingga pertumbuhan perekonomiannya yang pesat di akhir dekade 1970-an. Karena panjangnya cerita yang diangkat, maka film ini dirilis dalam 2 seri. Agar tidak terlihat sebagai sebuah "film sejarah" yang membosankan, Jack Neo mengemas film berdurasi total 230 menit tersebut menjadi sebuah cerita drama dari sudut pandang sebuah keluarga yang tinggal di kampung.

Pada tahun 1965, Lim Zhao Di (diperani Aileen Tan) adalah seorang istri beranak perempuan 3 yang barusan ditinggal mati suaminya. Nasibnya cukup malang. Karena menjadi istri kedua, maka ketika suaminya meninggal, dia diusir oleh istri pertama dari rumah. Tanpa uang sepeserpun dan tidak tahu harus ke mana, Zhao Di yang sedang hamil tua kemudian mengajak ketiga anak perempuannya tersebut untuk tinggal di rumah orang tuanya yang terletak di kampung.

Kampung tempat orang tua Zhao Di tinggal adalah kampung yang masih kolot dan masih percaya dengan hal mistis. Bahkan gara-gara tanggal lahir ayah dan ibu Zhao Di dianggap tidak cocok, Zhao Di tidak boleh memanggil ayahnya dengan sebutan "Ayah" atau "Papa" tetapi "Paman Keempat".

Tiba di kampung, Zhao Di justru dianggap pembawa sial dan awalnya tidak diizinkan untuk tinggal di rumah orang tuanya itu. Namun setelah air ketuban kandungannya pecah, akhirnya Zhao Di dilarikan ke rumah sakit dan anak-anaknya diizinkan tinggal di rumah orang tua Zhado Di. Dia melahirkan sepasang anak kembar pada tanggal 6 Agustus 1965. Bersamaan dengan kelahiran sepasang anak itu, Singapura dan Malaysia - yang saat itu tergabung menjadi satu negara bernama Federasi Malaysia bersama Sabah dan Sarawak - di hari tersebut memutuskan untuk berpisah dan berdiri masing-masing.

Penderitaan Zhao Di belum berakhir. Paman Keempat merasa keberatan dengan kehadiran sepasang bayi tersebut, karena membuat kondisi perekonomian keluarga makin tidak baik. Zhao Di membantu keuangan keluarganya dengan Pencuci Pakaian serta berjualan susu kedelai bersama adik bungsunya, Lim Ah Hee (Benjamin Tan). Namun setelah Ah Hee dipukuli Ah Long (Ryan Lian), Ketua Preman Area 706 tempat Zhao Di berjualan kembang tahu dan susu kedelai, mau tidak mau Zhao Di menjual anak perempuannya yang masih bayi demi bisa menghidupi keluarganya.

Setelah Singapura resmi menyatakan kemerdekaannya tanggal 9 Agustus 1965, dimulailah kampanye calon legislatif untuk menduduki kursi pemerintahan. Dalam kampanye tersebut, People's Action Party (PAP; Partai Pergerakan Rakyat) memenangi Pemilu. Sejak itulah perubahan perekonomian di Singapura mulai terjadi. Pemerintah menata kedai yang berjualan di pinggir jalan menjadi lebih baik dan bersih. Hal ini juga dirasakan oleh Zhao Di dan keluarganya yang berjualan sayur dan kembang tahu karena bisa berjualan di pasar yang bersih, tanpa kuatir dikejar-kejar aparat maupun diganggu para preman.

Namun kenyamanan hidup keluarga Zhao Di terganggu oleh kejadian pertikaian Suku Tionghua dan Suku Melayu tanggal 13 Mei 1969. Akibat pertikaian itu, keluarga Zhao Di nyaris menjadi korban Suku Melayu yang membenci Suku Tionghua. Beruntung Zhao Di bersahabat baik dengan Osman (Suhaimi Yusof), penjual nasi yang juga tetangganya. Bersama Osman, Zhao Di menjalin persahabatan dan kerja sama dengan antar kedua suku yang bertikai, sehingga hubungan harmonis antara Suku Tionghoa dan Suku Melayu terjalin lagi.

Seri pertama film ini diakhiri dengan terjadinya banjir besar yang menghantam Singapura tanggal 10 Desember 1969. Banjir tersebut akhirnya memaksa Keluarga Zhao Di untuk mengungsi dan meninggalkan kampung mereka.

Seri kedua film ini melanjutkan cerita dari seri pertama. Pasca bencana banjir hebat yang melanda Singapura, Zhao Di dan keluarganya kembali ke kampung dan mencoba membenahi rumah mereka yang nyaris habis terendam banjir.

Sementara itu, perekonomian Singapura semakin membaik. Hal ini juga mengubah gaya hidup masyarakat Singapura yang mulai konsumtif dan meniru dunia barat. Osman yang masih berpikiran konservatif, tidak bisa menerima saat mengetahui anaknya, Ahmad (Mastura Ahmad), bergabung dengan teman-temannya bermain musik rock. Kuatir Ahmad terpengaruh hal negatif dari musik cadas itu, Osman melarang anaknya bermain musik itu. Hal ini membuat ayah dan anak itu bersitegang, dan Ahmad kabur dari rumah.

Pada tahun 1977, Pemerintah berniat melakukan reklamasi tanah dengan membeli tanah penduduk di kampung untuk dibangun apartemen dan rumah susun. Sebagai anak sulung dari keluarganya, Zhao Di mendapatkan hak penggantian kompensasi dari pemerintah. Tetapi adiknya, Lim Ah Kun (Mark Lee), berusaha menguasai uang kompensasi itu dan menuduh kakaknya menjalin hubungan khusus dengan Ah Long yang saat itu sudah menjadi Mantan Preman Area 706. Di waktu bersamaan, kondsi kesehatan Zhao Di sedang sangat kritis. Namun demi adiknya, dia akhirnya mengalah.

Film yang dibuat dengan dana US$ 5 juta (untuk total 2 film) berhasil meraup keuntungan total lebih dari US$ 7 juta. Sebuah prestasi yang cukup baik. Hal yang paling menarik dari film ini adalah keberadaan berbagai ras di film ini sebagai penggambaran keragaman masyarakat Singapura yang memang terdiri dari berbagai ras (Melayu, Tionghua, Tamil, dan India). Meski film ini mayoritas menggunakan bahasa Hokkien, namun Anda bisa mendengar pula berbagai bahasa asing lain (Teochew, Melayu, Mandarin, Inggris, dan India) sebagai simbol dari keragaman suku bangsa di Singapura.

Secara umum, film drama-komedi ini menyuguhkan cerita yang benar-benar menarik, khususnya tentang kehidupan masyarakat Singapura di masa tersebut. Semua adegan dibuat sedemikian alami, sehingga membawa penonton seolah-olah ikut terlibat di dalam film tersebut. Saya pribadi sangat menikmati film ini. Meski menceritakan tentang "sejarah" Negara Singapura, namun film ini menampilkannya dengan sangat ringan, tapi mengena.



DO YOU KNOW? 
Bagian paling fantastis dan dramatis dari film ini adalah rekonstruksi ulang banjir dasyat yang menenggalamkan Singapura tanggal 10 Desember 1969. Untuk membuat adegan ini agar tampak nyata, Jack Neo membangun sebuah kolam raksasa berukuran panjang 30 meter dan lebar 30 meter, dengan kedalaman 1.5 meter. Untuk menimbulkan efek nyata, khusus di bagian hujan dan banjir, Jack Neo menggunakan teknologi suara Auro-3D, yang merupakan teknologi format audio terbaru buatan Auro Technologies - Belgia, di mana mampu menghasilkan suara yang jauh lebih jernih dan bening.

Dalam mempersiapkan diri melakukan perannya sebagai Zhao Di, Aileen Tan - yang hanya bisa berbahasa Mandarin dan Inggris - belajar bahasa Hokkien dan Melayu. Dalam sebuah adegan, salah satu gigi depan Aileen patah. Jack Neo melihat hal itu dan meminta Aileen untuk membiarkan giginya yang patah itu, karena hal itu menimbulkan kesan yang kuat dan keras pada karakter Aileen. Di Seri Kedua Long Long Time Ago, Aileen menggunakan gigi palsu guna memerani karakter Zhao Di yang berusia 70 tahun.

Pada adegan Zhao Di menyelamatkan Ah Hee yang terjebak di dalam toilet, Jack Neo menghendaki adegan dibuat serealistis mungkin, agar penonton bisa melihat kondisi toilet Singapura di era 1960-an. Karena itu, dia menggunakan feses sungguhan yang disemprotkan ke bagian-bagian toilet. Anda bisa bayangkan bagaimana aroma toilet tersebut saat proses pengambilan adegan ini.

Untuk menimbulkan kesan realistis lainnya, Jack Neo juga meminta Aileen Tan untuk membiarkan bulu ketiaknya tumbuh dan terlihat melambai saat Aileen mengenakan pakaian tanpa lengan. Wanita Singapura berbulu ketiak tebal adalah hal lumrah yang banyak dijumpai di era tahun 1960-an, terutama wanita pekerja kasar di tambang batu bara.

Adegan di kampung dilakukan sepenuhnya di Kampung Cina Pusing yang terletak di Ipoh, Malaysia. Suasana kampung tersebut dibuat menyerupai Kampong Chai Chee di masa 1960-an. Sebagai info, Kampong Chai Chee adalah tempat di mana Jack Neo dilahirkan dan menjalani masa kecilnya. Kini Kampong Chai Chee - berada di wilayah Bedok, Singapura - telah menjadi komplek apartemen.

Shooting 2 seri Long Long Time Ago dilakukan selama 60 hari (Mei - Juli 2015).

NewerStories OlderStories Home