Sudah cukup lama rasanya saya tidak mengupas serial Hong Kong. Wajar, mengingat tidak ada serian Hong Kong yang menurut saya pantas untuk diulas di sini. Yang terbilang agar lumayan adalah serial Wudang Rules (潮拜武當 ) yang ditayangkan TVB tanggal 25 Mei - 19 Juni 2015 silam. Serial dengan total 20 episode ini diproduseri Nelson Cheung, dan merupakan serial televisi teranyar yang diperani oleh Chin Siu Ho (Chen Siau Hau).

Jika Anda penggemar film layar lebar Hong Kong, tentu kenal dengan Chin Siu Ho. Ya, dia adalah aktor kawakan yang sangat populer di tahun 1980-an. Namanya mulai melejit saat film yang diperaninya, Mr Vampire (1985), sukses luar biasa. Sejak itu, dia banyak bermain di film-film eksyen-komedi bertema vampir China. Di tahun 1990-an, namanya kembali sukses setelah beradu akting dengan Jet Li di film Tai Chi Master (1993; sebagai Tian Bao, saudara seperguruan Jun Bao yang diperani Jet Li) dan Fist of Legend (1994; sebagai Huo Ting En, saudara seperguruan Chen Zhen yang diperani Jet Li). Selain bermain di layar lebar, Chin Siu Ho juga pernah bermain di serial televisi, meski tidak banyak. Serial televisi terakhir yang diperaninya berjudul The Chevaliers (俠義見青天 ) produksi TVB yang dirilis tahun 1994.

Terletak di Bukit Wudang, Hubei, China, Biara Wudang adalah tempat orang-orang belajar dan mendalami pengetahuan tentang Taoisme. Mantan detektif Hong Kong Pau Kai Chung (Chin Siu Ho), merasakan kejenuhan dalam pekerjaannya dan memutuskan untuk tinggal di Wudang untuk mendalami Ajaran Tao.

Di sana dia bertemu Mo Yee Shan (Yuen Qiu), kakak seperguruannya yang kini telah menjadi pelatihan bela diri di Biara Wudang, serta pengelola penginapan yang terletak di bawah kaki Bukit Wudang. Kai Chung kemudian bekerja sebagai Juru Masak di penginapan kakak seperguruannya itu. Di sana, dia berkenalan dengan seorang pria misterius bernama Ho Ching Tung (Derek Kok) yang mengalami gangguan jiwa.

Suasana Biara Wudang yang tenang, berubah menjadi kacau ketika beberapa murid dari Perguruan Tai Chi Hong Kong diterima sebagai murid di biara tersebut. Para murid baru tersebut antara lain seorang petarung bernama Cheung Ka Kong (Timmy Hung), anak orang kaya Lok Yik Hin (Jonathan Cheung), wanita pengawal bernama Yeung Ching Wu (Toby Leung), model cantik Siu Yuk (Regen Cheung), dan Lok Yeung (Tavia Yeung).
Chin Siu Ho
Lok Yeung adalah anak perempuan dari kakak seperguruan Kai Chung yang sengaja datang ke Biara Wudang untuk meyakinkan ibunya agar mau membantunya untuk membuka usaha investasi di Hong Kong. Yee Shan setuju membantu finansial anaknya jika Lok Yeung sanggup tinggal di Biara Wudang selama tiga bulan.

Ching Tung yang awalnya sakit jiwa, tiba-tiba sembuh. Parahnya, dia ternyata mengenai Kai Chung, dan Kai Chung adalah penyebab dirinya kehilangan kewarasan. Dia bermaksud membalaskan dendam pada Kai Chung. Dan rencananya ini ternyata membahayakan keselamatan orang-orang yang ada di Biara Wudang.

Secara rating, serial ini bisa dikatakan "Standar" dengan pengecualian di episode 1 - 5 (tayang 25 - 29 Mei 2015) yang mendapatkan respon yang cukup baik dari penonton, dengan nilai rating di atas rata-rata. Sebagai hiburan, serial ini bisa menjadi tontonan yang cukup menghibur dan tidak membosankan.


ABOUT "WUDANG MOUNTAINS"
Lokasi shooting serial ini dilakukan di Biara Wudang di Bukit Wudang. 

Bukit Wudang atau "Wudang Mountains" (武当山;Wu Dang San) terletak di Propinsi Hubei, Tiongkok, sebelah selatan kota Shiyan. Sejak berabad-abad yang lalu, bukit ini sudah dikenal sebagai tempat orang mempelajari Taoisme.
Tidak jelas kapan dan bagaimana Bukit Wudang bisa menjadi lokasi untuk pembelajaran Ajaran Tao. Diduga Ajaran yang diperkenalkan Filsuf Laozi pada abad 4 ini memang pertama kali diajarkan di bukit tersebut, sehingga bukit itu selalu dipakai sebagai tempat untuk mendalami Ilmu Tao dan seni bela diri pernafasan Tai-Chi. Di atas bukit tersebut terdapat banyak biara dengan usia yang bervariasi.

Biara pertama - Five Dragons Temple (Wu Long Miao) - didirikan sekitar abad 5 - 6 Masehi pada masa pemerintahan Kaisar Taizong dari Dinasti Tang (berkuasa 598 - 649). Biara tersebut kemudian mengalami pengembangan yang cukup signifikan pada masa pemerintahan Dinasti Song (960 - 1279) dan Yuan (1271 - 1368). Puncaknya adalah pada masa Dinasti Ming (abad 14 - 17), saat Pemerintahan Kaisar Yongle (1360 - 1424) yang mengembangkan biara Tao di Bukit Wudang menjadi bangungan yang sangat indah dan mewah untuk memuja Dewa Beidi atau Xuan Wu.

Meski banyak biara yang dibangun, namun tidak semuanya masih ada hari ini, dikarenakan usia bangunan yang sudah tua dan sempat tidak mendapatkan perhatian dan perawatan. Biara Wudang telah ditetapkan sebagai Warisan Cagar Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 1994.



DO YOU KNOW? 
Serial ini merupakan serial terakhir Derek Kok di TVB. Sebagai catatan, Derek Kok (Kok Jing Hung) adalah salah seorang aktor senior Hong Kong yang sudah bekerja di TVB sejak tahun 1986. Dia telah bermain di lebih dari 60 judul serial televisi dan film layar lebar. Tahun ini Derek memutuskan untuk tidak melanjutkan kontraknya lagi dengan TVB dan memutuskan hengkang dari stasiun televisi tempatnya bernaung selama hampir 30 tahun ini.







Awalnya saya mengira film ini hanyalah film drama perang biasa. Tidak tahunya, film thriller yang membuat bulu kuduk merinding. Yep... Yep... Yep... Meski tidak menyeramkan layaknya film genre horor, tapi konten yang terkandung dalam film ini bisa dikatakan setara dengan menonton film horor. Mimik wajah Uhm Ji Won yang memerani Kepala Sekolah - meski selalu tersenyum manis, namun - tampak menakutkan. Senyumnya yang misterius, ditambah sorotan matanya yang tajam, membuat siapapun yang melihatnya pasti ketakutan.
Film yang disutradarai Lee Hae Young ini mengambil setting keadaan Korea Selatan pada masa penjajahan Jepang di tahun 1938. Ju Ran (diperani Park Bo Young), seorang gadis muda yang tinggal di Gyeongseong (Seoul) baru-baru ini dipindahkan dari sekolahnya ke asrama merangkap rumah sakit guna mengobati penyakitnya yang tidak kunjung sembuh. Di asrama itu, Ju Ran mendapatkan perawatan dan perhatian yang sangat baik dari Kepala Sekolah (Uhm Ji Won). Selain itu, dia mendapatkan teman baru, Yeon Deok (Park So Dam), yang kemudian menjadi sahabatnya.

Dalam waktu yang cukup singkat, kesehatan Ju Ran membaik. Namun sejalan dengan kesehatannya yang terus membaik, Ju Ran merasakan ada perubahan yang tidak lazim pada tubuhnya. Selain itu, satu-persatu penghuni asrama menghilang. Ketika semakin banyak temannya yang menghilang, Ju Ran dan Yeon Deok memutuskan untuk menyidiki misteri itu.

Uhm Ji Won sebagai Kepala Sekolah
Harus diakui kalau penampilan Uhm Ji Won sebagai Kepala Sekolah menjadi daya tarik film ini secara keseluruhan. Meski tampil dengan wajah yang sangat ramah, tapi Ji Won berhasil membawa aura menakutkan yang dapat membuat siapapun merinding saat memandang wajahnya.

Film ini ditayangkan di Korea Selatan tanggal 18 Juni 2015 kemarin, dan langsung duduk di peringkat ketiga Box-Office Korea Selatan dengan meraih pemasukan sebesar 2.02 juta Won (US$ 1.83 juta). Keren banget ...!!!


DO YOU KNOW? 
Judul Korea film ini awalnya adalah "Sonyeo" (The Girl). Namun saat proses pengerjaannya, film ini mengalami perubahan judul menjadi "Gyeongseonghakyoo : Sarajin Sonyeodeul" (Gyeongseong School : Disappeared Girls).

Keseluruhan shooting dilakukan di Sekolah Gyeseong yang berlokasi di Daegu, Korea Selatan. Proses shooting berlangsung sejak tanggal 3 Agustus hingga 24 Oktober 2014.


Karena ingin tampil sesempurna mungkin, tidak jarang seorang aktor maupun aktris memainkan perannya dengan penghayatan yang berlebihan, yang kadang-kadang justru mencelakai dirinya. Namun hebatnya, sang aktor maupun aktris justru tidak memperdulikan insiden yang dideritanya (walau sebenarnya insiden itu membahayakan dirinya), dan terus memainkan perannya, hingga Sang Sutradara puas dan mengatakan "Cut".

Sedikitnya ada 10 kasus insiden yang benar-benar terjadi di film dan menimpa sang artis. Hal ini terjadi sebagai akibat totalitas peran yang dibawakan artis itu. Awalnya adegan itu akan dibuang. Tapi karena melihat keseriusan akting sang artis, maka insiden itu tidak dibuang, dan dijadikan bagian dari film. Berikut ini adalah insiden tersebut :

1. SE7EN (1995)
Dalam film yang disutradarai David Fincher ini ada adegan di mana Brad Pitt melakukan pengejaran terhadap John Doe (Kevin Spacey) di bawah derasnya hujan. Pada saat itu, terdapat adegan tangannya terantuk jendela sehingga tendon tangannya terluka parah.

Adegan brutal itu bukan hasil rekayasa, tapi tangan Brad Pitt benar-benar terluka parah, hingga kemudian harus dipasangi perban. Meski demikian, Brad Pitt tidak meminta menghentikan jadwal shooting, namun meneruskan proses shooting, meski tangannya dalam kondisi terluka. Guna mengantisipasi hal itu, maka David Fincher pun bekerja sama dengan para penulis, kemudian memasukkan adegan tangan Detektif David Mills (karakter yang diperani Brad Pitt) yang terluka dan diperban ke dalam cerita.


2. DJANGO UNCHAINED (2012)
Film yang disutradarai Quentin Tarantino ini menampilkan banyak adegan brutal dan berdarah-darah, sejak awal film hingga akhir. Jadi sangat wajar para penonton tidak menyadari kalau ada insiden berdarah yang terjadi di tengah film.
Dalam sebuah adegan di ruang tamu, di mana Leonardo DiCaprio yang memerani peran Calvin J. Candie marah dan menggebrak meja. Mungkin karena terlalu emosional, DiCaprio justru menggebrak gelas yang berada di dekatnya. Alhasil gelas itu hancur dan pecahan kacanya melukai tangan DiCaprio. Meski dalam kondisi sangat kesakitan dan terluka parah, DiCaprio tidak menghentikan aktingnya. Bahkan dengan tenang - masih dalam adegan film tersebut - dia mencabut pecahan kaca yang tertancap di telapak tangannya. Penonton tidak menyadari kalau kejadian itu adalah kejadian sebenarnya, dan DiCaprio benar-benar terluka.



3. FOXCATHCER (2014)
Di film biografi yang disutradarai Bernett Miller ini, ada adegan yang menampilkan Mark Schulz (yang diperani Channing Tatum) berada dalam kondisi tertekan di kamar hotelnya. Dalam keadaan depresi, dia membenturkan kepalanya ke cermin yang tergantung di tembok.

Sebenarnya cermin tersebut terbuat dari bahan yang tidak berbahaya. Selain itu, di balik kaca tersebut sudah diberi pelindung yang mencegah benturan ketika Tatum membenturkan kepalanya ke cermin tersebut. Namun lantaran dia terlalu keras membenturkan kepalanya, alhasil yang terjadi kepalanya menghantam tembok di balik cermin dengan sangat keras. Tidak saja temboknya rusak, tetapi juga kepala Tatum mengalami luka sobek, sehingga harus menerima jahitan di kepala sepanjang 5 sentimeter.

Adegan ini tidak diedit, dan luka berdarah di kepala Tatum yang Anda lihat di adegan tersebut bukan efek khusus.



4. LORD OF THE RINGS : RETURN OF THE KING (2003)
Dalam film arahan sutradara Peter Jackson ini, ada adegan di mana Aragorn Elesser (diperani Viggo Mortensen) marah, kemudian menendang helm, lalu menjerit dan terduduk. Adegan dramatis itu cukup mengejutkan dan mengharukan.

Adegan saat Aragorn (Viggo Mortensen) menendang helm
Tapi tidak ada yang tahu kalau waktu melakukan tersebut, Viggo Mortensen sebenarnya benar-benar sedang kesakitan. Saat menendang helm, Viggo menendang terlalu keras, sehingga dua jari kakinya patah. Adegan menjerit tersebut tidak ada dalam skrip, namun Viggo melakukan improvisasi untuk menutupi kesakitannya tersebut.
Setelah Peter Jackson menutup adegan itu, para medis segera menolong Viggo
Tidak ada yang mengetahui penderitaan Viggo, sampai Peter Jackson menutup adegan itu dengan seruan, "Cut!". Pada waktu itulah Viggo benar-benar menjerit kesakitan, dan petugas medis langsung berlarian menghampiri dan menolongnya.



5. FOLLOW THE FLEET (1936)
Follow the Fleet merupakan film drama musikal komedi  yang diperani Fred Astaire dan Ginger Rogers. Film yang disutradarai Mark Sandrich ini dipenuhi dengan lagu-lagu romantis era 1930-an karya Irving Berlin.

Dalam salah satu adegan, di mana Astaire dan Rogers menari (dengan latar belakang lagu legendaris "Let's Face the Music and Dance") terjadi beberapa insiden yang tidak disadari penonton tapi jelas ada dalam film tersebut. Pada adegan menari selama 3 menit itu, Rogers mengenakan pakaian dress yang lebar dan penuh renda. Di bagian ujung lengannya dipenuhi manik-manik. Akibatnya dalam beberapa bagian, ujung lengan pakaian Rogers menghantam pipi dan rahang Astaire. Bahkan secara tidak sengaja, siku Rogers menghantam mata Astaire karena dia tidak bisa melihat (tertutup oleh pakaiannya yang serba lebar).

Astaire nyaris tersungkur "dihajar" pakaian Rogers. Beruntung dia tetap profesional dan menuntaskan adegan itu tanpa "re-take" sama sekali.



6. GOTHIKA (2003)
Film thriller yang disutradarai Mathieu Kassovitz ini mengisahkan tentang psikiater Miranda Grey (Halle Berry) yang tiba-tiba masuk ke rumah sakit jiwa dan dituduh sebagai pembunuh suaminya.

Dalam sebuah adegan di mana Miranda Grey sedang bergumul dengan Peter Graham (Robert Downey Jr), tampak Graham membanting Grey dengan keras ke lantai. Tampaknya Downey terlalu menghayati perannya tersebut, sehingga dia membanting Berry dengan sangat keras ke lantai.

Selain itu, Downey juga memelintir tangan Berry dengan sangat keras sehingga tangannya patah. Meski adegan itu diselesaikan dengan tuntas, namun sisa adegan lain terpaksa ditunda selama 8 minggu karena Berry harus dirawat di rumah sakit akibat insiden yang menimpanya.



7.  NIGHTCRAWLER (2014)
Dalam film yang disutradarai Dan Gillroy ini, Jake Gyllenhaal berperan sebagai seorang pencari berita. Dalam satu adegan yang mennjukkan kefrustrasiannya, Gyllenhaal masuk ke kamar mandi, menatap cermin kamar mandi, lalu berteriak dan meremas cermin itu hingga pecah.

Semestinya Gyllenhaal hanya menggoncang-goncangkan cermin di kamar mandi itu saja. Namun karena dia memegangnya terlalu erat, cermin itu pecah, dan pecahannya mengenai tangan Gyllenhaal. Meski terluka cukup serius, Gyllenhaal menolak menghentikan proses pengambilan gambar dan meneruskan perannya dengan sangat serius.

Pasca adegan di kamar mandi tersebut, Anda bisa perhatikan kalau Gyllenhaal menyembunyikan tangannya yang terluka di belakang punggung. Itu bukan karena tuntutan skenario, tapi Gyllenhaal tidak ingin luka tersebut terlihat dan mengganggu konsentrasi lawan mainnya. Akibatnya, luka itu mengeluarkan banyak darah, sehingga punggung pakaian Gyllenhaal bersimbah darah saat pengambilan gambar selesai dilakukan.



8. PREMIUM RUSH (2012)
Di film yang disutradarai David Koepp ini dikisahkan Joseph Gordon-Levitt berperan sebagai seorang pengantar barang yang menggunakan sepeda.
Adegan sebenarnya saat Joseph Godon-Levitt kehilangan keseimbangan dan menghantam taksi
 Dalam sebuah adegan di mana Joseph Gordon-Levitt harus menghindari sebuah taksi, sepeda yang dikendarainya tiba-tiba hilang keseimbangan. Akibatnya Levitt terpelanting dan menghantam sebuah taksi. Akibat kejadian ini, tangan kanannya sobek dan harus menerima 31 jahitan.

Luka yang dialami Joseph Gordon-Levitt
Meski adegan ini tidak ditampilkan sebagai bagian cerita Premium Rush, namun di bagian akhir film tersebut ditampilkan adegan "Blooper" di mana tampak bagaimana Levitt mengalami kecelakaan tersebut.



9. MOULIN ROUGE ! (2001)
Film yang disutradarai Baz Luhrmann ini mengisahkan tentang kisah cinta penulis muda Christian (Ewan McGregor) dengan aktris kabaret Moulin Rouge bernama Satine (Nicole Kidman).

Dalam sebuah adegan, mereka berdua harus menari sambil bernyanyi. Namun saat menggendong Kidman, tanpa sengaja McGregor terpeleset sehingga menjatuhkan Kidman. Akibat kejadian itu, Kidman mengalami patah tulang rusuk, sehingga proses shooting dihentikan selama dua minggu, menunggu kesembuhan Kidman.

Setelah kesehatan Kidman sedikit membaik, pengambilan gambar adegan menyanyi dan menari kembali mereka lakukan. Karena belum sembuh total, maka tulang rusuk Kidman kembali patah ketika dia melakukan satu gerakan membalikkan badan. Karena itulah, tanpa menghentikan pengambilan gambar adegan tersebut, Kidman kemudian di lantai duduk dan membiarkan McGregor menari sendiri mengelilinginya.



10. THE HUNGER GAMES : MOCKINGJAY - PART 1 (2014)
Di film yang disutradarai Francis Lawrence ini, dikisahkan kalau Katniss Everdeen - karakter yang diperani Jennifer Lawrence - mengajak para pemberontak untuk melawan Pemerintah Kota. Mereka menyerang kota dengan cara memasuki terowongan yang penuh asap.

Jika Anda perhatikan dengan seksama, asap di dalam terowongan itu sangat pekat. Ini bukan disengaja tapi karena kerusakan mesin pembuat asap yang membuat asap terlalu banyak. Akibatnya, para pemeran yang berada di dalam terowongan itu menderita sesak nafas, batuk-batuk, bahkan pingsan karena tidak bisa bernafas. Adegan ini tidak dipotong, dan orang yang terbatuk-batuk di dalam terowongan itu bukan akting yang dibuat-buat.


Sebentar lagi kita akan masuk bulan Juli 2015. Hmm... Siap-siap untuk menyambut Libur Lebaran dong ya? Hehehe.... 

Nah, di bulan Juli nanti akan banyak film menarik yang pantas buat menemani waktu libur kita. Dan berikut ini adalah film-filmnya. Catat tanggal tayangnya ya....


1. TERMINATOR GENISYS
Tanggal Rilis : 1 Juli 2015
Sutradara       : Alan Taylor
Pemeran        : Arnold Schwarzenegger, Jason Clarke, Emilia Clarke, Lee Byung Hun


Ini dia film dasyat yang mengawali bulan Juli dan dipastikan bakal bercokol di posisi teratas tangga box-office dunia awal bulan Juni 2015 nanti. Bersetting tahun 2029, dikisahkan John Connor (Jason Clarke) memimpin manusia untuk melawan pasukan robot Skynet yang berusaha menghancurkan spesies manusia dan menguasai dunia. Connor mendapatkan informasi kalau Skynet berusaha menghancurkan dunia dengan mengirimkan robotnya ke masa lalu dan membunuh Sarah Connor, ibu John Connor. Untuk itu, Connor mengirimkan Kyle Reese (Jai Courtney) ke masa lalu untuk mencegah pembunuhan itu. 

Tapi masa lalu ternyata telah berubah (sebagai akibat dari kejadian di film Terminator 1), sehingga saat Reese berada di sana, Sarah Connor (Emilia Clarke) sudah tahu rencana Skynet dan telah siap. Dia bahkan telah memprogram-ulang T-800 (Arnold Schwarzenegger) - robot yang dikirim Skynet untuk menghabisinya - agar menjadi pelindung dan pelatihnya. Mengetahui T-800 sudah dikuasai Sarah Connor, Skynet kemudian mengirimkan T-1000 (Lee Byung Hun) untuk melawan T-800. Dan untuk memastikan Sarah Connor benar-benar tewas, mereka mengirimkan juga robot nanoteknologi hibrid (gabungan manusia dan robot) T-3000, yang tidak lain adalah John Connor. Sarah dan Reese pun menyadari kalau di masa depan John Connor ternyata memilih bersekutu dengan Skynet untuk menghancurkan dunia. Dan kehancuran dunia baru dimulai, setelah John Connor berhasil membunuh ibunya. 

Meski merupakan seri kelima dari seri Terminator, tapi sebenarnya Terminator Genisys merupakan seri pertama dari trilogi Terminator yang baru. Dua seri lanjutannya akan tayang 19 Mei 2017 dan 29 Juni 2018 mendatang. Schwarzenegger sendiri dipastikan akan tampil kembali di seri kedua Terminator yang baru ini.



2. THE GALLOWS
Tanggal Rilis : 10 Juli 2015
Sutradara       : Travis Cluff dan Chris Lofing
Pemeran        : Cassidy Gifford, Pfeifer Brown, Ryan Shoos, Reese Mishler, Alexis Schneider

Film horor bergenre "found footage" ini mengetengahkan kisah tentang seorang anak bernama Charlie yang tewas dalam sebuah kecelakaan tragis saat pementasan sebuah drama sekolah bernama The Gallows di tahun 1993. Dua puluh tahun setelah kejadian itu - tahun 2013 - beberapa siswa sekolah di sekolah tersebut bermaksud mementaskan kembali drama sekolah The Gallows sebagai peringatan kejadian mengerikan yang terjadi 20 tahun silam di sekolah mereka tersebut.

Namun saat sedang melakukan latihan, mereka dikejutkan oleh serangkaian kejadian mengejutkan yang terjadi di sekitar panggung. Semakin lama, kejadian itu semakin mengerikan, dan memaksa mereka untuk menghentikan rencana pentas tersebut. Apakah mereka akan menyerah begitu saja? Atau tetap melanjutkan rencana pementasan, dengan mempertaruhnya nyawa mereka?



3. SELF/LESS 
Tanggal Rilis : 10 Juli 2015
Sutradara       : Tarsem Singh
Pemeran        : Ryan Reynolds, Ben Kingsley, Matthew Goode, Michelle Dockery

Damian (Kingsley) adalah seorang aristokrat super kaya yang sedang sekarat. Agar bisa tetap hidup, dia akhirnya melakukan operasi medis ekstrim yang memungkinkan jiwa dan kepribadiannya pindah ke tubuh seorang pria muda yang sehat (diperani Ryan Reynolds). 

Setelah perpindahan itu, Damian kemudian menyadari kalau pemilik asli tubuh barunya itu adalah seorang pria yang menyimpan banyak misteri dalam kehidupan terdahulunya. Tidak saja hubungannya dengan keluarga, tetapi juga dia diburu oleh sebuah organisasi yang berusaha membungkamnya dengan berbagai cara. 

Lebih parahnya lagi, jiwa orang yang tubuhnya digunakan Damian ternyata belum mati. Bahkan tersadar, dan menyadari keberadaan Damian di dalam tubuhnya. Karena itu dia berusaha "mematikan" Damian, dan menguasai tubuhnya kembali. 



3.  ANT-MAN
Tanggal Rilis : 17 Juli 2015
Sutradara       : Peyton Reed
Pemeran        : Paul Rudd, Evangeline Lilly, Corey Stoll, Michael Douglas

Ini dia tokoh superhero baru rilisan Marvel Studio yang ditunggu-tunggu banyak orang. Meski bertubuh kecil, tapi jangan remehkan karakter ini.

Scott Lang (Rudd), seorang kriminal, mendapatkan kesempatan untuk bertobat ketika masuk ke rumah Dr. Hank Pym (Michael Douglas) untuk merampok. Dr. Pym tidak lain adalah Ant-Man Generasi Pertama yang pernah bertransformasi menjadi tokoh super hero tersebut di tahun 1963. Dan setelah berusia lanjut, dia mencari orang yang tepat untuk menggantikannya. Lang kemudian diubah menjadi karakter super-kecil berkekuatan bersama bernama Ant-Man.

Dengan dibantu Dr. Pum, Lang pun berubah menjadi pahlawan super, yang siap menghadapi para musuh yang berusaha menguasai dunia.



4. MR HOLMES 
Tanggal Rilis : 17 Juli 2015
Sutradara       : Bill Condon
Pemeran        : Ian McKellen, Laura Linney, Colin Starkey, Hiroyuki Sanada

Sepertinya inilah film Sherlock Holmes yang menampilkan sosoknya yang sudah uzur. Karakter kreasi Sir Arthur Conan Doyle ini (diperani dengan sangat elegan oleh Ian McKellen) dikisahkan telah berusia 93 tahun dan tinggal menyepi di desa terpencil di Sussex bersama Mrs Munro (Linney), pembantunya yang setia.

Untuk mengisi hari-hari tuanya, Holmes kemudian menulis jurnal mengenai kejadian-kejadian belakangan yang dialaminya sebelum pensiun. Dan film ini pun menampilkan banyak kejadian masa lalu Holmes saat masih tinggal di Baker Street dan bekerja sama dengan Dr. John Watson (Starkey), sabahatnya yang setia.


5. PIXELS
Tanggal Rilis : 24 Juli 2015
Sutradara       : Chris Columbus
Pemeran        : Adam Sandler, Kevin James, Josh Gad, Peter Dinklage, Michelle Monaghan

Buat Anda yang menggemari video-game era retro (tahun 1980an), tentu kenal dengan game seperti Pac-Man, Centipede, dan Donkey Kong. Nah, di film ini,kerinduan kalian akan terobati. Hanya saja masalahnya : kesemua game itu akan menjadi tokoh antagonis yang membahayakan umat manusia. 

Dikisahkan pada tahun 1982, NASA mengirimkan kapsul waktu ke ruang angkasa. Kapsul itu berisi gambar-gambar tentang kehidupan dan budaya bumi. Kapsul itu tertangkap oleh mahluk ruang angkasa. Namun saat mereka melihat cuplikan video game, mereka mengira kalau itu merupakan pesan perang manusia bumi. Karena itu mereka menyerang bumi dengan menggunakan model karakter dari video game tersebut, yaitu karakter Pac-Man, Donkey Kong, dan Centipede.

Karena tidak mampu melawan para mahluk ruang angkasa tersebut, Presiden Will Cooper (Kevin James) meminta bantu sahabat masa kecilnya, Sam Brenner (Adam Sandler) yang seorang Pemain Video Game Profesional untuk mengalahkan para mahluk tersebut. Maka bersama dua orang sahabatnya yang juga Pemain Video Game khusus game retro (Retrogamer) - Eddie Plant (Peter Dinklage) dan Ludlow Lamonsoff (Josh Gad) - untuk mengalahkan mahluk-maluk piksel tersebut. 

Sudah dipastikan,kalau film Adam Sandler, biasanya banyak menampilkan adegan-adegan super konyol yang luar biasa gilanya. Film ini layak ditunggu ni.... 



6.  MISSION IMPOSSIBLE - ROGUE NATION
Tanggal Rilis : 31 Juli 2015
Sutradara       : Christopher McQuarrie
Pemeran        : Tom Cruise, Jeremy Renner, Simon Pegg, Rebecca Ferguson, Ving Rhames

Seri kelima dari franchise Mission : Impossible ini akan menutup bulan ini dengan manis. Tom Cruise akan melanjutkan perannya sebagai Ethan Hunt, agen super dari Impossible : Mission Force (IMF) Agency, yang akan bertarung melawan organisasi kejahatan internasional yang mengancam dunia.

Kali ini IMF Agency dihadapkan pada ancaman dari Sundicate, sebuah organisasi misterius yang berisi para pembunuh profesional yang membunuh dengan sangat rapi. Dalam usaha penyidikan guna mengungkap keberadaan organisasi ini, IMF justru mendapat kabar akan dibubarkan oleh Pemerintah karena dinilai sudah tidak produktif lagi. Ethan Hunt kemudian menghubungi para anggotanya dan mengajak mereka untuk melakukan misi terakhir : mengungkap keberadaan Syndicate dan menghancurkan organisasi tersebut.

Meski film ini seolah-olah mengisyaratkan sebagai film terakhir Mission : Impossible, namun nyatanya Tom Cruise bersama J.J. Abrams, dan produser David Ellison sedang mempersiapkan seri keenam dari Mission : Impossible. Bahkanmereka telah mengajak Paula Patton dan Maggie Q untuk ikut bergabung di film ini. Jadi tenang.... Jangan kuatir... Petualangan Ethan Hunt dan Tim Impossible : Mission Force belum berakhir .... !!!

Tanggal 20 Juni 2015 mendatang sepertinya akan menjadi hari yang paling "menyeramkan" buat masyarakat Jepang, karena pada tanggal tersebut arwah Kayako dan Takeo akan menghantui Negara Sakura itu kembali dengan kutukan brutal mereka lewat film Ju-On : The Final (review lengkap film ini bisa Anda baca di sini).

Ju-On merupakan salah satu film horor Jepang paling fenomenal saat ini. Meski dipenuhi adegan menyeramkan dan sadis tanpa alur cerita yang jelas, film ini meraih popularitas yang luar biasa, serta mendapatkan respon yang sangat positif dari penonton dunia. Dan untuk menyambut perilisan film Ju-On : The Final yang akan menjadi seri terakhir franchise Ju-On, berikut ini informasi lengkap tentang film tersebut.


ABOUT "JU-ON"
Ju-On merupakan salah satu film horor legendaris paling populer dari Jepang, setelah Ringu / The Ring. Meski dunia baru mengenalnya tahun 2002 - ketika versi layar lebarnya (Ju-On : The Grudge) beredar secara internasional - film Ju-On sebenarnya sudah populer di Jepang sejak 1998. Hingga tahun ini, film kreasi Takashi Shimizu ini telah dibuat dalam 8 seri (termasuk Ju-On : The Final) layar lebar, 2 film televisi, serta 2 segmen cerita pendek. Selain itu, film ini pun telah pula dibuat remake versi Hollywood-nya berjudul The Grudge yang dirilis dalam 3 seri (seri keempatnya akan dirilis dalam waktu dekat ini).

Berbeda dengan film-film horor Jepang lainnya, semua seri Ju-On bisa dikatakan hanya menjual kejutan-kejutan tanpa alur cerita yang jelas. Latar belakang ceritanya pun dipaparkan sepotong-sepotong, dan nyaris terabaikan oleh penonton yang sudah terlalu "sibuk" mengatur nafas karena dikagetkan terus-menerus sepanjang film. Ciri khas semua seri Ju-On adalah selalu terdiri dari beberapa cerita pendek yang seolah tidak berhubungan, namun pada akhirnya berkaitan satu dengan yang lain.

Garis besar cerita Ju-On bisa dijelaskan seperti ini :
Kayako adalah seorang wanita yang dibesarkan dari keluarga yang tidak memperdulikannya. Karena itu dia tumbuh menjadi pribadi yang sanga tertutup, bahkan kesepian karena dijauhi teman-teman sekolahnya. Untuk mengisi kesepiannya, Kayako mencurahkan isi hatinya ke dalam diari.

Saat kuliah, Kayako pernah jatuh hati pada seorang pria bernama Shunsuke Kobayashi, namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Kemudian Kayako berkenalan dengan Takeo Saeki, seorang pria yang punya latar belakang yang mirip dengan Kayako, dan menjadi satu-satunya orang yang sangat memahami dirinya. Mereka pun kemudian menikah dan punya seorang anak laki-laki yang dinamai Toshio Saeki.

Saat itu, Kobayashi telah menjadi seorang guru, dan dia mengajar di kelas Toshio. Cinta lama Kayako pada Kobayashi pun bersemi kembali, dan menuliskan curahan hatinya itu di diari. Meski demikian, Kobayashi tetap mengambil jarak dan menghindari Kayako.

Celakanya, diari itu terbaca oleh Takeo dan membuatnya murka. Dia mengira Kayako berselingkuh, dan Toshio adalah hasil hubungan gelap istrinya dengan Kobayashi. Karena itu, dia menyiksa Kayako dengan mematahkan tulang punggung, persendian tangan, dan kaki Kayako (hal ini yang menjelaskan mengapa sosok Kayako digambarkan merangkak dengan gerakan terpatah-patah), sebelum akhirnya mengakhiri hidup Kayako dengan menghujamkan pisau berkali-kali ke tubuhnya. Untuk menghindari kecurigaan tetangga, Takeo menyimpan mayat Kayako di loteng (ini jugalah yang menjadi penjelasan mengapa arwah Kayako selalu dikisahkan muncul dari loteng).

Sementara itu, Takeo juga menghabisi Toshio dengan cara membenamkannya - bersama kucing peliharaan Toshio bernama Mar - ke dalam bathtub kamar mandi. (Kejadian ini menjadi penjelasan, mengapa selalu terdengar suara kucing sesaat sebelum roh Kayako dan Toshio muncul).

Usai menghabisi Kayako dan Toshio, Takeo pergi ke rumah Kobayashi. Karena tidak menemukan orang yang dicarinya, Takeo lalu menghabisi Manami, istri Kobayashi yang sedang hamil. Saat Takeo meninggalkan rumah Kobayashi, Kayako tiba-tiba muncul di hadapannya dalam wujud Onryo (Arwah Gentayangan) yang langsung menghabisi Takeo.

Sejak kejadian pembunuhan - yang terjadi pada tahun 1995 - itu, arwah Kayako, Toshio, dan Mar tinggal di rumah tersebut. Kayako dan Toshio akan membunuh siapapun yang masuk ke rumah dan mengusik ketenangan mereka. Berbeda dengan cerita hantu pada umumnya, teror Kayako dan anaknya ini "menurun" dan "mengalir" ke orang sekitar yang punya hubungan dengan orang yang mengusik ketenangan mereka tersebut. Jadi meskipun orang tersebut tidak pernah memasuki rumah Kayako, namun karena kerabatnya pernah memasuki rumah tersebut, maka dia pun akan dihabisi Kayako. Itulah mengapa teror ini disebut sebagai "Kutukan yang Menurun" (Ju-On / Grudge).

Meski alur ceritanya demikian, namun dalam Ju-On : The Beginning of the End, alurnya sedikit berbeda di mana Toshio dikisahkan memang bukan anak Takeo namun hasil hubungan gelapnya dengan orang lain. Takeo baru mengetahui hal itu sembilan tahun kemudian. Karena itu dia membunuh Kayako. Namun Toshio selamat, dan diadopsi keluarga Yamaga, sehingga namanya menjadi Toshio Yamaga. Nantinya Toshio Yamaga "memasuki" rahim Kayako dan terlahir kembali menjadi Toshio Saeki.



JU-ON'S TIMELINE
Banyak penonton kebingungan saat menonton film Ju-On. Selain karena perilisan beberapa seri tidak dilakukan ke seluruh dunia, sekuel-sekuel Ju-On memiliki kemiripan judul sehingga membingungkan orang yang menontonnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah urutan serial Ju-On (berdasarkan urutan tahun edar) :

1. Gakko no Kaidan G (segmen Katasumi dan 4444444444) :
Gakko no Kaidan G (School Ghost Story G) adalah film televisi yang terdiri dari 4 cerita pendek. Film berdurasi 70 menit ini ditayangkan di Kansai TV tanggal 27 September 1998, dan hanya tayang di Jepang saja. Di dalamnya terdapat 2 cerita pendek berjudul Katasumi (In The Corner) dan 4444444444 (Ten Four), yang merupakan awal dari rangkaian kejadian di seri-seri Ju-On nantinya.

Katasumi mengisahkan tentang dua orang siswi sekolah - Kanna dan Hisayo - yang mengurusi kelinci di sekolah mereka. Ketika itu, jari Kanna terluka, dan Hisayo pergi mencari perban. Saat kembali, Kanna telah menghilang. Hisayo menemukan Kanna di halaman belakang sekolah, sudah meninggal. Saat itulah Hisayo berhadapan langsung dengan Kayako yang bersiap untuk menghabisinya.

4444444444 mengisahkan tentang Tsuyoshi - seorang pria muda - sedang mengendarai sepeda pulang ke rumah. Di tengah jalan, ponselnya berbunyi dan penelepon berasal dari nomer "4444444444".  Saat diangkat, terdengar suara kucing. Dan tiba-tiba muncul seorang anak bertubuh pucat (Toshio) di sampingnya.


2. Ju-On : The Curse (2000)
Juga merupakan film televisi dan hanya tayang terbatas di Jepang, Jerman, Australia, serta Scandinavia.
Film ini mengisahkan kasus pembunuhan brutal yang tejadi di sebuah rumah di Nerima, Tokyo, yang korbannya tidak lain adalah Kayako dan Toshio Saeki. Di film ini dikisahkan pula tentang hubungan Shunsuke Kobayashi - guru Toshio - dengan Kayako. Film ini juga menampilkan kembali cerita Kanna dan Hisayo yang dibuat lebih panjang dan detil.


3. Ju-On : The Curse 2 (2000)
Sama seperti seri sebelumnya, film televisi ini juga hanya tayang di Jepang, Jerman, Australia, dan Scandinavia saja.

Seri ini mengisahkan tentang Kyoko Suzuki, seorang cenayang yang menjadi satu-satunya orang yang selamat dari kejaran Kayako di Ju-On : The Curse pertama, tapi harus menghadapi kenyataan kalau keluarganya malah menjadi korban Kayako. Selain itu, film ini juga menampilkan cerita tentang sekelompok siswi yang masuk ke dalam rumah tua di Nerima, dan kemudian satu-persatu dari mereka tewas. Salah satu dari siswi itu adalah Izumi Toyama.


4. Ju-On : The Grudge (2002)
Inilah film layar lebar Ju-On pertama yang dirilis secara internasional, dan disalahpahami banyak orang sebagai seri pertama Ju-On. Film ini sukses luar biasa di seluruh dunia, sehingga dibuat remake-nya oleh produser Hollywood dan dirilis tahun 2003 dengan judul The Grudge (diperani Sarah Michelle Gellar).

Film ini mengisahkan tentang pekerja sosial Rika Nishina yang ditugasi untuk merawat seorang Nenek Tua yang tinggal di rumah keluarga Tokunaga. Sebelumnya sudah ada pekerja sosial yang bekerja di sana, tapi menghilang tanpa kabar berita. Rumah tua yang berlokasi di Nerima itu ternyata ada penunggunya yang nyaris menghabisi nyawanya. Rika berhasil melarikan diri dari rumah itu. Tapi kemudian menyadari kalau dia memang ditakdirkan untuk mati di dalam rumah itu, dengan cara seperti yang dialami Kayako, sehingga Rika akhirnya masuk kembali ke rumah itu untuk memutuskan tali kutukan yang mengikutinya.

Selain itu, film ini juga mengetengahkan cerita Izumi Toyama dan latar belakangnya yang mengejutkan.


5. Ju-On : The Grudge 2 (2003)
Sekuel yang juga dirilis secara internasional - dan dikenal dengan judul Ju-On 2 - ini menampilkan cerita yang sedikit berbeda. Kyoko Harase - seorang aktris - sedang hamil tua. Dalam sebuah kecelakaan di jalan raya (mobil yang ditumpanginya slip dan terbalik saat roh Toshio tiba-tiba muncul di tengah jalan), dia mengalami pendarahan dan mengira keguguran. Tapi saat diperiksa, dokter justru menyebutkan bayi dalam kandungannya baik-baik saja.

Pasca kecelakaan, banyak kejadian aneh yang terjadi di sekelilingnya, serta menimpa banyak rekan-rekan sekerjanya. Dan saat melakukan shooting film horor yang berlokasi di sebuah rumah tua di Nerima, beberapa orang kru film dan artis pendukung film meninggal secara misterius. Pada saat Kyoko melahirkan, ternyata bayinya adalah Kayako.


6. Ju-On : White Ghost dan Ju-On : Black Ghost (2009)
Kedua film ini dirilis serentak tanggal 27 Juni 2009 sebagai peringatan 10 tahun film Ju-On, dan hanya tayang di Jepang saja (serta dirilis dalam bentuk DVD di Inggris). Meski mengusung judul Ju-On, kedua film itu nyaris tidak ada hubungannya dengan cerita Ju-On sebelumnya. Bahkan karakter Kayako pun tidak muncul. Hanya Toshio saja yang muncul, meski hanya sekilas di Ju-On : Black Ghost.

Ju-On : White Ghost terbagi dalam 8 segmen cerita yang saling berhubungan, dan mengisahkan tentang pria bernama Atsushi yang dirasuki roh jahat yang ada di cermin, kemudian memperkosa Mirai, keponakannya, dan menghabisi seluruh anggota keluarganya. Mirai sendiri dipenggal Atsushi, sebelum akhirnya dia tewas gantung diri. Akane adalah sahabat Mirai yang melihat perbuatan paman Mirai tersebut namun tidak melakukan apa-apa untuk menyelamatkannya. Hal ini mengecewakan Mirai, sehingga arwah Mirai bangkit dari kubur dan menghantui sahabatnya itu.

Ju-On : Black Ghost terbagi dalam 7 segmen cerita yang saling berhubungan. Seorang siswi bernama Fukie Yokota tiba-tiba pingsan di kelas, kemudian dilarikan ke klinik sekolah. Setelah sadar dan pulang, Fukie tiba-tiba mengeluarkan suara mengeong dan mengeluarkan suara aneh. Fukie kemudian dihipnotis untuk mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Tapi justru pasca hipnotis, mental Fukie menjadi tidak stabil. Dari pemeriksaan lebih lanjut, dokter menemukan adanya kista mirip parasit di dalam tubuh Fukie. Ternyata kista itu adalah sisa dari tubuh saudara kembarnya yang meninggal. Dan kista itu perlahan-lahan membesar, memakan tubuh Fukie. Untuk menangani kondisi ini, keluarganya meminta bantuan dukun untuk melakukan prosesi pengusiran roh jahat. Roh jahat itu berhasil dilepaskan, tapi justru membunuhi orang-orang terdekat Fukie.


7. Ju-On : The Beginning of the End (2014)
Seri ini merupakan seri ketujuh dari Ju-On dan merupakan seri ketiga yang dirilis dalam bentuk layar lebar secara internasional. Berbeda dengan seri-seri sebelumnya, penulisan skenario seri ini tidak melibatkan Takashi Shimizu. Ceritanya pun mengetengahkan latar belakang Keluarga Saeki (Takeo, Kayako, dan Toshio) yang sama sekali berbeda dari seri-seri sebelumnya.

Film ini terbagi dalam dua alur dan 8 segmen cerita. Alur pertama mengisahkan tentang peristiwa yang dialami oleh empat orang siswi sekolah yang mengunjungi rumah milik keluarga Yamaga. Di sana, mereka mengalami kejadian aneh dan diduga berasal dari arwah Toshio Yamaga - anak keluarga Yamaga yang dibunuh orang tuanya sendiri 10 tahun silam - yang bersemayam di dalam rumah tersebut. Sebelum mereka menyadarinya, arwah Toshio telah menghabisi mereka semua.

Sedangkan alur kedua mengisahkan tentang seorang guru bernama Yui Shono yang mencari muridnya, Toshio Saeki, yang sudah seminggu tidak masuk sekolah. Di rumah Toshio, dia berjumpa dengan Kayako - ibu Toshio - yang bertingkah sangat aneh. Kemudian diketahui kalau Kayako mengandung, padahal sebelumnya dia dinyatakan mandul. Ternyata Kayako mengandung arwah Toshio Yamaga, dan anak tersebut kemudian lahir dari rahimnya, diberi mana Toshio Saeki. Yui Shono sendiri menemukan bukti bahwa Kayako dan Toshio ternyata sudah dibunuh oleh Takeo, suami Kayako. Mayat mereka disimpan di langit-langit rumah. Pada saat Yui berusaha melarikan diri dari rumah Toshio, dia dihadang oleh arwah Kayako dan Toshio.


8. Ju-On : The Final (2015)
Seri ini akan menjadi pamungkas dari seluruh cerita Ju-On, dan sudah saya review dalam artikel terpisah sebelumnya.


Sedangkan remake Ju-On versi Hollywood berjudul The Grudge. Untuk seri pertamanya, The Grudge mengikuti alur cerita yang sama dengan Ju-On : The Grudge. Namun seri-seri berikutnya menggunakan alur cerita yang berbeda :

1. The Grudge (2004)
Karen (Sarah Michelle Gellar), seorang siswi Amerika Serika, mengikuti pertukaran mahasiswa dan tinggal di Jepang. Di sana, dia bekerja sebagai Pekerja Sosial dan merawat seorang wanita tua bernama Emma (Grace Zabriskie) yang tinggal di sebuah rumah tua. Di dalam rumah tua tersebut ternyata tinggal arwah Kayako dan Toshio yang mengikuti ke mana pun Karen pergi, dan menyebarkan teror kepada siapapun yang berada di dekat Karen.


2. The Grudge 2 (2006)
Melanjutkan cerita The Grudge yang pertama. Dua tahun pasca kejadian mengerikan di Jepang, Karen mengalami gangguan jiwa dan tinggal di rumah sakit jiwa. Adiknya, Aubrey Davis (Amber Tamblyn) menengoknya dan menemukan kakaknya meninggal dengan wajah mengerikan. Dia kemudian mempelajari kalau selama ini Karen memikul kutukan mengerikan yang disebarkan Kayako dan Toshio. Untuk menghancurkan kutukan itu, Aubrey - dibantu seorang jurnalis bernama Eason (Edison Chen) - melakukan perjalanan guna menemukan asal kutukan itu.


3. The Grudge 3 (2009)
Jake Kimble (Arielle Kebbel) adalah satu-satunya korban yang selamat dalam kejadian di The Grudge 2, dan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa. Francine Sullivan (Shawnee Smith), dokter yang merawat Jake, tidak percaya dengan cerita kutukan Kayako dan Toshio. Namun setelah Jake tewas dengan tulang-belulangnya patah, Dokter Sullivan memutuskan untuk melakukan penyidikan. Di lain pihak, adik Kayako bernama Naoko Kawamata (Emi Ikehata) terbang dari Tokyo ke Chicago untuk memutuskan kutukan yang disebarkan arwah kakaknya itu.


4. The Grudge 4 (TBA)
Tanggal 20 Maret 2014 silam, Sam Raimi - sebagai produser The Grudge - mengumumkan akan merilis seri keempat dari film tersebut. Namun berbeda dengan seri-seri sebelumnya, The Grudge 4 akan menampilkan cerita yang sama sekali baru dan tidak lagi mengangkat cerita kutukan Kayako dan Toshio Saeki. Dalam sebuah wawancara, Jeff Buhler - penulis skenario The Grudge 4 - film yang akan mereka buat nanti akan merupakan film yang benar-benar baru : Karakter, alur cerita, mitologi, dan jenis arwah gentayangannya ... semuanya baru. Dalam seri tersebut, dipastikan Kayako dan Toshio tidak akan muncul. Belum jelas kapan The Grudge 4 akan dirilis. Kita tunggu saja kabar berikutnya.



DO YOU KNOW ?
Draft naskah cerita Ju-On dibuat oleh Takashi Shimizu ketika dia sedang bersekolah di Film School of Tokyo. Di sekolah itu, Shimizu mendapatkan bimbingan dari Kiyoshi Kurosawa, sutradara sekaligus Profesor yang mengajar di sekolah tersebut. Tertarik dengan skenario Shimizu yang dianggapnya berbeda dari film-film horor yang pernah ada, Kurosawa pun membimbing Shimizu menuntaskan naskah itu.
Takashi Shimizu, kreator Ju-On
Ide pembuatan cerita Ju-On diperoleh Shimizu saat dia masih kecil dan menonton pertunjukan tari tradisional Jepang. Dalam pertunjukan tersebut, para penari melumuri tubuh mereka dengan cat berwarna putih, kemudian digambari dengan berbagai gambar. Hal ini sangat menakutkan Shimizu kecil hingga membuatnya trauma untuk menonton pertunjukan tari lagi. Tapi pengalaman menonton tarian itulah yang kemudian menjadi ilham baginya untuk menciptakan karakter Kayako dan Toshio Saeki di film Ju-On.

Sejak awal pembuatannya, Ju-On memang tidak direncanakan untuk ditayangkan di layar lebar. Shimizu membuat Ju-On untuk film televisi (Video Cinema / V-Cinema). Namun setelah film televisi itu sukses, barulah Shimizu berani membuat film tersebut dalam bentuk layar lebar.

Karakter Kayako sebenarnya merupakan karakter umum arwah gentayangan Jepang bernama Onryo (Arwah Pembalas Dendam). Perbedaan antara Onryo pada budaya masyarakat Jepang dengan karakter Kayako adalah gerakan Kayako yang patah-patah. Onryo bisa dikatakan lebih mirip Kuntilanak,dan bergerak dengan cara meluncur.

Setidaknya ada 4 orang yang pernah memerani karakter Kayako dalam franchise Ju-On :
Kayako Saeki
1. Takako Fuji (Katasumi dan 4444444444, Ju-On : The Curse, Ju-On : The Curse 2, Ju-On : The Grudge, Ju-On : The Grudge 2, The Grudge, dan The Grudge 2).
2. Misaki Saisho (Ju-On : Beginning of the End)
3. Kyoka Takizawa (The Grudge 2)
4. Aiko Horiuchi (The Grudge 3)



Sedangkan pemeran Toshio Saeki ada 7 orang anak :
Toshio Saeki
1.  Dae Sawada (Katasumi dan 4444444444)
2. Ryota Koyama (Ju-On : The Curse, Ju-On : The Curse 2)
3. Yuya Ozeki (Ju-On : The Grudge, Ju-On : The Grudge 2, The Grudge)
4. Ogha Tanaka (The Grudge 2)
5. Shimba Tsuchiya (The Grudge 3)
6. Shusei Uto (Ju-On : White Ghost, Ju-On : Black Ghost)
7. Kai Kobayashi (Ju-On : Beginning of the End, Ju-On : The Final)



Takeo Saeki
Karakter Takeo Saeki hanya diperani 2 orang :
1. Takashi Matsuyama (semua seri Ju-On dan trilogi remake The Grudge)
2. Yasuhito Hida (Ju-On : Beginning of the End)

Meski disebut berlokasi di Distrik Nerima, Tokyo, tapi rumah tua yang digunakan dalam setiap seri Ju-On sebenarnya adalah rumah tua yang berlokasi di Tokorozawa, Saitama. Berlokasi hanya 5 menit dari pintu keluar utara Stasiun Kereta Seibu, rumah - yang kini dikenal dengan sebutan Saeki House - itu terletak cukup terpencil, tidak terawat, dan kosong. Pemiliknya sendiri - tidak diketahui namanya - memutuskan untuk pindah rumah, setelah rumahnya digunakan untuk tempat shooting Ju-On. Sejak film tersebut populer, rumah itu banyak dikunjungi orang. Tidak sedikit yang masuk ke dalam rumah, dan merusak sebagian rumah tersebut. Karena kondisi rumah yang sudah sangat reot dan rapuh - serta dikuatirkan akan rubuh dan menimpa orang di dalamnya - maka sejak tahun 2009, pemilik rumah mengunci rumah tersebut, meninggikan tembok, dan memasang CCTV di setiap sudut rumah. Para pengunjung hanya bisa melihat rumah itu dari luar tembok saja.
Saeki House

Ju-On juga dibuat dalam versi novelnya. Sejak tahun 2003 hingga hari ini, novel tersebut telah dirilis dalam 5 seri. Kesemua seri tersebut ditulis oleh Kei Ohishi dan diterbitkan Penerbit Kadokawa. Kelima seri tersebut adalah :
1. Ju-On (dirilis tahun 2003, dengan cerita yang mengaitkan film Ju-On : The Curse, Ju-On : The Curse 2, dan Ju-On : The Grudge).
2. Ju-On 2 (dirilis tahun 2003, dengan pengembangan cerita dari film Ju-On : The Grudge 2)
3. Ju-On : White Ghost (dirilis tahun 2009, merupakan hasil novelisasi dari film berjudul sama).
4. Ju-On : Black Ghost (dirilis tahun 2009, juga merupakan novelisasi dari film berjudul sama)
5. Ju-On : The Beginning of the End (dirilis tahun 2014, merupakan novelisasi dari film berjudul sama).

Selain novel, Ju-On telah juga pernah dibuat dalam bentuk Manga. Ada 2 seri manga Ju-On yang sudah dirilis, yaitu Ju-On : Video Side (rilis tahun 2003) dan Ju-On Vol. 2 (rilis tahun 2006).
 
Dalam rangka menyambut hari jadi Ju-On yang ke-10 tahun, AQ Interactive merilis video game berjudul Ju-On : The Grudge ( 恐怖体感 呪怨 / Kyofu Taikan : Ju-On / Sensation of Fear : Ju-On). Video game konsol Wii ini didistribusikan oleh Xseed Games dan Rising Star Games. Permainan ini mengisahkan sebuah keluarga yang terkena kutukan Kayako dan Toshio Saeki. Para pemain bisa memainkan karakter semua anggota keluarga di permainan tersebut. Setiap karakter punya masing-masing alur dan akhir cerita yang berbeda.



Tanggal 20 Juni 2015 nanti, Jepang akan kembali dihantui Kayako dan anaknya, Toshio Saeki. Sayangnya, kali ini akan menjadi kemunculan terakhir dua mahluk mistis penghuni sebuah rumah di wilayah Nerima, Tokyo, itu. Ya, menurut Takashige Ichise - produser dan penulis skenario Ju-On - seri ini akan menjadi seri terakhir franchise film Ju-On yang telah beredar dan menghantui Jepang sepajang 15 tahun terakhir ini.
Berbeda dengan seri-seri Ju-On sebelumnya yang mayoritas ceritanya terdiri dari beberapa segmen yang berdiri sendiri, maka cerita di seri Ju-On : The Final adalah lanjutan dari film Ju-On : The Beginning of The End (2014), dan lebih mengerucut menjadi satu cerita. Di akhir cerita Ju-On : The Beginning of The End, dikisahkan kalau Yui Shono (Nozomi Sasaki) - salah seorang guru sekolah dasar - hilang di dalam sebuah rumah di Nerima, Tokyo, setelah membesuk salah seorang siswanya, Toshio Yamada / Toshio Saeki (Misaki Saisho).

Film Ju-On : The Final diawali dengan Mai Shono (Airi Taira) - kakak Yui Shono - yang mendapatkan informasi kalau adiknya hilang. Dia pun mencari keberadaan adiknya itu dengan mengunjungi sekolah tempat adiknya mengajar. Setelah menelusuri berbagai tempat, pencariannya berakhir di sebuah rumah tua di Nerima, Tokyo, yang merupakan tempat terakhir Mai singgah.

Meski di sana Mai tidak menemukan Yui, namun tanpa disadarinya, dia terjerat dalam kutukan rumah Nerima tersebut, dan dihantui oleh arwah Kayako dan Toshio. Kutukan itu mengenai orang-orang di sekitarnya, dan menewaskan mereka. Hingga pada akhirnya Mai harus berhadapan langsung dengan Kayako dan Toshio untuk mengakhiri kutukan tersebut. 

Karena film ini akan menjadi akhir dari perjalanan panjang film Ju-On, maka dapat dipastikan kalau film ini akan memiliki akhir cerita dengan konklusi yang berbeda dengan seri-seri Ju-On sebelumnya yang selalu menggantung.

Film yang disutradarai Masayaki Ochiai ini akan tayang di Jepang tangal 20 Juni 2015 mendatang. Indonesia sepertinya paling cepat baru tayang 2 - 3 bulan kemudian. Siap-siap saja menyambut kemunculan Ju-On terakhir yang dipastikan jauh lebih seram dan menakutkan dari seri-seri sebelumnya.


Hmmm... Rashomon Effect? Konsep film apa itu?

Mungkin Anda baru mendengar istilah ini, meski sebenarnya ini bukan istilah baru di dunia perfilman. Rashomon Effect merupakan konsep film yang menampilkan paparan satu kejadian yang dilihat dari beberapa sudut pandang dan orang yang berbeda. Karena dilihat dari sudut pandang dan paparan orang yang berbeda, maka hasilnya pun berbeda. Film jenis ini sangat menarik karena mengajak penonton untuk melihat satu kejadian dari beberapa perspektif yang berbeda, sehingga penonton dapat melihat sebuah kejadian dengan cakupan yang sangat luas.

Istilah ini digunakan pertama kali oleh Valerie All, seorang jurnalis, dalam bukunya Deadlines and Diversity : Journalism Ethics in a Changing World, yang terbit tahun 1970.

Rashomon sendiri adalah judul film Jepang karya sutradara Akira Kurosawa yang beredar pada tahun 1950. Film yang diperani Toshiro Mifune, Machiko Kyo, Masayuki Mori, dan Takashi Shimura ini mengetengahkan cerita yang sangat tidak biasa : Tiga orang saksi mata dari kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang sama secara tidak sengaja bertemu di sebuah biara bernama Rashomon. Mereka kemudian membagikan pengetahuan mereka tentang kasus kejadian yang dilakukan oleh penjahat sadis bernama Tajomaru (Toshiro Mifune). Para saksi mata itu menceritakan kejadian tersebut dari sudut pandang mereka. Kemudian ditampilkan juga cerita dari sudut pandang sang penjahat, korban pemerkosaan, dan korban pembunuhan (lewat medium). Sehingga total ada 4 versi cerita untuk 1 kasus. Kesemuanya berbeda dan saling bertentangan. Hingga film berakhir, tidak dijelaskan cerita versi mana yang paling benar, karena setiap orang merasa ceritanyalah yang "paling benar". Pada akhirnya, Penontonlah yang menilai sendiri, cerita siapakah yang menurut mereka paling bisa dipercaya.

Berbeda dengan film berkonsep sama yang dirilis pasca Rashomon, film-film tersebut tidak membiarkan penonton bingung tapi menampilkan konklusi di akhir cerita, sehingga penonton tahu apa cerita sebenarnya dari sebuah kasus.

Saya suka film jenis ini karena mengajarkan kita untuk dapat melihat satu kasus dari berbagai sudut yang berbeda, sebelum mengambil keputusan. Hal ini perlu kita lakukan agar tidak mengambil keputusan yang keliru, serta dapat belajar memperhitungkan konsekuensi dan akibat dari keputusan yang kita ambil.

Cukup banyak produser yang telah merilis film dengan konsep ini. Dari sekian banyak film yang telah beredar, berikut ini adalah 10 film berkonsep Rashomon Effect Terbaik di Dunia, versi saya. Apakah ada yang Anda sukai?


1. SNAKE EYES (1998)
Saya sudah menonton film ini lebih dari 10 kali, dan rasanya tidak akan pernah bosan untuk menontonnya lagi, dan lagi. Bagi saya, film ini merupakan film terbaik kedua setelah Rashomon sendiri. Hal yang paling menarik dari film garapan sutradara Brian De Palma ini adalah pengambilan gambarnya yang banyak berdurasi panjang tanpa jedah (Long Tracking Shot). Apabila biasanya sebuah adegan direkam dengan durasi beberapa detik, maka beberapa bagian film ini direkam dengan durasi nyaris 1 menit. Film ini pun menampilkan "split screen" (menampilkan beberapa adegan sekaligus di "jendela" yang berbeda) untuk menjelaskan beberapa kejadian yang terjadi bersamaan di tempat berbeda. Teknik ini kemudian dipakai banyak film untuk menampilkan hal yang sama.
Diperani Nicolas Cage, Gary Sinise, dan Carla Gugino, film berdurasi 98 menit ini mengisahkan sebuah pembunuhan yang terjadi di tengah pertandingan tinju. Fakta yang disajikan diambil dari berbagai sudut pandang : Detektif Rick Santoro (Cage) yang duduk dekat ring, Komandan Kevin Dunne (Gary Sinise) yang berada di belakang panggung dan mendengar suara tembakan, sang petinju Lincold Tyler (Stan Shaw) yang berada di atas panggung, serta sang wanita misterius Serena (Jayne Heltmeyer) yang duduk tidak jauh dari korban.

Dengan metode cerita bolak-balik, Brian De Palma mengaitkan keempat cerita para "saksi mata" tersebut, dan memunculkan konklusi yang mendorong penonton untuk mengambil kesimpulan kalau ada satu cerita "saksi mata" yang keliru, dan orang itulah pelakunya.

Meski mendapatkan banyak kritikan pedas, namun - buat saya - film ini adalah film berkonsep Rashomon Effect terbaik yang pernah dibuat. Secara komersil pun, film ini tidak buruk karena berhasil meraup keuntungan US$ 107 juta (dengan bujet pembuatan US$ 73 juta).



2. VANTAGE POINT (2008)
Ini pun salah satu film berkonsep Rashomon Effect favorit saya yang juga sudah saya tonton lebih dari 10 kali. Film yang disutradarai Pete Travis ini diperani Dennis Quaid, Matthew Fox, Forest Whitaker, Sigourney Weaver, dan William Hurt.

Film ini diawali dengan adegan mengejutkan yang menampilkan dua ledakan bom serta tembakan beruntun sebagai upaya pembunuhan Presiden Amerika Serikat Henry Ashton (Hurt), yang kala itu sedang berpidato di Lapangan Salamanca, Spanyol. Sesaat setelah itu, film ini menampilkan flashback dari 6 sudut pandang yang berbeda yang terjadi 23 menit sebelum aksi pembunuhan Presiden itu terjadi :
a. Produser Televisi Berita Rex Brooks (Weaver) yang mempersiapkan para stafnya di beberapa lokasi untuk merekam pidato Presiden,
b. Agen Rahasia Thomas Barnes (Quaid) yang memergoki beberapa orang yang berpotensi melakukan tindakan pembunuhan pada Presiden,
c. Polisi Enrique (Eduardo Noriega) yang memergoki kekasihnya akrab dengan seorang pria misterius,
d. Seorang turis bernama Howard Lewis (Forest Whitaker) yang secara tidak sengaja merekam aksi pembunuhan, dan kepergok Agen Rahasia Thomas Barnes, yang mengira Lewis adalah bagian dari konspirasi pembunuhan Presiden.
e. Presiden Ashton (Hurt) yang mendapat informasi tentang rencana pembunuhan atas dirinya.
f. Teroris Suarez (Said Taghmaoui) yang menjadi Aktor Kunci dari rencana pembunuhan Presiden Ashton.

Film ini mendapatkan respon yang cukup positif dari kritikus film dunia, yang membawanya sebagai pemenang kategori Best Thriller Movie di ajang Golden Trailer Award 2008 dan Best Work With A Vehicle di Penghargaan Taurus World Stunt Awards 2009.

Dalam perolehan pendapatan pun, film ini sangat memuaskan. Dengan bujet pembuatan US$ 40 juta, film ini sukses meraup keuntungan hingga US$151 juta.



3. PREDESTINATION (2014)
Saya pernah mengulas film ini di artikel sebelumnya (lihat link berikut : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2015/01/movie-review-predestination.html). Film yang sangat kental mengangkat tema teologi ini merupakan film cerdas yang luar biasa. Meski dasar pengajaran teologi ini cukup berat, namun film ini justru menyajikannya dengan sangat sederhana dan mudah dipahami.

Yang paling menarik dari Predestination adalah kemampuan Sutradara dan Penulis Naskah untuk menampilkan sebuah kejadian yang terjadi dan awalnya dilihat dari berbagai sudut pandang oleh beberapa orang yang "tampaknya" berbeda, namun sebenarnya semua sudut pandang itu berasal dari 1 orang yang sama. Ide ini sangat bagus dan berhasil mengecoh para penonton.

Meski bertentangan dengan Konsep Paradoks Waktu (Temporal Paradox) yang digulirkan Alan Feduccia (1994), konsep Predestinasi yang dipaparkan film ini terbilang menarik dan sangat "masuk akal".



4. HOODWINKED (2005)
Mungkin ini adalah salah satu film animasi dengan bobot cerita paling berat yang pernah dibuat. Diadaptasi dari cerita Little Riding Hood, Hoodwinked mengangkat alur cerita ringan dengan eksekusi yang cukup "berat" dan "mengejutkan".

Diawali dengan kejadian Red Riding Hood (Anne Hathaway) yang memergoki Big Bad Wolf (Patrick Warburton) menyamar sebagai neneknya (Glenn Close), lalu tiba-tiba Kirk The Woodsman (Kim Belushi) menyerbu masuk ke rumah nenek Red Riding Hood, dan terjadilah keributan. Polisi segera datang dan menginterogasi para pelaku di lokasi kejadian. Dari sudut pandang Red Riding Hood, dia melaporkan kalau dia mendapatkan ancaman dari Goodie Bandit yang akan mencuri resep Neneknya. Saat berjalan ke rumah Nenek, dia berpapasan dengan Big Bad Wolf yang menanyakan hal-hal aneh. Karena itu dia lari. Tapi saat di rumah Neneknya, Big Bad Wold sudah bersiap memangsa dirinya.

Tapi dari sudut pandang Big Bad Wolf, dia mengatakan dirinya seorang reporter yang menyidiki Goodie Bandit, kemudian mencurigai Red Riding Hood dan Neneknya sebagai pelaku kejahatan itu. Sementara itu, Kirk The Woodsman ternyata adalah aktor yang menyamar sebagai Pemotong Kayu yang tanpa sengaja menghancurkan kayu rumah sang Nenek. Dan lebih mengejutkan : Sang Nenek adalah penggemar olah raga ekstrim yang pernah diserang oleh kelompok Goodie Bandit.

Siapakah dari keempat orang tersebut yang merupakan Goodie Bandit sebenarnya?

Film animasi ini merupakan film animasi pertama yang dibuat secara indie, di mana biaya pembuatannya menggunakan modal pribadi dan tidak didanai perusahaan besar seperti Warner Bros, Pixar, dan sejenisnya. Meski demikian, dengan modal yang hanya US$ 8 juta, film ini ternyata mampu meraup keuntungan hingga US$ 110 juta, dan menjadikan Hoodwinked sebagai film animasi paling sukses di masanya.



5. CLUE (1985)
Berbeda dengan film lain di mana para karakter menceritakan kejadian dari sudut pandang mereka, yang ternyata berbeda satu sama lain, maka film ini justru mengetengahkan akhir cerita yang berbeda-beda, tergantung sudut pandang penonton.

Di masanya, saat film ini dirilis dan ditayangkan, para penonton dapat memilih akhir cerita yang mereka ingini. Film unik ini memang tidak populer. Meski demikian, idenya sangat brilian dan benar-benar membuat penasaran para penonton.

Diadaptasi dari permainan bernama sama, film bersetting tahun 1954 di New England ini mengetengahkan tentang 6 orang yang diundang ke sebuah acara makan malam di sebuah kastil. Setiap undangan diberi nama samaran untuk menutupi identitas asli mereka. Di kastil tersebut, mereka bertemu dengan pengundang mereka bernama Mr Boddy (Lee Ving) yang kemudian meminta mereka untuk menceritakan latar belakang mereka. Dari cerita itu, terkuaklah kalau para undangan adalah orang-orang yang diperas Mr Boddy.

Keenam orang itu kemudian bersekutu untuk menghabisi Mr Boddy. Dan akhir cerita pun digantung dengan 3 akhir cerita yang bisa dipilih oleh para penonton.

Ketika film ini dirilis dalam bentuk VHS, ketiga akhir cerita tersebut dimasukkan ke dalamnya. Sedangkan saat dirilis dalam bentuk DVD dan Blu-Ray, penonton dapat memilih akhir cerita yang mana yang mereka ingini.



6. HERO (2002)
Disutradarai Zhang Yimou, film yang diperani Jet Li, Donnie Yen, Tony Leung, Zhang Ziyi, dan Maggie Cheung ini merupakan film artistik yang sangat indah. Dari sinematografi, pewarnaan, hingga efek khusus, film ini merupakan yang terbaik di masanya. Wajar saja jika film ini mendapatkan banyak pujian dari para kritikus film kala itu.


Film ini mengisahkan tentang usaha pembunuhan Kaisar Qin (Chen Daoming) yang dilakukan oleh pendekar misterius bernama Nameless (Jet Li). Agar bisa berada dalam jarak sangat dekat dengan Kaisar Qin, maka Nameless mengorbankan teman-temannya : Long Sky (Donnie Yen), Flying Snow (Maggie Cheung) dan Broken Sword (Tony Leung). Cara Nameless membunuh teman-temannya itulah yang kemudian dia ceritakan - dari sudut pandangnya - kepada Sang Kaisar. Namun, di tengah-tengah cerita Nameless, tersisip pula adegan yang mengetengahkan latar belakang tindakan Nameless yang diceritakan dari sudut pandang teman-temannya. 

Meski penuh adegan perkelahian brutal, Hero juga banyak menampilkan adegan indah yang menyejukkan hati. Adegan perkelahian Jet Li dan Donnie Yen di tengah hujan diiringi permainan kecapi terlihat sangat puitis sekali. Begitu juga ketika Maggie Cheung berlatih di kebun bunga yang penuh terpaan kuncup dan dedaunan. Warna yang kontras terlihat benar-benar memanjakan mata penonton.



7. GONE GIRL (2014)
David Fincher adalah salah seorang sutradara film-film suspense terbaik yang pernah ada. Film-filmnya seperti The Curious Case of Benjamin Button (2008), Seven (1995), Fight Club (1999), dan The Girl with The Dragon Tattoo (2011) merupakan film-film box-office paling sukses saat ini. Gone Girl merupakan salah satu filmnya yang sukses dan berhasil menampilkan konsep Rashomon Effect dengan pendekatan yang sangat berbeda, namun menarik.

Di hari ulang tahun perkawinannya yang kelima, Nick Dunne (Ben Affleck) dikejutkan dengan menghilangnya Amy (Rosamund Pike), istri Nick. Hilangnya Amy justru menjadikan Nick sebagai tersangka karena dia diduga sengaja melenyapkan istrinya dan membuat cerita seolah-olah istrinya menghilang.

Detektif Rhonda Boney (Kim Dickens), melakukan penyidikan untuk menguak misteri hilangnya Amy. Latar belakang Nick dan Amy pun kemudian terungkap dan diceritakan secara flashback lewat barang-barang bukti yang ditemukan Detektif Rhonda. Selain itu, latar belakang menghilangnya Amy pun diceritakan juga dari sudut pandang Nick dan buku harian Amy.

Film ini tidak saja sukses secara finansial (box-office US$ 368 juta, dengan bujet pembuatan US$ 61 juta), tapi juga banjir penghargaan dan pujian para kritikus film.



8. ONE NIGHT AT MCCOOL'S (2001)
Mungkin ini adalah satu-satunya film komedi yang dibuat dengan konsep Rashomon Effect. Disutradarai Harald Zwart, film yang diperani Liv Tyler, Mat Dillon, Paul Reiser, dan John Goodman ini mengisahkan kisah cinta unik antara seorang gadis cantik bernama Jewel (Liv Tyler) dengan tiga orang pria. Kisah cinta ini terjadi di sebuah bar bernama McCool.

Di malam itu, terjadi pembunuhan atas kekasih Jewel. Penyidikan yang dilakukan Detektif Dehling (John Goodman) mengarah kepada 2 orang : Randy (Matt Dillon), sang bartender McCool yang diam-diam ditaksir Jewel, dan Carl (Paul Resser), pengacara yang terobsesi dengan Jewel. Dalam investigasi, kedua orang itu menceritakan kejadian di malam itu dari sudut pandang mereka. Dan tentu saja, cerita mereka saling bertolak belakang. Diam-diam Detektif Dehling pun punya rahasia dan sudut pandang cerita sendiri perihal kasus tersebut, yang ternyata bertolak belakang dengan cerita kedua orang tadi, namun berhubungan dengan Jewel. 

Ketiga orang tersebut tidak menyadari kalau mereka semua telah diperalat dan dimanfaat Jewel untuk keuntungannya sendiri.

Meski film ini terkesan sedikit membosankan karena alurnya sering tumpang-tindih dan ditampilkan berulang-ulang dengan penekanan yang berbeda (tergantung siapa yang sedang bercerita : Detektif Dehling, Randy, atau Carl), film ini terbilang cukup kocak dan menampilkan komedi yang sangat cerdas.



9. THE OUTRAGE (1964)
Film ini merupakan remake dari Rashomon, dan sejauh ini merupakan remake terbaik yang pernah dibuat. Diperani Paul Newman, Laurence Harvey, Claire Bloom, Edward G. Robinson, dan William Shatner, film ini mengisahkan cerita yang sama persis dengan Rashomon yang disutradarai Akira Kurosawa, tapi dari versi orang Barat.

Alkisah pada tahun 1970, tiga orang pengelana bertemu di stasiun kereta api : Pendeta (William Shatner), Jaksa (Howard Da Silva), dan Mantan Narapidana (Edward G. Robinson). Ketiganya bercerita kalau mereka baru-baru ini menjadi saksi dari sebuah kasus kriminal, dan ternyata kasus mereka sama : Pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Kriminal Sadis Juan Carrasco (Paul Newman). Ketiganya mengisahkan cerita dari sudut pandang mereka, dan ketiga cerita mereka berbeda satu dengan yang lain.



10. THE DISAPPEARANCE OF ELEANOR RIGBY (2014)
Nah, ini adalah film dengan konsep Rashomon Effect paling panjang yang pernah dibuat. The Disappearance of Eleanor Rigby merupakan film layar lebar yang terbagi ke dalam 3 seri. Seri pertama - diberi sub-judul "Him" - dirilis 2013. Sedangkan dua seri berikutnya - "Her" dan "Them" - dirilis tahun 2014. Sesuai dengan sub-judul masing-masing film, maka ketiga film tersebut mengisahkan tentang kisah menghilangkan Eleanor Rigby (diperani Jessica Chastain) yang diceritakan dari 3 sudut pandang yang berbeda : Seri pertama dari sudut pandang kekasih dan suaminya, Conor Ludlow (James McAvoy). Seri kedua dari sudut pandang Eleanor sendiri. Dan Seri ketiga dari sudut pandang orang-orang di sekitar hubungan Eleanor dan Conor.

Film yang disutradarai Ned Benson ini sebenarnya mengangkat cerita yang cukup sederhana, namun dibuat dengan pendekatan yang cukup mendalam, sehingga penonton di bawa untuk benar-benar mengenal diri Eleanor dari berbagai perspektif, membuat kita akan mengira kalau tokoh ini benar-benar ada. Seri pertama mengisahkan pribadi Eleanor dari sudut pandang Conor, mulai dari hubungan kekasih mereka, kemudian beranjak ke pernikahan dan tinggal di New York.

Seri kedua menampilkan sosok Eleanor dari sudut pandangnya sendiri. Di seri ini, dikisahkan bagaimana perjuangan Eleanor yang berusaha memahami Conor, dan melalui hidupnya hari demi hari bersama kekasihnya. Ditampilkan pula bagaimana dia kehilangan arah ketika bayinya meninggal.

Dan seri ketiga mengisahkan bagaimana peran lingkungan di sekitar yang kelak membuat pernikahan Conor - Eleanor berada di ujung tandung. Puncaknya, Eleanor memutuskan meninggalkan Conor dan menghilang. Kemudian ditampilkan pula bagaimana dalam kondisi depresi, Eleanor beberapa kali mencoba untuk bunuh diri.

Film dengan total durasi 308 menit (untuk 3 seri) menggunakan teknik bercerita yang luar biasa bagus. Meski menggunakan cerita dari 3 perspektif yang berbeda, namun film ini dibuat berjalan maju, tanpa harus bolak-balik mengisahkan cerita yang sama, seperti film-film lainnya. Dari segi konsep, The Disappearance of Eleanor Rigby cukup baik. Hanya kelemahannya adalah panjangnya durasi yang digunakan untuk mengisahkan latar belakang kehidupan karakter fiksi ini, membuat film ini terkesan bertele-tele dan melelahkan.

NewerStories OlderStories Home