Film thriller ini merupakan salah satu film box-office Jepang yang ceritanya terbilang tidak umum. Bersetting para siswa SMP, film ini meramu suspens dan thriller yang sangat menarik, sehingga mampu menyeret penonton ke dalam emosi yang dibangun oleh film ini sejak awal. Film ini terdiri dari 2 seri. Seri pertama berjudul lengkap Solomon's Perjury Part 1 : Suspicion, ditayangkan pada tanggal 7 Maret 2015. Sedangkan seri keduanya Solomon's Perjury Part 2 : Judgement, baru tayang 11 April 2015 silam. 
Solomon's Perjury Part 1 : Suspicion
Diawali dengan kejadian di Hari Natal, saat hujan salju, di mana mayat seorang siswa secara tidak sengaja ditemukan oleh Ryoko Fujino (diperani oleh artis muda bernama sama dengan karakternya, yaitu Ryoko Fujino) dan rekan sekelasnya, Kenichi (Koki Maeda). Tidak lama setelah penemuan mayat itu, polisi segera datang menyidiki mayat itu. Hasil penyidikan mengungkapkan kalau siswa itu meninggal karena bunuh diri.

Tapi beberapa hari kemudian, polisi mendapatkan surat tanpa nama pengirim yang memberitahukannya kalau siswa yang ditemukan itu bukan bunuh diri, tapi dibunuh. Dan pelakunya adalah tiga orang siswa nakal - dipimpinan Shunji (Hiroya Shimizu) - yang diduga sering melakukan bullying pada siswa yang tewas itu. Surat itu ternyata bocor ke media massa, dan kontan menimbulkan kehebohan. Keadaan menjadi makin kacau ketika salah seorang siswa lain tewas di sekolah, dan para guru sekolah tidak berusaha untuk melakukan apapun demi menyelamatkan para siswanya.

Solomon's Perjury Part 2 : Judgement
Melihat situasi yang makin tidak kondusif, para siswa memutuskan untuk melakukan pengadilan dan pembuktian keterlibatan Shunji dan kawan-kawannya dalam kasus kematian dua orang siswa sekolah. Seri pertama film ini akan lebih banyak berpusat pada pencarian bukti dan fakta seputar misteri kematian siswa sekolah tersebut. Sedangkan seri kedua akan lebih berpusat pada proses peradilannya.

Film ini di luar dugaan menjadi salah satu film box-office yang sangat menguntungkan pada waktu dirilis. Seri pertamanya meraup keuntungan hingga 122 juta Yen. Sedangkan seri keduanya - hingga artikel ini dibuat - masih tayang di bioskop Jepang sehingga belum dapat diketahui perolehan finansial totalnya. Namun dapat dipastikan akan meraup keuntungan yang sama banyaknya.

Untuk kedua seri film ini, Izuru Narushima didapuk sebagai Sutradara flm ini. Seri pertama tayang dengan durasi 121 menit. Sedangkan seri kedua tayang dengan durasi 149 menit.



DO YOU KNOW? 
Film ini merupakan adaptasi dari novel suspense-remaja berjudul "Solomon no Gisho" karya Miyuki Miyabe yang diteribitkan oleh Novel Magazine Shosetsu Shincho bulan Oktober 2002. Di film ini, Miyabe ikut terlibat sebagai penulis skenario.

Lebih dari 10,000 orang remaja yang berpartisipasi dalam audisi film ini, dan hanya 33 orang saja yang akhirnya terpilih. Para pendukung film yang terpilih kesemuanya tidak punya pengalaman bermain film, sehingga mendapatkan pengarahan dan pelatihan akting langsung dari Sutradara Izuru Narushima.

Meski memiliki alur dan cerita yang berbeda, namun banyak kritikus yang membandingkan film ini dengan film Battle Royale karya Takeshi Miike. Sama-sama menggunakan pemeran remaja, Battle Royale sebenarnya lebih brutal dan sadis, sedangkan Solomon's Perjury lebih mengedepankan logika dan analisa. Walau demikian, kritikus Jepang menilai kedua film itu memiliki kualitas yang sama baiknya dan bisa menjadi film klasik yang akan dikenang sepanjang masa sebagai Film Thriller Terbaik dari Jepang.







Beberapa hari lalu saya baru membuat review mengenai serial keren ini (untuk membaca review lengkapnya, klik link berikut ini : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2015/04/web-tv-recommendarion-daredevil-2015.html).

Dirilis tanggal 10 April 2015, serial ini langsung menarik hati banyak penonton dunia, dan membuatnya menjadi serial web-tv paling sukses saat ini. Di balik kesuksesannya, ada hal-hal ekstrim yang menarik untuk Anda ketahui. Apa sajakah itu?

*****

Serial televisi Daredevil merupakan serial pertama yang kesemua episodenya ditayangkan bersamaan pada hari yang sama (10 April 2015) di web-tv milik Netflix.

Percaya atau tidak, hampir semua adegan di dalam serial Daredevil - mulai dari tata cahaya, sudut kamera, pewarnaan pakaian, hingga setting ruangan - dibuat sangat mirip dengan setiap panel gambar pada komik. Jadi jangan kaget jika Anda melihat adanya kemiripan sebuah adegan di serial tersebut dengan salah satu komik Daredevil yang sedang Anda baca saat ini.

Berbeda dengan cerita komik di mana kostum merah ikonik Daredevil dibuat oleh Matt Murdock sendiri, maka dalam serial televisi ini, kostum tersebut dibuat oleh seseorang yang dekat dengan Matt Murdock. Siapakah dia? Anda perlu menonton serial ini hingga tuntas untuk mengetahui jati dirinya.

Berbeda juga dengan cerita komiknya di mana Daredevil digambarkan sebagai tokoh yang benar-benar memegang teguh keadilan, maka dalam serial televisi ini Daredevil justru digambarkan sebagai karakter superhero yang ambigu, yang kadang memihak yang baik tetapi juga sesekali menolong yang jahat. Hal ini memang sengaja dilakukan guna menampilkan sosok Daredevil yang berbeda dengan sosok superhero Marvel sebelumnya yang kisah hidupnya sudah diadaptasi ke layar lebar.

The Defenders (ki-ka) : Daredevil, Iron Fist, Luke Cage, dan Jessica Jones
Daredevil merupakan proyek pertama Marvel dalam mengangkat kisah petualangan kelompok superhero The Defenders. Selanjutnya, Marvel akan mengadaptasi juga kisah petualangan anggota The Defenders yang lain (Jessica Jones, Luke Cage, dan Iron Fist) ke layar televisi. Nantinya kesemua karakter itu akan digabung ke dalam serial televisi tersendiri berjudul The Defenders.

Sukses serial televisi Daredevil ini mendorong Netflix untuk berencana mengangkat tokoh superhero Marvel lain ke layar kaca. Ada pun beberapa superhero tersebut adalah Ghost Rider, The Punisher, Blade, dan beberapa super hero lain.

Karena serial Daredevil ini brutal dan sadis, serial ini nyaris mendapatkan rating R (Restricted ; tontonan untuk penonton di atas 21 tahun).

Tidak banyak yang tahu kalau pakaian superhero Daredevil pertama berwarna Kuning-Hitam-Merah.

Charlie Cox adalah aktor Inggris dan merupakan aktor pertama di luar Hollywood yang memerani karakter Daredevil. Sebelumnya, Daredevil / Matt Murdock diperani oleh para aktor kelahiran Amerika Serikat : Ben Affleck, Rex Smith, Edward Albert, dan Frank Schuler.

Sama seperti Daredevil, maka karakter Kingpin / Wilson Fisk (diperani Vincent D'Onofrio) yang merupakan "musuh abadi" Daredevil juga digambarkan sebagai karakter yang ambigu. Di satu sisi dia memang adalah karakter antagonis, tapi di sisi lain, dia juga seorang karakter protagonis yang akan dicintai banyak penonton.

Secara kebetulan, semua karakter superhero Marvels yang dianggap ke layar lebar tinggal di New York. Hal yang sama juga terjadi pada Daredevil yang tinggal di sebuah daerah bernama Hell's Kitchen, yang tidak lain sebuah bagian kecil di wilayah New York.

Michael C. Hall merupakan kandidat paling kuat untuk memerani Matt Murdock / Daredevil. Anehnya, meski mendapatkan dukungan banyak orang, Hall justru tidak lulus audisi. Charlie Cox-lah yang kemudian terpilih.



Sumpah .... Film ini kocak banget...!!!

Takeshi Kitano - yang dikenal sebagai sutradara bertangan dingin yang selalu merilis film-film bertema yakuza, seperti Brother (2000), Dolls (2002), Zatoichi (2002), dan Outrage (2012) - kini merilis kembali film bertema yakuza dalam bentuk komedi.


Di film ini, Kitano bertindak sebagai Sutradara, Penulis Naskah dan juga aktor utama film ini. Berdurasi 111 menit, film ini mengisahkan tentang Ryuzo (diperani Tatsuya Fuji) adalah seorang kepala yakuza yang sangat disegani dan ditakuti di masa mudanya. Kini menginjak usia yang sudah tidak muda lagi, Ryuzo memutuskan untuk mundur dari posisinya sebagai Kepala Yakuza dan menjadi masyarakat awam.

Tindakan Ryuzo ini diikuti juga oleh 7 orang sahabatnya yang juga anggota Yakuza yang paling ditakuti di masa lalu - Masa (Masaomi Kondo), Mokichi (Akira Nakao), Makku (Tory Shinagawa), Ichizo (Ben Hiura), Hide (Yoshizumi Ito), Taka (Ken Yoshizawa), dan Yasu (Akira Onodera) - yang juga memutuskan untuk pensiun karena usia mereka yang sudah tidak muda lagi.

Namun satu ketika, Ryuzo menjadi korban dari penipuan sebuah investasi sejenis MLM. Akibatnya uang Ryuzo habis dan hidupnya nyaris berantakan. Ryuzo kemudian menghubungi ketujuh sahabatnya itu dan minta bantuan mereka. Mengetahui kalau Ryuzo menjadi korban penipuan, para mantan anggota yakuza itu pun muncul kembali. Tapi berbeda dengan saat masa muda mereka dulu yang kejam dan selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan, mereka kini jauh leibih bijaksana dan dewasa. Alih-alih menyelesaikan masalah Ryuzo dengan cara bengis, mereka justru menggunakan cara yang lebih "dewasa", agar masyarakat sadar akan penipuan yang terjadi dan tidak menjadi korban berikutnya.

Meski mayoritas aktor dan aktris di film ini sudah sangat senior dan tidak muda lagi, namun mereka semua masih energik dan dapat menghadirkan tontonan yang menyegarkan dan bikin sakit perut.

Film ini akan tayang di Jepang tanggal 25 April 2015 mendatang.



DO YOU KNOW? 
Rencananya film ini akan tayang secara internasional dengan judul Ryuzo 7.

Untuk peredaran internasionalnya, film ini akan didistribusikan oleh Warner Bros. Sedangkan untuk distribusi di Jepang akan ditangani oleh Office Kitano, perusahaan distribusi film milik Takeshi Kitano.

Nyaris semua aktor dan aktris yang berperan di film ini berusia di atas 60 tahun. Hanya 2 orang yang berusia di bawah itu, yaitu : Ken Yasuda (47 tahun) dan Fumika Shimizu (20 tahun).



Film horor Korea ini sepertinya perlu ditonton ni. Ditayangkan di Korea Selatan pada tanggal 16 April 2015 mendatang, film horor mencekam ini menampilkan cerita yang tidak umum, serta sadis dan berdarah-darah.

Mengisahkan tentang seorang dokter bedah syaraf dan ahli teknik-biologi berwajah tampan bernama Jung Woo (diperani Kim Sung Su). Meski telah menikah dan punya keluarga yang harmonis, ternyata diam-diam Jung Woo menjalin hubungan asmara dengan Yoo Gyeong (Ha Go Eun), seorang dokter yang juga asisten Jung Woo.

Satu ketika, tanpa diduga Yoo Gyeong mengalami kecelakaan kerja di mana tangannya terpotong. Untungnya, saat kejadian, Jung Woo berada di dekat Yoo Gyeong. Dengan cepat, Yoo Gyeong segera ditolong dan tangannya pun berhasil disambung Jung Woo lewat sebuah operasi penyambungan tangan yang rumit.

Beberapa hari pasca kejadian, Yoo Gyeong mulai bisa menggerakkan tangannya kembali. Tapi masalah muncul karena tangannya tiba-tiba dapat bergerak sendiri tanpa terkendali. Tidak hanya itu, Yoo Gyeong pun merasakan ada hal yang tidak wajar terjadi di sekelilingnya, dan nyaris merenggut nyawanya. Ada apa gerangan? Apakah kejadian-kejadian itu ada hubungannya dengan tangan Yoo Gyeong yang disambung Jung Woo? Benarkah tangan itu benar-benar tangan Yoo Gyeong? Ataukah semuanya hanya akal-akalan Jung Woo untuk menyelamatkan keluarga dan perkawinannya, dengan sengaja merancang skenario untuk membuat Yoo Gyeong kehilangan kewarasan dan akhirnya bunuh diri sendiri?

Film penuh kejutan ini dipastikan dapat membuat siapapun yang menontonnya merinding dan miris ketakutan. Film ini pun menampilkan akting Kim Sung Su yang sangat meyakinkan dan menawan. Perhatikanlah ekspresi Kim Sung Su saat tangannya terpotong, dan Anda akan tahu maksud saya ....

Selain kedua aktor dan aktris itu, film yang disutradarai Park Jae Sik ini diperani juga oleh Bae Geu Rin, dan Shin Jeong Seon.


Inilah kali pertama saya mengulas serial "web tv", dan serial yang saya pilih adalah Daredevil.  Tentunya buat penggemar pahlawan komik, terutama produksi Marvel Comics, tokoh ini bukan karakter baru. Ya, karakter ini merupakan salah satu karakter favorit yang sudah berulang kali diadaptasi ke layar lebar, baik dalam bentuk serial animasi maupun film layar lebar. Yang paling populer adalah versi layar lebar yang diperani Ben Affleck tahun 2003.

Semula episode srial ini dirilis sekaligus oleh jaringan televisi Netflix pada tanggal 10 April 2015 silam. Banyak kritikus dan penonton memuji semua aspek dalam serial ini : akting, alur cerita, eksyen, kostum, dan lain-lain. Secara umum, serial ini sangat mengesankan. Tidak heran jika dalam waktu dekat kita akan menyaksikan Season berikutnya dari Daredevil.

Episode pertama serial ini dibuka dengan adegan dramatis yang memperlihatkan Matt Murdock muda yang tergeletak di tanah aspal setelah menyelamatkan seorang pria tua dari tabrakan maut di jalan. Sebuah kendaraan yang mengangkut cairan kimia berbahaya juga terlibat dalam tabrakan itu, sehingga cairan yang diangkutnya tumpah dan mengenai Matt. Akibatnya, Matt buta.

Cerita pun berpindah dua puluh tahun kemudian. Matt Murdock (diperani Charlie Cox) bersama rekan kerjanya, Fraklin "Foggy" Nelson (Elden Henson), membuka sebuah firma hukum. Klien pertama mereka adalah Karen Page (Deborah Ann Woll), seorang sekretaris perusahaan konstruksi Union Allied yang dituduh membunuh salah seorang pekerja di perusahaan itu. Page sendiri baru-baru ini mengungkap tindakan manipulasi uang pensiun yang dilakukan oleh orang dalam perusahaan.

Murdock - yang saat itu secara diam-diam telah menjadi Daredevil - membantu Page dalam memenangkan kasus pengadilan, sekaligus melindunginya dari tindakan pembunuhan yang dilakukan seorang pembunuh yang dibayar oleh orang dalam perusahaan. Di waktu bersamaan, sekelompok mafia Rusia berusaha menghabisi Daredevil yang dianggap menjadi penghalang aksi kejahatan mereka.

Sebagai sebuah hiburan, serial Daredevil memang sangat menarik untuk diikuti. Alurnya cepat. Tidak membosankan. Dan adegan perkelahiannya benar-benar menarik. Jadi tidak ada salahnya menonton maraton serial bertotal 13 episode ini.



APA ITU "WEB TV"?
Mungkin istilah "web-tv" kurang populer di telinga kita yang tinggal di Indonesia, meski sebenarnya tontonan seperti ini bukanlah tontonan asing. "Web-tv" atau "web television" adalah sebuah pertunjukan (biasanya dalam bentuk film atau serial) yang ditayangkan di internet dan hanya bisa ditonton secara streaming. "Web-TV" pertama kali dipopulerkan Scott Zakarin, seorang staf Kreatif Periklanan New York, pada tahun 1995 di mana kala itu dia berhasil meyakinkan Atasannya - Fattal and Collins - untuk membuat sebuah serial drana yang dirilis secara online berjudul "The Spot". Serial ini menjadi episode fiksi dan opera sabun pertama yang ditayangkan secara online di dunia maya. Episode itu sukses besar dan ditonton sedikitnya 100,000 orang setiap harinya.

 Kepopuleran web-tv makin tinggi dan mulai banyak perusahaan distribusi film dunia maya yang berdiri dan menawarkan produk tayangan "film internet" dengan kualitas gambar High Definition dan alur yang lebih baik. Web Central TV, Youtube, Vimeo, dan DailyMotion adalah beberapa di antaranya yang menawarkan fasilitas menonton di internet. Tahun 2000 - 2005 dianggap sebagai tahun paling pesat berkembangnya "web-tv" di dunia.

Melihat banyaknya acara film dan reality-show yang sukses tayang di internet, maka sejak tahun 2008, banyak jaringan televisi besar yang mulai melirik ke "web-tv" dan mulai memproduksi film serial untuk ditayangkan di internet. Jaringan televisi ABC menjadi yang stasiun besar pertama yang menayangkan "web-series" di internet. Serial berjudul "Squeegies" hasil kreasil Handsome Donkey itu tayang di tahun 2008 dan meraih sukses yang luar biasa.

NBC mengikuti jejak ABC dengan menayangkan serial Gemini Division, yang menjadi serial fiksi ilmiah pertama yang tayang di "web tv". Hal serupa dilakukan juga oleh Warner Bros, MTV, dan stasiun televisi lain, yang juga membuat banyak acara dan serial televisi mereka untuk ditayangkan di dunia maya.

Sejak tahun 2011, semua jaringan televisi besar Amerika sudah merilis serial televisi dalam bentuk web-tv, yang hampir semuanya mendapatkan respon yang positif dari para penonton. Beberapa diantaranya yang populer adalah House of Cards, Orange is the New Black, Children Hospital, Sanctuary, Web Therapy, dan lain-lain. Catatan untuk House of Cards, serial ini merupakan serial web-tv pertama yang meraih 4 penghargaan Primetime Emmy Awards.

Kepopuleran House of Cards di jaringan web-tv membuat banyak produser menyadari akan pasar yang terbuka sangat luas di dunia maya. Karena itu, mereka beramai-ramai merilis serial-serial berkualitas untuk web-tv. Jejaring seperti Amazon.com, Hulu, dan iTunes telah menjadi distributor film dan serial web-tv terbesar saat ini di mana setiap harinya mereka merilis 100 film dan episode dan ditonton lebih dari 250.000 orang penonton setiap hari. Banyaknya penonton internet saat ini, menjadikan web-tv sebagai ladang bisnis yang sangat menguntungkan dan telah berhasil menggeser kepopuleran serial televisi saat ini.

Selain banyaknya tontonan yang menarik, teknologi dunia maya saat ini sangat mendukung menjamurnya perfilman internet. Salah satu teknologi tersebut adalah "streaming video" yang memungkinkan penonton bisa menyaksikan film kesayangannya kapan saja dan di mana saja secara "streaming". Apalagi dengan kecepatan internet yang saat ini sudah sedemikian tinggi, ditambah lagi teknologi film yang sudah berkualitas High Definition (HD-Quality), maka tidak mengherankan kalau web-tv sudah menjadi pilihan menonton yang asyik saat ini.



DO YOU KNOW? 
Seluruh episode Daredevil dibuat secara maraton sejak Juli - akhir Desember 2014. Lokasi shooting semua episode dilakukan di New York, yaitu di area Brooklyn dan Long Island City. 

Marvel - Disney berencana membuat serial televisi bertema superhero dengan konsep yang sama seperti saat mereka membuat film The Avengers, di mana masing-masing Super Hero dibuatkan film tersendiri untuk memperkenalkan masing-masing karakternya, kemudian semua super hero itu dipersatukan dalam satu film. Nah, ini pun yang sedang mereka lakukan untuk Daredevil. Nantinya, Marvel - Disney akan merilis juga serial superhero lain, yaitu Jessica Jones, Iron Fist, dan Luke Cage. Bersama Daredevil, kesemuanya nanti akan dipertemukan dalam serial televisi The Defenders, yang merupakan kelompok super hero yang - aslinya - terdiri dari keempat pahlawan super tersebut.

Rencananya serial Daredevil, Jessica Jones, Iron Fist, dan Luke Cage akan ditayangkan secara simultan dan bersama-sama, sehingga nantinya saat dipersatukan dalam serial televisi The Defenders, alur ceritanya akan dapat berjalan paralel. Belum jelas kapan hal ini akan terwujud, jadi kita tunggu saja informasi lebih lanjutnya.

Dalam serial ini, Daredevil mengenakan dua kostum : Kostum Hitam (disebut "Vigilante Outfit") dan kostum merah khas Daredevil dengan topeng bertanduk. Kostum Hitam Daredevil merupakan kostum yang terinspirasi dari konstum salah satu karakter di novel grafik The Man Without Fear karya Frank Miller.

Pasca penayangan serial Daredevil di web-tv, kritikus membombardir serial ini dengan pujian. Matt Fowler - kritikus dari majalah IGN - memberikan nilai 9 dari 10 dan menyebutkan keseluruhan Season pertama Daredevil adalah " Luar Biasa, penuh ketegangan, dan merupakan tontonan yang ultra-memuaskan". Sementara Eric Eisenberg dari Majalah Online Cinema Blend memuji Daredevil sebagai "greatest live-action superhero origin stories ever made". Mike Hale dari New York Times memuji akting Charlie Cox yang dianggap sempurna dalam membawakan peran Daredevil yang perkasa dengan Matt Murdock yang tampak lemah tidak berdaya karena kebutaannya.



Sebagian dari Anda tentu sudah menonton Fast & Furious 7 (atau dirilis dengan judul Furious 7; informasi tentang film ini bisa Anda temukan di artikel saya sebelumnya di sini : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2015/03/film-film-terbaru-bulan-april-2015.html). Ya, film terakhir Paul Walker ini terbilang sangat dasyat dan luar biasa. Dengan modal pembuatan US$ 250 juta, film yang dirilis tanggal 3 April 2015 ini hanya butuh waktu 3 hari untuk bisa meraup keuntungan finansial sebesar US$ 490 juta. Sungguh prestasi yang sangat luar biasa. 

Ya, film serial Fast & Furious bisa dikatakan sebagai film luar biasa dan mengejutkan. Betapa tidak, ketika seri pertamanya dirilis tahun 2001, film ini dibuat dengan modal hanya US$ 30 juta dan tidak diprediksikan sebagai film box-office. Namun di luar dugaan, film ini justru meraup keuntungan mencapai US$ 250 juta lebih. Hal serupa dengan seri-seri selanjutnya, yang membuat film Fast & Furious menjadi salah satu film franchise paling fenomenal hingga hari ini.

Di balik kesuksesan franchise film-film Fast & Furious, terselip beberapa fakta mengejutkan yang tidak kita ketahui. Apa sajakah itu?

*****

Di film Fast and Furious yang pertama, ada kesalahan cukup fatal yang dibuat tim kreatif film, namun tidak disadari banyak orang hingga hari ini. Dalam balapan jalanan pertama di film itu, jarak perlombaan hanya 500 meter. Artinya, perlombaan itu dapat selesai dalam hitungan detik. Namun yang ditampilkan di layar justru adegan kebut-kebutan yang berlangsung lebih dari 2 menit.

Di seri 2 Fast 2 Furious, mobil Mitsubishi Eclipse GSX yang digunakan Brian O'Conner (karakter yang diperani Paul Walker) adalah mobil pribadi Paul Walker sendiri. Lantaran terbatasnya dana dalam pembuatan film tersebut, maka Walker memutuskan untuk memakai mobil balapnya sendiri dalam film ini. Dan seperti yang Anda ketahui, di film ini, semua aksi kebut-kebutan dan balapan yang menggunakan mobil tersebut dilakukan sendiri oleh Paul Walker. Ya tentu saja, siapa yang rela mobil pribadinya dipakai orang lain?

Banyak orang menyebutkan kalau teknik drifting yang dilakukan di seluruh seri Fast and Furious adalah efek khusus CGI karena tidak mungkin dilakukan. Faktanya : Semua teknik dan adegan drifting yang ada di seluruh seri Fast and Furious adalah nyata tanpa sentuhan komputer sedikitpun. Guna kepentingan pengambilan gambar adegan drifting, Mitsubishi dan Toyota - sebagai sponsor utama semua seri Fast and Furious - menyiapkan sedikitnya 4,000 ban agar setiap mobil dapat melakukan drifting dengan sempurna.

Ketika Paul Walker meninggal di tahun 2013 akibat kecelakaan, proses pembuatan film Fast and Furious 7 nyaris dihentikan. Namun setelah sutradara James Wan dan tim produser dari Universal Studio berdiskusi, mereka memutuskan untuk melakukan perubahan skenario dan tetap "menampilkan" Paul Walker di film itu, dengan menggunakan teknik CGI. Sedangkan untuk memerani karakter yang dibawakan Walker di film itu, Caleb dan Cody Walker yang melakukannya. Mereka adalah adik Paul Walker yang secara "kebetulan" memiliki fisik, tinggi badan, serta gerak tubuh yang nyaris sama dengan Paul Walker.

Dalam sebuah wawancara saat promosi film Fast & Furious 6, Michelle Rodriguez mengungkapkan kalau dirinys sama sekali tidak tahu karakter yang dibawakannya (Leticia Ortiz) akan dihidupkan kembali. Seperti yang Anda ketahui, karakter Leticia "Letty" Ortiz - yang merupakan kekasih Dominic Toretto (Vin Diesel) - tewas di Fast & Furious 4. Rodriguez tidak pernah berpikir akan dilibatkan lagi dalam film seri ini, sampai dia dipanggil kembali untuk bermain di film Fast & Furious 6.

Meski Fast & Furious pertama sukses besar, Vin Diesel sempat mengungkapkan keinginannya untuk tidak bermain dalam sekuel film tersebut. Meski demikian, Universal Studio punya keyakinan Vin Diesel akan tetap bergabung. Karena itu, mereka membuat 2 naskah skenario untuk Fast & Furious 2 : Skenario pertama menampilkan karakter Dominic Toretto, dan skenario kedua tanpa karakter tersebut. Pada akhirnya Vin Diesel memang tidak bermain di film 2 Fast 2 Furious, tapi kemudian muncul di seri ketiga (sebagai cameo), dan seri-seri berikutnya.

Dikarenakan film Fast and Furious adalah film tentang balapan mobil, maka semua pemeran dalam film tersebut diwajibkan untuk bisa mengendarai mobil dan punya SIM. Masalahnya, dalam film Fast and Furious pertama, Michelle Rodriguez dan Jordana Brewster adalah dua pemeran yang tidak punya SIM, sehingga mereka harus menjalani ujian SIM. Di Fast and Furious 2, Devon Aoki adalah satu-satunya pemeran yang sama sekali tidak bisa mengemudi dan juga tidak punya SIM.

Di film Fast and Furious pertama, adegan Race War dilakukan di lapangan balap yang sebenarnya. Karena adegan itu sangat berbahaya, maka semua pengemudinya adalah para pembalap profesional. Dan semua mobil yang tampil dalam adegan itu adalah mobil modifikasi khusus balap.

Untuk membuat film 2 Fast 2 Furious lebih menarik dan penuh kejutan, Sutradara John Singleton meminta para pemeran film tersebut melakukan improvisasi di luar skenario. Jadi jangan heran jika Anda temukan banyak adegan konyol dan terkesan "aneh" di film tersebut. Adegan improvisasi paling ekstrim di film itu adalah tabrakan antara mobil Corvette dengan Mustang yang terjadi di jalan tol. Meski tabrakan itu cukup hebat, stuntman yang mengemudikan mobil itu tidak menderita luka sedikit pun.

Mobil Nissan Skyline GT-R R34 yang dikemudikan Paul Walker di Fast and Furious 4 adalah mobil produksi Kaizo Industries dan merupakan mobil balap satu-satunya yang diklaim berijin resmi untuk dikemudikan sebagai mobil umum di jalan raya kota.

Sebelum melakukan adegan perkelahian di film Fast and Furious 1, Paul Walker dan Matt Schulze berhari-hari membuat koreografi perkelahian dan berlatih keras setiap hari. Namun entah mengapa, ketika hari pengambilan gambar, mereka lupa dengan koreografi yang mereka buat, sehingga adegan perkelahian yang mereka lakukan berdasarkan improvisasi mereka sendiri. 

Nyaris tidak ada adegan percakapan antara Paul Walker dan Michelle Rodriguez di semua seri film Fast and Furious. Satu-satunya adegan yang menampilkan mereka berdua bercakap-cakap adalah di akhir film Fast & Furious 6, ketika Brian (karakter Walker) mendekati Letty (Rodriguez) dan meminta maaf karena membuatnya terlibat dengan Braga. Letty berkata pada Brian, "I may not remember anything, but I do know one thing : Nobody makes me do anything I don't want."

Secara "kebetulan" jadwal tayang semua film serial Fast and Furious bersamaan dengan jadwal tayang X-Men :
X2 dan 2 Fast 2 Furious ditayangkan bersamaan di tahun 2003.
X-Men : The Last Stand dan The Fast & Furious : Tokyo Drift tayang tahun 2006.
X-Men Origins : Wolverine dan Fast & Furious 4 tayang 2009.
X-Men : First Class dan Fast Five tayang tahun 2011.
The Wolverine dan Fast & Furious 6 tayang 2013.
Tadinya Fast & Furious 7 akan tayang tahun 2014, bersama X-Men : Days of Future Past. Namun jadwal ini bergeser karena kematian Paul Walker, sehingga Fast & Furious 7 baru bisa tayang di tahun 2015.

Mobil RX-7 yang dikemudikan Vin Diesel di film The Fast and The Furious ternyata kekecilan sehingga Diesel tidak bisa masuk dan mengendarai mobil itu. Karena itu interior dalam mobil tersebut dirombak habis-habisan agar Diesel bisa masuk dan mengendarai mobil itu dengan nyaman.

Karakter Mia Toretto - adik Dominic Toretto - tadinya dibuat khusus untuk aktris Eliza Duskhu. Tapi Duskhu justru menolak peran itu. Aktris papan atas Hollywood seperti Natalie Portman, Sarah Michelle Gellar, Kirsten Dunst, dan Jessica Biel pun kemudian diaudisi untuk memerani karakter itu. Namun pada akhirnya Jordana Brewster-lah yang mendapatkan peran itu.

Secara kebetulan lokasi shooting 2 Fast 2 Furious dan Bad Boys 2 berada di tempat yang sama, yaitu Bill Bags Cape Florida State Park di Key Biscayne. Kedua film itu pun memiliki jadwal shooting yang sama. Untungnya tidak saling mengganggu.

Adegan truk menghantam kereta api berkecepatan tinggi di Fast Five dilakukan tanpba bantuan komputer sama sekali. Jadi adegan yang memperlihatkan gerbong kereta yang nyaris terbelah benar-benar kondisi sebenarnya, dan bukan rekayasa.

Mobil-mobil yang digunakan di 2 Fast 2 Furious adalah mobil-mobil yang sebelumnya juga digunakan di film Fast and Furious pertama. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menghemat biaya produksi. Bahkan mobil yang sudah hancur dan remuk di seri pertama pun dimodifikasi ulang agar tampak baru dan bisa digunakan kembali di sekuelnya tersebut.


Tadinya, adegan tank yang melindas mobil di jalan pada Fast and Furious 6 akan menggunakan teknik CGI. Namun Sutradara Justin Lin ingin adegan itu tampak nyata, sehingga diputuskan menggunakan tank sesungguhnya. Sebagai konsekuensinya, selama proses pengambilan adegan itu, lebih dari 100 mobil hancur digilas tank tersebut.

Pada seri Fast & Furious 1 - 3, mobil-mobil yang digunakan dalam film semuanya adalah mobil produk Jepang. Barulah di seri 4 hingga yang terbaru, semuanya menggunakan mobil Amerika.

Paul Walker tidak diajak bergabung di The Fast and The Furious 3 : Tokyo Drift karena dianggap sudah terlalu tua, meski di skenario awal karakternya muncul. Namun setelah melihat hasil film tersebut kurang memuaskan (meski box-office, tapi hasilnya jauh di bawah 2 seri Fast & Furious sebelumnya), Universal Studio merangkul Walker lagi dan mengajaknya memerani semua seri Fast and Furious.

Adegan kejar-kejaran antara mobil dan pesawat terbang di Fast and Furious 6 sempat menjadi bahan perbincangan serius para kritikus film, ahli matematika, dan aerodinamika, karena durasi adegan itu sangat panjang (lebih dari 13 menit). Berdasarkan perhitungan mereka, dengan kecepatan pesawat yang mencapai 115 mph, dan durasi adegan yang sedemikian panjang, mereka memprediksi panjang landasan pacu yang digambarkan dalam film itu adalah sekitar 18.37 mil (29.4 kilometer). Adegan ini dinilai para kritikus sangat tidak realistis, mengingat panjang rata-rata landasan pacu yang ada tidak pernah lebih dari 2 kilometer.

Sebelumnya pada tahun 1954, pernah beredar film berjudul The Fast and The Furious. Film bercerita tentang balap mobil ini disponsori oleh perusahaan mobil Jaguar. Meski memiliki alur cerita yang sangat berbeda, namun untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, pada tahun 2001, Universal Studio membeli hak penggunaan judul "The Fast and The Furious" pada Roger Corman, selaku produser film tersebut. Corman setuju menjual judul tersebut, asalkan Universal Studio bersedia memberikan kopi asli dari film Spartacus. Universal setuju. Dan akhirnya, judul itu pun menjadi milik Universal Studio.

Salah satu keasyikan yang bisa kita peroleh saat menonton film bergenre "found footage" adalah sensasi suasana riilnya. Jika kita sering membuat film pribadi menggunakan handycam, maka saat menonton film yang kita buat itu, yang muncul adalah perasaan emosional karena kita yang merekan kejadian dan terlibat di dalam pembuatan film itu. Nah, sensasi seperti itulahyang selalu kita rasakan saat menonton film bergenre "found footage".

Dengan memiliki penggemar yang cukup banyak, maka tidak heran jika film genre ini telah berkembang sedemikian pesat, baik dari segi cerita maupun teknik sinematografinya (tanpa menghilangkan"efek" gambar buram dan bergoyang yang menjadi ciri khas genre film ini), sehingga menghadirkan cerita yang lebih bervariasi.

Film bergenre "found footage" terbaru yang saya tonton beberapa waktu ini adalah V.H.S. Viral yang merupakan seri ketiga dari serial film V.H.S. yang terkenal. Mengusung cerita yang berlapis-lapis, film ini merupakan antologi (kumpulan film pendek) yang tampak tidak berhubungan satu dengan yang lain, dan baru kelihatan benang merahnya di akhir cerita.

Diawali dengan penggalan-penggalan rekaman film sepasang kekasih - Kevin (Patrick Lawrie) dan Iris (Emilia Zoryan) - yang merekam momen kemesraan mereka. Satu malam, sebuah kejar-kejaran antara polisi dan sebuah mobil es krim terjadi di dekat rumah mereka. Kevin berusaha merekam kejadian itu untuk di-upload ke jejaring sosial. Saat berusaha merekam kejadian itu, Iris menghilang. Kevin yang panik berusaha keras mencari kekasihnya. Dan dimulailah serangkaian kejadian mengerikan yang kelak mengubah hidup Kevin dan Iris selamanya.

Segmen "DANTE THE GREAT" :
Segmen ini mengisahkan tentang seorang pesulap dan mentalis bernama Dante The Great (Justin Welborn) yang terkenal karena berhasil menampilkan banyak ilusi yang mustahil. Satu ketika Scarlet Kay (Emmy Argo) - salah seorang asistennya - kemudian melaporkan Dante ke pihak polisi terkait dengan menghilangnya banyak asisten Dante.

Hilangnya para asisten itu ternyata berhubungan dengan jubah yang dipakai Dante, di mana jubah itu adalah jubah terkutuk yang memberikan kemampuan mistis untuk Dante beratraksi. Namun, sebagai gantinya, sang jubah butuh korban. Karena itulah Dante mengorbankan semua asistennya untuk jubah tesebut.

Saat sedang melaporkan Dante, Scarlet justru berhasil diculik Dante, dan nyaris menjadi korban berikutnya. Dengan berbagai upaya, Scarlet berhasil mengalahkan Dante dan membuatnya menjadi korban kemarahan iblis dalam jubah.


Segmen "PARALEL MONSTERS"
Alfonso (Gustavo Salmeron) berhasil menciptakan sebuah mesin portal yang memampukan dia membuka pintu dimensi lain. Saat pintu itu dibuka, dia menemukan kembaran dirinya dari dimensi lain yang punya kesamaan dengannya. Mereka berdua memutuskan untuk bertukar tempat di masing-masing dimensi untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dimensi mereka masing-masing.

Saat berpindah itu, mereka menemukan kalau - meski keduanya memiliki wajah dan sifat yang sama - tetapi dunia mereka sungguh jauh berbeda, dan mengerikan.

Segmen "BONESTORM"
Ini merupakan bagian yang sangat saya sukai. Dikisahkan ada sekelompok anak muda - Danny (Nick Blanco), Jason (Chase Newton), dan Taylor (Shane Bradey) - skateboarder yang senang melakukan berbagai aksi skateboard ekstrim dan mereka seluruh kegiatan mereka itu.

Aksi terakhir mereka dilakukan di Meksiko, di mana mereka bermain skateboard di sebuah lapangan terbuka. Tidak disangka tempat itu lokasi ritual sebuah kelompok tertentu. Maka ketika mereka mengusik lokasi itu, mereka kemudian diserang oleh para anggota kelompok ritual tersebut. Masalahnya, anggota kelompok tersebut terdiri dari para mayat dan tengkorak yang tidak bisa mati.


Film ini kemudian ditutup dengan konklusi pencarian Kevin, di mana dia berhasil menemukan Iris, tapi ada fakta mengejutkan yang akhirnya terkuak.



ABOUT "VHS"
VHS (biasa juga ditulis dengan V/H/S) adalah film yang terdiri dari kumpulan film pendek. Semua film pendek itu tampak seolah-olah tidak ada hubungan, tapi sebenarnya punya benang merah yang menjadi konklusi dari keseluruhan cerita film. Hingga hari ini, film ini telah dibuat sebanyak 3 seri.

Seri pertama dirilis tanggal 31 Agustus 2012, dengan sutradara Adam Wingard, David Bruckner, Ti West, Glenn McQuaid, Joe Swanberg, dan Radio Silence (4 orang sutradara dari Radio Silence Productions : Matt Bettineli-Olpin, Tyler Gillett, Justin Martinex, dan Chad Villella). Seperti halnya genre film "found footage" yang lain, film ini dibuat dengan menggunakan handycam dan penuh gambar buram, tidak fokus, dan selalu bergerak-gerak. Bahkan di awal film tampak layar biru, seolah-olah film tersebut rusak.

Film tersebut memuat 6 cerita yang seolah-olah berdiri sendiri, tapi sebenarnya punya benang merah dan baru terungkap di akhir cerita. Bagi sebagian orang, menonton film ini terbilang sangat sulit karena dibuat dengan gaya yang sangat amatir. Meski demikian, banyak orang yang memuji konsep film ini karena dianggap membawa tren baru bagi film bergenre "found footage". Jadi meski penghasilan yang diraup film ini tergolong kecil (hanya US$ 1.2 juta), tapi karena banyak peminatnya, film ini dibuat sekuelnya.

V/H/S/2 dirilis tahun 2013. Meski mengusung cerita yang mirip, para pendukung film ini (termasuk para sutradaranya) berbeda dengan yang pertama.  Dibandingkan dengan seri pertamanya, film ini jauh lebih baik dan "lebih bisa ditonton". Gambarnya tidak "sehancur" seri pertama, dan alur ceritanya lebih linier. Cerita pendeknya pun lebih sedikit (hanya 5 cerita, tapi salah satu segmen - yaitu Tape 49 - dibuat dalam 5 seri, sehingga bisa dikatakan total film ini punya 9 cerita).

Walau dibuat dengan sinematografi yang jauh lebih baik, ternyata seri kedua VHS justru meraup keuntungan yang lebih kecil dibandingkan yang pertama (sekitar US$ 750,000). Meski demikian, film ini masih bisa dikatakan untung, karena biaya pembuatan tidak lebih dari US$ 100,000.





Sebuah serial televisi menarik kembali muncul di layar kaca Amerika Serikat. Judulnya iZombie. Sekilas mirip tulisan sebuah produk ponsel populer di dunia, dan mungkin Anda mengira film ini ada hubungannya dengan produk itu. Well.... Anda keliru, karena serial ini sama sekali tidak ada kaitannya, bahkan alur ceritanya sangat berbeda dari yang Anda duga.

Diadaptasi dari komik berjudul sama karya Chris Robertson dan Michael Alfred (diterbitkan DC Comics), serial ini mengisahkan tentang Liv Moore (diperani Rose McIver), seorang mahasiswi kedokteran yang ceria dan cerdas. Satu ketika dia diajak teman-temannya berpesta di kapal. Beberapa orang peserta pesta itu ternyata meminum narkoba bernama "Utopium" yang menyebabkan mereka menjadi zombie dan membantai semua peserta pesta. Liv pun menjadi korban. Awalnya dia dinyatakan telah mati. Namun justru Liv kemudian hidup kembali, dan menjadi zombie.

Meski demikian, Liv tidak seperti Zombie kebanyakan. Dia tetaplah bisa bertingkah layaknya manusia biasa, tapi dia harus mengonsumsi otak segar manusia agar tetap bisa menjaga kewarasannya. Apabila tidak, maka dia akan kehilangan kesadarannya dan berubah menjadi zombie beneran.

Guna mendapatkan otak segar manusia itu, maka Liz pun mengambil pekerjaan di Bagian Otopsi di Kamar Jenazah, sehingga dia setiap saat bisa mendapatkan otak segar dari mayat di sana. Masalahnya, setiap kali dia memakan otak mayat, maka dia akan dapat melihat dan merasakan kilatan ingatan dari mayat tersebut. Menyadari kemampuannya ini berguna untuk polisi dalam mengungkap kasus pembunuhan, maka dia kemudian bekerja sama dengan Detektif Clive Babinaux (Malcolm Goodwin) untuk mengunkap kasus-kasus kriminal. Tentu saja Liv tidak menjelaskan kepada sang detektif kalau dia adalah Zombie dan hanya menjelaskan kalau dia punya kemampuan "meramal" saja.

Satu-satunya orang yang tahu kalau Liv adalah zombie adalah Dr. Ravi Chakrabarti (Rahul Kohli), Atasan Liv yang memergoki Liv mengonsumsi otak mayat. Meski demikian, dia menutupi dan melindungi identitas Liv tersebut. Bahkan berusaha mencari obat untuk menyembuhkan Liv dari kondisi tersebut.

Serial ini cukup unik karena memadukan unsur horor zombie dan misteri pembunuhan. Diramu dalam bentuk komedi-drama, menjadikan serial ini sangat menarik untuk ditonton. Awalnya sempat bingung juga saat menonton serial ini pertama kali karena alurnya tidak sesederhana yang saya tulis di atas. Tapi setelah menonton 15 menit pertama, kita akan segera paham keseluruhan ceritanya.

Saat tulisan ini dibuat, serial yang ditayangkan di jaringan The CW ini baru memasuki Season pertama episode ke-4 (mulai tayang sejak 17 Maret 2015 kemarin). Sejauh ini animo penonton cukup baik di mana rata-rata episode ditonton lebih dari 2 juta penonton Amerika Serikat. Selain itu, para kritikus dan penonton pun memuji serial ini sebagai serial yang "sangat menyegarkan dan memberikan hiburan yang berbeda dibandingkan tontonan bergenre zombie pada umumnya".

Untuk Season Pertama, rencananya akan berjumlah 13 episode.


NewerStories OlderStories Home