Saya "akhirnya" berkesempatan menonton film drama ini setelah sempat ragu untuk menontonnya, meski film ini sendiri sudah saya beli cukup lama. Tapi berhubung malam ini tidak ada film menarik yang bisa jadi pilihan, dengan "setengah berat hati" saya pun menonton film ini. Dan sungguh di luar dugaan, film yang awalnya tidak menarik minat saya ini berhasil meluluhkan hati saya.

Film drama-keluarga produksi China yang sangat emosional ini pertama kali ditayangkan di Toronto International Film Festival (TIFF) tanggal 4 September 2014 dan mendapatkan banyak pujian. Selain itu, film ini pun mendapatkan nominasi penghargaan film bergengsi, baik lokal dan internasional. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih film ini antara lain Best Actress (Zhao Wei) dalam 10th Chinese American Film Festival, Best Screenplay (Zhang Ji) dan Best Actress (Zhao Wei) di 21st Hong Kong Film Critics Society Awards.

Berdurasi 120 menit, film yang diangkat dari kisah nyata ini mengisahkan tentang pasangan suami-istri yang sudah bercerai, Tian Wenjun (diperani Huang Bo), dan Lu Xiaojuan (Hao Lei), yang memiliki anak berusia 3 tahun bernama Tien Peng. Mereka tinggal di pinggiran kota Shenzhen. Pada tahun 2009, anak mereka tersebut diculik. Wenjun dan Xiaojuan kemudian mencari Tien Peng namun tidak menemukannya. Selama tiga tahun lamanya pencarian dilakukan, namun hasilnya nihil.

Hingga satu ketika, seseorang secara tidak sengaja menemukan anak yang memiliki ciri-ciri yang mirip dengan anak pasangan tersebut. Sang anak berada di sebuah desa. Ketika didatangi, anak itu benar-benar adalah Tien Peng. Masalahnya, selama tiga tahun terakhir, sang anak diasuh oleh Li Hong Qin (Zhao Wei / Vicky Zhao). Selain menasuh Tien Peng, Hong Qin juga mengasuh seorang anak perempuan bernama Yang Ji Fang (3 tahun). Ternyata tiga tahun silam, suami Hong Qin yang menculik Tien Peng. Hal ini dilakukan karena Hong Qin tidak bisa memberikan mereka keturunan. Selain itu, setelah menculik Tien Peng, mereka menemukan Ji Fang yang diterlantarkan orang tuanya, sehingga dipungut dan diasuh.

Kini, suami Hong Qin sudah meninggal karena kanker hati. Dan karena Tien Peng adalah anak yang diculik, polisi menduga Ji Fang juga merupakan anak yang diculik, sehingga diambil negara. Hong Qin berusaha meyakinkan negara kalau Ji Fang adalah anak angkatnya dan bukan anak yang diculik suaminya, tapi tanpa bukti yang konkret, sulit baginya untuk mendapatkan hak asuh Ji Fang. Ditambah lagi, kini orang tua Tien Peng juga berniat mengangkat Ji Fang karena prihatin dengan kondisi anak itu di tempat penampungan anak yatim. Akankah Hong Qin berhasil mengambil anaknya? Ataukah keluarga Tien Peng yang berhasil mendapatkan hak asuh atas Ji Fang?

Film ini benar-benar penuh adegan emosional yang sangat mengharukan. Siapapun yang menontonnya - baik pria dan wanita - pasti akan menangis (minimal matanya berkaca-kaca). Meski demikian, film ini bukan film cengeng yang penuh adegan tangis-tangisan. Film ini justru sangat kuat menampilkan adegan-adegan mengharukan, sehingga tanpa adegan menangis sekali pun, para penonton pun bisa larut dalam emosi mendalam saat menonton.

Film besutan sutradara Peter Chan ini memang sangat kuat dalam segala hal. Sinematografi, akting seluruh pemain, musik, ... semuanya benar-benar keren. Khusus untuk akting, Anda harus perhatikan akting para pemain anak di film tersebut. Meski berusia 3 - 6 tahun, namun para pemain anak di film ini bermain dengan sangat natural sekali. Sedemikian naturalnya, mereka mampu mengadk-aduk emosi para penonton sehingga trenyuh dengan akting polos mereka.

Secara umum, film ini adalah sebuah film drama yang sangat bagus sekali. Durasi dua jam benar-benar tidak terasa karena alurnya yang mengalir dengan sangat lancar dan tidak membosankan. Ini adalah tontonan keluarga yang sangat menyentuh dan wajid ditonton.


DO YOU KNOW? 
Lagu tema film ini berjudul Qing Ai Ti Xiao Hai (My Dearest Child) yang dinyanyikan oleh para pemeran utama film ini, yaitu Zhao Wei, Huang Bo, Tong Da Wei, dan Hao Lei. Sebelumnya, lagu tersebut sudah pernah dinyanyikan dan dipopulerkan oleh banyak artis Hong Kong dan China. Salah satunya adalah Andy Lau (terdapat di album Back for You / 回到你身邊  ; rilis 1988).  Intro lagu tersebut digunakan untuk lagu tema film Andy Lau yang dirilis waktu itu, yaitu The Truth : Unwritten Law 2 (法內情).

Film ini diangkat dari kejadian nyata yang benar-benar terjadi di Shenzhen pada tahun 2009, di mana terjadi penculikan pada seorang anak berusia 3 tahun bernama Xin Le. Untuk berhasil menyelamatkan anaknya, Peng Gao Feng - sang ayah - memposting berita kehilangan lewat sosial media di China. Berkat kegigihannya, setelah menghilang 3 tahun, anak tersebut akhirnya berhasil ditemukannya. 

Sebelum proses shooting dilakukan, semua pendukung film diwajibkan menonton film dokumentasi kejadian sebenarnya agar semuanya dapat menghayati betul kejadian sebenarnya. Selain itu, semua pendukung film bertemu langsung dengan keluarga dan orang tua Xin Le untuk paham betul perjuangan keluarga tersebut dalam mendapatkan anaknya kembali.

Vicky Zhao adalah artis pertama yang dipilih untuk bermain dalam film ini. Setelah tahu dia akan memerani tokoh seorang wanita desa bernama Hong Qin, dia langsung menolak peran itu karena sangat tidak sesuai dengan pengalaman dan karakteristik peran yang biasa dia bawakan. Namun setelah dibujuk oleh sahabat-sahabatnya, termasuk sutradara Peter Chan, Vicky akhirnya setuju mengambil peran itu. Keputusan Vicky ini tepat, karena terbukti dia dapat membawakan peran itu dengan sangat menyentuh, sehingga mendapatkan banyak pujian, nominasi, serta memenangkan beberapa penghargaan sebagai Best Actress untuk film ini.

Untuk berdialog di film ini, Vicky Zhao menggunakan dialek Mandarin Xiajiang, sebuah dialek dan aksen yang hanya digunakan oleh masyarakat Wuhu yang tinggal di pinggiran Sungai Yangtze dan Sungai Huai. Vicky sendiri aslinya kelahiran Wuhu, sehingga tidak terlalu kesulitan saat menggunakan bahasa daerah tersebut. 

Film yang dibuat dengan bujet US$ 5,000,000 ini berhasil meraup keuntungan finansial sebesar US$ 54,6 juta. Dan ini hanya untuk pendistribusian di Hong Kong dan China saja.

Shooting film dilakukan di kota Shenzhen, Guangzhou, dan Chengde.

Film ini dirilis di China tanggal 26 September 2014, dan di Hong Kong tanggal 13 November 2014.


Februari akan segera tiba. Dan sama seperti bulan sebelumnya, maka di bulan Februari ini pun banyak film-film keren yang dirilis. Yang menjadi catatan di bulan tersebut adalah adanya 2 film animasi populer (Spongebob Squarepant dan Shaun The Sheep) yang versi layar lebarnya dirilis dan ditayangkan berbarengan. Mana yang akan lebih unggul?

Mari kita lihat, film apa sajakah yang bisa kita tonton di bulan Februari 2015 ....


JUPITER ASCENDING
Tanggal rilis   : 6 Februari 2015
Sutradara        : Wachowski Bersaudara
Pemeran         : Mila Kunis, Channing Tatum, Sean Bean, Eddie Redmayne

Wachowski Bersaudara adalah duo bersaudara yang namanya mencuat di tahun 1999 setelah merilis film trilogi The Matrix yang fenomenal. Meski sempat terpuruk saat merilis film Speed Racer (2008), namun berhasil naik daun lagi ketika film kolosal mereka, Cloud Atlas (2012), mendapatkan pujian yang luar biasa dari para kritikus film.
Tahun 2015, mereka muncul lagi lewat film arahan terbaru mereka : Jupiter Ascending. Awalnya, film ini direncanakan dirilis petengahan tahun 2014. Namun mundur hingga 6 Februari 2015. Masih bertemakan cerita fantasi ruang angkasa, Jupiter Ascending mengisahkan tentang dunia di masa depan di mana bumi dan planet-planet telah dikuasai oleh Kerajaan Alien. Dari sekian banyak suku Alien, Kelompok House of Abrasax adalah yang terkuat. Satu ketika, Raja kerajaan tersebut meninggal. Tiga orang anaknya - Balem (Eddie Redmaybe), Kalique (Tuppence Middleton), dan Titus (Douglas Booth) - saling berseteru untuk menguasai Kursi Kerajaan.

Tanpa mereka duga, seorang penduduk bumi bernama Jupiter Jones (Mila Kunis) menunjukkan kekuatan yang dapat mengendalikan alam sekelilingnya. Kekuatannya dibutuhkan oleh ketiga anak Raja Abrasax untuk menguasai galaksi dan seisinya. Pada saat Jupiter sedang dikejar, muncul Caine Wise (Channing Tatum), seorang ksatria interplanet yang bertugas melindungi Jupiter. Dan perang besar antar planet pun dimulai.



SEVENTH SON
Tanggal rilis   : 6 Februari 2015
Sutradara        : Sergei Bodrov
Pemeran         : Jeff Bridges, Ben Barnes, Alicia Vikander, Kit Harington, Olivia Williams

Film bergenre petualangan-fantasi ini diangkat dari novel The Spook's Apprentice karya Joseph Delaney. Ceritanya berpusat pada Thomas Ward (Ben Barnes), anak ketujuh dari tujuh bersaudara. yang tinggal di County.

Menurut legenda, anak ketujuh yang terlahir dari tujuh bersaudara punya kemampuan melihat hantu dan bertarung dengan mahluk supranatural. Karena kemampuannya ini, orang tuanya mengirimnya untuk dilatih oleh seorang pelatih tukang sihir (Spook) bernama John Gregory (Jeff Bridges). 

Setelah berhasil menguasai kemampuan sihir, Thomas kemudian harus berhadapan dengan para mahluk supranatural yang berusaha menguasai manusia.



SHAUN THE SHEEP MOVIE
Tanggal rilis   : 6 Februari 2015
Sutradara        : Mark Burton & Richard Starzak
Pemeran         : Justin Fletcher, John Sparkes

Anda tentu kenal dengan karakter super kocak asal Inggris ini. Ya, Shaun The Sheep adalah film animasi stop-motion yang sangat populer saat ini. Berawal dari serial animasi yang sangat populer, yang sekarang dibuat versi layar lebarnya.

Film berdurasi 90 menit akan mengisahkan petualangan Shaun (disuarakan Justin Fletcher) dan para sahabatnya menuju kota besar untuk menyelamatkan peternakan mereka, setelah Shaun secara tidak sengaja merusak peternakan itu, yang membuat Pak Petani (John Sparkes) dan keluarganya harus meninggalkan peternakan tersebut. Film ini sangat setia dengan versi aslinya di layar televisi, di mana hampir semua adegan minim dialog, dan kekuatan film ini lebih banyak pada gambar animasi yang kocak.



THE SPONGEBOB MOVIE : SPONGE OUT OF WATER
Tanggal rilis   : 6 Februari 2015
Sutradara        : Paul Tibbitt
Pemeran         : Tom Kenny, Bill Fagerbakke, Rodger Bumpass, Clancy Brown, Carolyn Lawrence

Inilah film layar lebar kedua Spongebob Squarepant. Namun berbeda dengan seri sebelumnya, film ini dibuat dalam bentuk animasi CGI dan 3D, sehingga jauh lebih hidup. Semua pengisi suara animasi Spongebob versi televisi ikut ambil bagian dalam film ini.

Dikisahkan Sang Bajak Laut Burger Beard (Antonio Banderas) adalah bajak laut yang mencari halaman terakhir rapalan sihirnya. Apabila halaman tersebut berhasil didapatkannya, maka rencana apapun yang dibuatnya pasti akan terlaksana. Ternyata halaman terakhir rapalan sihir Sang Bajak Laut adalah formula rahasia Krabby Patty yang selama ini tersimpan rapi di dalam lemari besi Krabby Patty milik Tuan Krab (Clancy Brown). Maka ketika Burger Beard berhasil mengambil formula rahasia tersebut,



FIFTY SHADES OF GREY
Tanggal rilis   : 13 Februari 2015
Sutradara        : Sam Taylor Johnson
Pemeran         : Jamie Dornan, Dakota Johnson, Eloise Mumford, Luke Grimes, Rita Ora

Film bergenre erotik-drama romantis yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya E.L. James ini mengisahkan tentang Anastasia "Ana" Steele (Dakota Johnson), seorang mahasiswi literatur yang melakukan wawancara kerja pada seorang pria tampan kaya raya bernama Christian Grey (Jamie Dornan). Sejak pertama kali bertemu, Ana sudah terpikat dengan Grey. Meski mencoba memungkiri, Grey pun akhirnya menyadari kalau dia pun jatuh hati pada Ana.

Segera keduanya terlibat hubungan asmara yang hangat dan intim. Namun, setelah mengenal Grey, Ana baru menyadari kalau Grey adalah pribadi yang punya ambisi untuk mengendalikan apapun, termasuk dirinya. Semakin mendalam, Ana akhirnya berhasil mengungkap sisi gelap pria tampan yang memikat itu.

Jika sukses, film ini rencananya akan dibuat dalam bentuk trilogi, sama seperti novelnya. Jauh sebelum film ini dirilis, sejak 24 Januari 2014, poster, trailer, dan iklan untuk tujuan kampanye dan promosi film sudah gencar dilakukan. Kampanye terus berlangsung hingga akhir Desember 2014.



THE LAZARUS EFFECT 
Tanggal rilis   : 27 Februari 2015
Sutradara        : David Gelb
Pemeran         : Evan Peters, Olivia Wilde, Sarah Bolger, Mark Duplass

Mungkinkah orang mati dapat dibangkitkan kembali? Sekelompok ilmuan mencoba melakukan penelitian dan berhasil membuat serum bernama "Lazarus". Saat melakukan tes pada hewan, terjadi insiden yang menewaskan Zoe (Olivia Wilde), salah seorang ilmuan. Panik dan bingung, para ilmuan itu kemudian menyuntikkan serum "Lazarus" pada Zoe untuk bisa menghidupkannya kembali.

Zoe memang kemudian hidup lagi. Tapi dia menunjukkan kemampuan dan tingkah-laku yang tidak biasa, yang membuat para ilmuan makin ketakutan. Mereka baru menyadari bahwa saat menghidupkan orang mati, mereka tidak saja mengembalikan jiwa orang tersebut ke dalam tubuhnya, tetapi juga mereka membuka pintu neraka dan membiarkan iblis ikut serta masuk ke dalam tubuh orang tersebut.


Untung dan rugi adalah hal yang wajar dalam dunia bisnis. Begitu juga dengan film. Ada film yang box-office (sukses besar) dan ada juga yang flop (merugi). Jika film yang untung, jelas tidak menjadi masalah bagi perusahaan filmnya. Yang jadi masalah adalah jika filmnya merugi.

Dalam dunia perfilman, cukup banyak film yang diproduksi dengan modal besar tapi mengalami kerugian yang juga besar. Banyak sebab mengapa film itu bisa merugi : Kesalahan metode promosi, kekeliruan dalam jadwal rilis film (menyebabkan film tersebut harus berkompetisi dengan film sejenis yang jauh lebih baik), isu-isu miring seputar film dan para artis pendukung film, menjadi beberapa alasan mengapa film-film tersebut akhirnya merugi, meski sudah dibuat dengan modal yang cukup besar.

Dan dari sekian banyak film yang merugi, ada 10 film yang dalam dunia perfilman tercatat sebagai film yang merugi luar biasa, sampai-sampai studio yang memproduksi film tersebut bangkrut akibat kerugian film tersebut. Film apa sajakah yang ruginya sehebat itu?


1. CUTTHROAT ISLAND
Inilah film pertama yang tercatat dalam Guiness Book of World Records sebagai film paling merugi sepanjang masa. Film ini tidak saja rugi secara finansial tapi membuat studio yang memproduksi film ini, Carolco Pictures, bangkrut.

Dengan total biaya produksi mencapai lebih dari US$ 115 juta (termasuk biaya promosi), film yang dirilis tahun 1995 ini hanya mampu meraih pemasukan sebesar US$ 10 juta dari seluruh dunia. Jika kerugian ini belum dirasa cukup, maka publik kemudian menganugrahkan Renny Harlin - sutradara film - penghargaan Golden Raspberry untuk kategori Worst Director. Lengkap sudah...!!!!

Akibat kerugian yang cukup parah ini, Carolco Pictures akhirnya dinyatakan bangkrut pada tahun 1996, setahun pasca diriliskan film ini.



2. THE CONQUEROR
Nama studio RKO Radio Pictures sangat populer di era tahun 1930-an sejak film produksi mereka, King Kong (1933), meraih popularitas dan menjadi salah satu film paling laris di masanya. Film-film produksi RKO berikutnya selalu meraih sukses - bahkan mendapatkan anugrah penghargaan Piala Oscar - seperti film Little Women (1933), Flying Down to Rio (1933), The Story of Vernon and irene Castle (1938), The Flying Dueces (1939), dan yang paling fenomenal : Citizen Kane (1941).

Meski selalu memproduksi film box-office, pada akhirnya RKO Radio Pictures harus menerima kenyataan merugi dan bangkrut gara-gara film produksi mereka yang terakhir, The Conquerer yang dirilis tahun 1956.

Film yang disutradarai Dick Powell dan diperani John Wayne, Susan Hayward, dan Agnes Moorehead ini mengisahkan tentang kehidupan Pemimpin Mongol Temujin / Genghis Khan dan kisah cintanya dengan Bortai, anak dari Pemimpin Suku Tartar. Meski biaya produksinya disebutkan "hanya" US$ 6 juta, tapi faktanya film ini menghabiskan dana promosi hingga US$ 12 juta. Dan dengan perolehan hanya US$ 3 juta, film ini jelas merupakan film gagal yang luar biasa di masanya.

Selain merugi secara finansial, film ini pun mendapatkan penghargaan The Golden Turkey Award sebagai Film Terburuk Sepanjang Masa. Film ini pun masuk dalam daftar The Fifty Worst Films of All Time, serta masuk dalam daftar 100 Most Enjoyably Bad Movies Ever Made versi Golden Raspberry Award.



3. HEAVEN'S GATE
Merupakan film epik kolosal paling "wah" di tahun 1980, film ini terpaksa menelan pil pahit dengan menjadi film paling merugi di tahun tersebut. Film yang disutradarai Michael Cimino ini diperani oleh Kris Kristofferson, Christopher Walken, Isabelle Huppert, dan Jeff Bridges. Mengisahkan tentang perang antara Tuan Tanah dengan imigran Eropa yang tinggal di Wyoming di tahun 1890-an.

Film yang diproduksi dengan dana US$ 44 juta ini ternyata hanya mampu meraup keuntungan finansial US$ 3.4 juta saja. Salah satu alasan utama penyebab gagalnya film ini adalah berita-berita buruk di balik pembuatan film ini. Beberapa di antaranya adalah seringnya proses re-take (rekam ulang) yang dilakukan oleh Sutradara Cimino, bahkan setelah adegan itu sudah selesai dilakukan beberapa waktu sebelumnya. Selain itu, banyak hal "tidak perlu" dilakukan Cimino selama proses pembuatan film yang membuat banyak orang orang protes, seperti memindahkan lokasi shooting ke pinggir kota, lalu merusak pohon-pohon di pinggiran kota tersebut, hanya untuk menampilkan adegan "otentik" Harvard tahun 1870. Akibat hal ini, muncul biaya tidak terduga yang memberatkan United Artist sebagai studio produksi dan produser film tersebut. Ditambah lagi durasi film yang sangat panjang (aslinya 220 menit, kemudian dipangkas menjadi 146 menit), membuat penonton merasa jenuh dan bosan menontonnya.

Akibat kerugian besar atas film ini, Transamerica - sebagai perusahaan induk dari United Artist Studio - menyatakan anak perusahaannya tersebut bangkrut dan kemudian menjualnya ke MGM Studio. MGM membeli perusahaan itu dan tetap mempertahankan nama "United Artists" sebagai salah satu divisi perusahaannya.



4. TITAN A.E.
Film inimasi ini merupakan salah satu film animasi termahal yang dirilis tahun 2000. Diproduksi Fox Animation Studios, animasi yang disutradarai Don Bluth dan Gary Goldman ini didukung oleh para aktor dan aktris kawakan dalam pengisian suaranya. Matt Damon, Bill Pullman, Johnm Leguizamo, Drew Barrymore, dan Nathan Lane adalah sebagian dari pengisi suara film animasi ini.

Meski mendapatkan pujian sebagai film animasi layar lebar pertama yang menggunakan teknik Digital Cinema, film berbujet US$ 75 juta ini tidak bisa bicara banyak di tangga film box-office. Titan A.E. hanya bisa meraup US$ 36.7 juta dari peredaran di seluruh dunia. Hal ini menjadi alasan di mana Fox Animation Studios kemudian menyatakan diri bangkrut dan ditutup pada tahun 2000.



5. THE RIGHT STUFF
Bicara soal studio The Ladd Company, pasti banyak orang langsung teringat pada film franchise Police Academy yang sangat populer di era 1980-an. Ya, film tersebut merupakan produksi dari studio film yang didirinkan oleh Alan Ladd Jr, Jay Kanter, dan Gareth Wigan ini. Perusahaan ini juga yang memproduksi film Chariots of Fire (1981) yang membuahkan Piala Oscar untuk Film Terbaik.

Namun kesuksesan perusahaan ini tidak berlangsung lama. The Right Stuff (1983) - film yang disutradarai Philip Kaufman, dengan pemeran Fred Ward, Dennis Quaid, Ed Harris, Scott Glenn, dan Sam Shepard - akhirnya berhasil membuat studio film ini kolaps dan dijual ke Paramount Pictures. Belakangan, di tahun 1990, Alan Ladd Jr berhasil membeli balik perusahaannya dan The Ladd Company tetap menjalin hubungan dengan Paramount Pictures dalam bentuk hubungan partner.

The Right Stuff merupakan film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Tom Wolfe. Film ini mengisahkan tentang para pria dari berbagai kesatuan militer Amerika yang terlibat dalam penelitian untuk penerbangan ke ruang angkasa di Edwards Air Force Base. Film berdurasi 192 menit ini diproduksi dengan biaya US$ 27 juta dan hanya meraup keuntungan sebesar US$ 21,192 saja.



6. MR BUG GOES TO TOWN
Fleischer Studios Inc adalah perusahaan yang sudah berdiri cukup lama. Didirikan oleh Fleischer Bersaudara (Max dan Dave Fleischer) di New York pada tahun 1921,perusahaan ini sudah langsung terkenal sebagai salah satu studio film animasi terbesar pada masanya. Perusahaan ini merupakan pesaing utama dari Walt Disney Productions yang sama-sama merilis film animasi. Bedanya dengan Walt Disney, mayoritas produk animasi Fleischer adalah model manusia. Beberapa tokoh animasi yang terkenal produk mereka adalah Popeye the Sailor, Betty Boop, Koko The Clown, dan Superman.

Sebenarnya sejak tahun 1937, Fleischer sudah mengalami masalah keuangan ketika mereka meminjam uang dari Paramount Picture untuk mendanai pengembangan studio mereka di Miami, Florida. Di saat bersamaan, terjadi aksi unjuk rasa buruh besar di perusahaan itu - menuntut kenaikan gaji - yang berujung pada terpuruknya finansial Fleischer. Rilisnya film Guilliver's Travels pada tahun 1939 - yang kalah secara kualitas dibandingkan Snow White and The Seven Swarfs (1937) yang dirilis Walt Disney - juga menjadi penyebab perusahaan itu makin terpuruk.

Puncaknya adalah saat perilisan Mr Bug Goes to Town (1941), di mana film animasi berbujet US$ 713,000 itu hanya mampu meraup keuntungan US$ 241,000. Hasil ini menjadi konklusi bagi  jajaran Direksi Fleischer untuk menyatakan perusahaan tersebut berhenti beroperasi. Sebelum penutupan Fleischer dilakukan, studio ini sempat merilis film pendek berjudul Superman yang dirilis tidak lama setelah Mr Bug Goes to Town. Di luar dugaan, film ini laris dan meraih penghargaan Academy Award. Meski demikian, keputusan untuk menutup Fleischer sudah dibuat. Sehingga meski pun keuntungan yang didapat dari film pendek Superman cukup lumayan, namun tidak dapat menutup kerugian yang telah diderita studio itu sejak tahun 1939.



7. RAISE THE TITANIC
Secara data di atas kertas, film yang dirilis 1980 ini sudah memenuhi syarat sebagai film box-office. Diproduksi oleh ITC Entertainment (studio film terbesar Inggris yang berdiri sejak tahun 1954), film ini disutradarai oleh sutradara kenamaan Inggris Jerry Jameson yang sebelumnya sukses lewat film-film eksyen fenomenal seperti The Mod Squad (1970), The Six Million Dollar Man (1974), Ironside (1975), Hawaii-Five-O (1975), dan Airport 77 (1977).  Alur cerita film merupakan adaptasi dari novel best-seller berjudul sama karya Clive Cussler.  Dan para pendukung film ini adalah para aktor dan aktris Inggris papan atas (Alec Guinness, Jason Robards, Richard Jordan, David Selby, serta Anne Archer).

Namun faktanya, film ini jeblok dan menjadi salah satu film paling merugi di masa itu. Dengan biaya pembuatan film mencapai US$ 40 juta, film ini hanya mampu meraup keuntungan sebesar US$ 7 juta. Untungnya, keuntungan film ini sempat dibantu dengan penghasilan yang didapat dari rental video, sehingga akumulasi keuntungan kotor yang didapat adalah US$ 13.8 juta.

Kerugian film ini ditambah lagi kritikan dari para kritikus film, yang membuat film ini mendapatkan nominasi Golden Rasberry Award untuk kategori Worst Picture, Worst Supporting Actor, dan Worst Screenplay (yang untungnya, tidak satu pun berhasil diperoleh film ini).

Kerugian yang memalukan ini akhirnya mendorong Lew Grade - pemilik dan pendiri ITC Entertainment - mundur dari dunia hiburan dan menjual perusahaannya pada The Bell Group pada tahun 1980.



8.  THE GOLDEN COMPASS
Film fantasi yang dirilis tahn 2007 ini merupakan adaptasi dari novel Northern Lights karya Phillip Pullman, yang awalnya merupakan saingan dari The Chronicles of Narnia yang dirilis pada waktu bersamaan. Film yang disutradarai Chris Weitz ini diperani Dakota Blue Richards, Daniel Craig, Eva Green, Nicole Kidman, Christopher Lee, dan Sam Elliot. Dari jajaran pendukungnya saja, semua orang sepakat kalau film ini bakal menjagoi box-office dan mengalahkan Narnia yang sama sekali tidak didukung aktor dan aktris populer.

Namun di luar dugaan, film berbujet US$ 180 juta yang diproduksi New Line Cinema ini malah merugi setelah hanya meraup keuntungan sebesar US$ 70 juta saja dalam peredarannya di Amerika Serikat. Akibat kerugian yang cukup besar ini, keuangan New Line Cinema mengalami goncangan yang cukup dasyat.  Untuk mencegah kebangkrutan di depan mata, perusahaan tersebut akhirnya merger dengan perusahaan Warner Bros pada tahun 2008. 



9. FINAL FANTASY : THE SPIRITS WITHIN
Film yang "katanya" diadaptasi dari game paling populer di tahun 1990-an ini dirilis tahun 2001. Seperti yang diketahui banyak orang, film animasi berbujet US$ 137 juta ini hanya berhasil meraup keuntungan sebesar US$ 84 juta.

Meski banyak kritikus memuji film ini sebagai terobosan bagi film animasi karena menampilkan teknologi CGI yang sangat mutahir (yang kelak dikembangkan ke tingkat yang jauh lebih baik oleh James Cameron lewat filmnya, Avatar, yang dirilis tahun 2009), kerugian film ini cukup telak menghantam Square Pictures, studio yang membuat dan merilis film tersebut.

Studio film yang berlokasi di Honolulu, Hawaii, yang berdiri sejak tahun 1997, tersebut akhirnya dinyatakan bangkrut dan tutup pada Januari 2002.



10. MARS NEEDS MOMS
Kegagalan film animasi yang dirilis tahun 2011 ini terbilang cukup mengejutkan. Betapa tidak, ImageMovers Digital sebagai studio yang memproduksi film tersebut adalah studio yang selalu merilis film-film box-office. Didirikan oleh sutradara Robert Zemeckis pada tahun 1997, film ini setidaknya sudah merilis film-film box-office legendaris seperti Cast Away (2000), The Polar Express (2004), Monster House (2006), Beowulf (2007), dan Real Steel (2011). Bahkan, jika bicara soal film animasi, studio ini sudah terbilang jawaranya. Berkat kemampuan studio ini membaca pasar, mereka berhasil membuat film Beowulf sebagai film animasi terpanjang dan tersukses yang pernah dibuat.

Karena itu, kegagalan film Mars Needs Moms sungguh di luar dugaan yang membuat banyak orang tidak percaya. Film tersebut diproduksi dengan biaya US$ 150 juta dan disutradarai oleh Simon Wells (sutradara handal yang sudah dikenal Zemeckis sejak tahun 1980, dan merupakan anomator yang bertanggung jawab atas kesuksesan film Who Framed Riger Rabbit dan The Polar Express).

Meski mendapatkan banyak pujian dari para kritikus film (dalam hal visual, dan alur cerita) serta dukungan Wal Disney Pictures untuk pendistribusiannya, film yang diprediksikan bakal sukses besar ini nyatanya hanya mampu meraup keuntungan finansial sebesar US$ 39 juta saja. Tak ayal, hasil ini menggoyahkan ImageImovers, sehingga memaksa Robert Zemeckis menjual perusahaannya ini pada Universal Studios di tahun 2011.



Tahun 1995 silam - tepatnya tanggal 29 Desember 1995 - film layar lebar 12 Monkeys dirilis. Disutradarai Terry Gilliam,film yang diperani Bruce Willis, Brad Pitt, Christopher Plummer, dan Madeleine Stowe ini mengisahkan tentang seorang pejuang dari masa depan yang melakukan perjalanan waktu ke masa lalu guna menghentikan aksi teror yang akan dilakukan oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya The Army of 12 Monkeys.

Film yang merupakan adaptasi dari cerita pendek Perancis berjudul La Jetee karya penulis Chris Marker ini menjadi salah satu film fiksi ilmiah yang cukup sukses di masa itu. Dengan bujet US$ 29 juta, film ini mampu memperoleh keuntungan finansial sebesar US$ 168 juta. Meski alurnya cukup membingungkan, namun buat saya, film ini merupakan salah satu film "cerdas" favorit saya di masa itu. Dan hal yang cukup menggembirakan adalah waktu tahu kalau serial ini dibuat ulang dalam bentuk mini seri.

Serial 12 Monkeys sudah tayang sejak tanggal 16 Januari 2015 kemarin di Amerika Serikat. Saya sendiri baru berkesempatan menonton premiere episode perdananya semalam. Meski dengan tokoh yang sama, namun alurnya jauh lebih sederhana, dan lebih menegangkan. Inilah yang membuat saya "kecanduan" menonton serial ini.

Serial 12 Monkeys dimulai dengan menampilkan kondisi dunia tahun 2043 di mana 93% manusia telah punah akibat virus yang mematikan. James Cole (diperani Aaron Stanford) adalah seorang kriminal yang mendapatkan kesempatan untuk menebus kesalahannya, di mana dia membantu para ilmuan untuk menemukan sumber virus di masa lalu, kemudian menghancurkannya. Dengan teknologi mesin waktu, Cole pun kembali ke tahun 2013, menghubungi Casandra Railly (Amanda Schull), untuk mencari seorang pria bernama "Leland Goines" yang diduga adalah otak dan penyebab merebaknya virus mematikan itu. Cole menemukan Railly tapi wanita itu tidak kenal dengan Goines.

Cole kemudian berpindah ke tahun 2015 di mana dia kembali berjumpa dengan Railly, yang kehidupannya telah berubah total sejak bertemu Cole. Mereka berdua kemudian menemukan kalau Leland adalah pengusaha di bidang pengembangan teknologi. Cole berhasil membunuh Leland. Namun saat dia kembali ke masanya, tidak ada perubahan apapun di masanya. Dari sanalah Cole sadar kalau Leland Goines hanyalah bagian terkecil dari sebuah konspirasi besar. Dan konspirasi besar ini ada kaitannya dengan kelompok radikal "Army of the 1 Monkeys" yang diyakini sebagai aktor di balik kehancuran dunia ini.

Serial seru bertotal 13 episode ini mendapatkan respon yang cukup baik. Terbukti episode perdananya ditonton lebih dari 1.35 juta orang. Dengan alur cerita yang sedemikian cepat dan menegangkan, bisa dipastikan penonton akan lebih banyak dan serial ini akan berlanjut ke Season 2. Yeah.... !!!!!


ABOUT THE ORIGINAL "12 MONKEYS" 
Film layar lebar 12 Monkeys merupakan salah satu film sains-fiksi yang cukup fenomenal di masanya. Betapa tidak, film ini dibuat dengan bujet "hanya" US$ 29 juta, sebuah biaya yang sangat murah untuk produksi sebuah film fiksi ilmiah (bandingkan dengan Star Trek yang berbujet di atas US$ 100 juta). Meski demikian, film ini terbukti mampu meraup keuntungan dan bahkan disukai banyak orang hingga hari ini. Alurnya terbilang sangat tidak umum di masa itu dan akhir ceritanya sangat mengejutkan.

Disutradarai Terry Gilliam, film ini mengisahkan tentang James Cole (diperani Bruce Willis), seorang kriminal yang ditahan di Philadelphia pada tahun 2035. Pada masa itu, manusia sudah nyaris punah akibat merebaknya virus mematikan yang telah mulai menyebar sejak tahun 1996. Cole dijanjikan mendapatkan keringanan hukuman jika setuju melakukan perjalanan waktu ke masa lalu guna mengumpulkan informasi tentang virus tersebut, serta keberadaan organisasi teroris bernama "The Army of the 12 Monkeys" yang diduga menjadi dalang di balik kepunahan manusia ini.

Cole pun pindah ke tahun 1996 dan dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa setelah mengaku sebagai orang dari masa depan. Di sana dia berkenalan dengan Dr Kathryn Railly  (Madeleine Stowe) - sang dokter jiwa yang merawatnya - serta Jeffrey Goines (Brad Pitt), pasien sakit jiwa yang sangat mendukung kampanye hak hidup binatang. Selama di Rumah Sakit Jiwa itu, Cole sering bermimpi potongan gambar dirinya melihat anak-anak di Bandara. Selain itu, Cole pun banyak mengumpulkan informasi tentang "The Army of 12 Monkeys".

Cole kemudian pindah waktu ke tahun 1996 di mana dia kemudian mengetahui kalau Goines adalah pendiri dari "The Army of 12 Monkeys", namun ternyata kelompok itu tidak ada hubungannya penyebaran virus tersebut. Kewarasan Cole kemudian diuji setelah dia terus-menerus merasa sedang berhalusinasi. Informasi apapun yang didapatnya di masanya, ternyata sangat berbeda dengan fakta yang ditemuinya di masa kini.

Di akhir cerita, Cole menyadari kalau informasi yang didapatkannya salah. Musuh utama mereka bukanlah "The Army of 12 Monkeys" dan kelompok itu bukan teroris tapi kelompok perlindungan binatang. Seseorang sedang berupaya menghancurkan kelompok itu dengan memfitnah mereka, membunuh Goines, serta menyebarkan virus mematikan. Saat berada di bandara, ketika mencoba mencegah orang-orang yang berusaha membunuh Goines, Cole tertembak polisi. Sebelum tewas, dia sempat melirik kepada seorang anak kecil bernama James Cole - yang tidak lain adalah Cole Kecil - yang membawa tas berisi serum virus mematikan. Cole Kecil memasuki pesawat ditemani oleh seorang wanita yang tidak lain adalah salah seorang Peneliti yang menugaskan Cole Dewasa di masa depan untuk melakukan tugas perjalanan waktu ke masa lalu.

Film ini tidak saja sukses secara finansial, tetapi juga sukses sebagai film berkualitas dan mendapatkan banyak pujian kritikus. Berkat film ini pula, Brad Pitt mendapatkan nominasi sebagai Best Supporting Actor di Ajang Academy Award, serta memenangkan penghargaan yang sama di Ajang Golden Globe AWard. Film ini pun mendapatkan banyak nominasi serta memenangkan banyak penghargaan di Ajang Saturn Awards.



DO YOU KNOW? 
Syfy - stasiun televisi yang memproduksi serial ini - telah mengumumkan untuk mengadaptasi 12 Monkeys ke dalam versi serial televisi sejak Juli 2013. Jadwal shooting film sendiri sudah dimulai sejak 26 Agustus 2013. Tapi, pendukung serial ini baru dicasting bulan November 2013. Dari sanalah terpilih Aaron Stanford (berperan sebagai James Cole) dan Amanda Schull (sebagai Cassandra Railly).
Aaron Standford (kiri) dan Amanda Schull (kanan)

Penulisan skenario serial ini dipercayakan pada Terry Matalas dan Travis Fickett. Sebelumnya kedua penulis ini membuat skenario untuk serial Terra Nova. Meski disebut sebagai adaptasi dan "remake" dari film layar lebarnya, Matalas dan Fickett menyebutkan alur cerita yang mereka buat sama sekali baru dan tidak sekedar mendaur ulang alur 12 Monkeys versi layar lebarnya. Kejutan yang ditampilkan jauh lebih banyak dengan akhir cerita yang sudah dipersiapkan dengan sangat matang serta sangat berbeda dari versi aslinya.

Istilah "12 Monkeys"  / 12 Monyet terinspirasi dari novel "The Magic of Oz" (diterbitkan tahun 1919) karya L. Frank Braum. Dalam novel tersebut, dikisahkan Nome King dan Kiki Aru - dua karakter antagonis dalam novel tersebut - membentuk sekutu yang terdiri dari 12 ekor monyet. Monyet-monyet tersebut berhasil dibujuk menjadi sekutunya setelah dijanjikan mendapatkan suplai makanan seumur hidup.

Selain itu "12 Monkeys" juga merupakan istilah sains dalam penelitian tentang ingatan serta kemampuan mengidentifikasi mimpi dan kenyataan. Dalam penelitian tersebut, para ilmuan biasa menggunakan monyet / kera sebagai "kelinci percobaan", mulai dari pengujian obat-obatan, kemampuan komunikasi hewan tersebut, hingga interaksi mereka terhadap teknologi. Ada 12 tahap pengujian yang harus dilalui kera tersebut. Dari sanalah muncullah istilah "12 Monkeys".



Hampir semua film - kecuali film begenre fantasi seperti The Lord of the Rings - ada sponsornya. Sponsor ini bertindak sebagai pendukung dana bagi proses produksi film. Karena itu, tidak heran jika kita sering melihat ada beberapa "pesan sponsor" yang muncul di layar film, misalnya mobil merek tertentu, pajangan spanduk bertuliskan produk tertentu, produk pakaian bermerek tertentu, atau yang lainnya.

Tidak salah sih jika produk tersebut ada dan muncul sebagai "cameo" dalam beberapa bagian film. Maklum juga karena mereka yang mendanai pembuatan film. Tapi akan jadi salah dan sangat mengganggu jika produk sponsor tersebut muncul di hampir setiap adegan. Terkesan sekali ada usaha doktrinasi yang ingin dilakukan sponsor film tersebut kepada para penonton. Beberapa orang tidak mempermasalahkan. Tapi bagi beberapa orang, hal demikian akan sangat menganggu, terutama sekali jika saat adegan sedang serius-seriusnya, tiba-tiba produk sponsor tersebut lewat. Sangat mengganggu konsentrasi jadinya.

Berikut ini adalah beberapa film yang pernah saya tonton dan - menurut saya - sangat mengganggu karena banyaknya "pesan sponsor" di hampir semua bagian film. Nah, film apa sajalah itu?

1. SEX & THE CITY
Saya tidak tahu apakah para wanita yang menonton serial televisi - maupun versi layar lebarnya - terganggu. Yang pasti, saya merasa cukup tergangu karena selalu menyaksikan produk-produk Louis Vuitton berseliweran di setiap episode serial ini.

Semua produk Louis Vuitton seperti pakaian, sepatu, hingga bingkisan hadiah berlogo "Louis Vuitton" muncul di setiap episode serial televisi kehidupan wanita sosialita ini. Tapi yang paling fenomenal adalah tas jinjing Louis Vuitton berwarna coklat dengan handler aluminium bercat keemasan. Gara-gara serial ini, tas bernama "Fire Bird" itu sangat populer dan dicari-cari banyak wanita di seluruh dunia. Kini sudah banyak wanita yang membawa tas ini, mulai dari tas yang asli hingga yang versi KW-Super.



2. I, ROBOT 
Bagian yang tidak saya sukai dari film I, Robot adalah banyaknya adegan yang mempertontonkan sepatu "Converse" seri Vintage-2004 yang dikenakan Will Smith dalam film ini. Entah sepatu secara keseluruhan, atau hanya logo sepatu "Converse" saja.

Banyak adegan yang memperlihatkan Will Smith secara "sengaja" mempertontonkan sepatu dari "masa lalu" itu, sehingga penonton awam pun bisa langsung menduga kalau Smith sedang beriklan saat itu.



3. TOPGUN
Film Top Gun merupakan film yang bisa dikatakan brilian, meski menjengkelkan. Film yang (kelihatannya) disponsori kacamata Ray-Ban ini menampilkan produk-produknya di hampir setiap adegan dalam film. Masalahnya, begitu mendominasinya produk kacamata hitam Ray-Ban ini dalam film tersebut, sampai-sampai para pemain pun diharuskan mengenakan kaca mata hitam, meski lokasi shooting saat itu berada di ruang tertutup, tempat gelap, atau bahkan dalam suasana matahari senja.
Dalam dunia nyata, jelas adegan-adegan seperti ini sangat mengganggu dan aneh. Tapi, kalau bicara soal artistik film, apalagi yang mengenakan kacamata ini adalah para aktor ganteng dan aktris cantik (Tom Cruise, Kelly McGillis, Tom Skeritt, serta Val Kilmer), kita sih maklum-maklum saja. Apalagi filmnya juga keren, ya sudahlah ....



4. 30 ROCK
Apakah Anda memperhatikan dalam beberapa episode awal Season 1 serial ini, Alec Baldwin - pemeran Jack Donaghy - beberapa kali marah sambil mengacung-acungkan ponsel yang dipegangnya? Adegan itu diulang-ulang dalam beberapa kesempatan.

Bagi sebagian penonton, mungkin hal ini wajar, mengingat karakter ini terbilang sangat kompulsif dan emosional. Tapi penonton cerdas mungkin segera bisa menangkap bahwa akting Alec Baldwin adalah bagian dari caranya untuk mengiklankan produk ponsel IPhone yang dipegangnya. Jika hanya satu kali saja, mungkin tidak ada yang terlalu perduli. Tapi kalau sudah keseringan, apalagi kamera menyoroti tangannya yang memegangi ponsel IPhone tersebut, lama-lama menjengkelkan dan membosankan juga. 



5. THE WIZARD
Film ini diedarkan dengan judul yang berbeda-beda di setiap negara. Di Swedia, film ini berjudul Gameboy. Di Jepang film ini berjudul The Video Game Genius. Di Perancis, film ini berjudul Videokid. Di Jerman, film ini berjudul Sweet Road. Bahkan di Amerika saja, film ini dirilis dalam 2 judul yang berbeda : The Wizard dan Joy Stick Heroes.

Tidak perlu protes jika Anda akan melihat begitu banyak produk konsol permainan Nintendo dalam film ini. Wajar, mengingat film ini diproduksi, dan didanai oleh Nintendo. Untuk pendistribusian film, perusahaan tersebut bekerja sama dengan Universal Pictures (untuk wilayah USA dan Canada) dan Carolco Pictures (untuk Internasional).

Film ini bisa dikatakan merupakan "iklan produk mainan terpanjang yang pernah dibuat". Bayangkan saja : sejak awal hingga akhir film, Anda akan melihat banyak produk permainan Nintendo bertebaran di setiap adegan. Selain informasi produk konsol terbaru, juga ada beberapa produk permainan Nintendo baru yang ditampilkan dalam film ini.



6. LITTLE NICKY 
Ini salah satu film Adam Sandler yang gagal di pasaran. Selain ceritanya yang sangat nyeleneh dan tidak lazim (Sandler berperan sebagai Nicky, anak ketiga Iblis), penggunaan produk Popeye Chicken yang berlebihan dalam film juga diduga sebagai salah satu penyebab kegagalan Little Nicky secara finansial.

Setidaknya ada 2 bagian yang menggunakan produk Popeye Chicken yang saya rasa sangat mengganggu. Pertama adalah bagian saat seekor anjing buldog bernama Mr Beefy (disuarakan oleh Robert Smigel) bagaimana caranya makan seperti manusia. Dan makanan yang ditawarkan Mr Beefy kepada Nicky adalah sekotak besar ayam goreng Popeye Chicken (Anda bisa melihat logo dan nama produknya dengan jelas). Nicky butuh waktu lebih dari 2 menit untuk mengomentari ayam itu, sebelum memakannya dan menikmati ayam goreng itu.

Adegan kedua yang menampilkan Popeye Chicken adalah ketika Nicky memasuki restoran cepat saji tersebut dan mendapatkan sambutan salam dari karyawan (asli) Popeye Chicken.



7. MINORITY REPORT
Film eksyen-seru garapan Stephen Spielberg ini - entah mengapa - selalu menampilkan adegan close-up "melihat jam tangan". Perhatikan : Beberapa kali Captain John Anderson - diperani Tom Cruise - melihat jam tangannya yang bermerek Bvlgari. Dan setiap adegan "melihat jam" tersebut, maka adegan beralih pada adegan "close-up" jam tangan, yang menampilkan merek jam tersebut dengan sangat jelas.

Meski yang ditampilkan hanya satu produk yang itu-itu saja, tetapi adegan "melihat jam" ini lama-lama menggangu kenikmatan saya dalam menghayati kejadian di dalam film tersebut.



8. MAC & ME
Tidak hanya saya, tetapi ternyata banyak kritikus film yang mengkritik habis film ini. Selain alurnya yang "garing", penggunaan iklan dalam film ini terlalu kentara. Bahkan yang paling kentara adalah Mc Donald yang ditampilkan lebih 5 menit dari film berdurasi total 99 menit.

Penggunaan produk McDonald ini begitu kentaranya, sehingga siapapun langsung berpikir kalau film ini disponsori secara penuh oleh restoran cepat saji itu. Bayangkan saja : Film itu menampilkan adegan pesta ulang tahun di restoran McDonald, di mana Ronald McDonald (maskot utama restoran tersebut) muncul dan menarikan tarian aneh pada anak-anak. Belum lagi mahluk MAC yang bersama sang pemeran utama Jade Calegory - yang dalam film ini berperan sebagai Eric Cruise - disebutkan hanya bisa makan Skittles (produk makanan McDonald) dan minum Coca-Cola (produk minuman soda yang berkolaborasi dengan McDonald).



9. DUNIA LAIN : THE MOVIE
Film produk Indonesia yang dirilis tahun 2006 ini merupakan film adaptasi dari reality-show berjudul sama yang ditayangkan TransTV - salah satu stasiun televisi swasta Indonesia - dan acara tersebut sangat populer di awal tahun 2000-an. Film yang disutradarai Cipta Croft-Cusworth dan Golden Kaswara ini diperani oleh Dini Aminarti, Hary Prapanca, dan Emika.

Banyak orang menyebutkan film ini sebagai film "profil perusahaan termahal dan terlama yang pernah dibuat". Bayangkan saja, selama 90 menit, film bergenre horor ini menampilkan hampir semua bagian dari kantor TransTV, mulai dari halaman, resepsionis, ruang pertemuan, Studio pembuatan acara, ruang direksi, hingga toilet pun menjadi lokasi shooting film ini. Meski Sang Sutradara mencoba menampilkan semua adegan "sewajar mungkin", tetap saja beberapa adegan terkesan dipaksakan, seolah-olah adegan tersebut sengaja dibuat untuk "memperkenalkan" ruang-ruang yang ada di TransTV. Wajar saja jika banyak penonton lebih melihat film ini sebagai promosi tempat kerja TransTV daripada sebuah film horor yang mencekam.



10. STAR TREK 
Film arahan sutradara J.J. Abrams produksi tahun 2009 yang merupakan reboot dari serial televisi berjudul sama yang populer di tahun 1964 - 1968 ini sebenarnya cukup menarik dan seru. Satu hal yang agak mengganggu adalah penggunaan produk Nokia yang cukup banyak ditampilkan dalam film ini.

Di film ini, tampak Captain James T. Kirk (Chis Pane) beberapa kali mengunakan ponsel "touch-screen" Nokia yang cukup mutahir. Selain itu, di beberapa kesempatan tampak beberapa produk elektronik bermerek Nokia, dan banner iklan Nokia. Jika jeli, maka Anda akan mendengar suara dering musik ponsel Nokia yang sangat khas mengalun beberapa kali di beberapa adegan yang berbeda dalam film ini.

Untungnya, kemunculan produk-produk ini hanya ada di 40 menit awal saja. Selanjutnya, film ini banyak menampilkan adegan petualangan anggota USS Enterprise ke ruang angkasa, di mana sudah tidak ada kesempatan lagi bagi produk ponsel itu untuk menampilkan produk-produknya (kecuali produk itu juga dijual dan digunakan bangsa Romulan di planet mereka).




Seperti ulasan saya pada artikel sebelumnya (baca : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2014/12/10-serial-televisi-hollywood-pilihan.html), maka kali ini saya akan mengulas serial televisi terbaru yang baru tayang di televisi Amerika Serikat tanggal 6 Januari 2014 silam, yaitu Agent Carter.

Serial produksi ABC ini merupakan kreasi penulis Christopher Markus dan Stephen McFeely. Keduanya adalah produser sekaligus penulis skenario yang telah sukses dalam membuat skenario franchise film The Chronicles of Narnia dan beberapa film produksi Marvel, seperti Thor : The Dark World dan trilogi Captain America (The First Avenger, The Winter Soldier, dan sekuel terakhir Civil War yang rencananya akan tayang 2016 mendatang).

Ceritanya sendiri melanjutkan cerita dari film Captain America : The First Avenger, di mana dikisahkan beberapa saat setelah Captain America menghilang, pada tahun 1946, Peggy Carter (diperani Hayley Atwell), staf Strategic Scientific Reserve yang jatuh hati pada sang kapten, akhirnya melanjutkan hidupnya sebagai petugas dinas rahasia tersebut. Dikisahkan di tempat kerjanya yang didominasi pria, Carter kurang ditanggapi dan seringkali diremehkan karena dirinya seorang perempuan. Tanpa diketahui rekan-rekan sekerjanya, Carter punya kemampuan melebihi semua Agen Rahasia di sana.

Satu ketika, tersiar kabar kalau Howard Stark (Dominic Cooper) - ayah dari Tony Stark, pemilik perusahaan Stark Industries yang kelak merupakan pendiri S.H.I.E.L.D - menjual produk buatan perusahaan kepada para kriminal. Karena itu, pemerintah Amerika berniat menangkap Stark. Namun Stark buron, dan semua Agen dikerahkan untuk menangkapi Stark. Carter yang mengenal baik Stark percaya kalau sahabatnya itu tidak melakukan tindakan buruk tersebut. Dan firasatnya benar, karena Stark kemudian muncul dan menjelaskan kalau ada orang yang mencuri beberapa produk buatannya. Untuk membersihkan namanya, Stark meminta bantuan Carter untuk melacak dan mencari tahu siapa yang mencuri produknya tersebut, dan menghancurkan produk tersebut, sebelum digunakan sebagai senjata mematikan yang berbahaya bagi umat manusia.

Untuk membantu Carter, Stark meminta pelayannya, Edwin Jarvis (James D'Arcy), untuk menemani dan melindungi Carter. Carter yang banyak akal dan punya kemampuan bela diri yang mumpuni, awalnya tidak bersedia dibantu. Namun setelah menghadapi beberapa kejadian yang nyaris merenggut nyawanya, Carter akhirnya setuju menerima bantuan Jarvis.

Dalam menjalankan misinya, Carter dipersenjatai senjata rahasia kreasi Stark yang banyak membantunya dalam berbagai hal. Di lain pihak, Jarvis yang awalnya hanya sebagai supir, juga banyak membantu Carter dalam menuntaskan misi-misinya.

Anda tentu akan berpendapat kalau serial ini punya kemiripan dengan film-film James Bond. Hal ini diperkuat dengan penggunaan pemeran utama serial ini - Hayley Atwell dan James D'Arcy - yang mana keduanya adalah orang Inggris dan berbicara dengan aksen Inggris yang sangat kental. Alurnya pun sama dengan James Bond, di mana sang Agen selalu dibekali senjata-senjata rahasia. Selain itu, musuh Agen Carter adalah kelompok Leviathan - dan musuh James Bond adalah kelompok SPECTRE - di mana tujuan kedua kelompok itu sama-sama ingin menguasai dunia.

Serial ini cukup asyik ditonton karena penuh aksi. Selain itu setiap episode punya keterkaitan satu sama lain, sehingga harus ditonton secara berurutan. Meski serial ini produksi Marvel, jangan berharap sama dengan serial Agent of S.H.I.E.L.D. yang menampilkan kejadian-kejadian yang ada hubungannya dengan pahlawan-pahlawan super hero Marvel. Serial Agent Carter murni sebuah serial spionase yang penuh intrik dan aksi seru. Satu-satunya bagian yang menunjukkan adanya keterkaitan serial ini dengan film Marvel yang lain adalah pada bagian awal episode pertama yang menampilkan cuplikan film Captain America : The First Avengers. Cuplikan itu menjadi prolog dari serial Agent Carter, yang akan menjelaskan latar belakang kejadian yang dialami Agent Carter dalam seri-seri berikut.

Serial ini mulai tayang tanggal 6 Januari 2015 silam. Saat artikel ini dibuat, serial Agent Carter baru masuk Episode ke-4.


DO YOU KNOW? 
Belum jelas berapa total episode Season Pertama serial ini. Hanya saja pada bulan April 2004, Christopher Marcus dan Stephen McFeely - kreator serial Agent Carter - menyebutkan kalau serial ini hanya akan dibuat 8 episode saja dan hanya tayang hingga pertengahan tahun 2015.

Kostum yang digunakan dalam serial ini adalah hasil rancangan designer Giovanna Ottobre-Melton. Sebelumnya, dia juga merancang kostum untuk serial televisi Mob City (produksi HBO; ditayangkan 4 Desember 2013 - 10 Februari 2014).



Film produksi Australia ini sudah tayang sejak 4 Maret 2014 silam di negaranya, dan saya baru berkesempatan menontonnya semalam. Usai menonton, saya langsung bersemangat untuk segera me-review-nya, karena film ini benar-benar luar biasa hebat.

Film yang naskahnya ditulis dan filmnya disutradarai oleh duo bersaudara Spierig (Michael dan Peter Spierig) ini merupakan adaptasi dari cerpen berjudul " -- All You Zombies --" yang ditulis oleh Robert A. Heinlein dan diterbitkan tahun 1959. Dengan durasi 97 menit, film ini menampilkan akting gemilang Ethan Hawke dan Sarah Snook di mana akting keduanya mendominasi keseluruhan film.

Film ini diawali dengan adegan yang cukup menegangkan. Seorang pria memasuki sebuah gedung bergaya vintage, yang kemudian turun ke lantai basement. Ternyata di sana ada bom waktu yang disimpan seorang teroris bernama "The Fizzle Bomber". Dengan cepat, dia berusaha mematikan bom tersebut. Namun pekerjaannya terganggu oleh seseorang yang menembakinya. Sang pria berusaha menghentikan bom, namun dia terkena ledakan dan wajahnya hancur. Meski demikian, dia berhasil selamat setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Cerita pun berpindah tempat dan masa. Seorang bartender (diperani Ethan Hawke) sedang melayani pengunjung di bar yang sepi. Lalu masuklah seorang pria bernama John (Sarah Snook) yang kemudian mengajak sang bartender ngobrol. Dari cerita John, yang ditampilkan melalui adegan maju-mundur (flashback and move-forward), terungkaplah kalau dia tadinya adalah seorang wanita bernama Jane. Waktu kecil, bayi Jane ditinggalkan di panti asuhan, kemudian tumbuh menjadi wanita cantik yang sulit bergaul, namun punya kekuatan fisik melebihi para pria.

Setelah dewasa, dia mendaftar menjadi staf sebuah perusahaan penerbangan antariksa. Tapi karena hamil dan berbuat onar, Jane dikeluarkan. Saat melahirkan, Jane diberitahu dokter kalau tubuhnya punya kelainan di mana dia memiliki dua organ kelamin. Karena saat melahirkan dia mengalami pendarahan hebat, maka organ wanitanya diangkat, dan dia harus menjalani operasi menjadi pria, dan berganti nama menjadi John.

Mendengar cerita panjang John tersebut, penonton dibuat bingung karena tidak merasa ada kaitan antara cerita panjang itu dengan tindakan terorisme - peledakan bom - yang terjadi di awal cerita. Tapi jangan salah. Justru cerita John itu adalah alasan mengapa peledakan bom itu terjadi. Dan kisah John itu berhubungan dengan keseluruhan cerita film ini. Bahkan di akhir cerita, akan ada kejutan di mana keseluruhan kejadian itu ternyata bersumber pada 1 orang. Siapakah dia?

Terus terang, saya sangat menikmati film ini. Meski alur ceritanya sebenarnya sangat kompleks dan rumit sekali, tapi Michael dan Peter Spierig mampu membungkus film ini sedemikian rapi, sehingga penjelasan cerita yang serumit itu (terutama penjabaran Konsep Paradok Kehendak Bebas) bisa menjadi tontonan yang "sederhana" dan menarik, sekaligus mudah dipahami. Buat penonton film sains-fiksi, Predestination merupakan film yang keren banget, baik dari segi alur cerita, akting, bahkan visual efek. Penjelasan tentang lompatan waktu, repetisi even, hingga konsep fisika kuantum yang rumit dijelaskan dalam bentuk adegan film yang ringan, dan sesekali mendebarkan. Penonton tidak saja disuguhi tontonan seru dan menegangkan, tetapi juga pengetahuan yang sangat baik. Rasanya tidak akan bosan untuk menonton film ini lebih dari satu kali.


DO YOU KNOW? 
Istilah "Predestination" atau Predestinasi adalah doktrin teologi yang juga dikenal dengan istilah Paradok Kehendak Bebas (Paradox of Free Will). Teori ini dipopulerkan oleh John Calvin (10 Juli 1509 - 27 Mei 1564), seorang teolog Perancis pendiri Gerakan Kristen Protestan Reformasi. Teori ini menjelaskan bahwa jauh sebelum Penciptaan, Tuhan sudah menentukan nasib alam semesta, berikut waktu, ruang, dan isinya (termasuk nasib masing-masing manusia). Teori inilah yang menjadi dasar cerita film ini.

Saat mengadaptasi cerpen Robert A. Heinlein tersebut, duo sutradara Spierig Bersaudara sama sekali tidak menganalisa dan memahami konsep Predestinasi yang ditulis oleh cerpenis itu. Mereka percaya begitu saja dengan apa yang ditulis Robert A. Heinlein, dan menerjemahkan cerpen itu ke dalam skenario film apa adanya, sama persis dengan apa yang ditulis dalam cerpen.

Untuk pemeran karakter Jane / John, Spierig Bersaudara mencari aktris lokal yang tidak terlalu populer namun punya kemampuan akting yang sangat baik, setara Cate Blanchett (salah satu aktris Australia yang sukses di Hollywood). Dari sekian banyak kandidat, akhirnya Sarah Snook terpilih karena dianggap punya kemampuan akting yang setara dengan Blanchett.

Tanggal 6 Agustus 2014, guna mengantisipasi "kebingungan" para penonton saat menonton film ini, maka dalam premier film di Bioskop Palace Verona, Sydney, Australia, dibuat sesi forum Tanya-Jawab di mana penonton yang kurang paham dengan alur cerita film, dapat menanyakannya kepada Sutradara Spierig Bersaudara.

Film ini memenangkan penghargaan Special Award for Best Schi-Fi Film dan Special Award for Best Screenplay dalam 9th Toronto After Dark Film Festival tanggal 16 - 24 Oktober 2014.
Di tengah hantaman serial Korea yang merajai hampir semua tontonan sinetron di seluruh dunia, serial ini justru berhasil unjuk gigi dan mengalahkan dominasi serial Korea di negaranya sendiri, Taiwan.

Serial Pleasantly Surprised (sebelumnya berjudul Love Myself or You) adalah serial drama-komedi produksi Taiwan yang diperani Puff Guo dan Jasper Liu. Serial yang tayang di jaringan SETTV sejak tanggal 23 April - 17 Oktober 2014 dan bertotal 22 episode ini secara meyakinkan mengalahkan serial drama Korea ber-rating tinggi di negaranya yang secara kebetulan juga ditayangkan di waktu bersamaan dengan serial ini.
Serial ini mengisahkan tentang Du Kai Qi (Puff Guo), seorang gadis muda yang berprofesi sebagai seorang chef di sebuah restoran Perancis bernama "Figaro Cuisine", dan senang membaca komik. Satu ketika, setelah menikmati sebuah makan siang, dia tersentuh dengan makanan yang disajikan oleh seorang Chef bernama Louis. Kai Qi langsung mengidolakan Chef Louis dan ingin menemui dan meminta tanda tangannya. Namun dia tidak pernah berhasil menemui Chef tersebut.

Dalam sebuah kompetisi memasak di restoran tempat Kai Qi bekerja, dia diperkenalkan dengan seorang chef muda bernama Ah Jie, yang tidak lain adalah anak dari Pemilik Restoran tersebut. Keduanya bertarung dan kemudian Kai Qi kalah. Hal ini membuat Kai Qi merasa dipermalukan dan mendendam pada Ah Jie. Kai Qi berjuang terus untuk berusaha mengalahkan Ah Jie, tanpa menyadari jika anak Atasannya tersebut tidak lain adalah Louis Fu Zi Jie, chef yang diidolakannya, sekaligus sahabat masa kecilnya, dan juga kelak akan menjadi kekasihnya.

Serial ini sangat asyik ditonton karena menampilkan banyak kompetisi memasak, menjadikan penonton seperti menonton kompetisi masak yang biasa ditayangkan di televisi. Banyak masakan pengugah selera yang ditampilkan di serial ini, dan dapat membuat penonton menelan ludah.


DO YOU KNOW ? 
Serial ini selalu berada di posisi pertama, bahkan berhasil mengalahkan rating serial Korea berjudul God's Gift - 14 Days yang tayang tangal 18 Juli 2014, berbarengan dengan ditayangkannya Episode 9 serial ini.

Pada tanggal 28 Agustus 2014, ketika serial ini masih ditayangkan, novel yang diadaptasi dari serial Pleasantly Surprised pun dirilis. Novel tersebut menjelaskan lebih detil alur cerita drama tersebut, sehingga para pembaca sudah lebih dahulu tahu akhir cerita serial ini, sebelum serial ini selesai tayang di televisi. Meski demikian, hal ini tidak mengurangi rating serial ini, tapi justru membuat serial ini makin menjadi jawara.

Bertepatan dengan hari Natal kemarin, tanggal 25 Desember 2014, serial ini dirilis dalam bentuk DVD dan dipublikasikan oleh Cai Chang International Multimedia Inc. Serial ini dirilis dalam bahasa Mandarin dan hanya diberi teks bahasa Mandarin.

Di serial ini, dijelaskan kalau Kai Qi bekerja di sebuah Restoran Perancis. Restoran tersebut aslinya adalah restoran Italia bernama "Buono Bella", terletak di Hsunchu City, Taiwan. Proses pengambilan gambar di restoran itu dilakukan setiap hari Senin, saat restoran itu tutup, sehingga proses shooting selalu bisa berlangsung dengan lancar tanpa gangguan. Selain di "Buono Bella", serial ini juga mengambil lokasi shooting di beberapa tempat populer seperti Dahu Park, Glass Museum of Hsinchu City, Lakeshore Hotel Hsinchu, The Gaia Hotel, Yingfeng Riverside Park, Min Sheng General Hospital, Taipei Botanical Garden, Nanmen Market, dan National Museum of Marine Bilogy & Aquarium.






Ini merupakan film Korea Selatan paling saya tunggu tahun ini. Film layar lebar ini mengingatkan saya pada film-film triad khas Hong Kong era 90-an yang penuh ketegangan, tembak-tembakan membabi-buta, serta adegan baku-hantam massal.

Sesuai judulnya, film yang disutradarai Yoo Ha ini berlatarkan kejadian di Distrik Gangnam, Korea Selatan, pada tahun 1970. Di masa itu, korupsi masih merajalela. Terlebih lagi distrik tersebut merupakan distrik yang sangat potensial, sehingga menjadi perebutan banyak pihak, termasuk Dewan Legislatif. Karena saat itu banyak anggota Dewan yang juga merupakan anggota gengster, tidak heran jika terjadi perang gengster untuk merebut wilayah itu.

Adalah Kim Jong Dae (Lee Min Ho) dan Baek Yong Ki (Kim Rae Won), dua sahabat yang saling mengenal sejak kecil dan tinggal di Gangnam. Setelah rumah mereka dibongkar paksa oleh para angota gengster, mereka kehilangan segalanya. Untuk bisa bertahan hidup, mereka kemudian hidup dari pengumpulkan kertas dan botol untuk dijual kembali. Namun, kemiskinan yang mendera, membuat mereka akhirnya memutuskan terjun ke dunia gengster yang keras.

Tiga tahun kemudian, Jong Dae telah menjadi salah seorang anggota geng yang dihormati dan bersahabat dengan Ketua Geng Kil Su (Jung Jin Young). Sementara itu, Yong Ki telah bergabung dengan Kelompok Myongdong Pa yang merupakan organisasi kriminal paling berpengaruh di wilayah Gangnam.

Menjelang pemilihan presiden di Korea Selatan, banyak pihak berusaha untuk menguasai Gangnam karena menilah wilayah itu merupakan wilayah paling "basah" dan paling bernilai. Termasuk kelompok Myongdong Pa dan Kil Su. Perang gengster pun tidak terelakkan. Dan akhirnya dua sahabat semasa kecil itu pun bertemu dalam perseteruan gengster. Mungkinkah keduanya akan saling bunuh demi kepentingan kelompoknya?


DO YOU KNOW? 
Lee Min Ho bukanlah pilihan Sutradara Yoo Ha. Bahkan sejak awal dia tidak pernah mau men-casting aktor yang pernah sukses berkat serial drama Boys Over Flowers itu karena menilainya "terlalu tampan dan lembek" sehinga tidak punya wibawa seorang Ketua Gengster yang diharapkannya. Tapi setelah diyakinkan oleh istrinya, Yoo akhirnya memilih Min Ho untuk memerani tokoh Jong Dae.

Untuk bisa tampil garang dan sangar, aktor Kim Rae Won harus menurunkan badannya hingga 15 kg sehingga wajahnya tampak "kering" layaknya orang kampung yang kurang gizi. Dengan tubuh yang lebih ramping, Rae Won tampak sangat realistik saat berperan sebagai anggota geng yang rata-rata bertubuh kecil dan kurus.

Awalnya, film ini berjudul Gangnam Blues ( 강남 블루스), kemudian pada Oktober 2014 berganti judul menjadi Gangnam 1970. Meski demikian, judul Gangnam Blues tetap dipakai untuk peredaran di luar negeri.

Meski menggunakan judul distrik Gangnam, namun proses shooting film ini sama sekali tidak dilakukan di distrik tersebut. Shooting dilakukan sejak 16 April - 31 Agustus 2014, mayoritas di Distrik Gwangyang (bagian Selatan Propinsi Jeolla). Selain itu, shooting juga dilakukan di beberapa daerah lain seperti Suncheon, Damyong, Naju, Jeonju, Iksan, dan Muju.

Pemilihan wilayah Gwangyang sebagai lokasi shooting film ini adalah karena masih banyak bangunan dan jalanan daerah tersebut yang mirip dengan kondisi Korea Selatan di era 1970an.

Film ini akan dirilis tanggal 21 Januari 2015 dan didistribusikan oleh Showbox dan Mediaplex.


Serial anime yang diadaptasi dari manga berjudul sama hasil karya Tomonori Inoue ini cukup menarik. Dirilis sejak tahun 2008 hingga hari ini, alur cerita anime ini sangat mirip dengan kejadian kebocoran reaktor nuklir Fukushima Daiichi yang terjadi 11 Maret 2011 silam. Bocornya reaktor nuklir tersebut sebagai akibat dari gempa 9 Skala Rechter yang menghantam Tohoku, Jepang, yang juga menyebabkan terjadinya tsunami pada waktu itu.

Akibat bencana itu, anime yang awalnya diproduksi tahun 2011, ditunda pembuatannya guna menghormati masyarakat Fukushima yang tertimpa musibah. Barulah tahun 2013, produksi anime ini dilanjutkan kembali dan ditayangkan tanggal 2 Oktober - 25 Desember 2013 silam di stasiun televisi Animax dan Animax Asia. Versi DVD anime ini diproduksi oleh Viz Media dan baru dirilis pertengahan tahun 2014 silam.

Bagi yang sudah membaca manga Coppelion, tentu tahu kalau anime yang telah dirilis sebanyak 21 volume ini mengisahkan tentang Jepang tahun 2016 di mana terjadi kebocoran Pusat Tenaga Nuklir Odaiba yang menyebabkan Tokyo terkontaminasi, dan pemerintah mengevakuasi semua penduduknya dari kota tersebut.

Dua puluh tahun kemudian, Tokyo berubah menjadi Kota Hantu di mana tidak ada orang yang tinggal di kota tersebut karena tingkat radiasinya yang masih tinggi. Namun beberapa waktu kemudian, Pemerintah Jepang menangkap sinyal kehidupan di tengah kota Tokyo, yang mengindikasikan masih ada orang yang tertinggal saat evakuasi terjadi 20 tahun silam, dan mereka masih hidup hingga hari ini. Guna menyelamatkan para penduduk tersebut, maka pemerintah Jepang mengutus 3 orang gadis remaja dari 3rd Special Force Coppelion untuk melakukan misi tersebut. Ketiga gadis tersebut disebut "Coppelions" dan mereka merupakan bagian dari The Coppelion Healthcare Team.

Alur cerita anime bertotal 13 episode ini dimulai dari sini. Coppelions terdiri dari 3 gadis muda : Ibara Naruse (disuarakan Haruka Tomatsu), Aoi Fukasaku (Kana Hanazawa), dan Taeko Nomura (Satomi Akesaka). Ketiganya adalah gadis remaja hasil manipulasi genetika yang memungkinkan mereka berada di lokasi beradioaktif nuklir tanpa kuatir terkontaminasi. Ibara adalah Pemimpin kelompok yang punya kemampuaan tenaga super dan ahli dalam menembak dengan akurat. Aoi punya kemampuan melepaskan diri dan kekuatan pikiran. Taeko mampu melihat jarak jauh tanpa bantuan alat apapun dan punya keahlian bedah.

Dikisahkan ketiga anggota Coppelion tiba di Tokyo untuk mencari para penduduk yang selamat. Mereka berhasil menemukan penduduk yang selamat, dan menemukan fakta bahwa penduduk tersebut bisa selamat karena saat reaktor nuklir tersebut bocor, seorang peneliti yang bekerja di reaktor nuklir bernama Doktor Denjiro Shiba membagi-bagikan pakaian anti-nuklir kepada orang-orang yang tertinggal saat proses evakuasi dilakukan. Pakaian tersebut melindungi mereka selama 20 tahun terakhir ini. Selain itu, Coppelion juga menemukan adanya kubah pelindung yang dibuat oleh sekelompok orang yang tergabung dalam JAXA, yang memungkinkan mereka selamat dari bahasa nuklir.

Sementara itu, Pemerintah Jepang berniat menghabisi seluruh orang yang selamat dari kejadian itu karena kuatir jika mereka diselamatkan, maka keberadaan mereka akan membahayakan penduduk yang lain. Mereka mengirimkan Pasukan 1st Division untuk membasmi penduduk yang selamat. Namun kemudian ada sebagian anggota 1st Division yang membela para penduduk itu, dan bersama Coppelions, mereka bahu-membahu menyelamatkan para penduduk Tokyo.


DO YO KNOW? 
Untuk penayangan di Asia, serial Coppelion telah disulih-bahasakan menjadi bahasa Inggris, di mana pengisi suara untuk ketiga anggota Coppelion adalah Erica Lindbeck (Ibara), Cassandra Lee Morris (Aoi), dan Shelby Lindley (Taeko).

Lagu pembuka dan penutup serial ini dinyanyikan oleh grup J-pop "angela". Judul lagu pembuka adalah "Angel" dan penutupnya "Toku Made". Di episode terakhir, lagu pembukanya adalah "Bye Bye All Right" yang juga dinyanyikan oleh "angela".

Di akhir episode 13, dikisahkan Coppelion berhasil menyelamatkan sisa penduduk yang selamat di Tokyo. Tapi kemudian mereka harus kembali ke Tokyo untuk menyelamatkan lebih banyak lagi penduduk yang selamat. Bedanya, kali ini mereka ditemani oleh Kanon Ozu (Yui Horie), dan Shion Ozu (Maaya Sakamoto), dua bersaudara kembar anggota Coppelion Combat Unit yang juga punya kemampuan super dan tahan radiasi nuklir. Akankah ini berarti akan ada sekuel dari serial ini? Mungkin saja, mengingat manga-nya saja masih berlanjut hingga hari ini.

Melanjutkan banyaknya serial-serial Korea baru yang dirilis, kali ini saya kembali informasikan serial Korea Selatan apa saja yang saat ini sedang tayang di negara asalnya dan beberapa negara Asia lain. Seperti informasi sebelumnya (baca artikel saya di : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2014/12/10-serial-korea-terbaru-desember-2014.html), banyak serial Korea baru yang menampilkan cerita unik dan menarik, serta berbeda dengan seri-seri sebelumnya.

Dan inilah 10 Serial Korea Selatan Terbaik bulan Januari 2015, pilihan saya ...


1. LOVE & SECRET / SWEET SECRET (달콤한 비밀 )
Ditayangkan     : KBS2
Tanggal tayang : 11 November 2014 - (?)
Total episode    : 120

Serial ini mengisahkan tentang Han Ah Reum (diperani Shin So Yool), anak Menteri Kebudayaan Korea, yang satu ketika pulang ke rumahnya dengan membawa anak di luar nikah. Kepulangan anaknya tersebut sungguh memalukan, dan dapat mempengaruhi posisi ayahnya yang seorang Menteri.

Guna menutupi aib ini, orang tua Ah Reum kemudian menjodohkan anaknya pada Chun Sung Woon (Kim Heung Soo), seorang Pemimpin Perusaahaan Pakaian terbesar di Korea. Masalahnya, Sung Woon adalah pria berhati dingin dan tidak berperikemanusiaan. Ketika tahu kondisi Areum dan rencana perjodohan tersebut, Sung Woon menolak keras karena merasa dirinya diperalat. Namun setelah mengenal Ah Reum dan anaknya, hati Sung Woon perlahan mencair.

Serial yang cukup mengharukan ini mendapatkan perhatian yang cukup baik dari penonton Korea dan Asia. Selain menjadi tontonan favorit, serial ini juga mendapatkan mendapatkan penghargaan Excellence Actress dalam KBS Drama Awards 2014 yang diberikan pada Shin So Yool.


2. PINNOCHIO ( 피노키오 /)
Ditayangkan     : KBS-N
Tanggal tayang : 12 November 2014 - 15 Januari 2015
Total episode    : 20

Serial ini diawali dengan episode yang sangat menghentak dan mengharukan. Dikisahkan pada tahun 2000, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Ki Ha Myung (Nam Da Reum)  bersama keluarganya. Satu ketika ayahnya - Ki Ho Sang (Jung In Ki), seorang Kapten Tim Pemadam Kebakaran - tewas saat dalam ledakan di sebuah pabrik saat berusaha menyelamatkan para pekerja yang terjebak di dalam pabrik. Namun saat tubuh Ho Sang tidak ditemukan, Song Cha Ok (Jin Kyung) - seorang reporter yang sedang berjuang menapak kariri dan berjuang mengangkat rating acaranya - membuat berita sensasi dengan mengatakan Ho Sang melarikan diri dan bersembunyi karena dialah penyebab kebakaran di pabrik itu.

Sontak semua orang mengutuki keluarga Ki dan bermaksud menghakimi keluarga tersebut. Tak tahan diperlakukan demikin, Ibu Ki Ha Myung akhirnya bunuh diri dengan meloncat ke laut bersama anak-anaknya. Beruntung Ha Myung selamat dan ditolong Choi Gong Pil (Byun Hee Bong), seorang lelaki tua yang tinggal di Pulau Hyangri. Dia mengira Ha Myung adalah anak sulungnya yang telah meninggal tiga puluh tahun, kemudian mengangkat Ha Myung sebagai anaknya. Gong Pil punya anak bernama Choi In Ha (Noh Jung Ui) yang mengidap penyakit "Pinocchio Syndrome" di mana dia akan cegukan setiap kali berbohong.

Setelah dewasa, Ha Myung telah berganti nama menjadi Dal Po (Lee Jong Suk) bersama In Ha (Park Shin Hye) bekerja di stasiun televisi yang sama. Karena menyadari penyakit yang dideritanya, In Ha memilih menjadi jurnalis dan membiarkan Dal Po berkarir sebagai reporter. Diam-diam, cinta pun mulai bersemi di antara mereka berdua.

Selain mendapatkan perhatian yang sangat positif dari para penonton, serial ini pun memenangkan banyak penghargaan di ajang SBS Drama Awards 2014, antara lain New Star Awards (Lee Yoo Bi dan Kim Young Kwang), Top 10 Stars (Park Shin Hye dan Lee Jong Suk), Top Excellence Actress (Park Shin Hye), dan Special Award (Lee Jong Suk).

TRIVIA : Stasiun televisi online Youku Tudou asal China membeli hak siar serial ini senilai US$ 280,000 per episode, menjadikan serial ini sebagai Serial Televisi Korea Selatan Termahal yang pernah dibeli oleh stasiun televisi China. Sebelumnya, rekor serial televisi Korea Selatan termahal yng dibeli stasiun televisi China dipegang oleh serial My Lovely Girl yang dibeli seharga US$ 200,000  per episode. Serial ini juga merupakan serial paling banyak dicari di portal-portal search engine di China.


3. THE KING'S FACE (왕의 얼굴 )
Ditayangkan     : KBS2
Tanggal tayang : 19 November 2014 - 11 Februari 2015
Total episode    : 24

Serial bertema drama-historikal ini mengangkat kisah nyata perjuangan Pangeran Gwanghae (3 Juni 1575 - 7 Agustus 1641; memerintah sebagai raja Dinasti Joseon pada tahun 1608 - 1623) untuk bisa menjadi Raja. Dalam sejarah, Pangeran Gwanghae terkenal sebagai pangeran yang menggunakan cara kotor untuk bisa menjadi raja, sehingga di mata para sejarawan, dia adalah salah satu raja dengan reputasi terburuk sehingga tidak pantas mendapatkan Gelar Kerajaan.

Dikisahkan Gwanghae (Seo In Guk) adalah anak dari selir Raja Seonjo (Lee Sung Jae). Karena bukan anak Permaisuri resmi, maka Gwanghae hanya diangkat sebagai Pangeran Kerajaan saja. Tidak puas dengan posisinya, Gwanghae sering mengalami perselisihan dengan ayahnya, terutama saat ayahnya memutuskan untuk mengangkat Kim Ga Hee (Jo Yoon Hee), anak Permaisuri sebagai penggantinya nanti. Perseteruan ini makin memanas setelah beberapa pejabat kerajaan tidak suka dengan Gwanghae dan  berniat menyingkirkannya.

Namun dengan kelicikan dan kepandaiannya, Gwanghae berhasil menghabisi orang-orang yang berniat tidak baik padanya. Dengan bantuan Kim Do Chi (Sin Sung Rok), seorang fisionomis (ahli membaca muka), dia berhasil meyakinkan banyak orang kalau dia pantas menjadi raja berikutnya.

Dalam KBS Drama Awards 2014, serial ini meraih penghargaan Rookie Actor (Seo In Guk) dan Best Supporting Actor (Sin Sung Rok).


4.SWEDEN LAUNDRY (스웨덴 세탁소)
Ditayangkan     : MBC
Tanggal tayang : 21 November 2014 - 6 Maret 2015
Total episode    : 16

Kim Bom (Song Ha Yoon), adalah seorang gadis muda yang mengalami masalah di masa kecil karena kurang mendapatkan perhatian dari ibunya. Sang ibu terlalu memperhatikan kakak laki-laki dan adik perempuannya, sehingga dia nyaris terabaikan.

Setelah dewasa, Kim Bom membuka tempat pencucian pakaian bernama Sweden Laundry.  Sebenarnya sejak kecil, Kim Bom sudah punya kemampuan supranatural dan bisa membaca pikiran orang. Lewat usaha pencucian bajunya ini, Kim Bom mampu membaca masalah yang dihadapi para pelanggannya lewat pakaian yang mereka cuci, dan diam-diam dia membantu menyelesaikan masalah mereka.

Sementara itu, Soo Chul (Changjo) adalah karyawan Kim Bom yang sangat rajin namun ceroboh. Ketika tahu kemampuan atasannya, Soo Chul lalu membantu menyelesaikan masalah para pelanggan mereka. Dalam hati Soo Chul kemudian timbul rasa cinta pada Atasannya. Namun Soo Chul tidak mudah untuk bisa mendekati Atasannya itu, karena ada Park Ki Joon (Kim Ian), seorang pelanggan mereka yang tampan dan juga jatuh hati pada Kim Bom. Siapakah yang akan dipilih Kim Bom?


5. DR. FROST (닥터 프로스트)
Ditayangkan     : OCN
Tanggal tayang : 23 November 2014 - 1 Februari 215
Total episode    : 10

Diadaptasi dari komik web berjudul sama karya Lee Jong Bum, serial ini mengisahkan tentang seorang profesor psikologi tampan bernama Baek Nam Bong (Song Chang Eui), yang di malam hari bekerja sebagai seorang bartender. Dia dikenal dengan julukan "Dr. Frost" karena rambutnya yang telah memutih, meski usianya masih sangat muda. Meski sangat cerdas - setelah mengalami gangguan otak depat semasa kecil - namun Nam Bong adalah orang yang tidak mampu merasakan perasaan emosional apapun, seperti empati, sedih, cinta, marah, dan lain-lain.

Nam Bong kemudian bekerja sebagai sukarelawan di pusat konseling kampus, di mana dia berkenalan dengan seorang gadis ceria bernama Yoon Sung Ah (Jung Eun Chae) yang kemudian menjadi Asisten Dosen dan membantu Nam Bong.

Dengan kecerdasannya, sesekali Nam Bong membantu pensiunan detektif Nam Tae Bong (Sung Ji Roo) dalam menuntaskan perkara kriminal. Setelah berhasil menyelesaikan beberapa kasus, Nam Bong kemudian diperbantukan kepolisian untuk menuntaskan kasus-kasus berat yang tidak masuk akal. Bersama Asistennya, mereka berdua kemudian bekerja menyidiki kasus tersebut.


6. HEALER (힐러 )
Ditayangkan    : KBS2
Tanggal tayang : 8 Desember 2014 - 10 Februari 2015
Total episode    : 20

Pertama kali menonton serial ini, saya sudah langsung terpaku dan tidak berhenti untuk terus mengikuti setiap episodenya. Serial ini menawarkan cerita kombinasi antara drama-komedi-action-thriller yang cukup seru dan mampu membuat penonton tetap bertahan menonton hingga tuntas, serta selalu penasaran untuk terus-menerus menunggu apa yang akan terjadi di episode berikutnya.

Kim Moon Ho (Yoo Ji Tae) adalah seorang reporter yang bekerja di sebuah stasiun televisi yang cukup terkenal. Satu ketika, tanpa sengaja dia mempelajari sebuah kasus dari masa lalu, dan menemukan adanya kejanggalan pada kasus itu. Moon Ho berinisiatif untuk membuka kembali kasus itu dan menyidikinya.

Di saat Moon Ho sedang mendalami kasus tersebut, tiba-tiba muncul dua orang reporter internet bernama Chae Young Min (Park Min Young) dan Seo Jung Hoo (Ji Chang Wook) yang ternyata juga menyidiki kasus yang sama. Kedua reporter yang dikenal dengan julukan "Healer" ini kemudian bahu-membahu dengan Moon Ho untuk membongkar kasus tersebut.

Serial ini secara luar biasa berhasil mencuri perhatian penonton Korea, di mana setiap episodenya selalu bertengger di peringkat 1 - 7 di rating serial televisi Korea Selatan. Selain itu, serial ini juga memenangkan penghargaan di Ajang KBS Drama Awards 2014 untuk kategori Popularity Award (Ji Chang Wook) dan Best Couple Award (Ji Chang Wook dan Park Min Young).


7. MAIDS (하녀들 )
Ditayangkan     : jTBC
Tanggal tayang : 12 Desember 2014; 23 Januari - 28 Maret 2014
Total episode    : 20

Serial yang mengambil later belakang Kerajaan Korea di era Joseon ini mengisahkan tentang kehidupan para pembantu kerajaan. Dikisahkan bahwa In Yub (Jung Yoo Mi) awalnya adalah seorang wanita yang hidup sebagai anak dari keluarga bangsawan. Tapi setelah ayahnya difitnah sebagai seorang penghianat, seluruh hartanya disita dan  derajatnya diturunkan menjadi rakyat jelata rendahan. Agar tetap bisa bertahan hidup, In Yub terpaksa bekerja sebagai pelayan kerajaan.

Di tempat kerjanya, In Yub jatuh hati pada seorang pelayan bernama Moo Myung (Oh Ji Ho) yang diam-diam adalah seorang pendekar asal Hanyang, yang menyembunyikan jati diri sebenarnya dan menyamar sebagai pelayan. Sementara itu, keluarga In Yub ternyata telah mengatur pertunangan In Yub dengan Eun Gi (Kim Dong Wook), seorang pria kaya raya yang tampan dan cerdas. Mereka berharap kehidupan keluarga mereka bisa kembali lagi seperti dulu jika In Yub menikah dengan Eun Gi. Akankah demi membahagiakan keluarganya, In Yub harus menikahi pria yang tidak dia cintai?

TRIVIA : Ketika episode kedua serial ini baru akan dimulai produksinya tanggal 13 Desember 2014, terjadi kebakaran hebat di studio produksi JTBC yang mengakibatkan seorang karyawan JTBC tewas terbakar. Akibatnya, jadwal shooting episode kedua serial ini ditunda sebagai ungkapan keprihatinan dan rasa berkabung semua kru dan pemain serial ini. Produksi serial ini dilanjutkan kembali pada tanggal 7 Januari 2015 dan pihak studio mengumumkan kalau serial ini akan ditayangkan kembali pada tanggal 23 Januari 2015, di mana pada tanggal tersebut episode pertama akan ditayangkan kembali, tapi dalam versi yang berbeda.


8.  PUNCH (펀치 )
Ditayangkan     : SBS
Tanggal tayang : 15 Desember 2014 - 17 Februari 2015
Total episode    : 19

Serial bergenre drama-thriller yang mengambil setting kehidupan dunia peradilan ini mengisahkan tentang Park Jung Hwan (Kim Rae Won), seorang Pemimpin Tim Penyidikan Anti Korupsi (sejenis KPK) yang sering berkompromi dengan orang-orang yang melakukan korupsi.

Namun ketika dia didiagnosa mengidap penyakit kanker otak yang sudah sangat parah dan hanya punya waktu hidup 6 bulan lagi, Jung Hwan memutuskan untuk melakukan "pukulan" terakhir dan terbaiknya melawan para koruptor. Dan orang yang paling diincarnya adalah Ketua Jaksa Pengadilan Lee Tae Joon (Cho Jae Hyun) yang dikenal publik sebagai orang bersih, namun diam-diam adalah manipulator dan koruptor yang telah merugikan negara.

Dengan dibantu mantan istrinya Shin Ha Kyung (Kim An Joong), yang merupakan seorang Penuntut Umum dari Distrik Seoul. Dengan kemampuan yang dimilikinya, Ha Kyung mati-matian membantu mantan suaminya yang sudah tidak punya banyak waktu lagi.


9. KILL ME, HEAL ME (킬미, 힐미 )
Ditayangkan     : MBC
Tanggal tayang  : 7 Januari - 12 Maret 2015
Total episode     : 20

Ini film drama-komedi kocak yang wajib ditonton. Kisahnya cukup unik, yaitu tentang Cha Do Hyun (Ji Sung), seorang anak dari generasi ketiga keluarga kaya yang menderita penyakit Multiple Personality Disorder setelah mengalami trauma akibat beberapa kejadian yang membuatnya nyaris kehilangan nyawa. Untuk bisa sembuh dari gangguan ini, keluarganya meminta Dokter Residen Oh Ri Jin (Hwang Jung Eum) untuk mengobati Do Hyun.
Sementara itu, tujuh pribadi yang ada di dalam tubuh Do Hyun saling berebut dan berusaha menguasai diri Do Hyun. Hal ini tentu saja menyulitkan Ri Jin untuk mengontrol Do Hyun dan "membunuh" pribadi-pribadi di dalam tubuh pasiennya itu. Sementara itu, Oh Ri On (Park Seo Joon) yang merupakan saudara kembar Ri Jin adalah seorang penulis jenius. Awalnya dia mencoba membongkar misteri dan rahasia penyebab penyakit yang diderita Do Hyun. Namun setelah mendalami apa yang dirasakan Do Hyun, tumbuh rasa empati dalam diri Ri On yang kemudian membantu saudaranya untuk menyembuhkan Do Hyun.


10. SPY (스파이 )
Ditayangkan    : KBS2
Tanggal tayang : 9 Januari - 27 Februari 2015
Total episode    : 16

Serial seru ini diadaptasi dari serial drama Israel berjudul "The Gordin Cell". Ceritanya diubah dan dimodifikasi sehingga cocok dengan kondisi yang sedang terjadi antara Korea Selatan dan Utara saat ini.

Cerita serial ini mengambil latar belakang kejadian nyata yang terjadi tanggal 12 Desember 2013, saat Jendral Jang Sung Taek - salah seorang Gubernur Korea Utara yang juga besan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Il Sung - dihukum mati karena dituduh berkhianat pada negara.  Sehari setelah kejadian tersebut, Agen Rahasia Park Hye Rim (Bae Jung Ok) yang telah menyusut ke Korea Utara selama 10 tahun dan menyamar sebagai seorang Ibu Rumah Tangga, mendapatkan tugas untuk menangkap dan membawa pulang anaknya, Kim Sun Woo (Kim Jae Joong), ke Korea Selatan. Sun Woo adalah seorang anak yang sangat cerdas dan bekerja sebagai Informasi Analis di NIS (National Intelligence Service) milik Korea Utara. Pengetahuan dan kemampuannya dirasa sangat berguna untuk kepentingan negara.

Hye Rim harus memilih untuk setia pada negara atau menyelamatkan anaknya, karena dia tahu jika anaknya dibawa ke Korea Selatan, maka nyawa anaknya akan menjadi taruhan. Namun jika dia tetap bertahan di Korea Utara, cepat atau lambat, identitas aslinya akan terungkap dan kematian pun membayanginya.

Serial yang sangat menegangkan ini langsung dengan cepat meraih perhatian penonton, dengan rating yang berada di posisi 7 saat seri awal ditayangkan. Mengingat serunya serial ini, maka pihak KBS memutuskan untuk menayangkan 2 episode sekaligus setiap kali tayang. 
NewerStories OlderStories Home