Buat penggemar film Jepang, pasti sudah tidak asing dengan Sineas Takashi Miike. Yep, yep... dia adalah Sineas Senior Serba Bisa asal Jepang yang sangat berpengaruh dan paling dihormati - tidak saja di negaranya sendiri, tapi dunia - berkat film-filmnya yang "fenomenal". Hampir semua karyanya selalu menampilkan banyak adegan darah, isi tubuh terurai, dan adegan-adegan brutal serta kejam di luar kewajaran. Uniknya, Miike selalu mampu menampilkan semua adegan berdarah-darah itu dengan sangat artistik, sehingga alih-alih mengerikan, justru kekejaman itu jadi terlihat sangat indah dan berseni.

Tahun lalu, Miike pernah mengejutkan publik dengan film seru produksinya, Shield of Straw (simak ulasannya di sini : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2013/05/review-film-jepang-shield-of-straw-aka.html). Dan tahun ini, dia menggebrak kembali dengan merilis film berjudul As The Gods Will (a.k.a Kamisama No Lu Toori / 神さまの言うとおり ). Film ini merupakan adaptasi dari manga berjudul sama karya duo mangaka Muneyuki Kaneshiro dan Akeji Fujiwara.

Film ini mengisahkan tentang Shun Takahata (diperani Sota Fukushi), seorang anak SMA, yang bersama sahabatnya Ichika Akimoto (Hirona Yamazaki) menjalani kehidupan remaja mereka yang sangat membosankan. Satu ketika saat sedang belajar di kelas, tiba-tiba kepala guru yang mengajar mereka meledak. Sontak hal itu mengejutkan semua murid yang langsung panik dan berusaha keluar dari kelas. Tapi mereka semua tidak diizinkan pergi dan dipaksa untuk bermain permainan anak-anak Daruma Ga Koronda. Lewat panduan suara yang berasal dari Boneka Beruang Putih, Permainan itu harus dimainkan oleh semua murid. Jika mereka kalah, maka salah satu dari mereka akan dieksekusi. Permainan berakhir jika para murid berhasil menyelesaikan semua permainan, atau setelah semua murid tewas.

Tanpa tahu tujuan dan bagaimana memainkan permainan itu, Shun dan Ichika memandu rekan-rekannya agar bisa menyelesaikan permainan tersebut hingga akhir. Sambil bermain, mereka pun mencari tahu, siapa dalang di balik permainan berdarah tersebut dan apa tujuannya memaksa mereka semua bermain dalam permainan mengerikan ini.

Film berdurasi 120 menit ini didukung juga oleh pemain lain - yang kebanyakan adalah remaja - seperti Ryonosuke Kamiki, Mio Yuki, Shota Sometani, Nao Omori, dan Atsuko Maeda. Film As The Gods Will dirilis di Jepang tanggal 15 November 2014.



DO YOU KNOW?  
Manga Kamisama No Lu Toori terbit bulan Maret 2011 - November 2012, dan diterbitkan oleh Bessatsu Shonen Magazine. Sekuel dari komik ini (Kamisama No Lu Toori Ni) beredar sejak tahun pertengahan tahun 2013, dan masih berlanjut hingga hari ini. Berbeda dengan seri pertamanya, sekuel manga ini diterbitkan oleh Kodansha melalui majalah Weekly Shonen Magazine.

Mangaka Muneyuki Kaneshiro dan Akeji Fujimura juga turut berpartisipasi dalam membuat skenario filmnya. Bersama Hiroyuki Yatsu, mereka bertiga yang bertanggung jawab dalam menyelesaikan skenario untuk adaptasi film layar lebar ini.



                
Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 19 November 2014, HKTV - salah satu stasiun televisi swasta Hong Kong - melakukan jumpa pers dalam rangka memperkenalkan serial televisi terbarunya. Bertempat di JW Marrioutt Hotel Hong Kong, Ricky Wong selaku Executive Produser dari HKTV mengundang para wartawan, serta lebih dari 100 perusahaan iklan, dan puluhan artis HKTV (termasuk Felix Wong, Liu Kai Chi, Frankie Lam, Dominic Lam, Sunny Chan, Ha Yu, dan Bondy Chiu yang baru-baru ini habis masa kontraknya dengan HKTV).

Sebenarnya dalam acara tersebut, ada 2 serial televisi yang mereka perkenalkan, yaitu The Election dan The Borderline, di mana kedua serial itu sama-sama diperan-utamai oleh Liu Kai Chi. Dari kedua serial tersebut, The Election mendapat perhatian paling besar. Selain karena alur ceritanya yang tidak biasa, lokasi shooting keseluruhan adegan dilakukan di luar studio. Hal ini sangat tidak lazim, mengingat semua serial televisi selalu menggunakan shooting di dalam studio demi penghematan biaya produksi. Namun The Election menggunakan pendekatan layaknya serial-serial televisi Hollywood yang menggunakan lokasi shooting di luar studio, sehingga adegan yang ditampilkan lebih natural dan nyata.

Dalam jumpa pers tersebut, para pengunjung mendapat kesempatan menyaksikan penayangan episode pertama - dari rencana 30 episode - serial The Election.

Secara garis besar, serial bergenre drama-misteri-politik ini mengambil setting Hong Kong tahun 2017 di mana Yip Ching (diperani Angelica Lee) baru kehilangan suaminya Wai Man Hin (Poon Chan Leung) - seorang kandidat Dewan Rakyat - yang mengalami kecelakaan mobil, satu malam menjelang pemilihan Wakil Rakyat Hong Kong tahun 2017.  Di waktu bersamaan, media merilis berita kasus perselingkuhan yang dilakukan seorang kandidat Dewan Rakyat, Luk Wai To (Savio Tsang).

Sebelumnya, Presiden Konsulat Legislatif Hong Kong Sung Man Shan (Liu Kai Chi) sudah lama berniat melengserkan Luk Wai To dari posisi Dewan Rakyat. Namun dengan munculnya skandal tersebut, dia sudah punya alasan kuat untuk menjatuhkan anggota legislatif tersebut. Namun sebelum dia melakukan tindakan lebih lanjut, di luar dugaan, Pemerintah Tiongkok Daratan - yang kala itu sudah menguasai jalan pemerintahan Hong Kong - justru meminta Sung mendukung Luk sepenuhnya, bahkan mengupayakan cara untuk bisa menaikkan posisi Luk menjadi Ketua Legislatif Dewan Rakyat Hong Kong. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar dalam diri Sung yang segera menyadari kalau memang ada konspirasi tingkat tinggi yang sangat berbahaya di dalam tubuh Dewan Rakyat.

Angelica Lee as Yip Ching
Sementara itu, kematian Wai Man Hin ternyata berkaitan pula dengan rencana pengangkatan Luk sebagai Ketua Legislatif. Hal ini diketahui oleh Asisten Wai yang setia, dan menyampaikan hal ini pada Yip Ching. Mengetahui kalau kematian suaminya bukanlah kematian wajar dan ada kaitannya dengan rencana pemilihan Ketua Legislatif Dewan Rakyat, maka Yip Ching memutuskan untuk maju menjadi kandidat pemilihan Calon Legislatif dan berusaha untuk menduduki posisi Ketua. Selain melanjutkan perjuangan suaminya yang ingin menciptakan pemerintahan bersih dan bebas korup, dia pun berusaha untuk mencari bukti adanya keterlibatan para calon kandidat Dewan Rakyat di balik kematian suaminya.

Perjuangan Yip Ching tidak mudah. Selain harus berhadapan dengan cibiran banyak orang yang meragukan kemampuannya, Yip Ching pun kemudian menyadari jika tidak semua orang yang berjuang dengannya adalah orang-orang yang bisa dipercaya. Bahkan ada sebagian yang berniat menghabisi dirinya, sama seperti saat mereka menghabisi suaminya.

Menilik alur ceritanya, serial ini terbilang sangat relevan dengan kejadian yang baru-baru ini terjadi di Hong Kong di mana terjadi aksi penolakan masyarakat atas rencana pemerintah Tiongkok Daratan yang mengekang hak suara dan demokrasi di Hong Kong. Jadi perilisan serial ini terbilang sebuah langkah yang tepat dan diharapkan akan langsung menjadi jawara di rating acara televisi Hong Kong.

Angelica Lee yang sebelumnya saya kenal sebagai aktris film horor Hong Kong yang pernah mengesankan saat bermain dalam film layar lebar The Eye, akhirnya bisa menampilkan akting yang luar biasa. Dalam seri ini, dia tampak lebih matang dan sangat dewasa. Dia mampu tampil sangat meyakinkan sebagai seorang wanita yang tegas, keras, dan penuh strategi. Sepanjang episode pertama, penonton dipuaskan dengan akting Angelica yang luar biasa sempurna dan mengejutkan. Buat saya, inilah penampilan Angelica Lee yang luar biasa dan tidak bisa dilupakan begitu saja.



Tinggal satu bulan lagi, kita akan meninggalkan tahun 2014 dan masuk ke tahun 2015. Nah, untuk tahun 2015, sudah banyak film-film keren yang siap tayang dan jadwal rilisnya sudah pasti. Berikut ini adalah film-film highligh dari saya yang wajib banget untuk ditongkrongin dalam setengah tahun pertama 2015.

Apa saja filmnya? Mari kita simak ...


JANUARI
TAKEN 3 / TAK3N 
Dirilis tanggal 9 Januari 2014, film aksi super seru yang diperani Liam Neeson ini akan melanjutkan petualangan Bryan Mills (Neeson), mantan agen rahasia, yang kini sudah menjadi rakyat biasa.

Jika di seri pertama dikisahkan anaknya yang diculik, di seri kedua istrinya yang diculik, maka di seri teranyar (dan juga yang terakhir) ini, Mills harus beraksi kembali menyelamatkan istri dan anaknya yang diculik oleh gembong mafia Rusia yang masih mendendam padanya.

Berbeda dengan kedua seri sebelumnya, maka di seri ini, eksyennya jauh lebih seru dan menegangkan.



FEBRUARI 
JUPITER ASCENDING
Sebenarnya ada banyak film menarik yang akan ditayangkan di bulan Februari ini. Saya pun sempat kebingungan memilih mana yang perlu menjadi highligh. Tapi akhirnya saya putuskan untuk memilih Jupiter Ascending yang akan tayang 6 Februari 2015 mendatang. Mengapa?

Selain karena disutradarai Wachowski Bersaudara (sutradara yang melegenda karena kreasi trilogi The Matrix mereka yang fenomenal di tahun 1990an), film ini juga juga didukung oleh orang-orang di belakang layar yang telah menghasilkan film-film banyak film box-office, seperti Produser Grand Hill (yang pernah memproduseri film-film seperti The Matrix Revolutions, V for Vendetta, Ninja Assassin, dan Cloud Atlas), Komposer Michael Giacchino (kompuser untuk lagu-lagu tema dan lagu latar untuk film-film ternama seperti Mission : Impossible III, The Incredibles, Star Trek Into Darknesss, Cloverfield, Dawn of The Planet of The Apes, dan lain-lain), dan masih banyak lagi.

Alurnya sendiri - seperti yang diakui oleh Wachowski Bersaudara - merupakan gabungan antara alurnya The Matrix dan Star Wars, di mana dikisahkan bahwa bumi masa depan telah dikuasai oleh mahluk Alien dan semua mahluk hidupnya diculik untuk dijadikan serum awet muda yang memungkinkan para alien itu hidup abadi. Satu ketika, Pemimpin Alien terkuat yang berasal dari klan House of Abrasax meninggal, ketiga anaknya berperang untuk merebut tahta ayahnya.

Di lain pihak, di bumi muncullah Jupiter Jones (Mila Kunis), seorang manusia bumi biasa yang menyadari kalau dia memiliki kemampuan di luar akal sehat dan melebihi manusia bumi lainnya. Jupiter bertemu dengna Caine Wise (Channing Tatum), seorang prajurit interplanet yang datang ke bumi untuk melindungi dan menyelamatkan bumi. Selain itu, dia juga bertugas melindungi Jupiter dari incaran Balem (Eddie Redmayne), salah seorang anak dari Raja House of Abrasax.



MARET 
INSURGENT
Film ini merupakan seri kedua dari novel trilogi Divergent karya Veronica Roth. Setelah film pertamanya sukses tahun 2014 ini, maka seri keduanya pun segera diproduksi.

Seri kedua ini melanjutkan petualangan Tris Prior (Shailene Woodley) dan Four / Tobias Eaton (Theo James) yang diburu oleh Jeanine Matthews (Kate Winslet), Pimpinan Faksi Erudite, setelah sebelumnya nyaris menghabisi para penduduki di Faksi Agnegation, tempat Tris dan keluarganya tinggal.

Tris kemudian menyidiki mengapa Faksi Erudite begitu ingin menghabisi penduduk Agnegation. Dan penyidikannya menguak fakta masa lalu Agnegation dan Erudite, yang mana fakta itu berpengaruh besar terhadap masa depan dunianya.



APRIL
FURIOUS 7 
Ini merupakan film yang paling ditunggu oleh masyarakat dunia. Betapa tidak, inilah film yang dikatakan sebagai "film terakhir" Paul Walker sebelum meninggal akibat kecelakaan dua tahun silam (30 November 2013), sehingga bisa dikatakan film ini merupakan penghormatan kepadanya.

Paul Walker tewas pada saat film ini baru saja diproses. Hal ini menyebabkan alur cerita yang tadinya sudah disusun, terpaksa diubah lagi. Tapi pastinya, Paul Walker tetap "bermain" di film tersebut dan muncul sepanjang film. Para tim kreatif menggunakan 4 orang dengan postur tubuh yang sama seperti Walker dan menggunakan teknik CGI untuk menempelkan wajah dan suara Walker ke 4 orang tersebut sepanjang film.

Hingga hari ini belum ada informasi jelas mengenal alur filmnya. Namun dipastikan film ini akan mengisahkan kejadian flashback yang terjadi di tengah-tengah film 2 Fast 2 Furious (seri kedua Fast and Furious) dan The Fast and The Furious : Tokyo Drift (seri ketiga Fast and Furious). Para pemerannya seperti Vin Diesel, Dwayne Johnson, Michelle Rodriguez, Jordana Brewster, dan Jason Statham tetap akan tampil dalam film yang akan dirilis 3 April 2015 ini.



MAY
AVENGERS : AGE OF ULTRON
Film super-hero ensembel paling ditunggu di dunia akhirnya dirilis juga di bulan Mei 2015. Tepatnya tanggal 1 Mei 2015, sekuel The Avengers (2012) yang mengunjungi para penggemarnya di layar lebar.

Masih diperani oleh para aktor pendukung seri sebelumnya - Robert Downey Jr (Tony Stark / Iron Man), Chris Hemsworth (Thor), Mark Ruffolo (Bruce Banner / The Hulk), Chris Evans (Steve Rogers / Captain America), Scarlett Johansson (Natasha Romanoff / Black Widow), dan Jeremy Renner (Clint Barton / Hawkeye) - film ini akan melanjutkan cerita dari Captain America : The Winter Soldier (2014) dan The Avengers (2012) sebelumnya, di mana markas S.H.I.E.L.D. telah dihancurkan oleh Pasukan Hydra, sehingga para anggota The Avengers menghilang dan menyaru menjadi masyarakat biasa.

Tony Stark kemudian menciptakan program bernama Ultron yang difungsikannya sebagai mesin penjaga perdamaian. Tidak disangka, Ultron yang tadinya difungsikan sebagai pelindung manusia, justru menganggap manusia adalah musuh yang harus dihancurkan. Karena mengancam keselamatan hidup manusia, maka The Avengers muncul kembali untuk menghancurkan Ultron.



JUNI 
JURASSIC WORLD
Setelah mengalami proses pengembangan selama tiga belas tahun, akhirnya seri keempat dari Jurrasic Park yang legendaris ini selesai diproduksi dan akan rilis tahun 2015, tepatnya tanggal 12 Juni 2015.

Alur ceritanya tidak melanjutkan cerita dari Jurassic Park 3 (2001), tapi dari seri pertamanya, yaitu Jurassic Park (1993) yang disutradarai Steven Spielberg. Dikisahkan dua tahun pasca kejadian Jurassic Park tersebut, Isla Nublar - tempat pemeliharaan dan pengembangan dinosaurus - telah dikembangkan menjadi Taman Rekreasi Dinosaurus bernama Jurassic World dan dimiliki oleh Masrani Corporation.

Namun dari tahun ke tahun, pengunjung ke taman rekreasi itu terus berkurang, sehingga pengelola berusaha keras untuk mencari cara agar bisa menarik minat pengunjung datang kembali. Mereka kemudian membuat kreasi tontonan yang menarik, dengan melibatkan Velociraptor, sang dinosaurus buas dan cerdas. Ternyata ide ini justru berbalik dan mengancam hidup semua orang di pulau tersebut.

Di film ini, Steven Spielberg duduk sebagai Executive Producer, dan mempercayakan kursi penyutradaraan pada Colin Trevorrow.
Surprise.... !!! Karena untuk pertama kalinya inilah saya menulis review tentang film India. Sebelumnya - baik secara online maupun offline (review di majalah film) - saya tidak pernah membahas film dari Negara asal Mahatma Gandhi ini. Bukan karena punya sentimen pribadi, namun karena dalam benak saya, film India terlalu identik dengan tari-tarian yang diiringi lagunya. Sehingga terkesan (maaf) agak "kampungan". Tapi khusus untuk film yang akan saya ulas ini, apa yang tergambar di benak saya sama sekali tidak ada. Inilah yang kemudian membuat saya tertarik untuk menontonnya.

Mary Kom merupakan film biopik yang diangkat dari kisah nyata seorang petinju wanita India bernama Mary Kom yang pernah menjuarai World Boxing Champion berturut-turut sebanyak 5 kali (2001 - 2005) dan menjuarai pertandingan tinju internasional World Boxing Championship di Ningbo, China, pada tahun 2008.

Film berdurasi 122 menit ini diawali dengan adegan Mary Kom (diperani Priyanka Chopra) yang sedang hamil dan - didampingi suaminya Onler Kom (Darshan Kumaar) bersusah payah menuju rumah sakit di tengah kerusuhan kota. Lalu adegan pun mundur ke tahun 1991, di tengah puing-puing pesawat terbang jatuh, seorang anak bernama Mangte Chungeijang Kom menemukan sebuah sarung tinju yang dibawanya pulang. Sarung tinju itu kemudian menginspirasinya menjadi seorang gadis remaja tomboy yang ska berkelahi.

Chungeijang tumbuh menjadi gadis remaja cantik yang sangat gemar berkelahi. Satu ketika, saat mengejar seorang remaja laki-laki yang berkelahi dengannya, Chingeijang masuk ke sasana tinju yang dilatih oleh Tinko Narjit Singh (Sunil Thapa), veteran petinju nasional India, dan merupakan idola Chungeijang. Timbullah niat Chungeijang untuk menjadi petinju. Dan lewat bimbingan Tinko Narjit, Chungeijang pun menjadi seorang petinju wanita profesional yang tidak terkalahkan. Tinko Narjit pulalah yang kemudian mengubah nama Chungeijang menjadi MC Mary Kom (yang kemudian disingkat menjadi Mary Kom) karena namanya cukup panjang.

Seperti yang saya jelaskan di atas, berbeda dengan film-film India pada umumnya, film ini "bebas" dari tari-tarian khas India. Memang ada 1 adegan yang menampilkan tarian, yaitu saat masyarakat di kampung Mary Kom melakukan sebuah upacara adat, dan Mary Kom ikut menari dalam upacara tersebut. Hanya itu saja. Selain itu, tidak ada lagi adegan lain yang menampilkan tari-tarian (yang biasanya ditarikan banyak penari) dan lagu energik. Lagu-lagunya pun semuanya merupakan lagu latar yang tidak dinyanyikan oleh artis yang bermain di film tersebut. 

Film yang dirilis di India tanggal 5 September 2014 silam ini disutradarai Omung Kumar dan diperani juga oleh Darshan Kumaar, Robin Das, Rajji Basumatary, dan Lin Laishram. Dengan bujet pembuatan sebesar 150 juta Rupee (US$ 2.4 juta), film ini meraup keutungan finansial sebesar 1.04 milyar Rupee (US$ 17 juta). Fantastis !!!


ABOUT "THE ORIGINAL" MARY KOM
Mangte Chungneijang Mary Kom - atau dikenal dengan nama MC Mary Kom - adalah wanita kelahiran Kangathei, Manipur, India pada tanggal 1 Maret 1983. Di dunia tinju, dia dikenal dengan julukan "Magnificent Mary" dan merupakan petinju wanita India pertama dan satu-satunya (saat ini) yang berhasil meraih medali perunggu di Olimpiade Dunia 2012 untuk kategori Kelas Terbang (51 kg). Dia pun menjadi petinju wanita India pertama yang meraih Medali Emas di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. 

Mary Kom lahir dari keluarga miskin di Manipur. Ayah dan ibunya hanyalah buruh tani. Beruntung dia berkesempatan untuk bersekolah di Loktak Christian Model High School, Moirang (hingga kelas VI), St. Xavier Catholic School, Moirang (hingga kelas VIII), dan Adimjati High School, Imphal (hingga kelas X). Dia kemudian gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi sehingga memutuskan untuk tidak sekolah lagi.

Sejak kecil, dia sudah menyukai olah raga. Saat masih di sekolah dasar, dia telah menggeluti olah raga atletik. Saat remaja, dia baru jatuh cinta pada tinju, dan berlatih di bawah asuhan pelatih M. Narjit Singh di Manipur State Boxing Coach di Khuman Lampak, Imphal.

Mary Kom membuktikan dirinya sebagai petinju wanita India paling tangguh yang tidak terkalahkan hingga hari ini. Berkarier tinju sejak tahun 2001 hingga hari ini, dia telah mengantungi puluhan gelar dan medali dari berbagai pertandingan nasional serta internasional. Beberapa diantaranya adalah Medali Emas di Asian Indoor Games di Vietnam (2008), AIBA Women's World Boxing Championship di Kazakhstan (2010), dan yang teranyar adalah Medali Emas di Asian Games, Incheon, Korea Selatan (2014).

Kiri-Kanan : Mary Kom, Prince Chungthanlen (anak ketiga Mary Kom), dan Onler Kom (suami Mary Kom)
Mary Kom menikah dengan Onler Kom tahun 2005 dan telah dikarunian 3 orang anak : Rechungvar dan Khupneivar (anak kembar) serta Prince Chunthanglen Kom yang baru lahir tahun 2013 silam.

Selain menjadi petinju, Mary Kom pun kini bekerja sebagai Brand Ambassador SFL (Super Fight League) sejak 24 September 2014 lalu.


DO YOU KNOW?
Bagi penggemar film India, nama Priyanka Chopra bukanlah nama asing. Dia adalah artis India populer dengan bayaran tertinggi. Selain artis, dia juga terkenal dengan seorang penyanyi, dan mantan Miss World 2000. Untuk mempersiapkan diri bermain di film ini, Chopra meluangkan waktu 4 bulan untuk berlatih tinju dengan Mary Kom sebenarnya. Dia pun menerima latihan fisik yang luar biasa keras, sehingga badannya menjadi terbentuk bak atlit profesional.

Film ini pertama kali ditayangkan di Toronto International Film Festival pada tanggal 4 September 2014 dan mendapatkan respon yang cukup meriah dari para penonton.

Bagi saya, film olah raga yang paling seru - sekaligus membingungkan - adalah film yang menceritakan tentang olah raga "Go". Go adalah sebuah permainan taktik di atas papan dengan motif kotak-kotak kecil. Terdapat dua orang pemain yang memegang biji berbeda warna (hitam dan putih). Secara bergantian para pemain meletakkan biji Go mereka di atas papan tersebut dengan tujuan menguasai sebesar-besarnya bagian dari papan tersebut, sekaligus mengunci jalan lawannya.

Meski rumit dan tidak jelas cara mainnya, tapi setiap kali diangkat ke layar lebar, film bertemakan olah raga Go selalu menarik dan seru. Film teranyar yang mengangkat olah raga ini adalah film ini.

Film yang disutradarai Jo Bum Gu dan berdurasi 117 menit ini mengisahkan tentang seorang pemain Go jalanan bernama Tae Soek (Jung Woo Sung) yang diminta bantuan kakaknya (diperani Kim Myung Soo) untuk membantunya bermain curang agar bisa memenangi permainan Go bawah tanah yang dikelola Sal Soo (Lee Beom Soo), seorang bandar judi Go yang terkenal licin dan kejam. Kecurangan yang dilakukan Tae Soek dan kakaknya ternyata diketahui oleh kelompok Sal Soo yang segera menangkap mereka. Tae Soek dihajar habis-habisan, kemudian kakaknya dibunuh. Tae Soek menjadi tersangka pembunuhan atas kakaknya, dan mendekam di penjara.

Selama di penjara, Tae Soek berkenalan dengan Bos Mafia (Choi Il Hwa) yang gemar bermain Go, namun selalu kalah melawan Sipir Penjara. Setelah menolong sang Bos Mafia memenangi permainan Go, Tae Soek dilatih sang Bos Mafia menjadi seorang petarung yang kuat. Selain itu, sebagai ucapan terima kasih, saat keluar dari penjara, Tae Soek dihadiahi uang dan rumah oleh sang Bos Mafia.

Dengan bekal itu, Tae Soek menyusun cara untuk menghancurkan kelompok Sal Soo sekaligus membalaskan dendam kematian kakaknya itu. Dia kemudian mengumpulkan 3 orang untuk membantunya melawan Sal Soo : Tricks / Kkong Soo (Kim In Kwon) yang merupakan sahabat kakaknya, The Lord / Joo Nim (Ahn Sung Ki) sang Dewa Go yang buta, serta Mok Su (Ahn Gil Kang).

Setelah mempelajari kekuatan pasukan Sal Soo, Tae Soek dan kelompoknya pun mengatur strategi untuk menghabisi kelompok tersebut. Dan bagaikan mengatur strategi perang dalam permainan Go, secara bertahap dan meyakinkan, Tae Soek akhirnya berhasil menghabisi kelompok Sal Soo.

Film ini terbilang sangat luar biasa karena menampilkan pengaturan strategi perang yang luar biasa dan tidak terduga. Sekilas alurnya mirip dengan alur film Now You See Me. Meski demikian, film ini jauh lebih mudah diikuti karena alurnya yang sederhana. Strategi yang ditampilkan pun sebenarnya tidak ngejelimet tapi efektif.

The Divine Move dirilis di Korea Selatan tanggal 3 Juli 2014 dan tercatat sebagai salah satu film box office Korea saat itu dengan perolehan dari penjualan tiket hingga US$ 27.6 juta.


ABOUT "GO"
Go berasal dari China. Nama aslinya Wei Qi. Permainan ini diciptakan oleh Zuo Zhuan, seorang penulis dari China. Diduga, Wei Qi sudah mulai dimainkan pada abad 4 Sebelum Masehi dan mulai populer pada abad 5 Sebelum Masehi. Permainan ini pertama kali disebut dalam buku Analects of Confusiun yang terbit tahun 548 Sebelum Masehi. 

Biasanya permainan ini dilakukan di atas papan Go yang terdiri dari kotak dengan ukuran 9 x 9 kotak (untuk pemula) atau 19 x 19 kotak (untuk profesional). Pemainnya terdiri dari 2 orang, masing-masing memegang biji Go warna Putih dan Hitam. Secara bergantian, mereka meletakkan biji Go mereka di atas kotak.

Tujuan permainan ini adalah "mengunci" ruang gerak lawan sehingga mereka tidak ada tempat untuk bergerak. Semakin besar wilayah yang dikunci, semakin besar pula peluang untuk menang. Seseorang dinyatakan memenangi permainan Go adalah ketika dia berhasil mengunci langkah lawan, sekaligus menguasai mayoritas kotak pada papan.

Permainan ini mulai diperkenalkan ke Korea sekitar abad 5 Setelah Masehi,dan dikenal dengan nama Baduk. Permainan ini kemudian menjadi sangat populer di Negeri Ginseng tersebut dan banyak dimainkan hingga hari ini. 

Di Jepang, permainan ini sendiri baru dikenal pada abad 8 Setelah Masehi, dan disebut Go atau Igo. Permainan ini awalnya hanya dimainkan oleh orang-orang istana. Barulah pada abad 13 Setelah Masehi, permainan ini dimainkan oleh masyarakat umum. Permainan ini juga sangat populer di Jepang. Begitu populernya, pada tahun 1603, Pemerintah Tokugawa kala itu membuat Kementerian Go yang dipimpin oleh Pendeta Buddha Nikkai yang merupakan pemain Go terbaik di Jepang masa itu. Selain itu, pada tahun 1612, Jepang mendirikan sekolah Go pertama di dunia bernama Honinbo. Honinbo menjadi sekolah Go paling populer di masa itu, sehingga mendorong banyak orang untuk membuka sekolah Go. Antara tahun 1612 - 1940, banyak sekolah Go yang dibuka. Di antara semuanya, hanya 4 sekolah Go yang paling terpandang : Honinbo, Yasui, Inoue, dan Hayashi. Setiap tahun diadakan pertandingan Go tingkat nasional yang dilakukan di Istana Kaisar.

Go sendiri baru dikenal masyarakat Eropa dan Amerika sekitar abad 16. Adalah Ilmuan Oskar Korschelt dari Jerman yang pertama kali membawa dan memperkenalkan Go dari Jepang ke negaranya. Pada tahun 1905, Pecatur Jerman Edward Lasker membawa Go ke New York dan memperkenalkan permainan itu ke Negara Paman Sam tersebut. Guna mempopulerkan permainan itu, dia kemudian menerbitkan buku berjudul The Game of Go (1908) dan Go and Gomoku (1934) yang membantu masyarakat Amerika untuk mengenal cara bermain Go. Berkat usaha Lasker, Go akhirnya dikenal luas oleh masyarakat Amerika. Bahkan pada tahun 1935, terbentuklah asosiasi pecinta permainan Go di Amerika yang dikenal dengan nama American Go Association. Di Jerman sendiri, asosiasi sejenis baru terbentuk pada tahun 1937 bernama German Go Association.

Kini, Go sudah menjadi permainan yang dikenal dunia dan menjadi salah satu permainan paling populer yang dimainkan banyak orang. Untuk mewadahi para pemain dan pecinta Go di dunia kini sudah terbentuk International Go Federation yang berdiri sejak tanggal 18 Maret 1982. Organisasi yang berlokasi di Jepang ini telah memiliki anggota 57 negara (37 negara Eropa, 17 Asia, 15 Amerika, 3 Afrika, dan 2 Oceania).

Indonesia sendiri punya organisasi pecinta Go bernama Indonesia Go Organization yang berdiri sejak tanggal 24 Mei 2005. Organisasi beranggotakan lebih dari 300 orang di seluruh Indonesia ini berjutuan untuk mewadahi para penggemar dan pemain amatir Go di seluruh Indonesia.


DO YOU KNOW? 
Dalam permainan Go internasional, istilah "divine move" (bahasa Korea : "sin-ui hansu") digunakan untuk menjelaskan langkah atau strategi yang sangat cerdas. Biasanya dalam permainan Go, langkah itu merupakan langkah baru yang belum pernah dilakukan oleh pemain Go sebelumnya. Selain itu, istilah "divine move" juga digunakan untuk menggambarkan kecerdasan sang pemain yang berhasil membalikkan kondisi, di mana tadinya dia terjepit, tiba-tiba di beberapa langkah terakhir berhasil mengubah posisi dan menjadi pemenang.

Film The Divine Move mendapat kesempatan untuk ditayangkan di Amerika Serikat pada tanggal 25 Juli 2014. Film ini pun ditayangkan secara internasional di tujuh kota besar di Jerman tanggal 27 Agustus - 21 September 2014 sebagai bagian dari Germany Fantasy Filmfest.



Meski agak terlambat, tapi tidak ada salahnya jika saya membahas film-film yang akan dirilis November ini. Sebenarnya buat saya, tidak ada spesial di bulan ini, kecuali mennggu rilisnya The Hunger Games : Mockingjay Part 1. Selain itu, ada 2 film animasi yang patut menjadi catatan dan wajib ditunggu kehadirannya bulan ini. Oke... mari kita telusuri film-film menarik yang bakal beredar bulan ini.

INTERSTELLAR (Rilis : 5 November 2014)
Sutradara    : Christopher Nolan
Pemain        : Matthew McConaughey, Anne Hathaway, Michael Caine,Matt Damon, John Lithgow
Durasi         : 169 menit

Film ini terbilang cukup dasyat, jika merunut pada para pendukungnya. Sutradaranya Christopher Nolan yang sudah terkenal dengan film-film mega-blockbuster-nya seperti trilogi The Dark Knight dan Interception. Para pemainnya ada Matthew McConaughey, Anne Hathaway, Michael Cain, Matt Damon, Casey Affleck, dan John Lithgow (ditambah Leonardo DiCaprio, hanya menyumbangkan suara saja) yang merupakan jajaran aktor dan aktris papan atas Hollywood. Ini menandakan kalau film berbujet US$ 169 juta ini adalah film yang bukan main-main.

Bersetting dunia masa depan, bumi dikisahkan sudah bukan tempat yang baik lagi untuk ditinggali manusia. Pasokan makanan berkurang. Ditambah lagi topan debu yang menjadi momok dan penyebab gagal panen di banyak wilayah di Amerika Serikat. Cooper  (McConaughey), adalah mantan astronot yang beralih profesi menjadi seorang petani. Dia kemudian menemukan suara aneh di dalam rumahnya - awalnya diduga sebagai hantu gentayangan - yang ternyata merupakan mahluk berinteligen dari dimensi lain yang mengirimkan pesan yang membawanya ke program rahasia NASA yang dipimpin Profesor Amelia Brand (Hathaway).

Brand menemukan pintu gerbang menuju galaksi lain dan bermaksud mencari koloni baru untuk hunian manusia. Dia kemudian merekrut Cooper untuk membawa pesawat Endurance dan masuk ke dalam "wormhole", gerbang yang dapat membawanya ke galaksi lain. Dalam perjalanannya, usia Cooper tidak bertambah. Sebaliknya, orang-orang di bumi berubah dan menua. Akankah Cooper berhasil menemukan koloni dan planet baru bagi manusia? Atau dia hanya akan menghabiskan seluruh hidupnya mengarungi galaksi dan hilang ditelan "wormhole"?

Banyak kritisi menilai kalau film ini merupakan film sains-ilmiah paling akurat yang pernah dibuat. Meski beberapa teori sains yang diangkat masih menjadi perdebatan (misalnya fungsi "wormhole" yang bisa membawa orang ke galaksi lain), namun suguhan Nolan tampak begitu nyata, seolah-olah apa yang masih merupakan teori sudah benar-benar terjadi.



BIG HERO 6 (Rilis : 7 November 2014)
Sutradara    : Don Hall
Pemain       : Ryan Potter, Scott Adsit, T.J. Miller, Jamie Chung, Damon Wayans
Durasi         :102 menit

Bagi penggemar komik Marvel, tentu tidak akan asing dengan karakter ini. Ya, ini merupakan film animasi yang diadaptasi dari komik berjudul sama, dan merupakan film animasi ke-54 yang diproduksi Walt Disney Classic. Film ini pun merupakan film pertama Marvel Comics yang diadaptasi oleh Walt Disney, setelah Marvel diakuisisi oleh The Walt Disney Company sejak tahun 2009.

Dirilis dalam format 2D dan 3D, film ni mengisahkan tentang Hiro Hamada (Ryan Potter), seorang remaja ahli robotik berusia 14 tahun, yang gemar melakukan perang robot. Setelah diajak Tadashi, kakaknya, ke  kampusnya, Hiro yang semula tidak suka sekolah, menjadi berminat sekolah. Dia kemudian menciptakan microbot yang ditampilkan dalam pameran robotik kampus.

Tidak disangka, microbot ciptaannya dicuri, dan Tadashi tewas dalam kebakaran di kampus. Tak lama, semudian seorang penjahat bertopeng menggunakan microbot untuk melakukan berbagai kejahatan. Dengan dibantu robotnya Baymax (Scott Adsit), dan teman-teman Tadashi - Wasabi, Honey Lemon, GoGo Tomago, dan Fred - mereka bahu-membahu untuk mengalahkan Yokai.



JESSABELLE (Rilis : 7 November 2014)
Sutradara    : Kevin Greutert
Pemain        :Sarah Snook, Mark Webber, Joella Carter, David Andrews, Amber Stevens
Durasi         :90 menit

Meski bergenre sama dan judulnya mirip dengan film horor Annabelle yang baru dirilis bulan lalu, film ini tidak ada hubungannya dengan film horor super seram tersebut.

Film ini mengisahkan tentang Jessie (Sarah Snook), seorang gadis mudah yang baru kehilangan tunangannya yang tewas dalam sebuah insiden kecelakaan. Untuk menghilangkan duka, Jessie kemudian pindah ke rumah peristirahatan milik ayahnya di daerah Louisiana. Di rumah itu, Jessie menemukan sebuah video yang berisikan pesan bahwa Jessabelle harus dibunuh. Kemudian Jessie merasakan adanya arwah gentayangan yang berusaha membunuhnya. Siapakah Jessabella yang wajahnya mirip dengan dirinya? Siapa pulakah arwah yang mengejarnya di rumah ayahnya tersebut? Jessie harus segera menemukan jawabannya, sebelum arwah itu berhasil menghabisinya.



DUMB & DUMBER TO (Rilis : 14 November 2014)
Sutradara    : Bobby Farrelly dan Peter Farrelly (Farrelly Brothers)
Pemain        : Jim Carrey, Jeff Daniels, Laurie Holden, Kathleen Turner
Durasi         :110 menit

Dua bersaudara Farrelly (Bobby dan Peter) selalu dikenal sebagai sutradara spesialis film-film komedi yang selalu menggunakan karakter yang misfungsi tubuh dan mental, seperti film Dumb and Dumber (tentang dua sahabat idiot), Shallow Hal (wanita obesitas), dan Stuck on You (dua bersaudara kembar siam). Meski sering dikecam publik, namun banyak orang yang suka dengan film arahan mereka.
Kini Farrely Bersaudara kembali lagi merilis film Dumb and Dumber To yang merupakan sekuel dari film Dumb and Dumber yang pernah populer di tahun 1994.Tetap diperani oleh orang yang sama (Jim Carrey dan Jeff Daniels), film ini melanjutkan petualangan dua sahabat idiot ini. Dikisahkan dua puluh tahun setelah kejadian di seri pertama, Lloyd Christmas (Carrey) dan Harry Dunne (Daniels) kini sudah menjadi orang tua yang tinggal di panti jompo. Satu ketika, Harry mendengar kabar kalau dia ternyata memiliki seorang anak perempuan yang tidak pernah diketahuinya.

Harry kemudian mengajak Lloyd untuk melakukan petualangan mencari anaknya yang hilang itu. Keduanya lalu merencanakan aksi pelarian yang kocak dari panti jompo, dan melakukan kegilaan-kegilaan seperti saat mereka muda dulu.



THE HUNGER GAMES : MOCKINGJAY PART 1 (Rilis : 20 November 2014)
Sutradara    : Francis Lawrence
Pemain        :Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Woody Harrelson, Julliane Moore, Donald Sutherland, Phillip Seymour Hoffman, Liam Hemsworth, Elizabeth Banks, Stanley Tucci
Durasi         :123 menit

The Hunger Games sudah mendekati penghujung akhir. Petualangan Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) sudah mencapai titik klimaks di mana dia kini berada di District 13 setelah menghancurkan Hunger Games selamanya.

Kini bersama Presiden Alma Coin (Julianne Moore) dan para sahabat terdekatnya - Gale Hawthorne (Liam Hemsworth), dan pelatihnya Haymitch Abernathy (Woody Harrelson) - Katniss berjuang habis-habisan untuk menyelamatkan Peeta Melark (Josh Hutcherson) yang ditangkap oleh Tentara Pemerintah, sekaligus berjuang membebaskan masyarakat dari tirani pemerintahan Presiden Coriolanus Snow (Donald Sutherland).

Seri terakhir dari The Hunger Games dan lanjutan dari Mockingjay ini akan dirilis November 2015. Jadi harap bersabar ya....



HORRIBLE BOSSES 2 (Rilis : 26 November 2014)
Sutradara    : Sean Anders
Pemain       : Jason Bateman, Charlie Day, Jason Sudeikis, Kevin Spacey, Jennifer Aniston, Jamie Foxx, Chris Pane
Durasi         :108 menit

Setelah sukses luar biasa di tahun 2011, tahun ini kita bisa saksikan lagi sekuel film super kocak dan luar biasa ini. Alur cerita film ini melanjutkan cerita dari seri terdahulunya. Dikisahkan Nick Hendricks (Jason Bateman), Dale Albus (Charlie Day), dan Kurt Buckman (Jason Sudeikis) sudah tidak bekerja lagi dengan Atasan mereka yang dulu, namun telah membuka usaha sendiri.

Meski membuka usaha sendiri, namun untuk pendanaannya, mereka membutuhkan investor. Maka masuklah Rex Hanson (Chris Pane) di dalam bisnis mereka. Meski ternyata justru Hanson memanipulasi ketiga sahabat itu dan menghancurkan bisnis yang sedang mereka rintis. Kecewa dan marah, ketiganya lalu menculik anak Rex lalu meminta uang tebusan pada Rex. Uang itu rencananya akan mereka pakai untuk menghidupkan kembali bisnis mereka. Namun rencana itu tidak semudah seperti yang mereka duga.



PENGUINS OF MADAGASCAR (Rilis : 26 November 2014)
Sutradara    : Simon J. Smith
Pemain        : Tom McGrath, Chris Miller, John DiMaggio, Christopher Knights, Benedict Cumberbatch, John Malkovich, Peter Stormare, Ken Jeong
Durasi         : 92 menit

Buat para penggemar film animasi Madagascar, tentu Anda kenal dengan 4 pinguin kocak yang panjang akal dan bergaya agen rahasia. Ya, mereka adalah Skipper (McGrath), Kowalski (Jeff Bennett), Rico (DiManggio), dan Private (James Patrick Stuart). Meski tampil sebagai cameo di trilogi film animasi Madagascar, namun gaya konyol mereka mengundang perhatian banyak orang. Tidak heran, keempat karakter tersebut kemudian dibuatkan serial animasi tersendiri (produksi Nickelodeon). Dan serial itu pun sukses luar biasa.

Kini, keempat pinguin lucu ini tampil dalam film layar lebar mereka sendiri. Ceritanya sendiri melanjutkan kejadian pasca Madagascar 3 : Europe's Most Wanted  (2012). Dikisahkan bahwa keempat pinguin ini melakukan perjalanan ke selatan dan bergabung dengan pasukan elit inteligen bernama North Wind. Keempatnya bertugas untuk menyelamatkan para hewan yang tidak dapat menyelamatkan diri mereka sendiri.

Dalam petualangannya, mereka berhadapan dengan Dr. Octavius Brine (John Malkovich) yang berniat menguasai dunia.  Untuk itu, para pinguin mengajak para hewan yang mereka tolong untuk bersatu dan mengalahkan Dr. Octavius.









Film yang dirilis di Jepang 29 Maret 2014 silam ini cukup spesial, karena mengisahkan tentang betapa kejamnya jejaring sosial belakangan ini, dan bagaimana dasyatnya kekuatan jejaring sosial yang dapat mengubah hidup seseorang dalam waktu singkat. Meski judulnya "Snow White", namun film ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kehidupan Sang Putri Salju tersebut.

Disutradarai Yoshihiro Nakamura, film berduras 126 menit ini mengisahkan tentang Yuji Akahoshi (diperani Gou Ayano), seorang reporter, kameramen, sekaligus produser dari sebuah televisi swasta. Biasanya dia memproduseri liputan sederhana yang "ga penting banget" untuk stasiun televisi tempatnya bekerja (mayoritas tentang informasi wisata kuliner). Sifat buruknya adalah selalu mem-posting atau men-tweet ke jejaring sosial apapun yang dikerjakannya. Satu ketika dia ditelpon teman semasa SMA-nya, Risako Kano (Misako Renbutsu), yang mengisahkan tentang kejadian pembunuhan keji yang terjadi pada Noriko Miki (Nanao), rekan kerjanya di perusahaan sabun kecantikan.

Kematian Noriko saat itu memang sedang hangat-hangatnya dibahas berbagai televisi swasta karena dia dibunuh dengan cara yang keji (ditusuk sebanyak 16 kali, lalu dibakar).

Yuji melihat kasus itu sebagai sebuah terobosan bagi karirnya, kemudian dengan antusias menyidiki misteri pembunuhan itu. Tidak lupa dia selalu meng-update semua tindakannya, termasuk hasil investigasinya, ke jejaring sosial. Tidak ayal, terbentuklah opini publik yang sesat akibat komentar dan informasi Yuji tersebut. Ditambah lagi, ketika Yuji menemukan bahwa di hari yang sama saat Noriko tewas, Miki Shirono (Mao Inoue) - yang juga rekan sekerja Noriko - menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.

Yuji menduga Miki-lah pelakunya, dan kemudian memposting komentarnya tersebut. Alhasil, publik jejaring pun menyerang Miki. Namun kemudian, misteri itu pun terkuak dan fakta membuktikan Miki bukanlah pelakunya. Cerita diakhiri bahagia, di mana Miki terbebas dari segala tuduhan dan karir Yuji di stasiun televisi berakhir.

Film ini sangat menarik karena mengambil sudut pandang dari berbagai sisi, sehingga penonton dapat menganalisa kasus tersebut dari berbagai sisi, baik dari sisi Yuji, Miki, Risako, Noriko, serta orang-orang yang terlibat dalam kasus itu. Alurnya pun sangat ringan, sehingga sangat enak untuk diikuti hingga akhir. Dan meski pembunuhannya digambarkan sangat kejam, dalam kenyataannya kekejaman itu tidak ditampilkan secara eksplisit (bahkan saat Noriko ditikam dengan "kejam" pun digambarkan dengan sangat halus). 

The Snow White Murder Case mengajarkan moral cerita yang sangat bagus tentang jejaring sosial, dan bagaimana pepatah "Mulutmu, Harimaumu" berlaku di dunia tersebut. Menjadi seorang Netizer yang melaporkan berbagai hal sebenarnya baik. Tetapi jika sudah melakukan penghujatan tanpa fakta yang benar, dapat berakibat fatal.


DO YOU KNOW? 
Film ini diadaptasi dari novel "Shiro Yuki Hime Satsujin Jiken" (The Snow White Murder Case) karya Kanae Minato. Novel ini dirilis tanggal 26 Juli 2012 oleh Shueisha Inc.

Film ini memulai shooting sejak tanggal 9 Juli 2013 dan tuntas akhir Agustus 2013.

Theme song film ini adalah lagu klasik instrumental berjudul All Alone in The World yang dibawakan oleh Serizawa Brothers (Tsukemen).

Film ini mendapatkan penghormatan untuk ditayangkan dalam berbagai festival film dunia, seperti Udine Far East Film, Nippon Connection, New York Asia Film Festival, Puchon International Fantastic Film Festival, dan Fantasia Film Festival.



NewerStories OlderStories Home