Sebuah film yang diangkat dari legenda perkotaan (urban legend) yang cukup fenomenal dari Bandung. Disutradarai Jose Poernomo serta diperani Shandy Aulia, Boy William, Kemal Palevi, dan Maria Sabta, film drama horor yang akan tayang tangal 30 Oktober 2014 ini mengisahkan tentang kehidupan seorang remaja bernama Selina (Shandy Aulia) yang memiliki indra keenam.

Sejak kecil, Selina sudah memiliki kemampuan luar biasa yang mampu melihat dan merasakan hal-hal di luar nalar orang normal. Namun gara-gara kemampuannya ini, dia dikucilkan oleh teman-temannya. Parahnya lagi, ketika kekasihnya tahu kemampuannya, Selina pun diputus begitu saja. Melihat kondisi adiknya yang kurang baik, Kakak (Kemal Palevi) dan istrinya (Maria Sabta) memutuskan untuk memindahkan Selina dari Jakarta ke Bandung, agar Selina dapat memulai hidup baru di tempat baru.

Selina setuju dan pindah ke Bandung. Dia tinggal di rumah peninggalan orang tuanya. Rumah tersebut cukup "aneh" karena memiliki patung gurita raksasa di atas rumah. Selain itu desain interiornya pun terbilang tidak lazim. Yang lebih aneh lagi adalah nomer rumahnya, yaitu 666. Di rumah itu, Selina berkenalan dengan Rio (Boy William) yang kemudian menjelaskan kepada Selina tentang latar belakang rumah. Selain itu, Selina diharuskan menyiapkan sesaji kepada penunggu rumah setiap malam Jumat. Jika tidak, maka nyawanya akan terancam.

Secara umum, kalau bisa saya katakan, alur cerita yang digunakan tergolong cukup "basi". Tidak ada hal "modern" yang diangkat dalam film ini, tapi justru pengulangan dari film-film horor yang pernah ada. Parahnya lagi, pakem cerita yang digunakan adalah pakem cerita horor era 70 - 80an, yang bisa dibilang sudah "sangat ketinggalan jaman". Penggunaan sesaji untuk penunggu rumaah di setiap Malam Jumat, penggunaan angka 666 sebagai angka keramat, rumah dengan dekorasi gotik, serta cerita legenda rumah tua, merupakan cerita yang umum digunakan di film era 80an tersebut. Sehingga saat digunakan lagi di masa sekarang,terkesan sangat aneh ....

Cukup memprihatinkan sekali jika pada akhirnya film ini hanya menjadi film horor "biasa-biasa" saja. Padahal legenda tentang Rumah Gurita yang ada di Bandung ini sudah sangat kesohor. Patut disayangkan jika pada akhirnya film ini dibuat tidak secara optimal. Padahal banyak hal yang bisa digali dan diulik dari legenda Rumah Gurita yang sudah melegenda ini, seperti sejarah pembangunan rumahnya, adanya kematian dan pembunuhan misterius yang pernah terjadi di dalam rumah, atau apapun. Intinya banyak hal yang bisa diangkat lagi dari Rumah Gurita, daripada hanya sekedar menyediakan sesaji di Malam Jumat Kliwon (yang ceritanya sering untuk film-film lawasnya Suzanna ....)

Jangan berharap film ini sekelas film horor rumah berhantu seperti Amytiville Horor yang legendaris, Insidious, atau bahkan The Conjuring. Levelnya jauuuuhhhh.....

Buat Anda yang hanya sekedar ingin melihat wajah cantik Shandy Audia atau si ganteng Boy William, bolehlah menonton film ini. Anda akan puas menatap wajah mereka selama 90 menit. Tapi jika mengharapkan film horor yang bisa memacu adrenalin dan penuh ketegangan, jangan harap bisa Anda temukan dalam film ini.


TENTANG "RUMAH GURITA"
Rumah Gurita merupakan sebuah rumah yang cukup populer di Bandung. Berlokasi di Jalan Sukadamai, Kecamatan Sukajadi, Bandung, rumah ini menjadi sangat tersohor karena kemisteriusan bentuknya. Rumah ini memiliki hiasan patung Gurita hitam besar yang ditempatkan di lantai teratas rumah. Patung sangat besar itu seolah-olah menelan seperempat dari lantai teratas gedung itu menjadi sangat fenomenal dan bahan perbincangan banyak orang.

Rumah Gurita tampak dari Jalan Pasteur, Bandung
Rumah tersebut dibangun sejak tahun 1980. Pemiliknya bernama Frans (kini berusia 60 tahun), seorang pengusaha pertambangan yang juga penggemar seni. Menurut pemiliknya, di bagian atas rumahnya sengaja dibuat patung gurita raksasa sebagai perlambang agar hokinya tidak kemana-mana. Selain itu, bentuk gurita yang besar serta tentakelnya yang banyak berfungsi sebagai payung untuk menutupi lantai atas yang terbuka sehingga menghalangi panas matahari. Frans sendiri tinggal di Jakarta dan sangat jarang pulang ke rumah guritanya tersebut.

Meski demikian, banyak berita yang menyebutkan kalau rumah tersebut adalah tempat berkumpulnya pengikut sebuah sekte aliran sesat. Sepanjang tahun 2000 hingga hari ini, banyak bermunculan kesaksian orang tentang kegiatan tidak pantas di tempat itu. Mulai dari kegiatan seks bebas, pemujaan setan, hingga pengorbanan janin dan bayi.

Pernyataan kontradiksi justru diperoleh dari warga sekitar rumah tersebut yang menyatakan tidak pernah mendengar dan melihat adanya kegiatan sesat di rumah tersebut. Afriza, Ketua RT setempat yang telah tinggal di tempat itu sejak tahun 1983, mengaku tidak pernah melihat atau mendengar adanya kegiatan sekte sesat tertentu di rumah tersebut.

Rumah Gurita dari dekat
Benarkah rumah itu merupakan markas pengikut sekte ajaran sesat? Atau hanya sebuah rumah artistik biasa milik seorang eksentrik? Entahlah. Yang pasti hingga hari ini, Rumah Gurita telah menjadi salah satu bangunan landmark Bandung yang banyak menarik minat dan perhatian banyak orang.


FAKTA-FAKTA MENARIK DARI FILM "RUMAH GURITA"
Keseluruhan lokasi shooting film Rumah Gurita dilakukan di Rumah Gurita sungguhan di Bandung.

Selama proses shooting di dalam Rumah Gurita, Boy William dan Shandy Aulia sering mengalami gangguan dan kejahilan mahluk yang tidak kasat mata. Beberapa kali saat sendirian, Boy merasa mendengar suara bisikan. Shandy sendiri sudah merasa tidak nyaman saat hari pertama shooting di rumah tersebut. Bahkan Kemal Pahlevi pun sempat terbawa suasana dan ketakutan sendiri lantaran rumor yang didengarnya seputar Rumah Gurita.
Ini film thriller Korea Selatan yang keren banget. Thriller yang mengangkat cerita pembunuh berantai ini terbilang cukup unik, karena metode yang digunakan sang pembunuh sangat berbeda dengan pembunuh berantai yang biasa kita tonton.

Dikisahkan seorang pembunuh berantai telah melakukan aksinya di Seoul selama 6 bulan terakhir. Setidaknya ada 10 orang yang lenyap tanpa jejak. Meski tidak ada mayat korban yang ditemukan, namun polisi menduga ke-10 orang tersebut telah dibunuh oleh sang pelaku.

Sementara para korban belum ditemukan, tiba-tiba Soo Jung (Kim Sae Ron) - remaja prempuan berusia 14 tahun - dilaporkan menghilang. Semua orang segera menyadari kalau Soo Jung adalah korban ke-11 dari sang pembunuh berantai. Dan semua orang yakin kalau Soo Jung telah tewas. Namun Yeon Seo (Jung Yu Mi), kakak Soo Jung, sangat yakin kalau adiknya belum tewas dan masih disekap oleh sang pelaku. Dia berjuang keras untuk menemukan adiknya sebelum sang adik tewas di tangan sang pembunuh.

Sementara itu, Soo Jung terjebak di sebuah lubang kecil di suatu tempat. Lubang kecil dan sempit itu merupakan tempat sang pelaku pembunuhan untuk menjebak korban, lalu membunuhnya. Soo Jung menyadari kalau waktu yang dimilikinya tidak panjang, dan dia harus berjuang melepaskan diri, sebelum menjadi korban berikutnya. Namun, bagaimana caranya? Untuk bergerak saja dia tidak bisa, apalagi untuk melawan....

Selain kedua aktris muda tersebut, film berdurasi 100 menit yang disutradarai Shin Jae Young ini juga diperani Jung Kyung Ho, Jo Dal Hwan, dan Choi Deok Moon.


DO YOU KNOW? 
Shooting dimulai di minggu ketiga Januari 2014 dan berakhir tanggal 31 Maret 2014.

Film ini adalah film feature panjang pertama sutradara Shin Jae Young. Sebelumnya, Jae Young dikenal sebagai sutradara film pendek.

Ini merupakan kali kedua Jung Kyong Ho dan Jung Yu Mi bertemu dan beradu akting kembali. Sebelumnya mereka telah dipertemukan dalam drama pendek 1 episode berjudul The Great Gye Choon Bin. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya di mana keduanya berperan sebagai pasangan kekasih, maka dalam film Manhole ini, keduanya akan berperan sebagai pembunuh berantai dan kakak korban yang akan saling kejar-kejaran dan berbaku-hantam. Bagi yang sudah terlanjur "jatuh hati" pada mereka sebagai pasangan kekasih, siap-siap kaget saja melihat pertarungan mati-matian antara keduanya di film ini.


Bagi sebagian orang, serial televisi The Strain terbilang cukup ekstrim dan mungkin sulit diterima. Tapi kalau mau jujur, serial ini bisa dikatakan terobosan baru, terutama untuk serial televisi bertemakan monster maupun vampir. Ceritanya sangat tidak lazim, brutal, sadis, bahkan bisa dikatakan sudah melampaui level "kewajaran" untuk sebuah serial televisi.



Saya termasuk sebagian orang lain yang mengangap kalau The Strain adalah serial yang menarik. Di luar efek khususnya yang menampilkan banyak adegan sadis yang sudah di luar batas "manusiawi", serial ini menawarkan alur cerita dan penggambaran yang sangat baru dan berbeda.

The Strain ditayangkan di stasiun televisi FX. Season pertama serial ini tayan sejak tanggal 13 Juli -  5 Oktober 2014. Serial ini merupakan adaptasi dari novel horor berjudul sama karya Guillermo del Toro dan Chuck Hogan. Saat ditayangkan, The Strain meraih sukses yang luar biasa, sehingga FX langsung memberi lampu hijau untuk segera memproduksi Season 2. Proses produksi akan dimulai pertengahan November dan rencananya akan mulai tayang pertengahan tahun 2015 mendatang.

Serial bertotal 13 episode ini diawali dengan kepanikan pramugari dan pramugara karena adanya suara gaduh di ruang cargo sebuah pesawat yang akan mendarat di Bandara Internasional JFK, Amerika Serikat. Tidak digambarkan lagi apa yang terjadi di dalam pesawat itu. Lalu adegan beralih pada menara kontrol Bandara JFK di mana pihak bandara melihat sebuah pesawat yang tiba-tiba mendarat di bandara namun mesinnya mati dan dalam kondisi gelap. Kuatir pesawat itu berisi orang-orang yang terjangkit penyakit mematikan, mereka kemudian menghubungi CDC (Centers for Disease Control and Prevention) untuk menyidiki pesawat itu.

Dr Ephraim Goodweather (Corey Stoll) dan Dr Nora Martinez (Mia Maestro) mereson panggilan dari Bandara JFK. Bersama tim CDC, mereka pun meneliti isi pesawat. Ternyata 206 penumpang dalam pesawat ditemukan dalam kondisi tewas tanpa alasan yang jelas. Dari 206 korban tersebut, 4 diantaranya ternyata hidup dan dirawat. Saat mayat penumpang diperiksa di kantor CDC, tiba-tiba semuanya hidup kembali dan memangsa para petugas CDC.

Di tempat lain, Abraham Setrakian (David Bradley) menonton berita mengenai kematian para penumpang tersebut. Dia segera menyadari kalau kejadian itu bukan kejadian biasa. Setrakian sendiri pernah mengalami kejadian serupa 70 tahun silam, dan berhasil selamat. Menyadari akan bahaya yang sedang mengancam masyarakat New York, Setrakian mencoba memperingatkan Dr. Ephraim. Namun tindakannya dihalang-halangi polisi, dan bahkan dia dipenjarakan. Di sana, Setrakian bertemua dengan Thomas Eichhorst (Richard Sammel), yang tidak lain adalah vampir yang pernah menjadi Komandan Nazi dan musuh Setrakian 70 tahun silam.

Dr Ephraim baru menyadari bahaya yang mengancam dirinya dan penduduk New York ketika dia menyadari mayat-mayat pesawat tersebut menghilang dan para petugasnya berubah menjadi mahluk pengisap darah. Bersama beberapa orang stafnya yang tersisa, dan Setrakian, mereka berusaha melindungi diri mereka dan penduduk kota agar tidak berubah menjadi vampir dan menjadi budak bagi The Master (Robert Maillet), Pemimpin Vampir yang sudah berusia ribuan tahun.

Meski temanya vampir, namun wujud mahluk pengisap darah yang ditampilkan benar-benar jauh berbeda dari apa yang biasa ditampilkan film atau serial sejenis. Tidak ada bekas lubang taring di leher korban. Tidak ada bekas darah. Bahkan korbannya pun tidak tewas kehabisan darah, meski darah dalam tubuhnya habis terhisap oleh para vampir. Nah, bingung kan?


DO YOU KNOW? 
The Strain diadaptasi dari novel berjudul yang ditulis oleh Guillermo del Toro dan Chuck Hogan. Dirilis pada tahun 2009, novel ini merupakan seri pertama dari trilogi The Strain. Kelanjutannya berjudul The Fall (2010) dan The Night Eternal (2011).

Pada awalnya, Del Toro membuat cerita The Strain untuk serial televisi. Namun dia kesulitan mendapatkan produser yang mau mendanai pembuatan serial tersebut karena konten ceritanya yang sangat sadis. Dia kemudian berkenalan dengan Penulis Chuck Hogan, yang kemudian menyarankannya untuk mengubah bentuk naskah skenario The Strain menjadi novel. Setelah itu, The Strain menjadi salah satu novel laris yang banyak dibaca orang. Jaringan televisi FX melirik novel tersebut dan bersedia memproduseri novel itu untuk diadaptasi ke dalam serial televisi. Maka jadilah The Strain menjadi serial televisi seperti sekarang.

Ketika pertama kali ditawarkan dalam bentuk skenario televisi kepada beberapa jaringan televisi, banyak yang tidak bersedia karena menilai ceritanya yang terlalu sadis. Bahkan Fox Broadcasting Company meminta Del Toro untuk mengubah alur ceritanya menjadi drama-komedi. Untung, Del Toro tidak mengikuti kemauan Fox.

Dana untuk membuat efek khusus mahluk pengisap darah adalah senilai US$ 500,000.

Dua belas pedang yang digunakan dalam serial ini untuk mengalahkan The Master adalah pedang khusus yang dibuat pabrik pembuat pedang bernama Zombie Tools yang berada di Missoula, MT.

Lagu tema dan musik latar serial ini hasil kreasi Ramin Djawali, yang juga mengisi musik latar untuk film Pacific Rim (2013), film layar lebar produksi Del Toro.


Sepertinya Korea Selatan sedang giat-giatnya memperbanyak produksi serial televisinya. Hal ini terlihat dari membanjir dan membludaknya serial Korea yang siap tayang dan sedang tayang di berbagai stasiun televisi Korea. Beberapa di antaranya juga akan siap tayang dalam waktu dekat ini di stasiun televisi Indonesia.

Well.... mari kita lihat, kira-kira serial televisi terbaik apa saja yang wajib ditonton atau ditunggu kehadirannya di layar kaca kita ni....

1. MY SPRING DAYS  (내 생애 봄날; Nae Saengae Bomnal)
Ditayangkan      : MBC
Total Episode    : 16
Tanggal tayang  : 10 September - 30 Oktober 2014

Serial yang juga dikenal dengan judul The Spring Day of My Life ini mengisahkan tentang Lee Bom Yi (diperani Choi Soo Young), seorang gadis muda yang mengalami sakit jantung akut yang sudah tidak bisa disembuhkan. Tapi kemudian mendapatkan kesempatan hidup kedua dengan menerima transplantasi jantung.

Satu ketika dia bertemu dengan Kang Dong Ha (Kam Woo Sung), CEO dari perusahaan Hanuiron yang juga seorang duda dengan dua anak. Dong Ha baru-baru ini kehilangan istrinya akibat kecelakaan. Saat bertemu, Bom Yi sudah merasa ada perasaan khusus pada Dong Ha dan perasaan itu tidak bisa dijelaskannya. Tanpa disadarinya, jantung transplan yang dia terima adalah jantung istri Don Ha.

Melodrama ini sebenarnya cukup menarik. Namun banyak penonton menganggap serial ini kurang menggigit karena banyak bercerita tentang tarik-ulur kisah cinta Dong Ha dan Bom Yi yang berlarut-larut. Mungkin itulah yang menjadi alasan mengapa rating setiap episode serial ini hanya berada di posisi 8 - 11. Tidak apa. Bagi Anda yang senang dengan cerita drama-romantis tanpa campur tangan orang ketiga, serial ini benar-benar menarik untuk ditonton.


2. BLADE MAN (아이언맨; Aieonmaen )
Ditayangkan      :KBS2
Total Episode    :20
Tanggal tayang  : 10 September -19 November 2014

Serial drama ini menjadi bahan pembicaraan orang banyak orang Korea Selatan saat ini karena penggambarannya yang unik dan tidak lazim. Joo Hong Bin (diperani Lee Dong Wook) adalah pria tanpa perasaan, kejam, namun tidak takut terhadap apapun. Dia pun adalah pria cerdas, kaya, dan sangat tidak percaya orang lain.

Satu waktu, Hong Bin tiba-tiba punya kemampuan misterius dan bisa mengeluarkan besi bermata tajam dari seluruh tubuhnya. Besi itu tercipta dari serangkaian kepahitan hati, kebencian, dan amarah yang dipendam sepanjang hidupnya.

Hidup dalam kondisi penuh kebencian dan amarah, membuat Hong Bin dijauhi dan dihindari banyak orang, Hingga satu ketika hadirlah Son Se Dong (Shin Se Kyung), seorang gadis baik hati yang mencoba mengerti dan memahami Hong Bin. Tidak mudah bagi Hong Bin untuk bisa didekati. Namun perlahan keduanya mulai menjalin hubungan dan Se Dong berhasil menyembuhkan rasa sakit hati yang dirasakan Hong Bin.

Kisah cinta unik ini ditanggapi para penonton Korea dengan rating yang cukup tinggi, di mana rata-rata setiap episode serial ini bertengger di posisi 5 - 7


3. BOARDING HOUSE NO. 24 (하숙 24번지 )
Ditayangkan      : MBC
Total Episode    : 12
Tanggal tayang  : 23 September -9 Desember 2014

Drama komedi ini gokil banget. Dikisahkan seorang mantan playboy yang juga pemilik kos bernama Kim (Kim Kwang Gyu) mendapat kabar kalau dia punya seorang anak berusia 24 tahun, hasil kehidupan liarnya di masa lalu. Dia mendapatkan gambaran ciri-ciri anaknya, namun tidak tahu siapa namanya dan seperti apa wajahnya.

Karena itu, dia mengundang 6 orang muda yang berbeda karakter serta latar belakang untuk tinggal di tempat kosnya. Dan mulailah petualangan lucu dan konyol Kim dalam mencari jati diri buah hatinya.

Serial ini diperani juga Park Se Mi, Jo Hyun Young, Min Do Hee, Ken, Kim Kwang Gyu, dan Kim Sa Eun.


4. THE GREATEST MARRIAGE (최고의 결혼; Choigoul Gyolhon)
Ditayangkan      :TV CHOSUN / CSTV
Total Episode    : 16
Tanggal tayang  : 27 September - 16 November 2014

Serial yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Jung Yi Joon ini mengisahkan tentang Cha Gi Young, seorang wanita pembaca berita di sebuah stasiun televisi di Korea Selatan. Cantik, kaya, dan dicintai penonton di seluruh Korea, membuat Gi Young menjadi wanita angkuh dan sangat ambisius. Di tempat kerjanya, dia bersaing dengan Jo Eun Cha, seorang pria pembawa berita yang tenang dan selalu berpikir rasional.

Gi Young berkencan dengan Park Tae Yeon, anak tunggal Chaebol Grup, korporasi pemilik stasiun televisi tempat Gi Young bekerja. Meski menjalin hubungan romantis, Gi Young tidak mau melangkah ke jenjang pernikahan.

Masalah muncul ketika Gi Young tiba-tiba hamil dan Tae Yeon menolak untuk bertanggung jawab. Gi Young lalu memutuskan untuk membesarkan anaknya sendiri. Namun keputusannya ini justru berdampak sangat besar pada perkembangan karirnya. Lebih para lagi, dia kini menjadi sasaran berita karena hubungannya dengan Tae Yeon diangkat sebagai berita utama dan menjadi skandal paling menghebohkan di Korea Selatan.

Serial in imengundang perhatian para penonton Korea, dan memposisikan rating masing-masing episode berada di antara 2 - 5.



5. BAD GUYS (나쁜 녀석들 ; Nappeun Nyeoseokdeul )
Ditayangkan      : OCN
Total Episode    : 11
Tanggal tayang  :4 Oktober - 13 Desember 2014

Detektif Oh Gu Tak (Kim Sang Joong) adalah seorang detektif yang dikenal cukup disegani karena selalu menggunakan berbagai cara - termasuk tindakan kekerasan berlebihan - untuk menangkap para kriminal. Ambisinya untuk membersihkan wilayahnya dari kejahatan terhenti ketika Atasannya men-skorsing Gu Tak akibat tindakan main hakim sendirinya.

Saat skorsing, muncul ide Gu Tak untuk membentuk satu tim yang terdiri para kriminal yang bertugas untuk memburu para kriminal lain. Bekerja sama dengan Inspektur Polisi wanita Yoo Mi Young (Kang Ye Won), mereka pun membentuk tim "Bad Guys" yang terdiri dari 3 orang kriminal keras berat : Lee Jung Moon (Park Hae Jin), remaja psikopat pembunuh berantai ber-IQ 160 dengan gelar Doktoral untuk Matematika dan Filosofi; Park Woong Cheol (Ma Dong Seok), pemimpin geng kejam; dan Jung Tae Soo (Jo Dong Hyuk), seorang pembunuh bayaran yang sengaja menyerahkan diri masuk ke penjara agar bisa membunuhi orang-orang yang diincarnya.

Film produksi Tiongkok ini sebenarnya sudah tayang sejak 21 Maret 2014 silam. Namun karena mendapatkan banyak penghargaan dan apresiasi serta pujian kritikus, serta baru-baru ini mendapatkan 8 nominasi - paling banyak tahun ini - untuk penghargaaan 51st Taipei Golden Horse Film Festival yang akan dilangsungkan tanggal 22 November 2014, saya pikir tidak ada salahnya jika saya ulas film tersebut sekarang.

Black Coal Thin Ice merupakan film bergenre thriller yang ditulis dan disutradarai oleh Diao Yi Nan, sutradara kondang asal Tiongkok. Film yang diperani Liao Fan, Gwei Lun Mei, Wang Xue Bing, Wang Jing Chun, dan Yu Ai Lei ini mengisahkan tentang terjadinya sebuah kejadian pembunuhan sadis yang terjadi di sebuah desa di China bagian Utara. Polisi menemukan tubuh korban dalam kondisi terpotong-potong menjadi beberapa bagian yang ditebar ke beberapa bagian yang berjarak puluhan bahkan ratusan kilometer.

Zhang Zili (diperani Liao Fan) adalah seorang polisi yang - sejak bercerai dengan istrinya - menyikapi kasus ini dengan sangat serius. Dalam penyidikannya pada dua orang pelaku, secara tidak terduga mendapatkan perlawanan yang menyebabkan dua orang rekan kerjanya tewas dan dirinya terluka parah. Setelah sembuh, Zhang yang merasa telah berhasil menuntaskan kasus pembunuhan kejam itu, memutuskan untuk mengundurkan diri dari dinas kepolisian dan bekerja sebagai Satpam.

Lima tahun kemudian, dia betemu dengan Wang (Yu Ai Lei), mantan rekan sekerjanya di Dinas Kepolisian yang saat itu telah menjadi Inspektur. Zhang mendapatkan informasi mengejutkan kalau kasus pembunuhan yang ditanganinya dulu ternyata belum selesai dan pelaku sebenarnya belum tertangkap. Korban-korban dengan modus yang sama seperti kejadian lima tahun lalu mulai berjatuhan dan meresahkan masyarakat. Wang mengajak Zhang kembali ke kesatuan kepolisian untuk bersama-sama menuntaskan kasus itu.

Kedua polisi itu pun menyidiki kasus itu kembali. Mereka menemukan bahwa semua korban punya kesamaan, yaitu sama-sama mengenal dan pernah berhubungan dengan wanita yang sama bernama Wu Zhi Zhen (Gwei Lun Mei). Wanita tersebut adalah pekerja di sebuah binatu kecil. Saat menyidiki Wu, diam-diam Zhang menaruh hati dan jatuh cinta pada wanita melankolis dan penuh pesona itu.
Meski dalam kondisi jatuh cinta, naluri polisi Zhang masih tetap berjalan. Dan semakin dalam dalam mengenal Wu, Zhang semakin sadar kalau Wu bukanlah sosok yang apa yang dilihat dan dibayangkannya.

Film berdurasi 106 menit ini menghadirkan banyak adegan-adegan mengejutkan dan tidak terduga sama sekali. Selain itu, pengambilan gambarnya pun sangat indah dan menarik, sehingga penonton pun terbuai dengan pesona pemandangan alam yang indah (yang menjadi penyeimbang adegan brutal nan sadis yang muncul di sepanjang film).


DO YOU KNOW? 
Judul bahasa Inggris film ini memiliki arti berbeda dengan judul Mandarinnya, dan keduanya memiliki keterkaitan seperti 1 koin dengan dua sisi. Dalam bahasa Mandarin (白日焰火 - Bai Ri Yan Guo) berarti "Kembang Api di Siang Hari", yang menggambarkan sesuatu yang indah tapi tidak nyata. Sebaliknya judul dalam bahasa Inggris menggambarkan hal buruk yang benar-benar terjadi (Black Coal / Aspal hitam adalah tempat potongan mayat ditemukan; Thin Ice / Es tipis adalah lokasi pembunuhan dilakukan).

Sutradara Diao Yi Nan meraih penghargaan Golden Bear Prize untuk kategori Best Director di ajang 64th Berlin International Film Festival yang berlangsung tanggal 6 - 16 Februari 2014. Di ajang bersamaan, aktor Liao Fan juga memenangi Silver Bear Award untuk kategori Best Actor.

Film ini meraih 8 nominasi di ajang 51th Taipei Golden Horse Film Festival, beberapa diantaranya adalah Best Feature Film, Best Director, Best Actor, dan Best Actress.


Setelah sukses besar dengan serial Line Walker (untuk review lengkapnya, copy & paste link berikut ini :  http://funtertainment-facts.blogspot.com/2014/08/hong-kong-new-tv-drama-line-walker.html), TVB kembali merilis serial terbaru berjudul Tomorrow is Another Day. Seri ini baru ditayangkan tanggal 6 Oktober 2014 silam. Serial ini berpeluang kembali meraih kesuksesan seperti serial sebelumnya. Selain didukung para aktor dan aktris populer TVB, serial ini juga mengangkat cerita yang belum pernah diangkat ke layar kaca sebelumnya.

Tomorrow is Another Day mengangkat cerita tentang lika-liku kehidupan di dalam penjara. Agar bisa lebih realistis, maka lokasi shooting serial ini dilakukan di Stanley Prison, penjara tertua dan terbesar di Hong Kong dan hingga kini masih beroperasi secara aktif.

Dikisahkan Senior Officer Man Sheung Sing (diperani Lawrence Ng) adalah Kepala Sipir Penjara Stanley yang setiap hari harus berhadapan dengan tingkah-polah para kriminal yang ditahan di sana. Selain masalah-masalah yang terjadi dengan para tahanan, Sing juga harus berseteru dengan wakilnya Officer Kiu Ching Kiu (Vincent Wong) yang sering melanggar aturan, bahkan menjalin hubungan percintaan dengan salah seorang tahanan.

Masalah sehari-hari yang terjadi di dalam penjara dipaparkan cukup sederhana namun intens dan penuh kejutan, sehingga penonton dengan cepat dapat larut dalam ketegangan yang muncul di setiap episodenya. 

Selain itu, ada kisah cinta bertepuk sebelah tangan antara Petugas Yiu Ka Oi (Kate Tsui) yang jatuh hati pada Sing. Masalahnya, Oi berusia sepuluh tahun lebih muda dari Sing. Meski mereka telah saling mengenal cukup lama, namun dengan terpautnya usia yang cukup jauh, Sing memilih menghindar dan menjauhi Oi. Selain usia yang terpaut jauh, rumah tangga Sing yang kandas karena dedikasinya pada pekerjaan menjadi trauma tersendiri bagi Sing, dan membuatnya berat untuk menjalani hubungan baru. Akankah kisah cinta Oi dan Sing akan berakhir bahagia?

Serial yang diproduksi sebanyak 20 episode ini diperani juga oleh Kenny Wong, Jade Leun, dan Tracy Chu.


DO YOU KNOW? 
Dalam serial ini, Lawrence Ng dan Kate Tsui banyak melakukan aksi laga dan eksyen. Untuk menjaga stamina, sebelum shooting, Lawrence melakukan olah raga seperti berenang dan jogging. Sedangkan Kate Tsui melakukan aerobik guna melatih kelenturan tubuhnya. Namun tetap saja, meski sudah melakukan persiapan matang dan latihan yang cukup, Kate sering mengeluhkan kakinya lemas, terutama setelah adegan berlari dan naik tangga. Bahkan dalam salah satu adegan di mana dia harus naik tangga sebanyak 10 lantai, dia harus membawa tabung oksigen karena nafasnya tidak kuat.

Para figuran yang tampil di serial ini (untuk adegan di dalam penjara) semuanya adalah para tahanan sebenarnya dari Stanley Prison.

Selama shooting berlangsung, para pengawas penjara ditempatkan di beberapa spot guna mengantisipasi terjadinya kericuhan yng dilakukan para tahanan.



Awalnya saya kurang menyukai serial ini karena alurnya yang "serba tanggung". Kalo dibilang drama, serial ini cukup banyak eksyennya. Kalo dibilang serial eksyen, dramanya juga terlalu dominan. Meski demikian, di luar dugaan saya, serial ini justru merupakan serial yang paling banyak peminatnya dan ditonton banyak orang. Bahkan episode pertamanya memecahkan rekor penonton terbanyak. Tidak hanya itu, serial ini mendapatkan banyak penghargaan dan apresiasi dari kritikus film. Ini yang jadi alasan mengapa akhirnya saya balik arah untuk "mempelajari" serial ini.

Ray Donovan merupakan serial produksi Showtime Network. Kreasi Ann Biderman ini pertama kali tayang di layar kaca tanggal 30 Juni 2013 silam, di mana season pertama bertotal 12 episode. Season kedua sedang tayang di Amerika Serikat dan baru saja berakhir 28 September 2014 kemarin. Season ketiga rencananya akan mulai diproduksi awal tahun depan dan mulai tayang pertengahan tahun 2015.

Garis besarnya, serial ini mengisahkan tentang Ray Donovan (diperani Liev Schreiber), seorang "fixer" (orang yang membereskan masalah serta melenyapkan bukti kejahatan) yang bekerja di Firma Hukum Goldman & Drexler, sebuah firma hukum yang cukup ternama dan berpengaruh di Los Angeles. Selain menghadapi tugas yang berat, Ray juga harus berurusan dengan keluarganya - Abby (Paula Malcomson) istrinya, Bridget (Keris Dorsey) anak perempuannya, dan Conor (Devon Bagby) anak lelakinya - yang kurang menghargainya.

Hubungannya dengan keluarga makin kurang harmonis ketika ayah Ray, Mickey (Jon Voight) bebas bersyarat dari penjara dan tinggal bersama mereka. Ray yang memang sudah lama tidak harmonis dengan Mickey berusaha mengembalikan Mickey ke penjara. Tapi di luar dugaan, tindakannya justru memperkeruh hubungannya dengan Abby.

Di sela-sela pekerjaannya, Ray mencoba memperbaiki hubungannya dengan kedua anaknya. Meski agak sulit, namun akhirnya dia bisa diterima oleh anak-anaknya. Sementara itu, Ray belakangan baru mengetahui kalau ada hal terselubung di balik bebasnya Mickey yang membahayakan pekerjaan dan karirnya, serta membuatnya harus terlibat dengan FBI.

Yang menarik dalam serial ini adalah adu akting yang terjadi antara Liev Schreiber dan Jon Voight sepanjang serial ini. Seperti yang kita ketahui, Liev adalah aktor kawakan yang sangat populer berkat peran-peran eksyen yang selalu dibawakannya seperti di trilogi Scream (1996, 1997, dan 2000), The Sum of All Fears (2002), X-Men Origins : Wolverine (2009), Salt (2010), serta Repo Man (2010).

Sedangkan Jon Voight adalah ayah Angelina Jolie yang terkenal sebagai aktor veteran serba bisa Pemenang Oscar yang terkenal lewat film-film multi-genre seperti Midnight Cowboy (1969), Coming Home (1978; film ini menghadiahinya Piala Oscar untuk Best Actor), The Champ (1979), Runaway Train (1985), Mission : Impossible (1997), dan Transformers (2007). Sebelum bermain di serial televisi ini, Voight sudah lebih dulu bermain di serial 24 Season 6 (berperan sebagai ayah Jack Bauer) dan beradu akting dengan Kiefer Sutherland.

Tentu saja melihat adu akting kedua aktor ini merupakan tontonan langka yang layak disimak, terlebih lewat layar kaca.


DO YOU KNOW?
Serial ini banyak diramaikan oleh kehadiran aktor dan aktris kawakan yang bermain sebagai cameo atau bintang tamu. Sebut saja James Woods (Season 1) dam Hank Azaria (Season 2). James Woods adalah aktor kawakan yang sudah melegenda lewat perannya di film-film eksyen era 1970-2000an awal, seperti The Visitors (1972), The Onion Field (1979), Once Upon A Time in America (1984), Cat's Eye (1985), Salvador (1986), Best Seller (1987), Casino (1995), Hercules (1997), Vampires (1998), John Q (2002), dan lain-lain. Sedangkan Hank Azaria adalah pengisi suara Bart Simpson untuk serial animasi legendaris The Simpsons yang juga populer sebagai aktor. Beberapa film yang sudah diperani Hank adalah The Birdcage (1996), Godzilla (versi 1998), Along Came Polly (2004), Night of The Museum : Battle of The Smithsonian (2009), dan The Smuffs (2011).

Serial Ray Donovan mendapatkan anugrah Most Exciting New Series di ajang Critics' Choice Television Award di bulan Juni 2013.

Serial ini juga meraih 2 penghargaan Golden Globe (Desember 2013) untuk kategori Best Actor in A Television Drama Series (Liev Schreiber) dan Best Supporting Actor in A Television Series (Jon Voight).

Serial ini juga meraih penghargaan Outstanding Supporting Actor in A Drama Series (Jon Voight) pada 66th Primetime Emmy Awards (Juli 2014).




Tokyo Ghoul merupakan salah satu manga terlaris di Jepang. Sejak dirilis 8 September 2011 hingga 18 September 2014 dengan total 14 volume, manga ini telah terjual hingga 2.6 juta kopi. Kini cerita bergambar yang berdarah-darah dan menegangkan itu telah diadaptasi dalam bentuk anime sebanyak 12 episode dan ditayangkan di stasiun televisi Jpang tanggal 3 Juli - 18 September 2014.

Nah, yang akan kita ulas di sini adalah anime-nya.


Alur cerita anime Tokyo Ghoul sangat setia dengan alur cerita yang ditampilkan dalam versi manga. Karakter utama dalam anime ini adalah Ken Kaneki (disuarakan oleh Natsuki Hanae), seorang remaja berusia 19 tahun yang suatu malam berkenalan dengan seoran wanita muda bernama Rize Kamishiro (Kana Hanazawa). Tanpa disangka, Rize ternyata adalah ghoul (sejenis setan) yang ingin memakan Ken. Dalam pergulatan hidup dan mati, Rize tewas, namun Ken mengalami luka parah.

Di rumah sakit, dokter memutuskan harus melakukan transplantasi organ guna menyelamatkan nyawa Ken. Kebetulan organ tubuh Rize cocok dan bisa ditransplantasikan ke tubuh Ken. Setelah operasi berhasil, Ken berubah menjadi manusia setengah ghoul (Ghoul Hybrid). Anime ini selanjutnya mengisahkan bagaimana Ken mengadaptasi hidupnya sebagai seorang Ghoul dan juga manusia. Dia pun kemudian menyadari kalau di sekitarnya banyak ghoul yang menyamar menjadi manusia dan membaur dengan komunitas manusia dengan sangat sempurna.

Ken kemudian berkenalan dengan Yoshimura (Takayuki Sugo), manager Restoran Anteiku yang juga seorang ghoul. Yoshimuralah yang kelak menjadi guru yang melatih Ken bagaimana berdaptasi menjadi seorang ghol dan manusia.  Dia pun berkenalan dengan Tori Kirishima (Sora Amamiya), seorang pramusaji Anteiku yang juga seorang ghoul dan kelak menjadi teman berlatih Ken.

Selain belajar menyembunyikan jati dirinya sebagai seoranga ghoul, Ken juga bertindak sebagai pelindung manusia dari serangan para ghoul yang ingin memakan mereka.  Dalam memerangi para ghoul, Ken selalu mengenakan topeng yang hanya menampilkan matanya saja, sehingga dalam komunitas ghoul dia dikenal dengan julukan "Eye Patch". Namanya makin ditakuti setelah dia membunuh salah satu ghoul yang cukup kuat bernama Amon.


DO YOU KNOW? 
Sejak Agustus 2014 silam, Sui Ishida - kreator manga Tokyo Ghoul - telah merilis secara online via Jump Live manga prekuel Tokyo Ghoul berjudul Tokyo Ghoul : JACK. Manga ini mengisahkan latar belakang para ghoul dan bagaimana mereka muncul di Tokyo serta cara mereka beradaptasi dengan komunitas manusia.

Lagu pembuka anime Tokyo Ghoul berjudul "unravel" yang dibawakan oleh TK dari Ling Tosite Sigure. Sedangkan lagu penutupnya berjudul "Saints" (聖者たち ) yang dibawakan oleh People in The Box.


Film drama-action yang diproduseri Toei ini mengangkat cerita kehidupan para stunt-man yang menjadi orang-orang di balik kesuksesan film-film eksyen dan tokusatsu Jepang. Dikisahkan bahwa Wataru Honjo (diperani Toshiaki Karasawa) adalah stunt-man Jepang berusia 48 tahun yang mengidolakan Bruce Lee. Dia juga adalah Presiden dari Shimoachiai Hero Action Club, sebuah organisasi stunt-men Jepang. Meski tidak memiliki tubuh yang atletis seperti para stunt-men pada umumnya, namun Wataru adalah tokoh yang sangat dihormati di kalangan para stunt-men karena keberaniannya dalam melakukan berbagai aksi maut yang jarang dilakukan orang lain. Dan hal itu sudah dilakukannya selama 25 tahun karirnya sebagai stunt-men.

Saat melakukan shooting film Black Dragon, Wataru berseteru dengan Ryo Ichinose (Sota Fukushi), seorang stunt-man muda, yang dianggapnya tidak menghargai senior. Perseteruan keduanya nyaris membuat proses pembuatan film Black Dragon terganggu. Namun dalam sebuah adegan perkelahian, terjadi sebuah insiden yang nyaris merenggut nyawa mereka berdua. Untuk keduanya selamat. Dan pasca kejadian tersebut, hubungan Wataru dan Ryo menjadi baik, bahkan mereka berdua menjadi sahabat.

Satu ketika, sebuah perusahaan film Hollywood melakukan audisi untuk membuat film Last Blade yang shooting-nya akan dilakukan di Jepang. Ryo terpilih sebagai pemeran utama film tersebut. Saat proses shooting berlangsung, salah seorang stunt-man di film itu menolak melakukan sebuah adegan yang dinilainya sangat berbahaya dan mengundurkan diri. Proses shooting terancam berhenti. Kemudian para kru film mendengar kalau Wataru adalah stunt terbaik Jepang. Mereka kemudian mengontak Wataru.

Kedua sahabat itu akhirnya bertemu kembali dalam sebuah scene film yang akan menentukan hidup-matinya mereka. Akankah keduanya berhasil dengan selamat menyelesaikan scene yang berbahaya itu? Ataukah salah satu harus mati? Siapakah "Pahlawan Sejati" sebenarnya?

Selain kedua aktor itu, film yang disutradarai Masaharu Take ini diperani juga oleh Tomoka Kurotani, Susumu Terajima, Ini Kusano, Jyo Hyuga, dan Keisuke Koide.



DO YOU KNOW? 
Ini merupakan film pertama Toshiaki Karasawa setelah vakum 5 tahun bermain film. Film terakhirnya 20th Century Boys : Redemption dirilis tahun 2009 silam.

Untuk mempersiapkan diri, Toshiaki Karasawa melakukan latihan fisik dan bela disi sejak September 2013.

Film ini sedikit-banyak merupakan refleksi Toshiaki Karasawa. Dia memulai karir dengan bergabung dalam Toei Action Club - kelompok stunt men asuhan Toei Studio - sebagai "Suit Actor" saat berusia 16 tahun. Secara kebetulan, Karasawa kemudian dipercaya bermain sebagai pemeran utama dalam film-film produksi Toei.

Dalam film ini, Toshiaki Karasawa adalah fans Bruce Lee dan beberapa kali menampilkan mimik dan gaya aktor laga itu. Dalam kehidupan nyata, Karasawa memang adalah fans Bruce Lee dan telah bergaya ala aktor tersebut sejak masih Sekolah Dasar. Dia bahkan menghafal semua dialog yang diucapkan Bruce Lee di film Enter The Dragon.

Sota Fukushi dan Toshiaki Karasawa berasal dari managemen artis yang sama, yaitu Ken-On Group. Namun baru di film ini keduanya bekerja sama.

Shooting film ini dimulai Februari 2014 dan tuntas Mei 2014.

Film berdurasi 124 menit ini telah tayang di Jepang tanggal 6 September 2014 silam.
My Brilliant Life ( 두근두근 내 인생; Dugeun Dugeun Nae Insaeng ) adalah film yang selama 2 minggu terakhir ini duduk di peringkat ketiga tangga box-office Korea Selatan, di bawah The Maze Runner dan Begin Again. Tema dan alur cerita yang diusung mengingatkan saya pada film Jack (1996) yang diperani Robin Williams. Jadi sebenarnya bukan hal baru. Namun karena dikemas dalam sebuah drama yang sangat mengharukan, sangat wajar jika film ini banyak diminati dan ditonton penonton Korea Selatan.

Dikisahkan sepasang kekasih muda berusia 17 tahun, Dae Soo (Kang Dong Won) dan Mi Ra (Song Hye Kyo), yang satu hari dikejutkan dengan kabar bahwa sang wanita - Mi Ra - hamil. Meski belum siap menjadi ibu muda, namun Mi Ra menerima kehadiran buah hati mereka dengan lapang dada.

Di luar dugaan, saat lahir, sang anak terdiagnosa menderita Progeria Disorder, sebuah kelainan yang membuat tubuh sang anak tumbuh dewasa dan tua dengan sangat cepat. Menyadari anaknya mengalami kelainan yang membuatnya tidak akan berumur panjang, Dae Soo dan Mi Ra akhirnya menerima keadaan dan merawat anak tersebut dengan baik.

Tujuh belas tahun kemudian, anak mereka yang bernama Ah Reum tumbuh menjadi remaja putra yang berbeda dengan remaja pada umumnya. Meski pikirannya baru 17 tahun, namun tubuhnya adalah tubuh pria renta berusia 80 tahun. Dengan kondisi yang seperti ini, Ah Reum menyadari bahwa hidupnya tidak akan lama lagi dan kemungkinan sangat kecil dia bisa melewati ulang tahunnya yang ke-18 tahun. Karena itu, agar kedua orang tuanya bisa mengenang dirinya, Ah Reum menuliskan cerita kisah cinta kedua orang tuanya, dan apa harapannya bagi mereka.

Film berdurasi 110 menit ini sebenarnya sudah tayang di Korea Selatan sejak 3 September 2014. Sejak pertama kali tayang, respon penonton sudah sangat baik. Jadi tidak heran jika posisinya sebagai film box-office di Korea Selatan naik cukup cepat.

Film yang disutradarai EJ Yong ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Kim Aeran. Novel yang beredar tahun 2011 ini sendiri merupakan novel best-seller di Korea

Seperti virus yang tidak terbendung penyebarannya ke seluruh dunia. Itulah ungkapan yang mungkin tepat untuk menyebutkan dampak yang ditimbulkan oleh film berkarakter zombie. Sejak diperkenalkan George A. Romero lewat filmnya Night of the Living Dead (1968), karakter zombie menjadi sangat terkenal dan fenomenal. Sudah ribuan film berkarakter ini yang dibuat pasca Night of The Living Dead hingga hari ini (2014). Dan sepertinya banyak orang yang menyukai karakter ini sehingga film jenis ini selalu jadi jaminan box-office setiap kali ditayangkan.

Jika dulu orang tahunya karakter zombie adalah karakter yang hanya muncul di film-film produksi Hollywood, maka sejak tahun 1997, film jenis ini telah mewabah dan menulari sineas serta film-film di luar Amerika. Film Braindead (1997) karya sutradara Peter Jackson menjadi film zombie pertama yang bukan produksi Hollywood, tapi produksi New Zealand. Lalu diikuti sineas lain di seluruh dunia yang juga merilis film-film bertema zombie, seperti Bio Zombie (1998; Hong Kong), 28 Days later (2002; Inggris), Doomsday (2008; Scotlandia), Hsien of The Dead (2012; Singapore), The Dead (2012; India), City of the Dead (2013; China), dan yang paling anyar : Zombie School, film zombie yang diproduksi oleh sineas Korea Selatan.

Film ini terinspirasi dari kejadian nyata pernah terjadi di Korea Selatan pada tahun 2010 - 2011 di mana wabah penyakit kaki dan mulut menyerang ternak, sehingga terjadi pembantaian ternak massal pada masa itu guna mencegah penyebaran virus meluas dan menulari manusia. Dalam film ini, dikisahkan terdapat atusan babi yang terjangkit penyakit kaki dan mulut yang menyebabkan babi-babi tersebut menjadi gila dan mati. Untuk mencegah meluasnya wabah, maka para petani memutuskan untuk membantai sema babi dan menguburinya di sebuah lubang besar. Rupanya, ada beberapa babi yang tidak mati dan keluar dari lubang tersebut.

Babi tersebut berlarian dan menuju sebuah sekolah bernama Chilsung School, yang berlokasi tidak jauh dari tempat penguburan babi tersebut. Sekolah itu merupakan sekolah anak-anak berandal. Babi-babi lalu menggigiti para guru yang ada di sekolah. Dalam waktu singkat, orang yang digigiti berubah menjadi zombie.

Murid-murid yang tadinya merupakan murid berandalan yang susah diatur - bahkan sering berkelahi dengan sesama rekannya - mau tak mau harus bersatu untuk menghadapi guru-guru mereka yang telah berubah menjadi zombie, juga para babi yang juga merusaha menulari serta memakan hidup-hidup para murid tersebut.

Film horor berdurasi 86 menit yang disutradarai Kim Seok Jung dan diperani Baek Seo Bin, Kim Seung Hwan, Ha Eun Sul, Kim Kyeong Ryong, dan Park Jae Hoon ini merupakan genre film yang cukup "langka" dibuat di Korea Selatan tahun ini. Memang sepanjang tahun ini, sineas Korea Selatan lebih banyak memfokuskan diri pada film-film drama dan eksyen, sehingga film bergenre horor dan thriller sangat jarang dijumpai. Meski demikian, film ini merupakan terobosan baru buat sineas Korea, mengingat inilah film bertema zombie pertama yang diangkat dan diproduksi Korea Selatan.


DO YOU KNOW? 
Film ini pertama kali ditayangkan tanggal 17 Juli 2014 dalam acara 18th Puchon International Fantastic Film Festival. Penayangan secara nasional (dan internasional) dilakukan tanggal 25 September 2014 silam.


NewerStories OlderStories Home