Serial televisi bergenre thriller ini tergolong istimewa. Selain menegangkan, serial ini juga menampilkan akting yang luar biasa dari Tatiana Maslany, pemeran utama serial ini, yang dengan gemilang dan meyakinkan berhasil memerankan beberapa karakter sekaligus. Bahkan dalam beberapa adegan, karakter tersebut muncul berbarengan dalam satu scene. 

Serial ini mengisahkan tentang Susan Manning (Tatiana Maslany), seorang pencuri asal Inggris, yang datang ke New York untuk menengok anaknya. Saat baru tiba di stasiun kereta api, secara mengejutkan Susan menyaksikan dari dekat seorang gadis - berwajah sama dengannya - yang bnuh diri dengan cara meloncat ke rel kereta api. Kaget dengan kejadian tiba-tiba itu, Susan kabur meninggalkan tempat itu, sambil mengambil tas milik sang korban.

Belakangan, Susan mengetahui kalau korban bernama Elizabeth Childs. Setelah menemukan tempat tinggal Childs, Susan kemudian memutuskan untuk mengganti identitasnya menjadi Childs. Di luar dugaan, Childs ternyata seorang detektif yang sedang menjalani sidang karena kasus penembakan yang tidak disengaja. Belum lagi kasus Childs tuntas, Susan berjumpa dengan seorang wanita misterius asal Jerman bernama Katja yang berwajah sama dengannya. Katja meminta bantuan Susan, namun dia tewas dibunuh seseorang yang tidak diketahui.

Sesaat setelah Katja tewas, seseorang menghubungi Susan dan memintanya mencarikan koper milik Katja. Di sanalah terdapat jawaban atas segala misteri ini. Selanjutnya, Susan berjumla lagi dengan beberapa wanita berwajah sama dengannya, yaitu Allison, Cosima, Helena, dan Rachel. Dari sana, Susan baru tahu kalau ada organisasi rahasia bernama Neolution yang bertujuan menciptakan klon manusia. Tindakan Neolution ini ditentang ole sekte keagamaan Prolethean yang berusaha melenyapkan para klon. Karena itulah, Prolethean menugasi seorang pembunuh bayaran untuk menghabisi satu-persatu klon, termasuk semua klon Susan. Akankah Susan dan para klonnya bisa selamat dari kejaran Prolethean?

Dalam seri ini, Tatiana Maslany memerani sedikitnya 6 orang karakter yang berbeda. Selain karakter yang berbeda, Tatiana juga harus mampu berakting dengan menggunakan aksen bahasa British, USA English, Irlandia, dan Jerman. Tentu saja ini adalah tantangan yang cukup menarik dan berhasil dibawakan dengan sangat baik oleh Tatiana. Tidak heran jika untuk kerja kerasnya ini, Tatiana diganjar banyak penghargaan, termasuk Best Actress untuk Critics Choice Awards (2013), Breakthrough Performance - Female di ajang Young Hollywood Awards (2013), Best Actress di ajang Satellite Awards (2013), dan Best Performance in a Television Series - Drama Actress di ajang Golden Globe Award (2013).

Tidak hanya Tatiana, namun serial ini pun mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton serta memenangkan banyak penghargaan di ajang bergengsi dunia, seperti Golden Globe Awards, Critics' Choice Television Award, Hugo Award, Television Critics Association Award, dan lain-lain.

Serial yang mulai tayang sejak 30 Maret 2013 ini telah memasuki season kedua, yang baru tayang 19 April 2014 silam.


DO YOU KNOW?
Meski di Amerika Serikat ditayangkan oleh stasiun televisi BBC-America, namun serial ini bukanlah serial produksi Inggris, melainkan Kanada.

Dan meski pun sebagian pemeran utamanya - terutama Tatiana Maslany dan Jordan Gavanis (pemeran Felix Dawkins, adik angkat Sarah Mannings) - beraksen Inggris, namun mereka semua adalah para aktor dan aktris Kanada.

Jordan Gavanis mendapatkan banyak pujian di serial ini. Selain karena akting gemilangnya sebagai gay, kemampuan berbahasa dengan aksen British yang kentalnya dinilai nyaris tanpa cela, dan berhasil menipu banyak penonton yang mengira dirinya adalah aktor kelahiran Inggris Raya. Berkat aktingnya di serial ini, dia dianugerahi penghargaan Best Supporting Actor di ajang The Canadian Screen Award tahun 2014.

Di Season 1, Tatiana Maslany memerani 6 karakter klon : Sarah Mannings (pencuri dan tokoh utama serial ini), Elizabeth Childs (detektif yang bunuh diri di awal cerita), Allison Hendrix (ibu rumah tangga), Cosima Niehaus (mahasiswi), Helena (pembunuh bayaran), dan Rachel Duncan (adik kembar Sarah Mannings). Kepiawaian akting Tatiana benar-benar teruji, terutama saat dalam 1 scene dia tampil dan harus bermain menjadi 3 karakter yang berbeda sekaligus.





Sebuah film drama baru-baru ini "mengharu-biru" penonton Korea Selatan dan para penonton di Cannes Film Festival 2014. Film berjudul "A Girl At My Door" (도희야 ; Do Hui Ya) ini disutradarai July Jung dan diperani oleh Bae Doona dan Kim Sae Ron.

Kisahnya cukup menyentuh :  Karena melakukan kesalahan yang cukup fatal di kesatuan kepolisian tempatnya bekerja, Kadet Lee Young Nam (diperani Bae Doona) dipindahkan ke sebuah dusun kecil di daerah Yeosu. Di dusun yang sepi dan tenang itu, Young Nam harus bergaul dengan para polisi pria yang rata-rata berusia sudah sangat lanjut.

Frustrasi dengan kondisi pekerjaannya, Young Nam sering menghabiskan waktu untuk mabuk-mabukan. Dia bahkan menyimpan soju (minuman keras khas Korea) ke dalam botol air minumnya, dan sesekali minum ketika dia mengalami susah tidur.

Di kota tersebut tinggal seorang pria bernama Park Yong Ha (Song Sae Byeok) yang mempekerjakan imigran gelap dan menggelapkan gaji mereka, sehingga banyak pekerja digaji rendah atau tidak sama sekali. Yong Ha punya anak tiri bernama Seon Do Hee (Kim Sae Ron) yang sering dipukulinya. Selain mengalami kekerasan dari ayah tirinya, Do Hee juga dipukuli teman sekolahnya. Akibatnya Do Hee - yang berusia 14 tahun - menjadi sangat pendiam dan tertutup. Ibu Do Hee telah pergi meninggalkannya saat anak itu masih kecil, sehingga dia tidak pernah merasakan kasih sayang ibu.

Satu ketika, dusun tersebut digemparkan dengan penemuan mayat ibu Yong Ha yang mengapung di sungai. Ditengarai kematian ibu Yong Ha akibat ditabrak sepeda motor yang dikemudian oleh seorang wanita pemabuk. Marah atas kematian ibunya, Yong Ha melampiaskan amarahnya pada Do Hee kembali.

Melihat Do Hee mengalami kekerasan dari lingkungan, Young Nam kemudian mengajak Do Hee untuk tinggal bersamanya di sebuah rumah berlibur. Di sana, untuk pertama kalinya Do Hee merasakan hidup nyaman dan tenang tanpa pukulan dan makian, seperti yang biasa dia alami saat tinggal dengan ayah tirinya.Dan untuk pertama kalinya, dia bisa merasakan kelembutan kasih sayang seorang ibu yang diterimanya dari Young Nam.

Namun kehidupan nyaman ini terusik ketika ayah tirinya mengetahui kebiasaan buruk Young Nam yang suka mabuk-mabukan, dan berniat menghancurkan karirnya dengan melaporkan Young Nam pada Atasannya. Akankah Young Nam dipecat? Bagaimana nasib Do Hee kemudian?

Film yang sangat mengharukan ini ditayangkan di Korea tanggal 22 Mei 2014 dan langsung menarik simpati banyak orang. Akting Kae Doona dan Kim Sae Ron disanjung banyak penonton dan kritikus sangat sempurna dan mampu mengaduk-aduk emosi para penonton.


DO YOU KNOW?
Beberapa hari sebelumnya, tepatnya tanggal 19 Mei 2014, film ini mendapatkan kesempatan untuk ditayangkan perdana di acara Cannes Film Festival 2014. Usai film itu diputar, para penonton di sana memberikan standing ovation (tepuk tangan berdiri) selama 3 menit sebagai penghormatan dan penghargaan atas film ini.
Artis Bae Doona merupakan artis Korea Selatan yang terkenal karena sering bermain di layar lebar tanpa make-up, satu hal yang tidak pernah dilakukan oleh artis Korea Selatan lain. Doona pertama kali tampil tanpa make-up di film Barking Dog Never Bite (2000) arahan sutradara Bong Joon Ho. Meski memiliki wajah yang tidak secantik artis Korea Selatan lainnya, namun Doona punya kepercayaan diri yang sangat besar dan selalu tampil apa adanya. Terbukti, kepiawaiannya berakting sangat berkualitas dan sangat dihargai penonton di seluruh dunia. Banyak film yang diperaninya sukses dan namanya dikenal. Beberapa di antaranya adalah The Host (2006), As One (2012), dan Cloud Atlas (2012).  Tahun 2015 mendatang, dia akan bermain dalam film produksi Hollywood berjudul Jupiter Ascending arahan Wachowski Bersaudara (sutradara trilogi film The Matrix yang legendaris).







Tanggal 29 Mei 2014 silam, film ini ditayangkan di Korea Selatan dan langsung menduduki posisi kedua box office Korea Selatan, bersaing ketat dan sangat tipis dengan X Men : Days of Future Past. Film ini pun secara mengejutkan berhasil melampaui perolehan penjualan tiket film Maleficent (peringkat ketiga) dan Oculus (peringkat keempat). Padahal kedua film tersebut termasuk dalam jajaran box-office dunia.

Film A Hard Day (Kkeutkkaji Ganda;  끝까지 간다 ) wajar menjadi jawara mengingat filmnya keren banget dan sangat menegangkan. Sekilas mengingatkan saya pada serial televisi 24 yang penuh ketegangan. Bedanya, kalau 24 berfokus pada konspirasi politik, maka film ini lebih berfokus pada masalah pribadi.

Tokoh sentral dalam film ini adalah Detektif Go Geon Soo (diperani Lee Sun Kyun) yang mengalami kejadian buruk selama 24 jam ke depan. Diawali dengan pagi hari yang menyedihkan di mana dia barusan mendapatkan Surat Cerai dari istrinya. Ditambah lagi pada hari itu, dia harus pergi ke rumah duka untuk mengikuti prosesi pemakaman ibunya yang juga baru meninggal. Di tengah perjalanan menuju rumah duka, dia mendapatkan telepon yang memintanya segera ke kantor karena ada masalah yang harus ditangani.

Akibat pikiran yang terpecah, konsentrasi mengemudinya buyar. Di saat itu, tiba-tiba seseorang menyeberang jalan. Geon Soo tidak sempat mengerem dan menghajar orang tersebut hingga tewas. Panik, Detektif Geon Soo kemudian menyembunyikan mayat orang yang ditabraknya ke dalam peti mati ibunya. Namun tanpa diketahuinya, seseorang diam-diam mengamati dan mengikuti semua gerak-geriknya.

Tidak lama setelah itu, Geon Soo mendapatkan telepon misterius dari orang tersebut yang mengaku sebagai satu-satunya saksi yang melihat kejahatan yang dilakukannya. Hari Geon Soo pun semakin berat, karena orang tersebut mengancam dan memeras Geon Soo. Siapakah orang itu? Benarkah dia melihat semua tindak-tanduk Geon Soo? Mengapa dia melakukan hal itu?

Film action-thriller berdurasi 111 menit secara keseluruhan menggambarkan pergumulan Geon Soo mengungkap penelepon misterius yang memerasnya, dan semuanya terjadi dalam waktu 24 jam. Pendukung lain dalam film yang disutradarai Kim Seong Hun ini adalah Cho Jin Woong, Shin Jung Geun, Jung Man Sik, dan Park Bo Gum.


DO YOU KNOW? 
Film ini terpilih sebagai salah satu film yang ditayangkan di ajang Cannes Film Festival (14 - 25 Mei 2014).

A Hard Day memulai shooting-nya tanggal 20 Agustus 2013 dan berakhir tanggal 30 November 2013.

Awalnya, film ini berjudul "Take It To the Grave" (Moodumkkaji Ganda). Namun pada tanggal 17 April 2014, film ini berganti judul menjadi "Take It To The end / A Hard Day" (Kkeutkkaji Ganda). Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terhadap para korban Kapal MV Sewol yang tenggelam sehari sebelumnya (16 April 2014).


Produksi          : jTBC
Tanggal tayang : 19 Mei - 14 Juli 2014 
Total episode   :16

Saya sangat tertarik dengan sebuah serial drama komedi yang sedang tayang di Korea Selatan, berjudul Yoo Na's Street (유나의 거리; Yuna Eui Geoll). Mungkin jarang-jarang saya bisa menyukai drama Korea, tapi sepertinya serial ini memiliki magnet yang sangat luar biasa untuk menarik siapapun menontonnya. Serial ini tidak saja penuh adegan kocak khas Korea Selatan, namun juga punya cerita penuh motivasi yang bisa menggugah perasaan orang.

Serial ini bertutur tentang kehidupan keluarga pencopet di Korea. Adalah Kang Yoo Na (diperani Kim Ok Bin), yang belajar cara mencopet dan menjadi gadis remaja dengan keahlian copet yang luar biasa hebat dan terkenal di antara para pencopet di lingkungannya. Sejak tertangkap kemudian menginap di hotel prodeo selama beberapa saat, akhirnya Yoo Na bebas dan mencoba mengubah gaya hidupnya.

Dia bekerja paruh waktu sebagai barista di kafe salah seorang temannya. Meski berjanji untuk berubah, namun kebiasaan mencopet yang didapatnya sejak kecil tidak dengan mudah dapat dihilangkannya.

Yoo Na dan keluarganya tinggal di sebuah rumah susun yang ditinggali orang-orang "tidak bener" seperti mantan anggota geng, pelacur, dan pengangguran. Meski hidup dalam lingkungan demikian, namun kesemuanya dapat hidup bahagia dan saling berdampingan, karena mereka semua merasa senasib sebagai orang yang disisihkan masyarakat.

Satu ketika, komplek mereka kedatangan penghuni baru bernama Kim Chang Man (Lee Hee Joon), seorang pengangguran yang juga pekerja sosial. Saat berada di komplek tersebut, Chang Man berjuang untuk bisa masuk ke dalam lingkungan pergaulan tetangganya. Tidak mudah, namun sedikit demi sedikit, Chang Man berhasil mendekati para tetangganya dan membantu mereka yang telah kehilangan rasa percaya diri dan sakit hati karena tersisih dari masyarakat.

Chang Man kemudian berkenalan dengan Yoo Na, dan muncullah api cinta di antara mereka. Namun hubungan ini tidak semudah yang dikira orang, karena Yoo Na merasakan kehidupan Chang Man dan masyarakatnya bagai langit dan bumi. Yoo Na yang merasa sebagai penduduk kaum bawah tidak pantas bergaul dengan masyarakat kelas menengah apalagi atas. Selain itu, dia memiliki perasaan sakit hati karena dijauhi masyarakat, sehingga cukup sulit untuk bisa menerima Chang Man.

Serial ini memotivasi orang untuk dapat melihat bahwa tujuan dari hidup ini bukanlah soal menjadi kaya dan hidup dalam strata atau golongan masyarakat tertentu, namun yang paling penting adalah bagaimana hidup menjadi orang yang bisa mengasihi orang lain, menerima kekurangan orang, serta tidak membeda-bedakan hubungan berdasarkan tingkat sosial.

Alurnya cukup enak untuk diikuti karena sangat ringan, namun bermakna dalam sekali. Hingga hari ini, serial tersebut telah memasuki episode 5 dari rencana total 16 episode.

Serial yang skenarionya ditulis Kim Woon Kyung ini disutradarai duo sutradara Im Tae Woo dan Kim Jae Hong. Selain diperani aktor dan aktris di atas, juga didukung oleh pemain lain, seperti Kang Shin Hyo, Lee Moon Sik, Ahn Nae Sang, Shun So Yul, dan lain-lain.


DO YOU KNOW? 
Serial ini merupakan remake dari serial the Moon of Seoul ( 서울의 달 / Seoului Dal) yang pernah populer di tahun 1994 silam. Serial bertotal 82 episode tersebut mengisahkan cerita yang sama dengan diperani Han Suk Kyu, Choi Min Shink, dan Chae Si Ra.

Penayangan Episode 5 serial ini sempat ditunda. Harusnya episode tersebut ditayangkan tanggal 28 Mei 2014. Namun karena ada debat kandidat Presiden di Seoul tangal 2 Juni 2014, maka penayangan serial tersebut digeser menjadi tanggal 3 Juni 2014.


Jika biasanya saya membahas serial televisi produksi Amerika Serikat dan Korea, maka sekarang saya akan membahas serial televisi dari Inggris. Sebenarnya banyak serial produksi Inggris yang sangat bagus dan menarik. Sayangnya, mungkin karena terbatasnya peredaran DVD serial Inggris, serta tidak pernahnya serial tersebut ditayangkan di televisi, maka gaungnya kurang sekencang serial Amerika.

Kali ini yang akan saya bahas adalah serial televisi yang cukup populer di Inggris : LUTHER. Sebenarnya serial ini sendiri sudah selesai masa tayangnya di Inggris sejak tahun 2013 silam. Meski demikian, serial ini masih terus diminati dan diputar ulang (re-run) di negara asalnya. Bahkan sudah ada rencana untuk mengadaptasi serial ini menjadi film layar lebar dengan pemeran yang sama. Karena itu, rasanya tidak ada salahnya jika saya bahas serial ini sekarang.

Luther adalah drama seri televisi bergenre psychological crime drama. Karakter ini diperani dengan gemilang oleh Idris Elba, sehingga diganjar penghargaan Best Actor in A Miniseries or Television Film di ajang 69th Gloden Globe Awards (2011).

Serial kreasi Neil Cross ini terdiri dari 3 Season, di mana Season 1 ditayangkan tanggal 4 Mei - 8 Juni 2010 (6 episode), Season 2 ditayangkan 14 Juni - 5 Juli 2011 (4 episode), dan Season Terakhir ditayangkan tanggal 2 - 23 Juli 2013 (4 episode).  Setiap season mendapatkan respon yang sangat positif dari penonton. Meski ratingnya sangat tinggi dan kelanjutannya terus dinanti para  penggemarnya, baik Neil Cross dan Idris Elba menegaskan bahwa tidak akan ada lagi kelanjutan dari serial ini. Meski demikian, sebuah versi layar lebar sedang dipersiapkan dan akan menjadi petualangan terakhir Luther.

Secara garis besar, Luther mengisahkan tentang sepak terjang Detective Chief Inspector (DCI) John Luther yang bekerja di Serious Crime Unit. Dia dikenal sebagai seorang polisi berdedikasi yang sangat loyal pada kesatuannya. Namun dalam menjalankan tugas, dia adalah orang yang sangat obsesif, posesif, bahkan menggunakan cara-cara keras untuk menyelesaikan tugas yang diembannya.

Kasus yang ditangani Luther cukup beragam dan kompleks. Mulai dari pedofil, penembak jitu yang mengincar anggota kepolisian London, pembunuh berantai yang juga pemimpin sebuah aliran sesat, hingga psikopat. Kesemuanya dituntaskan Luther dengan caranya yang keras dan tegas.


TRIVIA 
Menurut Neil Cross, kreator serial Luther, karakternya dipengaruhi oleh gaya Sherlock Holmes dan Detektif Columbo (seorang detektif slengeg'an yang pernah populer di awal tahun 1980an). Dalam hal menganalisa masalah, kecerdasan Luther dibuat sejajar dengan Sherlock Holmes. Sedangkan gayanya dalam menangani para pelaku kejahatan mengambil model Columbo yang sangat ugal-ugalan dan seenaknya.

Film Luther yang sedang memasuki pra-produksi saat ini akan melanjutkan cerita yang ditinggalkan seri terakhir Season 3 serial Luther.

Serial Luther merupakan serial Inggris pertama yang disulih-suarakan saat tayang di Slovakia melalui saluran STV-1 (September 2013).

Agar para penonton lebih memahami latar belakang karakter Luther, maka Neil Cross menulis dan merilis novel berjudul Luther : The Calling. Novel yang merupakan prekuel dari seri Luther ini dipublikasikan tanggal 4 Agustus 2011 (penerbit Simon & Schuster). Novel bertotal 368 halaman ini mengisahkan tentang masa lalu John Luther yang pernah mengalami trauma saat menghadapi kasus seorang pembunuh anak. Akhir dari kejadian di novel ini merupakan awal dari petualangan Luther di serial televisi. Novel ini memenangi penghargaan Ngaoi Marsh Award untuk kategori Best Crime Novel (2011).


Bulan Juni sebentar lagi akan lewat ni. Dan setelah itu kita akan memasuki Semester kedua di tahun 2014 ini (Juli - Desember 2014). Kira-kira film menarik apa saja yang perlu kita catat untuk ditonton nanti ya?

Berikut ini adalah daftar film-film yang saya highlight sebagai film yang wajib ditunggu kehadirannya. Film lain - seperti biasa - akan saya tampilkan dalam daftar rutin bulanan ya....

JULI 2014
DAWN OF THE PLANET OF THE APES
Directed          : Matt Reeves
Starring            : Andy Serkis, Gary Oldman, Jason Clarke, Keri Russell
Released date  : July 11, 2014

Entah apa Anda juga menunggu film ini, yang pasti film ini adalah salah satu film yang paling saya tunggu  di tahun ini. Sekuel dari Rise of the Planet of the Apes (2011) ini akan melanjutkan kisah Caesar, sang monyet cerdas hasil evolusi genetika produk manusia. Jika pada seri sebelumnya dia kembali ke habitatnya di hutan, maka di seri ini, kehidupan Caesar kembali diusik manusia setelah merebaknya virus yang nyaris membinasakan spesies manusia.

Di film ini, akan ditunjukkan transformasi Caesar dari seekor monyet cerdas yang awalnya ingin hidup damai berdampingan dengan manusia, menjadi Pemimpin Kaum Monyet yang kelak akan menguasai dan memperbudak manusia. Mengapa dia sampai demikian? Tidak lain karena ulah manusia sendiri ....



AUGUST 2014
THE EXPANDABLES 3
Directed          :Patrick Hughes
Starring            :Sylvester Stallone, Jet Li, Dolph Lundgren, Mel Gibson, Harrison Ford, dan lain-lain
Released date  :August 15, 2014

Film ensembel terbesar dari Hollywood yang menghadirkan puluhan aktor papan atas beradu akting dalam satu film sekaligus, kini hadir kembali. Terakhir, film The Expandables 2 dirilis tahun 2012. Kini, setelah 2 tahun, sekuelnya dirilis dan menghadirkan lebih banyak lagi para aktor laga papan atas dan legendaris Hollywood.

Kali ini kelompok prajurit bayaran The Expandables pimpinan Barney Ross (Sylvester Stallone) akan berhadapan dengan Conrad Stonebanks (Mel Gibson), penyelundup senjata api yang kejam sekaligus salah satu pendiri dari grup The Expandables.  Tentu ini akan jadi pertarungan yang tidak mengenakkan, tapi mereka harus melakukannya, sebelum mereka yang dihabisi oleh pasukan pimpinan Stonebanks.

Dalam seri ini, Jackie Chan akan turut serta bermain sebagai cameo. Sayangnya, peran yang diberikan kepadanya tidak sebesar Jet Li. Jadi buat penggemar Jackie Chan, jangan berkecil hati ya....



SEPTEMBER 2014
THE EQUALIZER
Directed          : Antoine Faqua
Starring            : Denzel Washington, Chloe Grace Moretz, Marton Csokas, Halley Bennett
Released date  : September 26, 2014

Film ini adalah adaptasi dari serial televisi berjudul sama yang pernah populer di tahun 1985 - 1989. Serial tersebut mengisahkan tentang petualangan seorang detektif tua yang misterius bernama Robert McCall (diperani Edward Woodward), yang menolong banyak orang yang membutuhkan bantuannya. Dalam menyelesaikan setiap kasusnya, McCall selalu menggunakan teknik layaknya agen rahasia dan memiliki banyak mata-mata yang tersebar di jalanan.

Di versi layar lebar ini, Denzel Washington akan memerani karakter Robert McCall. Berbeda dengan karakter aslinya, dalam versi ini, Robert McCall akan digambarkan sebagai seorang detektif yang brutal dan menghalalkan segala cara untuk menuntaskan kasus yang dihadapinya. Perubahan ini mengingatkan saya pada karakter James Bond yang dulu digambarkan flamboyan, namun pada versi Daniel Craig berubah menjadi karakter yang brutal dan tidak pandang bulu. Menarik sekali ....


OCTOBER 2014
LEFT BEHIND
Director           : Vic Amstrong
Starring            : Nicholas Cage, Cassi Thomson, Chad michael Murray, Nicky Whelan, Jordin Sparks
Released Date :  October 3, 2014

Diangkat dari novel terlaris sepanjang masa berjudul sama karya Tim LaHaye dan Jerry B. Jenkins, film ini akan mengetengahkan tentang hilangnya jutaan manusia secara misterius dari muka bumi. Kepanikan dan kerusuhan merebak, membuat dunia menjadi neraka yang mengerikan.

Cerita film ini akan berpusat pada Pilot Ray Steele (Nicholas Cage) yang sedang membawa pesawat dan tiba-tiba menyaksikan para penumpangnya hilang satu-persatu. Mesin pesawatnya tiba-tiba rusak, dan dia harus berjuang mendaratkan pesawatnya dengan selamat. Tiba di darat kembali, Ray harus berjuang bertahan hidup menghadapi kepanikan masyarakat.


NOVEMBER 2014
THE HUNGER GAMES : MOCKINGJAY PART 1
Director           :Francis Lawrence
Starring            : Jeniffer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Woody Harrelson
Released Date : November 15, 2014

Petualangan Katniss Everdeen akan segera berakhir. Ini merupakan seri pertama dari episode terakhir The Hunger Games yang fenomenal, yang merupakan film yang yang paling ditunggu oleh para penonton di seluruh dunia saat ini.

Dalam seri ini, Katniss (diperani Jennifer Lawrence) dari Distrik 13 akan bertarung demi membebaskan sahabatnya Peeta (Josh Hutcherson) dan menyelamatkan negaranya dari penjajahan.

Seri ketiga dari The Hunger Game ini diprediksi akan jauh lebih dasyat daripada seri sebelumnya (the hunger Games : Catching The Fire). Seri kedua dari Mockingjay dan seri penutup dari The Hunger Games akan dirilis 20 November 2015.


DECEMBER 2014
THE HOBBIT : THE BATTLE OF THE FIVE ARMIES 
Director           : Peter Jackson
Starring            : Ian McKellen, Martin Freeman, Richard Armitage, Evangeline Lilly, Kate Blanchett
Released Date : December 12, 2014

Inilah instalmen terakhir dari petualangan The Hobbit yang mendebarkan dan menegangkan. Alurnya akan melanjutkan apa yang telah ditinggalkan di seri kedua, di mana para kurcaci telah menemukan dan membangunkan Smaug Si Naga, maka perang antara Goblin, Warg, Manusia, Elf, Rajawali, dan Beorn kembali terjadi di mana semuanya berusaha menguasai Erebor, yang merupakan gudang harga milik Bangsa Kurcaci.

Seru. Menegangkan. Serta sangat kolosal. Ini mengingatkan saya pada seri terakhir The Lord of The Rings yang benar-benar fenomenal dan fantastis. Rasanya seri ini akan sangat sayang untuk dilewatkan. Catat.









MOZU adalah mini seri televisi yang sedang "rame" di Jepang. Diangkat dari novel "Mozu no Sakebu Yoru" karya Go Osaka (dipublikasikan Februari 1986 oleh Shueisha Inc.), mini seri ini menawarkan sebuah alur cerita yang menegangkan dan mendebarkan. Saat ini, MOZU telah dibuat dalam 2 Season. Season pertama (berjudul MOZU Season 1 - Mozu no Sakebu Yoru; total 3 episode) ditayangkan tanggal 10 - 24 April 2014 silam. Sedangkan  Season kedua (MOZU Season 2 - Maboroshi no Tsubasa; total 5 episode) baru akan tayang 22 Juni - 20 Juli 2014 mendatang.

Ceritanya berpusat pada 3 orang polisi : Inspektur Kuraki Naotake (diperani Hidetoshi Nishijima), Asisten Inspektur Osugi Ryota (Teruyuki Kagawa), dan Sersan Akeboshi Miki (Yoko Maki). Ketiganya adalah Agen Kepolisian Jepang dari tiga divisi berbeda yang bertarung melawan waktu mengejar seorang psikopat yang berniat menimbulkan keresahan masyarakat Tokyo.

Pada Season pertama, dikisahkan sebuah ledakan bom mengguncangkan pusat perbelanjaan di Hibiya,Tokyo, dan membunuh ratusan orang yang berada di pusat perbelanjaan yang ramai tersebut. Salah satu korban yang tewas adalah Chihiro, yang tidak lain adalah istri dari Inspektur Kuraki Naotake dari Divisi Pelayanan Khusus Pengamanan Publik (Public Security's First Special Service Division). Hal ini membangkitkan amarah sang Inspektur dan membuatnya bertekad menangkap sang pelaku.

Pasca ledakan bom tersebut, masyarakat mendesak Kepolisian Jepang untuk segera menangkap dan mengadili pelaku pengeboman tersebut. Karena itu, Dinas Kepolisian membentuk tim investigasi yang merupakan gabungan dari beberapa departemen dan divisi kepolisian, yaitu First Special Service Division (Kuraki), First Investigative Division (Osugi), dan Dinas Kepolisian (Miki).

Penyelidikan ketiga detektif itu mengungkapkan adanya seorang pembunuh bayaran bernama Mozu yang sengaja memasang bom di beberapa tempat tertentu di Tokyo guna menimbulkan kepanikan. Namun tidak seorang pun tahu wajah asli dari Mozu. Hingga satu ketika, investigasi mereka mengarah pada seorang pemuda misterius bernama Shingai Kazuhiko. Shingai selalu mengalami sakit kepala yang aneh dan datangnya tiba-tiba. Hal ini menimbulkan kecurigaan ketiga detektif itu, apakah Shingai memang pelaku pengeboman bernama Mozu itu? Apakah Shingai ada sosok berkepribadian ganda? Atau justru Shingai adalah tokoh kunci yang tahu siapa Mozu sebenarnya?

Pada Season 2 yang akan tayang dalam waktu dekat, dikisahkan kedok Mozu telah terungkap dan berhasil ditaklukkan. Marah dan dendam dengan ketiga detektif yang telah mengalahkannya, Mozu melarikan diri ke Korea Selatan, lalu menyusup kembali ke Jepang sebagai Agen Negara Ginseng tersebut. Kali ini, dia melakukan rangkaian pembunuhan brutal pada beberapa orang pasien di rumah sakit. Semua korban adalah orang-orang yang berkecimpung di dunia politik.

Kuraki, Osugi, dan Miki kembali diminta bekerja sama untuk menangkap Mozu dan mengungkap aksi pembunuhan yang dilakukannya. Meski mereka pernah mengalahkan Mozu dan berhasil menyibak jati dirinya, namun Mozu yang sekarang jauh lebih licik. Dengan menggunakan wajah dan identitas baru, sangat sulit bagi ketiga detektif untuk untuk tahu siapa Mozu sekarang. Investigasi yang dilakukan oleh Kuraki, Osugi, dan Miki justru mengarahkan mereka pada gerakan konspirasi politik yang akan mengguncang pemerintahan Jepang.

Serial ini terbilang cukup dasyat dan "kolosal", terutama Season 1 seri 1 di mana adegan pengeboman gedung pusat perbelanjaan digambarkan cukup fenomenal dan mengejutkan. Selain akting memukau setiap pemain serial ini dan efek khusus yang menarik, sinematografi mini seri ini pun sangat baik. Banyak adegan dibuat dengan sangat dramatis, sehingga mampu menguras emosi penonton. Kritikus pun menilai serial yang masing-masing episodenya berdurasi 90 menit ini berhasil membawa suasana mencekam dengan alur cerita yang sangat cepat dan tidak membosankan. 


DO YOU KNOW? 
Produksi dua Season Serial MOZU merupakan hasil kerjasama dua rumah produksi terkemuka di Jepang : TBS dan Wowow.

Novelis Go Osaka - yang menulis novel MOZU - turut pula merancang skenario dua Season mini seri MOZU ini bersama Kosuke Nishi.

Aktris Yoko Maki yang memerani Akeboshi Misa merupakan aktris papan atas Jepang yang baru-baru ini meraih 2 penghargaan sekaligus di ajang Japan Academy 2013, yaitu Best Actress dan Best Supporting Actress. Prestasi dan kemampuan aktingnya dipuji para kritikus setara dengan Kate Winslet yang juga pernah meraih 2 penghargaan secara bersamaan di ajang Academy Award untuk film Titanic (1998).

Banyak kritikus memuji akting Ikematsu Sosuke di mini seri Mozu ini. Pemuda yang baru-baru ini menyelesaikan film layar lebar Adult Drop, Love's Whirlpool, dan Our Family ini berhasil membawakan akting pria berkepribadian ganda yang mampu menyihir penonton untuk terpesona, kagum, sekaligus miris dalam waktu bersamaan.


Cukup lama rasanya saya tidak membuat ulasan film Jepang. Jadi kangen juga untuk menonton dan menikmati film Negara Sakura ini lagi. Dan salah satu yang langsung menarik minat saya adalah The World of Kanako (渇き。), sebuah film suspense karya sutradara Tetsuya Nakashima. 

Diangkat dari novel berjudul Hateshinaki Kawaki karya penulis Akio Fukamachi, film ini mengisahkan tentang seorang gadis remaja bernama Kanako Fujishima (diperani Nana Komatsu) yang suatu hari tiba-tiba menghilang. Kanako sendiri adalah seorang siswi dari sebuah sekolah SMP terpandang di Jepang. Dia adalah anak yang cemerlang, pandai, dan menjadi murid teladan di sekolahnya. Hilangnya Kanako sontak mengejutkan pihak sekolah.

Saat tahu anaknya hilang, Ayah Kanako, mantan detektif Akihiro Fujishima (Koji Yakusho), segera melakukan investigasi, mencari keberadaan anaknya itu. 

Pencarian dimulai dari teman-teman sekolah, guru, dan orang-orang yang dianggapnya tahu keberadaan Kanako. Namun, semakin dalam mencari, Akihiro semakin menemukan fakta bahwa anaknya yang dikenal santun, pendiam, dan pandai di sekolah tersebut, ternyata bukanlah gadis yang biasa dia kenal. Kanako ternyata punya kehidupan lain yang sangat jauh dari apa yang diketahui ayahnya. 

Dari awal hingga akhir, film berdurasi 118 menit ini akan terus-menerus menyuguhkan fakta-fakta mengejutkan tentang Kanako, yang sama sekali jauh berbeda dari apa yang kita duga di awal cerita. Jadi, siapa Kanako sebenarnya? 

Selain diperani Nana Komatsu dan Koji Yakusho, film ini diperani juga oleh Satoshi Tsumabuki, Hiroya Shimizu, Fumi Nikaido, dan Ai Hashimoto.

DO YOU KNOW? 
Film ini diangkat dari novel berjudul "Hateshinaki Kawaki" yang ditulis oleh Akio Fukamachi dan diterbitkan tanggal 27 Januari 2005 oleh Takarajimasha Inc. Novel yang merupakan karya pertama Akio ini mendapatkan banyak pujian dan penghargaan, serta menjadi salah satu novel terlaris saat itu. Salah satu penghargaan bergengsi yang diperoleh novel tersebut adalah The Best Mystery Novel di Ajang 3rd Annual Kono Mystery Ga Sugoi Award (2005).


Koji Yakusho in The "World Of Kanako"

Dalam proses pembuatan film ini, Akio Fukamachi juga ikut membantu dalam proses pembuatan skenarionya bersama sang sutradara Tetsuya Nakashima, Nobuhiro Kadoma, dan Miako Tadano.
Film ini memulai shooting-nya tanggal 7 Agustus 2013 dan tuntas pada bulan Januari 2014. Setelah melalui proses editing dan pasca produksi, film ini akhirnya selesai diproses akhir April 2014, dan tayang di bioskop Jepang tanggal 4 Juli 2014.
Hampir semua pemain dalam film ini sebelumnya sudah pernah bekerja sama dengan Sutradara Tetsuya Nakashima dalam proyek sang sutradara sebelumnya. Miki Natakani (pemeran guru Kanako) sebelumnya adalah pemeran utama film Memories of Matsuko garapan Tetsuya. Berkat perannya ituu, Miki mendapatkan penghargaan sebagai Best Actress dalam ajang Japan Academy Award 2006. Selain itu, Satoshi Tsumabuki (pemeran detektif yang membantu investigasi detektif Akihiro) juga pernah bermain dalam film Paco. 
Nana Kumatsu as Kanako in "The World of Kanako"

Film ini merupakan film debut bagi Nana Kumatsu, pemeran Kanako. Sebelumnya Nana pernah melakukan audisi untuk salah satu film Tetsuya Nakashima, namun gagal. Meski demikian, akting Nana sudah menarik perhatian Sutradara tersebut. Sehingga saat akan memproduksi film ini, Sutradara Tetsuya langsung merekrut Nana Kumatsu tanpa melalui proses kasting lagi. 

Kangen dengan Jang Dong Gun? Aktor berwajah tampan ini terakhir bermain film dan serial televisi tahun 2012 silam. Aktor tampan yang terkenal lewat serial televisi All About Eve (2000) silam ini terakhir membintangi film layar lebar berjudul Dangerous Liaisons (2012), film produksi Tiongkok - Korea, dan beradu akting dengan Zhang Ziyi dan Cecilia Cheung. Sedangkan serial televisi yang terakhir diperaninya adalah A Gentleman's Dignity (2012), sebuah serial kocak tentang 4 pria jomblo yang mencari cinta. Serial tersebut merupakan serial pertama setelah Jang Dong Gun vakum 12 tahun bermain serial televisi.



Kali ini, Jang Dong Gun hadir kembali dalam sebuah film layar lebar genre drama-action berjudul No Tears for The Dead (우는 남자 ; Uneun Namja, yang berarti "Crying Man").

Kisah film ini cukup unik.  Gon adalah seorang anak yang ditinggal pergi ibunya setelah mereka berimigrasi ke Amerika Serikat. Dia kemudian diasuh oleh keluarga mafia dan dididik menjadi seorang pembunuh. Setelah dewasa, Gon (yang diperani Jang Dong Gun) bekerja pada keluarga mafia itu dan menjadi seorang pembunuh berdarah dingin.

Dalam salah satu misinya, tanpa sengaja Gon membunuh seorang gadis muda yang kebetulan berada di dekatnya. Didera rasa bersalah dan malu, Gon akhirnya memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya. Namun sebelum itu, Gon harus menyelesaikan tugas terakhir, menghabisi seorang calon korban yang tinggal di Korea. Di sana, Gon baru menyadari kalau Mo Gyeung (diperani Kim Min Hee) - calon korban terakhirnya - ternyata adalah Ibu dari gadis yang tanpa sengaja dibunuhnya beberapa waktu silam.

Kini Gon harus menghadapi pilihan hidup dan mati : membunuh sang korban atau mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk melindungi sang korban, serta menebus dosanya di masa lalu.

Pemeran lain yang bermain di film ini adalah Brian Tee, Kim Hee Won, Jun Seong Kim, Kang Han Na, dan Byun Yo Han. Film berdurasi 116 menit yang disutradarai Lee Jeong Beom ini telah tayang di Korea Selatan tanggal 4 Juni 2014 silam.

Banyak penonton menilai film ini berhasil menampilkan sisi lain dari seorang pembunuh yang biasa ditampilkan di layar lebar. Di film ini, Jang Dong Gun dinilai sangat berhasil membawakan peran Gon yang berdarah dingin namun lembut dan berhati mulia.

Adegan yang paling mendebarkan dan tidak boleh Anda lewatkan adalah adegan tembak-tembakan di tengah kota Seoul yang saat itu sedang ramai dan padat. Adegan itu dibuat dengan sangat dramatis dan detil sekali, sehingga menimbulkan decak kagum dan pujian banyak kritikus.

Secara umum, film ini merupakan film aksi yang sangat menarik dan wajib untuk dinantikan. Bagi penggemar Jang Dong Gun, film ini merupakan pelepas rindu setelah 2 tahun tidak melihat aksi pria tampan berwajah "cool" ini.

Saya baru berkesempatan nonton film ini setelah tayang di Indonesia 2 tahun silam. Film yang disutradarai Joko Anwar dan diperani Rio Dewanto, Marsha Timothy, Hanna Al-Rashid, Izzi Isman, dan Aridh Tritama ini merupakan film bergenre thriller produks Indonesia. Filmnya cukup menarik karena dibuat dengan menggunakan dialog bahasa Inggris. Tujuan untuk menghadirkan film lokal yang bisa "go international" patut diapresiasi. Sayangnya, meski sudah berusaha menayangkan sebuah tontonan yang berkelas Hollywood, film ini penuh cacat yang sangat mengecewakan (meski sejak awal film ini sudah berhasil menarik penonton untuk menontonnya hingga tuntas).

Film ini diawali dengan seorang pria (diperani Rio Dewanto) yang terbangun di tengah hutan dalam kondisi terkubur. Pria yang mengalami amnesia ini tidak ingat siapa dirinya dan bagaimana dia berada di tengah hutan. Dalam penelusuran, dia menemukan sebuah rumah di tengah hutan, yang terdapat mayat seorang wanita hamil dan rekaman film adegan pembunuhan atas perempuan tersebut. Panik, pria itu kemudian kabur dan bersembunyi ketakutan di tengah hutan. Dia kemudian menemukan dompetnya, di mana dia menemukan kalau namanya adalah John Evans.

Dia kemudian terus menelusuri hutan, mencari jawaban mengapa dia berada di tengah hutan. Satu demi satu petunjuk dia dapatkan, dan akhirnya John menyadari kalau dirinya berada di hutan bersama dua orang anaknya. John harus menyelamatkan keduanya, sembari menghidar dari kejaran orang-orang yang misterius yang terus-menerus mengejarnya.

Sekilas, film ini menawarkan premis tontonan yang sangat menarik. Dua puluh menit pertama juga merupakan tontonan yang mendebarkan dan sangat berhasil menghipnotis penonton, karena menampilkan adegan mendebarkan yang nyaris tanpa dialog. Sayang, menit-menit berikutnya, tontonan berdurasi 90 menit ini justru meninggalkan kekecewaan yang teramat dalam.

Banyak bagian dalam film ini yang sangat mengganggu dan - entah mengapa - terkesan dibuat asal-asalan. Yang paling mengganggu adalah kameranya yang sering bergoyang-goyang, padahal sedang adegan statis. Misalnya saat adegan kedua anak John sedang duduk diam di semak-semak sambil berbisik, tiba-tiba kamera yang merekam adegan tersebut bergoyang-goyang. Sepertinya kameramen tergelincir saat merekam adegan tersebut. Anehnya, bagian ini tidak diperhatikan oleh Sutradara dan tidak melakukan "re-take" pada bagian tersebut.

Hal lain terjadi saat adegan John menengok ke jendela rumah tua. Kamera yang dibawa kameramen seharusnya menjadi "mata" John, justru tidak melakukan fungsinya. Alih-alih menjadi "mata", kamera untuk shooting film ini justru terkesan menjadi pengekor. Setelah John selesai menengok isi rumah, gantian kamera ikut-ikutan "kepo" melongok ke dalam rumah tua tersebut. Adegan yang tadinya menunjukkan John sendirian, jadi seperti John sedang berjalan bersama seseorang yang memegang kamera. Akibatnya, ketegangan yang semula sudah sangat solid dibangun menjadi hilang dan berganti kekonyolan. Akting totalitas Rio Dewanto yang tadinya sudah baik, menjadi sia-sia gara-gara pengambilan gambar seperti ini.

Film yang seharusnya menarik, berubah menjadi menggelikan. Film ini sebenarnya telah mampu berhasil menahan penonton selama 20 menit pertama menyaksikan adegan penuh ketegangan. Sayang, 70 menit berikutnya menjadi sangat membosankan karena kesalahan-kesalahan tersebut. Sayang sekali....




Meski judulnya mengingatkan kita pada sosok detektif terkenal karya Sir Arthur Conan Doyle (Sherlock Holmes), namun serial televisi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan karakter tersebut. Serial Young Sherlock adalah serial produksi Hong Kong, yang mengisahkan tentang petualangan Detektif Di Renjie yang dikenal dengan nama Detective Dee, seorang petugas kepolisian di Masa Dinasti Tang yang terkenal karena kecerdasan dan kelihaiannya dalam mengungkap banyak kasus kriminal di masa tersebut.

Mirip seperti Sherlock Holmes, Detective Dee adalah seorang detektif yang sangat jeli dalam melihat detil kasus. Kasus yang dihadapinya selalu kasus yang pelik dan rumit, dengan penyelesaian yang seringkali mengejutkan dan tidak terpikirkan banyak orang.

Banyak literatur dan film tentang Detective Dee yang dibuat. Dan kini, petualangan Detective Dee akhirnya diangkat ke serial televisi oleh stasiun televisi TVB - Hong Kong.

Diperani Bosco Wong, Ma Tian Yu, Cindy Sun, dan Stephy Qi,  serial yang mulai tayang di Hong Kong tanggal 6 Juni 2014 ini mengisahkan tentang Di Ren Jie (Bosco Wong), seorang pemuda berusia 26 tahun yang mengikuti ujian menjadi petugas kerajaan di Kota Chang'An. Saat mengikuti ujian, seorang pembunuh yang menyamar sebagai salah seorang peserta ujian, berusaha membunuh Ratu Wu Zetian (Ruby Lin), yang kala itu menjadi Pengawas Ujian. Beruntung aksi itu berhasil digagalkan Ren Jie, dan sang pembunuh pun kabur.

Ruby Lin as Queen Wu Zetian
Atas tindakannya menyelamatkan Ratu, Ren Jie kemudian diangkat sebagai petugas kerajaan dan mendapatkan tugas dari Ratu untuk menyidiki siapa pelaku yang nyaris membunuh dirinya tersebut. Saat menjalankan tugas ini, Ren Jie didampingi oleh sahabatnya : Wang Yuan Fang (diperani Ma Tian Yu) - seorang ahli obat-obatan - serta Tong Meng Yao (Cindy Sun), sahabat masa kecil Ren Jie. Dalam petualangannya, Ren Jie berhasil mengungkap kalau rencana pembunuhan Ratu hanyalah awal dari sebuah konspirasi besar untuk menggulingkan Kaisar Gaozong  (Yuan Hong). Siapakah pelakunya?

Selain di Hong Kong, serial dengan total 40 episode yang disutradarai oleh Ling Feng telah juga bisa dinikmati oleh masyarakat Tiongkok melalui saluran Hunan TV. Kapan ya bisa tayang di Indonesia?


ABOUT "DETECTIVE DEE"
Detective Dee atau Di Ren Jie adalah salah satu tokoh sejarah yang cukup terkenal dari Dinasti Tang. Hidup pada tahun 630 - 700 Sesudah Masehi, Petugas Kerajaan bergelar 梁文惠公 (Panglima dari Liang Wen Hui) dan berjuluk 懷英 (Huai Ying) ini adalah orang kepercayaan dari Kaisar Tai Zong (598 - 649) dari Dinasti Tang.

Sejak muda, Ren Jie sudah dikenal sebagai anak yang sangat cerdas. Dia menjadi orang pertama yang lulus dengan nilai terbaik dalam Ujian Penerimaan Petugas Kerajaan dan mendapatkan penghargaan khusus dari Ratu Wu Zhe Tian, istri dari Kaisar Tai Zhong.

Nama Ren Jie mulai dikenal saat dia menjadi Sekretaris di Kantor Pemerintahan Prefektur Bian (daerah Kaifeng, Henan). Di masa itu, dia dituduh melakukan kejahatan. Di hadapan Menteri Pekerjaan Umum, Yan Li Ben, Ren Jie berhasil membuktikan dirinya tidak bersalah. Menteri Yan sangat terkesan dengan cara Ren Jie membela diri, sehingga mengangkatnya menjadi Staf Khusus di Prefektur Bing (daerah Taiyuan, Shanxi).
Bosco Wong as Detective Dee Ren Jie

Tahun 676, di masa Pemerintahan Kaisar Gaozong (anak dari Kaisar Taizong), Ren Jie diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Kehakiman Agung. Di masa itulah, karir Ren Jie melonjak dan namanya sangat terkenal. Dia menjadi Hakim Agung yang menangani lebih dari 17.000 kasus setiap tahun tanpa mendapatkan sedikit pun keluhan. Bahkan banyak orang memuji kehandalan dan kebijaksanaannya dalam menangani setiap kasus. 


Meski banyak menangani kasus pengadilan, namun nama Ren Jie kalah pamor dengan Bao Jing Dien (Judge Bao) yang juga terkenal sebagai Hakim Agung. Meski demikian, Ren Jie lebih dikenal karena pemikirannya yang tajam dalam menangani setiap kasus. Tidak heran, banyak orang lebih menganggap Ren Jie sebagai seorang penyidik daripada seorang hakim.

Nama Di Ren Jie mulai dikenal luas dunia setelah diangkat dalam literatur pada abad ke-18, dengan dirilisnya serangkaian tulisan yang dibuat oleh penulis yang menyebut dirinya " 不题撰人" (Bu Ti Zhuan Ren; Penulis yang Tidak Ingin Namanya Diketahui). Karya literatur petualangan Di Ren Jie dipublikasikan dalam bentuk serangkaian cerpen berjudul "Cases of Judge Dee" ( 狄公案; Di Gong An). Cerpen-cerpen tersebut kemudian dikompilasi dan diterjemahkan oleh Robert van Gulik, seorang sinologis dan diplomat Belanda, yang lalu diterbitkan dengan judul  Celebrated Cases of Judge Dee.

Sepak terjangnya baru dibuat dalam bentuk sinema tahun 2004. CCTV-8, salah satu stasiun televisi terbesar di Tiongkok, adalah stasiun televisi pertama yang mengangkat petualangan Detektif Dee ke layar televisi. Serial Amazing Detective Di Ren Jie (神探狄仁杰) ditayangkan tanggal 6 Agustus 2004 di CCTV-8, dan menjadi serial yang sangat diminati dengan rating yang sangat tinggi kala itu. Sukses serial ini kemudian dilanjutkan dengan sekuel-sekuelnya : Amazing Detective Di Ren Jie 2 (2006), Amazing Detective Di Ren Jie 3 (2008), dan Amazing Detective Di Ren Jie (2010).

Hong Kong baru mengadaptasi petulangan Detektif Dee pada tahun 2009 dengan merilis serial televisi The Greatness of A Hero. Serial dengan total 20 episode yang diperani Kent Cheng dan diproduksi TVB ini ditayangkan tanggal 9 Februari 2009.

Detektif Dee baru diangkat ke layar lebar tahun 2010. Sutradara Hong Kong Tsui Hark merilis film berjudul Detective Dee and The Mystery of The Phantom Flame, yang diperani Andy Lau, Carina Lau, Li Bingbing, Tony Leung Ka Fai, dan Deng Chao. Film berdurasi 122 menit ini dibuat dengan bujet US$ 20 juta dan meraup keuntungan US$ 51,7 juta, menjadikan film ini sebagai salah satu box-office Hong Kong saat itu. Film ini tidak saja sukses secara lokal, namun juga mendunia, terutama di Amerika Serikat.

Sukses film ini kemudian diikuti dengan sekuel / prekuelnya, berjudul Young Detective Dee : Rise of The Sea Dragon, yang dirilis tahun 2013. Film ini tetap disutradarai Tsui Hark, namun pemerannya diganti menjadi Mark Chao yang berperan sebagai Dee Ren Jie muda. Berdurasi lebih panjang (133 menit) dengan bujet pembuatan yang sama, film ini berhasil mengalahkan seri pertamanya dengan meraup pendapatan sebesar US$ 98.4 juta.

Dan petualangan Dee Ren Jie terbaru adalah serial ini yang baru tayang di Hong Kong awal bulan Juni 2014.


DO YOU KNOW? 
Selain berperan sebagai Ratu Wu Ze Tian, dalam serial Young Sherlock ini, Ruby Lin juga bertindak sebagai Art Director dan Produser. Dapat dimaklumi kalau Ruby Lin terlibat cukup banyak dalam serial ini, mengingat perusahaan yang memproduksi serial ini adalah perusahaan miliknya : Ruby Lin Studio. Sebagai informasi, Ruby Lin Studio berdiri sejak tahun 2009 dan bergerak di berbagai aspek di dunia hiburan, seperti film dan studio rekaman. Sejak berdiri, perusahaan ini telah mendapatkan perhatian karena film dan serial televisi yang diproduksinya selalu menjadi "hit" dan disukai banyak penonton. Berbagai penghargaan pun pernah diraih studio ini, antara lain TV Series of The Year di ajang Dragon TV Awards (Shanghai, 2010), dan Best Produser Awards (untuk Ruby Lin) di ajang Youku Awards (China, 2011).

Shooting keseluruhan 40 episode serial Young Sherlock dilakukan di Hengdian World Studios, dan memakan waktu 3 bulan.




Sepertinya negara Singapura sangat "suka" memproduksi film-film bertema kehidupan para pembantu rumah tangga. Setidaknya sudah ada 3 film bertema itu yang saya tonton baru-baru ini : Ghost Child (baca review lengkapnya di : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2013/06/movie-review-ghost-child-aka-tuyul-toyol.html), Ilo Ilo, dan yang paling anyar : The Maid.

Sebenarnya The Maid bukan film baru. Film ini diproduksi tahun 2005. Meski demikian, saya baru berkesempatan menonton film ini beberapa hari lalu. Harus saya akui, film bergenre drama-horor ini benar-benar sangat menarik dengan alur cerita yang sangat tidak terduga. Dibandingkan Ghost Child - yang sama-sama produksi Singapura yang juga bergenre horor - film The Maid terasa jauh lebih berbobot dan berada di atas film tersebut. Tidak heran kalau The Maid menjadi film box-office di Singapura tahun 2005 silam, serta berhasil memecahkan rekor sebagai film produk lokal berpenghasilan terbesar saat itu. Tidak hanya itu, beragam penghargaan pun diraih film ini. Salah satunya adalah penghargaan dari European Fantastic Film Festical Federation (EFFFF) Asian Film Award untuk kategori Best Asian Film Of The Year.

Skenario The Maid dibuat oleh Kelvin Tong. Selain itu, Kelvin juga menyutradarai film ini. Diperani Alessandra De Rossi, Chen Shu Cheng, Hong Hui Fang, dan Benny Soh, film berdurasi 98 menit ini mengisahkan tentang seorang pembantu rumah tangga kewarganegaraan Filipina bernama Rosa Dimaano (diperani dengan baik oleh si cantik blasteran Italia-Filipina Alessandra de Rossi) - gadis berusia 18 tahun - yang datang dan bekerja di sebuah keluarga di Singapura.

Keluarga Tuan dan Nyonya Teo (diperani oleh aktor dan aktris veteran Singapura Cheng Shu Cheng dan Hong Hui Fang) ini memiliki seorang anak berusia 21 tahun yang mengalami gangguan mental bernama Ah Soon (diperani Benny Soh) yang segera menjadi sangat akrab dengan Rosa.

Saat tiba, Rosa baru mengetahui kalau di Singapura sedang merayakan Bulan Hantu (Ghost Month), di mana pada saat itu, masyarakat Tiongkok meyakini kalau Pintu Neraka sedang terbuka dan semua roh turun ke dunia. Sialnya, karena tidak mengetahui adat-istiadat tersebut, beberapa kali Rosa melakukan kesalahan fatal yang tabu dilakukan masyarakat di sana saat Bulan Hantu tersebut, sehingga Rosa mengalami hal-hal aneh. Salah satunya adalah dapat melihat dan berinteraksi dengan roh orang mati.

Sejak itu, Rosa selalu mengalami penglihatan dan penampakan mengerikan yang membuatnya sangat ketakutan. Puncaknya adalah saat dia menemukan sebuah kaca bertuliskan nama "Esther Santos". Saat mencari tahu siapa Esther, dia menemukan banyak misteri yang pada akhirnya mengancam nyawanya.

Banyak kejutan cerdas di film ini. Banyak hal tidak terduga yang ditampilkan di film ini, dan dapat membuat penonton terkejut, bahkan berdecak kagum karena hal tersebut. Saya tidak ingin menuliskan apa saja kejutan yang ada dalam film ini, karena akan merusak mood Anda saat menyaksikan film ini. Yang bisa saya informasikan adalah film ini tidak ada adegan penuh darah, atau pun menakutkan khas film horor yang umum Anda tonton. Film ini sangat khas film Singapura : Sederhana. Tidak ada efek khusus yang canggih maupun make-up yang seram. Semuanya ditampilkan dengan sangat sederhana, bahkan terkesan biasa sekali. Kekuatan film ini adalah pada naskah skenarionya yang sangat menarik dan enak untuk dikuti hingga akhir.

Bagi penyuka film horor, The Maid adalah film horor yang sangat menarik untuk ditonton. Meski sudah diproduksi dan tayang 10 tahun silam, namun tema dan konteksnya masih relevan dengan kondisi masyarakat Singapura - juga masyarakat peranakan atau keturunan Tiongkok yang tersebar di Asia - masa kini.


ABOUT "GHOST MONTH"
Bulan Hantu atau dikenal juga dengan Ghost Festival, atau Hungry Ghost Festival (盂蘭; Yu Lan). adalah salah satu perayaan tradisional masyarakat Tiongkok yang hingga kini masih dipercaya dan dirayakan, baik oleh masyarakat di Negara Tiongkok, maupun yang tinggal di negara lain, seperti di Singapura, Jepang, Vietnam, Korea, Taiwan, Hong Kong, dan Indonesia.

Tradisi ini diduga telah dilakukan sejak abad ke-15 di Masa Dinasti Ming, dan menjadi tradisi masyarakat Tiongkok. Ajaran Tao dan Buddha kemudian memasukkan tradisi ini sebagai bagian kanonik dari ajaran kedua ajaran dan agama tersebut.

Bulan Hantu atau Festival Bulan Hantu ini biasanya dirayakan setiap tanggal 15 bulan ketujuh dari tanggalan Tiongkok. Pada bulan ini, masyarakat Tiongkok meyakini bahwa pintu akhirat akan dibuka dan semua roh orang mati diberi kesempatan untuk turun ke dunia. Biasanya pada kesempatan ini, masyarakat keturunan Tionghoa melakukan tradisi ke kuburan keluarga, dengan membawakan makanan untuk arwah keluarga mereka tersebut. Selain itu, masyarakat yang merayakan biasanya menyalakan dupa serta membakar uang kertas orang mati sebagai persembahan dan penghormatan kepada keluarga mereka.

Pada hari ke-14 dari perayaan ini, masyarakat akan menyalakan lentera dan melarungnya ke sungai di dekat rumah, sebagai penunjuk arah bagi para roh untuk dapat kembali ke akhirat.


DO YOU KNOW? 
Film The Maid adalah film horor pertama yang dibuat dan diproduksi oleh sineas Singapura.

The Maid diproduksi dengan bujet SGD 1,500,000.

Harus diakui kalau daya tarik film horor ini adalah pada Alessandra de Rossi, pemeran utama film ini. Di film ini, Alessandra berperan sebagai Rosa, sang pembantu asal Filipina. Aslinya, gadis kelahiran 19 Juli 1984 ini adalah aktris Filipina.

Bernama asli Alessandra Tiotangco Schiavone, gadis keturunan Italia-Filipina ini telah dikenal sebagai aktris berbakat yang meraih banyak penghargaan di negeri asalnya. Dia meraih penghargaan pertamanya sebagai Best Suporting Actress di ajang FAMAS Awards - saat usia 16 tahun - di film serial Azucena. Selanjutnya, Alessandra banyak bermain di film dan serial televisi Filipina. Film the Maid adalah film internasional pertama yang diperaninya. Setelah itu, dia juga turut bermain dalam serial I Love Betty La Fea (24 April - 5 Oktober 2009), serial drama Filipina yang merupakan remake dari serial Yo Soy Betty produksi Kolumbia. Hingga hari ini dia masih aktif bermain dalam berbagai film layar lebar, serial televisi, dan menjadi model untuk produk-produk kenamaan di Filipina.



Produksi          : MBC
Tanggal tayang : 5 April - 28 September 2014
Total episode   : 50

Serial drama Korea apakah yang saat ini lagi berjaya di rating televisi Korea Selatan? Jawabannya adalah serial ini. Ya, sejak ditayangkan bulan April silam, serial ini langsung bertengger di peringkat atas rating televisi Korea Selatan. Setiap episode selalu berada di antara posisi 1 - 7, yang mana membuktikan kalau serial ini diminati banyak penonton di Negara Gingseng tersebut.


Alur cerita serial ini sebenarnya tergolong biasa-biasa saja, bahkan sudah sering diangkat. Namun mungkin temanya menarik dan diminati banyak orang, maka alur ini tidak membosankan. Sentral cerita adalah Jang Bo Ri (diperani Oh Yeon Seo), seorang gadis ceria yang terlahir di keluarga miskin. Satu ketika, nasibnya tiba-tiba berubah setelah dia menemukan bahwa dia adalah anak yang hilang dari keluarga kaya. Sementara itu, Lee Jae Hee (diperani Oh Chang Suk) yang awalnya adalah anak dari keluarga kaya, harus dikembalikan ke keluarga miskin karena baru diketahui kalau dia dan Jang Bo Ri tertukar saat masih bayi.

Sontak saja kehidupan kedua gadis itu berubah drastis. Jang Bo Ri yang semula hidup dalam kekurangan, berubah menjadi gadis kaya raya. Di lain pihak Jae Hee yang tadinya hidup selalu bercukupan, kini harus hidup tanpa apa-apa. Serial sepanjang 50 episode akan menceritakan tentang adaptasi kedua gadis itu dalam perubahan kehidupan mereka yang drastis tersebut.

Secara umum, kisah ini mengingatkan saya pada serial drama Endress Love / Autumn In My Heart ( 가을동화 - Gaeul Donghwa) yang pernah sangat populer di Indonesia tahun 2000 silam. Serial yang diperani Song Seung Heon, Song Hye Kyo, dan Won Bin tersebut mengisahkan cerita yang sama, tentang dua anak yang tertukar saat masih bayi. Bedanya Endress Love bergenre drama-romantis yang penuh derai air mata. Sebaliknya serial Come ! Jang Bo ri bergenre drama-komedi yang dipenuhi banyak adegan kocak.

Selain kedua aktris di atas, serial ini juga diperani oleh Kim Ji Hoon, Lee Yu ri, Oh Chang Suk, Kim hye Ok, dan lain-lain.


DO YOU KNOW?
Seungyeon, salah satu anggota kelompok girlband Kara, turut bermain pula dalam serial ini. Dia akan berperan sebagai Joo Ga Eul, anak bungsu dari keluarga kaya. Di sini dia diceritakan akan mengalami pertentangan dengan jang Bo Ri karena tidak terima kalau kakak yang dikenalnya sejak kecil berganti menjadi seorang asing yang tidak dikenalnya.


Meski di Indonesia akan menjelang musim libur sekolah di bulan ini, tidak berarti di Amerika Serikat juga mengalami hal yang sama. Terbukti dari film-film yang akan beredar di bulan Juni 2014 ini di mana - sama seperti kondisi di tahun-tahun sebelumnya - tidak banyak film menarik yang beredar.

Meski terasa "hambar", namun ada beberapa film yang mendapatkan catatan dan perhatian saya untuk tetap ditunggu kehadirannya du bulan ini. Film apa saja? Mari kita simak ...



ALL CHEERLEADERS DIE (Rilis : 13 Juni 2014)
Film ini adalah film remake dari film berjudul sama yang pernah menghebohkan dan populer di tahun 2001. Bedanya, pada saat itu, film ini dibuat dengan bujet yang "murah-meriah". Kini, dengan modal yang jauh lebih besar, setting yang lebih baik, serta para pemeran cheerleader yang lebih "segar", film ini dibuat ulang dan hadir kembali bulan ini. Lucky McKee dan Chris Sivertson - duo penulis dan sutradara All Cheerleaders Die versi 2001 - dipercaya menangani film ini kembali.

Film bergenre horror- remaja ini mengisahkan tentang tewasnya Alexis (diperani Felisha Cooper), seorang cheerleader saat melakukan sebuah gerakan cheerleading. Kematian Alexis memunculkan kecurigaan sahabatnya, Maddy (Caitlin Stasey). Terlebih setelah dia menemukan Terry (Tom Williamson), kekasih Alexis, terlibat hubungan asmara dengan Tracy (Brooke Butler), rekan cheerleader Alexis, beberapa saat setelah Alexis tewas.

Dibakar api dendam, Maddy bergabung dengan tim cheerleader, menggantikan posisi Alexis. Dia mengatur strategi dengan merayu Terry dan mengintimidasi Tracy, sehingga keduanya saling curiga.

Tanpa mereka duga, dalam sebuah perjalanan bersama tim cheerleader, terjadi tabrakan hebat yang menyebabkan beberapa cheerleader tewas. Maddy kemudian meminta bantuan mantan kekasihnya, Leena (Sianoa Smit-McPhee),  untuk mengadakan Ritual Pagan dan menghidupkan kembali para cheerleader yang tewas. Ritual tersebut berhasil, dan para cheerleader pun hidup lagi. Hanya saja, para cheerleader itu kini haus darah dan mengincar daging manusia segar untuk memuaskan lapar mereka.

Meski alur ceritanya terkesan "murahan", namun para kritikus justru memberikan respon yang sangat positif pada film ini. All Cheerleaders Die disebut-sebut sebagai film horor remaja terbaik di tahun 2014 yang layak diperhitungkan sebagai cult movies.


THE HUMAN RACE (Rilis : 13 Juni 2014)
Ini adalah film thriller yang sangat mendebarkan dan mendapatkan banyak penghargaan. Ditulis dan disutradarai oleh Paul Hough, film ini mengisahkan tentang 80 orang dari berbagai belahan dunia yang tiba-tiba menghilang dan muncul kembali di sebuah tempat misterius.

Orang-orang tersebut dari berbagai usia, berbagai kondisi, dan juga berbagai ras. Kesemuanya ditempatkan di sebuah arena perlombaan di mana aturan perlombaan itu cukup sederhana : Ikuti petunjuk dan arah yang telah ditentukan. Siapapun yang tidak mengikuti petunjuk, akan mati. Jika menginjak rumput yang berada di luar jalur, akan mati. Jika berhenti, akan mati. Hanya akan ada 1 peserta yang akan hidup. Siapa? Dan apa tujuan perlombaan itu?

Film berdurasi 87 menit ini diperani oleh Paul McCarthy-Boyington, Eddie McGee, Trista Robinson, Brianna Lauren Jackson, dan Frey Coury. Sebelum ditayangkan secara luas di dunia, film ini sebelumnya telah ditayangkan di Brussels international Fantastic Film Festival tanggal 11 april 2013 silam dan mendapatkan respon yang sangat positif.


THE SIGNAL (Rilis : 13 Juni 2014)
Film sains fiksi-thriller ini juga mendapatkan penghargaan dan respon yang sangat baik dari kritikus film, terlebih saat ditayangkan di Sundance Film Festival 2014 tanggal 16 Januari 2014 silam. Kini, film yang disutradarai William Eubank dan diperani Laurence Fishburne, Brenton Thwaites, Olivia Cooke, serta Lin Shaye ini akan tayang serentak di seluruh dunia bulan Jni 2014 ini.

Nick (diperani Brenton Thwaites) dan Jonah (Beau Knapp) adalah dua mahasiswa cerdas yang punya hasrat menjadi hacker terhebat yang pernah ada. Dalam perjalanan ke luar kota, mereka menemukan petunjuk yang ditinggalkan saingan hacker mereka. Karena itu, mereka mengikuti petunjuk tersebut, hingga ke tengah padang gurun. Di sana, mereka tiba-tibe hilang kesadaran dan pingsan.

Saat tersadar, mereka menemukan diri mereka berada di sebuah tempat isolasi yang misterius. Berjuang untuk keluar dari tempat itu, mereka akhirnya menyadari kalau mereka adalah bagian dari sebuah plot konspirasi besar yang membahayakan keselamatan mereka.


TRANSFORMERS : AGE OF EXTINCTION (Rilis : 27 Juni 2014)
Meski dikenal banyak orang sebagai seri keempat dari franchise film Transformers, namun film ini bisa dikatakan adalah "film baru", karena semua pemeran film ini semuanya baru. Baik Shia LeBeouf maupun si cantik Megan Fox tidak bergabung dalam film ini. Bahkan bentuk Optimus Prime pun mengalami perubahan yang cukup signifikan, sebagai penekanan bahwa film ini merupakan awal yang baru bagi serial sukses Transformers.

Film ini melanjutkan cerita dari seri terdahulunya, Transformers : Dark of The Moon (2011), di mana dunia telah tidak percaya pada para Transformers. Untuk itu, Gubernur Harold Attinger (diperani Kelsey Grammer) memerintahkan pasukannya untuk memberantas robot Transformers. Pasukan Autobots dan sisa pasukan Decepticons kemudian bersembunyi dan "mati suri".

Empat tahun kemudian, seorang mekanik bernama Cade Yeager (Mark Walhberg) membeli sebuah mobil truk tua untuk meudian menjual bagian truk tersebut agar bisa mendapatkan uang untuk menyekolahkan anaknya, Tessa (Nicola Peltz). Tidak disangka, truk tua tersebut adalah Optimus Prime, Pemimpin Autobots.

Di lain pihak, manusia ternyata berhasil mengembangkan teknologi yang mereka pelajari dari sisa robot Autobot dan Decepticon yang hancur, serta berhasil menciptakan robot baru dengan menggunakan teknologi tersebut. Celakanya, robot yang diciptakan manusia tersebut justru memiliki pikiran sendiri. Robot tersebut bergabung dengan Decepticon, dan mereka bangkit kembali untuk memusnahkan manusia serta mengambil alih kendali dunia.

Melihat kondisi berbahaya itu,  Optimus Prime dan pasukannya ikut bangkit. Kali ini mereka meminta bantuan Dinobots, robot berbentuk dinosaurus, untuk membantu mereka menghadapi Decepticon dan pasukan barunya.

Sama seperti seri-seri sebelumnya, film ini akan tetap disutradarai Michael Bay dan diproduseri Steven Spielberg. Transformers : Age of Extinction akan dirilis dalam format IMAX, 2D, dan 3D.






NewerStories OlderStories Home