Anda tentu punya film favorit yang Anda tonton saat masih kecil. Film ini mungkin berkesan dan hingga kini masih terngiang-ngiang dalam bayangan Anda, bahkan sesekali muncul sebagai mimpi Anda saat ini. Dan mungkin artikel ini akan sedikit mengusik kenangan Anda tersebut, karena ternyata saya menemukan ada fakta-fakta mengejutkan tentang film-film masa kecil Anda tersebut.

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang film favorit masa kecil Anda yang sangat "menyebalkan" karena mengusik bayangan indah Anda di masa lalu. Ok... mari kita mulai....






Mengawali fakta "menyebalkan" ini, saya ingin memberitahu Anda bahwa semua pemeran serial televisi populer anak-anak Mighty Morphin Power Rangers (Austin St. John, Walter Emmanuel Jones, David Yost, Thuy Trang, Amy Jo Johnson, Jason David Frank, dan lain-lain) tidak pernah melakukan adegan perkelahian sendiri saat mengenakan kostum Power Rangers. Semua adegan perkelahian dilakukan oleh para stunt-man. Tentu saja Anda tidak bisa membedakan mereka, karena semuanya mengenakan topeng dan suaranya di-dubbing.

David Yost, pemeran karakter Billy Cranston dan Power Rangers Biru dalam versi televisi Mighty Morphin Power Rangers versi pertama (tahun 1993) hanya bermain hingga Season 3 di serial tersebut, kemudian mengundurkan diri. Baru-baru ini, Yost menyebutkan alasan keluarnya dia dari serial yang membesarkan namanya tersebut lantaran tidak tahan diledek sebagai gay oleh rekan sekerjanya di serial tersebut.

Anda tentu kenal dengan karakter Lilo dalam film Lilo & Stitch kan? Tahukah Anda kalau pengisi suaranya bernama Daveigh Chase, yang tidak lain adalah pemeran Samara Morgan, versi Amerika dari karakter Sadako dalam film The Ring.


Lee Quigley adalah pemeran bayi Kal-El dalam film layar lebar Superman (versi tahun 1978; yang diperani Christopher Reeve).  Quigley meninggal di usia 14 tahun pada tahun 1991. Penyebab kematiannya adalah overdosis setelah menyedot uap dari botol kaleng aerosol.

Mungkin berita ini akan menghancurkan hati Anda, tapi perlu Anda ketahui kalau semua binatang yang bermain dan berperan di film Homeward Bound (1993), Free Willy (1993), Babe (1995), dan Airbud (1997) telah meninggal.

Anak babi pemeran karakter Babe di film Babe (1995) ternyata diperani oleh 30 anak babi yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh pesatnya perkembangan anak babi tersebut, sehingga diputuskan untuk menggunakan 30 babi hingga proses shooting selesai.

Tahukah Anda kalau pada adegan di film E.T. (1982) saat ET sedang berjalan, bukankah menggunakan boneka, tetapi menggunakan orang sungguhan. Orang yang mengenakan pakaian ET dan melakukan adegan tersebut bernama Matthew de Merit, seorang anak kecil (yang kala itu berusia 12 tahun) yang lahir tanpa kaki.

Di film Independence Day (1996), untuk menghancurkan pesawat induk mahluk asing, David Levinson (diperani Jeff Goldblum) menyusup masuk ke dalam pesawat itu dan menginstal virus (yang disimpan di dalam USB / Flash Disk) ke dalam komputer pesawat induk tersebut. Adegan tersebut ternyata memiliki dua kesalahan yang tidak diketahui banyak orang. Pertama, virus yang dibuat David adalah virus yang dibuat dengan program Windows yang mana baru bisa aktif dan berfungsi jika Operating System yang digunakan sama. Dan kedua, darimana David tahu kalau di pesawat induk ada slot untuk memasukkan USB?

Anda tentu ingat kalau Sean Connery pernah bermain bersama Harrison Ford dalam film Indiana Jones and The Temple of Doom, di mana di film itu Connery berperan sebagai ayah Ford. Sebagai info, usia Connery dan Ford hanya terpaut 12 tahun.

Pengisi suara anak kecil bernama Boo di film Monster Inc bernama Mary Gibbs. Saat menjadi pengisi suara untuk film itu, Mary Gibbs masih bayi berusia 6 bulan. Tim produksi film tersebut mengalami kesulitan saat mengarahkan Gibbs karena anak itu tidak bisa diam. Karena itu, selama mengambil suara Gibbs, tim produksi Monster Inc. mengikuti Gibbs merangkak ke sana-kemari sambil membawa mikrofon untuk merekam suaranya. 

Percikan api yang muncul saat pedang beradu pada adegan perkelahian di film Highlander (1996) terjadi karena salah satu pedang tersebut dihubungkan dengan aki mobil. Selain tampak sangat realistis, aktor yang beradegan di film itu (Christopher Lambert) cukup was-was karena kuatir tersetrum.

Di film Spiderman (2002), laba-laba yang seharusnya menggigigit Peter Parker adalah laba-laba jenis Black Widow. Namun karena dianggap sangat berbahaya dan berisiko, maka laba-laba tersebut diganti menjadi jenis Steatoda yang tubuhnya diberi warna hitam-merah, seperti Black Widow. Karena masih sama berbahayanya dengan Black Widow, saat shooting, laba-laba tersebut diberi obat penenang.

Ide awal karakter para tokoh di film Star Wars adalah seperti ini : Luke Skywalker adalah sosok bertubuh cebol, Han Solo adalah mahluk berkulit hijau tanpa hidung, dan Chewbacca adalah mahluk berbulu yang mengenakan celana dalam. Sedangkan kekuatan Luke Skywalker yang disebut "The Force" awalnya berwujud bola kristal yang diberi nama Kyber Crystal. Seandainya hal ini benar-benar diwujudkan, mungkin film Star Wars yang beredar tidak akan seperti yang kita kenal seperti sekarang.

Film Who Framed Roger Rabbit?  (1988) adalah satu-satunya film yang mempertemukan karakter Donal Bebek (Walt Disney) dengan Daffy Duck (Warner Bros) di satu adegan.  Kemunculan kedua karakter itu dalam satu adegan dimungkinkan karena masing-masing pemilik lisensi karakter tersebut menghendaki karakter mereka tampil dalam jumlah adegan yang sama. Agar tidak menimbulkan perdebatan di kemudian hari, Robert Zemeckis (sutradara film Who Framed Roger Rabbit?) memasukkan kedua karakter itu dalam satu adegan di mana keduanya tampil bersamaan.

Dalam film live-action Teenage Mutant Ninja Turtle (1990), para kura-kura ninja memiliki tinggi tubuh yang sama seperti manusia kebanyakan, padahal versi aslinya menunjukkan tinggi tubuh keempat kura-kura itu kurang dari 1 meter. Hal ini terjadi karena kura-kura ninja yang ada di film live-action adalah orang-orang yang mengenakan pakaian karet berbentuk kura-kura ninja.  Maklum, teknologi CGI belum ada dan teknologi grafis komputer saat itu belum secanggih sekarang.

Pakaian yang dikenakan Cowardly Lion (Bert Lahr) di film The Wizard of Oz (1939) terbuat dari kulit singa beneran.

Amatilah dengan teliti film-film produksi Pixar (Toy Story, Wall-E, A Bug's Story, dan lain-lain). Anda akan temukan di beberapa adegan muncul kode "A113".  Kode tersebut adalah nomer ruang kelas California institute of Arts, yang merupakan kelas di mana hampir semua artis Pixar pernah sekolah dan belajar di sana.

Walt Disney pernah membuat film propaganda untuk Nazi Jerman berjudul Der Fuehrer's Face (1943). Di film tersebut, ditampilkan Donal Bebek sedang membaca buku Mein Kampf karya Adolf Hitler. Selain itu, banyak pula simbol-simbol Nazi yang memenuhi film tersebut, seperti pohon dan awan yang berbentuk seperti swastika, rumah yang dibuat mirip wajah Hitler, serta adanya karakter animasi Joseph Goebbels dan Benito Mussolini (sahabat Hitler di dunia nyata) yang bernyanyi di jalan, memuji kehebatan Nazi dan Hitler. Meski merupakan film kampanye dan propaganda Jerman, uniknya film ini memenangkan Oscar di tahun 1943 untuk kategori Best Short Film.

Ariel adalah satu-satunya karakter Walt Disney Princesses yang diceritakan punya anak. Di film The Little Mermaid 2 : Return to Sea, Ariel dikisahkan memiliki anak bernama Melody.

Hercules (1997) adalah satu-satunya film bertema mitologi Yunani produksi Walt Disney di mana semua karakter dalam film itu menggunakan nama Yunani (Zeus, Hades, Pegasus, dan lain-lain), kecuali Hercules. Sepertinya Walt Disney lupa kalau Hercules adalah nama Romawi. Nama Yunaninya adalah Heracles.

Ada kesalahan yang dibuat Walt Disney saat membuat film animasi Pocahontas. Di film ini, Pocahontas digambarkan sebagai remaja berusia antara 17 - 21 tahun. Padahal dalam kejadian sebenarnya, usia Pocahontas saat bertemu John Smith adalah 11 tahun.

Saat akan memproduksi dan merilis film Cinderella (1950), Disney Picture ketika itu sedang berspekulasi dan punya kekuatiran film tersebut akan gagal, mengingat film animasi bertema putri dan dunia peri tersebut belum pernah dibuat sebelumnya. Bahkan mereka mempertimbangkan untuk merilis Alice in Wonderland ketimbang Cinderella. Namun setelah melewati berbagai perdebatan, akhirnya Cinderella dirilis tahun 1930. Seperti yang kita ketahui, film tersebut kemudian menjadi legenda yang hingga hari ini menjadi salah satu film animasi terbaik yang masih dicari dan ditonton banyak orang.





Sepertinya pasca film horror 4Bia (2008) yang sempat meledak di kawasan Asia Tenggara, film-film horror Thailand cenderung mengalami penurunan kualitas yang - menurut saya - cukup drastis. Sejak itu, sangat sulit menemukan film-film horror Thailand yang benar-benar berkualitas dan penuh kejutan yang "wajar". Sepanjang saya mengikuti perkembangan film-film horor Thailand, sepertinya horor yang ditampilkan sudah tidak mengalami perkembangan yang berarti. Kebanyakan hanyalah pengulangan dari film-film sebelumnya.

Tahun 2013 merupakan masa paling "suram" bagi industri film horor Thailand karena film-film yang beredar rata-rata adalah film komedi-horor yang memang sangat booming gara-gara sukses film Phee Nak, remake film Nang Nak yang dibuat dalam versi komedi. Memang ada beberapa film yang mencoba menampilkan tontonan horor murni. Namun semuanya terbilang gagal, karena yang ditampilkan lagi-lagi adalah pengulangan.

Salah satu yang patut menjadi catatan adalah film Hashima Project (ฮาชิมะ โปรเจกต์ ไม่เชื่อต้องลบหลู่), besutan sutradara Piyapan Choopetch. Film ini beredar tanggal 31 Oktober 2013 silam. Film yang diperani Pirat Nitipaisalkul, Sucharat Manaying, Alexander Rendell, Mek Mekwattana, dan Apinya Sakuljaroensuk ini mengisahkan tentang 5 orang mahasiswa yang gemar membuat dokumentasi mengenai tempat-tempat berhantu. Kelimanya - Nick, May, Aof, Dok, dan Nan - melakukan shooting film dokumenter yang selain digunakan untuk tugas kuliah mereka, juga di-upload ke internet guna mendapatkan popularitas.

Film dokumenter mereka ternyata diminati banyak penonton di mana dalam waktu singkat, mereka sudah mampu menjaring lebih dari 1 juta penonton. Hal ini menarik minat produser dari rumah produksi Ghostland untuk mensponsori mereka melakukan perjalanan ke Pulau Hashima yang terletak di Prefektur Nagasaki, Jepang, dan melakukan pembuatan dokumentasi atas pulau tersebut.

Pulau Hashima sendiri merupakan pulau yang ditinggalkan para penghuninya, sehingga yang tersisa di pulau itu hanyalah gedung-gedung tua yang tidak terawat. Gosip menyebutkan kalau di gedung itu banyak orang yang meninggal dan rohnya masih tinggal di sana. Karena itu tugas kelima mahasiswa itu menemukan bukti tentang adanya hantu penghuni pulau itu.

Kelima mahasiswa itu pun berangkat dan melakukan shooting di pulau kosong tersebut. Ternyata saat membuat film, mereka mengalami hal-hal misterius yang mengganggu kegiatan shooting. Bahkan setelah shooting selesai dilakukan, dan mereka kembali ke kampung halamannya, kejadian aneh pun terus terjadi, bahkan merengut jiwa satu-persatu mahasiswa tersebut.

Di atas kertas, film ini sungguh menarik untuk ditonton. Apalagi waktu rilisnya yang bertepatan dengan Perayaan Halloween, tentu saja membuat film itu sepertinya punya "sesuatu" banget. Tapi, jangan salah. Film ini saya katakan "totally disaster".

Mengapa?

Hashima Island
Pertama, penulis naskah film Hashima Project terlalu mengambil risiko dengan "membohongi" penonton bahwa kosongnya Pulau Hashima karena alasan supranatural. Padahal dalam sejarah, Pulau Hashima kosong karena kebijakan Pemerintah Jepang. Di masa lalu, pulau tersebut dikenal sebagai pulau penghasil batu bara. Banyak pekerja batu bara yang mengajak keluarganya untuk tinggal di pulau tersebut, sehingga Pemerintah membuatkan rumah bagi para pekerja tambang batu bara. Namun saat bahan bakar minyak (BBM) mulai booming dan digunakan untuk keperluan komersil di Jepang tahun 1960, maka penggalian batu bara langsung dihentikan Pemerintah Jepang. Hal ini pun terjadi di Pulau Hashima. Setelah itu, Pemerintah kemudian menutup Pulau Hashima dan mengosongkan pulau tersebut. Maka ketika di film disebutkan alasan kosongnya Pulau Hashima akibat banyaknya roh orang mati yang terjebak di pulau itu akibat gempa bumi, saya benar-benar jadi tertawa geli.

Kedua, editing film ini terbilang sangat terburu-buru dan tidak rapi. Beberapa kali saya menemukan kesalahan adanya adegan-adegan salah (NG Scene) yang tidak dibuang, bahkan tetap ada dalam film, sehingga sangat mengganggu nuansa seram yang sudah terbangun sepanjang film.

Ketiga adalah efek seram dalam film ini yang jujur sangat tidak seram. Dandanan para hantunya tidak menyeramkan (semuanya dibuat mirip Piet Hitam dengan rambut acak-acakan). Kejutan-kejutannya pun terlalu gampang ditebak karena polanya sudah terlihat sejak awal film. Sehingga kalau ada yang terkejut atau ketakutan saat menonton bagian yang seram, saya akan sangat bingung sekali.

Dan keempat, alur ceritanya sangat dipaksakan untuk "twist". Pemaksaan ini berdampak pada kebingungan para penonton akan cerita yang sebenarnya. Kematian para tokoh utama film ini pun terkesan sangat "dipaksakan", sehingga sebelum filmnya usai pun penonton sudah malas duluan melanjutkannya sampai tuntas.

Dengan banyaknya kelemahan, Hashima Project bisa dikatakan sebagai salah satu produk gagal film horor Thailand yang beredar tahun 2013 silam. Meski pun sineas film ini mencoba menampilkan hal baru - misalnya mencoba membuat Urban Legend baru yang mereka ambil dari negara lain - tetapi tidak dimatangkan dengan baik. Sangat disayangkan, mengingat konsepnya sudah cukup baik dan bisa bikin penasaran penonton.

Salah satu hal yang menarik dalam film ini adalah para pemainnya. Entah kebetulan atau tidak, mereka punya wajah yang sangat mirip dengan aktor dan artis Indonesia. Sebut saja Pirat Nitipaisalkul yang memerani Nick. Wajahnya sangat mirip dengan Demian, salah satu pesulap papan atas Indonesia. Begitu juga Sucharat Manaying (pemeran May) yang sangat mirip dengan wajah Dian Sastrowardoyo, dan Alexander Rendell (pemeran Aof) yang memiliki kemiripan wajah dengan Andovi da Lopez (salah seorang komikus dari acara Stand Up Comedy).  Kebetulan? Mungkin saja....


Inilah kali pertama saya akhirnya berkesempatan mengomentari film produk lokal, setelah sekian lama tidak pernah merilis review apapun tentang film Indonesia. Bukannya gak suka dengan produk negeri sendiri. Hanya saja informasinya terbilang sangat terbatas, sehingga seringkali sudah dirasa "terlambat" dan basi saat akan dibahas. Seperti juga film ini yang baru saya dapatkan informasinya, padahal film ini sendiri sudah tayang di Indonesia sejak 6 Februari 2014 silam (di Jepang sendiri film ini sudah tayang tanggal 5 Februari 2014, sehari lebih cepat daripada Indonesia). Tapi berbeda dengan film ini, meski terlambat, saya tetap "ngotot" ingin me-review karena Killers adalah salah satu film lokal yang sangat membanggakan, dan pantas untuk dibahas.

Film ini adalah film kolaborasi pertama Indonesia-Jepang. Dan "kolaborasi" ini dilakukan dalam berbagai hal. Produksinya dilakukan oleh rumah produksi Indonesia (Guerilla Merah Films) dan Jepang (Nikkatsu). Naskahnya pun adalah hasil kerja sama penulis Indonesia (Timo Tjahjanto) dan Jepang (Ushiyama Takuji). Shooting dan pemerannya pun dari Indonesia dan Jepang.

Film bergenre thriller-psikologi yang disutradarai The Mo Brothers ini mengisahkan tentang Nomura Shuhei (diperani Kazuki Kitamura) adalah seorang eksekutif muda Jepang yang disukai banyak orang. Tidak seorang pun menduga kalau dirinya adalah juga seorang pembunuh psikopat yang gemar membunuh orang dan mendokumentasikan aksi pembunuhannya, lalu mempublikasikannya di internet agar ditonton banyak orang.

Sementara itu, di Indonesia ada Bayu Aditya (Oka Antara), seorang jurnalis yang terobsesi untuk menguak kasus korupsi yang dilakukan politikus Dharma (Ray Sahetapy). Hal ini membuat hubunganya dengan Dina (Luna Maya), istrinya berada di ujung tanduk. Tidak hanya itu. Usahanya untuk menguak kasus Dharma, dianggap melanggar kode etik, sehingga karirnya pun terancam. Dalam kondisi frustrasi, Bayu tanpa sengaja menonton video Nomura di internet, yang kemudian menginspirasi dan membangkitkan sisi gelap dirinya.

Mulailah Bayu melakukan pembunuhan berantai terhadap orang-orang yang dianggapnya melakukan kejahatan. Bayu memposisikan dirinya sebagai "Pahlawan Pembela Kebenaran" yang - atas nama Keadilan dan Hukum - mengeksekusi para pelaku kejahatan itu. Sama seperti Nomura, Bayu selalu merekam aksi brutalnya itu dan mempublikasikannya di internet.

Ternyata video yang dipublikasikan Bayu dan Nomura sama-sama diminati banyak orang dan membuat mereka layaknya selebritis. Kepopuleran itu, membuat mereka kemudian terhubung di internet dan muncul ikatan batin yang aneh di antara keduanya. Dan pada saat itulah Nomura memutuskan untuk menemui Bayu. Bukan hanya untuk bertemu, tapi untuk membuktikan siapa di antara mereka pembunuh yang paling baik dan paling kejam.


ABOUT THE MO BROTHERS
Mungkin Anda berpikir The Mo Brothers adalah sutradara luar negeri bersaudara seperti Wachowski Brothers (duo sutradara bersaudara yang menghasilkan trilogi The Matrix yang legendaris) atau Pang Brothers (duo sutradara bersaudara yang menghasilkan film-film horror populer seperti The Eye).Well... jika Anda berpikir demikian, berarti Anda keliru.

The Mo Brothers adalah nama panggung yang digunakan oleh dua orang sahabat karib asal Indonesia bernama Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel.  Keduanya saling mengenal pada tahun 2002 saat mereka bersekolah di Sydney di Fakultas Seni Visual.

The Mo Brothers
Sama-sama suka film thriller dan horor seperti Psycho dan The Texas Chainsaw Massacre, membuat mereka akhirnya sepakat untuk membuat film-film bergenre thriller slasher yang penuh dengan adegan kesadisan dan darah. Film bergenre ini sebelumnya memang belum pernah dibuat di Indonesia.

Hingga hari ini mereka telah membuat 4 film : Sendiri (2003), Takut : Faces of Fear (2008) - Segmen Dara, Rumah Dara (2010), dan Killers (2013). Rumah Dara menjadi film internasional pertama mereka yang mendapatkan respon positif dari penonton luar negeri. Film yang diperani Shareefa Daanish dan Julie Estelle itu merupakan film slasher Indonesia pertama yang kualitasnya sangat baik, dan setara dengan film-film produksi Hollywood. Film ini tidak saja sukses secara finansial, tapi juga mengangkat nama mereka di dunia perfilman dunia.


DO YOU KNOW? 
Untuk proses produksinya, film ini mendapat dukungan kru dan dana dari beberapa perusahaan lain, seperti Merantau Films (yang memproduksi film The Raid),  Damn Inc. (rumah produksi milik Daniel Mananta), dan Million Pictures (pembuat film Negeri 5 Menara).

Film ini mendapatkan penghormatan sebagai salah satu film Official Selection dalam Festival Film Sundance 2014.

Menurut The Mo Brothers, judul awal film ini adalah Killer Clowns. Konsep dan alur cerita aslinya pun sangat berbeda : tentang seorang pembunuh berantai bertopeng dari Jepang dan seorang lagi dari Indonesia yang saling bersaing dan berkompetisi untuk menjadi pembunuh terbaik yang mewakili negara mereka.

Ada perbedaan versi film Killers yang dirilis di Indonesia dan internasional. Dalam versi Indonesia, kekerasan yang ditampilkan sudah diedit sehingga tampak sebagai kekerasan yang "biasa-biasa saja". Namun dalam versi internasional, kekerasan yang ditampilkan sangat ekstrim dan jauh lebih mengerikan. Selain itu juga ada adegan percintaan yang cukup vulgar dalam versi internasional.

Ada 3 bahasa yang digunakan dalam film Killers : Bahasa Jepang, Indonesia, dan Inggris.








Wow.... waktu melesat sedemikian cepat, tahu-tahu kita sudah berada di penghujung bulan Februari, dan tidak lama lagi akan masuk ke bulan Maret 2014. Seperti bulan Februari ini, ada banyak film-film seru yang sudah mengantri dan siap tayang di bioskop dunia, termasuk Indonesia.

Berikut ini adalah film-film terbaik pilihan saya yang akan beredar bulan Maret 2014 ini.


300 : RISE OF AN EMPIRE (Rilis : 7 Maret 2014)
Salah satu film kolosal yang paling ditunggu (dan juga saya tunggu) adalah film ini. Sekuel dari film laris 300 yang dirilis 2007 ini disutradarai  Noam Murro dan akan diperani oleh Sullivan Stapleton, Eva Green, Callan Mulvey, dan Hans Matheson. Zack Snyder - sutradara film 300 yang pertama - akan bertindak sebagai penulis dan produser untuk sekuel ini.

Kisahnya sendiri akan melanjutkan perjuangan para tentara Sparta melawan Raja Xerxes 1 dari Persia (diperani oleh Rodrigo Santoro). Themistocles (Sullivan Stapleton), Jenderal Athena, akan memimpin pasukan Sparta melawan pasukan Raja Xerxes 1 di Salamis dan Artemisia yang kelak dikenal dalam sejarah sebagai Perang Artemisium dan Perang Salamis (480 Sebelum Masehi). Dalam perang besar yang terjadi di selat Kepulauan Euboea ini, bangsa Yunani akan bertarung habis-habisan dengan bangsa Persia pimpinan Xerxes 1, dan dikenal sejarah sebagai perang paling berdarah sepanjang masa. Di film ini pula, akan ada kilas balik mengenai masa kecil Raja Xerxes 1 yang sadis, dan bagaimana dia mendapatkan gelar "The God King"-nya yang legendaris tersebut.

Sama seperti seri pertamanya, film yang diangkat dari komik berjudul Xerxes karya Frank Miller (yang akan dirilis berbarengan dengan perilisan 300 : Rise of The Empire) ini akan dihiasi musik tema dan musik latar bernuansa rock dan eletric-synthesizer. Tom Holkenborg dan DJ Junkie XL mendapatkan kepercayaan untuk menghadirkan musik keras dan maskulin yang mendukung adegan perang dasyat di film ini. 300 : Rise of the Empire akan tayang dalam format 3D.


NEED FOR SPEED (Rilis : 14 Maret 2014)
Bagi para gamers, Need for Speed bukanlah judul asing. Yep, film ini merupakan adaptasi dari sebuah video games berjudul sama (produksi Electronic Arts) yang sangat populer sejak tahun 1994 hingga hari ini. DreamWorks Pictures berhasil mendapatkan lisensi untuk memproduksi game ini ke layar lebar. Dibuat dalam versi 3D, film yang disutradarai Scott Waugh ini akan diperani Aaron Paul, Dominic Cooper, Micahel Keaton, Ramon Rodriguez, dan Scott Mescudi.

Berhubung game-nya sendiri murni tentang balapan liar (tidak ada latar belakang, cerita, maupun tokoh sentral apapun yang spesifik), jadi alur cerita filmnya pun tidak bisa dikatakan adaptasi sepenuhnya dari cerita di game dan merupakan cerita yang berdiri sendiri. Dikisahkan Tobey Marshall (Aaron Paul) adalah seorang mekanik yang juga seorang pembalap. Dirinya ditahan dengan tuduhan melakukan tindak kriminal yang tidak dilakukannya. Saat ditahan, dia mendapatkan kabar kalau sahabatnya, Pete (Harrison Gibertson), tewas dalam sebuah perlombaan balap mobil liar yang dikoordinasikan oleh sebuah kelompok bawah tanah. Lepas dari penjara, Tobey masuk ke dalam organisasi balap liar dan mengikuti lomba tersebut guna mencari pelaku yang telah membunuh sahabatnya tersebut.

Sama seperti film-film balapan seperti Fast and Furious Saga, Need for Speed juga akan dipenuhi dengan adegan kebut-kebutan di jalan yang memompa adrenalin dan mendebarkan. Jadi benar-benar wajib tonton nih....


VERONICA MARS (Rilis : 14 Maret 2014)
Veronica Mars adalah serial televisi Amerika yang cukup populer di tahun 2004. Serial produksi UPN - yang kemudian diambil alih The CW, lalu berpindah tangan lagi ke Warner Bros Television - ini menuturkan tentang petualangan seorang gadis muda SMA bernama Veronica Mars yang diam-diam adalah seorang detektif. Dia mendapatkan kemampuan investigasi dari ayahnya yang juga seorang detektif. Kasus-kasus yang dihadapinya terbilang cukup rumit dan cukup berat untuk ukuran gadis belia seperti dirinya. Meski Season 1 mendapatkan rating yang cukup baik, namun prestasi serial ini di Season selanjutnya terus merosot, sehingga akhirnya penayangan serial ini dihentikan saat Season 3 usai di tahun 2007.

Setelah serial Veronica Mars selesai ditayangkan, Kristen Bell - pemeran utama Veronica Mars - dan Rob Thomas (penulis skenario Veronica Mars) berusaha menghidupkan kembali karakter ini dalam format film layar lebar. Namun Warner Bros - selaku pemilik lisensi serial ini - menolak mendanai pembuatan film tersebut. Hal ini mendorong Kristen Bell dan Rob Thomas kemudian menggalang dana melalui proyek Kickstarter, di mana mereka menawarkan insentif kepada siapapun yang mau mendanai pembuatan film Veronica Mars, minimal US$ 10. Aksi penggalangan dana ini mendapatkan respon yang positif dari para penggemar Veronica Mars, sehingga dalam waktu kurang dari 10 jam telah terkumpul dana US$ 2 juta, menjadikan aksi ini sebagai aksi penggalangan dana dengan nilai di atas US$ 1 juta tercepat yang pernah dilakukan. Berkat hal ini ini, Warner Bros akhirnya setuju untuk menyuntikkan dana pembuatan film Veronica Mars. Akhirnya film tersebut dapat diproduksi dengan total bujet US$ 5.7 juta.

Alur cerita Veronica Mars versi layar lebar akan melanjutkan petualangan sang gadis detektif ini. Setting cerita dibuat 9 tahun sejak kejadian di Season 3 serial Veronica Mars di mana dikisahkan Veronica Mars telah pindah ke New York dan berusaha melupakan semua hal yang terjadi di kampung halamannya di Neptune. Namun dia mendapatkan kabar jika mantan kekasihnya, Logan Echolls (Jason Dohring), dituduh melakukan pembunuhan. Mau-tidak mau, Mars harus kembali lagi ke Neptune guna memecahkan kasus pembunuhan yang pelik itu.

Beberapa pemeran dan karakter yang ada di serial Veronica Mars turut pula mendukung film ini, diantaranya Ryan Hansen, Frncis Capra, Percy Daggs III, Chris Lowell, dan Tina Majorino.


DIVERGENT (Rilis : 21 Maret 2014)
Diangkat dari novel best-seller karya Veronica Roth, Divergent adalah film petualangan sains fiksi yang cukup dinanti oleh banyak fans novel tersebut. Film ini diperani oleh Shailene Woodley, Theo James, Maggie Q, Jai Courtney, Miles Teller, dan Kate Winslet, serta disutradarai oleh Neil Burger. 

Kisahnya sendiri menceritakan tentang kehidupan penduduk Chicago di masa depan yang pada saat itu manusia terbagi dalam 5 distrik, yang mana penduduknya ditentukan berdasarkan kepribadian mereka : Abnegation (Egois), Amity (Damai), Candor (Jujur), Dauntless (Berani), dan Erudite (Pandai). Masalah timbul ketika Beatrice Prior (Shailene Woodley) - yang lahir dari keluarga Abnegation - justru memiliki tiga kepribadian : Abnegation, Erudite, dan Dauntless, yang membuatnya menjadi Divergent, orang yang tidak berkepribadian, dan harus dimusnahkan. Dalam pelariannya, Beatrice kemudian menemukan adanya konspirasi atas dirinya dan masyarakat dalam 5 distrik tersebut.

Aslinya novel Divergent merupakan trilogi, yang masing-masing seri berjudul Divergent (terbit 2011), Insurgent (2012), dan Allegiant (2013). Jika film Divergent sukses, tidak akan heran jika Insurgent akan menjadi sekuel dari film ini. Kita tunggu saja respon penonton.


NOAH (Rilis : 28 Maret 2014)
Film ini merupakan film adaptasi kedua dari Kitab Suci umat Kristiani yang diangkat ke layar lebar, setelah sebelumnya bulan lalu film Son of God yang diangkat ke layar lebar. Disutradarai Darren Aronofsky, film kolosal ini diperani sederet artis papan atas Hollywood seperti Russell Crowe, Anthony Hopkins, Emma Watson, Douglas Booth, Logan Lerman, Nick Nolte, dan Ray Winstone.

Seperti kisah aslinya di Alkitab, film ini mengisahkan tentang Noah / Nabi Nuh (Russell Crowe) yang mendapatkan visi masa depan tentang bencana banjir maha dasyat yang akan menimpa kotanya. Guna menghindari bencana besar itu, Nabi Nuh kemudian membangun kapal raksasa yang digunakannya untuk menyelamatkan keluarganya dan orang-orang sekitar. Selama pembuatan kapal tersebut, banyak orang menertawakan bahkan mencap Nuh sebagai orang gila. Meski demikian, dia terus membuatnya hingga selesai. Dan tepat saat kapalnya selesai, bencana dasyat itu pun datang.







SABOTAGE (Rilis : 28 Maret 2014)
Inilah salah satu film eksyen yang paling saya tunggu-tunggu. Bukan karena sosok Arnold Schwarzenegger yang menjadi pemeran utama film ini, namun karena film ini merupakan sebuah adaptasi (kembali) dari novel karya klasik Agatha Christie berjudul And Then There Were None (1939) atau dikenal di Indonesia dengan judul "10 Anak Negro".  Film yang disutradarai David Ayer ini, selain diperani Schwarzenegger juga diperani Sam Worthington, Josh Holloway, Olivia Williams, dan Terrence Howard.

Bersetting masa kini, Sabotage mengisahkan tentang penyerbuan Pasukan Khusus Anti Narkoba DEA pimpinan John "Breacher" Wharton (Schwarzenegger) yang melakukan penyerbuan ke tempat persembunyian kartel narkoba. Dari penggerebekan itu, mereka berhasil menyita narkoba dan sejumlah uang. Hasil kejahatan yang tadinya harus mereka laporkan ke Kantor Pusat, justru digunakan untuk kepentingan pribadi masing-masing anggota tersebut.

Setelah kejadian itu, satu-persatu anggota DEA yang ikut dalam penyerbuan di kartel itu tewas. Sama seperti alur di novel, penonton pun sudah tahu kalau pelaku pembunuhan adalah salah satu anggota DEA pimpinan Wharton. Masalahnya : Siapa?



Film layar lebar Korea bergenre drama-komedi ini menjadi film Korea pertama di awal tahun ini yang berhasil duduk di peringkat pertama box-office Korea Selatan, mengalahkan film animasi Frozen yang merajai box-office dunia. Bahkan saat ini, film Miss Granny menjadi film Korea Selatan pertama yang berhasil meraih sukses secara finansial sebesar US$ 26.5 juta dan ditonton lebih dari 6 juta penonton. 

Miss Granny (수상한 그녀) mengisahkan tentang Oh Mal-soon (diperani Na Moon-hee), seorang nenek berusia 74 tahun yang hidup bersama Hyun-chul (Sung Dong-il), anak laki-lakinya dan keluarga anaknya. Mal-soon adalah wanita yang bermulut tajam yang setiap omongannya banyak menyakitkan orang. Selain itu, dia juga sangat keras kepala, suka mengatur-atur orang lain, dan tidak tahu malu. Hal ini menyebabkan dirinya memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan menantunya. 

Satu waktu, menantu Mal-soon pingsan setelah beradu debat dengan mertuanya. Demi kesembuhan menantunya, para dokter menyarankan agar Mal-soon hidup terpisah dengan sang menantu. Hal ini memicu anak Mal-soon untuk membawa ibunya tinggal di panti jompo. Keputusan anaknya tersebut, menyebabkan Mal-soon sakit hati dan kemudian berjalan sendiri menyusuri kota. Pada saat itulah dia berpapasan dengan sebuah foto studio yang mengklaim dapat menangkap momen waktu muda orang yang difoto. Mal-soon pun membuat foto dirinya di sana. 

Usai melakukan foto, tiba-tiba Mal-soon melihat tubuhnya berubah menjadi tubuh gadis berusia 20 tahun (peran gadis berusia 20 tahun itu dibawakan dengan sangat kocak oleh Shim Eun-kyung). Menyadari dirinya telah berubah menjadi muda kembali, Mal-soon kemudian mengubah identitasnya menjadi Oh Doo-ri, yang diambil dari nama Audrey Hepburn, artis favoritnya. Kemudian Oh Doo-ri mencoba melakukan hal yang ditinggalkannya saat dia masih remaja : menjadi penyanyi. Untuk itu, dia mengikuti kompetisi menyanyi dan berhasil bergabung dengan sebuah band. 

Saat karirnya sedang cemerlang, Oh Doo-ri dihadapkan pada cinta segitiga antara Mr Park (Park In-hwan), seorang pria tua yang tahu rahasia Oh Doo-ri serta Han Seung-woo (Lee Jin-wook), seorang pria muda yang diam-diam jatuh hati padanya. Siapakah yang akan dipilih Oh Doo-ri? Akankah dia akan seterusnya menikmati "masa muda keduanya"?

Film yang disutradarai Hwang Dong-hyuk ini ditayangkan di Korea Selatan pada tanggal 22 Januari 2014 silam dan menjadi film produksi Korea Selatan terlaris pertama yang berhasil meraih penghasilan lebih dari 28.7 juta Won (US$ 26.5 juta) dalam waktu kurang dari 1 bulan, dan ditonton lebih dari 6 juta orang penonton.



TRIVIA FACTS
Film ini tidak dipromosikan besar-besaran. Kesuksesan film ini berkat promosi dari mulut-ke-mulut yang membuat orang penasaran untuk menonton film ini. 

Miss Granny merupakan film panjang ketiga arahan sutradara Hwang Dong-hyuk. Sebelumnya, Dong-hyuk dikenal sebagai sutradara film pendek dan telah merilis cukup banyak film-film pendek. Film panjang sebelumnya adalah My Father (2007) dan The Crucible (2011), merupakan film box-office yang cukup populer di Korea Selatan.




Saat pertama kali membaca review serial ini, saya tidak merasa tertarik sama sekali untuk menonton serial ini, meski saya tahu serial ini cukup menarik. Butuh waktu lama bagi saya untuk bisa "memunculkan" rasa penasaran terhadap serial ini. Dan setelah dua tahun sejak serial ini ditayangkan, barulah saya mencoba nonton. Dan.... wow.... dasyat....!!! Serial ini benar-benar membuat saya tidak dapat berhenti untuk terus menontonnya. Alur ceritanya benar-benar berbeda dari serial yang biasa, bahkan tidak terduga sama sekali. Ini yang membuat saya penasaran untuk terus menontonnya. Dan pada akhirnya.... saya menjadi salah seorang fans berat serial ini.

Person of Interest adalah serial drama-action polisi yang cukup menarik. Ditayangkan oleh CBS sejak 22 September 2011, serial ini telah menjadi salah satu serial yang paling banyak ditonton oleh penonton Amerika. Saat ini Season Ketiga serial ini sedang tayang, dan sepertinya akan berlanjut ke season berikutnya.

Alurnya sendiri cukup unik dan berbeda dari drama kepolisian yang lain. Serial ini menuturkan tentang seorang mantan Green Baret dan petugas lapangan CIA bernama John Reese (diperani dengan sangat keren oleh Jim Caviezel) yang hidup menggelandang di New York setelah kematian kekasihnya. Dia kemudian didekati oleh seorang bilioner misterius yang cerdas dan menguasai teknologi bernama Harold Finch (Michael Emerson) yang menawarkan pekerjaan pada Reese.

Finch ternyata adalah orang yang pernah membuat sebuah mesin canggih yang kemudian dijualnya kepada Pemerintah Amerika. Mesin tersebut adalah sistem komputer yang mampu membaca emosi seseorang yang berpotensi melakukan kejahatan atau juga menjadi korban dari sebuah tindak kejahatan. Finch menciptakan mesin itu untuk mencegah tindakan teroris yang mungkin terjadi. Namun Pemerintah tidak menanggapi serius ciptaan Finch tersebut, sehingga mesin tersebut diabaikan. Untuk membuktikan mesinnya berguna, Finch kemudian menggunakan mesinnya untuk mendeteksi tindak kejahatan yang akan terjadi. Karena itulah dia butuh bantuan Reese yang memiliki kemampuan bela diri untuk mencegah kejahatan yang mungkin terjadi.

Agar bisa mendapatkan informasi yang jauh lebih cepat, Reese kemudian meminta bantuan Detektif Lionel Fusco (Kevin Chapman) - seorang polisi korup yang kemudian bertobat - untuk mencarikan informasi terkait calon korban atau pelaku kejahatan yang namanya terdeteksi oleh mesin yang dibuat Finch. Selanjutnya, tanpa sepengetahuan Fusco, Reese pun menggaet Detektif Jocelyn "Joss" Carter (Taraji P. Henson) - atasan sekaligus rekan kerja Fusco - untuk membantu Reese melakukan hal yang mirip dengan yang dilakukan Fusco. Baik Fusco maupun Carter tidak pernah tahu jika mereka berdua bekerja sama dengan Reese untuk menyingkap berbagai kasus.

Kasus yang dihadapi Finch dan Reese pun bukan kasus yang sederhana, bahkan hampir semua kasus terjadi "twist" yang tidak terduga sama sekali (misalnya orang yang mereka duga bakal menjadi korban, justru pada akhirnya adalah pelaku kejahatan itu sendiri). Inilah yang menjadi daya tarik dari setiap episode Person of Interest, karena penonton selalu dibikin penasaran hingga akhir cerita. Selain itu, munculnya tokoh-tokoh misterius yang muncul dalam beberapa episode yang "mengganggu" usaha Finch dan Reese untuk mengungkapkan kasus, menjadi daya tarik tersendiri yang membuat serial ini tidak membosankan.


Saat pertama kali ditayangkan, episode pertama Person of Interest langsung menduduki peringkat pertama sebagai episode paling banyak ditonton sepanjang sejarah CBS. Tercatat 13.2 juta penonton menyaksikan episode perdana tersebut. Bagi CBS, angka itu adalah angka tertinggi yang pernah mereka raih selama 10 tahun terakhir (sebelumnya, episode pertama CSI Season Pertama pernah meraih penonton sebanyak 13 juta orang). Hingga saat ini, serial kreasi Jonathan Nolan ini telah memasuki Season Ketiga yang mana Season berjumlah 23 episode tersebut sudah tayang sejak 24 September 2013 silam dan akan berakhir pada bulan Mei 2014 mendatang.


DO YOU KNOW? 
Dalam dunia kepolisian Amerika, istilah "Person of Interest" berarti seseorang yang terlibat dalam sebuah investigasi tindakan kejahatan, di mana orang tersebut belum ditangkap, atau secara resmi belum dianggap melakukan sebuah tindakan kejahatan (baru masuk kategori "tersangka"). Secara harafiahnya, istilah tersebut mengandung makna seseorang yang sedang "diincar" polisi karena diduga akan melakukan kejahatan tertentu.

Serial Person of Interest meraih penghargaan sebagai Favorite New TV Drama dalam ajang People's Choice Award tahun 2012 silam. Sementara itu, serial ini juga mendapatkan perhatian dan masuk nominasi di berbagai ajang seperti BET Award, MPSE Golden Reel Award, NAACP Image Award, Primetime Emmy Award, dan MPSE Golden Reel Award.

J.J. Abrams - kreator serial televisi populer seperti Alias, Lost, Fringe, Revolution, dan Almost Human, serta sutradara film layar lebar Mission Impossible III (2009), Star Trek (2009), dan Star Trek Into Darkness (2013) - adalah produser dari serial Person of Interest ini. Tidak hanya itu, dia pun menulis dan menjadi komposer lagu tema untuk serial ini.

Sang kreator serial ini, Jonathan Nolan adalah adik dari Christopher Nolan, sutradara yang terkenal karena trilogi Dark Knight dan film thriller-psikologi Inception. 

Jim Caviezel sebelumnya dikenal sebagai pemeran Yesus Kristus dalam film Passion of the Christ (arahan sutradara Mel Gibson).

Sedangkan Michael Emerson - pemeran Harold Finch - sebelumnya dikenal penonton sebagai Benjamin Linus dalam serial televisi Lost.

Saat membuntuti dan memotret tersangka yang diikutinya, John Reese selalu menggunakan kamera Nikon D3100.

Pada Episode 15 Season Pertama (Judul Episode : Blue Code), disebutkan bahwa kota kelahiran John Reese adalah Puyallup, Washington, yang mana terletak sekitar 100 kilometer dari Mount Vernon, Washington. Kota itu adalah kota kelahiran sebenarnya dari Jim Caviezel, sang pemeran John Reese.

Perhatikanlah kalau saat menggunakan nama samaran Harold Finch selalu menggunakan nama depan "Harold" sementara nama belakangnya adalah nama-nama burung, seperti Harold Wren, Harold Crane, Harold Crow, Harold Quail, Harold Gull, dan Harold Swift.

Sedangkan John Reese sendiri seringkali menggunakan nama samaran dengan nama pertama John : John Rooney, John Warren, John Anderson, John Wiley, John Campbell, John Randall, dan John Hayes. Hanya di beberapa kesempatan dia menggunakan nama samaran berbeda, seperti James J. Manzione (pada episode Pilot), Tony Miller (episode 1, season 1, berjudul Mission Creep), serta Detective Stills dan Marshall Jennings setelah mencuri tanda pengenal sang detektif dan marshall.





Sepertinya tahun 2014 ini akan menjadi tahun yang menarik bagi penggemar serial televisi Amerika. Banyak sekali serial baru yang dirilis tahun ini dan saling beradu untuk mendapatkan rating terbaik. Para penonton pun dibuat bingung untuk membagi waktu, agar bisa menonton semua serial tersebut.

Salah satu serial yang diramalkan bakal menjadi salah satu serial favorit tahun ini adalah From Dusk Till Dawn : The Series yang akan ditayangkan tanggal 11 Maret 2014 mendatang. Serial ini merupakan adaptasi dari film layar lebar berjudul sama karya sutradara Rodriguez yang dirilis tahun 1996. Meski tidak menjadi film box-office namun film tersebut memiliki banyak penggemar fanatik dan menjadi "cult film" yang masih dicari serta ditonton banyak orang hingga hari ini. 


Sama seperti versi layar lebarnya, From Dusk Till Dawn : The Series mengisahkan kehidupan keluarga Fuller, yaitu Jacob Fuller (diperani Robert Patrick), dan anak-anaknya : Kate Fuller (Madison Davenport), serta Scott Fuller (Brandon Soo Hoo). Jacob adalah seorang pastor yang melakukan pelayanan keliling ke berbagai tempat di Amerika Serikat. Hingga satu waktu, mereka bertemu dengan kakak-beradik Gecko - Seth Gecko (D.J. Cotrona) dan Richie Gecko (Zane Holtz) - yang meminta tumpangan. Ternyata kakak-beradik Gecko tersebut adalah psikopat yang barusan melakukan perampokan dan sedang menjadi kejaran polisi serta FBI.

Guna menghindari kejaran polisi, Gecko bersaudara kemudian membawa keluarga Fuller bersembunyi di sebuah motel bernama Titty Twister. Di motel yang bernuansa sangat misterius tersebut, mereka berkenalan dengan Esmeralda (Eiza Gonzalez), pemilik motel Titty Twister tersebut. Saat Gecko Bersaudara berpikir kalau mereka sudah aman dari kejaran polisi, masalah baru muncul.

Saat tengah malam, tiba-tiba orang yang berada di dalam motel tersebut berubah menjadi vampir haus darah. Dan Esmeralda yang tadinya adalah gadis cantik, berubah menjadi mahluk mengerikan bernama Santanico Pandemonium, yang tidak lain adalah Ratu Vampir. Gecko Bersaudara dan Keluarga Fuller harus berjuang bertahan hidup agar tidak menjadi santapan para vampir.

Meski memiliki alur cerita yang sama dengan versi film layar lebarnya, namun serial ini banyak menampilkan latar belakang para karakternya. Seperti misalnya kisah masa lalu Esmeralda yang semula adalah manusia biasa, lalu bertransformasi menjadi Ratu Vampir Santanico. Begitu juga dengan kehidupan Gecko Bersaudara yang juga akan diulas sangat mendalam agar para penonton lebih memahami karakter kedua bersaudara psikopat tersebut.

Rencananya serial ini akan dibuat dalam 4 episode.Robert Rodriguez menulis skenario untuk episode pertama serial ini. Dan Quentin Tarantino - pemeran Richie Gecko di versi layar lebar - akan tampil sebagai cameo di serial perdana tersebut. Nah, akankah serial ini lebih seram dan menakutkan daripada versi layar lebarnya? Jika Anda tinggal di Amerika Serikat, maka tunggu saja kemunculan serial ini tanggal 11 Maret 2014 mendatang di Saluran El Rey.


FROM DUSK TILL DAWN : THE ORIGIN
Seperti yang sudah saya ulas di awal, From Dusk Till Dawn adalah film horror yang pernah populer di tahun 1996 silam. Meski tidak terlalu sukses secara finansial, namun film ini memiliki banyak penggemar fanatik yang memuja film ini, hingga hari ini. Karena sukses, film ini kemudian dibuat 2 sekuelnya, di mana keduanya adalah film "direct-to-video" yang tidak tayang di layar lebar.
From Dusk Till Dawn pertama diperani George Clooney (berperan sebagai Seth Gecko), Quentin Tarantino (Richie Gecko), Harvey Keitel(Jacob Fuller), dan Juliette Lewis (Kate Fuller). Robert Rodriguez duduk sebagai Sutradara dalam film ini. Untuk skenarionya, Quentin Tarantino bekerja sama dengan Robert Kurtzman menulis ceritanya.

Tahun 1999, From Dusk Till Dawn 2 : Texas Blood Money dirilis dalam bentuk film "direct-to-video" dengan cerita yang sama sekali berbeda dari versi pertamanya, begitu juga para kru dan artis pendukung film ini. Hanya Quentin Tarantino yang ikut terlibat (sebagai penulis naskah), meski dirinya tidak mau namanya tercantum dalam "credit title" film ini. Diperani Robert Patrick,. Bo Hopkins, Duane Whitaker, dan Danny Trejo, dengan sutradara Scott Spiegel, film ini menuturkan tentang Buck (Robert Patrick), seorang perampok bank, yang dikejar oleh aparat yang kemudian bertemu dengan kelelawar yang bisa berubah menjadi manusia pengisap darah.

Kemudian di tahun 2000, seri ketiga From Dusk Till Dawn dirilis dalam bentuk film "direct-to-video" kembali dengan judul From Dusk Till Dawn 3 : The Hangman's Daughter. Lagi-lagi tidak ada kru maupun pendukung dari seri film ini sebelumnya yang ikut serta dalam pembuatan film ini. Hanya Robert Rodriguez yang terlibat dalam penulisan naskah skenarionya, bersama Alvaro Rodriguez. Alur cerita film ini merupakan prekuel dari film From Dus Till Dawn pertama, yang mana mengisahkan tentang latar belakang kehidupan Esmeralda, Sang Ratu Vampir. Bersetting Meksiko di awal tahun 1900, film ini mengisahkan kehidupan Esmeralda (diperani Ara Celi) yang terlahir sebagai manusia setengah vampir dan hidup di antara manusia biasa. Dia harus bertarung melawan Quixtla (Sonia Braga), Pemimpin Para Vampir yang ternyata adalah ibu Esmeralda. Sekuel ini ternyata mendapatkan respon yang sangat baik dari para penonton, bahkan mendapatkan nominasi Saturn Award untuk kategori "Best Home Video Release".

Melihat animo penonton dalam sekuel terakhir From Dusk Till Dawn tersebut, Robert Rodriguez berencana untuk merilis sekuel ketiga atau seri keempat dari film ini. Namun hingga tahun 2012, realisasi untuk memproduksi tidak pernah terjadi. Akhirnya, Rodriguez merilis film ini kembali tapi dalam bentuk serial televisi.


DO YOU KNOW? 
From Dusk Till Dawn merupakan film layar lebar pertama yang diperani George Clooney pasca keluar dari serial televisi E.R. yang pernah membesarkan namanya. Usai memerani film ini, nama Clooney menjadi lebih berkibar di belantika dunia film layar lebar dengan mendapatkan kesempatan berperan dalam film-film besar lain seperti One Fine Day, Batman & Robin, The Peacemaker, Out of Sight, dan lain-lain.

Salah satu karakter yang cukup menarik dalam film From Dusk Till Dawn adalah Texas Ranger Earl McGraw (dalam versi layar lebar diperani Michael Parks, sedangkan dalam versi serial televisi akan diperani aktor Don Johnson). Karakter ini tidak saja muncul di film From Dusk Till Dawn tetapi juga di film Kill Bill Volume 1 dan Grindhouse, yang mana kesemua film itu adalah hasil kreasi Robert Rodriguez.

Film From Dusk Till Dawn berhasil meraih penghargaan di ajang Fangoria Chainsaw Award (untuk kategori Best Leading Actor), MTV Movie Award (Best Breakthrough Performance, dan Best Actor), serta Saturn Award (Best Horror Film).


Banyak film layar lebar fiksi yang beredar dan sepertinya merupakan murni film fiksi. Padahal ada beberapa film fiksi tersebut yang sebenarnya diangkat dari kisah nyata. Memang tidak semua bagian film tersebut adalah kisah nyata, tetapi ada beberapa bagian dan elemen dalam film tersebut yang sebenarnya merupakan kisah nyata.

Mengapa sutradara maupun penulis tidak mencantumkan tulisan "Based on True Story" pada film tersebut? Bukankah justru bisa lebih menarik minat penonton untuk menontonnya?

Well... alasan utamanya adalah tidak semua bagian dalam film itu menggunakan bagian nyata secara utuh, sehingga tidak bisa dikatakan "based on true story or events". Selain itu, ada kalanya Penulis mengalami kesulitan untuk mendapatkan ijin resmi dari orang yang terlibat dalam kejadian nyata tersebut, sehingga diputuskan untuk "mengaburkan" konteks kisah nyata dalam film tersebut agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Berikut ini adalah film-film fiksi yang tidak ada embel-embel "Based on Real Event" atau "Based on True Strory", namun sebenarnya menggunakan elemen kejadian nyata yang benar-benar pernah terjadi.


1. SILENT HOUSE (2011)
Film yang disutradarai Chris Kentis dan Laura Lau serta diperani Elizabeth Olsen, Adam Trese, dan Eric Sheffer Stevens ini adalah film thriller yang sangat menarik, karena dibuat dengan sekuens yang sangat panjang, tanpa jedah sedetik pun. Film ini mengisahkan tentang gadis muda bernama Sarah (Olsen) yang pindah ke sebuah rumah bersama ayah dan pamannya, di mana dia kemudian bertemu kembali dengan teman masa kecilnya bernama Sophia. Sejak memasuki rumah barunya, Sarah mulai mengalami kejadian-kejadian aneh, yang pada akhirnya menguak masa lalu Sarah dan Sophia.


Film ini sendiri merupakan adaptasi dari film Uruguay berjudul La Casa Muda (2010), di mana film tersebut merupakan adaptasi dari kejadian sebenarnya yang terjadi di Uruguay pada tahun 1940 silam mengenai seorang gadis yang kehilangan ingatan masa kecilnya, lalu mendapatkan kembali ingatan tersebut setelah mengalami kejadian-kejadian misterius saat pindah ke sebuah rumah baru bersama keluarganya.


2. UNSTOPPABLE (2010)
Film aksi-seru ini diperani oleh Denzel Washington dan Chris Pane, dengan disutradarai Tony Scott, bercerita tentang sebuah kereta api yang lepas kendali dan dua orang (Denzel dan Chris) berjuang untuk menghentikan kereta yang melajut kencang tersebut.

Film ini merupakan adaptasi dari kejadian nyata yang dialami kereta api CSX 8888 milik CSX Transportation yang lepas kendali di Ohio, Amerika Serikat, pada tahun 2001. Sama seperti kejadian di film Unstoppable, kereta yang membawa bahan kimia berbahaya serta 47 mobil tersebut lepas kendali dan
nyaris menghantam dan menghancurkan kota Ohio.


3. THE STRANGERS (2008)
Film yang diperani Liv Tyler, Scott Speedman, dan Glenn Howerton, dengan sutradara Bryan Bertino, ini mengisahkan tentang pasangan muda yang mana menginap di rumah liburan mereka di sebuah kawasan sepi, di mana satu ketika mereka diteror oleh sekawanan orang bertopeng yang masuk ke rumah mereka dan menyandera mereka.

Film ini diadaptasi dari kasus Keddie Murders, pembunuhan sadis yang terjadi pada tahun 1981. Pembunuhan tersebut terjadi di kota resor bernama Keddie yang terletak di pengunungan Sierra Nevada, California Selatan. Dalam kejadian itu, 4 orang menjadi korban, yaitu Glenna Sharp (36 tahun), anak Glenna bernama Tina (12 tahun), John (15 tahun), dan sahabat Glenna bernama Dana Wingate (17 tahun). Hingga hari ini tidak diketahui siapa pelaku dan tujuan pembunuhan tersebut.


4. SINS (2005)
Ini adalah film kontroversi produksi Bollywood yang disutradarai Vinod Pande dan diperani Shiney Ahuja, dan Seema Rahmani. Kisahnya sendiri menuturkan tentang kisah cinta terlarang seorang pastor Katolik dengan seorang wanita muda yang telah menikah. Saat ditayangkan, film ini mendapatkan protes yang luar biasa keras dari masyarakat penganut ajaran Katolik karena dianggap menampilkan hal negatif tentang agama Katolik.

Meski disebut sebagai film fiksi, namun film ini sebenarnya dibuat berdasarkan kejadian nyata yang pernah terjadi Kerala (Keralam), sebuah kota kecil yang terletak di Selatan India, tepatnya di dekat Pantai Malabar sekitar tahun 1990an, di mana seorang pastor Katolik menjalin hubungan intim dengan seorang wanita yang telah menikah, sehingga sang pastor ditangkap pihak berwajib dan dihukum gantung.


5. BEHIND ENEMY LINES (2001)
Film yang diperani Owen Wilson dan Gene Hackman ini mengisahkan tentang tentara Angkata Udara Chris Burnett (Owen) yang pesawatnya tertembak dan terjatuh di hutan Bosnia. Saat itu sedang bergejolak perang Bosnia dan Burnett berada di tengah-tengah peperangan tersebut. Dia harus bertarung melawan waktu, menyelamatkan diri sebelum ditangkap dan dihabisi tentara Bosnia.

Meski film ini adalah murni fiksi, namun kisahnya sendiri ternyata diadaptasi dari pengalaman pilot Amerika Scott Francis O'Grady yang pada tahun 1995 terjebak di tengah hutan Mrkonjic Grad, Bosnia, setelah pesawat F-16C yang dibawanya ditembah oleh pasukan Bosnia. Kejadian yang dialami Scott Francis ini dikenal dengan Insiden Mrkonjic Grad.


6. HEAT (1995)
Film arahan sutradara Michael Mann ini merupakan film epik besar yang - untuk pertama kalinya - mempertemukan 2 aktor papan atas dunia : Al Pacino dan Robert de Niro. De Niro berperan sebagai Neil McCauley, seorang perampok profesional, dan Pacino berperan sebagai Letnan Vincent Hanna, seorang veteran polisi yang berusaha menghentikan aksi teror yang dilakukan McCauley.

Tidak banyak yang tahu kalau film ini diangkat dari kisah nyata aksi Detektif Chuck Adamson yang melakukan pengejaran terhadap gembong kriminal Neil McCauley pada tahun 1960. Salah satu adegan dalam film Heat di mana Detektif Hanna dan McCaulley duduk semeja dan saling mengancam di restoran adalah kejadian yang benar-benar terjadi, di mana Adamson dan McCauley juga pernah duduk semeja di sebuah restoran dan saling mengancam.


7. TOO YOUNG TOO DIE? (1990)
Film televisi yang diperani Brad Pitt dan Julliette Lewis ini menuturkan tentang Amanda Sue Bradley (Lewis), seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang melakukan pembunuhan, perampokan, dan penculikan. Atas tindakannya tersebut, gadis ini divonis hukuman mati. Film ini menampilkan banyak perdebatan seputar hukuman mati yang dijatuhkan pada gadis di bawah umur tersebut.

Meski tidak disebut sebagai film "based on true event", namun publik Amerika segera tahu kalau film ini merupakan adaptasi kasus yang terjadi pada Attina Marie Cannaday yang melakukan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Ronald Wojcik pada tanggal 3 Juni 1982 di Harrison County, Mississippi. Dalam dakwaan di pengadilan, Cannaday terbukti melakukan juga tindakan kriminal lain seperti perampokan dan penculikan. Atas tindakannya tersebut, Cannaday akhirnya dijatuhi hukuman mati. Keputusan pengadilan tersebut mendapatkan tentangan dari masyarakat mengingat usia Cannaday waktu itu masih 16 tahun. Akhirnya, setelah melakukan banding, Cannaday dijatuhi hukuman 25 tahun penjara. Tanggal 9 Maret 2008 silam, Cannaday akhirnya bebas dari penjara.


8. THE DELTA FORCE (1986)
Film eksyen super seru yang diperani Chuck Norris dan Lee Marvin serta disutradarai oleh Menahem Golan ini mengisahkan tentang aksi pasukan Delta Force dalam menumpas teroris. Dalam dunia nyata, pasukan Delta Force sendiri memang ada dan merupakan kesatuan elit penumpasan teroris. Dalam film tersebut, dikisahkan kalau Delta Force mendapatkan tugas untuk melumpuhkan para teroris Libanon yang membajak pesawat American Travel Ways (ATW) Flight 282.

Kisah pembebasan sandera pesawat tersebut ternyata merupakan adaptasi dari kejadian nyata yang menimpa pesawat TWA Flight 847 di mana pada tanggal 14 Juni 1985, pesawat tersebut dibajak oleh teroris Hisbullah dan Islamic Jihad.


9. 10 TO MIDNIGHT (1983)
Salah satu film eksyen yang cukup populer di tahun 1980an yang diperani oleh mendiang aktor Charles Bronson dan disutradarai J. Lee Thompson. Film ini mengisahkan tentang pengejaran seorang detektif terhadap seorang psikopat bernama Warren Stacy (diperani Gene Davis) yang senang membunuh wanita yang menolak cintanya.

Tindakan pembunuhan sadis yang dilakukan Warren Stacy dalam film tersebut, ternyata diadaptasi dari perilaku dari pembunuh psikopat sebenarnya bernama Richard Speck yang pada tanggal 14 Juli 1966 melakukan pembantaian dan pembunuhan terhadap 8 perawat di Rumah sakit South Chicago Community Hospital.


10. THE SOUND OF MUSIC (1959)
Film musikal legendaris ini mengisahkan tentang seorang biarawati bernama Maria yang menjadi pengasuh anak keluarga von Trapp pada tahun 1930an. Film ini menjadi film legendaris karena lagu-lagu dalam film ini yang hingga hari ini masih dinyanyikan banyak orang, seperti Edelweiss, The Sound of Music, Do-Re-Mi, Climb Every Mountain, My favorite Things, dan lain-lain.

Meski banyak orang mengira film ini adalah film fiksi (karena terlalu "bahagia dan nyata"), namun pada kenyataannya film ini adalah film kisah nyata yang diangkat dari buku memoar yang ditulis sendiri oleh Maria von Trapp, sang biarawati yang kelak menjadi istri dari Kapten Georg von Trapp, duda beranak tujuh. Memoar berjudul The Story of The Trapp Family itu kini telah digubah menjadi novel dan skenario pentas Broadway yang secara rutin masih dimainkan hingga hari ini.


11. YOU ONLY LIVE ONCE (1937)
Film yang diperani  Henry Fonda dan Sylvia Sidney ini merupakan film bertema noir pertama yang mengetengahkan tentang Eddie Taylor (Fonda), seorang mantan napi yang dituduh melakukan perampokan bank yang menewaskan 6 orang. Saat ditangkap, Taylor berhasil melarikan diri namun tidak sengaja membunuh seorang polisi. Bersama istrinya yang sedang hamil, mereka berdua kemudian berjuang untuk kabur dari kejaran polisi yang memburu mereka.
Meski merupakan film eksyen fiksi, namun tidak bisa dipungkiri kalau film ini adalah adaptasi dari kisah pelarian Bonnie and Clyde, sepasang perampok dan pembunuh sadis yang menggemparkan Amerika dan menjadi legenda di tahun 1930an. Pasangan perampok itu tewas dalam aksi tembak-tembakan dengan aparat pada tahun 1934.


12. MUNITY ON THE BOUNTY (1935)
Film yang diperani Charles Laughton dan Clark Gable serta disutradarai Frank Lloyd ini merupakan salah satu film terbesar sepanjang sejarah perfilman dunia, mengisahkan tentang pemberontakan yang dilakukan oleh para awak kapal HMS Bounty yang berlayar dari Inggris pada tahun 1787. Pemberontakan dilakukan setelah para awak mengalami tindakan yang sewenang-wenang dari Kapten William Bligh (Charles Laughton).

Meski ceritanya adalah adaptasi dari novel berjudul Munity of The Bounty karya Charles Nordhod dan James Norman Hall, namun pada kenyataannya kejadian yang ditulis pada novel itu benar-benar terjadi,  (walau kejadian dan latar belakang pemberontakan para awak kapal HMS Bounty tidak ditampilkan secara akurat dalam film). Para karakternya pun adalah karakter sebenarnya yang benar-benar ada di kapal tersebut.  Kejadiannya sendiri terjadi pada tanggal 28 April 1789 saat kapal sedang berada 2,100 km barat Tahiti, dekat Tonga. Kapal Bounty sendiri akhirnya dibakar pada tanggal 23 Januari 1790 oleh para kru yang memberontak, setelah kapal tersebut  mendarat di sebuah pulau kecil di Lautan Pasifik. Pulau tersebut kini dikenal sebagai Kepulauan Pitcairn dan lokasi pembakaran kapal Bounty kini dikenal dengan sebutan Bounty Bay.


Tahun baru, dibarengi juga dengan film baru. Setelah berjalan 2 bulan, beberapa serial Korea terbaru mulai tayang di televisi Korea Selatan. Memang belum banyak serial baru yang beredar, mengingat masih banyak juga serial yang tayang sejak tahun lalu belum berakhir masa tayangnya awal tahun ini. Tapi ga ada salahnya kita simak serial Korea terbaru yang bisa jadi referensi tontonan kita.

1. ANGEL'S REVENGE
Produksi         : KBS2
Tanggal tayang : 6 Januari 2014 - TBA
Jumlah episode :100

Serial ini mengisahkan terntang Lee Seon-yoo (dperani Yoon So-yi) yang dipersiapkan keluarganya untuk menjadi seorang biarawati. Menjelang pentahbisannya menjadi biarawati, Jin-yoo - kakak Seon-yoo - meninggal. Seon-yoo menemukan kalau kakaknya tewas dibunuh kekasihnya bernama Jang Tae-jung (Park Jung-chul). Tujuan pembunuhan itu adalah hanya agar Tae-jung bisa menikahi Seo Ji-hee (Moon Bo-ryung) - anak seorang konglomerat - dan hidup bergelimangan harta.

Demi membalaskan dendam atas kematian kakaknya, Seon-yoo keluar dari biara dan mengubah identitasnya. Dia kemudian berkenalan dan mendekati Seo Ji-seok (Kwoon Yool), kakak dari Seo Ji-hee. Perkenalan itu berlanjut ke jenjang pernikahan, yang mana semakin mendekatkan Seon-yoo pada Tae-jung. Mungkinkah Seon-yoo berhasil membunuh Tae-jung dan membalaskan kematian kakaknya?


2. CAN WE LOVE? 
Produksi         : jTBC
Tanggal tayang : 6 Januari -11 Maret 2014
Jumlah episode : 20

Sebuah drama mengharukan yang menceritakan hidup 3 orang wanita yang telah bersahabat lama : Toon Jung-wan (Eugene), Kim Sun-mi (Kim Yoo-mi), dan Kwon Ji-hyun (Choi Jeong-yoon). Dalam usia yang sama-sama 39 tahun, mereka bertiga ternyata masing-masing sedang menghadapi masalah.

Jung-wan baru-baru ini bercerai dari suaminya. Dengan tanggungan seorang anak dan bekerja sebagai penulis naskah skenario, penghasilannya tidak mencukupi buatnya, sehingga memaksanya untuk bekerja paruh-waktu di sebuah mini-market.

Sun-mi adalah wanita karir yang sukses sebagai dekorator. Meski telah berusia cukup matang, dia masih belum juga menikah. Bahkan kekasihnya yang dikencaninya saat ini, hanyalah mengejar uangnya, dan tidak pernah berniat untuk menikahinya.

Ji-hyun adalah seorang wanita rumah tangga yang menikah dengan seorang pengusaha. Meski terlihat bahagia, Ji-hyun hidup tertekan karena tidak cocok dengan mertua dan anak perempuannya yang sangat pembangkang. Diam-diam, Ji-hyun menjalin hubungan asmara dengan Ahn Do-young (Kim Sung-soo), CEO sebuah perusahaan film. Masalahnya suami Ji-hyun adalah investor dari perusahaan Do-young.


3. INSPIRING GENERATION 
Produksi         : KBS2
Tanggal tayang : 4 Januari -9 April 2014
Jumlah episode : 24

Serial bersetting di Shanghai, China di tahun 1930an ini mengetengahkan kisah tentang Shin Jung-tae (Kim Hyun-joong), seorang pria kelahiran Korea yang tinggal di Shanghai dan memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa, berjuang menolong orang-orang China yang ditindas tentara Jepang.

Saat Jung-tae berusia 15 tahun, dia menyaksikan kekejaman tentara Jepang yang membunuh ayahnya. Bukannya membela dirinya, para tetangganya justru menuduh Jung-tae yang membunuh ayahnya sendiri. Kecewa dan marah, Jung-tae kabur dari kampung halamannya di Korea dan pergi ke Shanghai. Di sana, dia menjadi petarung jalanan yang tidak terkalahkan.

Jung-tae kemudian jatuh cinta pada Yoon Ok-ryun (Jin Se-yun), anak dari pemilik rumah tempat Jung-tae bernaung di Shanghai. Sementara itu, Deguchi Gaya (Im Soo-hyang), anak tiri Jendral Denkai dari Jepang, diam-diam juga jatuh hati pada Jung-tae. Ketika tahu kalau Jung-tae lebih mencintai O-ryun daripada dirinya, maka Gaya menggunakan berbagai cara untuk menghancurkan hubungan mereka berdua.


4. EMERGENCY COUPLE
Produksi         : jTBC
Tanggal tayang : 6 Januari -11 Maret 2014
Jumlah episode : 20

Drama-komedi ini mengisahkan tentang Oh-Chang-min (Choi Jin-hyuk) dan Oh Jin-hee (Song Ji-hyo), sepasang kekasih yang sama-sama bersekolah di sekolah kedokteran. Meski mendapat tentangan dari orang tua mereka, keduanya memutuskan untuk menikah muda pada saat mereka masih kuliah.

Setelah menikah, pertengkaran selalu mewarnai kehidupan rumah tangga pasangan muda tersebut, yang berakhir pada perceraian. Keduanya kemudian memutuskan untuk melanjutkan sekolah kedokteran mereka kembali.

Enam tahun kemudian,keduanya telah menjadi internis dan tanpa sengaja bekerja sama di rumah sakit yang sama. Akankah cinta lama akan bersemi kembali? Atau pertengkaran akan berlanjut kembali?









Buat yang merayakan Tahun Baru Imlek tanggal 31 Januari 2014, saya ucapkan "SELAMAT TAHUN BARU IMLEK, GONG XI FAT CHAY". Semoga di tahun yang baru - Tahun Imlek ini adalah Tahun Kuda - ini kita akan mendapatkan berkah yang berlimpah secepat lari sang Kuda.

Well... Guys.... Bulan Februari ini ternyata dipenuhi dengan film-film menarik yang bakal menguras "isi kantong" saya.  Selain menarik, kebanyakan film yang akan beredar adalah film-film box-office yang bakal merajai tangga Box Office film dunia sepanjang Februari ini. Dan berikut ini adalah beberapa film pilihan (versi saya) yang sangat sayang untuk tidak ditonton bulan ini.


THE LEGO MOVIE (Rilis : 2 Februari 2014)
Sebelumnya, perusahaan mainan batang susun Lego sudah sering merilis film televisi dengan menggunakan karakter-karakter produk mereka. Tidak hanya itu, mereka pun merilis parodi film-film box-office seperti The Lord of The Rings dan Star Wars dengan menggunakan karakter Lego. Nah, kali ini, mereka merilis film layar lebar berjudul The Lego Movie yang merupakan film komputer-animasi hasil kolaborasi Amerika-Australia. Naskah ditulis dan disutradarai oleh Phil Lord dan Chris Miller, sineas yang sebelumnya merilis film animasi sukses dwilogi Cloudy with A* Chance of Meatballs (2009 dan 2013). Sedangkan pengisi suara film ini adalah Will Farrell, Elizabeth Bank, Will Arnett, Charlie Day, Liam Neeson, dan Morgan Freeman.

Film ini mengambil setting dunia Lego, di mana seorang karakter Lego bernama Emmet keliru dikenali masyarakat dunia Lego sebagai The Special, seorang Master Builder yang diramalkan akan menyelamatkan dunia Lego dari kehancuran. Emmet kemudian mendapat mandat dari Dewan Kota untuk mengalahkan Lord Business yang berencana menghancurkan dunia Lego. Dengan bantuan Penyihir Vitruvius, gadis perkasa Wyldstyle, Batman, Kuda Unicorn Uni-Kitty, dan Bajak Laut Metalbeard, Emmet berjuang menyelamatkan dunia Lego.


VAMPIRE ACADEMY : BLOOD SISTERS (Rilis : 7 Februari 2014)
Sekilas kedengarannya seperti film parodi bergenre vampir. Padahal di Amerika Serikat, Vampire Academy adalah novel remaja bergenre fantasi yang sangat populer di tahun 2007, bahkan menjadi salah satu novel remaja terlaris di masa itu. Kini novel karya Richelle Mead tersebut diadaptasi menjadi sebuah film fantasi petualangan berjudul Vampire Academy : Blood Sisters yang diperani Zoey Deutch, Danila Kozlovsky, dan Lucy Fry, serta disutradarai oleh Mark Waters.

Film ini mengisahkan tentang manusia-vampir remaja bernama Dhampir (Zoey Deutch) yang - bersama sahabat vampirnya Lissa Dragomir (Lucy Fry) - kabur dari sekolah mereka di St. Vladimir's Academy dan bersembunyi di dunia manusia selama 2 tahun. Mereka kemudian dibawa pulang kembali ke sekolah vampir mereka, di mana di sana mereka menemukan kalau sekolah mereka yang dulu telah berubah. Banyak misteri dan rahasia tersembunyi di balik tembok kampus yang gelap dan kelam tersebut.

Selain kisah cinta dan hubungan antar vampir, film ini juga mengisahkan tentang adanya ancaman Strigoi, vampir haus darah yang memangsa para vampir dan setengah vampir dalam kampus tersebut.


ROBOCOP (Rilis : 7 Februari 2014)
Sebuah karakter super hero yang pernah melegenda di akhir tahun 1980 - pertengahan 1990an kini dibangkitkan kembali. Yep, inilah Robocop, polisi pelindung manusia di masa depan. Film ini diperani Joel Kinnaman, Gary Oldman, Michael Keaton, Samuel L. Jackson, dan Marianne Jean-Baptiste dan disutradarai oleh Jose Padilha. Kisahnya mirip dengan cerita awal film Robocop tahun 1987.

Di tahun 2028, perusahaan konglomerasi OmniCorp melakukan terobosan dengan menciptakan robot-robot droid yang akan digunakan untuk keperluan militer. Namun droid tersebut tidak sempurna karena tidak dapat membedakan antara kejahatan yang sesungguhnya atau bukan, sehingga menyebabkan kematian manusia. Untuk itu, mereka kemudian menciptakan manusia setengah robot yang mereka beri nama Robocop. Dengan adanya manusia setengah robot, maka mereka berharap dapat terhindar dari jerat hukum karena kegagalan produk, sekaligus melimpahkan kesalahan kepada manusia yang mengenakan pakaian Robocop tersebut.

Alex Murphy (Joel Kinnaman) - seorang polisi yang terluka parah terkena bom saat bertugas - dipilih menjadi orang pertama yang menjadi Robocop. Dengan bantuan teknologi Omnicorp, Alex Murphy akhirnya menjadi polisi setengah robot yang tidak terkalahkan. Meski demikian, dia masih tetap memiliki hati seorang manusia. Dan ketika menyadari dirinya diperalat OmniCorp, Alex memberontak dan bahu-membahu dengan rekan-rekan polisi yang lain, mereka bertarung menghadapi OmniCorp yang berniat menguasai dunia.


ENDLESS LOVE (Rilis : 14 Februari 2014)
Film ini dapat menjadi pilihan bagi para pasangan yang merayakan Hari Valentine tahun ini. Merupakan remake dari film berjudul sama yang dirilis tahun 1981, di mana film pertama tersebut diperani oleh Broke Shield, Tom Cruise, Jamie Gertz, dan Jeff Marcus. Sebagai informasi saja, soundtrack dari film Endless Love (1981) yang dinyanyikan oleh Diana Ross dan Lionel Richie menjadi lagu terlaris sepanjang masa yang hingga hari ini masih diputar dan disukai banyak orang.

Dalam versi tahun 2014, film ini diperani Alex Pettyfer, Gabriella Wilde, Robert Patrick, serta disutradarai oleh Shana Feste ini mengisahkan cerita yang tidak terlalu jauh beda dari versi aslinya. Jade Butterfield (Wilde) dan David Axelrod (Pettyfer) menjalin hubungan cinta setelah dipertemukan oleh Keith, kakak Jade. Hubungan mereka kemudian berlanjut ke hubungan yang cukup serius, sehingga menimbulkan kekuatiran keluarga Jade. Pasangan tersebut kemudian dipisahkan.

Namun cinta David yang menggebu-gebu membuatnya tidak bisa lepas dari Jade. Dengan bermaksud untuk bisa menjadi pahlawan penyelamat kekasihnya, David kemudian membakar rumah Jade, yang justru membuat David diganjar hukuman penjara dan pengobatan di rumah sakit jiwa. Akankah cinta mereka akan dapat berlanjut?


POMPEII (Rilis : 21 Februari 2014)
Setelah The Legend of Hercules yang dirilis di bulan lalu, maka di bulan ini akan ada lagi 1 film kolosal yang patut ditonton, yaitu Pompeii. Diangkat dari legenda yang sangat terkenal, Pompeii mengisahkan tentang meletusnya Gunung Vesuvius yang menghancurkan Kota Pompeii yang terletak di Roma pada tahun 79 Masehi. Cerita film ini berpusat pada Milo (diperani Kit Harington), seorang budak yang kemudian berubah menjadi gladiator, yang bertarung melawan waktu guna menyelamatkan kekasihnya Cassia (Emily Browling), anak dari saudagar kaya di kota Roma.

Paul W.S. Anderson yang terkenal sebagai sutradara film franchise Resident Evil, dipercaya menduduki kursi penyutradaraan film ini. Dengan dana US$ 100 juta lebih, Anderson menjadikan film Pompeii sebagai film bencana alam pertama yang dibuat dalam format 3D.


SON OF GOD (Rilis : 28 Februari 2014)
Di tahun 2014 ini, ada muncul kembali film-film yang diadaptasi dari Kitab Suci Nasrani. Salah satu yang dirilis di awal tahun ini adalah film ini. Sebenarnya film Son Of God merupakan bagian dari mini seri populer berjudul The Bible yang dirilis History Channel dan ditayangkan 3 - 31 Maret 2013 silam. Namun dengan melakukan proses editing ulang, serta menambahkan banyak elemen baru yang tidak dimunculkan di mini seri tersebut, akhirnya film ini pun dirilis.

Film yang disutradarai Christopher Spencer ini mengisahkan tentang kehidupan Yesus Kristus (diperani Diego Morgado) sejak lahir hingga penyaliban diri-Nya. Film ini pun menyoroti mujizat-mujizat yang dibuat-Nya selama tinggal di dunia dan bagaimana Dia memberikan harapan kepada orang-orang yang telah putus harapan.


NON-STOP (Rilis : 28 Februari 2014)
Akhir Februari akan ditutup dengan film aksi menegangkan yang kayaknya wajib untuk ditunggu. Diperani Liam Neeson, Julianne Moore, Nate Parker, Michelle Dockery, dan Lbus Roache, serta disutradarai oleh Jaume Collet-Serra, film ini mengisahkan Bill Marks (Neeson), seorang anggota kesatuan US Federal Air Marshall, yang menaiki pesawat internasional dari New York menuju ke London. Sejak menjelang hingga sepanjang penerbangan, Marks mendapatkan beberapa SMS dari seseorang yang tidak dikenal yang mengancam akan membunuh para penumpang pesawat yang dinaikinya setiap 20 menit, jika Pemerintah Amerika tidak mengirimkan tebusan US$ 150 juta ke sebuah rekening bank.

Marks segera menghubungi rekan-rekannya di New York untuk menemukan sang pembajak. Setelah ditelusuri, ditemukan kalau rekening bank yang diberikan oleh teorirs tersebut adalah rekening atas nama Marks. Parahnya lagi, sebuah bom ditemukan di pesawat yang dinaiki Marks, yang membuat Marks semakin diyakini sebagai sang teroris tersebut. Makrs berpacu dengan waktu, berusaha mengungkap identitas sang teroris sebenarnya, sekaligus membersihkan namanya dan menyelamatkan puluhan penumpang di atas pesawat tersebut.










NewerStories OlderStories Home