Baru-baru sebuah media di China merilis daftar 10 Aktor dan Aktris Hong kong berpenghasilan terbesar sepanjang tahun 2013. Dalam daftar itu, Shu Qi menjadi menduduki peringkat puncak sebagai aktris berpenghasilan terbesar sepanjang tahun 2013. Hal ini cukup mengagetkan mengingat sepanjang tahun itu, dia hanya bermain di 1 film (Journey To The West) dan secara mengejutkan imbalan yang dia peroleh sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa nilai jual Shu Qi masih sangat tinggi sekali. Hal ini menjadi dirinya sebagai satu-satunya "aktris senior" berpenghasilan terbesar tahun 2013 silam.

Sementara untuk kategori aktornya, daftar tersebut dipenuhi oleh nama para aktor muda asal China. Huang Bo menjadi aktor berpenghasilan paling besar tahun 2013 dengan mengantungi penghasilan sebesar RMB 2.05 milyar yang diperolehnya dari bermain 4 film. Andy Lau sendiri - meski merilis tiga film yang kesemuanya sukses di box office Hongkong, China, dan beberapa negara Asia lainnya - hanya mampu meraup penghasilan sebesar RMB 815 juta dan duduk di posisi ke-6. Bagaimana dengan Donnie Yuen? Well... meski pun mendapatkan job yang cukup banyak tahun ini, ternyata itu semua tidak mampu membuat Donnie Yuen menjadi salah satu aktor berpenghasilan terbesar sepanjang tahun 2013.

Berikut ini daftar lengkap 10 aktor dan aktris Hong Kong berpenghasilan terbanyak di tahun 2013 :




10 AKTOR BERPENGHASILAN TERBESAR 2013 :

Huang Bo
1)      Huang Bo – RMB 2.05 Milyar
 Film : Journey to the West: Conquering the DemonsThe Chef, the Actor, the Scoundrel,Western Sunshine
2)      Wen Zhang – RMB 1.53 Milyar
Film: Journey to the West: Conquering the DemonsBadges of Fury
3)      Zheng Kai – RMB 1.41 milyar
Film: Personal Tailor, My Lucky Star, So Young
4)      Mark Chao – RMB 1.31 milyar
Film: So Young, Young Detective Dee: Rise of the Sea Dragon
5)      Kai Ko – RMB 819 juta
Film: Tiny Times, Tiny Times 2, Together
6)      Andy Lau – RMB 815 juta
Film: Firestorm, Switch, Blind Detective
7)      Han Geng – RMB 781 juta
Film: So Young, Happy Home
8)      Deng Chao – RMB 713  juta
Film: American Dreams in China, The Four 2
9)      Wu Xiubo – RMB 694 juta
Film: Finding Mr. Right, The Four 2
10)   William Feng – RMB 688 juta
Film: Young Detective Dee: Rise of the Sea Dragon, Love Will Tear Us Apart


10 AKTRIS BERPENGHASILAN TERBESAR 2013 :

Shu Qi
1)      Shu Qi – RMB 1.24 milyar
Film: Journey to the West: Conquering Demons
2)      Bai Baihe – RMB 898 juta
Film: Personal Tailor, A Wedding Invitation, The Stolen Years
3)      Amber Kuo – RMB 856 juta
Film: Tiny Times, Tiny Times 2, Amazing, Love Speaks
4)      Yang Mi – RMB 787 juta
Film: Tiny Times, Tiny Times 2
5)      Yang Zishan – RMB 719 juta
Film: So Young
6)      Angelababy – RMB 654  juta
Film: Young Detective Dee: Rise of the Sea Dragon, Together, Crimes of Passion
7)      Li Xiaolu – RMB 556 juta
Film: Personal Tailor
8)      Tang Wei – RMB 520 juta
Film: Finding Mr. Right
8)      Hai Qing – RMB 520 juta
Film: Finding Mr. Right
9)   Chiling Lin – RMB 499 juta
Film: Switch, Say Yes!
10)   Jing Tian – RMB 456 juta
Film: Special Identity, Police Story 2013
Film yang dirilis tanggal 19 Desember 2013 silam ini adalah film yang menduduki tangga puncak box office Korea Selatan saat ini. Diangkat dari kisah nyata, film yang diperani Song Kang-ho, Jung Won-joong, Song Young-chang, Jo Mink-ki, dan Lee Hang-na serta disutradarai Yang Woo-seok ini mengisahkan tentang Song Woo-Seok (diperani Song Kang-ho), seorang pengacara pajak sukses di Busan yang hidup di era 1980an. Sepanjang karirnya, Woo-seok hanya bekerja untuk perusahaan besar karena yang dikejarnya adalah uang dan kekayaan materi.

Satu ketika, Woo-seok berkenalan dengan Jin-woo (Im Si-wan), anak pemilik restoran kecil tempat Woo-seok makan setiap hari. Tujuh tahun silam, sebelum Woo-seok sukses dan masih hidup melarat, Jin-woo telah menolongnya dengan memberikannya makan gratis. Hal ini mendorong Woo-seok merasa berhutang budi dengan Jin-woo dan memutuskan untuk menjadi pelanggan tetap restoran tersebut setelah dia sukses. Karena itulah, ketika dia sudah sukses, Woo-seok benar-benar menjadi pelanggan di restoran tersebut.

Satu ketika, terjadi aksi unjuk rasa mahasiswa. Unjuk rasa itu berakhir kisruh, sehingga mendorong para polisi untuk menangkapi para pengunjuk rasa. Jin-woo yang tidak tahu-menahu soal unjuk rasa itu, ikut diseret, dan ditahan. Selama di kurungan, Jin-woo mengalami siksaan brutal dari polisi. Hal ini diketahui Woo-seok, sehingga dia bersumpah untuk membela dan mengeluarkan Jin-woo dari penjara. Masalahnya, meskipun dia adalah pengacara  namun dia tidak paham soal hukum. Mungkinkah dia mampu menyelamatkan Jin-woo?

Drama mengharukan berdurasi 127 menit ini berhasil menguras simpati dan air mata penonton Korea. Terbukti 3 juta Won berhasil diraup film The Attorney saat premiere dan sudah mengumpulkan keuntungan finansial hingga 8 juta Won minggu ini, membuat film ini menjadi film Korea pertama di tahun ini yang menjadi box-office di Negara Ginseng tersebut.

Film ini akan dirilis di Amerika Selatan tanggal 7 Februari 2014 mendatang dan akan menjadi film Korea pertama yang akan dirilis di negara tersebut tahun ini. Untuk Indonesia, mudah-mudahan film ini bisa mampir ya....


DO YOU KNOW?
Dalam tempo 10 hari sejak dirilis, film The Attorney telah ditonton lebih dari 3.4 juta penduduk Korea Selatan. Film ini menjadi film produk lokal ke-9 Paling Populer sepanjang tahun  2013.

Film The Attorney meraup keuntungan 7.8 juta Won dalam waktu 18 hari,menjadikan film ini sebagai film Korea Selatan kedua yang berhasil meraup keuntungan lebih dari 7 juta dalam waktu singkat. Film pertama adalah The Thieves (2012) yang berhasil meraup keuntungan lebih dari 7 juta Won dalam waktu 13 hari.




Di tahun 1980-an, dunia pernah diharu-biru oleh serial Jepang berjudul Oshin. Di negara asalnya, serial televisi Oshin ditayangkan di pagi hari dengan durasi 15 menit setiap episode (serial ini memiliki total 297 episode). Serial ini sebenarnya bukanlah tontonan yang dijagokan. Namun di luar dugaan, justru mendapatkan perhatian dan respon yang positif dari banyak penonton di Jepang - yang kebanyakan kaum hawa - sehingga sosok Oshin menjadi legenda tersendiri di Jepang. Banyak orang memuja Oshin sebagai figur simbolik dari kaum tersisihkan yang tetap tegar dalam menjalani hidup, meski didera penderitaan. Kepopuleran Oshin kemudian meluas dan menjadi sosok ikon yang dipuja banyak negara.

Di Indonesia, serial ini pernah ditayangkan di TVRI sekitar tahun 1983 - 1986, seminggu sekali pukul 17.00 - 17.30, tanpa jedah iklan dengan durasi 30 menit. Serial ini mendapatkan sambutan hangat dari para pemirsa TVRI dan menjadi barometer sinetron Indonesia. Hal ini terbukti dari banyaknya drama sinetron Indonesia yang diproduksi di tahun 1980an hingga hari ini yang masih menggunakan cerita Oshin sebagai dasar cerita sinetron yang diproduksi dalam berbagai judul dan dibuat hingga beratus-ratus seri.

Tahun 2013 silam, serial televisi Oshin genap berusia 30 tahun. Untuk memperingati ulang tahun serial tersebut, Toei Picture memproduksi film layar lebar Oshin. Film ini dirilis dan ditayangkan di Jepang pada tanggal 12 Oktober 2013 silam. Fokus cerita adalah pada Oshin Kecil.

Film ini mengambil setting tahun 1907,saat Jepang sedang mengalami krisis pangan dan perekonomian yang cukup parah. Oshin (Kokone Hamada) dari keluarga Tanikura yang masih berusia 7 tahun, terpaksa harus bekerja di desa lain demi membantu finansial keluarganya. Di desa tersebut, dia bekerja sebagai seorang pembantu dan pengasuh bayi dari sebuah keluarga berada. Selama bekerja, Oshin mengalami penderitaan yang bertubi-tubi. Bahkan makanpun dibatasi. Puncaknya, Oshin dituduh mencuri dan diusir dari rumah majikannya.

Dalam kondisi kecewa dan putus asa, Oshin menembus badai salju, pulang ke rumah orang tuanya. Dia nyaris tewas, namun beruntung diselamatkan oleh Sansaku, seorang mantan tentara, yang kabur dari resimennya karena tidak tahan melihat banyak orang mati dalam pertempuran. Sansaku dan Oshin menjadi sahabat, bahkan Sansaku mengajari Oshin cara membaca. Sayangnya, Sansaku kemudian meninggal ditembak tentara lain.

Oshin kemudian kembali bekerja di tempat lain sebagai pengasuh bayi. Namun, penderitaan belum juga berakhir karena di sana, Oshin kembali dituduh mencuri buku dan nyaris diusir dari rumah. Untungnya Nenek di keluarga itu (Pinko Izumi) membela Oshin. Meski demikian, penderitaan demi penderitaan masih berlanjut. Mungkinkah Oshin akan kuat menahan beban tersebut?


OSHIN : THE MOVIE (2013)
Film bedurasi 109 menit yang disutradarai oleh Shin Togashi ini cukup setia dengan cerita asli serial televisi Oshin. Meski demikian, dalam versi layar lebar ini, ada beberapa hal yang harus diubahnya karena pertimbangan durasi, namun tidak mengganggu jalannya cerita.

Sebelum nonton film Oshin, mohon untuk menyiapkan tisu yang banyak (dan mungkin ember). Karena Anda dipastikan akan menangis habis-habisan sepanjang film karena sangat banyak adegan mengharukan yang tidak akan memberikan kesempatan sedikit pun buat Anda untuk menahan tangis.


THE ORIGINAL STORY OF "OSHIN" 
Serial drama Oshin sebenarnya terinspirasi dari kisah hidup Hashida Sugako, ibu dari pebisnis Jepang Kazuo Wada, yang terkenal sebagai pemilik franchise supermarket terbesar di Jepang. Naskahnya kemudian dibuat oleh Sugako Hashida dan kursi penyutradaraan diserahkan kepada Mikio Kawaguchi.

Oshin mengisahkan kehidupan anak dari keluarga miskin bernama Shin Tanikura yang - demi membantu perekonomian keluarganya -  bekerja sebagai pegasuh bayi dari sebuah keluarga kaya yang tinggal di desa seberang. Sepanjang seri ditampilkan siksaan demi siksaan, dan penderitaan demi penderitaan dijalani oleh Oshin kecil. Kehidupan yang berat itu dihadapi Oshin sejak kecil hingga dewasa, dan dia menghadapinya dengan tegar.
Serial televisi OSHIN (1983)
Kehidupan Oshin ditampilkan sejak dia masih kecil (7 tahun), dewasa (25 tahun), dan tua (70 tahun). Ketegaran Oshin menghadapi masalah demi masalah menjadi inspirasi banyak orang - khususnya para wanita - untuk tahan dalam menghadapi cobaan. Hal ini pulalah yang mendorong banyak produser di negara Asia (terutama Indonesia) untuk kemudian mengadaptasi kisah Oshin ini dalam serial televisi, ataupun film layar lebar mereka sendiri.

Hingga hari ini, banyak orang yang masih mengidolakan Oshin. Bahkan ketiga pemeran yang memerani tokoh Oshin - Ayako Kobayashi (Oshin Kecil),  Yuko Tanaka(Oshin Dewasa), dan Nobuko Otawa (Oshin Tua) - masih memiliki fans setia yang hingga hari ini mencintai peran Oshin yang mereka bawakan.


DO YOU KNOW?
Serial drama televisi Oshin diproduksi NHK dan pertama kali ditayangkan di Jepang tanggal 4 April 1983 - 31 Maret 1984 dengan total 297 episode, di mana masing-masing serial berdurasi 15 menit. Meski hanya berdurasi 15 menit, namun serial ini menjadi serial televisi terpanjang yang pernah dibuat di masa itu.

Serial televisi Oshin  merupakan serial paling banyak ditonton penduduk dunia sepanjang masa. Serial ini telah ditayangkan di 58 negara, dan telah disulihbahasakan ke dalam berbagai bahasa, mulai dari Inggris, Melayu, Indonesia, Spanyol, Perancis, hingga Arab.

Aktris cilik Kokone Hamada terpilih berperan sebagai Oshin Tanamura untuk film layar lebar Oshin setelah mengalahkan 2,471 orang kandidat saat audisi. Salah satu alasan pemilihan dirinya sebagai Oshin karena dia memiliki wajah dan mimik yang sangat mirip dengan Ayako Kobayashi, pemeran Oshin kecil di versi serial drama televisi.

Dua orang pendukung serial televisi Oshin turut pula bermain di versi layar lebar Oshin ini. Mereka adalah Ayako Kobayashi dan Pinko Izumi. Dulunya di versi serial televisi, Ayako adalah pemeran Oshin Kecil dan Pinko memerani ibunya Oshin. Di versi layar lebar ini, Ayako berperan sebagai Majikan Kedua Oshin, sedangkan Pink menjadi Nenek dari Majikan Kedua Oshin.

Lagu tema serial televisi Oshin yang fenomenal dan legendaris tetap dipertahankan dan digunakan sebagai lagu pembuka film labar lebar Oshin.

Shooting film layar lebar Oshin dimulai tanggal 8 Februari 2013 dan berakhir tanggal 3 April 2013. Lokasi shooting dilakukan di Shonai Movie Village dan Prefektur Yamagata. Pemilihan Prefektur Yamagata sebagai lokasi shooting adalah karena di sana pulalah serial televisi Oshin dibuat, sehingga prefektur tersebut sudah sangat identik dengan Oshin.

Tahun 1984, Sanrio pernah merilis film layar lebar Oshin dalam versi animasi. Film itu memfokuskan kehidupan Oshin Muda dan menggunakan naskah Sugako Hashida. Ayako Kobayashi - yang memerani Oshin Muda dalam versi serial televisi - mengisi suara sebagai Oshin dalam film animasi tersebut.
Animated Movie OSHIN (1984)
Sejak serial televisi Oshin populer di tahun 1980an, banyak masyarakat Jepang kemudian menggunakan istilah Oshin untuk menyebutkan atau menggambarkan keadaan tertentu yang berat. Seperti misalnya pesumo Jepang Takanosato menyebut dirinya dengan sebutan "Oshin Yokozuna" sebagai gambaran perjuangan dirinya saat memulai karir dari level paling rendah (yokozuna), termasuk penderitaannya melawan diabetes yang saat itu sempat menghambat karirnya. Demikian juga saat Jepang mengalami krisis perekonomian di tahun 1980an, banyak masyarakat yang menjalani kehidupan dengan melakukan "Diet Oshin", yaitu hanya hidup dengan makan nasi dan lobak saja.

Di Vietnam, istilah Oshin sudah menjadi bahasa gaul mereka untuk menyebutkan pekerja lokal di Vietnam yang hidup dalam keprihatinan dan kemiskinan.










Bertepatan dengan Tahun Baru Imlek yang akan jatuh di tanggal 31 Januari 2014 mendatang, TVB - Hongkong akan merilis drama wuxia serial televisi berjudul Detectives and Doctors <陸小鳳與花滿樓>. Serial dengan total 40 episode ini merupakan serial wuxia pertama di Hong Kong yang dibuat dalam versi 3D.

Alur cerita serial ini diadaptasi dari novel The Golden Bird Dynasty <金鵬王朝> atau dikenal juga dengan judul The Legend of Lu Xiaofeng < 陸小鳳傳奇> karya penulis Gu Long yang merupakan serial pertama dari rangkaian petualangan Pendekar 4 Alis Lu Xiaofeng yang cukup populer di era 1960 - 1980an.

Dikisahkan Lu Xiaofeng mendapat tugas untuk menyidiki kasus Kaisar yang tiba-tiba menderita penyakit aneh. Dalam penyidikannya, Lu Xiaofeng bertemu dengan seorang putri bernama Shangguan Danfeng dari Kerajaan Burung Emas yang memberitahu kalau apa yang diderita Kaisar bukan penyakit biasa tapi karena racun yang dibuat oleh tiga orang penghianat kerajaan. Ketiga penghianat itu kemudian diketahi bersembunyi di Ibu Kota Kerajaan Burung Emas. Lu Xiofeng - dibantu sahabatnya Si Dokter Buta Hua Manlou dan Pendekar Ximen Chuixue - kemudian berangkat bersama sang putri ke Kerajaan Burung Emas untukmenangkap tiga penghianat tersebut.

Sepanjang perjalanan ke Kerajaan Burung Emas, mereka menghadapi berbagai ancaman dan mara bahaya, serta asmara segitiga. Tiba di Kerajaan Burung Emas, Lu Xiaofeng berhasil mengungkap jati diri ketiga penghianat yang meracuni Kaisar. Namun cerita belum selesai, karena muncul kasus lain. Ketiga orang itu ternyata bukan penghianat, namun mereka adalah orang yang berusaha menyelamatkan kerajaan karena Kaisar yang ada di kerajaan bukan Kaisar sesungguhnya. Di manakah Kaisar? Siapakah Putri Shangguan Danfeng sebenarnya? Apa yang sebenarnya terjadi di Kerajaan Burung Emas?

Dibuat dengan bujet RMB$ 100 juta, serial ini diperani oleh aktor TVB Raymond Lam (sebagai Lu Xiaofeng), serta didukung oleh para aktor China seperti Zhang Xiaolong, Lan Xi, Zhang Meng, dan aktor senior Kent Cheng serta Leanne Liu.


WHO THE HELL IS LU XIAOFENG?
Lu Xiaofeng (陸小鳳) adalah salah satu karakter pendekar dari Tanah Tiongkok yang sangat terkenal di era 1960an. Karakter protagonis fiksi ini adalah hasil kreasi novelis Taiwan Gu Long. Selain karakter ini, karakter lain yang diciptakan novelis ini yang juga terkenal adalah Chu Liu Xiang atau Pendekar Harum.

Raymond Lam as Lu Xiaofeng
Lu Xiaofeng dikenal juga dengan sebutan Pendekar Empat Alis karena dia memiliki kumis tipis yang bentuknya sama simetris dengan alisnya. Berbeda dengan pendekar-pendekar novel kang ow yang lain, dia terkenal sebagai pendekar penggoda wanita, senang bermain ke tempat bordil, dan pemabuk. Namun di balik sikap yang urakannya, Lu Xiaofeng adalah pendekar yang yang sangat cerdas dan pandai menganalisa. Karena itulah dia sering diminta bantuan untuk menyelesaikan kasus-kasus aneh yang membingungkan.

Selain itu, dia pun dikenal sebagai pendekar dengan bela diri sangat tinggi. Meski dikeroyok dalam pertarungan, Lu Xiaofeng tidak pernah menggunakan senjata apapun untuk membela dirinya. Dia selalu menghadapi semua musuhnya dengan tangan kosong. Jurus andalannya - yang menjadi ciri khas Lu Xiaofeng - adalah Jurus Jari Lingxi yang mampu menjepit ujung senjata dan mematahkan pedang musuhnya dengan jari telunjuk dan tengahnya. Selain itu, dia pun punya kemampuan Qing Kung (Ilmu Meringankan Tubuh) yang sangat hebat, dan disebut-sebut sebagai satu dari 10 Pendekar Kang Ow yang memiliki Ilmu Qing Kung Tingkat Tertinggi yang tidak terkalahkan.

Sejak tahun 1960 - 1980, Gu Long telah menulis 7 novel petualangan Lu Xiaofeng, yaitu The Legend Of Lu Xiaofeng (yang menjadi plot serial Detectives  and Doctors), The Embroidery Bandit ( 繡花大盜), Before And After The Duel (決戰前後), The Silver Hook Gambling House (銀鉤賭坊), Phantoms' Mountain Manor (幽靈山莊), The Phoenix Dances in the Nine Heavens (鳳舞九天), dan Laughter of The God of Sword (劍神一笑). 

Kesuksesan novel Gu Long ini menarik minat banyak produser film untuk mengadaptasinya ke layar lebar dan layar kaca. Hingga hari ini tercatat sudah 3 film layar lebar dan 6 serial televisi yang mengangkat petualangan Lu Xiaofeng. Tony Liu, Bary Chan, Nick Cheung, Damian Lau, Jimmy Lin, Eric Suen, dan Julian Cheung adalah para aktor yang pernah memerani tokoh ini sebelum Raymond Lam di serial ini. 




Inilah film termahal yang pernah dibuat oleh perusahaan film China dan Hong Kong, serta merupakan film yang paling ditunggu sejak tahun 2012. Jadwal rilis film ini memang sempat diundur berkali-kali. Dibuat dengan bujet RMB 500 juta (sekitar Rp 88 milyar), film produksi Filmko dan Global Star Production ini awalnya akan dirilis Februari 2012. Namun karena berbagai masalah yang terjadi selama pembuatan, film ini kemudian diundur ke 20 Juli 2012, kemudian 4 Juli 2013, dan 20 November 2013. Setelah diundur terus-menerus dan mendapatkan kritikan dari para moviegoers, akhirnya film ini secara resmi akan dirilis tanggal 30 Januari 2014, tepat di Tahun Baru Imlek.
 The Monkey King adalah film yang terbilang sangat kolosal. Jajaran artis pendukung film ini terbilang sangat dasyat karena didukung oleh banyak aktor papan atas Hong Kong : Donnie Yuen, Chow Yun Fat, Aaron Kwok, Peter Ho, Kelly Chen, Zhang Zilin, Gigi Leung, Eddie Cheung, dan lain-lain. Untuk efek khusus dan proses adaptasi menjadi film berformat 3D, Filmco merekrut David Ebner (visual efek kawakan Hollywood yang sebelumnya menangani film Alice in Wonderland dan Spiderman 3) sebagai Supervisor Visual Effects. Sementara itu, untuk Special Make Up Supervisor, dipercayakan pada Shaun Smith (penata make up Hollywood untuk film 300 dan I Am Legend).

Berbeda dengan film-film The Monkey King yang pernah dibuat - yang biasanya mengetengahkan perjumpaan Sun Go Kong dengan Biksu Tang Xuang Zhang dan dua orang saudara seperguruannya, Zhu Ba Jie dan Sha Wu Jing - film ini justru mengambil penggalan cerita tentang Sun Go Kong yang mengacau Kerajaan Langit yang dikenal dengan cerita "Sung Go Kong Mengacau Kerajaan Langit" (Sun Wu Kong Da Nao Dien Gong).

Alkisah diceritakan Sun Go Kong (Donnie Yuen) yang selalu bikin ulah di bumi dan mengalahkan tentara Kerajaan Langit, akhirnya diangkat menjadi Raja Penjaga Kebun Langit oleh Raja Langit (Chow Yun-Fat). Awalnya, Go Kong sangat bangga dan mengira jabatan itu adalah jabatan tertinggi di langit. Namun, setelah mengetahui kalau jabatan itu adalah jabatan terendah, Go Kong marah besar dan mengobrak-abrik Kerajaan Langit. Untuk menghadapi Go Kong, Raja Langit kemudian mengutus para jenderal terbaiknya untuk mengalahkan Go Kong. Namun justru mereka kalah oleh Go Kong. Hingga pada akhirnya, Dewi Kwan Im (Kelly Chen) - Sang Dewi Welas Asih - maju untuk mengalahkan Go Kong. Akankah Go Kong akan takluk dengan kekuatan sang dewi?


ABOUT SUN GO KONG
Sun Go Kong merupakan salah satu karakter dari litatur Tiong Kok kuno yang paling terkenal hingga hari ini. Karakter ini ada di novel Xi You Chi (Journey To The West) yang ditulis oleh Wu Cheng En pada abad 16 Masehi di Dinasti Ming, dan merupakan salah satu dari 4 Karya Literatur Klasik Tiongkok Terkenal (Four Great Classical Novels). Tiga lainnya adalah Water Margin, Romance of the Three Kingdoms, dan Dream of The Red Chamber.

Novel Xi You Chi sebenarnya lebih menekankan pada pengajaran agama Buddha. Namun karena karakter dalam novel ini yang sangat kuat, membuat banyak orang terkesan dan mengadaptasi kisah Xi You Chi ke dalam tulisan mereka. Xi You Chi telah diadaptasi dan ditulis ke dalam berbagai literatur lain seperti di Inggris, Amerika, India, Jepang, dan Korea. Bahkan karakter Hanoman dari cerita Ramayana pun diduga merupakan adaptasi dari cerita Sun Go Kong.

Novel Xi You Chi terdiri dari 100 Bab yang masing-masing dibagi dalam 4 bagian. Bagian pertama mengisahkan tentang kehidupan awal Sun Go Kong, siluman kera yang lahir dari batu yang terbuat dari 5 Elemen Bumi. Sang Kera memiliki kekuatan yang luar biasa dan tidak bisa mati. Kesombongan karena kekuatan yang dimilikinya, membuat dia ingin menguasai dunia dan langit. Setelah melakukan kekacauan di langit, Sun Go Kong akhirnya berhasil ditaklukkan dan dikurung dalam Gunung Batu selama 5,000 tahun. Setelah 5,000 tahun, dia berjumpa dengan Biksu Tang yang melepaskannya dan kemudian mengajarinya ajaran Tao.

Bagian kedua mengisahkan latar belakang kehidupan Bhiksu Tang yang mendapatkan tugas mengambil Kitab Tripitaka di Negeri Barat. Guna melindungi dirinya dari bahaya, maka Sang Buddha menyuruhnya untuk mencari Siluman Kera. Setelah bertemu Sun Go Kong, mereka kemudian berjumpa dengan siluman babi Zhu Ba Jie dan Silaman Air Sha Wu Jing yang kemudian menjadi murid Bhiksu Tang. Berempat mereka pun memulai petualangan ke Negeri Barat untuk mengambil Kitab Suci Tripitaka.

Bagian ketiga - merupakan bagian terpanjang - adalah menceritakan tentang serangkaian kejadian yang dialami oleh Bhiksu Tang, Go Kong, Ba Jie, dan Wu Jing selama perjalanan. Mereka bertemu dengan banyak siluman yang berusaha menculi Bhiksu Tang untuk dimakan dagingnya karena dipercaya daging Bhiksu Tang akan membuat mereka panjang umur dan tidak dapat mati.

Bagian keempat - merupakan bagian terpendek dan penutup - mengisahkan tentang akhir perjalanan keempat orang tersebut di Negeri Barat. Mereka berhasil mendapatkan Kitab Tripitaka dan kembali ke negeri asal mereka. Atas keberhasilan ini, Bhiksu Tang dan Go Kong dianugrahi gelar sebagai Buddha Hidup. Wu Jing diangkat sebagai Dewa Naga, dan Ba Jie diangkat sebagai Penjaga Altar Raja Langit.

Kisah petualangan Bhiksu Tang dan ketiga muridnya ini sudah dibuat dalam berbagai versi dan adaptasi, baik dalam bentuk komik, novel, film, sandiwara radio, pentas drama, parodi, animasi, dan lain-lain. Versinya pun cukup banyak, mulai dari versi Hong Kong, Korea, Jepang, hingga Hollywood.


DO YOU KNOW?
Sejak film ini diumumkan untuk diproduksi tahun 2010, Jet Li dan Donnie Yen sudah menjadi pilihan utama untuk memerani tokoh Sun Go Kong ini. Setelah diskusi cukup panjang, akhirnya produser memutuskan untuk memilih Donnie Yen.

Film ini awalnya direncanakan untuk dibuat dengan bujet RMB 300 juta, lalu naik RMB 400 juta, dan akhirnya menjadi RMB 500 juta. Guna menutupi biaya produksi yang sedemikian besar, Filmko Production sebagai perusahaan produksi film menggamit Mandarin Films dan Global Star Productions Inc. Kemudian mereka pun mengajak Global Star Production dan Imagine Film / Universal Television untuk ikut serta dalam film ini.

Dalam satu kesempatan, Cecillia Cheung menyebutkan kalau dirinya terlibat dalam film The Monkey King. Namun karena kesibukannya dalam menangani proyek lain, Cecillia memutuskan keluar dari proyek The Monkey King, dan posisinya digantikan oleh Zhang Zilin, Miss World 2007. Anehnya, saat diwawancarai, Zhang Zilin mengatakan bahwa dia sama sekali tidak pernah dengar kalau Cecillia Cheung pernah ikut dalam proyek The Monkey King.

Film ini akan dirilis di Amerika Serikat bersamaan dengan tanggal rilis di Asia. Untuk peredaran di Amerika, film ini beredar dengan judul The Monkey King : The Legend Begins.




Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tanggal 30 Januari 2014 mendatang, para produser film - khususnya film Hong Kong dan China - sudah berlomba-lomba mempersiapkan film-film terbaik yang akan dirilis di hari itu. Selain di hari tersebut adalah hari libur nasional di negara tersebut, film-film yang beredar di hari tersebut biasanya dipercaya akan menjadi film box office dan akan selalu diingat orang. Salah satu film yang akan beredar di tanggal tersebut adalah Once Upon A Time in Shanghai.

Film ini disutradarai oleh Wang Ching-po dan diperanutamai Sammo Hung, Phillip Ng, dan Andy On. Koreografi eksyen dipercayakan pada sineas senior Yuen Woo-ping dan Yuen Cheung-yan. Film ini sendiri merupakan remake dari film Boxer from Shantung (1972) yang diperani Cheng Kuan Tai dan disutradarai Chang Cheh. Cheng Kuan Tai akan turut pula bermain sebagai cameo dalam film Once Upon A Time in Shanghai ini.

Kisahnya sendiri menceritakan tentang Ma Yong Zhen (Phillip Ng), seorang pemuda miskin kelahiran Shantung, yang memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa. Untuk memperbaiki perekonomian keluarganya, maka Yong Zhen mengadu nasib ke Shanghai. Di sana dia berkenalan dengan seorang preman jalanan bernama Lung Chat (Andy On). Keduanya menjadi sahabat karena sama-sama punya mimpi menjadi orang terkenal di Shanghai.

Di masa itu, triad menguasai Shanghai. Dan untuk bisa menjadi orang terkenal, mereka harus menjadi orang nomer satu di antara para triad tersebut. Karena itu, mulailah mereka bertarung melawan triad-triad yang menguasai Shanghai, termasuk Axe Gang yang merupakan geng terbesar di Shanghai saat itu. Yong Zhen dan Lung Chat berhasil mengalahkan Axe Gang, yang membuat kelompok tersebut tidak terima dan membalaskan dendam mereka pada kedua orang tersebut. Dalam aksi balas dendam yang dilakukan Axe Gang, Lung Chat tewas dibantai anggota tersebut.

Yong Zhen sendiri nyaris tewas, namun diselamatkan oleh Iron Leader (Sammo Hung) yang juga punya dendam dengan kelompok Axe Gang. Berdua, mereka melakukan serangan balik untuk menghabisi kelompok Axe Gang. Mungkinkah?


WHO IS MA YONG ZHEN (马永贞)
Mungkin sebagian besar dari Anda tidak terlalu mengenal tokoh Ma Yong Zhen. Sama seperti tokoh-tokoh legendaris yang pernah difilmkan seperti Wong Fei Hung, Huo Yuen Cia, dan Ip Man, Ma Yong Zhen adalah tokoh yang juga pernah hidup di pertengahan abad 19 dan menjadi legenda yang sangat dihormati masyarkat Shanghai. Namun berbeda dengan tokoh legendaris tersebut, Ma Yong Zhen  aslinya adalah tokoh antagonis.

Terlahir dari keluarga miskin di Shandong, Ma Yong Zhen adalah anak desa yang sejak kecil menyukai bela diri. Karena itu, dia berlatih bela diri Tinju Shandong dan menjadikannya orang yang tidak terkalahkan di Shandong. Di usia remaja, dengan ambisi untuk mengubah nasibnya dan menjadi orang terkenal, Yong Zhen pergi ke Shanghai. Di sana, dia mengadu nasib sebagai petarung jalanan, lalu bekerja sebagai tukang pukul di restoran di Shanghai. Selama bekerja di restoran tersebut, nama Yong Zhen mulai dikenal banyak orang karena menjadi tukang pukul tidak terkalahkan yang banyak mengusir banyak anggota triad (di masa itu, Shanghai dikuasai oleh banyak kelompok triad) yang mencoba mengusik restoran tempatnya bekerja.

Dari seorang tukang pukul, popularitas Yong Zhen mulai naik dan menjadikan dia Ketua seluruh triad yang ada di Shanghai, setelah berhasil mengalahkan semua pemimpin triad Shanghai. Selama menduduki posisi tersebut, Yong Zhen dikenal kejam kepada orang yang mengusik kelompoknya, namun sangat rendah hati dan banyak membantu rakyat miskin. Masyarakat Shanghai kemudian mengenalnya sebagai tokoh Godfather yang paling dihormati. Ma Yong Zhen meninggal dalam sebuah perang triad tahun 1827 di mana dalam perang tersebut, Yong Zhen dijebak dan dibantai oleh sekelompok triad yang membencinya.

Kisah kehidupan Ma Yong Zhen pertama kali difilmkan dan ditayangkan pada tanggal 4 Desember 1927. Palace Theater Shanghai menjadi tempat pertama film ini ditayangkan. Diperani Zhang Hui Chong (sebagai Ma Yong Zhen), Gong Jianong, Dong Xiang Ping, dan disutradarai Zhang Shichuan, film berjudul Shangdong Ma Yong Zhen (山东马永贞 ) ini mengisahkan kehidupan Yong Zhen sejak dia lahir hingga tewas dalam perang triad. Film ini juga mengambil cerita berlatar belakang balas dendam, di mana Yong Zhen dikisahkan datang ke Shanghai karena ingin membalaskan kematian adik perempuannya yang dibunuh sekelompok triad Shanghai.

Tahun 1972, Shaw Brothers mengangkat kembali kehidupan Ma Yong Zhen dengan merilis film Boxer from Shandong. Diperani Cheng Kuan Tai dan disutradarai Chang Cheh, film ini mengisahkan kehidupan Ma Yong Zhen muda yang bekerja di sebuah restoran di Shanghai dan banyak berhadapan dengan para triad yang mencoba mengusik restoran tersebut. Berkat film ini, nama Cheng Kuan Tai dikenal sebagai aktor laga yang cukup disegani pada era itu.

Tahun 1997, kisah hidup Ma Yong Zhen kembali diangkat ke layar lebar. Kali ini, aktor kelahiran Jepang-Hong Kong Takeshi Kaneshiro dipercaya memerani tokoh Ma Yong Zhen. Selain Kaneshiro, film yang berjudul Hero - The Legend ini juga diperani oleh Yuen Biao dan disutradarai oleh Corey Yuen.

Tahun 2000, kehidupan Ma Yong Zhen kembali diangkat namun dalam versi serial televisi 40 seri dengan judul Master Ma. Kenny Ho dipercaya memerani karakter Ma Yong Zhen. Serial produksi Taiwan ini sangat sukses sehingga dibuat sekuelnya sebanyak 40 seri setahun kemudian dengan judul Master Ma 2.

Ma Yong Zhen 2012
Tahun 2012, China TV (CCTV) merilis serial televisi 36 episode berjudul Ma Yong Zhen 2012. Aktor Hong Kong Danny Chan dipercaya memerani tokoh legendaris ini.

Dan tahun 2014, kisah hidup Ma Yong Zhen kembali diangkat kembali ke layar lebar dengan judul Once Upon A Time in Shanghai dan diperani oleh Phillip Ng serta disutradarai Wang Ching-po. Jika melihat dari history-nya, semua film yang mengangkat kisah kehidupan Ma Yong Zhen selalu menjadi box-office dan sangat populer. Dan tampaknya film Ma Yong Zhen teranyar ini pun akan mengalami hal serupa dengan film-film sebelumnya. Kita lihat saja nanti.






Bagi Anda yang masa remajanya di akhir era 80an, mungkin pernah dengar atau pun menonton film mega-blockbuster Hong Kong God Of Gamblers (1989). Film yang diperani Chow Yun Fat dan Andy Lau serta disutradarai Wong Jing ini mengisahkan tentang Dewa Judi Ko Chun yang mengalami amnesia, lalu ditolong oleh Little Dagger (Andy Lau) yang kemudian menjadi murid dan orang kepercayaan Ko Chun.

Film ini sangat populer di masa itu, sampai-sampai dibuat beberapa sekuel dan spin-off. Selain itu, komik khusus pun tentang God Of Gamblers pun pernah dirilis dan beredar di Indonesia.

Tahun 2014, Wong Jing menghidupkan kembali karakter Ko Chun dengan merilis seri terbaru dari petulangan Dewa Judi ini berjudul From Vegas To Macau. Peran Ko Chun masih dipercayakan kepada Chow Yun Fat. Sedangkan Andy Lau tidak akan kembali bermain dalam film ini, sehingga posisisnya digantikan oleh Nicholas Tse. Film ini akan dirilis di Asia (Hong Kong, China, Singapore, Taiwan, dan mungkin Indonesia) tanggal 30 Januari 2014, bertepatan dengan Chinese New Year.

Ceritanya cukup berbeda dengan seri God of Gamblers sebelumnya. Dikisahkan seorang hacker bernama Show Hand (Nicholas Tse) dan Karl (Chapma To) pergi ke Las Vegas untuk bertemu dengan sobat lama mereka, Benz. Di Vegas, mereka diperkenalkan dengan Hendrick (Chow Yun Fat), yang tidak lain adalah si Dewa Judi Ko Chun. Ko Chun saat itu sudah mengundurkan diri dari dunia perjudian dan memilih hidup low-profile dengan menjadi Konsultan Keamanan di sebuah kasino di Vegas.

Ketiganya kemudian bertemu dengan Mr Ko, seorang koruptor yang ahli dalam mencuci uang. Mr Ko saat itu sedang menjadi incaran interpol. Show Hand yang ternyata adalah mantan anggota kepolisian, diminta bantuan oleh Ken - sahabat Show Hand yang seorang interpol dan menyusup ke dalam kelompok Mr Ko - untuk mencarikan informasi dan bukti guna menjatuhkan Mr Ko. Informasi berhasil didapatkan Show Hand namun justru jatuh ke tangan Charlie, anak Ko Chun. Charlie menjadi kejaran bawahan Mr Ko.

Demi menyelamatkan anaknya, Ko Chun akhirnya muncul kembali dan bersama Show Hand, mereka bekerja sama untuk memenjarakan Mr Ko.


ABOUT GOD OF GAMBLERS 
Seperti yang saya jelaskan di atas, God of Gamblers adalah salah satu film Hong Kong bergenre eksyen-komedi yang sangat populer di era 90an. Dirilis tahun 1989, film yang disutradarai Wong Jing ini menjadi mega-box office, tidak saja di Hong Kong namun seluruh dunia.

God of Gamblers mengisahkan tentang Dewa Judi Ko Chun (Chow Yun Fat) yang mengalahkan kelompok yakuza Jepang dalam sebuah pertarungan judi. Kecewa dengan kekalahan mereka, Yakuza tersebut berusaha membunuh Ko Chun. Untungnya Ko Chun selamat lalu mengalami insomnia. Dia kemudian diselamatkan oleh Dagger (Andy Lau) yang lalu memanfaatkan Ko Chun untuk keuntungan dirinya sendiri. Perlahan-lahan, ingatan Ko Chun sembuh kembali. Dia kemudian mengangkat Dagger menjadi muridnya, dan bertarung mengalahkan para Yakuza yang telah menghancurkan kehidupannya.

Sukses film God Of Gamblers segera diikuti dengan spin-off dan parodi dan beberapa film yang - uniknya - kesemuanya berhubungan dan saling cross-over dengan film God of Gamblers. All for The Winner (1990) menjadi film parodi dan spin-off pertama dari God of Gamblers. Film yang diperani Stephen Chow dan Ng Man Tat ini mengisahkan Sing (\Stephen Chow) yang memiliki kemampuan supranatural yang mampu memenangkan banyak permainan judi. Berkat film ini, nama Stephen Chow terangkat sebagai aktor papan atas Hong Kong. Selain itu, Stephen Chow dan Ng Man Tat menjadi pasangan tidak terpisahkan yang kelak selalu tampil bersama dalam berbagai film sepanjang era 1990an.

Tahun 1991, Wong Jing merilis sekuel dari God of Gamblers berjudul God Of Gamblers II, di mana seri ini mengisahkan petualangan Dagger (Andy Lau) yang dibantu Sing (Stephen Chow) guna membersihkan nama baik Dewa Judi yang dimanipulasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Tahu 1992, film God Of Gamblers III  : Back to Shanghai dirilis. Kali ini justru Sing yang menjadi tokoh utama. Baik Dagger maupun Ko Chun sama sekali tidak muncul di film ini. Di seri ini, dikisahkan Sing berpindah masa ke tahun 1937 di mana dia berjumpa dengan Ding Lik (Ray Liu), seorang milyarder Shanghai yang harus berhadapan dengan pasukan militer Jepang. Ding Lik sendiri adalah karakter legendaris dari serial televisi Hong Kong The Shanghai Bund yang populer di awal tahun 1980an.

Tahun 1994, Wong Jing merilis kembali seri God of Gamblers yang diberinya judul God of Gamblers 2 atau God of Gamblers Returns. Film ini merupakan sekuel "sebenarnya" dari film Gof Of Gamblers, yang mengisahkan kembali petualangan Dewa Judi Ko Chun (Chow Yun Fat). Kali ini, dia berhadapan dengan penjudi kejam dari Taiwan bernama Chau Siu Chee (Wu Hsing Kuo). Agar bisa menang bersaing melawan Dewa Judi, Chau Siu Chee mengutus para pembunuh menghabisi keluarga Ko Chun. Ko Chun selamat, namun istrinya tewas. Ko Chun kemudian bersembunyi di China. Dengan bantuan pencopet Little Trumpet (Tony Leung Ka Fai), kapten Polisi Tsui (Elvis Tsui), dan anak pemimpin triad Hoi Tong (Chingmy Yau), merekapun bertarung melawan Chau Siu Chee.

Tahun 1997, muncul seri God of Gamblers berikutnya berjudul God of Gamblers 3 : The Early Stage. Film ini mengisahkan masa muda Dewa Judi Ko Chun, diperani Leon Lai, Jordan Chen, Anita Yuen, dan Gigi Leung. Film ini bisa dikatakan reboot dari seri God Of Gamblers karena memiliki alur an latar belakang cerita yang sama sekali berbeda dengan  seri-seri God Of Gamblers sebelumnya. Seri ini merupakan seri God of Gamblers paling gagal yang pernah dibuat, yang membuat Wong Jing memutuskan untuk tidak lagi merilis seri God Of Gamblers berikutnya.

Tahun 2012, Wong Jing memutuskan untuk menghidupkan kembali God of Gamblers. Karena itu, dia mengumpulkan timnya kembali untuk membuat skenario tentang God of Gamblers. Dan jadilah film From Vegas to Macau yang akan dirilis tanggal 30 Januari 2014 mendatang. Film ini memegang rekor sebagai seri God Of Gamblers yang skenarionya paling banyak direvisi (8 kali revisi). Persiapan film ini memakan waktu 9 bulan, sebelum shooting mulai dilakukan tanggal 28 Juli 2013 silam.





Selamat memasuki tahun 2014, Moviegoers....

Akhirnya tahun 2014 datang juga. Dan di awal tahun ini saya cukup bersemangat karena menyaksikan jajaran film-film Hollywood yang keren dan menarik. Selain film super-hero yang masih mendominasi film-film sepanjang tahun ini, di tahun ini juga ada film fantasi kolosal legenda Yunani dan film adaptasi Alkitab yang dibuat dengan bujet besar.

Well.... berikut ini adalah beberapa film pilihan (versi saya) yang akan dirilis Januari 2014 mendatang.

PARANORMAL ACTIVITY : THE MARKED ONES (RILIS : 3 JANUARI 2014)
Bagi penggemar film seri found footage Paranormal Activity, akan ada 2 seri Paranormal Activity yang akan dirilis tahun 2014 nanti. Yang pertama di bulan Januari, sedangkan satunya lagi di bulan Oktober 2014. Yang akan saya bahas ini adalah seri Paranormal Activity pertama yang akan dirilis tangal 3 Januari mendatang. Paranormal Activity : The Marked One adalah spin-off dari seri Paranormal Activity yang sudah beredar. Kisahnya tidak ada hubungan langsung dengan seri-seri Paranormal Activity sebelumnya. Hanya ada sedikit keterkaitan saja.

Bersetting tahun 2004, film ini mengisahkan tewasnya seorang wanita dalam sebuah pesta di Oxnard, California. Beberapa tamu dalam pesta itu, kemudian bergabung untuk menyidiki kematian misterius wanita tersebut. Dengan menggunakan kamera mereka, petualangan pun dimulai. Mereka kemudian menemukan rekaman film tentang kehidupan sebuah keluarga yang diganggu roh halus (rekaman tersebut adalah film Paranormal Activity 3), yang terjadi berhubungan dengan kematian wanita tersebut. Saat penyidikan semakin dalam, Jesse (diperani Andrew Jacobs) menemukan kalau terdapat gigitan aneh pada tangannya. Gigitan itu ternyata adalah gigitan dari roh jahat yang akan menjadikan Jesse sebagai korban mereka berikutnya.

Selain Jacobs, film ini juga diperani oleh Richard Cabral, Carlos Pratts, Gabrielle Walsh, dan George Diaz, serta disutradarai oleh Christopher B. Landon.

Sebelum ditayangkan, Marked Ones ternyata sudah mendapatkan respon yang positif dari para penonton. Hal ini segera direspon oleh produser film ini untuk segera merilis sekuel dari The Marked Ones.


THE LEGEND OF HERCULES (Rilis : 10 Januari 2014)
Film kolosal yang mengangkat legenda hidup Hercules ini disutradarai Renny Harlin dan diperani Kellan Lutz, Gaia Weiss, Scott Adkins, Roxanne McKee, dan Liam Garrigan.  Berbeda dengan legenda Hercules yang telah bereda, film ini akan mengangkat cerita Hercules dari sisi yang berbeda.

Hercules (Lutz) adalah anak setengah dewa keturunan Zeus yang dirawat oleh keluarga Raja Amphitryon (Scott Adkins) dan Ratu Alcmene (Roxanne McKee). Saat dirinya beranjak dewasa, Hercules dihianati oleh ayah angkatnya yang menyebabkan dirinya diasingkan dan hidup sebagai budak. Kecewa dengan perlakuan ayah angkatnya, Hercules kemudian menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya dan bekerja sama dengan sahabat-sahabatnya, mereka bahu-membahu untuk berperang melawan pasukan Raja Amphitryon dan menegakkan keadilan.


JACK RYAN : SHADOW RECRUIT (Rilis : 17 Januari 2014)
Film ini akan menjadi seri kelima dari petualangan Jack Ryan, tokoh fiktif kreasi novelis Tom Clancy. Seri ini juga akan menjadi reboot dari film-film Jack Ryan sebelumnya. Berbeda dengan seri sebelumnya, naskah skenario film ini tidak diadaptasi dari novel Tom Clancy tapi merupakan naskah dengan cerita baru yang ditulis oleh penulis Hossein Amani. Peran Jack Ryan kali ini diserahkan kepada Chris Pane. Sedangkan untuk penyutradaraan film ini dipercayakan kepada Kenneth Branagh. Film ini didedikasikan kepada Tom Clancy yang meninggal tanggal 1 Oktober 2013 dalam usia yang ke-66 tahun.

Kisahnya sendiri menceritakan tentang Jack Ryan muda yang bekerja sebagai analis junior CIA yang tanpa sengaja menemukan bukti tentang rencana serangan teroris ke Amerika Serikat. Berkat temuan itu, Jack Ryan kemudian dipromosikan sebagai Agen Lapangan yang ditugaskan ke Moskow untuk melanjutkan penyidikannya. Dari penyidikannya, Jack berkenalan dengan Viktor Cherevin (Kenneth Branagh), seorang pebisnis yang berencana melumpuhkan perekonomian global dunia. Jack bertarung melawan waktu untuk mencegah aksi Viktor.


THE NUT JOB (Rilis : 17 Januari 2014)
Ini film animasi 3D hasil kolaborasi Kanada dan Korea Selatan. Disutradarai Peter Lepeniotis dan disuarakan oleh Will Arnett, Brendan Fraser, Gabriel Iglesias, Liam Neeson, dan Katherine Heigl, film yang diadaptasi dari film animasi pendek berjudul Surly Squirrel ini mengisahkan tentang tupai ungu bernama Surly (Will Arnett) yang terlunta-lunta setelah disingkirkan dari taman kota. Demi bertahan hidup, Surly kemudian berteman dengan sahabatnya yang seekor tikus bernama Buddy (Eric Bauza), dan mengajaknya berkolaborasi melakukan perampokan ke sebuah toko kacang.

 Sepanjang film akan mengisahkan aksi Surly dalam menyusup ke dalam toko kacang tersebut. Yang awalnya berdua, Surly dan Buddy akhirnya mendapatkan bala bantuan dari teman-teman Surly yang tinggal di taman untuk bersama-sama berjuang masuk ke dalam toko dan mengambil kacang-kacang yang ada di sana. Hal unik dalam film ini adalah munculnya PSY yang akan tampil di akhir film dengan menyanyikan lagu "Gangnam Style".


I, FRANKENSTEIN (Rilis : 24 Januari 2014)
Australia diam-diam tenyata mampu juga membuat film fantasi keren bergaya Hollywood. Film ini adalah produksi negara tersebut, di mana para pemainnya adalah aktor papan atas Hollywood seperti Aaron Eckhart dan Bill Nighy.

Disutradarai Stuart Beattie dan diangkat dari novel grafik karya Kevin Grevioux, film ini akan mengisahkan tentang Dokter Victor Frankenstein (Aden Young) yang berhasil menciptakan sebuah monster mengerikan yang diberinya nama Adam (Aaron Eckhart). Awalnya Adam sangat ditakuti oleh masyarakat karena wajahnya yang menyeramkan. Namun saat terjadi pertarungan antara kelompok Setan pimpinan Naberius (Bill Nighy) dan kelompok Gargoyles pimpinan Gideon (Jai Courtney) dan Ratu Leonore (Miranda Otto) di sebuah kota tua yang membahayakan hidup penduduk sekitar, Adam muncul melindungi para manusia dan menghadapi dua kelompok tersebut.

Sekilas film ini punya alur yang mirip dengan film Underworld. Wajar saja, karena Kevin Grevioux - sang penulis novel grafik I, Frankenstein - adalah juga penulis novel grafik Underworld.




NewerStories OlderStories Home