Jika biasanya film Hongkong didominasi film-film bertema triad, spionase, polisi, drama, dan komedi, maka tahun ini tampaknya film horror akan kembali bangkit lagi. Ya, genre ini memang sempat tenggelam dan kalah bersaing dengan film-film genre triad dan polisi yang belakangan ini sangat mendominasi layar lebar Hong Kong dan China. Namun tampaknya, dalam beberapa tahun ke depan akan mulai marak kembali.

Salah satu film horror yang paling dinanti para penonton Hong Kong dan China adalah dwilogi Tales From The Dark yang dirilis nyaris berbarengan. Seri pertama dirilis 11 Juli 2013, dan yang kedua dirilis 8 Agustus 2013. Dan seperti sudah menjadi tren film horror belakangan ini - di mana film horor terdiri dari beberapa segmen atau dibuat dalam bentuk cerita pendek - maka masing-masing film Tales From The Dark pun dibuat dalam tiga cerita pendek yang tidak berhubungan satu dengan yang lain.

Tales From The Dark sendiri adalah kumpulan cerita pendek horor karya Lilian Lee, seorang novelis kawakan Hong Kong. Dalam film ini, Lilian ikut terlibat dalam pembuatan skenario semua segmen dwilogi film ini.

Film Tales From The Dark 1 terdiri dari 3 cerita pendek, yaitu :
1. STOLEN GOODS
Mengisahkan tentang Kwan (Simon Yam) seorang buruh dengan temperamen kasar yang selalu dipecat karena perilaku kasarnya. Guna memenuhi kebutuhan makan dan tempat tinggal, Kwan akhirnya mencuri abu kremasi dan meminta tebusan dari keluarga pemilik abu tersebut. Beberapa tindakannya berhasil. Hingga akhirnya dia mencuri abu kremasi yang salah, yang membuatnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bukan pada keluarga pemilik abu, tetapi pada arwah pemilik abu itu sendiri.


2. A WORD IN THE PALM
Peramal garis tangan Master Ho (Tony Leung Ka-Fai) diminta bantuan mantan guru berenangnya untuk menyidiki kematian seorang remaja (Cherry Ngan). Dalam menyidiki kasus ini, Master Ho harus berhadapan dengan Sister Lan (Kelly Chen) - peramal bola kristal - yang juga menyidiki kasus yang sama. Keduanya bersaing untuk bisa menjadi orang pertama yang menuntaskan misteri ini.

3. JING ZHE
Chu (Siu Yam Yam) bekerja sebagai seorang Da Siu Yan, yaitu seorang pengusir roh jahat yang melakukan tugasnya dengan cara memukuli potongan kertas berbentuk tubuh manusia sambil memukuli kertas itu dan mengutuki orang yang namanya tertulis di potongan kertas tersebut. Biasanya ritual ini dilakukan para Da Siu Yan pada saat Jing Zhe (periode tertentu pada kalender bulan China, yang mana diyakini sebagai waktu di mana pintu neraka akan ditutup dan saatnya para roh kembali ke akhirat). Pekerjaan yang telah dilakukan Chu sebenarnya adalah pekerjaan rutin yang biasa, hingga satu waktu seorang hantu wanita (Dada Chen) meminta bantuan Chu untuk melakukan ritual tersebut baginya.

Sedangkan 3 cerita dalam Tales From The Dark Part 2 adalah :
1. BOLSTER PHANTOM
Sejak berpisah dengan kekasihnya Yuen Hao Hong (Gordon Lam), Chow Jing Ee (Fala Chen) menderita insomnia. Tidak perduli obat tidur apapun yang diminumnya, dia tetap tidak bisa tidur. Hingga satu ketika dia membeli sebuah bantal medikasi, Chow tiba-tiba bisa tidur nyenyak. Namun semakin lama digunakan, bantal tersebut tidak saja membuatnya tidur nyenyak, namun mengendalikan Chow menjadi pribadi yang lain.

2. HIDE AND SEEK
Fatty (Chan Yiu Ming) mengajak tujuh teman sekolahnya dulu untuk bernostalgia di sekolah mereka yang sudah ditutup. Saat tiba di sekolah tua yang telah lama kosong itu, mereka bertemu dengan Paman Chan (Newton Lai) yang secara diam-diam tinggal di dalam komplek sekolah itu selama bertahun-tahun. Paman Chan menasehati mereka untuk tidak masuk ke sekolah itu, namun tidak ada orang yang mendengar. Maka akhirnya kedelapan orang itu masuk ke dalam komplek sekolah dan bermain permainan memanggil hantu. Well... bisakah Anda menebak, dari 8 orang yang masuk, berapa banyak yang akan selamat malam itu?

3. BLACK UMBRELLA
Paman Lam (Teddy Robin) sering menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di tengah malam. Satu ketika, dia berkenalan dengan Jennifer (Aliza Mo), seorang gadis misterius yang muncul entah dari mana. Pertemanan yang tadinya biasa saja, tiba-tiba berubah saat mereka berdua tahu jati diri mereka masing-masing.

Banyak penonton yang sudah menonton dwilogi ini berkomentar kalau 3 cerita Tales From The Dark Part 1 lebih ringan dan banyak komedinya, sedangkan Part 2 lebih brutal, berdarah-darah, dan lebih penuh kejutan. Hal ini memang sengaja dilakukan agar penonton tidak terlalu "strees" saat menonton Part 1. Jika bagian awal dwilogi ini saja sudah penuh darah, maka dikuatirkan penonton tidak akan mau lagi menonton yang keduanya.

Secara umum, dwilogi Tales from The Dark adalah film horror yang menarik. Film ini mengingatkan saya pada Hong Kong Ghost Story (2011) arahan sutradara Wong Jing dan Patrick Kong yang berisikan 2 cerita pendek. Film tersebut memiliki kandungan horor dan komedi yang dipadu dengan sangat sempurna dan menarik untuk ditonton.

Bagi Anda yang menyukai film horror yang tidak terlalu seram, namun juga tidak terlalu konyol, dwilogi Tales From The Dark bisa jadi pilihan.



DO YOU KNOW? 
Simon Yam - yang biasanya kita kenal sebagai aktor - berkesempatan menguji kemampuannya yang lain dengan menjadi Sutradara. Ya, di segmen Stolen Goods pada Tales From The Dark Part 1, selain bermain sebagai pemeran utama, Simon Yam juga menjadi sutradara yang mengarahkan segmen tersebut.

Ini adalah kali kedua Fruit Chan - sutradara segmen Jing Zhe di Tales From The Dark Part 1 - mengangkat tulisan Lilian Lee ke layar lebar. Sebelumnya di tahun 2004, Lilian Lee juga pernah menyumbangkan skenario untuk film horror dwilogi Three. Naskahnya berjudul Dumplings, yang kelak menjadi salah satu segmen paling fenomenal dari dwilogi Three, sehingga akhirnya dibuat sebagai film layar lebar terpisah dengan durasi yang lebih panjang.

Musik pengiring dan latar (score music) dwilogi Tales From The Dark (kecuali segmen Black Umbrella pada Tales From The Dark Part 2) dipercayakan pada Kenji Kawai, seorang komposer Jepang yang sudah dikenal sebagai komposer lagu-lagu film, anime, video games, dan acara televisi. Sebelumnya Kenji menangani musik untuk film-film seperti Ip Man (Wilson Yip), Seven Sword (Tsui Hark), anime Ghost in The Shell, anime Mobile Police Patlabor, anime Avalon, anime Gantz, dan trilogi Ringu.

Lilian Lee dikenal publik Hong Kong sebagai seorang novelis kawakan yang paling dihormati. Karya fenomenalnya Farewell My Concubine diangkat ke layar lebar oleh Chen Kaige tahun 1993 dan menjadi film klasik yang dipuja-puja banyak kritikus. Hingga hari ini, Lilian sudah membuat lebih dari sembilan puluh novel, dan masih aktif menjadi penulis. Adapun karya-karyanya yang sudah diangkat ke layar lebar adalah Rouge (1987), Fight and Love With A Terracotta Warrior (1989), Farewell My Concubine (1993), Green Snake (1993), Temptation of A Monk (1993), dan Dumplings (2004).




Jujur, ini film yang "berat" sekali untuk saya tonton. Bukan karena kandungan ceritanya yang berat, namun film ini sangat tidak meyakinkan dari berbagai segi. Poster filmnya tidak keren. Stephen Chow menjadi sutradaranya. Plotnya versi komikal dari Journey To The West. Para pemerannya tidak keren (kecuali si cantik Shu Qi). Dengan hal-hal minus sebanyak itu, cukup "berat" rasanya untuk bisa menarik perhatian saya menonton film ini.


Namun setelah film ini dirilis - dan menjadi box office di kawasan Asia Tenggara, terutama Hong Kong dan China - barulah saya mulai penasaran dengan film ini.

Well.... film ini mengisahkan legenda Perjalanan ke Barat atau Petualangan Sung Go Kong dari sisi yang berbeda dan cukup "ekstrim". Kisahnya diambil dari sudut pandang Pendeta Tang Sang-zang sebelum dirinya menjadi Bhiksu Budha. Alkisah Tang (diperani Weng Zhang) adalah seorang Pendeta Pengusir Siluman yang berkeliling untuk menangkap dan mengusir para siluman. Dalam perjalanannya, dia berkenalan dengan seorang wanita pengusir Siluman bernama Duan (Shu Qi) yang memiliki kemampuan menangkap Siluman dengan gelang-gelang emasnya yang bisa membesar dan mengecil sesuai kemauan.

Setelah berhasil menaklukkan Siluman Ikan, Tang dan Duan kemudian bertarung melawan Siluman Babi yang tidak terkalahkan. Tang lalu mendapatkan informasi bahwa orang yang tahu cara mengalahkan Siluman Babi adalah Raja Kera Sun Go Kong yang dikurung di Gunung 5 Jari. Tang kemudian ke Gunung tersebut dan berhasil menemukan Sun Go Kong. Sang Raja Monyet kemudian membuat siasat sehingga Siluman Babi berhasil ditaklukkan. Namun diam-diam, Sun Go Kong menjebak Tang sehingga membuat si Raja Monyet terbebas dari kurungan. Tanpa perikemanusiaan, Go Kong menyiksa Tang dan  membunuh Duan, yang diam-diam jatuh hati pada Tang.

Marah karena sikap Go Kong tersebut, akhirnya Tang menggunakan mantra Sutra Budha untuk menangkap Go Kong dan memasang gelang emas milik Duan ke kepala Go Kong. Gelang itulah yang kemudian mengendalikan perangai Go Kong menjadi penurut. Sejak itu, Tang memutuskan menjadi Pendeta Budha dan mengemban tugas membawa kitab Tripitaka ke Barat guna menyebarkan dharma Budha di sana. Dan perjalanan legendaris Pendeta Tang bersama 3 orang muridnya (Wu Ching, Ti Pat Kay, dan Sun Go Kong) pun dimulai.

Sebagai sebuah tontonan hiburan, film arahan sutradara Stephen Chow dan Derek Kok ini memang sangat menghibur. Sepanjang 110 menit, penonton disuguhi tontonan slapstik dan komikal khas Stephen Chow yang dibawakan oleh para pemain dalam film ini. Ceritanya dibuat sangat nyeleneh dan melenceng dari pakem sebenarnya, sehingga cukup membingungkan para penonton yang sudah sangat paham betul alur cerita Journey To The West. Pastinya, jangan terlalu serius menonton film ini.

Selain Wen Zhang dan Shu Qi, film ini juga didukung oleh banyak aktor dan aktris populer Hong Kong dan China, seperti Huang Bo, Show Luo, Lee Sheung Ching, Xing Yu, Chrissie Chau, dan lain-lain.

Film ini meraih sukses yang luar biasa di kawasan Asia Tenggara. Saat dirilis tanggal 10 Febrauri 2013 silam di China, film ini langsung menduduki peringkat pertama film box-office lokal China dengan perolehan mencapai US$ 19.6 juta, mengalahkan film Hollywood Transformers : Dark of The Moon, menjadikan film ini sebagai film produksi China-Hong Kong dengan pendapatan tertinggi saat ini. Hingga hari ini, film Journey To The West : Conquering The Demons sudah meraih penghasilan hingga US$ 200 juta di China, US$ 3.6 juta di Hong Kong, US$ 3.2 juta di Malaysia, dan US$ 1.8 juta di Singapura, sehingga total penghasilannya adalah US$ 208.8 juta.


DO YOU KNOW? 
Ini adalah film kedua Stephen Chow yang bertemakan legenda Sun Go Kong. Tahun 1995 silam, Chow bermain dalam film dwilogi A Chinese Odyssey di mana dalam film arahan sutradara Jeffrey Lau itu, Chow berperan sebagai Joker yang merupakan titisan dan reinkarnasi dari Si Raja Kera Sun Go Kong. Dalam Journey To The West : Conquering The Demons, Stephen Chow duduk di bangku produser dan sutradara. Sedangkan peran Go Kong diserahkannya pada aktor kelahiran China, Huang Bo.




Film produksi Thailand adalah salah satu film negara favorit saya. Selain tema filmnya cukup variatif (mulai dari drama keluarga, drama remaja, komedi, eksyen, hingga horror), alurnya pun sangat sederhana dan sangat enak untuk diikuti. Dan jika kita bicara soal film horror, Thailand mungkin yang paling top di antara semua film bergenre sama dari seluruh dunia. Selain penuh kejutan yang tidak terduga, plotnya juga sangat ringan, sederhana, dan sangat jarang berdarah-darah.

Sebenarnya cukup banyak film Thailand yang telah beredar dan menjadi box-office di negaranya. Namun kali ini saya akan membahas film 3 A.M., sebuah film layar lebar Thailand yang dirilis tanggal 22 November 2012 silam dan merupakan salah satu film box-office di Thailand. Film ini adalah film yang terdiri dari 3 cerita pendek di dalamnya. Ketiga cerita pendek itu memiliki benang merah yang sama, yaitu semua kejadian terjadi pada pukul 3 subuh, di mana saat itu - menurut kepercayaan masyarakat Thailand - merupakan saat di mana kekuatan roh jahat berada pada puncaknya. Di layar lebar, film ini dibuat dalam format 3D. Namun menonton film ini dalam format standar 2D di DVD juga cukup menarik.

Ketiga cerita pendek dalam film 3 A.M adalah :
1.HORROR HEAD (THE WIG)
Mengisahkan tentang May (diperani Focus Jirakul) dan Mint (Apinya Sakuljaroensuk), dua bersaudari yang harus mengurusi toko wig,sementara kedua orang tuanya berlibur ke China. Hubungan kedua saudari tersebut tidak harmonis karena keduanya merasa orang tua mereka pilih kasih dan terlalu mengasihi salah satu di antara mereka.

Satu ketika, seseorang pelanggan mereka menjualkan rambut kepada May untuk digunakan sebagai bahan pembuat wig. Yang tidak May ketahui, rambut indah itu ternyata milik seorang wanita yang telah meninggal. Jadi saat rambut tersebut digunakan untuk membuat wig, arwah wanita tersebut mendatangi May dan Mint.

Film pendek ini disutradarai oleh Pussanont Tummajira.


2. BRIDAL HOUSE OF THE DEAD
Seorang petugas penjaga mayat bernama Tod (Tony Rakkaen) mendapat tugas untuk menunggui rumah sepasang pengantin muda Mike (Peter Knight) dan Cherry (Kamklao Duaysianklao) yang baru meninggal secara misterius seminggu setelah mereka menikah. Selama berada di rumah pasangan pengantin tersebut, Tod menemukan beberapa fakta bahwa Cherry diperlakukan kasar oleh suaminya, sehingga tumbuh rasa simpati - yang kemudian berubah menjadi cinta - Tod pada Cherry. Demi "melindungi dan menyelamatkan" Cherry, Tod memisahkan peti mati Mike dan Cherry dan melakukan ritual agar Mike tidak mengganggu Chery di alam baka. Di akhir kisah, Tod berhasil menyibak misteri kematian Mike dan Cherry. Namun kematian mereka sangat berbeda dengan apa yang diduga Tod.

Kirati Nakintanont dipercaya sebagai sutradara cerita pendek ini. Dalam cerita ini, Anda akan mendengar lagu Wedding March yang dibuat dalam versi horror yang mendirikan bulu roma.


3. O.T.
Cerita pendek terakhir mengisahkan tentang 2 orang Direktur perusahaan iklan bernama Karan (Chakrit Yamnam) dan Tee (Ray McDonald) yang gemar melakukan kejahilan pada para staf mereka. Di satu malam, saat beberapa staf mereka sedang lembur, keduanya menjahili para staf yang lembur, sehingga semuanya kabur. Bump (Prachakom Piyasakulkaew) dan Ging (Kanyarin Nithinaparath) adalah dua staf terakhir yang terpaksa lembur karena mempersiapkan presentasi dan rapat besok pagi. Keduanya mengalami kejahilan berulang-ulang dari direkturnya, dan mereka pun ikut-ikutan membalas kejahilan kedua direkturnya tersebut.

Selama aksi balas-membalas kejahilan tersebut, tanpa mereka sadari, ternyata menelan korban. Dua di antara mereka berempat tewas akibat kejahilan yang mereka lakukan. Dan dua orang tersebut tidak saja bermain membalas kejahilan yang mereka terima, namun juga membalaskan kematian mereka kepada dua orang yang telah menjahili mereka.

Cerita pendek terakhir yang mendebarkan sekaligus kocak ini disutradarai oleh Isara Nadee.


Film 3 A.M. ini memang memiliki format cerita yang mirip dengan film Bangkok Haunted (2001) maupun 4bia (2006), film produksi Thailand yang juga pernah sukses saat dirilis. Dalam Bangkok Haunted yang disutradarai Oxide Pang dan Pisut Praesangeam mengisahkan tentang 3 orang wanita yang berkumpul di sebuah kafe, lalu masing-masing menceritakan kisah horror. Sedangkan 4bia terdiri dari 4 cerita pendek, yang masing-masing ceritanya memiliki unsur kejutan di ending setiap ceritanya.

Hal ini pun yang terjadi pada 3 A.M. di mana setiap ending ceritanya memiliki unsur kejutan yang sama sekali tidak terduga dan membuat para penonton penasaran.

Bagi Anda yang menyukai film horror dengan alur yang tidak terduga, tampaknya film ini akan menjadi tontonan yang mengasyikkan selama liburan.




Jika Anda perhatikan, banyak film yang beredar sekarang memiliki kesamaan dengan film-film yang pernah Anda tonton beberapa tahun silam. Jangan langsung menuduh film yang Anda tonton menjiplak film tertentu. Karena film yang anda tonton hanyalah menggunakan genre atau tema dari film yang pernah sukses di masa lalu.

Berikut ini adalah film-film yang menjadi pionir dari genre atau tema film tertentu yang hingga hari ini masih dipakai. Apa saja pionir genre film tersebut?


ACTION WITH LIMITED ARSENAL & IN LIMITED SPACE - DIE HARD
Berkat film ini, nama Bruce Willis dikenal sebagai super star dunia dan karakter yang diperaninya (John McClane) begitu melekat padanya. Diangkat dari novel Nothing Lasts Forever (1979) karya Roderick Thorp, Die Hard telah dibuat dalam 5 seri dalam rentang waktu 25 tahun dan telah membuktikan dirinya sebagai film eksyen paling sukses sepanjang masa.

Secara umum, Die Hard mengisahkan tentang seorang polisi bernama John McClane yang terjebak di Gedung Nakatomi saat bertemu dengan istrinya yang bekerja di gedung tersebut. Gedung tersebut dikuasai oleh sekelompok teroris yang berniat merampok saham gedung tersebut. Dengan kemampuan dan insting polisinya, serta ruang gerak dan persenjataan yang sangat terbatas, John berhasil melumpuhkan satu-persatu teroris yang menguasai gedung tersebut.

Tema aksi seorang polisi dalam ruang terbatas dan dengan persenjataan terbatas ini menjadi movie trending yang hingga hari ini masih dipakai dan menjadi jaminan kesuksesan sebuah film eksyen. Lebih dari 50 film bertema sama yang telah dibuat sejak kurun waktu 25 tahun ini yang terbukti sukses secara finansial saat dirilis. Beberapa di antaranya yang populer adalah Passenger 57 (1992), Under Siege (1992), Executive Decision (1996), Air Force One (1997), hingga yang terbaru Olympus Has Fallen (2013) dan White House Down (2013). 



ANIMATION COMPUTER - TOY STORY
Film ini menjadi tonggak sejarah evolusi film animasi dari animasi 2D menjadi animasi komputer. Dibuat tahun 1995 dan diproduksi oleh Pixar Animation Studios, film animasi arahan sutradara John Lasseter ini
menjadi film animasi komputer berdurasi panjang pertama yang didistribusikan ke seluruh dunia dan meraih kesuksesan luar biasa. Sejak kesuksesan Toy Story, film animasi mulai beralih ke animasi komputer dan hingga hari ini semua film animasi telah menggunakan teknik animasi komputer yang makin hari semakin canggih. Kecanggihan animasi ini makin lengkap dengan penggunaan CGI dan 3D yang kini menjadi tren dunia. Beberapa film animasi komputer yang sukses pasca Toy Story adalah  Monster Inc. (2001), Shrek (2001), Astroboy (2003), Hoodwinked! (2005), Megamind (2010), Despicable Me (2010), dll.



TWISTED PLOT  - SHREK
Shrek merupakan film animasi CGI komputer yang sukses di tahun 2001. Selain gambarnya yang tampak sangat hidup serta celotehan Donkey (diisi suara oleh Eddie Murphy) yang kocak, Shrek juga unik dalam alur cerita, di mana alurnya memutar-balikkan cerita klasik yang biasa kita ketahui. Misalnya dalam Shrek diceritakan tentang Putri Viona yang cantik ditolong oleh Shrek Sang Ogre yang jelek. Padahal menurut versi dongeng klasik biasanya, putri cantik biasa ditolong oleh Ksatria Tampan. Begitu juga dengan bagian saat Putri Viona yang telah berubah jadi Ogre dan dicium oleh Shrek. Jika dalam dongeng klasik, sang putri akan berubah menjadi wanita cantik dan pria yang menciumnya menjadi pria tampan, maka dalam Shrek semuanya berbeda : Putri Viona justru berubah selamanya menjadi Ogre dan Shrek tetaplah Ogre. Tapi justru karena hal itu mereka dapat hidup bahagia selamanya.

Ternyata ide memutar balikkan alur cerita menjadi tren tersendiri yang kini dipakai oleh banyak film yang mengangkat tema dongeng fabel dan cerita komik, di mana alur ceritanya yang sudah dikenal oleh publik, diputar balik, sehingga menghasilkan cerita baru yang lebih seru dan menarik. Beberapa film yang cukup populer karena menggunakan alur cerita jenis demikian adalah Enchanted (2007), Red Riding Hood (2011), Alice in Wonderland (2012), Snow White and the Huntsman (2012), Mirror Mirror (2012), Hansel & Gretel : The Witch Hunter (2013), Jack & The Giant Slayer (2013), Once Upon A Time (tv series 2011 - onward), Grimm (tv series 2011 - onward), Batman : The Dark Knight (2008), The Incredible Hulk (2008), The Amazing Spiderman (2012), dan Man Of Steel (2013).



STREET DANCE BATTLE - BREAKIN' (aka BREAKDANCE : THE MOVIE)
Tema street dance battle yang akhir-akhir ini marak diproduksi dan beredar sebenarnya bukanlah hal baru. Jauh sebelumnya, film bertema ini sudah ada. Adalah film Breakin' atau dikenal juga dengan judul Breakdance : The Movie (1984), film bertema street dance battle yang menjadi cult-movie yang hingga hari ini diagung-agungkan sebagai "street dance movie" pionir paling dipuja banyak orang. Film ini bertutur tentang duo penari street break-dance bernama Turbo (Michael Chambers) dan Ozone (Adolfo Quinones) yang berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai penari jalanan terbaik. Sementara itu, Kelly (Lucinda Dickey) adalah seorang penari jazz yang berusaha menciptakan tarian jazz yang digabungkan dengan break-dance dan menjadi tarian baru. Tariannya justru ditentang oleh instrukturnya. Untuk itu, bersama Turbo dan Ozone, Kelly berjuang keras untuk menunjukkan kedasyatan tariannya.

Sukses film Breakin' - diikuti sekuelnya Breakin' 2 : Electric Boogaloo (1984) - kemudian menjadi tren tersendiri karena setelah itu, muncul banyak film bertema sama (dengan jenis tarian yang berbeda) seperti Body Rock (1984), Footloose (1984), dan Dirty Dancing (1987). Indonesia pun pernah merilis beberapa film bertema break-dance. Salah satu yang paling populer adalah Gejolak Kawula Muda (1985) yang disutradarai Maman Firmansjah dan diperani Chicha Koeswoyo, Rico Tampatty, Ria Irawan, dan Septian Dwicahyo.

Di era 1990an, film bergenre ini sempat turun pamor, namun tahun 2000 naik lagi setelah film bergenre street-dance battle berjudul Honey (2003) yang diperani Jessica Alba sukses di pasaran. Selanjutnya film bergenre sejenis ramai dibuat. Beberapa yang cukup populer adalah :  You Got Served (2004), Step Up (2006), Take The Lead (2006), Stomp The Yard (2007), StreetDance 3D (2010), dan Step Up Revolution (2012).


ONE MAN ARMY - FIRST BLOOD
First Blood (1982) adalah 1 dari 2 film ikonik Sylvester Stallone (satunya lagi adalah Rocky) yang populer di era 80an. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya David Morrell ini  menjadi film yang melegenda karena bercerita tentang perjuangan seorang mantan anggota United States Army special Forces Unit bernama John Rambo yang pulang dari Perang Vietnam, namun mendapatkan perlakukan yang tidak baik dari penduduk sekitar, sehingga dia terpaksa membalas perlakuan mereka.

Sebenarnya film First Blood baru mendapatkan perhatian luas dari dunia setelah sekuelnya dirilis. Dalam sekuel berjudul Rambo : First Blood 2 (1985), dikisahkan John Rambo harus kembali ke Vietnam untuk menyelamatkan para marinir yang ditahan oleh Vietkong. Di film tersebut, Rambo yang sendirian masuk ke hutan untuk kemudian memporak-porandakan pasukan Vietkong. Tema "one man army" ini menjadi tema ikonik yang sempat membuat masyarakat Amerika berbesar hati karena memiliki seorang pahlawan luar biasa yang mampu mengangkat nama negara mereka kembali setelah kalah dalam Perang Vietnam.

Pasca Rambo, bermunculan film-film bertema sama yang sukses. Beberapa di antaranya yang cukup populer adalah Commando (1985), Missing in Action (1989), El Mariachi (1992), The Punisher (2004), dan Machete (2010).



BLOODY FIGHTING TOURNAMENT - BLOODSPORT
Film ini menjadi awal dari film bergenre mix martial-art dan turnamen perkelahian brutal yang sempat populer di era 80-90an. Berkat film ini, nama Jean Claude van Damme melambung sebagai aktor film eksyen papan atas. Selain menjadi film eksyen paling sukses, genre film Bloodsport (1988) menjadi tren yang banyak diikuti film sejenis. Beberapa yang cukup populer adalah Kickboxer (1989), Final Fight (1989), Bloodfist (1989), Best of The Best (1989), Only the Strong (1993), dan Tekken (2010).



ENSEMBLE MOVIE STARS / ALL STARS - GRAND HOTEL
Salah satu daya tarik yang bisa membuat orang mau menonton sebuah film adalah jika film tersebut dibintangi oleh aktor maupun aktris papan atas favorit mereka. Okelah, jika 1 atau 3 orang aktor dan artis populer yang bermain di film itu. Namun bagaimana jika puluhan aktor dan artis bermain bersama dalam 1 film? Walau pun sebagian besar artis dan aktor tersebut hanyalah cameo, namun tetap kehadiran mereka menjadi magnet tersendiri yang membuat para fans datang hanya untuk menonton artis favorit mereka muncul di film tersebut. Walau bujet untuk membuat film ini tidaklah kecil, mengingat para artis papan atas tersebut harus dibayar mahal, walau hanya tampil beberapa detik saja, namun secara bisnis, film yang melibatkan banyak aktor dan aktris papan atas selalu terbukti menguntungkan (meski tidak mudah untuk mengatur begitu banyak artis papan atas tersebut untuk bersedia tampil sebagai cameo).

Adalah film Grand Hotel (1932) yang memulai tren ini. Film arahan sutradara Edmund Goulding ini merupakan adaptasi dari drama panggung berjudul sama karya William A. Drake, yang mana drama tersebut merupakan adaptasi dari novel terbitan 1929 berjudul Menschen im Hotel karya Vicki Baum. Film berdurasi 112 menit ini dipenuhi oleh aktor dan artis papan atas yang sangat populer di masa itu, seperti Greta Garbo, John Barrymore, Joan Crawford, Wallace Beery, Ferdinand Gottschalk, Morgan Wallace, Lewis Stone, Jean Hersholt, Robert McWade, Murray Kinnell, Edwin Maxwell, Frank Conroy, dan Lionel Barrymore.

Kisahnya sendiri tentang beberapa orang yang tinggal di Grand Hotel. Ada  veteran perang Doctor Ottenschlag (Lewis Stone) yang tinggal permanen di hotel tersebut dan mengamati orang-orang yang keluar-masuk hotel. Ada Baron Felix von Geigern (John Barrymore) yang mengaku seorang bangsawan, padahal hanyalah penjudi dan pencuri permata. Juga ada Otto Kringelein (Lionel Barrymore), seorang akunting yang juga teman Baron Felix. Saat tinggal di hotel, Otto menyadari kalau hidupnya tidak lama lagi, sehingga memanfaatkan sisa hidupnya untuk menikmati fasilitas terbaik hotel tersebut. Dan ada pula seorang balerina Rusia Grusinskaya (Greta Garbo) yang karirnya sedang jatuh.

Di masa itu, Grand Hotel dibuat dengan bujet US$ 750.000. Sebuah bujet yang cukup tinggi di masa itu (terlebih saat itu Amerika sedang mengalami krisis ekonomi yang berat). Namun ternyata dalam kondisi itu, film ini justru mampu meraup keuntungan hingga US$ 2.250.000.

Sejak itu, banyak produser yang kemudian membuat film yang menyertakan banyak aktor dan artis papan atas di dalamnya. Untuk membuat film seperti ini, jelas bukan hal yang mudah mengingat tidak semua aktor dan aktris yang bersedia bermain dalam 1 film hanya sebagai figuran. Selain harga diri, tentu pendapatan yang mereka terima tidak sebesar jika mereka hanya berperan sebagai figuran. Selain itu, keterlibatan para artis dalam film sedikit banyak mempengaruhi penulisan skenario dan alur cerita, sehingga seringkali para penulis skenario harus banyak berkompromi dengan para artis yang menuntut penampilan mereka dibuat khusus pada beberapa bagian skenario. Hal ini menyebabkan skenario yang dihasilkan seringkali tidak maksimal, bahkan berkesan "asal buat". Inilah yang menjadi alasan mengapa tidak banyak film "ensemble" yang sukses dan melegenda, walau di dalamnya terdapat banyak artis populer yang berperan. Walau demikian, ada beberapa film jenis ini yang populer dan memorable, seperti Dinner At Eight (1933), Around the World in 80 Days (1956), Ocean's Eleven (1960 dan remake-nya di tahun 2001),  A Bridge Too Far (1977), Love Actually (2003), Bobby (2006), dan The Expendables (2010).


ASIA INVASION - HARD TARGET
John Woo adalah salah satu sutradara Asia yang sangat dihormati dan disegani, tidak saja di negaranya sendiri (Hong Kong) tetapi juga sampai ke Hollywood. Banyak filmnya menjadi legenda yang hingga hari ini masih diminati banyak orang, seperti A Better Tomorrow, Hard Boiled, Once A Thief, The Killer, dan Bullet in The Head.

Kepiawaiannya dalam mengarahkan film itulah yang kemudian mendapat perhatian para produser Hollywood yang kemudian mengajaknya untuk berkolaborasi. Film Hard Target (1993) menjadi film eksyen John Woo pertama yang diproduksi di Hollywood dan menjadi salah satu fenomena film Hollywood bercitarasa Asia pertama yang sukses di dunia. Sejak itulah fenomena "Asia Invasion" menjadi tren baru dalam dunia perfilman Hollywood. Satu-persatu sineas Asia terlibat - dan dilibatkan - dalam film-film produksi



Hollywood, yang mana keterlibatan mereka terbukti mampu mengangkat popularitas sebuah film menjadi film box-office di seluruh dunia.

Sebut saja Jackie Chan yang berhasil mendobrak Hollywood lewat filmnya Rumble in The Bronx (1995). Sebelumnya Jackie pernah mencoba beberapa kali berusaha mengangkat namanya di perfilman internasional. Langkah pertamanya adalah lewat Battle Creek Brawl (1980) yang tidak sukses. Setahun kemudian, dia mendapatkan kesempatan bermain dalam film Hollywood berjudul The Cannonball Run (1981). Sayangnya, di film itu dia hanya berperan sebagai cameo dan tidak mendapatkan perhatian dari para penonton Hollywood. Chan mencoba lagi dengan merilis film The Protector (1985) yang kembali gagal di Hollywood. Untuk film yang terakhir, Chan sempat kecewa karena hasil editing film tersebut kurang memuaskan, sehingga dia mengedit ulang film The Protector dan merilisnya kembali untuk komoditi penonton Hong Kong. Film tersebut sukses besar di Hong Kong. Kesuksesan baru menghampiri Chan setelah film Rumble in The Bronx rilis di Amerika.

Selain Jackie Chan, Sammo Hung pun terlibat dalam pembuatan serial televisi Martial Law (1998) dan Walker Texas Ranger (2000). Lalu Jet Li yang terlibat dalam film Hollywood tahun 1998 dalam film Lethal Weapon 4 (1998). Begitu juga Yuen Woo-Ping - koreografer laga Hong Kong - yang juga terlibat sebagai pengarah perkelahian dalam film Lethal Weapon 4 dan trilogi The Matrix (1999). Donnie Yen mulai terlibat di film Hollywood tahun 2000 saat mendapat kesempatan berperan dalam film Highlander : Endgame. Selain berperan sebagai tokoh antagonis Jin Ke di sana, Donnie pun dipercaya menjadi pengarah perkelahian dalam film tersebut.

Indonesia sendiri baru mulai merambah Hollywood tahun 2011 ketika film The Raid Redemption berhasil masuk jajaran Box Office Amerika. Film ini mengangkat nama Iko Uwais dan Joe Taslim yang membuat mereka berdua berkesempatan untuk main di film Hollywood (Joe Taslim bermain di film Fast & Furious 6 bareng Vin Diesel, sedangkan Iko Uwais bermain di film Man of Tai-Chi bareng Keanu Reeves).


ZOMBIE APOCALYPSE - THINGS TO COME
Film bergenre zombie yang saat ini sedang populer - berkat franchise film Resident Evil, dan serial televisi The Walking Dead - sebenarnya sudah populer cukup lama. Adalah film Things to Come (1936) yang disebut sebagai film pertama bergenre "zombie apocalypse" yang dikenal publik. Film Inggris yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya H.G. Wells ini memang tidak secara spesifik menyebutkan kata "zombie" namun menyebutkan kondisi orang-orang yang berada dalam kondisi mati namun hidup sebagai "the wandering sickness". Kondisi itu disebabkan karena virus yang ditembakkan ke manusia yang menyebabkan mereka mati namun masih bisa berjalan dan menginfeksi orang lain lewat kontak langsung.

Penggunaan istilah "zombie" dan "zombie apocalypse" dalam film Hollywood baru dimulai tahun 1968 oleh George Andrew Romero - sutradara film spesialisasi genre "zombie apocalypse" - yang memulai genre ini lewat filmnya berjudul Night of The Living Dead. Film ini menjadi film klasik dan mengubah wajah film genre modern-horror kala itu. Selanjutnya Romero merilis film Dawn of The Dead (1978), Day of the Dead (1985), dan Land of the Dead (2005) yang kelak keempat film Romero tersebut dikenal publik sebagai "Dead Series". Semua film "Dead Series" mendapatkan sambutan yang hangat dan menjadi film box-office.

Sejak itulah, genre "zombie apocalypse" menjadi genre horror yang diminati banyak orang di dunia. Tidak sedikit para produser yang kemudian merilis film bergenre ini. Beberapa yang cukup populer adalah The Crazies (1973), The Boneyard (1990), Black Demon (1991), Back From The Dead (1997), Children of The Living Dead (2001), 28 Days Later (2002), Resident Evil (2002), Beyond Re-Animator (2003), Dead Man Walking (2005), Doom (2005), I Am Legend (2007), The Walking Dead (tv series; 2010 - onward), dan World War Z (2013).





Akhirnya... Agustus tiba juga. Bulan ini menjadi bulan yang menarik karena kita merayakan libur Lebaran yang rata-rata berlangsung dari tanggal 2 - 19 Agustus 2013. Di hari libur nasional yang panjang ini, beragam hiburan telah dipersiapkan untuk mengisi liburan agar lebih menarik dan menyenangkan. Film-film baru pun telah mulai bemunculan dan akan meramaikan suasana liburan kita. Kira-kira film apa saja ya yang akan muncul di bulan Agustus dan menarik untuk ditonton?

Berikut ini adalah beberapa film pilihan yang akan diputar di bulan Agustus dan dapat menjadi pilihan untuk acara nonton Anda. Hmmm... kira-kira apa saja ya?


2 GUNS (Release : 2 August 2013)
Film paling keren yang mengawali bulan ini adalah 2 Guns. Diperani Denzel Washington dan Mark Wahlberg serta disutradarai Baltasar Kormakur, film eksyen seru yang diangkat dari komik berjudul sama ini mengisahkan tentang Bobby Trench (Denzel Washington), seorang Agen DEA, dan Marcus Stigman (Mark Wahlberg), seorang Agen NCIS, yang dijebak oleh CIA dan dituduh telah mencuri uang dari mafia. Dua agen dari divisi yang berbeda itu - yang awalnya mengira salah satu dari mereka adalah kaki-tangan sang mafia - akhirnya bahu-membahu untuk membersihkan nama mereka, sekaligus bertahan hidup dari kejaran CIA dan mafia.

Film ini dipenuhi eksyen yang seru serta komedi yang segar, mengingatkan saya pada film eksyen-komedi Lethal Weapon yang pernah populer di era 90an awal. Sebagai tontonan hiburan, film berbujet US$ 60 juta ini cukup menghibur dan menarik untuk ditonton. Kemistri Denzel Washington dan Mark Walhberg tampak kental sekali sehingga akting kedua aktor papan atas ini sangat enak untuk ditonton. Selain mereka berdua, film ini pun diperani oleh Bill Paxton, Paula Patton, James Marsden, dan Fred Ward.



PERCY JACKSON : SEA OF MONSTERS (Release : 7 August 2013)
Tiga tahun sejak seri pertamanya dirilis (Percy Jackson & The Olympians : The Lighting Thief; 2010), seri kedua dari petualangan Percy Jackson ini akhirnya muncul juga. Diangkat dari novel berjudul sama karya Rick Riodan, seri ini menceritakan kelanjutan dari cerita seri terdahulunya, di mana Percy Jackson (diperani Logan Lerman) - sang Anak Dewa Poseidon - bersama teman-temannya berpetualang mencari Golden Fleece untuk menyelamatkan Camp Half-Blood, tempat mereka berlatih. Mereka harus mengarungi Lautan Monster (The Sea of Monsters) dan harus berhadapan dengan para mahluk laut yang bersiap untuk menghabisi mereka.

Sebenarnya isu pembuatan seri kedua petualangan Percy Jackson sudah merebak sejak Maret 2011. Namun baru tanggal 12 Oktober 2011, 20th Century Fox - pemilik hak distribusi franchise Percy Jackson - mengumumkan secara resmi bahwa sekuel kedua Percy Jackson yaitu Sea of Monsters akan dibuat. Pembuatan film ini dimulai sejak tanggal 16 April 2012. Awalnya, film ini akan dirilis tanggal 15 Maret 2013, namun digeser ke bulan Mei 2013, hingga akhirnya ditetapkan tanggal 7 Agustus 2013.



ELYSIUM (Released : 9 August 2013)
Salah satu film fiksi-ilmiah paling dinanti bulan ini adalah film ini. Diperani Matt Damon, Jodie Foster, Talisa Soto, dan Sharlto Copley, dengan sutradara Neill Blomkamp, film ini mengisahkan tentang kejadian di masa depan, tepatnya tahun 2154, di mana bumi telah menjadi sebuah planet yang penuh sesak orang dan tidak layak tinggal.  Para jutawan kaya kemudian membuat sebuah stasiun ruang angkasa bernama Elysium yang dipimpin oleh Presiden Patel (diperani Faran Tahir). Di Elysium, terdapat fasilitas yang memungkinkan orang hidup sehat dan berumur panjang.

Adalah Max DeCosta (Matt Damon), seorang mantan residivis dan pekerja pabrik, yang tinggal di bumi dan menderita kanker. Dia hanya memiliki waktu 5 hari untuk pergi dari bumi tempatnya tinggal ke Elysium untuk mendapatkan pengobatan. Namun perjalanannya tidak akan mudah, karena dia bukan kalangan berada, sehingga dia harus mencuri identitas orang kaya untuk bisa pergi ke Elysium. Tindakannya tersebut membuatnya harus berhadapan dengan Sekretaris Elysium Delacourt (Jodie Foster) dan pasukan polisi kejam Elysium pimpinan Agen Kruger (Sharlto Copley) yang tidak segan-segan menghabisi DeCosta sebelum dia tiba di Elysium.

Awalnya Eminem menjadi pilihan pertama produser untuk memerani Max DeCosta. Namun karena dia menghendaki shooting dilakukan di Detroit, yang mana tidak memungkinkan dilakukan, akhirnya produser memilih Matt Damon. Shooting film ini dilakukan Meksiko dan Vancouver.



KICK-ASS 2 (Released : 14 August 2013)
Melanjutkan kesuksesan seri pertamanya yang dirilis tahun 2010, film superhero eksyen-komedi produksi Inggris-Amerika ini kembali menghadirkan petualangan super hero Kick-Ass yang super kocak. Diangkat dari komik Kick-Ass dan Hit-Girl karya Mark Millar dan John Romita, film yang disutradarai Jeff Wadlow mengisahkan tentang kejadian pasca kejadian di seri pertama Kick-Ass. Sejak kemunculan Kick-Ass, muncul banyak orang yang terinspirasi pahlawan bertopeng itu dan menjadi pahlawan bertopeng untuk mengalahkan para kriminal. Salah satunya adalaah Kolonel Stars & Stripes (Jim Carrey) yang membentuk kelompok pembela kebenaran dan mengajak Kick-Ass (Aaron Taylor-Johnson) untuk bergabung dengannya.

Sementara itu, musuh Kick-Ass di seri sebelumnya - Red Mist (Christopher Mintz-Plasse) - bangkit kembali dan berubah nama menjadi The Mother Fucker. Dirinya mempersiapkan pasukan manusia super untuk membalas dendam pada Kick-Ass yang telah membunuh ayahnya.



JOBS (Released : 16 August 2013)
Salah satu film biopik yang cukup ditunggu adalah film ini. Bercerita tentang kehidupan Steve Jobs di tahun 1971 - 2000, saat dia baru memulai merintis perusahaan komputer Apple. Ashton Kutcher dipercaya untuk memerani Steve Jobs dan Josh Gad dipercaya sebagai Steve Wozniak, sobat Steve Jobs dan juga salah satu pendiri Apple.



THE BUTLER (Released : 16 August 2013)
Film ini adalah film drama-biopik yang diinspirasi dari kisah nyata seorang pelayan rumah tangga (buttler) bernama Eugene Allen yang pernah melayani Gedung Putih untuk 8 presiden Amerika Serikat yang berbeda sejak tahun 1952 - 1986.

Kisahnya sendiri tentang Cecil Gaines (Forest Whitaker), seorang pria Afrika-Amerika yang mendapat kesempatan untuk menjadi seorang pelayan rumah tangga di Gedung Putih sejak tahun 1952 - 1986 dan menjadi saksi perubahan politik dan konflik yang terjadi selama pemerintahan beberapa presiden Amerika Serikat yang berbeda. Tidak hanya itu, Gaines pun terlibat dalam berbagai kondisi dan kebijakan pemerintah sepanjang masa tersebut.

Selain Whitaker, film ini dipenuhi oleh para artis papan atas terkenal lain, seperti Oprah Winfrey, Cuba Gooding Jr, David Oyelowo, Mariah Carey, Vanessa Redgrave, Robin Williams, Alan Rickman, Melissa Leo, John Cussack, Jane Fonda, Liev Schreiber, dan Lenny Kravitz.



THE MORTAL INSTRUMENTS : CITY OF BONES (Released : 21 August 2013)
Diangkat dari novel berjudul sama karya Cassandra Clare, film ini adalah film bergenre petualangan-fantasi remaja yang diprediksi akan menjadi salah satu film fantasi remaja "terheboh" yang akan menyaingi kepopuleran The Twilight Saga. 

Diperani Lily Collins, Jamie Campbell Bower, Kevin Zegers, Jemima West, Godfrey Gao, Jonathan Rhys Meyers, Aidan Turner, dan Jared Harris, film yang disutradarai Harald Zwart ini menceritakan tentang Clary Fray (Lily Collins) yang menjadi saksi terjadi pembunuhan di sebuah klab malam, di mana hanya dia sendiri yang menjadi saksi pembunuhan tersebut. Pembunuhan itu ternyata berhubungan dengan dirinya, dan berkaitan dengan tertangkapnya Jocelyn - Ibu Fray - yang diduga menyimpan benda bernama Mortal Cup. Dari penelusuran Fray, terungkap kalau di masa lalu, ibunya adalah seorang Shadowhunter - sosok separuh Malaikat dan separuh manusia, yang bertugas sebagai prajurit pelindung. Dan Fray pun kemudian menyadari jika dirinya memiliki kekuatan seorang Shadowhunter dan mendapat tugas untuk mencari Mortal Cup, sebelum benda tersebut jatuh ke tangan mahluk-mahluk dunia gelap.



YOU'RE NEXT (Released : 23 August 2013)
Film thriller ini sebenarnya sudah ditayangkan (secara terbatas) di Toronto International Film Festival dalam program Midnight Madness tahun 2011 silam. Entah mengapa, baru sekarang dirilis secara internasional. Saat ditayangkan, film arahan sutradara Adam Wingard ini mendapat respon yang sangat positif dan disebut-sebut sebagai film thriller paling cerdas saat ini.

Film ini menuturkan tentang sekelompok orang yang merampok sebuah rumah di mana rumah tersebut sedang berlangsung acara perayaan Wedding Anniversary. Para perampok kejam itu tidak segan-segan melukai para korbannya. Namun yang tidak mereka ketahui, diantara para tamu dan orang di dalam rumah tersebut, ada 1 psikopat dan pembunuh profesional yang menunggu waktu yang tepat untuk menghabisi para perampok tersebut.

Para pendukung film ini adalah Sharni Vinson, AJ Bowen, Amy Seimetz, Barbara Crampton, Wendy Glenn, dan Rob Moran. Pada tanggal 21 September 2011, Lionsgate mendapatkan hak distribusi film ini untuk Amerika, Inggris, dan Kanada.

 
GETAWAY (Released : 30 August 2013)
Film eksyen-thriller ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Jim Thompson dan remake dari film The Getaway (1972) yang diperani Steve McQueen dan Ali McGraw. Walaupun disebut sebagai "remake", namun alur cerita film ini benar-benar baru dan berbeda dari film original maupun novelnya.

Disutradarai Courtney Solomo, film ini mengisahkan tentang Brent Magna (Ethan Hawke) yang harus bertarung melawan waktu dengan mengendarai mobilnya, saat istrinya diculik dan dia harus mengikuti semua instruksi yang disampaikan oleh seorang pria misterius (John Voight). Satu-satunya orang yang bisa menolongnya adalah seorang hacker muda bernama The Kid (Selena Gomez), yang turut serta bersamanya di mobil. Berdua mereka berusaha menuntaskan semua instruksi sekaligus mencari tahu tempat persembunyian penculik, serta menyelidiki latar belakang penculikan tersebut.







NewerStories OlderStories Home