Salah satu film horror 2013 yang paling dinantikan oleh banyak moviegoers dunia adalah Evil Dead, yang merupakan remake dari film berjudul sama yang pernah populer di tahun 1981 silam. Evil Dead versi 1983 sendiri adalah film horor pertama yang dibuat Sam Raimi (sutradara film trilogi The Amazing Spiderman) yang langsung melejitkan nama sutradara tersebut.

Berbeda dengan trilogi pertama Evil Dead (The Evil Dead, 1981; Evil Dead 2, 1987; Evil Dead 3 : Army Of Darkness, 1992), Evil Dead versi 2012 ini bisa dikatakan sebagai reboot karena semua karakter dalam film in tidak ada kaitan dengan tiga film sebelumnya. Bahkan Sam Raimi pun tidak menjadi sutradara namun justru menjadi produser dalam film ini. Kursi sutradara dipercayakan kepada Fede Alvarez, sineas Uruguay yang terkenal karena menyutradarain film Uruguay berjudul Ataque de Panico!.

Ceritanya tidak berbeda jauh dengan versi aslinya. Film yang diperani Jane Levy, Shiloh Fernandez, Lou Taylor Pucci, Jessica Lucas, dan Elizabeth Blackmore ini menceritakan tentang lima pemuda yang melakukan perjalanan namun terjebak di tengah hutan. Mereka menemukan sebuah pondok kayu dan menginap di dalamnya. Tak disengaja, di dalam pondok tersebut mereka menemukan buku kuno yang tidak lain adalah Naturom Demono (Buku Pemanggil Arwah). Ketika salah seorang dari mereka membaca isi buku itu, sontak satu-persatu dari mereka dirasuki roh jahat dan mulai membantai satu-persatu teman mereka.

Film ini pertama kali ditayangkan di Southwest Film Festival tanggal 8 Maret 2013 silam dan mendapatkan respon yang sangat positif. Melihat respon tersebut, Sam Raimi langsung berniat untuk membuat sekuel film ini. Ada pun judul sekuelnya sudah ditentukan : Army of Darkness 2.

Evil Dead akan diedarkan serentak di seluruh dunia - termasuk Amerika Serikat - tanggal 5 April 2013 mendatang.


TRIVIA FACTS : 
Bruce Campbell - pemeran Ashley J. "Ash" Williams dalam trilogi Evil Dead - sempat ditawari menjadi cameo dalam film ini, namun dia menolak. Sebaliknya, dia lebih memilih untuk duduk di kursi Produser bersama Sam Raimi, dan Robert G. Tapert.

Pembahasan tentang pembuatan film Evil Dead ini sebenarnya dilakukan bertahun-tahun silam antara Sam Raimi dan Bruce Campbell. Namun pada tahun 2009, Raimi dan Campbell menemui jalan buntu dalam pembahasan pembuatan film ini karena kekuatiran Sam Raimi dengan reaksi penonton yang mungkin tidak menghendaki adanya pembuatan sekuel film ini. Pada bulan April 2011, Campbell dan Raimi merampungkan naskah Evil Dead dan sepakat untuk membuat film ini. Dengan bantuan revisi skrip yang dilakukan Diablo Cody,maka pada tanggal 13 Juli 2011, naskah Evil Dead versi 2013 siap untuk diproduksi.

Audisi mulai dilakukan 24 Januari 2012. Lily Collins (Abduction, The Blind Side, Mirror Mirror) menjadi aktris pertama yang terpilih dan mendapatkan peran Mia. Namun beberapa hari kemudian, Collins membatalkan keterlibatannya dalam film ini, sehingga pencarian peran untuk Mia diulang kembali. Barulah pada tanggal 3 February, Jane Levy (serial televisi Suburgatory) terpilih menggantikan Collins untuk memerani Mia.

Karakter dalam film ini adalah David (diperani Shiloh Fernandez), Eric (Lou Taylor Pucci), Mia (Jane Levy), Olivia (Jessica Lucas), dan Natalie (Elizabeth Blackmore). Jika huruf awal semua karakter tersebut digabung menjadi DEMON.

Film ini dipastikan tanpa spesial efek CGI. Semua adegan menegangkan dan tampaknya "tidak mungkin", dilakukan dengan menggunakan bantuan boneka dan teknik pengambilan gambar "old school". Hal ini dilakukan agar aura horor murni yang ada di versi pertama film ini juga dirasakan di versi terbarunya.

Dalam salah satu adegan di film ini, ada satu adegan di mana Jane Levy muntah dengan jumlah yang sangat banyak. Penonton yang telah menyaksikan adegan itu banyak yang menduga adalah efek CGI atau efek spesial khusus karena tidak mungkin ada orang yang bisa muntah sedemikian banyak. Tapi faktanya, itu bukan spesial efek, dan Levy benar-benar muntah dalam jumlah yang sangat banyak. Untuk bisa muntah sebanyak itu, Levy memasukkan selang ke dalam tenggorokannya. Beberapa saat sebelum adegan muntah dilakukan, Levy menyendiri di sebuah sudut ruangan dan mulai membayangkan kejadian-kejadian yang mengerikan dan membuatnya muak. Maka, ketika shooting dilakukan, dia dapat muntah hingga isi perutnya habis terkuras. Yaiks.....

 Sakin banyaknya adegan berdarah dalam film ini, pihak properti Evil Dead harus menyiapkan sedikitnya 50.000 galon darah bohongan setiap hari. Dengan jumlah darah sebanyak itu, Anda bisa bayangkan seberapa "berdarahnya" film Evil Dead versi 2013 ini.













































Ada sebuah film eksyen seru yang wajib ditongkrongin dan bakal beredar tanggal 18 April 2013 mendatang. Film tersebut berjudul JAVA HEAT. Dari namanya, Anda tentu mungkin menduga kalau film ini berhubungan dengan Indonesia, karena ada embel-embel "JAVA". Dugaan Anda tidak keliru, karena memang film ini mengambil setting di Pulau Jawa, tepatnya di Yogyakarta. Dan lebih hebatnya lagi, film eksyen yang diperani Mickey Rourke, Mike Duncan, dan Brent Duke ini produk asli Anak Bangsa Indonesia.

Sebenarnya Java Heat adalah hasil kolaborasi duo bersaudara Conor dan Rob Allyn. Keduanya berbagi peran : Conor Allyn memegang kendali dalam penyutradaraan, sedangkan Rob lebih berfokus pada penulisan naskah. Selain para bintang papan atas Hollywood tadi, film ini juga melibatkan banyak artis papan atas Indonesia : Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Rio Dewanto, Frans Tumbuan, Rudy Wowor, Teuku Rifnu Wikana, Tio Pakusadewo, Astri Nurdin, dan Verdi Solaiman. Film berdurasi 104 menit dan diproduksi oleh Margate House Films ini akan dirilis di Indonesia pada tanggal 18 April 2013. Sedangkan di Amerika Serikat, film ini sudah diset untuk ditayangkan tanggal 10 Mei 2013.

Film ini bercerita sebuah sindikat internasional yang melakukan penculikan terhadap Putri Sultan Yogyakarta serta pencurian perhiasan milik keluarga Keraton Yogyakarta. Kedua aksi kejahatan yang saling berhubungan tersebut tak pelak membuat kepolisian Indonesia geram dan segera bergerak mencari para pelaku tersebut. Namun hal itu ternyata tidak mudah karena gembong sindikat tersebut, Malik (diperani Mickey Rourke), sangat licin dan tidak mudah ditangani.

Sementara itu, Captain Baron (Mike Duncan) - Interpol Amerika - ternyata juga punya wacana khusus terhadap Malik. Kehadiran Baron di Indonesia sempat menimbulkan ketegangan dengan Kepolisian Indonesia. Namun belakangan mereka dapat bekerja sama dan saling bahu-membahu untuk menangkap Malik.

Secara umum, film ini cukup menjanjikan sebagai tontonan yang menarik. Dari trailer-nya, film ini sangat sarat dengan aksi kejar-kejaran, tembak-tembakan, dan aksi perkelahian yang cepat dan seru. Tidak tampak sama sekali sebagai sebuah film produk lokal khas sinetron atau film "Indo-Bule" era 80an yang sarat eksyen yang berkepanjangan dan melelahkan. Sebuah tontonan yang layak ditunggu ni....


DO YOU KNOW? 
Conor Allyn - Sutradara JAVA HEAT
Bagi Anda yang kurang familiar dengan Conor Allyn, dia adalah sutradara film Merah Putih 2 : Darah Garuda yang pernah sukses di tahun 2010. Film Java Heat akan menjadi film ketiga yang disutradarainya setelah Heart of Freedom dan Merah Putih 2 : Darah Garuda. Conor Allyn sendiri aslinya adalah orang Amerika Serikat yang merupakan sutradara, penulis, dan produser muda berbakat. Dia pun adalah pemilik perusahaan produksi film di Amerika Serikat bernama Margate House Films yang namanya mulai dikenal masyarakat dunia setelah mendistribusikan film trilogi Merah Putih (2009 - 2011) ke Amerika dan Eropa.

Mickey Rourke in JAVA HEAT
Selama shooting di Indonesia, Mickey Rourke sempat kesal dengan pelayanan makanan di Indonesia. Seperti yang diungkapkannya pada majalah WENN, setiap kali dia memesan makanan, selalu saja yang disajikannya tidak sesuai dengan yang dia minta. Bahkan makanan apapun yang dipesannya selalu disuguhi dengan telor di atas makanan tersebut. Hal ini membuatnya jengkel dan sempat menyebut Indonesia sebagai "Amnesia".

Produksi film Java Heat menelan biaya hingga Rp 145 milyar. Besarnya biaya produksi ini dianggap wajar lantaran Connor Allyn menggunakan 500 kru dan aktor Hollywood. Itu belum termasuk efek-efek khusus dan adegan peledakan gedung dan kendaraan yang memakan biaya tidak sedikit.





Mungkin film ini bisa dikategorikan sebagai "film prekuel terjauh" yang pernah dibuat karena dibuat sebagai pendahulu film The Wizard of Oz (1939). Berarti rentang waktu antara film asli dengan film ini adalah 74 tahun. Wow... luar biasa....!!!

Film OZ The Great and Powerful terinspirasi dari novel The Wonderful Wizard of Oz karya L. Frank Baum  yang diterbitkan tahun 1900. Disutradarai oleh Sam Raimi, film ini diperani oleh James Franco sebagai Oscar Diggs (alias The Wizard of Oz), Mila Kunis sebagai Theodora, dan Rachel Weisz sebagai Evanora.

Film ini mengisahkan tentang perjalanan hidup Oscar Diggs (James Franco), seorang penipu yang pandai bermain sulap yang hidup di tahun 1905 di Kansas. Bersama rombongan sirkus, mereka berpindah-pindah dari sebuah tempat ke tempat lain. Suatu saat, saat badai menghadang, kelompok sirkus itu beristirahat untuk berlindung dari badai. Tak disangka, saat itu Oscar sedang bermesraan dengan istri seorang pemain sirkus. Hal ini memunculkan kemarahannya dan berniat membunuh Oscar. Oscar pun kabur menggunakan balon udara, namun justru tersedot ke dalam tornado, yang membawanya masuk ke Negara Oz.

Di Negara Oz, Oscar berjumpa dengan tiga orang penyihir bernama Theodora, Evadora, dan Glenda. Mereka mengatakan Oscar adalah penyihir dari antah-berantah yang diramalkan akan datang ke Negara Oz untuk mengalahkan Penyihir Terjahat (The Wicked Witch) yang telah membunuh ayah mereka, Sang Raja Oz. Dengan ketampanan dan kemampuan sulapnya, Oscar berhasil meyakinkan ketiga penyihir bersaudara itu jika dia memang adalah Penyihir yang diramalkan tersebut. Tanpa disadarinya, salah satu dari ketiga saudara itu adalah The Wicked Witch sebenarnya, dan dia sedang mengincar nyawa Oscar.

Di akhir kisah, Oscar - dengan bantuan para penduduk Negara Oz - berhasil mengalahkan The Wicked Witch dan menjadi penyihir Negara Oz yang dihormati dan disegani.

Selain sarat dengan efek CGI yang memukau mata, film fantasi ini pun cukup memikat dalam hal cerita. Sangat menarik dan menghibur. James Franko yang kita kenal sebagai Green Goblin yang dingin di film Spiderman, tampil lepas dengan kekocakan dipadu dengan keseriusannya, menghidupan sosok Oscar Diggs yang urakan namun menyenangkan. Sebagai sebuah tontonan keluarga, film ini tampaknya harus wajid tonton nih....

Dengan budjet US$ 200 juta, film berdurasi 130 menit yang dirilis tanggal 8 Maret 2013 silam ini telah berhasil meraih pemasukan melebihi budjetnya. Sungguh fantastis....

TRIVIA : 
Sebelum Sam Raimi terpilih sebagai sutradara, Robert Downey, Jr telah mendapatkan peran Oscar Diggs. Setelah Raimi masuk, dia mencabut peran Oscar dari Downey setelah melihat keengganan Downey untuk bekerja sama dengannya. Raimi kemudian memberikan peran itu pada Johnny Depp yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Raimi di film Pirates of Carribean dan Alice in Wonderland. Sayangnya, saat itu Depp sedang terlibat dalam film The Lone Ranger, sehingga melepas peran tersebut. James Franco menjadi pilihan terakhir Raimi, lima bulan sebelum jadwal shooting dilakukan.

Untuk mempersiapkan perannya, Franco mendapatkan pelatihan sulap secara intensif dari pesulap veteran Lance Burton.

Tadinya Hilary Swank adalah pilihan pertama Sam Raimi untuk memerani Evanora. Namun Rachel Weisz mendapatkan naskah film ini dan ngotot untuk mengambil peran tersebut. Butuh waktu sangat panjang bagi Raimi untuk mempertimbangkan memberikan peran tersebut untuk Rachel Weisz. Bahkan Raimi menghabiskan waktu 2 jam untuk mengaudisi Weisz, sebelum akhirnya setuju untuk memberikan peran Evanora pad Weisz.

Dalam novel The Wonderful Wizard of Oz, latar belakang karakter Oscar Diggs sama sekali tidak pernah diceritakan. Mitchell Kapner, screenwriter film ini, menggunakan semua informasi yang ada dalam novel L. Frank Baum untuk mendeskripsikan dan menghidupkan karakter Oscar Diggs, ditambah referensi dari film The Wizard of Oz versi 1939.

Banyak konflik terjadi sepanjang proses pembuatan film. Film yang diproduseri Walt Disney ini mengalami pertentangan sengit dengan MGM yang memegang lisensi film The Wizard of Oz (1939), yang memaksa Disney untuk tidak menampilkan beberapa bagian ikonik dari film tersebut. Beberapa di antaranya : sepatu rubi merah yang dikenakan Judy Garland, tahi lalat dan warna hijau kulit The Wicked Witch. Bahkan jembatan warna kuning untuk ke istana Oz pun tidak boleh ada di film Oz The Great and Powerful ini. Ada-ada saja....

Proses pengambilan gambar film ini sering terhambat lantaran alasan-alasan yang tidak masuk akal yang dibuat oleh para aktor dan aktris film ini. Rachel Weisz beberapa kali ijin tidak shooting lantaran harus menyelesaikan film The Bourne Legacy yang jadwal shooting-nya berbenturan dengan film ini. Michelle Williams (pemeran Glinda) pun sering meminta ijin untuk melakukan promosi film terbarunya My Week With Marilyn. Film ini pun sempat berhenti beberapa hari lantaran ayah James Franco meninggal, sehingga aktor tersebut butuh waktu beberapa saat untuk masa berkabung.

Lagu "Almost Home" menjadi theme song film ini. Lagu tersebut ditulis oleh Mariah Carey, Simone Porter, Justin Gray, Lindsey Ray, Tor Hermansen, dan Mikkel Eriksen, serta dinyanyikan oleh Mariah Carey. Lagu tersebut telah dirilis dalam bentuk single tanggal 19 Februari 2013 oleh Island Records.

Film ini adalah film ketiga bertema Oz bagi Mila Kunis. Sebelumnya, Kunis pernah terlibat dalam drama musikal The Wizard of Oz saat dia masih duduk di kelas tiga SD. Saat bermain di sitkom The 70's Show pun Kunis pernah memparodikan peran Dorothy di salah satu episode sitkom tersebut.

Kesuksesan film ini membuat Walt Disney memutuskan untuk membuat sekuelnya. Menurut majalah Variety (7 Maret 2013), para pendukung film ini telah menandatangani kontrak untuk pembuatan sekuel Oz The Great & Powerful. Jadwal rilis sekuel film ini belum ditentukan.




Membaca judul film ini, mungkin akan membuat Anda berpikir jika film ini akan bercerita tentang perang antar dewa-dewa Yunani. Well... tebakan Anda keliru, karena film ini bukanlah film bergenre mitologi-fantasy, melainkan action-thriller yang luar biasa menegangkan dan jauh dari kisah perang para dewa Yunani.

Olympus Has Fallen bercerita tentang sekelompok teroris asal Korea Utara - pimpinan Kang Yeonsak (diperani dengan sangat meyakinkan oleh Rick Yune) - yang berhasil menyusup masuk Gedung Putih dan menyandera Presiden Amerika Serikat. Mike Banning (Gerald Butler) - seorang agen Secret Agent yang didemosi ke pekerjaan belakang meja - terjebak di dalam Gedung Putih bersama para staf kepresidenan. Menggunakan segala pengetahuan anti-terorisnya, dia berjuang untuk menyelamatkan semua orang - termasuk Presiden - di dalam Gedung Putih, sekaligus melumpuhkan para teroris tersebut.

Premis film ini mau tidak mau mengingatkan kita kembali pada genre Die Hard yang sudah cukup melekat bagi penonton film era 90an. Bedanya, kalo di Die Hard, Bruce Willis harus menyelamatkan para eksekutif dari gedung Nakatomi, maka dalam film ini Gerald Butler-lah yang harus menyelamatkan Presiden dari Gedung Putih. Ini pun sebenarnya juga bukan sebuah ide baru, mengingat film sejenis berjudul Executive Decision (diperani Steven Seagal dan Kurt Russell, 1996) dan Air Force One (Harrison Ford) pun sudah pernah dibuat dengan cerita yang nyaris mirip.

Anyway, sebagai sebuah film eksyen era 2000an, Olympus Has Fallen jelas sebuah "tontonan" baru bagi para penikmat film eksyen, terutama para remaja dan pemuda usia di bawah 30 tahun. Aksi seru seorang agen kepresidenan yang minim senjata melawan para teroris dengan senjata lengkap, jelas membawa nuansa keseruan yang cukup menarik untuk ditonton. Film yang banyak didukung aktor dan aktris papan atas Hollywood seperti Gerald Butler, Aaron Eckhart, Morgan Freeman, Angela Basett, Rick Yune, Robert Forster, Ashley Judd, Phill Austin, dan disutradarai Antoine Faqua ini akan tayang di Amerika Serikat tanggal 22 Maret 2013.


DO YOU KNOW? 
Olympus adalah kode rahasia Secret Agent Amerika Serikat untuk menyebutkan nama Gedung Putih (White House).

Wynona Ryder awalnya merupakan kandidat pertama yang ditunjuk untuk memperankan tokoh First Lady. Namun beberapa saat menjelang shooting, posisinya digantikan oleh Angela Basset.

Entah kebetulan atau memang disengaja, selalu saja ada (minimal) 2 film bertema sama yang dirilis dalam waktu yang nyaris berdekatan setiap tahun. Jika tahun lalu film Snow White dibuat dalam beberapa versi (2 versi layar lebar dan 1 versi mini seri televisi) dan dirilis berbarengan, maka hal serupa terjadi pada film ini. Tema teroris yang menyerbu Gedung Putih selain diusung film ini, juga akan diusung oleh film lain berjudul White House Down karya sutradara Roland Emmerich. Film tersebut akan tayang 28 Juni 2013, tiga bulan setelah Olympus Has Fallen. Walau masih lama waktu rilisnya, pihak distributor film White House Down telah sangat gencar mempromosikan film tersebut. Bahkan saat menjelang tanggal rilis Olympus Has Fallen yang tinggal 1 minggu lagi seperti sekarang, White House Down makin gencar berpromosi, sehingga nyaris "menenggelamkan" promosi yang dilakukan oleh Olympus.

Olympus Has Fallen dibuat dengan budjet US$ 80 juta.

Perancis akan mendapatkan "kehormatan" sebagai negara pertama di dunia yang akan menonton film ini untuk pertama kali. Ya, film tersebut akan dirilis pertama kali di Perancis pada tanggal 20 Maret. Selanjutnya tanggal 21 Maret, giliran Yunani, Hong Kong, Russia, dan Taiwan. Masyarakat Amerika Serikat baru mendapatkan kesempatan menonton film tersebut tiga hari kemudian, tepatnya tanggal 22 Maret 2013.



NewerStories OlderStories Home