Salah satu karakter superhero yang sangat melekat dan menjadi bagian "hidup" sebagian besar anak dan remaja era awal 80-an adalah Gaban, atau yang juga dikenal dengan sebutan Space Cop Gaban, Gavan, Uchu Keiji Gaban, atau Gabin. Karakter yang dikenal di Jepang sebagai Space Sheriff Gavan ini memang adalah super hero yang sempat menghipnotis para remaja di masa itu. Pada masa itu, Gaban beredar dalam bentuk video yang disewakan.

Di Negeri Sakura, Space Sheriff Gavan atau Space Cop Gaban sendiri adalah film tokusatsu (superhero berkostum dan bertopeng) Jepang genre Metal Hero pertama dan menjadi legenda tersendiri. Diputar pertama kali di TV Asahi pada tanggal 5 Maret 1982 hingga 25 Februari 1983 - dengan total 44 episode - serial ini sukses dan diminati banyak orang. Sejak saat itu, genre Metal Hero menjadi salah satu genre tokusatsu yang cukup populer selain genre Motor-Cycling Heroes yang selama ini dikenal lewat karakter Kamen Rider.

Dalam rangka memperingati 30 tahun genre Metal Heroes, maka pada tahun 2012 kemarin (tepatnya 20 Oktober 2012), TV Asahi bekerja sama dengan Toei Company dan Bandai merilis film layar lebar Space Sheriff Gavan : The Movie. Film berdurasi 82 menit ini selain sebagai film nostalgia bagi generasi muda era 80an yang kini telah berusia di atas 35 tahun, juga memperkenalkan genre Metal Heroes kepada para remaja di era 2000an.

Sebenarnya ini bukanlah pertama kali Gaban ditampilkan di layar lebar. Di tahun yang sama, TV Asahi pun merilis film layar lebar berjudul Kaizoku Sentai Gokaiger VS Space Sheriff Gavan : The Movie di mana dalam film itu Gaban bertarung dengan super sentai Gokaiger pimpinan Captain Marvelous. Di film itu, Gaban tidak tampil terlalu banyak, karena film itu lebih banyak menyoroti peran Gokaiger.

Film tersebut ternyata laris manis, yang kemudian dibarengi dengan munculnya desakan dari para fans Gaban agar karakter tersebut dibuatkan satu film khusus. Dari sanalah, muncul ide TV Asahi untuk merilis Space Sheriff Gavan : The Movie.

Space Sheriff Gavan mengambil setting cerita cukup berbeda dari serial televisinya. Dalam film ini, dikisahkan tentang 3 sahabat - Geki Jumonji (diperani Yuma Ishigaki), Itsuki Kawai (Yukan Taki), dan Toya Okuma (Takuya Nagaoka) - yang telah saling mengenal sejak kecil dan punya impian untuk pergi ke ruang angkasa. Saat mereka dewasa, Geki dan Toya mendapatkan kesempatan untuk menjalankan misi ke Mars. Di tengah perjalanan ruang angkasa, muncul sebuah "worm hole" yang menghancurkan pesawat mereka. Keduanya terlempar dan terpisah di ruang angkasa.

Beruntung Geki diselamatkan oleh Federasi Space Sheriff. Namun Toya justru tertangkap dan dijadikan bawahan Don Horror, kelompok penjahat yang menamakan diri mereka New Mafia Maku (Maku adalah musuh Gaban di versi televisinya yang mana telah berhasil dikalahkan oleh Gaban).

Geki kemudian dilatih oleh Retsu Ichijouji (Kenji Ohba), yang tidak lain adalah Space Sheriff Gaban pertama (versi televisi), lalu diangkat sebagai Space Sheriff dengan sebutan Gaban Type G. Bersama Space Sheriff yang lain - Gaban, Sharivan, dan Sheider - mereka berempat bertempur melawan New Mafia Maku, Don Horror, dan Toya.


TENTANG SPACE SHERIFF GABAN
Seperti yang disebutkan di atas, Space Sheriff Gaban, Space Cop Gaban, Gavan, atau Gaban adalah karakter super hero berkostum (tokusatsu) Jepang yang pernah sukses di era 80an. Karakter kreasi ini Toei ini menjadi pionir tokusatsu genre Metal Heroes yang sangat populer di era 80-90an. Setelah Gaban, bermunculanlah karakter Metal Heroes lain yang meraih kesuksesan yang sama seperti Gaban, seperti Sharivan, Shaider, Juspion, dan lain-lain.

Karakter ini diperani oleh Kenji Ohba, aktor Jepang yang juga stuntman kawakan. Sebelum berperan dan populer sebagai Retsu Ichijouji / Gaban, aktor yang bernama asli Kenji Takahashi ini sebenarnya sudah dikenal sebagai aktor yang cukup banyak berperan dalam serial tokusatsu, di antaranya JAKQ Dengekitai (1977; sebagai Hayato Kono), Battle Fever J (1979; sebagai Shiro Akebono / Battle Kenya), dan Denshi Sentai Denziman (1980; sebagai Daigoro Oume / Denzi Blue). Namun baru saat berperan sebagai Gaban-lah Ohba meraih kesuksesan internasional dan dikenal lekat dengan karakter tersebut.

Serial televisi Gaban menceritakan tentang munculnya organisasi kriminal dari ruang angkasa bernama Makuu yang dipimpin oleh Don Horror. Kelompok ini bertujuan ingin menguasai bumi. Guna mencegah rencana jahat itu, Galactic Union Police (Ginga Renpo Keisatsu) yang berada di Planet Bird (Bado Sei) mengirimkan Gaban ke bumi. Maka dibantu Mimi - anak Commander Qum (Atasan Gaban) yang menjadi rekan kerjanya dan kelak menjadi istri Gaban- berangkatlah mereka ke bumi.

Di Bumi, Gaban menggunakan nama samaran Retsu Ichijouji dan bekerja di sebuah perternakan kuda bernama Avalon Youth Club. Di sanalah, dia leluasa mengawasi gerak-gerik Makuu dan mencegah bumi dari serangan Makuu.

Saat berhadapan dengan monster, ketika terdesak, Retsu akan berubah menjadi Gaban dengan cara melakukan gerakan tertentu, lalu menyerukan, "Jouchaku!" (Berganti Rupa). Setelah itu, dalam waktu 0.05 detik, Dolgiran - pesawat Gaban berbentuk piring terbang - akan mengirimkan "pakaian tempur" yang memungkinkan Gaban bertarung dengan para monster. Gaban memiliki senjata-senjata berupa Laser Z Beam (sinar laser Z yang keluar dari tangannya), Laser Scope (radar untuk mendeteksi monster yang menyamar), Electro Sonar (sejenis radar yang dapat mendeteksi benda di bawah tanah di sekitarnya berdiri), dan Laser Blade (pedang Gaban yang biasanya digunakan untuk menghabisi musuh dan mengakhiri pertarungan. Biasanya Gaban mengayunkan pedang itu ke arah musuh sembari menggunakan gerakan "Gaban Dynamic").

Selain senjata, Gaban juga dilengkapi dengan kendaraan berupa motor pendek berwarna merah yang disebut Saibarian. Selain itu, Gaban pun memiliki kendaraan lain, seperti Gavion (tank), Scooper (mobil pengebor),Giran Soucer (piring terbang), dan Denshi Seijuu Doru (robot Naga yang menyatu dengan Dolgiran), 

Dalam pertempuran di bumi, monster Makuu lemah. Karena itu, Makuu menciptakan Dimensi Hampa Udara yang mampu meningkatkan tenaga para monsternya hingga 3 kali lipat. Walau demikian, Gaban selalu dapat mengalahkan para monster berkat bantuan senjata-senjatanya.

Ayah Gaban adalah manusia setengah alien bernama Voicer, sedangkan ibunya -Tomiko Ichijouji - adalah manusia biasa yang meninggal saat Gaban masih bayi. Voicer dulunya adalah Space Sheriff Earth yang juga seorang peneliti. Dia dihianati oleh sahabatnya, Hunter Killer, dan menyerahkan Voicer ke Don Horror (pemimpin Makuu). Don Horror kemudian memerintahkan Voicer untuk membuat Hoshino Space Canon yang akan digunakannya untuk menghancurkan bumi. Voicer menolak membuat canon itu, sehingga disiksa oleh Makuu. Gaban yang awalnya mengira ayahnya telah tewas - ketika tahu ayahnya masih hidup - maka segera menyusup masuk ke markas Makuu untuk menyelamatkan Voicer. Dibantu oleh Hunter Killer (yang dendam pada San Dorva, anak Don Horror), ayah dan anak tersebut akhirnya bisa bertemu walaupun hanya beberapa episode, sebelum akhirnya Voicer tewas di tangan Makuu.

Di akhir cerita serial televisi Gaban, Gaban berhasil membunuh Don Horror dan menghancurkan Organisasi Makuu. Berkat usahanya itu, Gaban kemudian diangkat menjadi Komandan Space Sheriff dan kembali ke Planet Bird. Selanjutnya tugas melindungi bumi diserahkan kepada Space Sheriff Sharivan, yang bernama asli Den Iga. Den Iga sendiri adalah polisi hutan yang pernah diselamatkan oleh Gaban, namun terluka. Selanjutnya, dia dikirim ke Planet Bird untuk disembuhkan, kemudian dilatih menjadi Space Sheriff.


TRIVIA ABOUT GABAN
Nama "Gaban" diambil dari nama aktor Perancis Jean Gabin. Gabin adalah aktor papan atas Perancis yang populer di tahun 1930an - 1970an yang di semua film dia selalu berperan sebagai polisi.

Ide pembuatan Space Sheriff Gaban berasal dari serial televisi Taiyo Sentai Sun Vulcan, serial super sentai yang dirilis di Jepang oleh Toei dan ditayangkan di televisi tanggal 7 Februari 1981 - 30 Januari 1982. Penulis Taiyo Sentai Sun Vulcan - Shozo Uehera - adalah juga salah satu penulis dan kreator Space Sheriff Gaban.

Space Sheriff Gaban adalah serial tokusatsu paling populer di Indonesia di era 80an. Begitu populernya, Warkop DKI pernah memparodikan karakter Gaban dalam salah satu film mereka.Selain itu, pada tahun 1985, sebuah majalah anak-anak menggelar pagelaran drama musikal Gaban dan Google V - dengan melibatkan hampir semua pemeran di kedua serial tersebut - di Senayan yang cukup sukses kala itu. Pagelaran Gaban dan Google V itu menjadi pagelaran drama musikal tokusatsu dan super sentai pertama dan satu-satunya yang pernah digelar di Indonesia.

Selain di Indonesia, Gaban pun cukup populer di negara-negara lain di Asia. Tidak heran jika pada tahun 80an, banyak istilah bahasa gaul anak muda masa itu yang menggunakan kata-kata dari serial tersebut. Di Malaysia, istilah "Gaban" digunakan untuk menyebutkan sesuatu yang berani, misalnya "gaban betul" yang berarti "berani banget". Sedangkan di Indonesia, istilah "Gaban" merujuk pada sesuatu yang luar biasa besarnya, misalnya "tas lo segede gaban" yang berarti "tasmu besar banget". Di Thailand, justru istilah Makuu banyak digunakan oleh media cetak kala itu untuk menjelaskan sesuatu yang buruk sedang terjadi.

Walau terkenal di Asia, Gaban justru kurang populer di Filipina. Sebaliknya karakter Space Sheriff Shaider-lah yang populer di sana. Hal ini mungkin dapat dimaklumi, mengingat serial televisi Metal Heroes yang pertama kali ditayangkan di sana adalah Space Sheriff Shaider. Sedangkan Gaban sendiri baru ditayangkan di sana tahun 1990an awal. Judulnya pun diubah menjadi Space Rangers. Karena teknik dan efek khusus serial Gaban tidak secanggih Shaider (yang dibuat jauh sesudah Gaban), tentu saja Gaban jadinya tidak diminati pemirsa Filipina.

Kenji Ohba - pemeran Gavan/ Retsu
Kenji Ohba - pemeran Retsu / Gaban - di awal karirnya adalah seorang stuntman yang banyak terlibat dalam serial tokusatsu dan super sentai. Ohba kebanyakan mendapat peran sebagai Suit Actor (artis yang mengenakan pakaian karkater tokusatsu dan melakukan adegan-adegan perkelahian di film) untuk serial-serial tokusatsu dan super sentai seperti Kamen Rider 1 (1971), Android Kikaider (1972), Akumaizer (1973), dan lain-lain. Pada tahun 1975, Ohba berkesempatan berperan menjadi tokoh Hayato Kano dalam serial super sentai JAKQ Dengekitai yang langsung mengangkat namanya. Selanjutnya, Ohba mulai sering terlibat sebagai aktor, seperti di film Message From Space : Galactic Wars (1978), Battle Fever J (1979), Shadow Warriors (1980), dan lain-lain. Namanya makin dikenal - tidak saja di Jepang, tetapi juga dunia - setelah memerankan Retsu / Gaban dalam serial Space Sheriff Gavan (1982).

Selain film Jepang, Kenji Ohba juga pernah terlibat di film produksi Hollywood, yaitu Kill Bill Vol 1 arahan Quentin Tarantino. Di film itu, Ohba berperan sebagai Shiro, seorang karyawan warung sake yang juga orang kepercayaan Hattori Hanzo (Sonny Chiba), sang maestro samurai yang dicari The Bride (Uma Thurman) untuk dimintai tolong membuatkan pedang yang akan digunakannya untuk membunuh Bill (David Carradine).

Sebelum bermain bersama di film Kill Bill Vol 1, Kenji Ohba dan Sonny Chiba sudah pernah bertemu dan beradu peran di beberapa episode serial televisi Space Sheriff Gaban. Di serial tersebut, Sonny Chiba berperan sebagai Voicer, ayah Retsu. 

Kenji Ohba adalah Presiden Direktur dari perusahaan stuntman miliknya sendiri yang bernama Luck JET (Jaunty Eventful Troupe). Perusahaannya banyak menangani film-film eksyen, khususnya film dan serial tokusatsu dan super sentai.

Kostum perang Gaban merupakan referensi untuk pembuatan armor Robocop.

Tanggal 27 April 2013 mendatang, Space Sheriff Gavan akan muncul lagi untuk yang ketiga kalinya dalam film layar lebar berjudul "Kamen Rider x Super Sentai x Space Sheriff : Super Hero Taisen Z". Film ini menceritakan tentang Space Shocker yang berniat menguasai bumi dengan mengirimkan pasukannya, Space Ikadevil dan Space Spider Man. Dalam film tersebut, Gaban akan beraksi bersama Gaban Type G serta Sharivan melawan Space Shocker. Selain mereka, Kamen Rider Wizard, Zyuden Sentai Kyoryunger, Tokumei Sentai Go-Busters, serta super sentai dan Kamen Rider yang lain juga akan ikut tampil berjuang bersama sang Sheriff dari Ruang Angkasa. Fight... Fight...  Fight Gaban....








Pernah denger James Hetfield - vokalis grup rock Metallica - menyanyikan lagu Beatles? Atau mendengarkan lagu-lagu Metallica yang dikombinasikan dengan lagu-lagu Beatles? Tentu seru dan lucu, mengingat aliran musik Metallica dan Beatles yang sangat jauh banget, tapi bisa "matching".

Inilah yang dilakukan oleh band asal Milwaukee, Wisconsin, bernama Beatallica. Band yang menggunakan kombinasi nama band The Beatles dan Metallica ini adalah band yang mengkhususkan diri pada genre musik rock-parody dengan mengabungkan lagu-lagu Beatles dan Metallica. Hasilnya? Cukup menarik dan keren banget, walau pada awalnya terdengar "aneh". Uniknya, suara dan cara bernyanyi Jaymz Lennfield - vokalis Beatallica - sangat mirip dengan James Hetfield sehingga sekilas Anda akan mengira Metallica-lah yang menyanyikan lagu-lagu The Beatles dalam versi "hard-rock".

Band ini dibentuk tahun 2001 oleh gitaris Krk Hammetson dan vokalis Jaymz Lennfield (penjelasan : Tidak ada kesalahan dalam penulisan nama. Memang beginilah nama mereka... ^_^...).  Tujuan pembentukan grup ini semata-mata karena iseng belaka. Pada tahun itu, mereka menelurkan mini album A Garage Dayz Nite. Album ini merupakan album "plesetan" dari mini album Metallica, The $5.98 EP : Garage Days Re-Revisited. Sedangkan cover albumnya adalah parody dari cover album The Beatles bertitel "With The Beatles". Di luar dugaan, mini album ini meraih kesuksesan yang luar biasa. Beberapa lagu di dalam album tersebut seperti "Sgt. Hetfield's Motorbreath Pub Band", "A Garage Days Nite", "For Horsemen", dan "... And Justice for All My Loving" menjadi lagu yang sering wara-wiri di radio musik rock Amerika.

Tahun 2004, basis Kliff McBurtney dan drummer Ringo Larz (penjelasan : sekali lagi... tidak ada kesalahan dalam penulisan nama....) bergabung dan band tersebut mulai rajin melakukan konser di berbagai kota. Tanggal 26 April 2006, Beatallica melakukan konser internasional perdana mereka di London, yang kemudian berlanjut ke berbagai festival musik rock internasional, seperti di Germany's Earthshaker Festival, The Netherlands' Kings of Metal festival, dan Korea's Busan International Rock Festival bareng grup-grup rock ternama dunia seperti Motorhead, Testament, Kreator, Sepultura, LA Guns, Dream Theater, dan lain-lain.

Tahun 2007, grup tersebut mengalami perubahan personil : Jaymz Lennfield (vokalis, rhythm guitar), Grg Hammetson (lead guitar), Kliff McBurtney (bass, dan backing vokal), dan Ringo Larz (drum). Dengan tim baru tersebut, Beatallica merilis album resmi pertama mereka berjudul Sgt. Hetfield's Motorbreath Pub Band.

Cover Single Album "All You Need is Blood"
Tahun 2008, Beatallica meluncurkan singel All You Need is Blood (parodi dari lagu Beatles berjudul All You Need Is Love) yang dirilis dalam 13 bahasa di seluruh dunia, yaitu bahasa Inggris, Portugis, Estonia, Jerman, Peranci, Hungaria, Ibrani, Spanyol, Belanda, Polandia, Rusia, Korea, dan Jepang. Singel ini sukses dan merajai banyak tangga lagu berbagai negara, berkat dukungan dan promosi yang dilakukan para fans Beatallica di seluruh dunia yang dikenal dengan sebutanm Beatalibangers.

Tanggal 1 April 2009 - yang juga adalah tanggal kelahiran Beatallica - menjadi tanggal yang bersejarah untuk band ini karena untuk pertama kalinya band tersebut tampil satu panggung dengan Metallica dalam sebuah konser di Perancis. Sejak pertemuan itu, kedua band ini menjadi akrab dan sering berkomunikasi satu dengan yang lain.

Tanggal 4 Agustus 2009, band ini meluncurkan album keduanya, Masterful Mystery Tour. Masih mengusung konsep penggabungan lagu The Beatles dan Metallica, album terdiri dari 12 lagu parodi dua band tersebut. Cover albumnya pun merupakan parody cover album Magical Mystery Tour-nya The Beatles, dan Master of Puppets-nya Metallica. Pada album ini pun untuk pertama kalinya Beatallica merilis video klip (Hero of The Day Tripper). Album ini mendapatkan respon yang sangat positif, terutama di Jepang dan Jerman.

Tanggal 17 November 2009, guna menyambut Natal, band ini merilis mini album berjudul Winter Plunderband. Album ini berisi 4 lagu : Wonderful Christmastime (aslinya dinyanyikan Paul McCartney), Happy XMas (War is Over) (aslinya dinyanyikan oleh John Lennon dan Yoko Ono), serta 2 lagu asli yang diciptakan band ini (Hella Day For Holiday dan Heretic).

Tahun 2013 ini, Beatallica berencana untuk merilis album baru. Seperti apa albumnya? Kapan akan dirilis? Kita tunggu saja kabarnya lebih lanjut.


PERSONIL BEATALLICA
Saat ini, personil lengkap kelompok Beatallica adalah :
Jaymz Lennifield (gabungan nama James Heatlfield dan John Lennon. Nama asli : Michael Tierney) : vokalis, penulis lirik / lagu, dan rhythm guitar.
Grg Hammetson (gabungan nama George Harrsion dan Kirk Hammett.Nama asli : Jeff Hamilton) : lead guitar. 
Kliff McBurtney (gabungan nama Cliff Burton dan Paul McCartney. Nama asli : Cliff Burton dan Paul McCartney. Nama asli : Paul Terrien) : bass
Ringo Larz (gabungan nama Ringo Starr dan Lars Ulrich. Nama asli : Ryan Charles) : drum


TRIVIA FACTS : 
Genre musik Beatallica adalah "Comedy Rock" yaitu salah satu aliran musik rock yang lagu-lagunya berlirik kocak, parodi, dan musiknya yang cukup nyeleneh. Comedy Rock juga dikenal dengan sebutan Parody Rock.

Sejak berdiri (2001) hingga 2007, semua lagu dan album Beatallica hanya tersedia secara online.  Adapun album mereka yang dirilis secara online adalah :
1. A Garage Dayz Nite (2001) : Mini album
2. The Grey Album (2004) : Mini Album

The Grey Album adalah album yang namanya merupakan gabungan "warna" dari album The White Album milik The Beatles dan Black Album milik Metallica. Album tersebut berisi 8 lagu, yaitu :
1. Blackened The USSR : musiknya merupakan gabungan musik lagu Blackened (Metallica), Back in The USSR dan Hey Jude (The Beatles).Sedangkan liriknya diparodikan dari lagu Hit The Light (Metallica).
2. Sandman : musiknya plesetan dari lagu Enter the Sandman, sedangkan liriknya diambil dari lagu Seek and Destroy.
3. And I'm Evil : liriknya adalah parodi dari lagu Ain't My Bitch, Die Die My Darling, 20 Eyes, dan The Misfits.
4. Got To Get You Trapped Under Ice
5.Leper Madonna : merupakan parodi lagu-lagu Madonna, seperti Like A Virgin, American Life, Like a Prayer, dan Orion.
6. Hey Dude : Musiknya menggunakan referensi lagu Nothing Else Matters (Metallica), dengan memparodikan lirik lagu Sad But True, For Whom The Bell Tolls, dan Eye of the Beholder (semua lagu Metallica).
7. I Want To Choke Your Band : musiknya merupakan musik lagu I Wanna Hold Your Hands (Beatles) dengan parodi lirik lagu Don't Tread on Me (Metallica).
8. We Can Hit The Lighz : musiknya musik lagu Kill Em All (Metallica) dengan parodi lirik No Life Till Leather (Metallica).


















Salah satu serial drama-thriller mencekam yang banyak dipuji para kritikus dan mendapatkan rating sangat baik saat ini adalah Homeland. Diproduksi Taekwood Lane Productions dan ditayangkan oleh televisi kabel Showtime Networks, hampir semua episode serial televisi ini rata-rata ditonton lebih dari 1.7 juta orang penonton Amerika, menjadikan serial ini menjadi salah satu serial paling populer di Amerika, setelah serial CSI dan NCIS. Selain itu, serial ini pun meraih banyak penghargaan untuk berbagai kategori dalam penghargaan Golden Globe Award serta Primetime Emmy Award sepanjang tahu 2011 - 2012, termasuk diantaranya Best Drama, Outstanding Lead Actor, dan Outstanding Lead Actress.

Season Pertama serial ini ditayangkan perdana di Amerika pada tanggal 7 Oktober 2011, dan berakhir tanggal 18 Desember 2011 dengan jumlah total 12 episode. Season Keduanya yang juga 12 episode ditayangkan tanggal 30 September 2012 dan berakhir 16 Desember 2012. Sedangkan Season Ketiga masih dalam pembuatan dan rencananya akan mulai tayang tanggal 29 September 2013 mendatang.

Tokoh sentral dalam serial ini adalah Carrie Mathison (diperani Claire Dannes), seorang staf CIA divisi Counterterorism Center, yang mendapatkan informasi tentang adanya rencana Al-Qaeda untuk menyusupkan mata-mata mereka ke dalam dinas inteligen Amerika. Untuk dapat melakukan rencana mereka, Al-Qaeda telah menangkapi dan mencuci otak tentara Amerika yang berhasil mereka tangkap.

Beberapa bulan setelah mendapatkan informasi tersebut, CIA mengumumkan bahwa dalam sebuah penyerbuan di markas Al-Qaeda di Timur Tengah, mereka berhasil menyelamatkan seorang tentara Amerika bernama Nicholas Brody (Damien Lewis) yang telah menghilang selama 8 tahun dan tadinya diduga telah tewas.Sontak penemuan itu menyadarkan Mathison akan kebenaran informasi yang diperolehnya beberapa bulan sebelumnya. Dengan hati-hati, Mathison berusaha mencari fakta dan bukti bahwa Brody adalah intel Al-Qaeda yang sengaja disusupkan untuk menghancurkan negaranya.

Namun hal itu tidak mudah, karena selain semua pihak - termasuk atasannya dan Wakil Presiden - membela Brody dan menganggapnya pahlawan negara, Mathison ternyata menderita gangguan kejiwaan Bipolar Disorder yang mana kompetensinya perlahan-lahan mulai dipertanyakan.


TRIVIA FACTS :
Untuk menggugah ingatan Anda, Claire Dannes - pemeran utama serial ini - pertama kali kita kenal lewat filmnya Romeo + Juliet (1996) di mana dia berperan sebagai Juliet dan bermain dengan apik bersama Leonardo diCaprio yang di film tersebut berperan sebagai Romeo.

Sedangkan Damian Lewis, lawan main Claire Dannes di Homeland, adalah aktor Inggris yang lebih sering bermain dalam serial televisi Amerika. Dua serial televisi yang melambungkan namanya adalah serial drama Life (berperan sebagai Detektif Charlie Crews) produksi NBC, dan mini seri Band of Brothers (sebagai Mayor Richard Winters) produksi HBO.

Untuk lebih mendalami perannya, Claire Dannes banyak berdiskusi dengan para staf CIA, serta menonton banyak film dokumenter tentang kelainan Bipolar Disorder. Bahkan dia pun berkonsultasi dengan penulis Julie Fast yang juga menderita kelainan serupa.

Aktor kelahiran Inggris Damian Lewis - pemeran Nicholas Brody - mendapatkan perannya tanpa audisi sama sekali. Produser serial Homeland (Howard Gordon dan Alex Gansa) sangat tertarik dengan perannya di film Keane (2004), sehingga langsung menawati peran Sersan Nicholas Brody padanya.

Foto-foto anak perempuan yang tampil dalam opening sequence serial ini adalah foto-foto asli Claire Dannes saat masih balita.

Dalam opening sequence juga terdengar penggalan rekaman pidato asli para Presiden Amerika Serikat. Secara berurutan, suara Presiden yang muncul adalah : Ronald Reagan, George Bush, Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama.

Dalam beberapa episode awal Homeland, Artis Morena Baccarin - pemeran Jessica Brody - istri Nicholas Brody -  mengenakan wig karena rambutnya belum tumbuh setelah harus tampil plontos di serial televisi "V".

Morena Baccarin pernah bersekolah di satu SMP yang sama dengan Claire Dannes.

Barack Obama sangat memuja serial Homeland dan merupakan salah satu fans berat serial ini.

Serial ini adalah adaptasi dari drama Israel berjudul "Hatufim" (bahasa Ibrani, yang berarti "Diculik"). Drama tersebut ditayangkan di Channel 2 Israel bulan Maret - Mei 2010. Drama yang ditulis oleh Gideon Raff tersebut mendapatkan penghargaan sebagai Best Drama Series di ajang Israeli Academy Award for Television pada bulan Juli 2010.

Saat pengambilan gambar untuk Season 2, Claire Dannes sedang hamil, sehingga untuk menutupi perutnya yang membesar, pihak produser menggunakan teknik digital sehingga tidak terlihat sama sekali adanya perubahan pada tubuh Dannes.

Pada bulan Oktober 2012, Pemerintah Lebanon melayangkan protes ke produser Homeland berkenaan dengan penayangan Episode kedua Season kedua serial ini. Dalam episode yang berjudul "Beirut is Back" itu ditampilkan jalan Beirut yang lusuh dengan banyaknya tentara militer berkeliling, serta adanya kegiatan terorisme di lingkungan tersebut. Pemerintah Libanon menjelaskan bahwa dalam kenyataannya, Beirut adalah salah satu tempat paling aman di dunia. Ironisnya, beberapa hari setelah pernyataan itu dikeluarkan - tepatnya tanggal 19 Oktober 2012 - sebuah bom meledak di tengah kota Beirut, dan menewaskan Brigjen Wissam al-Hassan, Kepala Pasukan Intel dan Keamanan Lebanon.








Tanggal 1 Febrauri 2013 silam, Warner Bros merilis film teranyar Sylvester Stallone berjudul Bullet to the Head. Film yang diadaptasi dari novel grafik Perancis berjudul Du Plomb Dans La Tete karya Alexis Nolent disutradarai oleh Walter Hill. Selain Stallone, artis lain pendukung film ini adalah Sun Kang, Jason Momoa, Sarah Shahi, dan Christian Slater.

Di film ini, Stallone berperan sebagai Jimmy Bobo, seorang pembunuh bayaran. Saat akan menjalankan tugasnya - membunuh seorang pelacur yang menjadi saksi sebuah kasus pembunuhan - Jimmy malah melepaskan saksi itu dan membiarkannya hidup. Tindakannya membuat berang Jendral Morel (diperani Adewale Akinnuoye-Agbaje) - orang yang menyewa Bobo - yang kemudian menugasi seorang tentara bayaran untuk membunuh Jimmy. Beruntung Jimmy selamat, namun sahabatnya tewas terbunuh. Terbakar dendam membara, Jimmy pun kemudian mengejar sang tentara serta Jendral Morel.

Sementara itu, di waktu bersamaan Detektif Taylor Kwan (Sun Kang) mendapat tugas untuk menangkap Jimmy karena diduga mengetahui segala hal yang berhubungan Jendral Morel. Setelah Jimmy berhasil dibekuk, Detektif Kwan lalu menyadari kalau mereka berdua memiliki tujuan yang sama. Dan atas nama hukum dan keadilan, mereka berdua bahu-membahu menumpas kelompok Jendral Morel.

Bagi sebagian besar orang yang sudah menonton, film ini punya kemiripan plot dengan film "48 Hrs" yang sukses di tahun 1982. Film tersebut diperani Eddie Murphy dan Nick Nolte dan - secara "kebetulan" - disutradarai Walter Hill.

Sejak sukses menghidupkan kembali film eksyen gaya 80an lewat Rambo 4 dan dwilogi The Expendables,  tampaknya Stallone jadi makin sering terlibat dalam film-film bertema sejenis. Di satu sisi, bagi penggemar film jenis "full-frontal action' yang cukup populer di era tersebut, film ini bisa memuaskan "dahaga" mereka. Namun di sisi lain, menonton film demikian, lama-lama bisa sangat membosankan. Selain cerita yang sangat datar, akting yang tidak menonjol, film demikian tidak punya "kekuatan" apapun selain aksi tembak-menembak dan perkelahian dengan koreografi "standar" yang berkepanjangan.

Dan jika mengamati film-film Stallone pasca kebangkitan dan suksesnya kembali, saya tiba-tiba kangen dengan film-filmnya yang berbobot dan bermutu di era 80 dan 90an yang fenomenal : Rocky, First Blood, Over the Top, Cliffhanger, dan Daylight. Semuanya adalah film eksyen yang punya moral cerita yang mendalam. Jadi tidak hanya sekedar "dar-der-dor", dan penonton mendapatkan "sesuatu" dari film yang mereka tonton.

Akankah film berbujet US$ 55 juta ini akan meraup keuntungan yang sama seperti tiga film Stallone sebelumnya? Kita lihat saja hasilnya nanti.


TRIVIA & FACTS :
Wayne Kramer adalah sutradara pertama yang ditunjuk untuk menyutradarai film Bullet To The Head. Namun sebelum shooting dimulai, terjadi pertengkaran hebat antara Kramer dan Stallone yang berujung pada hengkangnya Kramer. Posisinya kemudian diganti oleh Walter Hill.

Film ini ditayangkan pertama kali tanggal 14 November2012 silam di  Rome Film Festival. Penayangan secara luas baru dilakukan 1 Februari 2013.

Awalnya sutradara Wayne Kramer memilih aktor Thomas Jane untuk memerankan Detektif Taylor Kwan. Namun setelah Kramer keluar dari proyek film ini, Jane dipecat Walter Hill dan digantikan dengan Sun Kang. Alasannya karena Hill ingin aktor yang memerankan karakter itu adalah aktor keturunan etnis Asia.

Lagu-lagu yang menjadi lagu latar di film Bullet To The Head adalah :

Bulan Februari yang penuh nuansa romantis ini ternyata dibuka dengan premiere film drama-komedi-romantis yang cukup "unik" berjudul Warm Bodies. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Isaac Marion, film ini menghadirkan kisah cinta gaya baru yang sama sekali berbeda dengan yang biasa kita tonton. Isinya komplit : Romantisnya ada. Gokilnya ada. Eksyennya seru.

Film besutan sutradara Jonathan Levine yang diperani Nicholas Hoult dan Teresa Palmer ini bercerita tentang dunia di suatu masa di mana zombie telah menguasai sebagian besar dunia dan manusia nyaris punah. Adalah R (Hoult), sesosok zombie yang berkelana di kota Amerika bersama temannya - M (diperani Rob Corddry) - dan para zombie yang lain. Dalam satu kesempatan, para zombie tersebut berkonfrontasi dengan kelompok manusia. Dalam konfrontasi tersebut, R membunuh Perry Kelvin (Dave Franco) dan memakan otaknya. Sontak semua ingatan Perry masuk ke dalam pikiran R.

Dalam konfrontasi selanjutnya, R bertemu dengan Julie Grigio (Teresa Palmer), yang tidak lain adalah kekasih Perry. Tanpa disadarinya, tiba-tiba R jatuh hati pada Julie, dan menyelamatkan Julie dari kepungan para zombie.

Hubungan mereka berlanjut dan mulai muncul percikan cinta di antara mereka. Hati R pun perlahan berubah dan mulai memiliki hati manusia. Namun saat R tahu kalau Perry dulunya adalah kekasih Julie dan memberitahu Julie kalau dialah pembunuh Perry, hubungan mereka sontak putus. Julie kembali ke kelompok manusia dan kembali memerangi zombie. Akankah hubungan R dan Julie akan membaik kembali? Ataukah kisah cinta mereka akan berakhir tragis?

Film berdurasi 97 menit ini telah dirilis di Amerika dan Asia tanggal 1 Februari 2013 silam. Negara Eropa sendiri baru mendapatkan kesempatan menonton tayang perdana film ini tanggal 7 Februari 2013.Para kritikus memberikan komentar yang sangat positif terhadap film ini karena ceritanya yang sangat baru dan "fresh".


TRIVIA FACTS : 
Novel Warm Bodies awalnya adalah cerita pendek berjudul "I Am A Zombie Filled With Love" yang ditulis penulis asal Seattle Isaac Marion dan dipublikasikannya di internet. Tidak disangka cerpen tersebut diminati banyak orang. Melihat animo pembaca yang cukup besar, Marion mengembangkan cerpennya menjadi novel Warm Bodies. Atria Books - sebuah penerbit besar di Amerika - merilis novel tersebut di awal 2010. Novel Warm Bodies menjadi salah satu novel "best seller" di tahun tersebut, sehingga dilirik perusahaan film Mandeville Entertainment untuk diangkat ke layar lebar.

Film ini didistribusikan oleh Summit Entertaiment, yang juga mendistribusikan seluruh sekuel Twilight Saga.



Salah satu film eksyen Hongkong yang paling saya tunggu-tunggu tahun ini adalah film The Grandmaster. Mengapa? Karena film ini adalah film yang menceritakan kembali sepak terjang Ip Man - sang master Wing Chun yang juga guru Bruce Lee - dari sudut panjang yang berbeda dan lebih kelam.

Awalnya, banyak orang mengenyitkan kening saat mendengar Tony Leung terpilih untuk memerani Ip Man di film ini. Selain bukan dari kalangan ahli bela diri, dia tidak memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni dan cukup mampu untuk mendukung aksinya di film laga ini. Namun keraguan penonton segera pupus setelah menyaksikan film besutan sutradara Wong KarWai ini.

Selain Tony Leung, film ini pun diperkuat para artis papa atas seperti Zhang Ziyi, Song Hye-Kyo, Chang Chen, Yuen Woo-ping, Julian Cheung, Lo Mang, Bruce Leung, dan Zhao Benshan.

Film ini banyak bercerita tentang masa kecil dan latar belakang Ip Man, mulai dari masa kecilnya yang suram, pernikahannya,serta kemampuan bela diri yang dia peroleh dari gurunya, Chen He Shun (diperani Yuen Woo-Ping).  Di film, Ip Man akan berhadapan dengan master bela diri perempuan, Gong Er (Zhang Ziyi), anak Gong Yutian - seorang master bela diri asal China Selatan yang kala itu mencari lawan sepadan sebelum dia pensiun. Gong Er tidak terima ayahnya dikalahkan Ip Man, dan ingin mengembalikan nama baik perguruan ayahnya. Gong Er berhasil mengalahkan Ip Man. Tapi diam-diam, Gong Er memendam perasaan pada Ip Man.

Hampir mirip dengan film Ip Man versi Wilson Yip yang diperani Donnie Yuen, film ini pun menceritakan tentang penderitaan Ip Man saat Jepang menginvasi China.

Walau tampil sangat tidak meyakinkan, namun banyak kritisi film menilai film ini sangat indah secara visual. Koreografi aksinya sangat menarik dan nyata, bahkan lebih "bernyawa" dibandingkan film-film bertema Ip Man sebelumnya. Terlebih lagi, Wong disebut berhasil menampilkan sosok Ip Man yang lebih "manusiawi" dan lebih mendekati Ip Man yang sesungguhnya.

DO YOU KNOW? 
Tony Leung berlatih bela diri Wing Chun lebih dari 4 jam setiap hari guna mempersiapkan dirinya memerani tokoh Ip Man ini. Setelah berbulan-bulan berlatih, saat shooting mulai dilakukan, Tony sudah terlihat sangat menguasai ilmu bela diri legendaris tersebut.

Untuk musik latar film, Wong menggaet komposer Jepang Shigeru Umebayashi. Shigeru juga pernah bekerja sama dengan Wong di film Wong sebelumnya : In The Mood In Love dan 2046.

Film ini premier pertama kali di China pada tanggal 8 Januari 2013. Sedangkan Hong Kong mendapat giliran kedua menonton film ini tanggal 11 Januari 2013. Negara lain di Asia akan mendapatkan kesempatan menonton film ini awal Februari 2013.






Kalau tahun lalu kita cukup "dibosankan" dengan serangkaian film adaptasi dongeng Putri Salju yang dibuat dalam berbagai versi, maka tahun ini ada sedikit "pencerahan". Kali ini, dongeng "Jack and the Beanstalk" dan"Jack the Giant Killer" yang diadaptasi ke layar lebar. Adalah kerjaan Bryan Singer (sutradara film X-Men) yang menghidupkan dongeng legendaris karya penulis Benjamin Tabart tersebut.

Diperani Nicholas Hoult, Eleanor Tornlnson, Stanley Tucci, Ian McShane, dan Ewan McGregor, film yang akan rilis tanggal 1 Maret 2013 ini akan bersetting di masa kini dan bercerita tentang Jack (Hoult), seorang petani muda yang tanpa sengaja masuk ke dunia para raksasa. Selain berusaha untuk kabur dari kejaran para raksasa, Jack pun harus berjuang untuk menolong seorang putri cantik yang ditahan oleh para raksasa tersebut.

Bagi para penggemar genre fantasi, film ini tampaknya cukup pantas untuk ditunggu kehadirannya. Selain ceritanya yang benar-benar"baru" di dunia perfilman era 2000an, keterlibatan Bryan Singer dalam film ini pun menjadi daya tarik tersendiri.  Banyak film-film box-office yang dihasilkan dari tangan diri suptradara papan atas ini. Beberapa di antaraya adalah X-Men, X2, Superman Returns, dan Valkyrie. Jadi rasanya ga ada alasan bagi saya untuk tidak menunggu kemunculan film ini.


DO YOU KNOW? 
Sebagai informasi, "Jack and the Beanstalk" adalah dongeng Inggris karya Benjamin Tabart yang pertama kali dipublikasikan tahun 1807. Kisah ini baru populer tahun 1842 saat Felix Summerly (nama samaran dari penulis Henry Cole) memasukkan dongeng ini ke dalam bukunya yang berjudul The Home Treasury (1842).

Sedangkan dongeng "Jack and The Giant Killer" sendiri adalah dongeng klasik Inggris yang tidak jelas siapa penulisnya. Kisahnya sendiri adalah cerita dari mulut ke mulut yang diyakini menyebar di masyarakat kota Cornish dan Welsh Bardic sekitar tahun 1711. Beberapa penulis Inggris seperti Henry Fielding, John Newberry, Dr. Johnson, Boswell, dan William Cowper menggunakan plot cerita "Jack and The Giant Killer" ke dalam karya mereka. Diantara semua dongeng tentng "Jack Si Pembunuh Raksasa" yang pernah beredar, karya John Cotton dan Joshua Eddowes (1760).-lah yang paling populer dan paling banyak dipublikasikan hingga hari ini.

Cerita "Jack and The Beanstalk" pertama kali diangkat ke layar lebar oleh Walt Disney pada tahun 1922 sebagai film pendek. Kemudian tahun 1947 dibuat lagi dalam versi yang "sedikit" lebih panjang dengan judul Mickey and the Beanstalk.

Sementara "Jack the Giant Killer" sendiri pertama kali diadaptasi ke dalam bentuk film pada tahun 1962. Film yang diperani Kerwin Matthews dan disutradarai Nathan H. Juran ini sempat ditarik dari peredaran dan diedit kembali untuk kemudian ditayangkan kembali, setelah Edward Small - produser film tersebut - diancam akan dituntut Columbia Pictures setelah film tersebut dianggap memiliki kesamaan dengan film The 7th Voyage of Sinbad.

Rencana pembuatan film Jack and The Giant Slayer sebenarnya sudah mulai sejak Januari 2009. Pada waktu itu New Line Cinema bekerja sama dengan sutradara D.J. Caruso untuk membuat film ini setelah membaca skrip tulisan Darren Lemke.  Skrip tersebut kemudian diubah dan ditulis ulang oleh Mark Bomback. Skrip baru tersebut memunculkan perdebatan antara Caruso dan New Line, yang pada akhirnya membuat Caruso memutuskan untuk meninggalkan proyek ini di bulan Agustus 2009. Kursi sutradara pun dipindahkan ke Bryan Singer, yang kemudian bersama Christopher McQuarrie menulis ulang skrip Darren Lemke. Naskahnya selesai Mei 2010. Namun proses shooting sendiri baru dimulai Februari 2011 karena Singer butuh waktu untuk membuat konsep visualisasi gambarnya yang cukup rumit.

Film Jack and the Giant Slayer rencananya akan dirilis dalam 2 versi : 2D dan 3D.


Akhir tahun 2012 silam, ada sebuah film disaster yang cukup menarik dan mengundang perhatian saya : The Impossible (Lo Imposible). Diperani Naomi Watts dan Ewan McGregor, dengan sutradara J.A. Bayona, film produksi Perancis-Spanyol berdurasi 113 menit ini menjadi film drama yang sangt mengharukan dan mencekam. Kisahnya sendiri adalah adaptasi dari kisah nyata keluarga Enrique - Maria Belon yang selamat dari tragedi tsunami yang menghantam Thailand tanggal 26 Desember 2004 silam (yang sebenarnya secara bersamaan, tsunami tersebut juga menghantam Aceh).

Dikisahkan dalam film ini, Maria Bennett (Watts) bersama keluarganya - Henry sang suami (Gregor), dan tiga orang anak mereka : Lucas (Tom Holland), Tomas (Samuel Joslin), dan Simon (Oaklee Pendergast) - berlibur bersama di Khao Lak, Thailand. Pada tanggal 26 Desember 2004, tanpa ada peringatan apapun, tiba-tiba tsunami besar menghantam hotel mereka (yang terletak sangat dekat di pinggir pantai). Dalam hitungan detik, wilayah Thailand tersapu bersih.

Keluarga Bennett tercerai berai. Beruntung saat banjir tersebut, Maria berhasil menemukan Lucas. Sedangkan di tempat terpisah, Henry dan kedua anaknya yang lain berhasil selamat dari sapuan tsunami tersebut. Dalam kondisi kacau, mereka saling mencari dan berharap untuk menemukan keluarga mereka dengan selamat. Jelas ini adalah hal yang mustahil, mengingat mereka tidak pernah tahu kondisi dan lokasi masing-masing. Namun pada akhirnya, setelah saling cari-mencari yang penuh haru, mereka semua dapat berkumpul dan pulang ke negara mereka kembali dengan selamat.

Adegan mengharukan memenuhi hampir semua bagian film ini. Mulai dari saat tubuh Maria yang tercabik-cabik batang pohon dan berbagai benda yang terseret tsunami, Henri yang menangis frustrasi saat mencari istrinya, hingga akhirnya pertemuan keluarga itu kembali. Bagian terakhir adalah bagian yang sangat saya sukai. Sutradara Bayona menampilkan adegan itu sedemikian dramatis, sehingga dapat membuat penonton berderai air mata saat menyaksikan adegan tersebut.

Film ini ditayangkan perdana pada tanggal 9 September 2012 di ajang festival film TIFF, kemudian ditayangkan untuk publik Spanyol tangal 11 Oktober 2012. Barulah pada tanggal 11 Januari 2013, film ini dapat ditonton oleh masyarakat luas di seluruh dunia.

Secara komersil, film berbudjet US$ 45 juta ini berhasil mengukuhkan diri sebagai "box office" dengan perolehan hingga US$ 116 juta. Selain itu, film ini merih banyak penghargaan dari berbagai festival film dunia. Beberapa diantaranya adalah memenangkan Spotlight Award di Hollywood Film Festival, Young British Performaer of the Year (London Film Critics Circle Awards), Best Breakthrough Actor (National Board of Review, USA), Desert Palm Achievement Award (Palm Springs International Film Festival), dan Best Actress (San Diego Film Critics Society Awards).


DO YOU KNOW?
Film ini diangkat dari kisah nyata Maria Belon, salah satu korban selamat dari bencana alam tsunami di Thailand tahun 2004 silam. Maria sendiri adalah seorang dokter dan pengacara. Dalam bencana tersebut, Maria kehilangan satu kakinya.

Secara pribadi, Belon memilih Naomi Watts untuk memerankan dirinya karena Belon adalah fans berat Watts setelah menonton aksinya di film 21 Grams. Pemilihan itu tidak salah, karena Watts bermain sangat bagus dalam film tersebut sehingga mendapat ganjaran penghargaan Best Actress.

Untuk menghasilkan efek tsunami yang sangat nyata,para kru membuat miniatur hotel berikut kondisi pantai di Thailand, kemudian membanjuri miniatur tersebut dengan setangki air. Sementara itu, agar lebih otentik, maka saat melakukan adegan tergulung oleh tsunami pun, Watts dan Holland (pemeran Lucas, anak sulung Maria) benar-benar dihantam dengan setangki air, dan selama lima minggu kedua artis tersebut harus megap-megap terseret tsunami buatan kreasi para tim efek film ini.

Hampir semua figuran dalam film ini adalah para korban yang selamat dalam bencana tsunami 2004 di Thailand.

Film ini adalah kolaborasi Watts dan McGregor kedua. Sebelumnya mereka pernah tampil bersama dalam film Stay (2005).









NewerStories OlderStories Home