Judul TV Seri     : Marvel's Inhumans
Produksi             : ABC
Pemeran             : Serinda Swan, Ken Leung, Eme Ikwuakor, Isabelle Cornish, Ellen Woglom
Tanggal tayang  : 29 September 2017 - seterusnya
Total episode     : 8

Satu lagi serial televisi bertema superhero akan tayang di televisi : Inhumans (atau lengkapnya Marvel's Inhumans). Serial ini merupakan adaptasi dari komik berjudul sama produksi Marvel Comics. Alur ceritanya tidak berdiri sendiri tetapi berkaitan langsung dengan Marvel Cinematic Universe (MCU), di mana serial ini merupakan lanjutan dari serial televisi Agent of S.H.I.E.L.D (yang masih tayang hingga hari ini), dan rencananya akan berhubungan dengan alur cerita Thor, Guardians of the Galaxy, dan The Avengers.

Mungkin sebagian dari kita kurang familiar dengan karakter Inhumans, padahal karakter ini tergolong karakter Marvel yang cukup populer di Amerika Serikat. Kelompok ini pertama kali muncul di komik Fantastic Four #45 (terbit : Desember 1965), sedangkan 2 orang anggotanya - Medusa dan Gorgon - sudah lebih dulu muncul, yaitu di komik Fantastic Four #36 dan #44.

Kisah Inhumans bersetting kondisi galaksi ribuan tahun yang lalu, saat Kree dan Skrull - 2 spesies mahluk ruang angkasa paling kuat - baru memulai perang besar mereka. Atas pertimbangan posisi strategis, Kree membangun stasiun di Planet Uranus. Mereka kemudian melakukan penelitian pada manusia yang tinggal di bumi, kemudian mengembangkan mahluk dengan kemampuan di atas manusia biasa. Mahluk tersebut mereka namakan Inhuman.

Meski penelitian mereka berhasil, tetapi Kree memutuskan untuk meninggalkan proyek Inhuman karena mereka mendapatkan ramalan kalau mahluk yang mereka ciptakan akan menghancurkan supremasi Kree di galaksi.

Meski ditinggalkan begitu saja di bumi, Inhuman terbukti sangat kuat dan dapat bertahan hidup berkat kemampuan mutagenik Terrigen Mist (Terrigenesis) yang mereka miliki. Inhuman kemudian berkembang menjadi kelompok tersendiri. Mereka kemudian mendirikan kelompok yang diberi nama Inhuman Royal Family, yang dipimpin oleh Black Bolt (Anson Mount). Selain memimpin kelompok Inhuman, Black Bolt juga adalah Penguasa dari kerajaan Inhuman bernama Attilan.

Black Bolt adalah seorang Inhuman yang memiliki kekuatan pada suaranya. Sekecil apapun suara yang dikeluarkannya, dapat menimbulkan kehancuran dasyat di sekitarnya. Itulah mengapa Black Bolt nyaris tidak pernah berkata-kata. Dia didampingi oleh para pengikutnya yang setia (sekaligus keluarga terdekatnya) : Medusa (Serinda Swan), Karnak (Ken Leung), Gorgon (Eme Ikwuakor), Triton (Mike Moh), Crystal (Isabel Cornish), dan Maximus the Mad (Iwan Rheon). Black Bolt dan para pengikutnya dikenal dengan nama Inhuman Royal Family.

Sebagai catatan, Maximus adalah Sandara Kandung Black Bolt.

Meski merupakan adik Black Bolt, namun Maximus mendapat perlakukan yang tidak pantas karena dia kehilangan gen Inhuman saat menjalani proses Terrigenesis. Karena itu, dia diasingkan oleh para Inhuman. Karena hal itulah, Maximus memendam amarah pada Inhuman dan diam-diam mempersiapkan kudeta untuk menjatuhkan kakaknya.

Aksi kudeta Maximus berhasil. Dia pun berhasil menjatuhkan dan menyingkirkan Black Bolt dari Tahta Attilan. Black Bolt pun terpaksa harus melarikan diri ke Hawaii.

Setelah menguasai Attilan, Maximus berencana untuk membuat para Inhuman tunduk padanya.

Mengetahui rencana jahat saudaranya itu, Black Bolt pun mengumpulkan para pengikut setianya untuk mengalahkan Maximus. Perang besar menyelamatkan galaksi pun dimulai..... !!!!



DO YOU KNOW? 
Sebelum serial ini dibuat, karakter Inhumans sendiri sudah pernah muncul di serial televisi Agents of S.H.I.E.L,D (Season 3). Hanya saja waktu itu, yang ditampilkan bukan karakter Inhuman Royal Family, tetapi hanya disebutkan sebagai mahluk "Alpha Primitives" atau disingkat "Primitives" dari Kerajaan Attilan.

Karakter Inhumans pertama kali muncul di televisi pada tahun 1978, di mana mereka muncul di salah satu episode serial animasi Fantastic Four (berjudul "Medusa and the Inhumans"). Namun berbeda dengan cerita aslinya, dalam animasi tersebut, pemimpin Inhumans adalah Medusa, dan karakter Medusa merupakan karakter antagonis.

Sepanjang serial Inhumans, karakter Black Bolt ditampilkan nyaris tidak pernah mengucapkan sepatah katapun. Meski demikian, tidak berarti Anson Mount - pemeran Black Bolt - hanya diam saja. Dia tetap berakting. Hanya saja untuk berkomunikasi, dia menggunakan bahasa isyarat. Namun karena Inhumans adalah mahluk ruang angkasa, maka bahasa isyarat yang digunakan bukan bahasa yang umum digunakan oleh manusia bumi, terutama penderita tuna-rungu. Anson Mount menciptakan sendiri sistem bahasa isyarat untuk karakternya. Bahasa isyarat yang digunakannya merupakan gabungan antara Bahasa Sinyal Standar Amerika (ASL - American Sign Language) dengan gerakan Konduktor Orkestra.

Dalam serial Inhumans ada karakter Anjing Buldog Raksasa bernama Lockjaw. Anjing ini adalah anjing raksasa dengan kemampuan teleportasi dan merupakan anjing setia milik Inhuman Royal Family. Di serial televisi Inhumans, karakter ini dibuat sepenuhnya dengan teknik CGI.  Produser Inhumans - Roel Reine - mengatakan kalau Lockjaw merupakan karakter televisi pertama yang dibuat sepenuhnya menggunakan teknik CGI.

Rencana pembuatan serial televisi Inhumans sebenarnya sudah dimulai sejak Maret 2011.  Awalnya Inhumans akan dibuat dalam bentuk film layar lebar dan menjadi bagian dari Fase Ketiga Marvel Cinematic Universe (MCU). Film tersebut rencananya akan dirilis 2 November 2018. Sosok Inhumans pun sudah mulai diperkenalkan di serial televisi Agents of S.H.I.E.L.D.. Namun dalam berjalannya waktu, setelah serial televisi Marvel's Agent Carter gagal, Para Petinggi Marvel mengubah strategi dan mengubah film Inhumans menjadi serial televisi. Dan pada tahun 2015, skenario untuk 8 seri Inhumans selesai dibuat, serta diputuskan untuk diproduksi.

Menurut Para Petinggi Marvel Comics, Inhumans akan tetap dibuat dalam bentuk film layar lebar. Meski demikian, rencana perilisan film ini diubah dan baru akan diatur kembali setelah tahun 2020, yang berarti Inhumans akan ada di Fase Keempat MCU.

Pada tanggal 1 September 2017, episode pertama serial Inhumans ditayangkan di layar lebar IMAX. Penayangan ini menjadi catatan sejarah dalam pertelevisian Amerika Serikat, karena untuk pertama kalinya sebuah episode serial televisi ditayangkan di layar lebar IMAX. Episode pertama Inhumans tayang selama 2 minggu. Selanjutnya, Inhumans akan tayang di jaringan televisi ABC mulai 29 September 2017.


Judul TV Seri       : Midnight, Texas
Ditayangkan         : NBC
Pemeran               : Francois Arnaud, Dylan Bruce, Parisa Fitz-Henley, Arielle Kebbel
Tangggal tayang   : 24 Juli 2017 - sekarang
Total episode        : 10

Gimana rasanya tinggal di 1 kota yang penduduknya adalah mahluk jadi-jadian semua? Serial Midnight, Texas mencoba membawa sensasi menyeramkan itu ke hadapan penontonnya. Serial ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Novelis Charlaine Harris.

Bagi penggemar novel-novel horor, Charlaine Harris sudah bukan nama asing lagi. Dialah yang menulis novel serial The Southern Vampire Mysteries, yang sudah diadaptasi ke serial televisi berjudul True Blood (ditayangkan HBO, sejak 7 September 2008 - 24 Agustus 2014). Nah, berbeda dengan True Blood yang menampilkan drama percintaan manusia dan vampir, maka di serial Midnight, Texas justru menceritakan perseteruan antara manusia dan para mahluk supranatural, serta antar mahluk supranatural sendiri. Serial ini sangat seru, sehingga nyaris tidak memberi kesempatan penonton untuk beranjak dari tempat duduknya.


Serial ini mengisahkan tentang Manfred Bernardo (Francois Arnaud), seorang cenayang yang mampu berkomunikasi dengan orang mati serta bisa menjadi medium bagi arwah untuk berbicara dengan orang yang masih hidup. Neneknya - Xylda (Joanne Camp) - adalah seorang cenayang yang semasa hidupnya sering menipu orang. Satu ketika, dia menipu seseorang bernama "Hightower" sehingga orang tersebut berniat membunuh Xylda. Sayangnya, Xylda keburu meninggal karena kanker tenggorokan.

Tidak berhasil membalaskan dendam pada Xylda, "Hightower" mengarahkan sasarannya pada Mandfred. Demi keselamatan cucunya, arwah Xylda menyuruh Mandfred untuk bersembunyi di kota kecil bernama Midnight, yang terletak di wilayah Texas.

Meski awalnya terlihat sebagai kota kecil yang biasa-biasa saja, ternyata sudah bertahun-tahun lamanya kota itu merupakan tempat persembunyian para mahluk serta manusia yang memiliki kemampuan supranatural yang tidak biasa. Di kota tersebut, ada Fiji Cavanaugh (Parisa Fitz-Henley), seorang penyihir muda dengan kekuatan psikokinesis serta kemampuan mengusir Roh Jahat. Lalu ada Lemuel Bridger (Peter Mensah), seorang vampir yang sudah tinggal di kota Midnight sejak tahun 1950. Kemudian ada Joe Strong (Jason Lewis), seorang malaikat yang terjebak di dunia manusia. Serta Emilio Sheehan (Yul Valquez), seorang Pendeta yang setiap bulan purnama selalu berubah menjadi Harimau Jadi-Jadian.

Selain mahluk supranatural, Manfred pun bertemu dengan manusia biasa penghuni kota tersebut. Ada Olivia Charity (Arielle Kebbel), seorang pembunuh bayaran yang juga kekasih Lemuel, serta Creek Lovell (Sarah Ramos), seorang pramusaji yang jatuh cinta pada Manfred.

Saat baru tiba di kota Midnight, Manfred segera dihadapkan pada kasus pembunuhan misterius yang terjadi pada seorang wanita bernama Audrey, tunangan Bobo Winthrop (Dylan Bruce), penduduk kota tersebut. Awalnya polisi mencurigai Bobo adalah pelaku pembunuhan setelah pistol miliknya ditemukan tidak jauh dari lokasi pembunuhan. Tetapi dari penyidikan Manfred - termasuk menyuruh Audrey merasuki dirinya untuk mengetahui kejadian sebelum kematiannya - dia menemukan kalau Audrey dibunuh oleh mantan suaminya, yang tidak lain adalah Pemimpin Geng Motor The Son of Lucifer.

Namun sebelum polisi berhasil menyidiki anggota geng motor tersebut, The Son of Lucifer telah menyerang polisi terlebih dahulu.

Di lain pihak, pasca membuka komunikasi dengan Audrey, tanpa sengaja Manfred telah membuka pintu neraka yang terletak di bawah rumah yang disewanya. Akibatnya, semua arwah muncul dari menghantui penduduk di sekitar. Salah satunya mengincar nyawa Fiji dan bermaksud membawanya menjadi korban Altar Iblis di Neraka.

Serial ini terbilang sangat seru dan mendebarkan. Setiap episode dipenuhi dengan adegan kejar-kejaran, pertempuran, serta misteri. Nyaris tidak ada celah untuk menikmati serial ini dengan santai. Jika Anda penggemar cerita-cerita supranatural yang seram sekaligus menegangkan, serial ini ga boleh dilewatkan....




Judul TV Series     : Girls' Generation 1979
Ditayangkan          : KBS2
Pemeran                 : Bona, Chae Seo Jin, Seo Young Joo, Dohee, Sujin
Tanggal tayang       : 11 September - 3 Oktober 2017
Total episode          : 8 

Serial ini sedikit mengecoh karena menggunakan judul "Girls Generation", padahal tidak satupun anggota girl-band itu bergabung dan menjadi pemeran serial misteri ini. Meski demikian, Anda jangan kuatir karena ada beberapa penyanyi wanita dari girl-band Korea Selatan yang juga ikut bermain di serial ini.

Diangkat dari novel remaja berjudul Lingerie Girls' Generation (란제리 소녀시대) yang ditulis Kim Yong Hee dan diterbitkan Saenggokui Namoon tahun 2009, serial ini menceritakan tentang kisah hidup para gadis SMA Korea Selatan di era 1970-an.

Pada tahun 1970an, remaja Korea Selatan sedang tergila-gila dengan kebudayaan Amerika. Karena itu, hidup mereka tidak lepas dari dunia musik pop, pesta, dan kehidupan yang bebas serta liar. Kondisi ini sangt memprihatinkan para guru, sehingga mereka memberikan banyak tugas dan ujian, yang memaksa para remaja tersebut untuk lebih berkonsentrasi dalam sekolah, daripada menghabiskan waktu bermain.

Di sebuah sekolah di wilayah Daegu, Lee Jung Hee (Bona) - gadis remaja berusia 18 tahun, anak dari pemilik perusahaan mainan di kota tersebut - adalah seorang gadis pemberontak. Bersama para remaja di sekolahnya, dia sering menghabiskan waktu untuk berpesta, dan tidak perduli dengan pelajaran di sekolah.

Satu ketika, datangnya seorang murid transferan kota lain bernama Park Hye Joo (Chae Seo Jin). Dia adalah gadis cantik yang ceria serta mudah bergaul dengan banyak orang. Dalam waktu singkat, Hye Joo berhasil merebut perhatian banyak orang, sehingga satu-persatu siswa lebih suka bergaul dengan Hye Joo daripada Jung Hee.

Hal itu membuat Jung Hee marah, dan terjadilah persaingan untuk merebut perhatian teman-teman di sekolah.

Di tengah persaingan itu, tiba-tiba terjadi banyak kejadian misterius. Satu-persatu murid di sekolah itu lenyap. Selain itu, muncul banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi pada murid perempuan di sekolah tersebut.

Jung Hee dan Hye Joo pun menghentikan persaingan mereka dan memutuskan untuk bekerja sama menyidiki kasus yang terjadi di kota mereka tersebut. Apa yang terjadi sebenarnya? Benarkah kejadian itu ada hubungannya dengan kedatangan Hye Joo ke Daegu?


DO YOU KNOW? 
Seperti yang saya sebutkan di atas, tidak satu pun anggota dari girl-band Girls Generation yang menjadi salah satu pendukung serial ini. Meski demikian, ada 3 penyanyi dari 3 girl-band berbeda yang ikut bermain di serial ini. Mereka adalah :
- Bona  : anggota girl-band Cosmic Girls. Serial ini merupakan serial kedua yang diperani Bona. Sebelumnya dia sudah pernah bermain di serial televisi Hit The Top (2017) yang dirilis KBS2.
- Do Hee  : anggota girl-band Tiny-G. Sama seperti Bona, serial Girls' Generation 1979 adalah serial televisi kedua yang diperaninya. Sebelumnya, Do Hee sudah pernah bermain di serial televisi Reply 1994 (2013) produksi tvN.
- Su Jin : anggota girl-band Wassup. Serial Girls' Generation 1979 merupakan debut pertama Su Jin di dunia akting.

Proses pembuatan serial ini terbilang cepat. Pembacaan skrip pertama kali dilakukan tanggal 18 Agustus 2017 di Gedung KBS Annex, Yeuido, Seoul. Dan beberapa hari kemudian, proses shooting pun segera dilakukan, dan episodenya pertamanya sudah dipastikan akan tayang 11 September 2017 mendatang.

Judul TV Series : Deserving of the Name
Ditayangkan      : tvN
Pemeran             : Kim Nam Gil, Kim Ah Joong, Moon Ga Young, Yoo Min Kyu
Tanggal tayang  : 12 Agustus - 1 Oktober 2017
Total episode     : 16

Ini adalah salah satu serial Korea Selatan yang cukup menarik, kocak, sekaligus bikin penasaran. Saat ini masih tayang di tvN, serial ini mengisahkan tentang seorang Ahli Akupuntur bernama Heo Im (Kim Nam Gil)  yang hidup di masa Joseon. Di masa itu, dia adalah seorang ahli akupuntur yang sangat hebat. Setiap hari puluhan orang mengantri untuk diobati olehnya. Dengan teknik akupuntur yang dimilikinya, Heo Im selalu bisa menyembuhkan penyakit berat apapun.

Meski tampak sebagai Ahli Akupuntur yang selalu ingin membantu orang, tetapi nyatanya Heo Im adalah orang yang egois dan tidak terlalu perduli dengan pasiennya. Justru dia lebih suka mengobati para pejabat, karena dia bisa mendapatkan banyak uang dari pejabat yang menjadi pasiennya tersebut.

Sementara itu, di dunia masa kini, hiduplah seorang dokter wanita ahli bedah jantung bernama Choi Yeon Kyung (Kim Ah Joong). Meski keluarganya adalah Ahli Akupuntur, tetapi dia sendiri tidak suka pengobatan tradisional tersebut, lantaran ibunya meninggal saat diobati Kakeknya menggunakan teknik akupuntur.

Satu ketika, Heo Im terbunuh dan jatuh ke sungai. Namun entah bagaimana, dia tiba-tiba hidup kembali di dunia masa kini. Saat dibawa ke rumah sakit, Heo Im bertemu dengan Yeon Kyung. Awalnya Yeon Kyung mengira Heo Im sebagai orang yang mengalami gangguan jiwa karena perilaku dan pakaiannya yang aneh. Tetapi setelah melihat Heo Im mengobati salah seorang pasiennya dengan menggunakan teknik akupuntur, Yeon Kyung mulai ragu kalau Heo Im adalah orang gila.

Serial ini cukup menarik untuk disimak, karena mengulas dunia medis modern dengan tradisional. Meski beberapa hal akupuntur yang ditampilkan di serial ini terlihat berlebihan (misalnya penggunaan jarum akupuntur sebesar gaban), namun teknik yang digunakan adalah teknik tradisional yang sangat akurat.



DO YOU KNOW? 
Meski karakter Heo Im / Heo Bong Tak adalah karakter rekaan. Tetapi sebenarnya karakter ini terinspirasi dari Dokter Kerajaan bernama Heo Jun (허준) yang hidup di tahun 1539 - 1615. Lahir sebagai keturunan dari Klan Yancheon Heo, Heo Jun sudah mengabdi pada Keluarga Kerajaan Raja Seonjo (26 November 1552 - 16 Maret 1608) pada saat dia berusia 29 tahun.

Selama menjadi Dokter Kerajaan, Heo Jun menulis beberapa buku pengobatan. Dari sekian banyak buku yang ditulisnya, salah satunya yang paling terkenal adalah Dongui Bogam (Cermin Pengobatan dari Timur), yang merupakan catatan tetnang obat dan pengobatan tradisional Korea. Buku Dongui Bogam dengan cepat dikenal di seluruh kawasan Asia (Tiongkok, Jepang, serta Vietnam) dan menjadi buku Pengobatan Tradisional Klasik yang masih digunakan praktisi akunpuntur Asia hingga hari ini.

Selain bekerja untuk Keluarga Kerajaan, Heo Jun juga diberi kebebasan untuk melayani masyarakat umum. Karena itu, di waktu senggangnya, Heo Jun mengambil waktu untuk memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar.

Kisah hidup Heo Jun sudah sering diadaptasi ke dalam serial televisi dan film layar lebar Korea Selatan. Serial paling anyar yang menampilkan karakter ini adalah serial televisi Mirror of the Witch yang tayang di JTBC TV tahun 2016 silam. Dalam serial tersebut, aktor Yoon Shi Yoon dipercaya untuk memerani karakter Heo Jun.

Judul Film         : Chasing the Dragon
Sutradara           : Wong Jing dan Jason Kwan
Pemeran             : Andy Lau, Donnie Yen, Kent Cheng, Willfred Lau
Tanggal Tayang : 29 September 2017

Criple Ho / Ng Sek Ho adalah bandar narkoba asal Tiongkok paling kejam dan sadis, serta pernah menjadi kriminal paling ditakuti di tahun 1960-an.

Lee Rock / Lui Lok adalah Komisaris Kepolisian Hong Kong yang terkenal paling korup dan paling licin di tahun 1960an. Meski sudah beberapa kali dijebak oleh ICAC (Independent Commission Againts Corruption / Badan Anti Korupsi Hongkong), namun Lee Rock selalu mampu lolos, bahkan berhasil melarikan diri dari Hong Kong.

Bagaimana jika kedua kriminal paling hebat ini dipertemukan? Tentu saja, dunia kriminal akan sangat heboh dan rame.

Yep.... di akhir bulan September 2017 ini, kedua tokoh legendaris ini akan bertemu di 1 film eksyen super-seru : Chasing the Dragon (追龍 - Zhui Long). Film ini merupakan remake dari film To Be Number One (跛豪 - Bo Hao) rilisan tahun 1991, yang di masa itu merupakan salah satu film box-office Hong Kong yang menjadi awal dimulainya genre film biografi para kriminal legendaris Hong Kong. Genre ini sangat populer di era 1990-an dan banyak film-film legenda yang dirilis di masa itu. Beberapa yang sangat populer adalah Young and Dangerous, dan Lee Rock.

Film Chasing the Dragon mengisahkan tentang kehidupan Bo Hao / Ng Sek Ho (diperani Donnie Yen), seorang warga Tiongkok yang pada tahun 1963 merantau ke Hong Kong untuk mengadu nasib. Hidup dalam kondisi miskin dan dihina orang, membuat Bo Hao bersumpah untuk menjadi kaya agar tidak diremehkan orang.

Jalan paling cepat untuk bisa mendapatkan uang adalah bekerja dengan triad. Karena itu, Bo Hao pun bergabung dengan triad dan memulai aksi kriminalnya. Hidupnya berubah menjadi lebih baik setelah dia berkenalan dengan Lee Rock (Andy Lau), Komisaris Hong Kong yang karirnya sedang menanjak saat itu. Meski terlihat seperti orang baik, Lee Rock sebenarnya adalah polisi korup yang tidak saja menguasai aliran uang korupsi di seluruh jajaran kepolisian, tetapi juga mengendalikan kelompok triad di wilayah Hong Kong.

Karena memiliki ideologi yang sama, Bo Hao dan Lee Rock dengan cepat menjadi sahabat yang saling mendukung. Bahkan keduanya pun mengangkat Saudara dan dengan cepat menjadi Penguasa Dunia Kriminal di seluruh kawasan Hong Kong dan Kowloon.

Hal ini membuat sebagian orang gerah, dan berniat menghabisi mereka agar bisa merebut wilayah kekuasaan Bo Hao dan Lee Rock. Tidak hanya politik yang mereka lakukan, namun cara kekerasan, termasuk usaha untuk membunuh Bo Hao dan Lee Rock pun mereka lakukan secara terbuka.

Film super seru ini akan tayang tanggal 29 September 2017 mendatang. Dengan melihat deretan pendukung film ini, disertai dengan latar belakang tokoh yang diangkat, sudah dapat dipastikan film ini akan kembali menjadi box-office seperti film pendahulunya.



ABOUT LEE ROCK & CRIPPLED HO
Meski Lee Rock dan Cripped Ho sebenarnya adalah karakter fiktif, namun kedua karakter ini sebenarnya merupakan adaptasi dari karakter sebenarnya yang benar-benar pernah hidup. Lee Rock merupakan adaptasi dari tokoh nyata Komisaris Lu Luo / Lui Lok (呂樂), dan Cripped Ho merupakan adaptasi dari sosok kriminal Limpy Ho / Wu Xi Hao / Ng Sek Ho (吳錫豪).
Lui Lok (呂樂)

Lui Lok (lahir 16 Mei 1920, meninggal 13 Mei 2010) adalah Sersan Komisaris Detektif Hong Kong yang berkarir di Kepolisian Hong Kong sepanjang tahun 1940 - 1970an. Karir Lui Lok meningkat pesat di tahun 1955 pasca kesuksesannya menangkapi seluruh kelompok triad 14K yang waktu itu merupakan kelompok triad terbesar di Hong Kong. Penangkapan kelompok 14K ini merupakan prestasi legendaris Kepolisian Hong Kong waktu itu karena sebelumnya belum pernah ada polisi yang berani mengusik kelompok yang terkenal sangat kecam tersebut.

Keberhasilan Lui Lok menciduk triad 14K, membuatnya mendapatkan respek dan hormat dari triad yang lain. Hal ini dimanfaatkan Lui Lok untuk menjalin kesepakatan dengan banyak triad. Dan berkat kesepakatan itu, Lui Lok mampu menekan tingkat kejahatan di Hong Kong di masa itu, membuat namanya semakin harum di jajaran kepolisian Hong Kong.

Ketika terjadi kerusuhan besar tanggal 10 Oktober 1956 yang dikenal dengan Kerusuhan Hong Kong 1956 (Hong Kong 156 Riots), Lui Lok mampu meredam kerusuhan itu dengan cepat berkat dukungan dari semua kelompok triad. Atas prestasinya, Lui Lok mendapat promosi dari Kepolisian Hong Kong.

Meski meraih banyak prestasi, namun tindakan korupsi yang dilakukan Lui Lok sudah bukan menjadi rahasia lagi. Sejak tahun 1962, dia sudah menjadi incaran dari ICAC dan telah beberapa kali dijebak. Meski demikian, Lui Lok terlalu licin sehingga beberapa kali selalu terhindar dari jebakan ICAC. Mengetahui gerak-geriknya semakin intens diawasi, Lui Lok memutuskan untuk pensiun dini dari kepolisian dan pada tahun 1973, dia dan keluarganya pindah ke Canada.

Setahun setelah kepindahan Lui Lok, ICAC berhasil menemukan dokumen dan bukti-bukti keterlibatan Lui Lok dalam tindak korupsi, termasuk hubungannya dengan anggota triad. Meski demikian, Lui Lok tidak pernah dipenjara dan diperkarakan karena dia telah menjadi warga negara Canada. Lui Lok meninggal tanggal 13 Mei 2010 di Vancouver, Canada akibat penyakit kanker. 

Sosok Lui Lok yang legendaris ini telah menarik minat banyak produser untuk mengangkat kisah hidupnya. Karakter Lui Lok pertama kali diadaptasi di layar lebar di film To Be Number One (1991), di mana karakternya (saat itu menggunakan nama Tiger Lui) diperani oleh Kenneth Tsang.


Karakter Lui Lok kemudian diperani oleh Andy Lau di film dwilogi Lee Rock (1991) di mana film ini meraih sukses yang luar biasa serta meraih banyak nominasi dan penghargaan di Ajang Film Hong Kong di masa itu.

Sedangkan Ng Sek Ho (1930 - 1970) adalah seorang gembong narkoba Hong Kong yang terkenal sangat kejam di era 1960 - 1970an. Lahir dari keluarga miskin di Teochew, Tiongkok, Ng Sek Ho muda mencoba mengadu nasib di Hong Kong. Selama di Hong Kong, dia mencoba berbagai pekerjaan, tetapi semuanya tidak mendapatkan hasil yang baik. Kehidupannya mulai berubah membaik setelah dia bergabung dengan kelompok triad Tiongkok yang sering berseteru dengan kelompok-kelompok triad Hong Kong.
Ng Sek Ho / Limpy Ho (吳錫豪)
Ng Sek Ho kemudian mendirikan triad sendiri yang beranggotakan pendatang Teochew yang tinggal di Hong Kong, yang kemudian dikenal dengan nama Triad Teochew. Awalnya kelompok ini menjalankan bisnis peredaran narkoba di wilayah Wanchai, Hong Kong. Namun karena triad ini berkembang sangat pesat, mereka memperluas wilayah bisnis mereka, bahkan sampai merampas wilayah triad lain. Hal ini membuat banyak triad lain marah dan berselisih dengan Triad Teochew. 

Dalam salah satu pertarungan antar triad, kaki Ng Sek Ho tertembak oleh salah seorang musuhnya. Akibat tembakan itu, dia menjadi pincang, sehingga dia kemudian mendapat julukan Limpy Ho (Si Pincang Ho).

Kesadisan Triad Teochew sudah berada pada kondisi yang sangat menguatirkan. Hal ini membuat polisi memusatkan perhatian mereka pada kelompok itu. Sedikit demi sedikit para anggota triad Teocheow diciduk polisi, hingga akhirnya Ng Sek Ho pun diciduk polisi.

Atas perbuatan yang dilakukannya, Ng Sek Ho akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Dia meninggal di penjara pada tahun 1970.

Sepak terjang Ng Sek Ho juga menarik perhatian para produser Hong Kong yang kemudian mengangkat kisah hidupnya dalam film To Be Number One (1991). Di film ini, nama karakternya diubah menjadi Crippled Ho dan diperani oleh Ray Lui. Berkat perannya sebagai Crippled Ho, Ray Lui sempat mendapatkan nominasi sebagai Best Actor di ajang Hong Kong Film Awards (1991). Film To Be Number One sendiri meraih penghargaan Best Film dan Best Screenplay di ajang penghargaan yang sama.

Selain itu, film tersebut juga menjadi box-office di Hong Kong dan Tiongkok. Kesuksesan film To Be Number One kemudian menciptakan genre biografi gembong kriminal yang sangat populer di era 1990-an. Beberapa di antaranya yang cukup terkenal adalah The Greed of Man (1991), A True Mob Story (1991), Arrest the Restless (1992), dan lain-lain.



Judul TV Seri     : Strike
Ditayangkan        : BBC
Pemeran              : Tom Burke, Holliday Grainger, Logan Kerr, Killian Scott
Tanggal tayang    : 27 Agustus 2017 
Total Episode      : 7

Tidak banyak yang tahu kalau J.K Rowling - Novelis Inggris pembuat karya sukses Harry Potter - juga membuat novel dewasa bertemakan detektif. Ya, di tahun 2003 silam, Rowling menulis sebuah novel detektif berjudul The Cuckoo's Calling dan merilisnya dengan menggunakan nama samaran Robert Galbraith.

Novel itu sukses luar biasa, sehingga Rowling kemudian merilis lagi beberapa seri lanjutan The Cuckoo's Calling, dan serial tersebut dikenal para pembaca dengan nama Cormoran Strike Series (mengacu pada nama tokoh utama serial tersebut, yaitu Comoran Strike).

Atas kesuksesan novel tersebut, BBC - Inggris kemudian merilis novel tersebut menjadi serial televisi berjudul Strike. Serial yang baru tayang beberapa hari silam di jaringan televisi BBC ini mengadaptasi novel The Cuckoo's Calling dan akan dibuat sebanyak 7 episode. J.K. Rawling turut terlibat dalam pembuatan skenario serial ini, serta bertindak sebagai Produser Eksekutif untuk serial ini.

Kisah Strike diawali dengan kasus kematian misterius seorang model terkenal Inggris, Luna Landry (Elarica Johnson). Polisi menduga Luna meninggal karena bunuh diri. Tetapi John Bristow (Leo Bill) - Saudara Sepupu Luna - tidak percaya Luna bunuh diri. Karena itu, dia kemudian mengontak Cormoran Strike (Tom Burke), sahabat kakak Luna yang juga seorang detektif.

Cormoran Strike adalah mantan Pasukan Militer Special Investigation Brach (SIB) yang juga anak dari seorang penyanyi rock terkenal dari Inggris. Saat bertugas di Afganishtan, Strike terkena bom, yang menyebabkan kaki kanannya harus diamputasi. Akibatnya dia tidak dapat lagi menjalankan tugasnya. Sekembalinya di Inggris, dia membuka kantor Detektif Swasta dan menerima pekerjaan dari orang-orang yang membutuhkan bantuannya.
Ki-Ka : Robin Ellacott (Holliday Grainger) dan Cormoran Strike (Tom Burke)

Dibantu Robin Ellacott (Holliday Grainger) - karyawan magang yang kemudian menjadi asisten kepercayaan - Strike menemukan fakta kalau kematian Luna bukanlah kematian yang wajar. Selain mendapat tekanan dari Pengacara Tony Landry (Martin Shaw) - Paman Luna sekaligus pengacara salah seorang saksi mata - yang meminta Strike mundur dari penyidikan, satu-persatu saksi mata tiba-tiba mengubah laporan mereka ke polisi. Bahkan sahabat Luna - Rochelle Onifade (Tezlym Senior-Sakutu) - yang diyakini tahu betul latar belakang penyebab kematian Luna, ditemukan tewas tenggelam di air panas di bathtub dalam apartemennya.

Meski terbilang agak rumit (dan butuh konsentrasi penuh untuk memahami jalan cerita), alur cerita serial Strike terbilang cukup cepat dan tidak memberi kesempatan Penonton untuk beranjak sedetik pun dari tempat duduk. Paparan ceritanya pun sangat lugas dan mengalir dengan asyik, sehingga alur rumit tersebut tidak terasa berat, bahkan masih bisa diikuti.


ABOUT "CORMORAN STRIKE"
Setelah menuntaskan penulisan Harry Potter, J.K. Rowling diam-diam melanjutkan penulisan novel bertema detektif. Proyek penulisan novel detektif itu diduga dimulai sejak tahun 2007, ketika istri Novelis Ian Rankin tidak sengaja memergoki Rowling sedang berada di sebuah kafe membaca buku-buku referensi bertema detektif. Kebetulan saat itu sedang berlangsung Edinburg Book Festival.

Sontak saat itu langsung beredar gosip yang menyebutkan novel J.K. Rowling berikutnya adalah novel bertema detektif. Banyak wartawan yang memburu Rowling dan menanyakan kebenaran kabar itu. Tetapi Rowling bungkam.
J.K. Rowling

Tahun 2013, Penerbit Little Horse menerbitkan novel berjudul The Cuckoo's Calling yang ditulis oleh Robert Galbraith. Little Horse menyebutkan novel tersebut merupakan novel debut Galbraith, yang merupakan "penulis baru". Dalam waktu singkat novel tersebut terjual sebanyak 1,500 kopi. 

India Knight, Penulis dan Kolumnis The Sunday Times mencurigai kalau Robert Galbraith adalah J.K. Rowling. Hal ini dikarenakan Galbraith dan Rowling berasal dari Agensi yang sama. Dia kemudian mengirimkan novel tersebut kepada Ahli Liguistik dan membandingkannya dengan novel Harry Potter yang pernah dibuat Rowling. Hasilnya : gaya tulisan dan bahasa Galbraith memiliki kemiripan yang sangat signifikan dengan tulisan Rowling.

Pada bulan Juli 2013, J.K. Rowling akhirnya secara resmi mengungkapkan kalau Robert Galbraith adalah dirinya. Tujuan penggunaan nama samaran tersebut sengaja dilakukannya untuk membedakan antara tulisannya untuk anak-anak (menggunakan nama aslinya) dengan tulisan untuk dewasa (menggunakan nama samaran).

Pasca berita itu, penjualan The Cuckoo's Calling langsung naik 4000% menjadi 140,000 kopi, dan terus meningkat hingga hari ini.

Robert Galbraith merupakan nama yang diambil J.K. Rowling dari nama Robert Kennedy - Politikus yang dianggap Rowling sebagai "pahlawannya" - serta nama Ella Galbraith, tokoh fiktif buatannya.

Hingga saat ini, petualangan Cormoran Strike telah dibuat sebanyak 4 seri. Seri pertama The Cuckoo's Calling dirilis tanggal 4 April 2013 dan menjadi salah satu novel terlaris di Inggris di masa itu. Novel ini juga meraih penghargaan Best Mystery / Thriller Book di Ajang Penghargaan Los Angeles Times Book Prize (2013), dan kini sedang diadaptasi BBC sebagai mini seri televisi.

Seri berikutnya, The Silkworm dirilis 19 Juni 2014. Sama seperti seri sebelumnya, novel ini pun meraih kesuksesan yang sama. Bahkan novel ini telah direncanakan akan juga menjadi bagian dari serial Strike yang sedang diproduksi BBC saat ini.

Seri ketiga petualangan Cormoran Strike adalah Career of Evil yang dirilis 22 Oktober 2015. Selain sukses secara finansial, novel ini pun masuk nominasi "Best Crime Novel of the Year" di ajang penghargaan Theakston Old Pecullier. Dan sama seperti novel sebelumnya, Career of Evil pun akan menjadi bagian dari serial televisi Strike.

Dan seri keempat Cormoran Strike akan berjudul Lethal White. Rowling sendiri belum mengungkapkan kapan novel tersebut akan dirilis.




Terlepas dari Keyakinan dan Agama, banyak orang yang mempercayai kalau Manusia bukanlah satu-satunya mahluk hidup yang tinggal di alam semesta. Dengan milyaran galaksi dan bintang - berdasarkan Data yang diperoleh dari Stasiun Antariksa Kepler tanggal 4 November 2013, ditemukan ada 40 milyar planet seukuran bumi yang memiliki kondisi alam yang sangat mirip bumi dan dapat ditinggali manusia - dapat dipastikan kalau bumi bukanlah satu-satunya planet yang dapat ditinggali dan ada mahluk lain yang hidup di alam semesta selain manusia.

Sejak abad 19, para ahli telah melakukan penelitian untuk menemukan keberadaan mahluk asing. Dengan ditemukan banyaknya bukti keberadaan mahluk itu di ruang angkasa, penelitian dilakukan semakin intens. Bahkan sejak tahun 1971 saat NASA mendirikan Search for Extra-Terrestrial Inteligence (SETI) - yang merupakan kelompok peneliti untuk mengungkap keberadaan mahluk lain di ruang angkasa - penelitian manusia sudah diarahkan pada upaya untuk menjalin komunikasi dengan mahluk ruang angkasa tersebut.

Meski komunikasi tersebut sudah mendapat respon, namun belum ada tindak lanjut yang menunjukkan adanya komunikasi yang lebih intens lagi dengan mahluk ruang angkasa. Dengan hasil ini, para ahli sangat optimis kalau satu hari kelak, manusia dapat berkomunikasi dengan mahluk ruang angkasa.

Usaha berkomunikasi dan berhubungan dengan mahluk ruang angkasa telah menjadi inspirasi banyak film Hollywood sejak lama. Ada beberapa film klasik dan memorabel yang menampilkan usaha manusia untuk menjalin komunikasi tersebut. Ada yang digambarkan berhasil dengan baik, namun tidak sedikit yang digambarkan "terlalu ekstrim", seolah-olah kontak yang dilakukan justru berdampak buruk pada kehidupan manusia.  Ya... namanya juga film, tentu saja yang ingin ditampilkan adalah hal yang "menghebohkan". Kalau datar-datar saja, pasti ga ada yang mau nonton. 

Berikut ini saya tampilkan 10 film terbaik yang mengisahkan tentang usaha manusia untuk menjalin kontak dengan mahluk ruang angkasa.

1. CONTACT (1997)
Sutradara        : Robert Zemeckis
Pemeran         : Jodie Foster, Matthew McConaughey, James Woods

Contact merupakan salah satu film klasik terbaik yang menampilkan usaha manusia untuk berkomunikasi dengan mahluk ruang angkasa. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Carl Sagan, film ini mengisahkan tetnang Dr. Eleanor "Ellie" Arroway (Foster), seorang ilmuan SETI yang menemukan bukti adanya kehidupan di ruang angkasa. Ketika dia ingin menindak-lanjuti temuan tersebut, Pemerintah justru menarik dana penelitian SETI.

Ellie tidak putus asa. Dia dan beberapa rekannya membuat mesin komunikasi. Namun mesin itu kemudian diledakkan seorang Pengikut Agama Fanatik, dan menewaskan beberapa orang peneliti. Meski sudah dihancurkan, mesin itu ternyata ada jenis keduanya yang dibuat di Jepang. Dengan mesin itu, Ellie kemudian berangkat ke ruang angkasa untuk menemui para mahluk asing dan berkomunikasi dengan mereka.

Film ini tidak saja sukses secara komersial, tetapi juga menerima banyak pujian dari kritikus film dunia. Selain itu, berbagai penghargaan internasional pun diraih film ini, dan membuatnya menjadi "Film paling penting dalam sejarah yang pernah dibuat".



2. ARRIVAL (2016)
Sutradara            : Denis Villeneuve
Pemeran             : Amy Adams, Jeremy Renner, Forest Whitaker

Film yang merupakan adaptasi dari cerita pendek "Story of Your Life" karya Ted Chiang (1998) ini merupakan salah satu film penting lainnya yang menampilkan usaha manusia berkomunikasi dengan mahluk ruang angkasa.

Linguis (Ahli Bahasa) Louise Banks (diperani Amy Adams) adalah seorang dosen yang bekerja di Universitas Massachusetts, di mana satu hari dia mendapati 12 pesawat antariksa dari luar bumi tiba-tiba muncul dan bertengger di 12 negara di seluruh dunia. Menyadari akan bahaya yang mengancam, Komandan G.T. Weber (Whitaker) meminta bantuan Louise untuk menjadi penerjemah bahasa mahluk ruang angkasa tersebut. Komandan Weber juga mengundang Ahli Fisika Ian Donnelly untuk mencari tahu tujuan kedatangan mahluk ruang angkasa tersebut.

Dalam komunikasi yang terjadi, Louise mengetahui kalau mahluk tersebut meminta bantuan manusia untuk mencarikan mereka sebuah "alat". Namun sebelum Louise mengetahui lebih dalam tentang permintaan mahluk itu, sekelompok tentara meledakkan pesawat mahluk tersebut. Pasca peledakan tersebut, negara China, Rusia, Pakistan, dan Sudan mengancam para mahluk untuk segera meninggalkan bumi. Jika tidak, maka mereka akan dihancurkan.

Louise tahu kalau kehadiran para mahluk itu di bumi justru berusaha menolong manusia. Karena itu dia harus bekerja cepat untuk mengetahui apa sebenarnya yang diinginkan mahluk itu, dan bagaimana hal itu dapat menolong kemudian umat manusia.

Film yang dibuat dengan dana US$ 47 juta ini, berhasil meraih keuntungan sebesar US$ 203 juta. Selain itu, film ini pun mendapatkan banjir pujian serta penghargaan internasional di bidang film. Banyak kritikus pun memuji akting Amy Adams yang sangat baik dalam film ini. Tidak hanya sampai di sana, para kritikus pun secara umum memuji film Arrival sebagai "The Best Movie of 2016".



3. CLOSE ENCOUNTER OF THIRD KIND (1977)
Sutradara          : Steven Spielberg
Pemeran           : Richard Dreyfuss, Melinda Dillion, Teri Garr, Bob Balaban

Bicara tentang film bertema usaha manusia berkomunikasi dengan mahluk ruang angkasa, tentu tidak akan lepas dari "Ibu dari Semua Film Fiksi Ilmiah" karya Sutradara Steven Spielberg ini.

Sejak ditayangkan hingga hari ini, Close Encounters of the Third Kind telah menjadi film fiksi-ilmiah yang selalu mendapat pujian dari para kritikus. Setiap film yang mengangkat tema tentang kontak manusia dengan mahluk ruang angkasa, akan selalu dibanding-bandingkan dengan film ini. Dan sejauh ini, tidak banyak film bertema sama yang mampu melampaui kualitas film ini.

Close Encounters of Third Kind mengisahkan tentang munculnya serangkaian kejadian misterius yang berhubungan dengan piring terbang dari ruang angkasa. Dimulai dari kemunculan pesawat Flight 19 milik Skuadron Udara TBM Avengers yang sebelumnya telah menghilang selama 30 tahun. Lalu timbunya anomali listrik yang terjadi di Indianapolis sehingga menyebabkan lampu lalu-lintas mengalami gangguan. Puncaknya, muncul penampakan piring terbang ruang angkasa yang terbang sangat rendah dan nyaris menyebabkan kecelakaan lalu-lintas.

Claude Lacombe (Francois Truffaut) - Ilmuan dari Perancis - dan asistennya, David Laughlin (Bob Balaban), bersama para penyidik dari negara lain melakukan investigasi terhadap misteri penampakan mahluk ruang angkasa tersebut. Penyidikan mereka mengungkap fakta kalau mahluk ruang angkasa tersebut sepertinya sedang berusaha berkomunikasi dengan manusia. Hal ini ditandai dengan kemunculan mereka yang dibarengi dengan suara tertentu yang terdengar seperti intonasi musik di skala Mayor.

Belakangan para ilmuan mengetahui kalau suara tersebut merupakan koordinat yang mengarah pada Devils Tower (Bear Lodge Butte), sebuah susunan batu peninggalan zaman Lakolitik yang terletak di wilayah Wyoming, di atas Sungah Belle Fourche. Dan ketika para ilmuan - bersama pasukan militer Amerika Serikat - mendatangi tempat itu, terungkaplah alasan sebenarnya para mahluk ruang angkasa tersebut ingin berkomunikasi dengan manusia.

Dibuat dengan dana yang cukup murah kala itu (sekitar US$ 20 juta), film ini meraih keuntungan finansial hingga US$ 337 juta. Ditambah lagi film ini meraih berbagai penghargaan internasional. Bahkan United States Library of Congress menyatakan film ini sebagai film bersejarah terbaik secara "kultural, sejarah, dan estetika".

Selain itu, film ini berada di peringkat kelima dalam daftar Best in Film : The Greatest Movies of Our Time versi Jaringan Televisi ABC (tahun 2011).

film Close Encounters of Third Kind juga sering dijadikan bahan referensi film-film fiksi ilmiah masa kini. Beberapa di antaranya adalah Moonraker (1979) dan serial televisi "The X-Files".



4. 2001 : A SPACE ODYSSEY (1968)
Sutradara              : Stanley Kubrick
Pemeran               :  Gary Lockwood, William Sylvester, Douglas Rain, Daniel Richter

Ini adalah film epik yang sangat legendaris. Diadaptas dari cerita pendek "The Sentinel" karya Arthur C. Clarke, film berdurasi sangat panjang ini (161 menit) mengisahkan tentang penemuan sebuah batu monolith hitam misterius di ruang angkasa. Dari penelusuran para ahli, ternyata batu tersebut merupakan jawaban dari evolusi manusia selama ini.

Sempat meraih 4 nominasi Academy Awards - dan hanya meraih 1 penghargaan untuk kategori Visual Efek Terbaik - film ini dipuji para kritikus sebagai "The Greatest and Most Influential Film Ever Made". Film ini pun terpilih sebagai Film Konservasi dalam National Film Registry.

Meski mendapatkan berbagai pujian dan penghargaan, namun saat pertama kali dirilis, banyak penonton yang mengkritisi film 2001 : A Space Odyssey karena alur ceritanya yang sangat lambat. Terlalu banyak adegan yang dibuat bertele-tele dan lambat, membuat film ini terasa sangat membosankan, terlebih durasinya yang sangat panjang (hampir 3 jam) dan merupakan durasi yang sagnat tidak lazim di masa itu. Meski demikian, perlahan tapi pasti, film ini mendapat apresiasi para kritikus film, dan akhirnya kini telah menjadi Film Legendaris yang dipuji banyak orang, serta menjadi bahan referensi Mahasiswa Jurusan Film.



5. COCOON (1985)
Sutradara            : Ron Howard
Pemeran             : Don Ameche, Wilford Brimley, Hume Cronyn, Brian Dennehy

Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya David Saperstein ini merupakan salah satu film penting lain yang mengupas tentang kontak manusia dan mahluk ruang angkasa. Berbeda dengan film fiksi ilmiah bertema sejenis pada umumnya yang menampilkan para ilmuan sebagai pihak yang berinisiatif melakukan kontak, maka film Cocoon justru menampilkan para orang tua berusia di atas 60 tahunlah yang melakukan inisiatif kontak tersebut.

Dikisahkan 10,000 tahun silam, mahluk ruang angkasa dari Planet Antarean mendarat di bumi dan tinggal di Benua  Atlantis. Ketika pulau tersebut tenggelam, terdapat 20 mahluk Antarean yang tertinggal dan "membeku" dalam kepompong besar. Kepompong itu pun ikut tenggelam bersama Benua Atlantis.

Kini para mahluk Antarean kembali lagi ke bumi untuk mengambil 20 orang temannya tersebut. Mereka pun menyamar menjadi manusia agar tidak mengundang kecurigaan. Namun kehadiran mahluk Antarean itu kemudian diketahui oleh para penghuni Panti Jompo Sunny Shores, setelah tiga orang di antara mereka menjadi muda kembali setelah berenang di sungai yang terletak di belakang Panti Jompo tersebut.

Setelah mengetahui tujuan kedatangan mahluk Antarean, para penghuni Panti Jompo pun membantu mencari kepompong tersebut, yang ternyata berada di dasar sungai di belakang tempa tinggal mereka.

Film ini meraih respon yang sangat positif dari para penonton dan kritikus. Selain memuji ide cerita yang sangat brilian, film ini pun menampilkan para aktor senior yang semuanya sudah berusia di atas 60 tahun. Film ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa, karena belum pernah sebelumnya ada film yang semua pemerannya adalah aktor dan aktris berusia lanjut.

Selain menjadi film box-office di tahun 1985, film ini pun meraih banyak penghargaan bergengsi di ajang penghargaan bergengsi internasional.


6. SIGNS (2002)
Sutradara           : M. Night Shyamalan
Pemeran            : Mel Gibson, Joaquin Phoenix, Rory Culkin, Abigail Breslin

M. Night Shyamalan adalah Sutradara keturunan India yang sangat terkenal karena film-filmnya yang menggunakan alur yang sangat lambat, namun selalu penuh kejutan di akhir cerita. Banyak penonton yang menyukai gaya Penyutradaraan Shyamalan ini, sehingga gaya ini terus dipertahankan dan menjadi ciri khas film Shyamalan hingga hari ini.

Salah satu film Shyamalan - yang juga merupakan film legenda - adalah film ini.

Signs mengisahkan tentang Graham Hess (Mel Gibson), seorang mantan Pendeta yang tinggal di sebuah desa terpencil di wilayah Doylestown, Pennsylvania. Satu ketika, Graham menemukan adanya bentuk lingkaran raksasa yang terukir di atas ladang gandumnya, dan perilaku hewan peliharaannya berubah. Ketika Graham menyidiki perihal lingkaran tersebut, dia menyadari ada sosok tinggi misterius yang diam-diam mengawasi dirinya dari kejauhan.


Menyadari dirinya dan keluarganya terancam bahaya, Graham pun mempersiapkan diri untuk menghadapi sosok misterius tersebut.

Meski banyak pengamat film yang menilai film Shyamalan ini kurang greget dibandingkan film-film sebelumnya, tetapi hal itu tidak mempengaruhi penghasilan yang diperoleh Shyamalan dari film ini. Film Signs meraih keuntungan finansial US$ 409 juta (dibuat dengan dana US$ 70 juta. Selain itu, film ini pun masuk dalam daftar 100 Scariest Movie Moments versi Majalah Bravo (2004).



7. INDEPENDENCE DAYS (1996)
Sutradara            : Roland Emmerich
Pemeran             : Will Smith, Bill Pullman, Jeff Goldblum, Judd Hirsch

Satu lagi film super-keren yang legendaris banget yang mengangkat tema tentang komunikasi manusia dan mahluk ruang angkasa. Berbeda dengan film-film kebanyakan di mana komunikasi tersebut ditampilkan berjalan dengan baik, maka di film ini justru digambarkan niat baik manusia untuk berkomunikasi tersebut justru disambut dengan penyerangan dan rencana menguasai dunia.

Dikisahkan puluhan tahun silam, manusia pernah mengirimkan sinyal dan salam perdamaian ke ruang angkasa, dengan harapan untuk membuka komunikasi dengan mahluk ruang angkasa. Pada tanggal 2 Juli 1996, setelah menunggu cukup lama, akhirnya bumi mendapat respon dari mahluk ruang angkasa. Dan respon itu berupa munculnya serangkaian Kapal Induk Mahluk Ruang Angkasa yang mendatangi negara-negara besar di bumi.

Sebelum manusia mengetahui apa yang terjadi, tiba-tiba kapal tersebut menembakkan sinar penghancur dan membumi-hanguskan kota-kota besar di dunia. Beberapa negara berusaha melawan, namun mereka tidak mampu menembus perisai pelindung kapal induk tersebut. Sebaliknya, kehancuran semakin besar, membuat manusia harus melarikan diri dan bersembunyi.

Presiden Amerika Serikat Thomas J. Whitmore (Bill Pullman) - dibantu Kapten Pilot Steven Hiller (Will Smith) dan Ilmuan David Levinson (Jeff Goldblum) - bersatu untuk mencari celah untuk mengalahkan mahluk ruang angkasa tersebut. Meski harus menghadapi perang yang tidak seimbang, mereka akhirnya mampu menemukan titik-lemah kapal induk tersebut dan menghancurkannya.

Film ini menjadi salah satu film eksyen paling sukses di tahun 1996 dan menjadi film yang sangat memorabel di masa itu. Salah satu adegan paling dramatis yang ditampilkan Emmerich adalah adegan hancurnya Gedung Putih akibat tembakan sinar penghancur yang disemburkan Kapal Induk Mahluk Ruang Angkasa.

Dibuat dengan dana US$ 70 juta, film ini mampu meraup keuntungan finansial hingga US$ 817 juta, dan pada tahun 2016, film ini berada di urutan 55 sebagai Film Berpenghasilan Terbesar Sepanjang Masa.

Pada tahun 2016, untuk memperingati 20 tahun kesuksesan film ini, sekuel film ini - berjudul Independence Day : Resurgence - dirilis. Meski tidak mampu melebihi kesuksesan seri pertamanya, namun film tersebut juga meraih kesuksesan yang cukup baik.


8. THE DAY THE EARTH STOOD STILL (1951)
Sutradara            : Robert Wise
Pemeran             : Michael Rennie, Patricia Neal, Billy Gray, Hugh Marlowe, Sam Jaffe

Film ini pun merupakan salah satu film legendaris dan merupakan film awal yang cukup sukses mengangkat tema kontak manusia dengan mahluk ruang angkasa. Diadaptasi dari cerita pendek fiksi-ilmiah karya Harry Bates berjudul "Farewell to the Master", film ini mengisahkan tentang kemunculan sebuah piring terbang yang kemudian mendarat di kota Washington DC. Pengendara pesawat tersebut adalah sebuah Humanoid (manusia setengah robot) bernama Klaatu (Michael Rennie) yang ditemani oleh robot penjaganya, Gort (Lock Martin).

Mereka mendatangi bumi dengan tujuan perdamaian sekaligus ingin meneliti cara hidup manusia bumi. Meski demikian, manusia bumi tidak dapat menerima Klaatu begitu saja, karena kuatir dengan adanya rencana jahat di balik kedatangannya.

Klaatu kemudian mengungkapkan tujuan sebenarnya, yaitu menghendaki manusia untuk menghentikan pengembangan Senjata Atom yang merupakan senjata massal yang dapat membahayakan hidup mahluk hidup di galaksi. Apabila rencana itu diteruskan, maka bangsanya dari planet ruang angkasa akan menghabisi penduduk bumi.

Banyak pro-kontra bermunculan saat film ini dirilis. Salah satunya adalah sosok Klaatu yang disamakan dengan sosok Yesus Kristus. Hal ini dikarenakan banyaknya konteks Alkitab Kristiani yang dimasukkan dalam film ini, seperti misalnya pernyataan Klaatu yang menyebutkan kekuatan yang dimilikinya adalah "kekuatan yang diperoleh dari Roh Kudus".

Lalu ada pula adegan di mana saat Klaatu melarikan dari dari rumah sakit, dia mencuri pakaian dengan badge nama "Carpenter" (Carpenter = tukang kayu; pekerjaan mula-mula Yesus Kristus) dan mengaku bernama John Carpenter (inisial namanya sama dengan Yesus Kristus / Jesus Christ). Juga ada adegan di mana Klaatu menghidupkan orang mati dan mengatakan memiliki murid bernama "Yohanes".

Robert Wise sendiri tidak menanggapi kontroversi tentang hal itu, dan hanya menyebutkan kalau semua hal tersebut hanyalah metafora yang "kebetulan saja" sama dengan apa yang tertuang di Alkitab tentang Yesus Kristus.



9. THE ARRIVAL (1996)
Sutradara              : David Twohy
Pemeran                : Charlie Sheen, Lindsay Crouse, Ron Solver, Teri Polo

Meski memiliki judul yang mirip dengan film yang dirilis tahun 2016 serta diperani Amy Adams dan Jeremy Renner, namun kedua film itu memiliki cerita yang sama sekali berbeda dan tidak berhubungan. Meski sama-sama mengangkat tema tentang usaha komunikasi manusia dengan mahluk ruang angkasa, tetapi film ini lebih menekankan pada teori konspirasi dan politik.

Zane Zaminsky (Charlie Sheen) adalah seorang Penyidik Gelombang Radio Astronomi yang bekerja di SETI. Satu ketika dia mendapatkan sebuah sinyal radio dari Wolf 336 - sebuah bintang yang berjarak 14 Tahun Cahaya dari bumi - yang ditangkap oleh satelit SETI. Ketika Zane melaporkan hal ini pada atasannya, dia justru disuruh menghentikan penelitiannya dan disingkirkan dari pekerjaannya. Ketika Zane mendapatkannya sinyal misterius dari Wolf 336 kembali, dia menceritakan temuannya pada rekan kerjanya, Calvin (Richard Schiff). Namun beberapa hari kemudian, Calvin meninggal dengan cara yang misterius.

Kematian Calvin itu menimbulkan kecurigaan Zane yang kemudian menyidiki lebih dalam tentang misteri sinyal tersebut. Bersama Klimatologi Ilana Green (Lindsay Crouse), mereka berhasil menemukan kalau selama ini Pemerintah Amerika Serikat sedang bekerja sama dengan mahluk ruang angkasa untuk membangun basis tempur. Dan mahluk tersebut berencana untuk menguasai manusia dengan cara menginfiltrasi manusia serta mengendalikan mereka.

Meski pendapatan film ini kurang memuaskan, namun film ini sangat populer di luar Amerika Serikat, terutama di Asia. Alasan utama kesuksesan film ini adalah karena kepopuleran Charlie Sheen kala itu masih sangat tinggi di kawasan tersebut. Selain itu, banyak kritikus yang memuji The Arrival sebagai film yang sangat "stylish dan inovatif karena menawarkan cerita fiksi-ilmiah yang lebih baik dari sekedar mengedepankan tema  invasi mahluk ruang angkasa ke bumi".



10. THE FOURTH KIND (2009)
Sutradara              : Olatunde Osunsanmi
Pemeran               : Milla Jovovich, Elias Koteas, Corey Johnson, Will Patton

Berbeda dengan film-film yang sudah saya ulas di awal, maka film ini merupakan film berbentuk "mockumentary" (film dokumentasi yang sengaja dibuat / bukan berdasarkan kejadian sebenarnya). Meski merupakan "mockumentary" namun film ini mengangkat kisah nyata kehidupan dari Psikolog Dr. Abigail Emily "Abbey" Tyler yang pernah mengalami penculikan yang dilakukan oleh mahluk ruang angkasa.

Diceritakan kalau Dr. Abigail Emily Tyler (Milla Jovovich) mendapat undangan mengikuti wawancara di Chapman University. Wawancara tersebut berkenaan dengan kejadian perjumpaannya dengan mahluk ruang angkasa di Nome, Alaska, pada bulan Oktober 2000.

Selanjutnya sepanjang film menampilkan serangkaian adegan dramatisasi (bukan kejadian sebenarnya) yang digabungkan dengan video kejadian nyata yang pernah direkam oleh Dr. Tyler. Dikisahkan kemudian kalau sebelumnya Dr Tyler pernah menghadapi 3 orang klien yang tanpa sadar telah membunuh keluarganya sendiri. Ketika melakukan hipnotis, Dr Tyler menemukan sebelum melakukan pembunuhan, ketiga kliennya pernah diculik oleh mahluk asing. Hal ini diketahui dari suara dan penggalan kalimat yang diingat para kliennya, di mana kalimat itu bukan berasal dari bahasa manusia yang ada di dunia.

Sementara itu, dari penyelidikan polisi, ditemukan kalau Dr Tyler sendiri pernah membunuh keluarganya sendiri, dan dia tidak mengetahuinya. Dan lewat rekaman CCTV ditemukan fakta kalau Dr Tyler sendiri pernah diculik oleh mahluk ruang angkasa.


Dan sebagai bonus .....

11. THE X-FILES (1993 - 2002; 2016 - onward)
Kreator               : Chris Carter
Pemeran             : David Duchovny, Gillian Anderson, Mitch Pilleggi

Bicara film bertemakan kontak manusia dengan mahluk ruang angkasa, tidak akan afdol jika tidak menyertakan The X-Files. Ya, inilah serial televisi paling populer sepanjang masa yang mengangkat tema utama tentang pertemuan manusia dengan mahluk ruang angkasa. Serial yang telah memasuki Season 11 - dan akan tayang tahun 2018 mendatang - ini secara umum mengisahkan tentang Fox Mulder (Duchovny), seorang mantan Petugas FBI yang ditempatkan di sebuah divisi bernama Divisi X-Files yang bertugas meneliti kasus-kasus misterius yang tidak dapat dijelaskan dengan akal sehat, terutama kasus-kasus yang berhubungan dengan Mahluk Ruang Angkasa.

Meskipun X-Files sering dicibir sebagai Divisi yang "tidak berguna", tetapi Mulder sangat serius dalam menangani kasus-kasus yang masuk ke divisinya. Hal ini dikarenakan semasa kecilnya, dia pernah menjadi saksi penculikan adiknya - Samantha Fox - yang dilakukan oleh Mahluk Ruang Angkasa. Karena itu, dia bersumpah untuk menemukan adiknya tersebut.

Dalam menjalankan tugasnya, Mulder ditemani pasangan kerjanya - Dana Scully (Anderson) - seorang dokter yang berpikiran sangat logis. Meski awalnya dia ditugaskan FBI untuk mengawasi pekerjaan Mulder dan mencari celah kesalahan Mulder agar dia bisa dipecat, dan Divisi X-Files bisa ditutup, namun Scully kemudian menyadari kalau apa yang dikerjakan Mulder bukan hal yang sederhana. Terlebih dalam beberapa kasus, pekerjaan mereka disabotase oleh Para Petinggi Negara. Hal ini membuat Dana segera sadar kalau apa yang mereka selidiki ternyata merupakan konspirasi besar yang melihatkan banyak Pejabat Negara. Dan apa yang dilakukan Mulder sudah tepat serta nyaris membuka semua rahasia tersebut. Itulah mengapa banyak orang yang sangat ingin menutup Divisi X-Files dan membungkam Mulder.

Di tengah tekanan yang hebat dari para Petinggi Negara, Mulder dan Dana kemudian mendapat dukungan dari Asisten Direktur FBI Walter Skinner (Mitch Pileggi). Meski awalnya tampak selalu menghalang-halangi serta mempersempit ruang gerak Mulder dan Scully, tetapi belakangan dia justru mendukung kedua bawahannya tersebut. Bahkan dia rela mempertaruhkan jabatan dan nyawanya demi melindungi Mulder dan Scully.

Kisah konspirasi Pemerintah dan mahluk ruang angkasa ini sangat mendebarkan sehingga berhasil menyihir penonton selama lebih dari 1 dekade. Sudah tidak terhitung jumlah penghargaan yang diraih serial ini. Bahkan ketika serial ini selesai tayang di tahun 2002 (Season 9), banyak penonton kecewa dan meminta serial ini dihidupkan kembali. Butuh waktu 14 tahun untuk bisa mengobati kekecewaan penonton tersebut.

Tahun 2016, The X-Files diproduksi kembali dengan melanjutkan kisah yang ditinggalkan di season sebelumnya. Meski sudah cukup lama, namun animo penonton lama tidak berkurang. Malah muncul penonton baru yang penasaran dengan kesuksesan The X-Files di masa lalu. Hal ini menyebabkan The X-Files versi 2016 (yang juga disebut The X-Files Season 10) menjadi sangat sukses.

The X-Files : The Movie (1998)
Kesuksesan ini mendorong Chris Carter, Produser dan Kreator serial ini, memutuskan untuk merilis Season selanjutnya yang akan tayang tahun 2018 mendatang.

The X-Files : I Want To Believe (2008)

Selain dirilis dalam bentuk serial televisi, The X-Files juga pernah dirilis dalam bentuk film layar lebar. Hingga hari ini sudah ada 2 film layar lebar The X-Files yang dibuat : The X-Files : The Movie (1998) dan The X-Fles : I Want to Believe (2008).




OlderStories Home