Banyak serial televisi Hollywood keren yang ditayangkan di televisi Amerika Serikat. Sebagian dari kita juga adalah penggemar serial tersebut dan berkesempatan menontonnya secara streaming. Sayang, tahun ini akan menjadi tahun terakhir bagi serial-serial keren tersebut menghibur kita. Meski alur ceritanya masih menarik untuk diikuti, namun karena rating yang terus menurun, ditambah lagi biaya produksi yang makin mahal, maka produksi serial tersebut harus dihentikan.

Sangat disayangkan. Tapi apa mau dikata? Meski para fans protes, tetapi keputusan produser serial tersebut sudah bulat.

Buat Anda yang suka menonton serial televisi Hollywood, berikut ini adalah 10 serial televisi keren yang masa tayangnya terpaksa berakhir tahun ini. Serial apa saja ya?

1.SCORPION
Serial pertama yang perjalanan harus berakhir tahun ini adalah Scorpion. Serial produksi CBS bergenre drama-eksyen ini merupakan adaptasi dari kisah nyata ahli komputer Walter O'Brien, pendiri Scorpion Computer Services Inc, yang membantu FBI dalam melacak pelaku peledakan bom di acara Boston Marathon (2013). Berkat teknologi yang diciptakannya, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku bom tersebut.

Serial ini mengisahkan tentang Walter O'Brien (diperani Elyes Gabel) bersama timnya bekerja sama untuk membantu polisi memecahkan masalah yang sangat kompleks untuk menyelamatkan jiwa banyak orang.

Serial Scorpion tayang perdana di CBS tanggal 22 September 2014 dan segera meraih penonton yang cukup banyak. Season pertama ditonton lebih dari 13.63 juta penonton. Selain ditonton di televisi, Scorpion pun tercatat sebagai serial televisi produksi CBS yang paling banyak ditonton via-streaming.

Sayang, meski penontonnya cukup banyak, namun CBS akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi serial Scorpion setelah serial ini mengalami penurunan penonton di Season Ketiga. Di season tersebut, total penonton yang menyaksikan serial ini tinggal 10 juta penonton. Melihat penurunan penonotn yang signifikan, maka CBS memutuskan penghentian tersebut.

Season Keempat Scorpion terakhir tayang 16 April 2017 dan merupakan episode ke-93 dari total 4 Season.



2. QUANTICO
Quantico adalah drama-thriller produksi ABC yang sangat keren. Serial ini menggaet aktris India Priyanka Chopra sebagai pemeran utama. Di serial ini Chopra berperan sebagai Alex Parrish, seorang anggota FBI yang baru bergabung di FBI dan menjadi tersangka utama dalam kasus serangan teroris di Terminal Grand Central.

Serial ini terbilang unik karena menampilkan 2 alur yang berjalan pararel : alur kejadian masa kini (di mana Parrish berusaha membuktikan ketidak-bersalahannya dalam kasus serangan teroris tersebut) dan kejadian masa lalu (saat Parrish baru baru diterima FBI dan menjalani pelatihan di Akademi FBI di Quantico).

Serial ini tidak saja mengangkat nama Chopra ke dunia internasional (serial Quantico merupakan pengalaman pertama Chopra bermain di film bertaraf internasional), namun juga membuahkan penghargaan Favorite Actress di ajang New TV Series (2016) dan Favorite Dramatic TV Actress di Ajang People's Choice Award. Penghargaan ini merupakan penghargaan pertama yang diterima oleh artis dari Asia Selatan.

Sayangnya, meski serial ini cukup sukses dan meraih banyak penghargaan, tapi jumlah penontonnya terus menurun. Pada Season Pertama, serial ini berhasil menarik 7.14 juta penonton setiap episodenya. Namun memasuki Season Kedua, penontonnya menurun hingga rata-rata hanya meraup 2.72 juta penonton.

Ketika Season Ketiga tidak menampakkan penambahan penonton yang cukup baik, ABC akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi Season Ketiga. Saat ini Season Ketiga Quantico masih tayang sejak 26 April 2018 dan akan berakhir bulan September 2018.

Keputusan penghentian produksi Quantico jelas mengecewakan banyak penonton, terutama penonton di luar Amerika Serikat. Ditengarai para penggemar Quantico di luar Amerika - terutama Australia, Kanada, Perancis, dan India - jauh lebih banyak daripada di dalam Amerika sendiri. Jadi sangat disayangkan jika serial keren ini harus berakhir hanya lantaran penonton di Amerika Serikat tidak mengapresiasinya.



3. DESIGNATED SURVIVOR
Serial televisi bertema drama-politik karya David Guggenheim ini ditayangkan di jaringan televisi ABC tanggal 14 Desember 2015. Serial yang diperani Kiefer Sutherland ini segera meraih kesuksesan yang luar biasa. Selain ditonton lebih dari 10 juta orang per-episodenya, serial ini juga memenangi berbagai penghargaan bergengsi, terutama TV Guide (Most Exciting TV Series) dan Critic's Choice Television Awards (kategori Most Exciting New Series).

Serial ini mengisahkan tentang Thomas Kirkman (Kiefer Sutherland) - Sekretaris Negara Amerika Serikat - menjadi satu-satunya pejabat pemerintah Amerika yang masih hidup (designated survivor) setelah Presiden dan semua menterinya meninggal dalam sebuah aksi bom. Setelah dilantik menjadi Presiden, Kirkman baru menyadari kalau ada konspirasi tingkat tinggi yang mengancam nyawanya serta kestabilan negara.

Meski Season Pertama sempat meraih kesuksesan yang luar biasa, namun memasuki Season Kedua, serial ini mengalami penurunan rating yang sangat signifikan. Meski skenario telah mengalami perubahan, namun Season Kedua tidak tertolong. Rata-rata penonton hanya berkisar 3.9 juta penonto setiap episodenya.

Melihat hal itu, NBC akhirnya memutuskan untuk mengakhiri serial ini di Season Kedua saja. Dan episode terakhir serial ini (episode ke-43 dari total 2 Season) pun ditayangkan tanggal 27 September 2017.

Meski penayangannya sudah berakhir, tetapi diam-diam ABC saat ini sedang berdiskusi dengan Netflix untuk menghidupkan kembali serial ini. Hingga saat ini belum ada kepastian kapan Designated Survivor akan diproduksi lagi. Kita tunggu saja nanti.



4. TAKEN
Meski diadaptasi dari film trilogi terlaris di dunia, ternyata belum tentu mampu membuat serial ini berumur panjang. Taken merupakan adaptasi dari film berjudul sama yang sangat laris di tahun 2008 - 2014. Film layar lebar tersebut mengisahkan sepak-terjang Bryan Mills (diperani Liam Neeson), pensiunan CIA yang melawan para teroris.

Di versi televisi, karakter Bryan Mills diperani Clive Standen, dan mengisahkan tentang masa muda Bryan Mills sebelum kejadian di film layar lebar.

Secara rating, meski kritikus kurang menyukai serial ini, Taken terbilang memiliki penonton setia yang sangat banyak. Rata-rata episode ditonton tidak kurang dari 3 juta penonton. Sayang, sepanjang proses pembuatan serial ini, banyak konflik internal yang terjadi yang mempengaruhi proses pembuatan serial Taken. Diawali dengan mundurnya Alexander Cary - salah seorang produser serial Taken - karena perbedaan konsep produksi. Posisinya kemudian digantikan Greg Plageman.

Selanjutnya, satu-persatu artis pendukung serial ini pun mundur. Hanya Clive Standen dan Jennifer Beals saja yang menjadi dua artis pendukung yang tersisa. Dengan banyaknya masalah internal, maka NBC akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi serial ini di Season Kedua. Episode terakhir akan tayang 23 Juni 2018 mendatang.


5. LUCIFER
Serial drama-fantasi nyeleneh produksi Fox ini pertama kali ditayangkan tanggal 25 Januari 2016. Lucifer merupakan adaptasi dari komik The Sandman karya Mike Carey yang diproduksi percetakan Vertigo.

Serial ini mengisahkan tetnang Lucifer Morningstar (Tom Ellis), Sang Iblis yang bosan menjadi Pemimpin Neraka. Dia akhirnya meninggalkan tahtanya lalu hidup menjadi manusia biasa dan tinggal di Los Angeles dengan membuka sebuah klub malam bernama "Lux". Tanpa sengaja, Lucifer berkenalan dengan Detektif Chloe Decker (Lauren German) setelah mereka terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan. Lucifer kemudian memutuskan untuk membantu Chloe memecahkan kasus-kasus pembunuhan yang terjadi.

Saat pertama kali dirilis, serial Lucifer mendapat respon yang cukup positif dari penonton, meski banyak kritikus yang mengkritik alur ceritanya yang terlalu kaku lantaran mengikuti alur cerita standar investigasi polisi pada umumnya.

Memasuki Season Kedua, kritikus mulai memuji alur cerita Lucifer yang jauh lebih baik dan tidak sekaku yang pertama. Sayang, ketika jalan ceritanya sudah membaik, justru penonton mulai bosan dengan serial ini. Di Season Kedua, penonton serial ini menurun cukup signifikan. Hal ini mendorong Fox terpaksa mengurangi episode Season Kedua (dari 22 episode menjadi 18 episode), dan memindahkan 4 episode terakhir Season Kedua ke Season Ketiga.

Dan ketika hasil Season Ketiga jauh lebih buruk daripada Season Kedua, Fox akhirnya memutuskan untuk mengakhiri serial Lucifer di Season Ketiga saja. Sebelum Fox mengumumkan mengakhiri serial tersebut, Co-Produser Ildy Modrovich sempat menyebutkan kalau Fox punya rencana untuk memproduksi Season Keempat Luficer. Meski demikian, hingga episode terakhir Lucifer ditayangkan tanggal 14 Mei 2018 silam, tidak ada kelanjutan konfirmasi Fox mengenai pembuatan Season Keempat dari Lucifer.


6.  THE EXORCIST
Sekuel dari film layar lebar berjudul sama yang sempat menghebohkan di tahun 1973 ini diperani Alfonso Herrera sebagai Pastor Thomas Ortega, dan Ben Daniels sebagai Pastor Marcus Keane. Berbeda dengan film layar lebarnya, serial ini mengisahkan tentang petualangan kedua pastor itu dalam menghancurkan kekuatan iblis yang menyebar di kota di Amerika.

Serial ini tayang perdana tanggal 23 September 2016 di jaringan televisi Fox dan mendapatkan respon yang positif dari penonton, dengan rata-rata setiap episode ditonton 3.15 juta penonton setiap minggunya. Serial ini pun bahkan mendapat tanggapan yang sangat baik dari para kritikus, serta memenangi beberapa penghargaan di ajang penghargaan bergengsi.

Namun memasuki Season kedua, jumlah penonton menurun cukup signifikan, di mana rata-rata episode hanya ditonton oleh 1.9 juta penonton saja. Melihat hal ini, Fox langsung memutuskan untuk menghentikan produksi serial The Exorcist. Banyak pihak berpendapat kalau keputusan Fox terlalu terburu-buru, mengingat respon penonton masih sangat baik (meski jumlah penontonnya menurun). Meski demikian, keputusan sudah diambil, dan Fox tidak berencana mengubah keputusannya.

Serial The Exorcist telah berakhir masa penayangannya, di mana episode terakhir serial ini (Season Kedua episode 10) ditayangkan tanggal 15 Desember 2017.



7. SHADES OF BLUE
Serial televisi produksi NBC ini sangat menarik perhatian banyak orang lantaran aktris dan penyanyi Jennifer Lopez menjadi pemeran utama serial ini. Selain Lopez, artis papan atas pendukung serial ini adalah Ray Liotta, Drea de Matteo, Warren Kole, dan Vincent Laresca.

Kisah serial ini juga menarik : Lopez berperan sebagai Detektif Harlee Santos, seorang polisi korup di kesatuan NYPD Precinct ke-64, Brooklyn. Kesatuan tersebut dipimpin oleh Letnan Matt Wozniak (Ray Liotta) yang juga korup dan merupakan incaran kesatuan Anti Korupsi FBI.  Dalam satu kesempatan Santos dijebak oleh FBI dan dipaksa menjadi informan untuk mengumpulkan semua informasi yang dapat dijadikan bukti untuk membekuk Matt Wozniak. Demi menyelamatkan dirinya, Santos setuju membantu FBI. Tetapi Matt bukanlah orang bodoh, karena dia segera menyadari keterlibatan Santos dengan FBI.

Keterlibatan Jennifer Lopez dalam serial ini sedikit-banyak meningkatkan rating serial ini. Banyak kritikus memuji akting Lopez yang menawan, namun tidak menganggap serial Shades of Blue terlalu spesial, mengingat alur cerita serial ini sudah terlalu umum (ingat serial televisi The Shield dan The Wire yang sempat populer awal tahun 2000an....).  Alhasil secara rating pun serial ini tergolong biasa-biasa saja, meski penonton serial ini terbilang cukup banyak.

Pada tanggal 4 April 2018 silam, NBC mengumumkan kalau Season Ketiga Shades of Blue yang akan tayang 17 Juni 2018 mendatang akan menjadi Season Terakhir dari serial ini.



8. ASH VS EVIL DEAD
Serial komedi horor ini merupakan lanjutan dari film layar lebar Evil Dead yang diproduksi Sam Raimi tahun 2013. Bekerja sama dengan Ivan Raimi dan Tom Spezialy, Sam Raimi membuat serial televisi ini dan menawarkannya kepada Jaringan televisi Starz. Starz menyetujui dan serial ini pun diproduksi serta tayang tanggal 31 Oktober 2015 di Starz.

Aktor Bruce Campbell kembali dipercaya untuk memerani Ash Williams, karakter yang juga diperaninya di film layar lebar Evil Dead versi pertama (1981). Saat pertama kali tayang, serial televisi Ash vs Evil Dead mendapatkan respon yang sangat positif dari para kritikus. Meski menampilkan banyak adegan sadis, namun para kritikus dapat menerimanya. Bahkan Sam Raimi disebut telah berhasil mengembalikan kejayaan film horor klasik ini dengan mengubahkan menjadi serial layar televisi.

Sayang, pujian para kritikus tidak lantas membuat serial ini diminati para penonton. Terbukti jumlah penontonnya yang terus menurun. Season pertama serial ini ditonton oleh lebih dari 437,000 penonton. Namun selanjutnya, jumlah penonton tidak meningkat dan terus menurun. Bahkan di Season Ketiga, jumlah penonton telah menurun hingga 175,000 orang.

Melihat respon penonton yang terus menurun terhadap serial ini, maka Starz pun memutuskan untuk menghentikan produksi serial ini.

Episode terakhir Ash vs Evil Dead - episode ketiga puluh - tayang di Amerika tanggal 29 April 2018.



9. ONCE UPON A TIME
Serial ini adalah serial drama fantasi yang sangat populer dari Jaringan televisi ABC. Pertama kali tayang tangga 23 Oktober 2011, serial ini mengisahkan tentang Emma Swan (Jennifer Morrison), seorang wanita muda yang tinggal di Boston, Massachusetts, yang ternyata merupakan anak dari Putri Salju dan Pangeran Tampan. Dia kemudian masuk ke dunia fantasi bernama Storybrooke dan berhadapan dengan Ratu Jahat.

Sepanjang petualangan Emma, dia bertemu dengan banyak karakter cerita dongeng, diantaranya Pinokio dan Jiminy Jengkrik, Rumplestiltskin, Belle, Red Riding Hood, Wicked Witch of the West, Cinderella, Rapunzel, Beowulf, Jafar (dari Aladin), Robin Hood, dan Elsa (dari film animasi Frozen).

Cerita dongeng yang nyeleneh ini terbukti mampu menyihir penonton hingga dengan setia terus mengikuti setiap episodenya. Sebenarnya serial ini memang sudah direncanakan untuk diakhiri di Season Keenam. Namun karena penonton menghendaki serial ini diperpanjang, ABC pun memperpanjang serial ini menjadi Season Ketujuh.

Alur dalam Season Ketujuh terpaksa diubah karena keluarnya Jennifer Morrison dari serial itu pasca Season Keenam dan menolak melanjutkan perannya di Season Ketujuh. Di season terakhir, ceritanya dibuat menjadi "soft-reboot", di mana mengisahkan kembali kejadian yang dialami Emma tapi kini dialami oleh Lucy (Alison Fernandez), cucu Emma. Meski penonton serial ini masih sangat banyak (rata-rata episode ditonton lebih dari 2 juta penonton), namun ABC sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi serial ini. Selain karena ceritanya sudah tuntas, mereka tidak merasa perlu lagi memaksakan kelanjutan cerita serial televisi ini.

Episode terakhir Once Upon A Time ditayangkan tanggal 18 Mei 2018 silam, dan merupakan episode ke-155 dari total 7 episode.


10. THE EXPANSE
Serial produksi jaringan televisi Syfy ini merupakan serial televisi fiksi-ilmiah paling cerdas saat ini dan digemari banyak orang. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya James S.A. Corey, serial ini mengetengahkan Detektif Josephus Miller (Thomas Jane), Pemimpin PBB Chrisjen Avasarala (Shohreh Aghdashloo), dan staf pesawat ruang angkasa Jim Holden (Steven Strait) bekerja sama untuk membongkar konspirasi yang dilakukan pemerintah yang membahayakan kedamaian antar-galaksi dan keselamatan hidup manusia.

Serial televisi The Expanse pertama kali tayang 23 November 2015 dan mendapat sambutan yang sangat baik dari penonton serta kritikus. Bahkan serial ini berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi di dunia pertelevisian.

Sayang, serial ini terpaksa berhenti di Season Ketiga setelah Alcon Entertainment - pemegang hak produksi novel The Expanse - hanya menjual hak produksi novel tersebut untuk 3 Season saja. Syfy sendiri tidak berencana untuk membeli hak produksi untuk Season keempat dikarenakan jumlah penonton yang mulai menurun.

Rencana penghentian produksi The Expense diketahui oleh para fans yang kemudian membuat petisi dengan 100,000 tanda tangan, meminta agar serial tersebut tidak dihentikan produksinya. Mereka bahkan melobi Amazon Studio dan Netflix untuk melanjutkan proses produksi serial tersebut, jika Syfy tidak mau lagi memproduksinya. Bahkan beberapa aktor terkenal seperti Wil Wheaton, George R.R. Martin, Patton Oswalt, dan Andreas Morensen ikut menandatangani petisi.

Sayang, jumlah penonton tidak bertambah seiiring dengan penayangan Season Kedua The Expense. Rata-rata penonton Season KeduaThe Expanse adalah 1.05 juta (Season Pertama adalah 1.43 juta penonton.perepisode). Dengan hasil demikian, Syfy akhirnya mengakhiri produksi serial televisi The Expense.




Judul Film        : Omerta 
Sutradara          : Hansal Mehta
Pemeran           : Rajkumar Rao, Rajesh Tailang, Rupinder Nagra, Timothy Ryan Hickernell
Tanggal tayang : 4 Mei 2018

Apa yang mendorong seseorang menjadi teroris? Bagaimana bisa seseorang yang begitu taat beragama justru menjadi pembunuh mengerikan yang tidak segan-segan menghabisi nyawa seseorang atas nama agamanya?

Film Omerta adalah film biografi India yang mengangkat kisah nyata transformasi seorang pria baik-baik menjadi teroris paling keji yang ditakuti dunia. Karya sutradara Hansal Mehta ini sudah tayang sejak tahun 2017 dan meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk Toronto International Film Festival, Mumbai Film Festival, Florence Film Festival, Hong Kong International Film Festival dan Busan International Film Festival.


Omerta mengisahkan tentang Ahmed Omar Saeed Sheikh (diperankan dengan sangat gemilang oleh Rajkumar Rao), seorang pria Muslim keturunan Pakistan yang tinggal di Inggris. Terbilang sebagai anak yang sangat cerdas, Ahmed kemudian tertarik dengan ajaran Jihad. Pasca perkenalannya dengan orang-orang radikal, perilaku Ahmed pun mulai berubah. Dia sering melakukan kekerasan kepada teman-teman sekampusnya, sehingga dia diskorsing oleh sekolah.

Selain mendalami ajaran kaum radikal, Ahmed mulai ikut pelatihan militer yang dilakukan oleh teman-temannya yang tergabung dalam Harkat-ul-Ansar, sebuah kelompok radikal di Inggris. Pelatihan ini kemudian membentuk dirinya menjadi seorang ekstrimis yang melakukan hal-hal di luar logika orang-orang normal.

Aksi pertama Ahmed bersama kelompoknya terjadi pada tahun 1994, di mana dia menculik para turis Inggris yang berwisata di India, lalu membawa mereka ke wilayah Ghaziabad, yang berlokasi di luar New Delhi. Dengan menggunakan para turis yang mereka culik, Ahmed dan kelompoknya memaksa pemerintah India untuk melepaskan para tentara militan yang dipenjara di Kashmir. Dalam kasus ini, polisi berhasil menyelamatkan para turis yang diculik serta menangkap Ahmed bersama kelompoknya.

Ahmed menjalani kehidupan penjara hingga tahun 1999. Namun penjara tidak membuat Ahmed jera, bahkan membuatnya melakukan tindakan ekstrim yang lebih mengerikan lagi. Pada tahun 2002, Ahmed menculik Daniel Pearl (Timothy Ryan Hickenel), Jurnalis The Wall Street Journal. Tidak hanya menculik, Ahmed pun memenggal kepala Daniel Pearl, dan kejadian itu dipertontonkannya dalam sebuah siaran langsung di televisi swasta. Akibat tindakan Ahmed, dunia menjadi gempar dan seruan perang terhadap teroris muncul di seluruh dunia.

Ahmed berhasil ditangkap pada bulan Juli 2002 dan akhirnya dinyatakan bersalah atas kematian Daniel Pearl. Untuk mempertanggung-jawabkan tindakannya, Ahmed dihukum gantung.

Dengan maraknya kasus terorisme di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, film ini sepertinya menjadi sebuah jawaban atas pertanyaan banyak orang, "Mengapa seseorang mau menjadi teroris dan mengorbankan nyawa banyak orang - termasuk dirinya - atas nama Agama?" Film ini dengan gamblang menampilkan kehidupan para anggota ekstrimis dan mempercayai makna "Jihad" dari sudut pandang yang sangat berbeda.



DO YOU KNOW? 
Ide pembuatan film ini sebenarnya telah muncul sejak tahun 2005. Sayang, karena masalah finansial, proses pengerjaan film ini baru dilakukan tahun 2016.

Film ini merupakan kolaborasi keempat antara Sutradara Hansal Mehta dan Aktor Rajkummar Rao. Sebelumnya mereka sudah bekerja sama di film Shahid (2012), Citylights (2014), dan Aligarh (2015).

Film ini pertama kali ditayangkan di Toronto International Film Festival 2017 dan mendapatkan respon yang sangat positif dari para kritikus film. Sayangnya film ini awalnya tidak diizinkan tayang di India karena Badan Sensor Film India tidak menyetujui penayangan beberapa adegan yang dinilai terlalu ekstrim dan dapat mendorong orang untuk mendukung aksi terorisme. Setelah melalui proses editing yang sangat panjang, akhirnya film ini diizinkan untuk tayang tanggagl 4 Mei 2018 silam.

Untuk mempersiapkan dirinya memerani karakter Ahmeed Omar Saeed Sheikh, Rajkummar Rao menonton semua video dan dokumenter serta rekaman ucapan kebencian yang dilakukan Ahmeed. Rao pun berlatih mengikuti gaya bicara Ahmed dengan berulang-ulang ucapan kebencian Ahmed tersebut. Akibatnya, Rajkummar Rao merasakan dirinya dipenuhi dengan "amarah dan kebencian yang luar biasa", dan merasakan dirinya mengalami sedikit "gangguan mental" saat proses pengambilan gambar. Menurut Rajkummar Rao, karakter Ahmed merupakan karakter yang paling sulit yang pernah diperaninya hingga hari ini.



Judul Film            : Target
Sutradara              : Raditya Dika
Pemeran               : Raditya Dika, Cinta Laura, Willy Dozan, Yayan Ruhiyan, Rommy Rafael
Tanggal tayang    : 15 Juni 2018

Kita mengenal sosok Raditya Dika sebagai seorang Komikus Cerdas yang selalu menciptakan karya-karya kocak namun bermakna dan intelek. Jika sebelumnya, Dika selalu membuat film bertema drama-komedi (ingat film Single, Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, The Guys, dan lain-lain), maka di film terbarunya, Dika akan menampilkan film bertema thriller-komedi.

Menggaet para aktor dan aktris papan atas Indonesia (Cinta Laura, Yayan Ruhiyan, Willy Dozan, Rommy Rafael, Ria Ricis, dan Samuel Rizal), film ini akan mengangkat cerita yang terbilang baru dan seru.

Dikisahkan sekelompok orang terbangun di sebuah tempat misterius. Dari pengamatan mereka, tempat itu ternyata merupakan lokasi shooting untuk pembuatan sebuah film berjudul "Target". Kemudian mereka mendapat arahan dari sebuah suara yang terdengar di pengeras suara yang mengatakan kalau mereka harus melakukan semua hal yang tertuang dalam skenario "Target" yang terletak tidak jauh dari mereka.

Seluruh gerak-gerik mereka diawasi dan direkam. Jika ada yang berusaha kabur atau tidak mau melakukan hal yang diinstruksikan di skenario, maka mereka akan dibunuh.

Akankah orang-orang tersebut akan selamat?



DO YOU KNOW? 
Film "Target" merupakan film ketiga kolaborasi Raditya Dika dengan Soraya Intercine Films. Film pertama adalah Single (2015) yang sukses besar dan masuk dalam berbagai nominasi di Ajang Indonesia Box Office Movie Awards (2016). Atas kesuksesan itu, Soraya Intercine Films kembali mengajak Dika untuk bekolaborasi membuat film The Guys (2017). Sayang, film itu tidak sesukses Single. Meski demikian, Soraya Intercine masih yakin Dika mampu menciptakan film sukses lagi. Karena itu, mereka kembali mengajak Dika untuk membuat film "Target".

Film ini adalah film layar lebar ketujuh yang disutradarai Dika. Pertama kali Dika menyutradarai Marmut Merah Jambu (2014). Lalu diikuti Malam Minggu Miko - The Movie (2014), Single (2015), Koala Kumal (2016), Hangout (2016), dan The Guys (2017).

Berbeda dengan film-film sebelumnya, khusus untuk film Target, Dika terbilang cukup pelit dalam membagikan informasi seputar film terbarunya ini. Mulai dari proses pembuatan, hingga sinopsis film, semuanya terbilang sangat tertutup.

Yayan Ruhian - pemeran Mad Dog di dwilogi film The Raid - didapuk sebagai koreografer laga untuk film Target.
Salah satu ciri umum film horor adalah selalu diawali dengan adegan pembuka untuk menceritakan latar belakang cerita. Datar dan nyaris tidak seram. Keseraman baru dimulai setelah menit ke-15 dan intens ketegangan akan terus naik hingga akhir film.

Namun ternyata ada beberapa film horor yang justru melakukan sebaliknya : Justru sejak awal film, Penonton sudah disuguhi dengan keseraman yang bertubi-tubi. Biasanya para penonton "tidak siap" sehingga akan terkaget-kaget sejak awal. Dan sangat wajar jika film demikian akan melekat erat di dalam pikiran para penonton sebagai "Film Paling Seram" yang pernah ditonton.

Berikut ini adalah 10 film horor dengan adegan pembuka paling seram, yang akan bikin Anda bermimpi buruk. Film-film ini nyaris tidak memberikan sedikitpun celah buat para penonton untuk bernafas dan akan membombardir Penonton dengan adegan-adegan seramnya dari awal hingga akhir film. Hmm..... Anda siap untuk menontonnya?


1. IT FOLLOWS (2014)
Film arahan Sutradara David Robert Michael ini berbeda dengan film horor pada umumnya. Jika film horor biasa menampilkan kejutan diiringin lagu latar yang seram, justru film ini didesain sedemikian rupa agar penonton tidak pernah menyadari kapan kejutan muncul. Semua adegan dibuat dengan sangat datar, dan terkadang agak membosankan, sampai akhirnya muncul kejutan yang membuat Penonton terkaget-kaget. Kejutannya pun hanya sekilas, sehingga kalau mengedipkan mata, Anda akan kehilangan momen kejutan tersebut dan akan bingung, "Seramnya di mana?"


Nah, seperti adegan pembuka film ini : Hanya menampilkan adegan seorang wanita yang ketakutan dan berlari-lari mengelilingi halaman depan rumahnya, lalu masuk ke mobilnya dan memacu mobil tersebut ke pantai. Tiba di pantai, sang gadis menelepon orang tuanya, lalu mengucapkan salam perpisahan. Nah, kejutan pun dimulai saat adegan berganti keesokan harinya di mana gadis itu sudah tewas dengan tubuh "berantakan". Adegan ini dibuat dengan sangat datar sekali. Tidak menunjukkan tanda-tanda seram, sampai Anda tiba-tiba dikagetkan dengan munculnya adegan tubuh sang gadis yang sudah berantakan.

Meski secara umum film ini tidak terlalu menarik dan tidak seseram film horor pada umumnya, tapi saya yakin Anda akan bertahan dan menonton film tersebut hingga tuntas, karena penasaran gara-gara menonton adegan pembuka tersebut.



2. FRIDAY THE 13TH : A NEW BEGINNING (1985)
Penggemar film horor "vintage" mungkin ingat dengan karakter ikonik Jason Voorhees, sang pembunuh legendaris dari Danau Crystal yang gemar membantai siapapun yang dia temui. Karakter ini ada di film layar lebar Friday the 13th dan telah dibuat dalam 12 seri. Ciri khas film Friday the 13th adalah selalu menampilkan adegan-adegan sadis dan super brutal, sehingga sangat jarang ada orang yang bisa menonton film tersebut hingga akhir tanpa menutup mata (gak kuat melihat adegan-adegan pembunuhan sadis disertai mutilasi dan sejenisnya).

Kalau Anda ingin tahu seri mana yang paling seram, maka Anda perlu menonton seri kelima dari film tersebut. Judulnya Friday the 13th : A New Beginning. Dirilis tahun 1985, film ini masih menampilkan adegan-adegan sadis "murni" tanpa bantuan efek khusus komputer. Film ini diawali dengan adegan Tommy Jarvis (Cory Feldman) - salah seorang korban yang selamat dari pembantaian yang dilakukan Jason di seri sebelumnya - mengalami mimpi buruk. Dalam mimpinya, dia melihat Jason bangkit dari kubur lalu memburu dirinya.

Di jamannya, adegan ini merupakan adegan kejutan yang cukup bikin trauma dan mimpi buruk. Yang lebih mengerikan lagi : Film ini menampilkan adegan pembunuhan yang super sadis dan dicap para kritikus sebagai seri Friday the 13th paling sadis dan paling berdarah. Teknik pembunuhan yang ditampilkan pun sudah melewati ambang toleransi penonton di masa itu, dan benar-benar bikin trauma siapapun yang pernah menontonnya.



3. IT (1990)
Film horor kreasi Stephen King ini menampilkan adegan pembuka yang sangat ikonik dan hingga kini menimbulkan trauma siapapun yang pernah menontonnya.

Bayangkan saja : Film ini diawali dengan seorang anak kecil - berpakaian jas hujan kuning - bermain di tengah hujan. Saat perahu kertasnya jatuh ke selokan, dia melihat badut Pennywise Si Badut Penari (diperani Tim Curry) di dalam selokan. Siapa yang bisa menduga kalau badut - yang saat itu dikenal publik Amerika sebagai karakter lucu dan menggemaskan - berubah menjadi monster seram yang langsung melahap anak tersebut.

Adegan ikonik inilah yang kelak kemudian mengubah persepsi para penonton dunia, yang kemudian memandang badut sebagai karakter yang seram dan mengerikan.



4. HALLOWEEN (1979)
Film horor legendaris karya Sutradara John Carpenter ini merupakan karya klasik yang tidak akan dilupakan oleh banyak penggemar film horor sejati. Sama seperti Friday the 13th, film ini menampilkan banyak adegan-adegan pembunuhan sadis. Meski tidak seintens Friday the 13th, tetapi Halloween sudah cukup bikin trauma para penonton yang berani menontonnnya.


Adegan pembuka film ini menampilkan adegan yang cukup legendaris : Kamera menampilkan adegan seolah-olah dari mata penonton sendiri yang menyaksikan adegan tersebut. Kita akan melihat "sang kamera" mengenakan topeng, lalu berjalan memasuki sebuah rumah. Saat melihat seorang gadis di kamar sendiri, tanpa peringatan sedikit pun, tiba-tiba kita melihat "sang kamera" menghujamkan pisau ke tubuh sang gadis berulang-ulang dengan cara yang sangat keji dan kejam.

Cukup mengagetkan, terutama karena perspetif kamera dibuat seolah-oleh penontonlah yang melakukan adegan tersebut. Wajar jika banyak orang yang kemudian trauma pasca menonton film ini.



5. THE STEPFATHER (1987)
Film horror besutan sutradara Joseph Ruben ini menampilkan adegan sadis dan horor yang tidak disangka-sangka penonton. Film ini diawali dengan adegan Henry Morrison (diperani Terry O'Quin) - seorang psikopat gila - sedang mencuci tangannya, kemudian mengganti semua pakaiannya, lalu berangkat kerja.

Saat dia berjalan melewati ruang tamu, barulah penonton terkaget-kaget melihat apa yang ada di sana : Ruang tersebut berantakan dan terdapat mayat anggota keluarganya yang tergeletak di lantai, tewas bersimbah darah. Namun Henry dengan acuh dan santai berjalan keluar rumah sambil bersiul-siul. Adegan miris ini jelas membuat siapapun akan merinding ketakutan sembari mereka-reka, seberapa tinggi kadar kegilaan Henry Morrison.

Meski tidak setenar Halloween dan Friday the 13th, namun film ini sangat populer di zamannya dan memiliki banyak penonton fanatik yang menyukai film horor-psikopat ini.


6. CUBE (1997)
Film ini adalah film Kanada karya sutradara Vincenso Natali yang merupakan perpaduan antara fiksi ilmiah dengan horor. Film super-cerdas ini menampilkan adegan-adegan horor yang terbilang cukup baru di masanya, sehingga menjadikan film ini cukup ikonik dan legendaris.

Film ini diawali dengan adegan seorang pria yang baru terbangun dan menemukan dirinya terperangkap di sebuah ruangan tertutup. Dia mencoba mencari jalan keluar, namun ke mana pun dia pergi, tidak ada pintu keluar yang memungkinkannya bisa keluar dari tempat tersebut. Dan saat melewati sebuah tempat, tanpa terduga, dia dihantam oleh sebuah benda yang tidak terlihat. Adegan selanjutnya : Benar-benar mengerikan.... !!!!

Film Cube menjadi salah satu film horor yang cukup bikin penasaran. Hal menarik saat menonton film ini adalah penonton diajak berpikir dan menebak-nebak akhir ceritanya. Cerdas. Menghibur. Sekaligus : Seram dan Super Sadis... !!!



7. THE HITCHER (1986)
Ini dia film horor-sadsi yang bisa bikin Anda ketakutan hanya dari dialognya saja. Film cerdas ini tidak saja penuh dengan adegan pembunuhan sadis yang bikin miris, tetapi juga dialognya pun bisa bikin Anda mimpi buruk.

Arahan Sutradara Robert Harmon ini mengisahkan tentang seorang pembunuh psikopat yang berpura-pura menumpang naik mobil, lalu membunuh pemilik mobilnya.

Film ini dibuka dengan adegan yang tampaknya biasa saja : Seorang pria bernama Jim Halsey (C. Thomas Howell) membawa mobilnya di tengah hujan. Saat melewati sebuah jalan sepi, dia melihat seorang pria di tengah jalan sedang mengacungkan jempol, minta tumpangan. Kasihan dengan pria yang kehujanan tersebut, Jim pun mengajak pria itu menaiki mobilnya. Di dalam mobil, terjadilah percakapan yang santai. Sang Pria (diperani dengan sangat baik oleh Rutger Hauer) mengucapkan terima kasih kepada Jim, kemudian menceritakan alasan mengapa dia sampai kehujanan. Rupanya mobil yang dibawanya kehabisan bensin. Tapi Pria tersebut tidak merasa perlu untuk mengisi bensin karena mobil itu bukan miliknya, tapi milik orang lain. Orang tersebut tidak akan kemana-mana karena sang Pria telah memotong kaki, tangan, dan lehernya. Dan Sang Pria akan melakukan hal yag sama pada Jim Halsey.

Oke.... kalau ada orang yang Anda bantu, tetapi dia kemudian mengatakan hal demikian, bagaimana perasaan Anda?



8. TWILIGHT ZONE : THE MOVIE (1983)
Film besutan Sutradara George Miller ini terbilang sangat legendaris. Selain karena kejadian di balik layar saat proses pengambilan gambar (hingga menewaskan beberapa artis pendukung film ini, terutama pemeran anak-anaknya), film yang terdiri dari beberapa cerita pendek ini menampilkan banyak kejutan yang mengejutkan.

Salah satu yang paling mengejutkan - karena sama sekali tidak terduga - adalah adegan awal yang menampilkan aktor Dan Aykroyd dan Albert Brooks. Dalam adegan tersebut diceritakan Dan dan Albert sedang berdiskusi tentang hal yang paling menyeramkan menurut mereka. Pada saat giliran Dan yang akan menceritakan hal seram, dia meminta Albert untuk menghentikan mobil yang dibawanya. Saat mobil telah dihentikan, Dan tiba-tiba berbalik dan diam. Albert mendesak temannya menceritakan hal paling menyeramkan, Dan berbalik dan ternyata ......

Adegan tersebut kemudian menjadi sangat fenomenal dan sering ditiru film-film horor yang lain



9. EVIL DEAD (2013)
Versi remake arahan sutradara Sam Raimi ini sempat disebut sebagai film horor "paling berdarah", karena penggunaan "cairan" darah palsu yang sangat banyak oleh Sam Raimi lantaran ingin menampilkan adegan berdarah senyata mungkin.

Film ini dibuka dengan adegan yang sangat miris : Seorang wanita muda diikat di tiang rumah. Kemudian ada seorng wanita tua yang membacakan mantra. Wanita muda tersebut meminta dirinya untuk dilepaskan, tapi sang wanita tua seolah-olah tidak mendengar permintaan tersebut, dan mulai membaca mantera sihir.

Adegan makin miris ketika ayah wanita muda itu muncul, dan mengatakan kalau wanita tua itu adalah orang baik yang akan menolongnya. Lalu sang ayah menuangkan bensin di kepala anaknya. Sang anak menangis dan terus-menerus minta Ayahnya melepaskan dirinya. Namun saat sang ayah telah menyalakan korek api - dan bersiap membakar ayahnya - kengerian sebenarnya dimulai .....

Buat orang berpenyakit jantung, saya sarankan untuk tidak menonton film ini, bahkan sejak awal film. Evil Dead benar-benar "evil" karena menampilkanbanyak adegan sadis nan brutal, ditambah kengerian-kengerian yang di luar ambang toleransi manusia normal.




10. BLACK SUNDAY (1960)
Dan film terakhir yang ada di daftar ini adalah film Italia berjudul Black Sunday (La maschera del demonio) atau yang dikenal juga dengan judul lain : The Mask of Satan. Film hitam-putih arahan sutradara Mario Bava ini diadaptasi dari cerita pendek "Ivy" karya Nikolai Gogol banyak menggunakan narasi sebagai penjelasan pada setiap adegannya. Film ini sendiri mengisahkan tentang seorang pria yang membalas dendam pada seorang Penyihir yang telah membunuh saudaranya, tetapi 200 tahun kemudian penyihir itu lahir kembali dan melakukan pembalasan pada keturanan pria tersebut.

Film ini merupakan film yang teramat-sangat super sadis dan brutal. Bahkan hingga hari ini, karena kekejaman yang ditampilkan dalam film ini sangat ekstrim, banyak negara yang masih melarang peredaran film ini dalam bentuk apapun.

Bagian awal film ini sudah bisa menggambarkan kengerian seperti apa yang ada di sepanjang film ini. Film ini dibuka dengan sekelompok orang mengelilingi seorang wanita yang dituduh sebagai penyihir. Punggung sang wanita ditandai dengan besi panas (hingga menampilkan kulitnya yang melepuh). Kemudian sang Algojo memasangi topeng ke wajah wanita tersebut. Ada paku panjang di dalam topeng tersebut. Setelah topeng terpasang, lalu sang Algojo menghantamkan martil ke wajah wanita tersebut. Bayangkan sendiri apa yang terjadi .....



Belakangan ini banyak orang sedang heboh dan membicarakan film-film bertema LGBT (Lesbian - Gay - Bisex - Transgender) yang sedang beredar luas. Semua orang menguatirkan film itu akan merusak kaum muda masa kini, dan mulai ribut-ribut memboikot film bertema hal terlarang tersebut.

Saya pribadi hanya bisa senyum saja, karena apa yang diributkan orang-orang itu "lebay" dan terbilang sangat terlambat. Film bertema LGBT bukan baru-baru ini muncul, tetapi sudah jauh-jauh hari. Bahkan sejak 1960-an, dunia sebenarnya sudah ramai dengan film-film bertema LGBT. Hanya saja peredaran film tersebut masih sangat terbatas di kalangan LGBT saja. Namun mulai memasuki era 1980-an, film-film LGBT sudah mulai terbuka dan beredar luas di layar bioskop komersial serta dinikmati penonton dengan bebas.

Film bertema LGBT tidak saja dibuat sineas Hollywood. Sineas Indonesia pun sebenarnya "cukup berani" dan sudah menampilkan tema ini di film-film mereka. Tentu saja karena penggambarannya yang sangat "sopan" dan "halus", tidak banyak yang menyadari kalau diam-diam tema LGBT sudah disusupi di film-film Indonesia.

Sejak tahun 1980-an hingga hari ini sudah banyak film bertema LGBT yang beredar luar di masyarakat. Jika Anda penasaran, berikut ini adalah 10 film Indonesia bertema LGBT yang sudah beredar dan cukup populer. Saya yakin Anda tahu film-film ini, hanya tidak menyadari saja kalau film ini bertemakan LGBT.

1. ISTANA KECANTIKAN (1988)
Film arahan sutradara Wahyu Sihombing ini adalah salah satu film Indonesia yang cukup populer di masanya. Tidak hanya sukses secara finansial, film ini pun mendapatkan 6 nominasi di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 1988 untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik (Nurul Arifin), dan Aktor Terbaik. Dan dari keenam nominasi tersebut, Mathias Muchus meraih penghargaan untuk kategori Aktor Terbaik.

Sekilas film ini adalah drama biasa yang bertutur tentang hubungan terlarang antara seorang gadis cantik bernama Siska (Nurul Arifin) dengan seorang pria bernama Sumitro (Agus Melasz). Ketika Siska hamil, Sumitro tidak mau bertanggung jawab dan mencari orang lain yang rela menikahi Siska.

Dia pun bertemu dengan Niko (Mathias Muchus), seorang pria yang sudah dipaksa keluarganya untuk segera menikah. Akhirnya Sumitro pun mempertemukan Niko dengan Siska, dan mereka pun menikah.

Ternyata diam-diam Niko adalah pria gay yang punya hubungan asmara dengan Toni (Toni Hidayat), seorang pegawai salon Istana Kecantikan. Mengetahui "suaminya" adalah gay, Siska malah menggoda Toni. Hal itu membuat Niko terbakar cemburu dan berusaha membunuh "istrinya" tersebut. Alih-alih, justru Toni yang terbunuh dan Niko pun harus mendekam di penjara akibat perbuatannya.



2. ARISAN ! (2003)
Film karya sutradara Nia Dinata ini tentu bukan film asing buat Anda sekalian. Film yang diperani Cut Mini Theo, Tora Sudiro, Surya Saputra, dan Aida Nurmala ini merupakan film drama-komedi Indonesia pertama di era 2000an yang ditonton lebih dari 100,000 orang penonton. Jumlah ini terbilang cukup besar pada masanya (jika dibandingkan dengan film masa kini, di mana penonton film Indonesia rata-rata sudah mencapai 1 juta penonton....).

Film ini secara blak-blakan menampilkan kehidupan sosialita Jakarta masa itu yang terbilang kontroversial. Satu hal yang paling mengejutkan adalah adanya adegan Tora Sudiro (memerani karakter Sakti) berciuman bibir dengan Surya Saputra (memerani karakter Nino). Adegan ikonik ini sempat menjadi perbincangan hangat, yang sekaligus mengangkat pamor film tersebut.

Film ini menjadi film kedua yang memenangkan 6 kategori utama di Festival Film Indonesia (FFI) 2003, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, dan Aktris Pendukung Terbaik. Film pertama yang pernah meraih prestasi demikian adalah film Ibunda (1986).

Atsa kesuksesan film ini, Jaringan Televisi Lokal AnTV pernah membuat versi sinetron film ini. Tapi tentu saja tanpa memasukkan adegan ciuman pria dengan pria tersebut. Bisa heboh kalo sampe ditonton anak-anak... !!!



3. THE SUN, THE MOON, AND THE HURRICANE (2016)
Film besutan sutradara Andri Cung ini sepertinya tidak tayang di Indonesia, karena saya sendiri tidak menemukan jadwal tayang film ini di bioskop manapun di seluruh kota Indonesia. Meski demikian film ini mendapat pujian dan respon yang positif dari para kritikus film saat tayang di International Film Festival (IFF) di Australia April 2016 silam.  Bahkan berkat film ini, Andri meraih penghargaan Sutradara Pendatang Baru Terbaik di Ajang Vancouver International Film Festival.

Film ini mengisahkan persahabatan 2 orang pria : Kris dan Rain. Dari awalnya bersahabat, hubungan mereka merambah menjadi hubungan kekasih. Namun karena karakter Kris yang posesif dan egois, Rain merasa kurang nyaman. Selain itu, muncul ketakutan dalam diri Rain tentang masa depannya, terutama jika masyarakat mengetahui dirinya gay. Karena itu, Rain pun meninggalkan Kris.

Kisahnya maju sekitar 15 - 20 tahun kemudian. Rain sudah menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri. Meski demikian, dia masih lajang serta menjalani hidup yang bebas. Tanpa sengaja dia bertemu kembali dengan Kris yang waktu itu telah menikah dengan seorang wanita. Pertemuan itu ternyata memunculkan benih-benih cinta lama mereka. Akankah Kris dan Rain akan bersatu kembali dalam jalinan tali kasih?



4. LOVELY MAN (2011)
Karya Sutradara Teddy Soeriatmadja ini menjadi salah satu legenda sendiri bagi perfilman Indonesia karena meraih banyak penghargaan internasional. Yang paling membanggakan dari film ini adalah saat mendapat kesempatan untuk diputar di acara Busan International Film Festival 2011.

Diprani Donny Damara dan Raihaanun, film mengharukan ini mengisahkan tentang seorang anak perempuan bernama Cahaya (Raihaanun) yang kangen ayahnya, kemudian memutuskan untuk mencari Ayahnya - Syaiful (Donny Damara) - yang bekerja di Jakarta. Setelah melalui pencarian yang melelahkan, Cahaya berhasil menemukan ayahnya. Tapi betapa kagetnya Cahaya kalau ternyata Ayahnya bekerja sebagai transgender untuk menafkahi keluarganya di kampung.

Meski mendapat kecaman dari sebuah ormas besar di Indonesia saat akan film ini diputar di Indonesia, namun film ini mendapatkan respon yang positif dari penonton Indonesia. Berkat aktingnya yang memukau pun, Donny Damara mendapatkan penghargaan Piala Citra FFI untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik. Selain penghargaan di Indonesia, Donny Damara pun meraih penghargaan serupa di ajang internasional, seperti Osaka Asian Film Festival, Tiburon International Film Festival, dan Asian Film Awards.



5. BERBAGI SUAMI / LOVE FOR SHARE (2006)
Setelah mengejutkan penonton dengan tema LGBT di film Arisan!, Nia Dinata kembali menghebohkan penonton Indonesia dengan menyutradarai sebuah film kontroversial lain berjudul Love for Share (Berbagi Suami). Film bertemakan poligami ini diperani El Manik, Jajang C. Noer, Atiqah Hasiholan, Lukman Sardi, Ria Irawan, Rieke Diah Pitaloka, dan Shanty.

Meski ceritanya seputar kehidupan poligami, namun menjelang akhir film, Nia Dinata secara mengejutkan menampilkan hal tidak terduga : hubungan asmara lesbian antara Dwi (Rieke Diah Pitaloka) dan Siti (Shanty). Meski tidak ditampilkan secara eksplisit, namun di akhir cerita dikisahkan Dwi dan Siti memutuskan kabur dari rumah untuk kemudian hidup bahagia berdua. Olala....

Berkat aktingnya yang menawan, Rieke Diah Pitaloka dan Shanty masuk nominasi Piala Citra FFI 2006.



6. COKLAT STROBERI (2007)
Film garapan Sutradara Upi Avianto ini mengisahkan kisah 2 orang mahasiswi - Key (Nadia Saphira) dan Citra (Marsha Timothy) - yang kesulitan membayar rumah kontrakan mereka. Akhirnya demi meringankan biaya, mereka memasukan 2 orang laki-laki - Nesta (Nino Fernandez) dan Aldi (Mario Merdhitia) - untuk tinggal serumah dengan mereka demi membantu membayar uang kontrakan.

Awalnya Key dan Citra menganggap kedua pria itu biasa-biasa saja. Namun belakangan mereka menemukan kejanggalan pada kedua pria tersebut. Dan kecurigaan mereka terbukti : Nesta dan Aldi ternyata pasangan gay.



7.SANUBARI JAKARTA (2007)
Film antologi ini disutradarai oleh 10 sutradara Indonesia yang masing-masing menampilkan 1 cerita pendek tentang kehidupan percintaan kaum urban Jakarta. Yang mengejutkan : Semua cerita di film ini mengetengahkan kisah cinta para lesbian, gay, dan transgender.

Selain tema kontroversial, film ini tidak segan menampilkan adegan-adegan "dewasa" yang menekankan tentang kehidupan para pelaku LGBT tersebut. Seperti pada cerita Kentang (sutradara : Aline Jusria) yang menampilkan pasangan gay - Drajat dan Acel - yang melepas rindu di sebuah kamar kos. Saat mereka sedang bermesraan, selalu saja ada gangguan yang membuat mereka batal melampiaskan kerinduan mereka tersebut. Adegan bermesraan - termasuk ciuman bibir - ditampilkan apa adanya dan sangat intim.

Atau cerita Lumba-lumba (sutradara : Lola Amaria) yang bercerita tentang kisah cinta seorang guru TK bernama Adinda dengan Anggya, ibu dari salah seorang murid Adinda. Gilanya, ternyata suami Anggya sendiri adalah seorang biseks, dan diam-diam sedang punya hubungan gelap dengan seorang pria lain.

Secara umum, film Sanubari Jakarta adalah film ekstrim yang seolah-olah "didedikasikan" untuk para LGBT sejati, karena menampilkan semua sisi kisah cinta LGBT Jakarta dengan selugas-lugasnya, tanpa canggung, dan tanpa batasan sama sekali.



8. SELAMAT PAGI, MALAM (2014)
Film karya Sutradara Lucky Kuswandi ini sempat tayang beberapa saat di layar lebar Indonesia. Bahkan film ini pernah dipromosikan oleh sebuah stasiun televisi Indonesia dan disebut sebagai salah satu drama terbaik Indonesia tahun itu.

Film ini menampilkan sosok 3 wanita - Gia (Adinia Wirasti), Indri (Ina Panggabean), dan Ci Surya (Dayu Wijanto) - yang tinggal di Jakarta dan menghadapi sulitnya hidup di Ibukota.  Saat ketiga wanita itu bertemu, maka dimulailah petualangan dunia malam Jakarta yang penuh kejutan dan tidak terduga.



9. PART OF THE HEART (2013)
Film karya sutradara Paul Agusta ini diperani Endy Arfian, Ardy Rinady, Bunaya Yulius, dan Elbert Powa. Ceritanya terbilang cukup ekstrim : Mengisahkan tentang Peter (Endy Arfian), seorang pria dengan orientasi seksual homoseksual. Meski demikian, Peter mengharapkan untuk bisa hidup normal. Meski demikian, hal itu tidak mudah, sehingga membuatnya menjadi stres dengan dirinya sendiri.

Sepanjang 88 menit, Penonton akan disajikan 8 konflik yang dialami Peter yang terbagi menjadi delapan bab, dimulai sejak dirinya berusia 10 tahun hingga 40 tahun. Setiap konflik hidup Peter terbagi menjadi potongan bab film yang menggambarkan kehidupan Peter yang terpotong-potong.



10.  TENTANG DIA (2005)
Dan daftar ini saya tutup dengan film Tentang Dia yang disutradarai Rudy Soedjadwo. Film yang diperani Adinia Wirasti, Sigi Wimala, Fauzi Baadila, dan Didi Petet ini diangkat dari cerpen karya Melly Goeslaw.

Ceritanya bertutur tentang Gadis (Sigi Wimala) yang sakit hati karena dikhianati oleh kekasihnya. Dia kemudian menutup diri dan menjadi pemurung.

Dalam sebuah kecelakaan, Gadis berkenalan dengan seorang wanita bernama Rudi (Adinia Wirasti) yang kemudian mendorong Gadis untuk dapat menikmati hidupnya kembali. Saat Gadis telah dapat melepaskan bebannya, dia merasakan sikap Rudi yang tiba-tiba over-protektif pada dirinya. Gadis kemudian menyadari kalau Rudi jatuh hati padanya.

Film ini meraih 5 nominasi FFI tahun 2005 dan memenangkan 2 kategori : Aktris Pendukung Terbaik (Adinia Wirasti) dan Musik Terbaik (Anto Hoed).

Film Tentang Dia pun menelurkan beberapa lagu hits di masa itu, seperti "Tentang Dia" (duet Melly Goeslaw dan Evan Sanders), "Cinta" (duet Melly Goeslaw dengan Krisdayanti), "Cukup", dan "Biar Saja Ini Mengalir" (kedua lagu terakhir dinyanyikan Melly Goeslaw). Kesemua lagu tersebut merupakan ciptaan Melly Goeslow.




Jika Anda menonton film Infinity War hingga akhir (maksud saya benar-benar sampai akhir, saat daftar credit-title selesai ditayangkan), maka Anda tentu ingat bahwa ada adegan tambahan (post credit-title) yang menampilkan Nick Fury yang berubah menjadi abu sebagai akibat Infinity Stones yang dimiliki Thanos.

Namun beberapa saat sebelum Nick Fury menghilang, dia sempat mengaktifkan komunikator dan memanggil seseorang. Dan sebagian besar penonton segera melihat ada sebuah simbol di layar komunikator tersebut. Simbol itu tidak lain adalah lambang dari Captain Marvel, salah seorang superhero Marvel yang "diyakini" akan muncul di sekuel Avengers berikutnya.
Logo Captain Marvel

Banyak penonton kemudian bertanya-tanya, "Siapa Captain Marvel itu?" Dan banyak orang - termasuk saya - sempat menduga kalau Captain Marvel adalah super-hero pria. Nyatanya, Captain Marvel yang dimaksud adalah Superhero Wanita. Yep... Dia akan menjadi superhero wanita Marvel pertama yang akan ditampilkan secara eksklusif oleh Marvel lewat film solonya (Captain Marvel) yang akan dirilis tahun 2019, dua bulan sebelum perilisan Avengers 4.

Mengapa banyak orang mengira Captain Marvel adalah pria?

Selain dari namanya, jika merunut sejarah Captain Marvel, sosok ini awalnya memang adalah pria.

Karakter Captain Marvel sudah ada sejak tahun 1940, dan pertama kali muncul di komik superhero Captain Billy's Whiz Bang yang diterbitkan Fawcett Publications. Karakter Captain Marvel waktu itu sangat sukses dan populer, hingga sempat dibuat komik "keluarga" Captain Marvel yang menampilkan karakter seperti Captain Marvel Jr, Mary Marvel, Lieutenant Marvel, dan lain-lain.

Kesuksesan Keluarga Marvel ini ternyata melampaui kesuksesan Superman - produksi DC Comics - yang lebih dulu dirilis di komik (1938). Karena ada kemiripan antara Captain Marvel dengan Superman, pihak DC Comics menggugat Fawcett Comics. Tapi DC Comics tidak memenangkan gugatannya, dan Fawcett Comics tetap diizinkan untuk memproduksi kisah Captain Marvel tersebut.

Tahun 1953, komik Amerika Serikat mengalami penurunan pamor dan kepopuleran Captain Marvel pun mulai pudar. Fawcett memutuskan menjual produk Captain Marvel-nya, yang kemudian dibeli oleh Marvel Comics pada tahun 1960, lalu mempatenkan nama "Captain Marvel" sebagai produk mereka.

Sayangnya, Marvel tidak membeli para tokoh Captain Marvel sehingga semua tokoh Captain Marvel (beserta keluarganya) tersebut dibeli oleh DC Comics pada tahun 1974. Karena nama "Captain Marvel" telah menjadi milik Marvel Comics, maka DC Comics menggunakan nama "Shazam!" untuk karakter Captain Marvel yang mereka beli.



EVOLUSI CAPTAIN MARVEL 
Captain Marvel versi Marvel Comic pertama kali muncul di komik Marvel Super-Heroes #12 (terbit Desember 1967). Komik yang dibuat Stan Lee dan Gene Colan ini mengisahkan tentang karakter Captain Mar-Vell, seorang mahluk ruang angkasa Kerajaan Kree yang ditugaskan ke bumi untuk mengamati planet tersebut. Setibanya di bumi, Captain Mar-Vell justru membela masyarakat bumi. Akibatnya dia dianggap berkhianat dan Kerajaan Kree berencana untuk menghancurkan bumi. Karena itu Captain Mar-Vell kemudian bertarung melindungi bumi dari berbagai ancaman dari ruang angkasa.
Captain Mar-Vell

Karakter Captain Mar-Vell merupakan salah satu karakter favorit pembaca komik Marvel dan berada di urutan #24 dalam daftar "Top 50 Avengers" versi IGN.

Captain Mar-Vell pernah "dimatikan" pada tahun 1982. Dalam novel grafik berjudul "The Death of Captain Marvel" karya Jim Starlin, Captain Mar-Vell menderita kanker setelah tubuhnya menyerap gas beracun bernama "Compound 13". Kondisi Captain Mar-Vell sebenarnya bisa diobati oleh obat-obatan yang ada di Kerajaan Kree. Sayang, karena dia dianggap sebagai penghianat, maka tidak ada orang Kree yang mau menolongnya. Captain Mar-Vell pun akhirnya meninggal.

Meski sudah meninggal, namun di tahun 1990 kisah Captain Mar-Vell dilanjutkan kembali, di mana dia dibangkitkan oleh Thanos menggunakan Batu Realitas (Reality Gem). Namun kehidupan Captain Mar-Vell tidak lama, dan dia meninggal kembali.

Pada tahun 2010, kisah Captain Mar-Vell dilanjutkan kembali di mana dia dikisahkan bangkit kembali dari kematian untuk melindungi para anggota The Avengers. sekaligus bertarung melawan Dewa Kematian (Grip Reaper) yang pernah mencabut nyawanya.
Monica Rambeau

Captain Marvel kedua bernama Monica Rambeau. Karakter ini adalah hasil rekaan Roger Stern dan John Romita Jr. Pertama kali muncul di The Amazing Spider-Man Annual #16 (1982), Monica adalah polisi wanita berkulit hitam asal New Orleans yang dirasuki kekuatan super yang membuatnya mampu menyerap berbagai energi untuk digunakan sebagai senjata. Monica pun memutuskan menggunakan kekuatan tersebut untuk melawan kejahatan, dan menyebut dirinya dengan nama Captain Marvel.

Captain Marvel sempat ditampilkan sebagai salah seorang anggota The Avengers. Saat bergabung di kelompok itu, dia mendapat pelatihan khusus dari Captain America dan Wasp. Setelah Captain America meninggal, dan Wasp - yang menggantikan Captain America sebagai Pemimpin the Avengers - mundur dari kepemimpinan, Captain Marvel kemudian ditunjuk menjadi Pemimpin The Avengers. Selama kepemimpinannya, Captain Marvel pernah berseteru dengan X-Men, The Olympian Gods, dan Kelompok Super Adaptoid.
Genis-Vell

Genis-Vell merupakan karakter Captain Marvel ketiga yang diciptakan oleh Marvel Comics. Hasil kreasi Ron Marz dan Ron Lim ini pertama kali muncul di komik Silver Surfer Annual #6 (1993). Awalnya dia menggunakan nama "Legacy" dan "Photon". Namun sejak tahun 1995, Genis-Vell mulai menggunakan nama Captain Marvel setelah dikisahkan dia merupakan anak dari Captain Mar-Vell. Dalam perkembangan ceritanya, Genis-Vell berubah menjadi karakter antagonis setelah membunuh anaknya sendiri yang mengancam akan menghancurkan jagat-raya.

Dalam salah satu alur cerita, Genis-Vell dan Monica Rambeau pernah dipertemukan dan mereka berduel karena merasa masing-masing punya hak menggunakan nama "Captain Marvel". Di akhir pertarungan, keduanya sepakat untuk mengganti nama masing-masing : Genis-Vell menggunakan nama "Photon" dan Monica menggunakan nama "Pulsar".
Phyla-Vell
Captain Marvel keempat adalah Phyla-Vell, adik bungsu dari Genis-Vell. Karakter rekaan Peter David dan Paul Azaceta ini pertama kali muncul di komik Captain Marvel (Vol.5) #16, rilisan Januari 2004. Phyla-Vell lahir ketika Genis-Vell menciptakan jagat-raya kembali (pasca dihancurkan oleh anaknya).

Phyla-Vell punya kemampuan menyerap energi di sekitarnya, lalu mengubahnya menjadi energi api. Sayang, dalam bagian komik Guardians of the Galaxy berjudul Annihiation : Conquest #6 (April 2008), Phyla-Vell tewas setelah menyelamatkan teman-temanya, para anggota Guardians of the Galaxy.

Khn'nr
Captain Marvel kelima adalah Khn'nr. Kreasi Paul Jenkins dan Tom Raney ini pertama kali muncul di komik Civil War : The Return (Maret 2007). Sebenarnya Khn'nr adalah mahluk Skrull - mahluk ruang angkasa yang bisa menyamar menjadi orang lain - yang mencuri DNA Captain Mar-Vell dan mengunci DNA itu ke dalam tubuhnya. Akibatnya Khn'nr memiliki kemampuan yang sama dengan Captain Mar-Vell.

Meskipun merupakan mahluk Skrull, namun saat mahluk tersebut menyerang bumi, Khn'nr justru bertarung membela bumi. Karakter Captain Marvel versi Khn'nr saat ini sudah dimatikan oleh para kreatornya.

Dan Captain Marvel yang terakhir adalah Carol Danvers. Tokoh kreasi Kelly Sue DeConnick dan Dexter Soy ini sebenarnya pertama kali tampil di komik Marvel Super-Heroes #13 (Maret 1968). Pada saat itu, dia digambarkan sebagai anggota kesatuan United States Air Force dan sahabat dari Captain Mar-Vell.

Carol Denvers baru berubah menjadi superhero ketika DNA tubuhnya bercampur dengan DNA Captain Mar-Vell dalam sebuah kecelakaan. Pasca kecelakaan itu, Carol Denvers pun berubah menjadi Ms. Marvel (komik Ms. Marvel #1, Januari 1977). Meski awalnya tampil di komik Avengers, namun sejak tahun 1981, Ms. Marvel lebih sering terlibat dengan petualangan X-Men. Baru pada tahun 2000, Ms. Marvel kembali lagi menjadi bagian dari The Avengers.

Pasca kembalinya bergabung dengan The Avengers, Carol Danvers mengganti nama superhero-nya menjadi Warbird. Kemudian Scarlet Witch mengubah namanya menjadi "Captain Marvel" (komik House of M, rilisan Juni 2005).  Dan hingga hari ini, Carol  Danvers dikenal publik sebagai Captain Marvel.



FILM "CAPTAIN MARVEL" (2019)
Captain Marvel versi Carol Danvers merupakan karakter yang bisa dibilang cukup memegang peranan penting dalam alur-cerita komik Marvel, terutama cerita rilisan tahun 2000 hingga hari ini.

Carol Danvers adalah pengacara yang membela The Avengers saat Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan Aturan Registrasi Manusia Super (Superhuman Registration Act). Aturan tersebut nantinya menjadi pemicu terjadinya perang antar-superhero yang dikenal dengan nama "Civil War" (komik Civil War, rilisan 2006. Kisah ini sudah diadaptasi Marvel Comics menjadi film "Captain America : Civil War").

Pasca perang tersebut, Carol Danvers keluar dari keanggotaan The Avengers dan - bersama para robot Transformers - membentuk tim baru bernama The Mighty Avengers. Kelompok ini kemudian bekerja sama dengan Tony Stark (yang waktu itu telah menjadi Direktur dari S.H.I.E.L.D) untuk melakukan aksi yang dikenal dengan nama "Operation : Lightning Storm", di mana Carol Danvers dan kelompoknya bertugas menghabisi para musuh super sebelum mereka menjadi ancaman dunia.

Dengan posisinya yang cukup penting, maka sangat wajar jika Marvel Comics memutuskan untuk menghidupkan karakter Captain Marvel versi Carol Danvers ke layar lebar, sekaligus menjadi tokoh utama yang disebut-sebut akan menjadi lawan tangguh dalam menghadapi Thanos di Avengers 4.

Dalam film Captain Marvel nanti, sosok Carol Danvers akan diperani Brie Larson. Ceritanya pun bukan sekuel dari Infinity War, melainkan flash-back yang mengisahkan awal mula Carol Danvers dapat menjadi superhero dan perjumpaan pertamanya dengan Nick Fury, Direktur S.H.I.E.D. Selain mengisahkan sosok Carol Danvers, film tersebut juga akan menampilkan Captain Mar-Vell (Jude Law), Captain Marvel Pertama yang menjadi pelatih Carol Danvers.

Bagaimana kisah selengkapnya dari film Captain Marvel? Tunggu rilisan filmnya bulan Maret 2019 mendatang....





OlderStories Home